Di Pijay, 20 Sekolah Ikuti Pendidikan Inklusi

by

PIDIE JAYA, BARANEWSACEH.CO  – Dalam mendukung dan mewujudkan Kabupaten pendidikan inklusi yang lebih ramah terhadap anak berkebutuhan khusus, dimana mereka yang memiliki keterbatasan juga bisa bersekolah di sekolah regular sama dengan siswa lain pada umumnya. Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya melalui bidang pendidikan dasar melakukan kegiatan pengembangan kopetensi tenaga pendidik melalui pelatihan pendidikan inklusif jenjang SD/SMP se Kabupaten Pidie Jaya tahun 2017, Demi meningkat kualitas serta kuantitas  para guru agar bias bersaing di eraglobalisasi dan teknologi.

guru merupakan ujung tombak dalam proses peningkatan mutu pendidikan, dan tugas utamanya adalah melaksanakan proses pendidikan serta pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikannasional. Sebagai tenaga profesional, guru dituntut mampu menyesuaikan diri dan mengembangkan kompetensinya, termasuk merencanakan persiapan pembelajaran dalamberbagai aspek tidak terkecuali anak yang memiliki hambatan, ujar Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Saiful, M.Pd.

bahwa dalam menangani siswa ABK yang telah memasuki masa pubertas dibutuhkan sebuah keahlian khusus, mengingat masa pubertas merupakan sebuah peralihan dari masa anak-anak ke usia remaja. “Pada masa-masa ini siswa ABK membutuhkan sebuah penanganan khusus karena terdapat perubahan baik secara fisik maupun mental”, tambahnya.

Hal sama juga disampaikan oleh Muhammad Gade, selaku penanggungjawab, tujuan program pelatihan ini adalah mengubah paradigma proses belajar-mengajar di kelas inklusi, serta meningkatkan keahlian dan pemahaman pengajar terhadap peserta didik di sekolah inklusi.

Dengan pelatihan ini, perangkat sekolah diharapkan dapat menyusun peta jalan pengembangan masing-masing sekolah yang berkontribusi terhadap keberhasilan pendidikan inklusi di Pidie Jaya,” jelasnya.

kegiatan ini diikuti oleh 55 orang guru yang merupakan perwakilan dari 20 sekolah tingkat SD atau SMP dalam Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 sampai 26 Oktober 2017, yang dipustakan di SMPN 2 Meureudu.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, kemampuan pengajar dalam menentukan peta jalan lebih terarah dan terukur terhadap pengembangan pendidikan inklusi, tutupnya.