oleh

Hamsani Seorang Jurnalis Maju Jadi Caleg Dapil II Gayo Lues Mohon Do’a dan Dukungan

banner 300x250
image_pdfimage_print

Gayo Lues, Baranewsaceh.co – Salah satu jurnalis Gayo Lues, Hamsani ikut bertarung dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat kabupaten Gayo Lues nomor urut lima (5) melalui partai Golongan karya (Golkar) di dapil II meliputi kecamatan Terangun, Tripe Jaya, Blangjerango dan Kute Panjang.

Tokoh pemuda kelahiran Terangun tahun 1986 ini menjelaskan dirinya bertekad ikut jadi caleg karena terdorong naluri dan ingin menyampaikan suara rakyat sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa memberikan embel-embel yang tidak jelas saat kampanye berlangsung.

“Intinya kita tidak akan membohongi rakyat. Saya hanya ingin mendengar seruan, dan keluhan rakyat, apa seharusnya saya perjuangkan, maka kewajiban itu yang harus saya perjuangkan. Kita berharap jangan ada lagi yang mengumbar janji-janji manis yang tak masuk akal,” jelasnya dikediamannya kepada sejumlah awak media, Selasa, (25/09/18).

Anak dari Tgk. Makmur dan ibu Fisah melanjutkan, dirinya mengaku tak hanya sekedar mencalonkan diri. Tapi, akan memanfaatkan memontum ini untuk berdedikasi mencerdaskan rakyat dalam dunia politik, salah satunya menjelaskan kepada pemilih apa sebenarnya fungsi dari Dewan Perwakilan Rakyat.

“Kita harus berterus terang kepada rakyat mengenai fungsi dan wewenang DPR hanya ada tiga, legilasi membuat peraturan daerah bersama pemerintah, pengesahan anggaran dan pengawasan. Agar masyarakat paham, suatu waktu mereka hanya menuntut sesuai dengan fungsi dan wewenang kita,” jelasnya.

Ketua Lembaga Louser Aceh ini mengajak kepada para pemilih untuk menilai kapasitas sang calon secara rasional, dan berharap kepada politisi yang ikut bertanding agar tidak menarik pertarungan politik ke ranah yang sama sekali tidak substansial dan esensial.

“Sudah saatnya pertarungan pemilu tahun ini harus menyentuh pada hal hal yang substansif dan esensial. Kita juga (Para Caleg/Red) dituntut agar tidak membangun dan menciptakan narasi-narasi penuh kebencian ditengah masyarakat, kita harus mampu menjelaskan bahwa perbedaan pendapat atau pilihan hal yang biasa, jangan dijadikan perbedaan sebagai dasar lahirnya pertikaian,” jelasnya. (J.porang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed