oleh

Enam Pelanggar Syariat Islam Dicambuk di Gayo Lues

image_pdfimage_print

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Kejaksaan Negeri Gayo Lues kembali melakukan eksekusi hukuman cambuk terhadap enam terpidana pelanggar Qanun Aceh Nomoer 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.

Enam orang terpidana pelanggar Qanun Syariat Islam yang tersandung perkara  khamar melanggar pasal 15 (tentang khamar),  semuanya melanggar Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dan dihukum cambuk sebanyak 40 kali  secara terbuka di muka umum dan ditonton warga di halaman Masjid Ash Shalihin  Blsngkejeren Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues.

“Terpidana pelanggar Qanun Syariat Islam yang dieksekusi cambuk itu sesuai dengan aturan yang tertera di dalam qanun dan sesuai dengan putusan Mahkamah Syariah yang mengadili keenam terpidana,” kata Kasi Intel Kajari Gayo Lues Bp. Deddy Syahputra SH, Kamis (06/09/2018) .


Berdasarkan informasi yang diperoleh nama – nama terpidana yang di eksekusi hukuman cambuk sebanyak 6 Orang antara lain : Erwinsyah Alias Arsei Bin Muzahidin, (36 Tahun)  Tempat tinggal : Dusun Biah imum Desa Penampaan Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues .  Agus Salim Alias Salim Bin Alm. Khalidin ,  (43 Tahun) Tempat tinggal : Desa Penampaan Kec. Blangkejeren Kab. Gayo Lues,  Febby Andrian Rambe Alias Peby Bin Penny P. ( 21 Tahun)  Tempat tinggal : Kota Blangkejeren Kec. Blangkejeren Kab. Gayo Lues,  Makmur Bin Suwarno  (53 Tahun)  Tempat tinggal : Desa Durin Kec. Blangkejeren Kab. Gayo Lues, Muhammad Amin Bin Selamat Ali  (19 Tahun)  Tempat tinggal : Desa Penampaan Uken Kec. Blangkejeren Kab. Gayo Lues,  Ismail Alias Ucak Bin Abdullah (48 Tahun) .

Pada kesempatan itu Asisten l Bupati Gayo Lues Ardansyah, S.Pd.M.AP mengatakan “ Pelaksanaan Syari’at Islam di Provinsi Aceh telah diwariskan oleh nenek moyang kita dahulu, ini bukanlah peraturan yang baru karna sejak kita lahir kita telah memangku predikat islam, Pemerintah Aceh mempertegas dengan dikeluarkannya Qanun-qanun Syari’at Islam Yaitu  Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan Syari’at Islam Bidang Aqidah,Ibadah dan Syiar Islam. Aqidah adalah Aqidah Islam menurut ahlusunnah wal jama’ah, ibadah adalah shalat dan puasa, syi’ar islam adalah semua kegiatan yang mengandung nilai-nilai ibadah untuk menyemarakkan dan mengagungkan pelaksanaan ajaran Islam.

Qanun ini merupakan bagian pokok pengamalan Syari’at Islam yang perlu juga mendapat perlindungan dan pembinaan sehinga terbina dan terpelihara dalam kehidupan masyarakat., ujarnya.

Qanun Nomor 12 Tahun 2003 tentang Minuman Khamar dan sejenisnya, diharamkan syari’at islam karna dapat merusak akal dan kesehatan , untuk efektivitas pelaksanaan qanun ini dibentuk adanya lembaga penyidik dan dilakukan pengawasan dan pembinaan si pelaku jarimah minuman khamar oleh Pejabat Wilayatul Hisbah untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang muslim untuk melakukan amar maruf nahi mungkar, peran serta masyarakat juga diharapkan ada.  Tetapi peran serta masyarakat tersebut tidak dalam bentuk main hakim sendiri, kata Ardansyah.

Dia juga mengatakan  Pelaksanaan uqubat cambuk ini dilakukan untuk meningkatkan rasa malu dan tidak menimbulkan resiko pada keluarga, sakitnya tidak seberapa namun efek malu dan preventif bagi kaum muslim/muslimah ini yang diharapkan.

Pelaksanaan uqubat cambuk ini diatur dengan Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2013 dan ruang lingkup pelanggaran Syari’at Islam mencakup dalam qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014.

Penyelenggaraan hukum jinayat berasaskan keislaman, legalitas, keadilan dan keseimbangan, kemaslahatan perlindungan hak azasi manusia dan pembelajaran kepada masyarakat.

Dengan pelaksanaan uqubat cambuk ini diharapkan kedepan dapat meminimalisir terjadinya pelanggararn syari’at Islam di Kabupaten Gayo Lues ini sehingga pembangunan dinegeri seribu bukit ini dapat berjalan dengan baik, juga peran masyarakat sangat diharapkan untuk memelihara dan menjalankan qanun-qanun syari’at islam yang telah disahkan oleh pemerintah Aceh, karna hukum tidak mempunyai arti bila tidak ditegakkan oleh masyarakat, jelas Ardansyah.

Pantauan Media Pelaksanaan kegiatan eksekusi Uqubat cambuk  selesai pada Pkl. 15.30 dengan aman dan tertib. (ABDIANSYAH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed