oleh

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Perlu Monitor Para Pelaku Usaha dan Timbangan di Aceh Tenggara

banner 300x250
image_pdfimage_print
Poto Ilustrasi. *Pedagang penampung Coklat, Jagung, Sawit, Kemiri, Padi,dll penting didata *Pelaku usaha yang bersifat menampung, seyogianya ada Gudang dan Lantai jemuran

Kutacane, Baranewsaceh.co – Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu(DPMPTST) Kabupaten Aceh Tenggara, perlu memonitor para Pelaku usaha khususnya Pedagang penampung Kopi coklat, Jagung, Kelapa Sawit, Kemiri, Padi, dll yang notabene menggunakan Timbangan di lapangan. Para Pedagang penampung ini mempunyai anak buah yang turun ke desa-desa untuk membeli Kopi coklat, Jagung, Sawit, Kemiri, dan Padi.

Hal tersebut terpantau Jurnalis Baranews.Aceh selama ini di lapangan di 4 kecamatan,yaitu kecamatan Lawe Sigala-gala, kecamatan Babul Makmur, kecamatan Leuser, dan kecamatan Semadam. Pegawai Dinas DPMPTST perlu turun ke lapangan untuk melihat langsung unit usaha yang bersangkutan, dan Pelaku usahanya. Sambil mendata usaha, Pegawai Dinas DPMPTST dapat mempertanyakan ijin usaha, perpanjangan ijin, jumlah karyawan yang dipekerjakan yang akan mengarah ke BPJS, pajak, dll.

Timbangan-timbangan yang dilakukan untuk menimbang Kopi coklat, Jagung, Sawit, Kemiri, dan padi perlu juga diawasi oleh Pegawai Dinas DPMPTST, jangan sampai merugikan masyarakat yang sudah capek kerja di ladang dan sawah menahan panas teriknya matahari. Juga, Pedagang penampung supaya diarahkan untuk membangun Gudang penampungan dan Lantai jemur.

Untuk jangka pendek, Dinas penanaman modal  dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTST), dapat bekerjasama dengan Camat-camat yang ada di 16 kecamatan di Aceh Tenggara, dan Camat dapat memerintahkan  Kepala-kepala desa(Pengulu kute) yang  ada di 385 desa, untuk mendata para Pelaku usaha khususnya Pedagang penampung dan anak buahnya di lapangan.(P.Lubis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed