banner 1280x334

Diduga Ada Aliran Dana Desa Ke Oknum Camat, Kejari Gayo Lues Diminta Selidiki

by
Masyarakat Meloak Melaporkan dugaan Kasus Lorupsi Terkait pertanggung jawaban Dana Desa untuk proses pencairan Alokasi Dana Desa ADD Selasa, (19/09/2017),

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Terkait pemalsuan Tanda Tangan, Kepala Desa Meloak Sepakat yang dilapor oleh  Ketua Pemantau Keuangan Negara ( PKN ) Wilayah Gayo Lues Ali Sadikin bersama Masyarakat setempat, Selasa, (19/09/2017), yang lalu Ke Kejaksaan Gayo Lues  terkait  pertanggung jawaban Dana Desa untuk proses pencairan Alokasi Dana Desa  ADD.

Berdasarkan  informasi yang dihimpun, Kepala Desa Meloak Sepakat diduga memalsukan tanda tangannya. Dugaan pemalsuan tanda tangan itu sendiri terkait pertanggung jawaban Dana Desa untuk proses pencairan Alokasi Dana Desa  ADD.

Pemalsuan tanda tangan pelapor digunakan tanpa sepengetahuan untuk Surat Pertanggung jawaban (SPJ) yang merupakan salah satu syarat kelengkapan pencairan ADD. Pemalsuan tanda tangan tersebut baru diketahui pelapor, dan perangkat Kampung serta warga.

Baca : Palsukan Tanda Tangan, Kepala Desa Meloak Sepakat Dilapor Ke Kejaksaan Gayo Lues

Menanggapi hal tersebut, Norman Sembiring , Ketua LSM Topan RI Gayo Lues merangkap sebagai Koordinator Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP)  Gayo Lues, Sabtu  (23/12/2017) mengatakan  pihaknya mendesak Kejari Gayo Lues untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi  dana Desa di Kampung Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues.

Dia menuturkan Tidak menutup kemungkinan ada indikasi penyalahgunaan dana  desa tersebut diduga mengalir ke Oknum Kantor  Camat Putri Betung.

Indikasi ini kita temukan dari hasil investigasi setelah mendengar laporan warga sebelumnya,” kata Norman Sembiring.

Menurut Norman Sembiring, Kejari Gayo Lues juga harus memanggil dan menyelidiki Oknum Kantor Camat Putri Betung, sebab tidak menutup kemungkinan aliran dugaan Kasus Korupsi Dana Desa Meloak sepakat mengalir ke Oknum Camat Putri Betung, jelasnya.    .

Norman Sembiring menjelaskan diduga  juga banyak penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan Negara yang mengalir ke Oknum Camat, sehingga menimbulkan kecurigaan terjadinya manipulasi,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat dapat berperan aktif  jika menemukan indikasi penyelewengan dana desa dengan menghubungi nomor kontak Satgas Dana Desa yaitu 1500040. “Yang paling penting pengawasan masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, camat dan kapolsek bakal dilibatkan mengawasi dana desa. Tegas Norman (TIM)