H. Muhammad Amru : Lunturlah Pengakuan Keislaman, Bila Sholat Tidak DiKerjakan

by


BENER MERIAH, BARANEWSACEH.CO –  Mengenal diri, mengenal Tuhan, adalah dua konsef dasar bagi seorang mukmin dalam menemukan keyakinan. Syarat utama orang beragama adalah mengenal, mengakui, dan menyakini bahwa adanya Tuhan. Bila berbicara agama tentu penjabaranya sangat luas. Karena dibelahan dunia ini banyak pilihan agama dan keyakinan.

Islam adalah agama yang Rahmatan Lil alamin, dan syarat utama diakuinya sebagai orang Islam, tentu didahului dengan kesaksian, keyakinan akan ke Esa an Allah SWT, beserta Rasulnya Muhammad SAW, yang diawali dengan mengucap dua kalimat syahadat.

Mendirikan Sholat merupakan tahapan yang kedua dari rukun Islam itu. Sholat itu adalah tiang agama, dan sesungguhnya Sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Begitulah sekelumit gambaran dari apa yang disampaikan oleh Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, dalam kuliah tujuh menit dihadapan sekitar seratusan jamaah, yang memenuhi tempat Sholat pada pelaksanaan sholat Dzuhur berjamaah di Lapangan Pacuan kuda Sengeda Bener Meriah. Minggu (14/01).

H. Muhammad Amru juga mengatakan, kita boleh membenci Yahudi yang jauh di sana, tapi Yahudi Yahudi terdekat ada disekeliling kita, yaitu orang orang yang tidak mau mengerjakan sholat. Itu yang harus kita perangi bersama, karena menurut Bupati Gayo Lues ini, apabila sholat tidak didirikan maka Lunturlah Pengakuan akan ke Islaman. Itulah tugas kami sebagai pemimpin, menyampaikan, mengajak, menyakinkan serta menuangkannya kedalam Visi dan misi kami.

Sekuat apapun kekuasaan yang di miliki, tanpa dukungan dari semua pihak, semua tidak akan berarti apa apa. Kita masih boleh berbicara dengan perubahan di negeri ini, di tengah keramaian dari para pengunjung pacuan kuda kali ini, kita masih bisa menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat secara berjamaah di tempat ini.

Disisi lain, Bupati Muhammad Amru juga mengatakan. Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Bener Meriah, punya konsef dasar kesamaan dalam Visi dan misi, yaitu menjadikan kedua kabupaten ini sebagai kabupaten yang Islami. Karena kami yakin Masyarakat Gayo yang ada di dua Kabupaten ini mayoritas beragama Islam dan kami berkeinginan agar Islam itu bukan hanya formalitas tanpa adanya actionnya dalam pelaksanaannya. Untuk itu kami berkeinginan untuk mengislamkan kembali, agar Islam itu bisa berjalan sebagai mana mestinya.

Namun semua itu tidak akan pernah berhasil tanpa ada dukungan dari semua pihak, dan dukungan dari semua pemimpin yang berada di berbagai tingkatan dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengakhiri Kultumnya siang ini, Bupati Gayo Lues juga mengajak semua jamaah untuk bersama sama meramaikan masjid di setiap waktu sholat, agar Masjid yang telah dibangun bukan hanya bangunan kosong yang setiap hari dihadiri seorang imam dan seorang Muazin, serta dua tiga jamaah sebagai pelengkap saf. Pungkasnya. (Dani).