oleh

Erawati Nyaris Jadi Korban Perampokan dan Pembunuhan

banner 300x250
image_pdfimage_print

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Seorang Guru ngaji TPA Kp mulia Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh bernama Erawati nyaris menjadi korban pembunuhan dan Perampokan yang diduga dilakukan oleh MLZ (37) Ibu rumah tangga yang beralamat di Komplek perumahan guru pemerintah Aceh cot Bate Lambaro kafhee Aceh besar.

Kuasa Hukum korban Erawati dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Senin (02/10) menerangkan sesuai keterangan korban, Kronologis rangkaian peristiwa percobaan pembunuhan dan Perampokan di mulai pada tanggal 18 SEP 2018 MLZ datang ke rumah korban Erawati meminta pinjam uang Rp 5 juta kepada Korban, karena tidak ada uang, pelaku juga minta pinjam emas tapi tidak di berikan oleh korban.

Dilanjutkan pada Hari kejadian percobaan Perampokan dan pembunuhan Tanggal 27 September 2018 MLZ datang lagi ke rumah Erawati di saat suami Erawati dan anak-anak nya tidak di rumah, MLZ tetap ingin minta pinjam emas tapi tidak di berikan oleh Erawati dia juga minta di Carikan pinjam ke teman Erawati tapi tidak di dapat juga uang tersebut.

Selanjutnya Erawati dan Mauliza pulang ke rumah Erawati di Gampong Mulia kec Kuta alam Banda Aceh. Ketika hendak pulang dari rumah mastura (kawan erawati yg mau minta pinjam uang atas suruhan MLZ) pelaku mulai susun rencana dan berkata sambil mengajak kita makan bakso ya” kata Mlz.

Sampai di rumah di pesan bakso dari penjual bakso keliling oleh MLZ sebanyak 2 mangkok.

Setelah masuk ke rumah, MLZ menyuruh Erawati untuk membeli Milo saset di kios yang berjarak +/- 100 meter dari rumah Erawati, dan ketika Erawati pulang dari membeli milo melihat baksonya berubah warna juga menanyakan kenapa bakso dia berwarna hitam.dan di jawab oleh Mauliza mungkin lemak kurang masak.

Setelah makan bakso beberapa menit kemudian Erawati langsung pusing dan perut mulas dan pergi ke kamar mandi tapi tidak muntah akhirnya masuk kembali ke dalam rumah Erawati langsung pusing berat, di sertai muntah-muntah.

Ketika kondisi Erawati yang hampir pingsan Mauliza mengambil kalung dari Erawati, melihat gelagat yang berbahaya, Erawati menjerit dan minta tolong ke tetangga depan rumah, Mendengar jeritan Korban minta tolong (Juli dan kak la) Bergegas masuk ke rumah korban dan melihat Erawati sudah jatuh dengan kondisi muntah-muntah.

Erawati dengan sisa tenaga mengatakan ke Juli dan kak la bahwa MLZ telah merampas kalung milik Erawati.

Mendengar kabar tersebut kak La dan Juli meminta kembali kalung Erawati ke MLZ tapi Pelaku mengelak dan mengatakan bahwa ia tidak mengambil kalung milik Erawati.

Akhirnya karena tidak di kembalikan oleh pelaku, Juli memanggil suaminya (Asmunir) untuk masuk ke rumah Erawati, dan seketika suami Juli masuk ke rumah Erawati dan mengatakan ” kembalikan kalung Erawati” baru setelah itu MLZ mengambil kalung di dalam tasnya dan menyerahkan ke Juli selanjutnya dipasangkan ke leher Erawati.

Kondisi Erawati yang sekarat akhirnya oleh tetangga membawa korban Erawati ke klinik yang ada di Gampong Mulia (Dr.Akmal) dalam kondisi pingsan sekira Pukul 10.30 WIB.

Setelah penanganan darurat di lakukan selama 5 jam tidak membaik akhirnya di rujuk ke RSU Zainal Abidin pukul 16 00 WIB. (27 sep 2018).

Kemudian pada Tanggal 29 September 2018 Suami korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kuta Alam dengan Nomor LPB /114 /Res 17 /2018 /SPKT.
Sampai tanggal 2 Oktober 2018 korban masih menjalani perawatan, dalam penanganan dokter RSU Zainal Abidin Banda Aceh.

Hingga berita ini kami turunkan Kapolsek Kuta Alam belum dapat terhubung, kami telpon beberapa kali belum diangkat.
(Nrd/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed