oleh

Diduga Ada Permainan Dipanitia Pelelangan Pemenangan Proyek IPLT Aceh Timur

image_pdfimage_print

Aceh Timur Baranewsaceh – Bagaimana mungkin sebuah Proyek Negara yang bernilai miliaran Rupiah tersebut kembali dikerjakan oleh perusahaan yang bermasalah pada kasus proyek pembangunan ruang rapat DPRK Langsa pada tahun Anggaran 2010-2011 yang saat itu dikerjakan oleh PT.Langsa Jaya Beutari dan disidangkan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh pada 26 Juni 2014 lalu, dan  saat ini kembali mengerjakan salah satu Proyek IPLT yang bernilai fantastis dengan pagu Anggaran Rp. 4.000.000.000 lebih. Diduga ada permainan dipanitia pelelangan pemenangan Proyek IPLT Kabupaten Aceh Timur.

Hal ini diungkapkan Kabid Infestigasi LSM KPK Nusantara Provinsi Aceh”, Syahruddin Adi Putra kepada Wartawan Kamis (28/6/2018).

Menurut Syahruddin Adi Putra,bahwa pengerjaan proyek  tersebut melanggar aturan hukum nomor 14 tahun 2008 tentang informasi dan transparansi Publik, dan proyek pembangunan tersebut tidak mengantongi izin Lingkungan (UPL/UPK) ditambah lagi Perusahaan PT.Langsa Jaya Beutari yang notabene berkasus pada proyek pembangunan ruang rapat DPRK Langsa Tahun Anggaran 2010-2011 dan didakwa dipengadilan PN Tipikor Banda Aceh Pada tahun 2014, yang berarti secara otomatis PT.langsa jaya Beutari masuk dalam kategori daftar hitam (blacklist) dan ada apa dengan pemenangan PT tersebut,tegasnya.

Terkait dengan hal itu saat dikonfirmasi Wartawan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Timur,Paisal Rida.ST Kabid Pengelolaan Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan IPLT dan TPS3R yang merupakan baru kali ini dibangun di Aceh Timur.

Namun Paisal Rida mengharapkan baik pada Rekanan maupun Satker di Banda Aceh agar juknis, juklak supaya sesuai dengan spek sebagai mana perencanaan awal,sebab contoh yang sebelumnya Proyek TPA Lhok Tujoh yang berada di Saker Provinsi.proyek tersebut berlokasi Kecamatan Darul Ihsan Kabupaten Aceh Timur yang sampai saat ini tidak dapat dipergunakan, ungkapnya.

Saat dihubungi oleh media ini melalui telepon selulernya, Kamis (28/6) Direktur PT.Langsa Jaya Beutari Murtala membenarkan bahwa ia adalah Pemenang IPTL Aceh Timur yang saat ini memang ia yang menggunakan Perusahaan tersebut baru satu tahun ini terkait dengan adanya persoalan PT.Langsa Jaya Beutari sebelumnya pernah berkasus, dia tidak mengetahuinya demikian ujarnya singkat diujung telfon selulernya.

Ketika dihubungi melalui telepon selulernya PPK pengembangan Sistem PLP I Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Aceh Masri.ST.MT mengatakan bahwa ia tidak mengetahui atas pemenangan PT.Langsa Jaya Beutari dan ia juga tidak ikut dalam pelelangan pemenangan proyek tersebut,ia hanya PPK diproyek tersebut dan tidak pula mengetahui bahwa PT.Langsa Jaya Beutari berkasus sebelumnya demikian ujarnya, Kamis. 28-06-2018.(ss)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed