Gayo Lues Menuju Perubahan

by


OPINI PUBLIK

Pemerintahan baru di Kabupaten Gayo Lues memiliki tradisi baru yang dimaksudkan sebagai penanda perubahan. Ia seperti lonceng pembuka yang diharapkan mampu merebut kepercayaan rakyat sehingga jalannya pemerintahan bergerak mulus.

Itu pula yang dilakukan pemerintahan baru di Negeri Seribu Bukit ini, di bawah kepemimpinan Baru memulai tradisi baru pemerintahan dengan membentuk kabinet berintegritas.

Betul bahwa penyusunan kabinet merupakan hak mutlak Bupati Gayo Lues. Namun, demi memastikan bahwa orang-orang yang ia pilih terbebas dari masalah.

Maka, di awal pemerintahan ini pun komitmen itu ia wujudkan dengan reformasi integritas, demi memastikan bahwa para calon pejabat Gayo Lues merupakan orang-orang yang bersih.

Hal itu bisa menjadi modal awal karena perubahan tidak bisa dicapai jika sumber daya yang digunakan tidak bersih. Ibarat ingin membangun rumah kukuh, tetapi menggunakan kayu lapuk yang penuh rayap.

Integritas para pejabat Gayo Lues menjadi hal penting juga karena tidak ada satu pun pemimpin yang mampu berjuang sendirian. Sehebat apa pun integritas dan kompetensi pemimpin, jika ia berjuang sendiri, tak akan mampu membuat perubahan.

Tuntutan perubahan mesti diwujudkan dengan kesadaran dari segenap elemen bangsa untuk ikut bergerak. Semuanya berbagi peran apa yang bisa mereka ambil agar roda perubahan segera menggelinding.


Di masa kini ketika formasi penggerak perubahan harus ditentukan secara cepat, rekam jejak sudah selayak menjadi andalan. Ketika prinsip menelusuri rekam jejak telah dilakukan, yang diperlukan setelah itu ialah kepercayaan terhadap pemimpin dan para pembantunya.

Berikan ruang dan waktu kepada kabinet untuk bisa bekerja cepat. Setelah itu, di sepanjang perjalanan, kita bisa ikut mengevaluasi kinerja mereka.

Momentum perubahan itu kini telah diciptakan, tepat ketika sebagian besar rakyat di negeri Seribu Bukit ini tengah memasuki 2018 yang dilatari spirit berhijrah dari hal-hal buruk dan tidak bermanfaat menuju pembaharuan, jelas bisa memberikan peneguhan bahwa kinilah saatnya perubahan bagi Gayo Lues ini telah datang.

Kita juga semestinya bisa mencontoh apa yang dilakukan rakyat Madinah saat peristiwa hijrah, yang ikut berjuang dan bekerja lebih baik untuk tujuan hidup yang lebih baik.
Inilah saatnya ketika perubahan itu benar-benar diuji. Ia bisa bergerak maju, tetapi bisa stagnan atau malah mundur. Seperti sebuah roda, negeri ini tidak akan mundur jika seluruh rakyat bergerak bersama menuju arah yang lebih baik.  (SYAHADAT SAUFI)