oleh

H. Firmandez : Kemandirian Energi Adalah Salah Satu Syarat Penunjang Investasi di Aceh

banner 300x250
image_pdfimage_print

Aceh Tengah Baranewsaceh.co – Kehadiran mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 yang berada di Kabupaten Aceh Tengah, diyakini akan berdampak pada perbaikan iklim investasi di Provinsi Aceh. Hal ini sangat beralasan mengingat ketersediaan energi listrik menjadi salah satu syarat utama sebagai penunjang investasi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh H. Firmandez kepada Baranewsaceh Jumat 20 Juli 2018. Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Aceh 2 ini juga mengatakan bahwa dia bersama tim dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) turun ke Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk memantau kelanjutan proyek tersebut beberapa bulan yang lalu.

H. Firmandez juga menjelaskan bahwa dia sudah memfasilitasi tim dari PLN untuk bertemu langsung dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Disisi lain H. Firmandez juga telah melakukan inventarisir terkait kendala di lapangan, salah satunya tentang pembebasan lahan 6.000 meter lagi yang belum tuntas.

H Firmandez berharap proyek ini cepat terwujud, sehingga bisa memutuskan ketergantungan Aceh akan energi listrik dari Sumatera Utara. Jelasnya.

PLTA Peusangan ditargetkan rampung dan beroperasi tahun 2021 nanti. Kehadirin proyek ini di harapkan akan menjadikan Aceh sebagai daerah yang mandiri energi.

Dengan daya yang di hasilkan mencapai 88 MW, Kehadiran PLTA Peusangan secara teknis akan menghasilkan energi tahunan sebesar 323.2 GWh. Selain itu proyek ini juga bertujuan untuk perbaikan iklim investasi di Aceh. Ketus putra Weh Pesam Simpang Balik ini. Firmandez juga berharap pengerjaan proyek PLTA Peusangan 1 dan 2 ini bisa terus berjalan tanpa kendala.

Sementara pengerjaan proyek sudah dimuali sejak tahun 2011 oleh PT PP dan Nyundai, kemudian dilanjutkan oleh Wijaya Karya (Wika) dan Amarta Karya pada bagian metal work. Menyangkut pengerjaan elektro mechanical untuk turbin dan generator dikerjakan langsung oleh kontraktor asal Australia Andritz Hydrp GmbH. Ungkapnya.(DN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed