oleh

Hijrahnya “Dayang Sumbi dan Sangkuriang” dari Pengalengan ke Pantan Terong

Slide thumbnail

PORTAL MEDIA ONLINE TERKINI

MENDORONG PERUBAHAN

BARANEWS ACEH

Slide thumbnail

PORTAL BERITA ONLINE

MENDORONG PERUBAHAN

BARANEWS ACEH

Slide thumbnail

TERCEPAT DAN AKURAT

MENDORONG PERUBAHAN

BARANEWS ACEH

Slide thumbnail

POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL

BERITA REGIONAL

BERITA NASIONAL

Slide thumbnail

ANTI HOAX

AKURAT

TERCEPAT

  

 BARANEWSACEH.CO – Belajar sambil berwisata, berwisata sambil belajar yang di fasilitasi oleh dinas  Pertanian Kabupaten Aceh Tengah ke Pengalengan Jawa Barat beberapa waktu lalu tidak di sia-siakan  oleh para penyuluh dari Dataran Tinggi Tanoh Gayo Takengon Aceh Tengah ini. Siang malam mereka sangat tekun dan antusias untuk “menggali” ilmu  langsung dari para Petani setempat yang terkenal dengan etos kerja mereka yang sangat tinggi,  dari para penangkar bibit yang telah  teruji dan memiliki pengalaman  empiris yang sangat baik dan dari para Aparatur Sipil Negara Kementerian Pertanian yang bertugas di Balai Pengembangan Benih Kentang (BPBK) yang lokasinya juga berada di Pengalengan ini.

Sebagai oleh-oleh para penyuluh bukan hanya membawa ilmu yang telah mereka pelajari yang  nantinya akan di transformasikan kepada para Petani, tetapi juga bibit varietas terbaru  yang akan hijrah ikut bersama mereka ke Negeri Antara sebutan lain untuk Kabupaten Aceh Tengah, secara patungan mereka membeli bibit kentang varietas Dayang Sumbi dan Sangkuriang untuk di kaji dan di terapkan sebagai “pendatang” baru di Pantan Terong.

Mendengar kata Dayang Sumbi dan Sangkuriang banyak dari kita akan teringat sebuah cerita Legenda Tangkuban Perahu dari Jawa Barat, tapi ini beda. Dayang Sumbi adalah salah satu varietas Kentang yang telah di akui oleh Pemerintah dengan Nomor SK: 091/Kpts/SR.120/D.2.7/8/2016 Pemulia: Eri Sofiari, Tri Handayani, Kusmana Tetua Silangan: Granola x Katahdin, begitu juga dengan Sangkuriang Nomor SK: 092/Kpts/SR.120/D.2.7/8/2016 Pemulia: Eri Sofiari,Tri Handayani,Helmi Kurniawan Tetua Silangan: Atlantik x Katahdin yang toleran terhadap penyakit layu dan produksinya tinggi.

Adalah Siriega Ayong seorang petani di wilayah Pantan Terong yang tekenal dengan panorama alam yang sangat indah dan salah satu daerah sentral produksi kentang di Kabupaten Aceh Tengah ini ”memberikan” lahan usaha taninya untuk dijadikan tempat Ujicoba kedua varietas yang “hijrah” bersama rombongan penyuluh yang baru pulang dari study tour mereka beberapa waktu yang lalu. Mengawali tahun 2018 para penyuluh dan petani yang tergabung daam sebuah wadah bernama Enti Gaboxs mulai membersihkan, mengolah dan menyiapan lahan untuk penanaman kentang Dayang Sumbi, Sangkuriang dan tentunya Granola L yang telah lama beradaptasi bersama para petani Pantan  Terong ini.

Tepat pada hari sabtu 20 Januari 2018 ketika Matahari mulai memancarkan sinar kehidupan untuk penghuni alam semesta ini,  para penyuluh dan petani di bawah panji Komunitas Enti Gaboxs melakukan penanaman kentang di lahan usaha tani mereka, dengan komunikasi dan kerjasama yang baik satu persatu bibit kentang mereka letakan di lobang tanam yang telah mereka persiapkan sebelumnya serta menutupinya kembali bertanda berakhirnya proses penanaman kentang pada hari itu juga.

Selama masa pemeliharaan dan perawatan kentang  komunitas Enti Gaboxs yang di manajeri oleh Saprin Jailani salah seorang penyuluh yang sarat prestasi bersama rekan-rekannya menerapkan Jurus 5 T, yaitu Tepat Waktu, Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Sasaran dan Tepat cara. Dengan Jurus jitu tersebut semua hal dalam bercocok tanam akan berhasil, seperti yang telah mereka terapkan di wilayah binaan masing-masing penyuluh bersama petani binaan mereka dengan pelbagai komoditi.

Saat ini   kedua varietas kentang yang ”hijrah” ke Pantan Terong Aceh Tengah ini pertumbuhan dan  perkembangannya sangat baik dan bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya,  ini semua karena kinerja team yang solid yang telah “Memiliki Pengalaman” dalam membudidayakan kentang di Aceh Tengah seperti Sadarmi, Saprin Jailani, Junaidi dan Anugerah Fitriadi mereka adalah “Pioner” yang membudidayakan kentang di Kecamatan Linge tepatnya di Areal perkantoran BPP Linge sehingga menjadi “Virus” bagi petani di wilayah tersebut untuk mengikuti jejak mereka. Begitu juga dengan Ayuseara Putri dan Armia Putra yang Pernah bertugas di daerah sentral produksi kentang yaitu daerah Atu Lintang dan  Bintang mereka sering terjun kelapangan dan mempraktekkan langsung ilmu yang mereka ketahui dari berbagai referensi bersama petani binaannya. Demikian juga dengan Atthaulah lelaki paruh baya ini memiliki ”Segudang Ilmu dan Pengalaman” tentang kentang dari para ahli dari Eropa selama lebih kurang 14 tahun ketika beliau sebagai karyawan di Proyek “Belgia” beberapa tahun lalu hingga kini masih “setia” dengan budidaya kentang di samping komoditi lainnya.

Tujuan meng”hijrahkan” Dayang Sumbi dan Sangkuriang ke Pantan Terong selain untuk menambah varietas baru yang yang toleran terhadap “penyakit” dan memiliki hasil produksi yang “tinggi” secara otomatis berefek positif terhadap petani, sesuai dengan  fungsi penyuluh yaitu Inisiator, Dinamisator dan Katalisator. Begitu yang di ungkapkan oleh Safrin Jailani dan rekan-rekan penyuluh lainnya kepada penulis di saung Enti Gaboxs    Pantan Terong tempat usaha tani yang sedang mereka budidayakan.

* Riega, Petani dan  Penulis Pemula di Dataran Tinggi Tanoh Gayo Aceh Tengah. `

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed