oleh

H. Muhammad Amru Hadiri Rapat Kerja Program Pemerdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemkab Gayo Lues

image_pdfimage_print

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru menghadiri Rapat Kerja Program Pemerdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah  Kabupaten Gayo Lues, Selasa, 23 Oktober 2018.

Acara tersebut dihadiri oleh  Para Kepala SKPK; Badan, Kantor dan Dinas, Para Kabag Sekretariat daerah, Para Camat Se-KabupatenGayoLues.

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru mengatakan “ Pada kesempatan ini, Saya ingin menegaskan kembali bahwa masalah Narkoba adalah masalah moralitas dan pendidikan. Moralitas didefinisikan bahwa rapuhnya ketaqwaan seseorang dalam menjalankan dan menyakini Agamanya. Dampaknya, mudah terpengaruh dalam pergaulan sosial dan berinteraksi dalam organisasi”.

Dari sudut pandang Pendidikan merupakan faktor penting untuk menjauhi Narkoba. Prinsipnya, seseorang yang mengenyam pendidikan dengan tekun dan displin maka seseorang tersebut memiliki karakter kepribadian yang tanggguh dan kepribadian yang mandiri dalam mengatasi problema kehidupannya secara pribadi, bahkan, seseorang tersebut dapat membawa berkah bagi yang lain. Karena, dapat menjadi contoh yang mulia, baik bagi dirinya maupun orang lain. ujarnya.

Oleh karena itu, masalah Narkoba adalah pelarian seseorang yang tidak bisa mengatasi problemanya sendiri, baik dari segi kebutuhan ekonomi maupun lampiasan dalam mengatasai problema kehidupan.  Sesungguhnya, seseorang bisa menjauh dari Narkoba bila teguhnya menerima kenyataannya yang dihadapinya. Secara khusus, Ia dapat bersandar pada kenyakinan Agamanya dan mensyukuri apa adanya. Singkatnya, di era modern ini tidak ada orang susah hidupnya bila telah berusaha. Dinilai susah karena perbuatan kelakuannya pribadi, kata H. Muhammad Amru.

Muhammad Amru menjelaskan Maksud kegiatan rapat kerja ini, Saya mengajak para SATKER di semua instansi Pemda Kabupaten Gayo Lues dalam upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dalam wilayah Kabupaten Gayo Lues. Meleyapkan secara masif peredaran Narkoba, sangat mustahil namun kita berupaya untuk bertahap menuntaskan peredaran dan pengguna Narkoba.Para SATKER harus berupaya mencari alternatif unutk pencegahan peredaran Narkoba dan bagi para pengguna untuk merehabilitasinya.

Acara ini berlangsung satu hari rapat kerja program pemerdayaan masyarakat anti narkoba di intansi pemerintah wilayah Kabupaten Gayo Lues ini.  Kami mengharapkan kepada seluruh peserta rapat  agar mengikuti kegiatan ini selama 1 (satu) hari penuh karena acara ini sangat penting untuk membuat suatu kebijakan kepala SATKER di semua instansi Pemda Kabupaten Gayo.  Secara umun, upaya untuk memberantas rantai peredaran narkoba di Indonesia sebenarnya sudah dilakukan pemerintah dengan berbagai cara, kata Bupati.

Dia mengatakan Berdasarkan peraturan undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dan Perpres Nomor 23 tahun 2010 tentang kelembagaan badan narkotika nasional (BNN). Dalam rangka implementasi undang-undang tersebut, Presiden telah menerbitkan terkait dengan arah dan kebijakan yang lebih strategis,  pemerintah mengeluarkan instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2011 tentang pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tahun 2011 – 2015, yang merupakan salah satu upaya serius untuk menyelamatkan generasi bangsa.

BNN sebagai leading sektor, memiliki tugas, fungsi dan peranan di bidang pencegahan dan peredaran gelap narkotika. Selain itu, BNN juga memiliki kewenangan melakukan penyelidikan terhadap kasus dan tindak pidana narkoba ini, sebut Bupati.

Muhammad Amru menambahkan Tujuan kegiatan ini, mempertegaskam kembali bahwa masalah pencegahan Narkoba adalah tanggungjawab kita bersama. Melalui kegiatan tahunan yang diagendakan masing instansi terkait. Upaya pencegahan ini harus terus menerus kita lakukan.

Mulai tahun depan, kita akan sportif mengagendakan kegiatan apa saja yang pantas bagi kaum remaja dan masyarakat umum untuk mengantisipasinya. Seperti, kegiatan pemilihan duta pelajar ANTI NARKOBA dsb.  Terkait masalah tersebut, juga kita para Aparatur Sipil Negara harus terdepan dalam penegak hukum yang terus memperketat pengawasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.     Sikap tegas seperti ini seharusnya pantas kita contoh dan kita terapkan di lingkungan masing-masing, karena ini merupakan bagian dari misi nasional yang tertuang dalam program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) untuk mewujudkan Indonesia  bebas narkoba tahun 2020. Perlu kita ketahui bahwa program nasional ini hanya akan berhasil jika mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat di daerah, jelasnya.

Dalam sambutannya H. Muhammad Amru mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta yang hadir. Hendaknya, kita bangun suasana diskusi ini saling mengutarakan pendapat yang akurat, singkat dan langsung pada pokok persoalan. Sebagaimana kita harapkan bersama untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Gayo Lues dalam segala aspek pembangunan dan bebas dari Narkoba, kata H. Muhammad Amru. (ABDIANSYAH)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed