oleh

Dinas Pertanian Jalin Silaturahmi Dengan Penyuluh Swadaya Se-Kabupaten Aceh Tengah

image_pdfimage_print

Takengon Baranewsaceh.co – Dinas Pertanian Aceh Tengah melalui Bidang Penyuluhan  melakukan silaturrahmi serta memberi penyuluhan langsung kepada  35 Penyuluh Pertanian Swadaya  Se-kabupaten Aceh Tengah tentang kegiatan penyuluhan pertanian khususnya Penyuluh swadaya di setiap BPP se Kabupaten Aceh Tengah di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah Selasa 23/10/2018.

Dalam Sambutannya Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Aceh Tengah Ir. Sulwan Amri Menyampaikan, silaturrahmi ini hendaknya terus kita pupuk bukan hanya mempererat ukhwah islamiah kita tetapi sebagai ajang sharing informasi bermanfaat bagi Penyuluh Swadaya dalam koordinasi pekerjaan serta untuk meningkatkan sinergitas dalam pembangunan pertanian di Dataran Tinggi Tanoh Gayo.

“Sebagai Mitra Penyuluh Pertanian PNS, Penyuluh Swadaya dalam melaksanakan tugasnya  berkewajiban melakukan koordinasi dan berkonsultasi dengan penyuluh Pertanian PNS dan BPP diwilayahnya” katanya.

Lebih lanjut  Sulwan Amri mengatakan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) adalah Pelaku Utama yang berhasil dalam usahanya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi Penyuluh. Keberadaan Keberadaan Penyuluh Swadaya itu dasarnya Mengacu pada UU No 16 Tahun 2006 tentang system penyuluh pertanian, perikanan, dan Kehutanan.

Dimana dalam peraturan tersebut di jelaskan Penyuluh pertanian tardiri dari unsur Pemerintah, Swasta dan Swadaya.  Pertemuan ini juga dihadiri Oleh Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) serta Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Aceh Tengah dengan jumlah sekitar 60 orang.

Sapriga mewakili Penyuluh Pertanian Swadaya ini mengatakan, Penyuluh Swadaya yang notabene pelaku utama dan pelaku usaha dalam membangun ekonomi perdesaan yang berbasis pada pertanian mengharapkan adanya pendampingan dan pembinaan oleh Penyuluh Pertanian secara terus menerus dan berkelanjutan.

“Harapan Kami acara  ini dapat mempererat hubungan silaturrahmi bukan sekali ini saja, pembinaan berkesinambungan terhadap PPS menjadi hal yang sangat penting dalam rangka penyebaran dan penerapan teknologi baru lainnya agar cepat sampai kepada petani.” Ulasnya.  (Riega)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed