oleh

Diduga Galian C Yang Dikelola PT Medan Smart Jaya Di Jering Lokop Ilegal alias Tanpa Izin

Aceh Timur Baranewsaceh – PT.Medan Smart Jaya asal Medan Sumatera Utara sedang beroperasi mengambil batu di Dusun Sosial Desa Jering Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur diduga tidak mengantongi izin galian C/ Izin Lingkungan dari instansi terkait di Aceh Timur dan Provinsi Aceh, berarti dinyatakan ilegal secara hukum.

Pantauan langsung awak media ke lokasi bersama Kabid Pengendalian DAS & Hutan Lindung Lembaga Louser Aceh (LLA) selaku Lembaga Lingkungan di Aceh Timur Said Syamsuddin Selasa (10/07/2018) membenarkan adanya kegiatan pengelolaan Galian C di Gampong Jering kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur oleh PT Medan Smart Jaya (MSJ).

” Kegiatan tersebut telah melanggar Undang – undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), dan dalam aturan Regulasi Negara tersebut juga mengatur sangsi hukum bagi yang melanggarnya. ” kata Said Syamsudin tegas.

Selanjutnya Said Syamsudin menjelaskan ” Dalam UUPPLH tersebut diatur bagi pelaku kegiatan/usaha tanpa memiliki izin terkait dijerat pasal 36 ayat (1) dengan ancaman Pidana di atur dalam UU PPLH Nomor 32 tahun 2009 tentang PPLH pasal (109) ayat (1) kurungan 1 – 3 tahun dan denda sebesar 1 – 3 milyar rupiah. Bagi pejabat pemberi izin kegiatan/ usaha tanpa izin Lingkungan/ UKL/UPL yang mengeluarkan izin usaha diatur dalam pasal 40 ayat (1). sementara sanksinya diatur dalam UUPPPLH Nomor 32 tahun 2009 tentang PPLH pasal 111 ayat (2) dengan pidana maksimal 3 tahun penjara serta denda maksimal 3 milyar rupiah.

Keuchik Desa Jering kecamatan serbajadi Jafar saat di konfirmasi awak media melalui telephone selulernya pada malam Selasa (10/07/2018) menjelaskan “Perusahaan PT MEDAN SMART JAYA pernah melapor untuk pengambilan batu sungai di Dusun Sosial Desa Jering kecamatan serbajadi dan saya sudah pernah menyampaikan kepada pihak perusahaan PT.Medan Smart Jaya,bahwa saya selaku geuchik memberikan izin asalkan pihak perusahaan harus bisa mengganti rugi lahan masyarakat yg terkena lokasi pengambilan batu dan jalan yang dipergunakan oleh pihak perusahaan dan sebelum memulai kegiatan pengambilan batu tersebut pihak perusahaan harus membuat izin galian c dan setelah semua izin di lengkapi pihak pimpinan perusahaan harus bermusawarah dulu dengan kepala desa dan musfika kecamatan serbajadi terang Keuchik Jafar.

Selanjutnya Geuchik jafar memberi arahan kepada PT. MSJ benar – benar ingin mengambil batu disungai atau kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut pihak perusahaan harus menyiapkan surat izin galian C beserta izin lokasinya terlebih dahulu. Namun Anehnya setelah selesai pembuatan jalan dan jembatan pihak perusahaan tanpa ada koordinasi dengan Keuchik dan Muspika setempat,

PT MSJ langsung beroperasi mengambil batu dari lokasi DAS Desa Jering dan mengangkutnya dengan mobil truk kapasitas puluhan ton di bawa ke Kabupaten Aceh Timur untuk di olah dan di jual.

Keuchik Jafar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan pihak penegak hukum agar bisa untuk memproses PT. Medan Smart Jaya dengan peraturan dan perundang undangan/ hukum yg berlaku

PT medan smart jaya masih terus melanjutkan aktivitas pengambilan batu di Dusun Sosial Desa Jering Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur. (Sss)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed