oleh

Dinas Dikbud Aceh Tenggara dan Tipikor perlu Periksa Dana BOS SD Bertingkat Kuta Tengah

 

Aceh Tenggara. Baranewsaceh.co – Ada suruhan mendatangi wartawan pada malam hari untuk menghentikan pemberitaan. Media Baranewsaceh sebagai sayap Barisan relawan Jokowi presiden (BaraJP) di Aceh melaporkan kepada pusat *Kapolres Aceh Tenggara & Dandim 0108/ Agara supaya memperhatikan kasus ini Kutacane (Baranewsaceh) Masalah penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diekspose media online baranewsaceh selama 3 kali berturut turut, karena diduga terjadi penyimpangan, ditanggapi oleh Kepala Sekolah(Kepsek) SD bertingkat Kuta Tengah ,Jonjoyo Tampubolon, S.Pd dengan menyuruh seseorang mendatangi wartawan pada malam hari,untuk meminta menghentikan pemberitaan tentang dana BOS.

Bukan merenungkan dan introspeksi diri terhadap kinerja dan pengelolaan dana BOS yang selama ini dikerjakannya, tetapi malah menyuruh orang untuk melakukan “intimidasi ” dengan menghentikan pemberitaan.

Sebagaimana yang diungkapkan narasumber media ini tentang buku pelajaran yang tidak merata di sekolah tersebut, padahal ada dana BOS. Informasi penggunaan dana BOS yang didapatkan Juru warta ini , bahwa BOS digunakan untuk membeli buku pelajaran, ATK ,mobiler sekolah ,rehap, menggaji guru honor ,uang listrik, merawat pekarangan /Taman dan lain-lain .

Selain itu salah seorang orang tua siswa yang anaknya mendapatkan kartu Indonesia Pintar (KIP) yang namanya tidak bersedia dipublikasikan mengatakan, bahwa pernah kepsek mengambil uang dari tabungan murid dgn jumlah Rp.225.000,-; tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Ketika hal itu ditanya ,Kepsek menjawab bahwa uang itu sudah terpakai ,ucapnya.”Dihimbau kepada Kapolres Aceh Tenggara, AKBP. Rahmad Har Denny Yanto Saputra, S.Ik dan Dandim 0108/ Agara, Letkol (kav)Joni Hariadi.M.Tr.opslasupaya Proaktif melindungi wartawan, yang berusaha mengangkat keadilan dan aspirasi rakyat.

Juga, Jurnalis Baranewsaceh akan berkoordinasi dengan Kapolsek Lawe Sigala-gala, dan Danramil 01/LS, karena selama ini sudah terjadi modus ketika seorang pejabat/Birokrat dikritisi di Agara, akan dibungkam dan diintimidasi oleh yang bersangkutan.(P.Lubis)

News Feed