HUT Polair Ke-67 Aceh Timur Ajak Warga Pesisir Pantai Dan Panglima Laot Untuk Perangi Narkotika

by

 

BARANEWSACEH.CO | Aceh Timur — Komitmen Polres Aceh Timur dalam menangkal masuknya narkotika ke wilayah hukumnya terus dilakukan, salahsatunya dengan keras melarang masuknya barang-barang dari luar negeri, seperti bawang, gula, pakaian bekas dan lain sebagainya.

“Selain illegal, kami memastikan ada narkotikanya dalam pengiriman barang dari luar negeri melalui jalur laut. Untuk itu secara tegas kami melarang masuknya barang dari luar negeri ke perairan kami.”

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum pada kegiatan diskusi dengan tema: “Sinergitas Kemitraan Polri Dan Masyarakat Nelayan Mencegah Penyelundupan Narkoba Melalui Jalur Perairan Dan Berlayar Dengan Aman.”

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Satpolair Polres Aceh Timur dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Polair Ke-67 Tahun 2017 dan dihadiri: Kasat Polair Iptu Pidinal Limbong, Kasat Narkoba Iptu Hendra Gunawan Tanjung, Kasi Teknis UPTD Pelabuhan Perikanan Idi Alfian, Sertu Sidik (Koramil/08 Idr, Idi Rayeuk) dan Wakapolsek Idi Rayeuk Ipda Surianto.

Kegiatan yang berlangsung mulai Pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 11.15 WIB ini berlangsung di Aula Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, diikuti 100 peserta terdiri dari; Panglima Laot Aceh Timur, geuchik yang berada di pesisir pantai wilayah hukum Polres Aceh Timur, Perwakilan nelayan, Perwakilan Anak Buah Kapal (ABK) dan Perwakilan pemilik boat/kapal ikan di wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Kapolres juga menyinggung ditutupnya sejumlah kuala (pantai) di Aceh Timur. Menurutnya, selama kuala masih ditutup sangat berpeluang bagi penyelundup shabu melakukan kegiatanya, karena mereka bekerja secara sistematis baik di pantai, tengah laut hingga di Malaysia. Para mafia shabu juga mempengaruhi perorangan maupun kelompok di masyarakat agar kuala tidak dibuka untuk umum. Ujar Kapolres.

Untuk itu, lanjut Kapolres mari kita jaga nama baik Aceh Timur yan mana stigma daerah rawan shabu sangat melekat dengan daerah kita dan kami tegaskan untuk pencegahan narkotika menjadi tanggungjawab kita bersama. Bagi pengguna keluarga dan masyarakat yang bertanggungjawab penuh, sedangkan bagi pengedar itu menjadi tugas dan kewajiban kami untuk memberantasnya, terangnya.

Sementara itu saat menanggapi usulan dari Iskandar (Staf Panglima Laot Idi) yang meminta kepada Kapolres untuk menyampaikan kepada Pemkab Aceh Timur agar dibangun rumah sakit khusus rehabiltasi bagi pasien ketergantungan narkotika, Kapolres menyambut baik, karena selain melakukan penekanan terhadap peredaran narkotika, pecandu narkotika juga harus ditanggulangi.

Pada kesempatan yang sama Kepala Teknis Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Alfian mengapresiasi Kapolres Aceh Timur yang terus berusaha melakukan upaya penekanan peredaran narkotika di Aceh Timur utamanya dari jalur laut yang mana Aceh Timur sudah mendapat cap merah dari Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait penyelundupan narkotika.

Meski demikian secara rutin Bapak Kapolres secara rutin dan sabar melakukan kunjungan ke masjid juga ke masyarakat seputar kuala serta tidak henti-hentinya mengajak Panglima Laot, masyarakat pesisir pantai dan nelayan untuk mememerangi narkotika. Ungkap Alfian.

Kasat Narkoba Polres Aceh Timur, Iptu Hendra Gunawan Tanjung selaku pemateri menyampaikan, narkotika apapun jenisnya selain haram juga dilarang oleh negara, karena melanggar hukum. Hal itu bisa kita lihat di dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika. Ujar Kasat Narkoba.

Peredaran narkotika di wilayah kita sudah sangat memprihatinkan, kini sudah menyasar ke kalangan anak-anak, ini terbukti dari hasi pengungkapan kami belakangan ini. Para pengedar menyediakan paket shabu seharga Rp. 30.000,00 dengan sasaran anak-anak maupun pelajar. Untuk itu selaku orang tua kita harus terus mengawasi anak-anak kita di mana mereka bermain dan dengan siapa mereka bergaul. Papar Iptu Hendra Gunawan Tanjung.

Di penghujung acara, Kapolres Aceh Timur,AKBP Rudi Purwiyanto didampingi Kasat Polair, Iptu Pidinal Limbong dan Kepala Teknis Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Alfian menyerahkan sarana kontak perlengkapan melaut berupa bendera merah putih, jaket pelampung kepada para geuchik pesisir pantai yang nantinya untuk dibagikan kepada masyarakat nelayan.(JM)