oleh

‘Gadget’ Merajalela Membunuh Para Kutu Buku Dan Penerus Generasi Melenial Bangsa

Slide thumbnail

PORTAL MEDIA ONLINE TERKINI

MENDORONG PERUBAHAN

BARANEWS ACEH

Slide thumbnail

PORTAL BERITA ONLINE

MENDORONG PERUBAHAN

BARANEWS ACEH

Slide thumbnail

TERCEPAT DAN AKURAT

MENDORONG PERUBAHAN

BARANEWS ACEH

Slide thumbnail

POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL

BERITA REGIONAL

BERITA NASIONAL

Slide thumbnail

ANTI HOAX

AKURAT

TERCEPAT

Oleh : Jeri Prananda

BARANEWS ACEH.CO – Membaca dan menyimak judul dari tulisan ini, pasti tidak sedikit orang yang akan penasaran dan bertanya mengapa seperti itu? Namun, ketahuilah bahwa tulisan ini akan coba mengangkat masalah serius yang sedang mengakar dalam keseharian hidup manusia pada abad 21 ini. Sehingga, pada bagian selanjutnya akan dibahas secara detail mengenai apa itu gadget dan kutu buku? Apa saja ciri-ciri seorang kutu buku? Mengapa disebut gadget merajalela membunuh para kutu buku dan penerus generasi melenial bangsa?

Dengan adanya Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sangat pesat, dapat membawa banyak dampak dalam keseharian hidup manusia. Entah dampak positif juga negatif bagi para penggunanya. Terlebih khusus, setelah adanya banyak penemuan alat-alat canggih yang sangat sederhana dan memanjakan manusia, antara lain salah satunya adalah gadget.

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya suatu peranti, instrumen atau alat yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibanding dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya.

Perbedaan antara gadget dengan teknologi yang lainnya adalah unsur kebaruan dan berukuran lebih kecil, serta sangat mudah dalam pemakaiannya. Ia bisa dibawa kemana saja dan kapan saja, oleh para pengguna. Sehingga, ia sungguh memanjakan pengguna dalam keseharian hidupnya.

Sebagai contoh, komputer merupakan alat elektronik yang dibuat dalam bentuk gadget, yakni laptop, notebook ataupun netbook. Sementara, telepon dibuat jadi telepon pintar atau sebutan yang lebih dikenal yaitu smartphone, seperti iphone, xiomi, samsung, oppo dan beragam merek lainnya. Salah satu fitur terkenal dan paling menarik dari gadget saat ini adalah adanya layanan internet.

Sementara, Kutu Buku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang senang membaca dan menelaah buku di mana saja. Sehingga, sangat jelas, bahwa ia hanyalah sebuah sapaan yang akrab bagi siapa saja yang gemar membaca buku.

Ciri-ciri kutu buku

Selalu meluangkan banyak waktu untuk membaca ketimbang browsing di Internet dan mengerjakan hal lain yang sifatnya outdoor dan selalu bawa buku-buku favoritnya kemana pun pergi, sering sampai tertidur dengan buku masih di atas kasur, Selalu sangat tertarik dengan karakter yang ada di dalam buku, tidak pernah bosan membaca buku yang sama berkali-kali, Selama membaca buku itu, seakan tenggelam dalam cerita yang dikisahkan, Menganggap orang yang enggak suka baca buku adalah orang teraneh sedunia, Setelah selesai membaca satu hanya butuh waktu beberapa saat untuk menikmati sensasi dari kisah dalam buku. Tapi, dengan segera akan mulai membaca buku lain.

Membaca telah lama dikenal sebagai salah satu aktivitas yang digemari oleh banyak orang. Oleh karena itu, ia selalu dikategorikan dalam kegiatan kegemaran rutin seseorang yang lazim disebut hobi. Sehingga, bagi orang yang hobi membaca buku, merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam hidupnya.

Meski demikian, kini dengan adanya berbagai merk gadget yang sangat canggih, telah mengubah gaya hidup dari setiap orang. Di mana-mana, kini orang selalu jalan dengan gadget di tangan. Entah itu di jalan raya, di atas kendaraan, dalam kelas atau tempat belajar, mall, dalam pesawat terbang bahkan di tempat-tempat ibadah seperti masjid, gereja dan lain-lain.

Dampak itu pun kini telah terjadi pada para kutu buku, yang kebiasaan keseharian hidupnya selalu bersama dengan buku. Namun, posisi buku yang selalu ada di genggaman tangannya itu pun telah dirampas oleh sang gadget yang dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan pengguna.

Dengan gadget, orang bisa mengakses apa saja, kapan saja dan dari dimana saja. Asalkan ada Kuota, serta jaringan internetnya. Entah mau mencari, membaca, menonton atau pun mengunduh data informasi apa saja yang sedang dibutuhkan. Caranya tidak susah, cukup hanya ketik kata kunci pada laman google pencarian. Selanjutnya, akan muncul banyak pilihan dan pengguna hanya memilih sesuai dengan kebutuhan saat itu.

Selain itu, gadget kini juga telah dilengkapi dengan banyak aplikasi permainan yang bisa membuat orang kecanduan. Terlebih dengan adanya permainan game online. Di sana tersedia semua jenis permainan, seperti Point Blank, Ragnarok, Atlantica, Angry BirdsDot, Street Dance, Counter Strike, Criminal case dan juga game terbaru yang kita ketahui yaitu Mobile legend atau biasa disebut dengan kata ML.

Akhirnya, dengan adanya banyak jenis media jejaring sosial, juga berpotensi orang lupa akan kewajiban sehari-hari termasuk dalam hal beribadah kepada tuhan. Jenis media sosial yang sedang ramai digunakan oleh semua orang saat ini, seperti facebook, twitter, bbm, whatsApp, telegram, line, instagram, path, dan lain-lain.

Tentu, kondisi seperti ini sangat berpotensi untuk mematikan kebiasaan orang dengan rutinitasnya. Termasuk salah satunya bagi para kutu buku yang selalu bersama dengan buku, untuk terus membaca. Betapa tidak mungkin, nyatanya gadget telah memudahkan dalam mengakses semua informasi yang dibutuhkan.

Sehingga, semua hal tersebut di atas pasti akan membuat semangat dan etos untuk membaca dari sumber naskah atau buku teks cetakan akan cepat memudar. Jenis bacaan yang kini terlihat mulai dilupakan, seperti koran, majalah, jurnal hingga buku cetak. Padahal informasi-informasi yang tersedia secara online seringkali tidak akurat.

Dengan melihat indikator perubahan kebiasaan di atas, dapat disimpulkan bahwa benar “Gadget merajalela Membunuh Para Kutu Buku dan penerus generasi melenial bangsa”. Padahal, kita telah ketahui bersama bahwa aktivitas membaca buku sama halnya dengan mengeksplorasi dunia dalam sekejap. Sehingga lazim orang katakan bahwa ‘buku sebagai jendela dunia.’

Dampak negatif dari adanya gadget ini, terjadi tidak hanya pada orang dewasa. Akan tetapi, ia justru sangat nampak dan rawan bagi anak-anak dan remaja. Padahal mereka adalah usia yang sangat potensial dan harapan sebagai generasi penerus bangsa kelak. Mereka juga boleh dikatakan para calon kutu buku yang akan menjadi korban karena adanya gadget.

Dampak buruk gadget bagi penerus generasi melenial bangsa

Pertumbuhan Otak yang terlalu Cepat
Pada umumnya anak usia 0-2 tahun, pertumbuhan otak mereka paling cepat dan terus berkembang hingga usia 21 tahun. Sehingga, stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan tersebut, termasuk bagaimana cara yang bijak untuk menggunakan gadget. Hal ini sangat vital karena pengaruhnya akan membuat berkurangnya perhatian, gangguan kognitif, kesulitan belajar, impulsif, dan kurangnya kemampuan mengendalikan diri.

Hambatan Perkembangan saat menggunakan gadget, anak cenderung kurang bergerak. Hal demikian tentu sangat berdampak buruk dan akan menghambat perkembangannya. Terlebih khusus dalam hal kertrampilan bahasa juga prestasi di sekolah. Beberapa hasil penelitan membuktikan bahwa satu dari tiga anak yang masuk sekolah cenderung mengalami hambatan perkembangan.

Kecanduan dan ketergantungan pada gadget bisa membuat orang kurang aktivitas fisik seperti berolahraga. Tidak hanya itu, mereka juga bisa kurang bersosialisasi dengan lingkungan di sekitar. Sehingga salah satu dampak yang bisa terjadi pada mereka adalah kegemukan, Padahal diketahui bahwa obesitas pada anak meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung sehingga menurunkan angka harapan hidup.

Gangguan tidur atau dengan bahasa lain insomnia juga bisa dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak. Terlebih kepada anak yang suka mengoperasikan gadget di kamar tidurnya. Di usia anak usia 9-10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur mengalami gangguan tidur. Hal ini rawan terjadi karena mereka sedang berada di luar pengawasan kedua orangtuanya. Tentu hal tersebut akan berdampak pada penurunan prestasi belajar mereka.

Penyakit mental tidak bisa dipungkiri bahwa menggunakan gadget secara rutin dan berlebihan dapat mengganggu kesehatan mental. Faktanya, penggunaan gadget yang berlebihan merupakan faktor penyebab meningkatnya laju depresi, kecemasan, defisit perhatian, autisme dan gangguan perilaku lainnya pada anak. Tentu dengan adanya gangguan ini akan berpengaruh terhadap kelancaran rutinitas sehari-hari.

Agresif salah satu faktor yang mempengaruhi adanya perilaku seseorang adalah rangsangan yang kuat. Jika terlalu sering menggunakan gadget yang memuat tayangan kekerasan bisa membuat individu yang bersangkutan cenderung agresif. Apalagi, saat ini banyak video game ataupun tayangan yang berisi pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, dan kekerasan-kekerasan lainnya. Hal demikian tentu akan berpengaruh terhadap setiap sikap dan tingkah laku dalam hidup sehari-hari.

Pikun adalah sebuah istilah kelainan yang rawan terjadi bagi para pecandu dalam menggunakan barang-barang elektronik seperti gadget. Gejala itu dapat terjadi sebagai akibat dari paling sering menonton media dengan kecepatan tinggi seperti game atau video yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam memahaminya. Terlalu sering berkecimpung dengan aktivitas seperti ini bisa mengalami penurunan perhatian, sekaligus daya konsentrasi dan ingatan.

Kecanduan adalah salah satu dampak yang sangat tidak bisa dipungkiri terjadi pada pengguna gadget. Betapa tidak mungkin, disana terdapat banyak kemudahan dan kegemaran. Sehingga, hal tersebut berpotensi membuat mereka tidak bisa hidup tanpa gadget, hidup ketergantungan Akibatnya mereka bisa lupa dengan semua rutinitas yang lainnya.

Hal kekuatiran akan bahaya penggunaan gadget terhadap anak-anak ini telah diungkap melalui berbagai media massa. Komentarnya baik dari perorangan maupun lembaga yang peduli dan berkaitan dengan masalah pendidikan dan kesehatan pada anak-anak.

Pengaruh radiasi yang dikeluarkan dari gadget sangat berbahaya bagi tumbuh kembang seorang anak. Terlebih khusus pada sistem kerja otak dan daya tahan tubuh yang sifatnya masih belum matang.

Tidak berkelanjutan yang dimaksud adalah menyangkut usia lama tidaknya informasi yang akan ada pada ingatan jangka panjang. Bahkan pendidikan yang berasal dari gadget tidak akan lama bertahan dalam ingatan anak-anak. Sehingga, sangat jelas bahwa sebenarnya akses informasi melalui gadget rentang sekali lupa dari pada dari buku cetak.

Setelah membaca dan memahami dampak serius dari penggunaan gadget terhadap para kutu buku dan juga penerus generasi melenial bangsa di atas, maka selanjutnya perlu dipikirkan tentang bagaimana cara mengatasinya. Tentu untuk mengubah suatu kebiasaan hidup seseorang, sangatlah susah. Apalagi jika ia sudah menjadi kecanduan. Sehingga membutuhkan sebuah pembiasaan yang diawali dengan kemauan yang kuat untuk berubah.

Hasrat untuk mau berubah, harus berasal dari dari setiap pribadi yang bersangkutan. Jika tidak, sekuat apapun paksaan dari orang lain, tidak akan pernah efektif dalam mengubah perilaku orang lain. Namun demikian, pemberian motivasi yang paling sering sangatlah penting guna membangun kesadaran bersama.

Untuk mengakhiri tulisan ini, penulis hendak meminjam kata bijak dari filosof Barat Selatan Aceh, Zulfata “akhirnya aku sadar! Orang-orang secara tidak langsung terpenjara dengan telepon-teleponnya sendiri”

Intinya, sadar atau tidak sebenarnya kita selalu terpenjara dengan telepon genggam yang kita miliki.

Salam Perubahan!

Penulis adalah mahasiswa uin Ar-Raniry Banda Aceh kader HMI mazhab agapolisme dan penikmat sanger ekspreso.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed