oleh

FPRM Aceh Pertanyakan Proses Penyelidikan Dugaan Korupsi Dinkes Aceh Timur

image_pdfimage_print

Aceh Timur, Baranewsaceh. Co – Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh Selasa (07/08/2018) pertanyakan pihak Polres Aceh Timur terkait proses penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi anggaran biaya perawatan kenderaan bermotor anggaran APBK TA 2016 dan 2017.

Dugaan Korupsi biaya perawatan dan perbaikan kenderaan bermotor tahun anggaran 2016 – 2017 tersebut sudah ditangani pihak Polres Aceh Timur melalui Satuan Reserse Kriminal (SatReskrim) bidang Kriminal Khusus (Krimsus) sejauh ini terkesan senyap tanpa kabar selanjutnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur FPRM Aceh Nasruddin kepada awak media Bara News Aceh co. di Idi.

“Saya minta pihak polres untuk lebih transparan terhadap kasus tersebut, serta mempercepat proses hukum yang mengikat karena pada saat itu sejumlah pegawai  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Timur juga terpanggil untuk memberikan kesaksian mereka terhadap adanya dugaan korupsi anggaran biaya perawatan kenderaan bermotor anggaran APBD Tahun 2016 dan 2017, Jum’at (23/2/2018). jelas Nasruddin.

Nasrudin lebih lanjut “Mantan Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto melalui mantan Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap juga pernah membenarkan adanya pemanggilan sejumlah pejabat dari Dinas Kesehatan Aceh Timur terkait . adanya dugaan kasus korupsi tersebut, kutipan pada pemberitaan media online”.papar Nasrudin.

“Kami dari Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) berfungsi sebagai kontrol sosial dan pemantauan publik di Provinsi Aceh khususnya Aceh Timur  menegaskan kepada pihak penyelidik Khususnya bidang Reskrimsus Polres Aceh Timur supaya tidak main mata pada kasus dugaan korupsi Dinkes kab. Aceh Timur tersebut.

Dugaan Korupsi di instansi Dinkes Aceh Timur tersebut sudah berstatus  Laporan Polisi (LP),Semoga saja dalam bulan agustus 2018 sudah ada yang dijadikan tersangka”. harapnya.

Selain itu FPRM juga mendesak pihak kepolisian di Aceh Timur agar segera menuntaskan penyelidikan kasus dugaan markup harga pada pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes), laptop, komputer, dan kamera poket digital di 26 Puskesmas di Aceh Timur pada tahun 2015 yang lalu.

Terakhir Nasruddin menginginkan Supaya RAKYAT bangga terhadap keseriusan aparat hukum dalam hal ini  kepolisian di Aceh Timur, “Buktikanlah kinerja terbaik sesuai amanat Undang – undang, sebagai mitra sejati OMS dan Media utamakan transparansi publik. (SSS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed