oleh

Euforia Caleg Memburu Kursi

*38 anggota DPRD Sumut dan DPRD Malang ditangkap KPK menjadi renungan

Oleh: Januar Pagar M.Lubis

Perasaan amat senang(Euforia) Calon legislatif(Caleg) dalam memburu kursi dewan, akhir-akhir ini sangat proaktif dan massif (besar-besaran) dalam menggaet suara pemilih. Mulai dari mulut ke mulut, Tim sukses(TS), kalender, stiker, visi-misi, baliho, menghadiri pesta, menghadiri pengajian, mengikuti kebaktian di gereja,dll dilakukan untuk menuju kursi parlemen.

Fungsi dewan pada dasarnya adalah legislasi, anggaran, dan pengawasan. Seorang anggota dewan seharusnya sudah mengetahui apa itu administrasi, hukum dan perundang-undangan,sumber daya alam, sumber daya manusia di daerahnya, kearifan lokal dan aspirasi masyarakat. Anggota Parlemen sebenarnya adalah mantan manusia lapangan, yang mengerti situasi dan kondisi riil di masyarakat.

Bukan, seperti jabatan yang mentereng, gaji besar, berwibawa dan dihormati khalayak ramai, dapat dana aspirasi dan dana reses, studi banding, dapat uang rapat, dsb. Bila kita melihat 38 anggota DPRD Sumatera Utara 2009-2014 dan 2014-2019 yang ditangkap KPK tersebut karena diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumut, Ir.Gatot Pudjo Nugroho.

Beberapa diantaranya adalah, terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut tahun anggaran 2012-2014 oleh DPRD Sumut; persetujuan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah(APBD) Provinsi Sumut tahun anggaran 2013 dan 2014; terkait pengesahan APBD Provinsi Sumut tahun anggaran 2014 dan 2015 oleh DPRD Sumut; dan penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumut pada 2015.

KPK mendapatkan fakta-fakta yang didukung alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik bahwa 38 tersangka itu diduga menerima “Fee” masing-masing antara Rp.300-350 juta dari Gatot Pudjo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD Provinsi Sumut.

Seyogianya, Caleg harus menyiapkan diri dan menguasai diri, membentengi diri dari segi ilmu, iman,integritas, dan interaksi kepada pemilih. Karena menjadi Parlemen bukan hanya nikmat, tapi ada godaan dan tantangan ke depannya. Kejadian anggota DPRD Sumut 38 orang yang ditangkap KPK, DPRD Malang, dan terakhir anggota DPRD Jambi yang ditangkap KPK karena diduga menerima suap dari Gubernur Jambi non aktif, Zumi Zola menjadi renungan dan pelajaran berharga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed