Ditemukan 4 Orang Warga Ujung Harapan Yang Telah Dinyatakan Hilang di Perairan Simeulue

by


Simeulue, Baranewsaceh.co –  Empat (4) warga ujung harapan, telah ditemukan kembali oleh Posal Sibigo bersama Basarnas, setelah dinyatakan hilang 3 hari di lautan Simeulue, saat menempuh pelayaran dari Sinabang menuju ujung harapan dengan menggunakan perahu robin tradisional, ditemukan di teluk Arun desa layabaong, kondisi saat ditemukan ke 4 korban dalam keadaan selamat dan sehat.

Rabu, 06/09, pukul, 17: 15 wib, di ds, Teluk Arun, Desa Laya Baong, Kec.Simbar, Kab.Simeulue, telah ditemukan 4 orang korban yang sudah dinyatakan hilang oleh warga Ujung Harapan Simbar di lautan Simeulue.

Bermula dari laporan seorang warga Ujung Harapan Asmiadin (60) yang juga mantan kepala desa, kepada Danposal Sibigo Letda Laut (P) Dendi Sofian.SE.

bahwa ada 4 orang warga Ujung Harapan ada yang hilang di laut, karena sudah berapa hari tidak kunjung sampai dari sinabang, kekhawatirannya karena saat ini musim badai dan mereka hanya membawa perahu robin.

Selanjutnya pada pukul,11.30.Wib, Danposal Sibigo yang didampingi beberapa mitranya, Pjs. Danramil Simbar, Pjs. Kapolsek Simbar beserta anggota dari masing masing instansi, bergerak menuju Desa Ujung Harapan, guna menemui kerabat korban untuk lebih meyakinkan informasi yang telah disampaikan, Karena di desa setempat tidak ada signal untuk bisa dapat berkomunikasi lansung dengan pihak kerabat korban, diperkirakn 4 orang warga tersebut berangkat hari minggu tanggal 3 september 2017 sekira pukul, 10.00.Wib, dengan menggunakan satu unit robin (perahu) dari sinabang melalui pelabuhan perintis Bina baru dengan tujuan ujung harapan, namun sampai dengan saat ini belum sampai ditempat tujuan.

Setelah mendapat informasi yang positif dari pihak kerabat korban, Dan Posal Letda Laut, Dendi Sofian.SE, segera melaporkan ke Dan Lanal Simeulue, untuk mendapat arahan dan tindakan yang akan diambil dalam menyikapi kejadian tersebut, sesuai Perintah, dilakukan koodinasi dengan pihak instansi terkait dan segera melakukan pencarian.

Pencarianpun dilaksankan Posal Sibigo bersama Barsarnas Simeulue, menyisir kembali arah perjalanan yang dilalui 4 orang korban yang menaiki perahu robin tersebut dari Sinabang arah ke Ujung Harapan.

Berbekal perintah yang diterima Dan Posal Sibigo Letda Laut (P) Dendi Sofian.SE, selanjutnya melalui koordinasi yang baik dengan pimpinan Basarnas Yuda, tanpa pikir panjang lansung melakukan pencarian, disepanjang perairan Simeulue mulai dari sinabang kearah sibigo, saat penyisiran dilakukan Tim yang dipimpin lansung Dantim Letda Laut (P) Dendi Sofian.SE, ditemukan di Kuala Umo dan Pulau Pinang ada jejak bekas tenda darurat, kemudian dari situ mendapatkan informasi lebih lanjut dari Asmiadin melalui Ajisman bahwa menemukan mereka berempat terdampar di teluk Sianggau dusun Teluk Arun, maka Tim segara bergerak menuju TKP untuk melihat dan memastikan informasi tersebut.

Amir saidin, 60 Th, laki laki, petani, asal Desa Ujung harapan kec. simeulue barat, Marida, 55 th, perempuan, petani, asal Desa Ujung harapan kec. simeulue barat, Aswaini, 55 th, perempuan, petani, asal Desa Ujung  harapan Kec, simeulue barat, Hasan sani, laki laki, 60 th, adalah seorang wiraswasta.

Informasi yang diperoleh dari Hasan Sani (60) salah satu korban,”pada hari minggu tanggal 3 september 2017 pukul 13.00 wib, Ke 4 korban ini berangkat dari sinabang dengan menggunakan robin (perahu) dengan tujuan desa ujung harapan, namun pada pukul 16.00 wib, Saat dalam perjalanan, karena turun hujan dan badai yang cukup kencang serta mesin perahu robin juga rusak, maka kami berlindung di Kuala Umo, selain bermalam juga untuk melakukan perbaikan mesin, selanjutnya pada hari senin tanggal 4 september 2017 pukul 16.00 WIB, ianya bersama 3 orang temannya melanjutkan perjalanan,pada hari selasa tanggal 5 september 2017 pukul 15.00 wib, perahunya kemabali dihantam badai yang disertai hujan lebat mesin perahu robin kembali rusak karena kondisinya basah, ianya dan kawannya berfikir harus segera berlindung di pulau terdekat ke Pulau Pinang,pukul 16.00 wib, ia kembali melanjutkan perjalanan, pada hari rabu pukul, 07/09 pukul, 17:00 wib, memutuskan untuk berlindung di Teluk Sianggau dusun Teluk Arun desa Layabaung sampai dengan hari rabu itu, karena mesin kami rusak kami terdampar terdamparlah kami di Teluk Amasianggau itu.”Mengisahkan, Hasan.

Dan Posla Sibigo Letda Laut.Dendi Sofian.SE, ” mehimbau kepada masyarakat Simbar, kiranya jika bila bepergian melewati atau mengarungi lautan, hendaknya perlu berhati- hati dan melihat dengan cermat kondisi cuaca pada saat itu, selanjutnya memastikan kondisi mesin yang dipakai benar – benar dalam kondisi prima atau baik siap untuk dibawa berlayar, serta mesti bisa memastikan, sebelum berangkat ada meninggalkan no Handphon yang bisa kita hubungi, sehingga jika terjadi kecelakaan dilaut maka kita dengan mudah dan cepat bisa lansung menuju sasaran, karena sangat kita sayangkan jika terjadi kecelakaan di laut, kita lambat mengabil tindakan, jadi kiranya ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama.”Tegas Dan Posal.

Sampai dengan berita ini diterbitkan 4 orang korban hilang tersebut sudah kembali ke rumah di kampung halaman Ujung Harapan, semua keluarga dan kerabat menyambut dengan haru dan isak tangis, hingga suara tangis itu terdengar riuh. (ARB)