Diskusi Kabid Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Dan Ormas Kesbangpol Provinsi Aceh Bersama Ormas Dengan OKP Di Simeulue

by

Simeulue, Baranewsaceh.co – Tim kesbangpol aceh yang tergabung dengan kesbangpol kabupaten simeulue serta sejumlah okp dan ormas yang ada dikabupaten simeulue mengadakan diskusi isu-isu actual/fgd dengan tema ormas dan orang asing diadakan di lantai dua warung Jol tepatnya di desa air dingin, kecamatan Simeulue Timur, kabupaten simeulue, rabu 01/11.pkl.09: Wib.

Dalam diskusi tersebut yang dipandu oleh kesbangpol aceh yang membahas tentang kondisi dan keadaan di daerah kabupaten simeulue terutama menyangkut dengan keberdaan orang asing di kabupaten simeulue.

Diskusi itu membahas apakah keberadaan orang asing di kabupaten simeulue sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku, apakah orang asing tersebut mengikuti prosudur sesuai dengan syariah serta adakah sikap pelanggaran yang mereka lakukan, hal ini dibahas bersama dengan ormas dan okp di kabupaten simeulue.

Kabid kesbangpol Aceh kepada media menjelaskan,” Dikatakan kahar orang asing ini tidak melanggar norma-norma yang berlaku, jangan nanti sebelahnya orang shalat disamping itu mereka telanjang itu berarti tidak menghargai norma syariah yang berlaku di kabupaten simeulue,kemudian mereka juga sudah banyak mengelola lahan-lahan dengan cara dia kawin dulu dengan penduduk local jadi tanah itu dibeli atas nama isterinya, karena jika atas nama mereka tentu tidak boleh, makanya kami perlu peran aktif ormas dan okp kabupaten simeulue terkait persoalan ini, ormas adalah aspirasi masyarakat, orang dilapangan jadi jangan hanya melihat dan diam, bagaimana ormas jika kondisi keadaan kegaduhan mereka dapat membuat ketuduhan, bagaimana suatu masalah menjadi permasalahan yang harus dipikirkan untuk diselesaikan, cuma kendala ormas saat ini kurang dukungan dari pemerintah, dengan ini kita berharap ormas dan okp didukung sepenuhnya oleh pemerintahan, dan dilibatkan dalam semua aspek, seperti persoalan kabupaten simeulue terkait keberadaan orang asing bagaimana ormas dan okp juga terlibat dalam tim voa, pemantau keberadaan orang asing.”Ungkap.Kahar.

Ketua DPD II KNPI kabupaten Simeulue Herman Hidayat mengungkapkan,” kepada media, bahwa mereka sangat mendukung adanya imigrasi di kabupaten simeulue bahkan mereka meminta kepada pemerintah adanya kebijakan khusus atau langkah-langkah yang diambil untuk mengantisipasi terkait orang asing yang keluar masuk simeulue, kita berharap ada aturan konkrit mengenai mekanisme terkait surat, izin lahan dan lain sebagainya, ini menjadi peran okp dan ormas jika okp dan ormas dilibatkan, selama ini hanya ada diskusi mengenai keterlibatan ormas dan okp tetapi tidak ada dasar hukum sebagai pengawasan, jika dilibatkan sebagai pengawasan kita ada dasarnya sebagai tim pengawasan, Herman juga menambahkan,” Kabupaten simeulue memiliki potensi terutama keindahan wisata yang membuat para turis dari berbagai Negara datang ke Simeulue, kita dapat melihat peningkatan pengunjung kesini semakin meningkat yang menjadi persoalan apakah mereka kesini sudah sesuai dengan aturan serta kelengkapan surat dan lainnya saat memasuki ke Kabupaten Simeulue ini, seperti yang kita lihat saat ini di simeulue banyak resort—resort yang sudah dibangun, sering kita mendengar ini adalah punya mereka tetapi dibeli dengan atau atas nama orang local, hal ini perlu untuk diawasi dan dipantau.”Tutur.Herman.

Dengan ini kita berharap ormas dan okp didukung sepenuhnya oleh pemerintahan, dan dilibatkan dalam semua aspek, seperti persoalan kabupaten simeulue terkait keberadaan orang asing bagaimana ormas dan okp juga terlibat dalam tim voa, pemantau keberadaan orang asing.

Hadir dalam acara diskusi tersebut kepala bidang ketahanan ekonomi social dan budaya dan ormas drs Kahar Muzakir mewakili kepada badan kesbangpol aceh drs Mahdi effendi, musmuliadi, nasir zalba, se mantan kepala kesbangpol aceh, sahirman kepala kesbangpol kabupaten simeulue serta peserta sejumlah ormas dan okp yang ada di kabpaten simeulue… arb.