oleh

Gajah Putih Dari Kerajaan Linge Meriahkan Pawai PKA-7, Sedot Perhatian Warga

image_pdfimage_print

Kehadiran gajah-gajah di pawai PKA-7 sedot perhatian warga (Tribun Medan/HO)

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO  – Kehadiran seekor gajah putih dalam pawai Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 menyedot perhatian warga. Hewan berbelalai dari Kerajaan Linge ini memiliki postur lebih besar dibanding tiga ekor gajah lainnya.

Pawai dalam rangka menyemarakkan PKA dilepas dari Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (06/08/2018). Peserta pawai berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Mereka berjalan mengitari sejumlah ruas jalan protokol di Banda Aceh.

Rute yang ditempuh yaitu dari Lapangan Blang Padang menuju ke Simpang Jam, melintasi Meuligoe Gubernur Aceh, menuju Panggung Kehormatan yang berada di sisi utara Masjid Raya Baiturrahman. Setelah berkeliling, peserta pawai selanjutnya kembali ke Lapangan Blang Padang.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah memimpin jalannya pawai budaya dengan menunggangi seekor gajah yang sudah disiapkan. Di atas tubuh satwa berjuluk “Po Meurah” tersebut, ditaruh tempat duduk. Selain Nova, gajah tersebut juga ditunggangi oleh Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda.

Dalam pawai tersebut, kehadiran gajah-gajah ini mampu menarik perhatian warga. Terlebih dengan adanya seekor gajah putih yang membawa kontingen dari Tanah Gayo. Masing-masing gajah yang dipakai untuk pawai ini ditemani oleh seorang mahout.

Pawai PKA 7 yang dilepas oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman ini diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Aceh. Masing-masing daerah menampilkan ciri khas dan keunggulan budaya lewat pakaian yang digunakan. Di antaranya seperti baju adat, gaun kreasi, putroe bungong, atraksi budaya dan kearifan lokal ditampilkan dalam pawai tersebut.

“Selamat mengikuti PKA 7 dan selamat datang di Banda Aceh. Mari bersama kita meriahkan dan sukseskan event ini. Mari kita tunjukkan keluhuran budi dan kekayaan adat budaya Aceh ke mata dunia,” kata Aminullah.

Dalam pawai, sebagian peserta juga membawa sepeda ontel yang merupakan salah satu kendaraan pada masa tempo dulu. Pawai ini digelar juga dalam rangka promosi adat Aceh. Selain pawai jalan kaki, juga ada konvoi mobil hias dalam rangkaian acara tersebut.

Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Irmayani menambahkan, PKA-7 tahun 2018 banyak tampilan berbeda dengan tahun –tahun sebelumnya. Untuk 2018 ini, banyak keunikan yang ditampilkan. Ini semua untuk mengingatkan kembali akan sejarah-sejarah masa lalu di Aceh.

Tidak hanya dari segi seni dan budaya, tempat pergelaran PKA-7 ini juga berbeda denan PKA sebelumnya. “Kalau dulu lokasinya fokus di Komplek Ratu Safiatuddin saja, kali ini ada beberapa tempat. Ada di Taman Ratu Safiatuddin, Taman Sari, Lapangan Balang Padang, Lapangan Tugu dan Meseum dan sejumlah tempat lainnya. Itu semua ada di alplikasi android PKA-7,” kata Irma.

Penampilan gajah putih pada karnaval yang digelar, mengingatkan akan gajah putih di Aceh. Lambang tersebut kini menjadi logo atau ikonnya Kodam Iskandar Muda (Kodam IM). “Sejarah-sejarah itulah yang kita tampilkan pada PKA kali ini,” pungkasnya.

Pagelaran even PKA secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada Minggu (5/8) malam di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh. Kegiatan empat tahunan ini berlangsung selama 10 hari dan akan berakhir pada 15 Agustus mendatang. [*]

SUMBER : TRIBUN-MEDAN.COM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed