Dengan Visi Aceh Sejahtera dan Bebas Korupsi, Kamaruddin S.H. Jalani Uji Kelayakan Caleg DPR RI Di DPP PSI

by

JAKARTA, BARANEWSACEH.CO  – Bertempat di kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Minggu ( 05-11-2017 ) pukul 14.00 siang, Kamaruddin, S.H., advokat muda Aceh, Kuasa Hukum UUPA yang juga Ketua DPW PSI Aceh menjalani uji kelayakan sebagai bakal calon Anggota Legislatif DPR RI dari PSI,

Sementara itu, Para penguji adalah tokoh-tokoh Nasional yang terkenal integritasnya dari beragam latar belakang di antaranya, Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ( MK ), Marie Elka Pengestu, ( mantan Menteri Perdagangan (, Henny Supolo, Djayadi Hanan (Akademisi, pengamat Politik), Dr. Zainal Arifin Mukhtar,S.H.LLM., Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM.

Sebagai partai baru yang memiliki visi politik bersih tanpa korupsi, PSI tidak sembarangan dalam memilih Caleg.

“Caleg yang mendaftar di PSI harus kita uji kelayakan dan integritasnya. Di DPR RI nanti mereka semua akan menjadi wakil rakyat yang bekerja untuk kepentingan rakyat, jadi mereka harus punya kemampuan dan kapasitas yang layak untuk duduk di sana. Kami memulai gerakan ini sebagai model gerakan politik baru bagi perubahan Indonesia,” ujar Grace Natalie, Ketua Umum DPP PSI, ketika membuka acara.

“Visi, motivasi dan apa yang ingin dilakukan oleh caleg ini ketika di DPR RI nanti harus jelas dan benar-benar bisa bekerja untuk kepentingan rakyat, agar budaya politik Indonesia benar-benar berubah,” lanjut Grace.

Disamping itu, Kamaruddin S. H. Pada Uji Kelayakan Tersebut, memapaparkan visinya dalam Konteks “mewujudkan Aceh yang sejahtera, bebas korupsi”, bebas dari gerakan intoleransi, damai dalam kesejahteraan, damai dalam kemajuan pendidikan dan ekonomi.

“Damai Aceh harus tetap dijaga dan harus diisi dengan kesejahteraan. Otonomi khusus yang begitu besar untuk Aceh harus bisa menyejahterakan rakyat Aceh, memajukan pendidikan Aceh dan melahirkan sumber daya manusia Aceh yang berkualitas dan kompetitif,” kata Kamaruddin dalam presentasinya.

“Kekhususan Aceh harus dikawal, otsus harus dikawal, agar peruntukkannya benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat. Otsus Aceh sangat besar, sejak 2008 hingga sekarang Aceh sudah menerima Rp56,67 triliun, tetapi pengangguran Aceh tertinggi, daya beli rendah, terendah se-Sumatera. Pada tahun 2016 tingkat pendidikan Aceh peringkat 32 dari 34 Provinsi di Indonesia. Ini kondisi yang memprihatinkan bagi Aceh yang dulu sempat masyhur sebagai wilayah yang identik dengan pendidikan. Jika terus seperti ini, akan berbahaya bagi peradaban Aceh ke depan. Karena kondisi objektif inilah saya dengan penuh kesadaran maju ke parlemen pada tahun 2019 untuk mengabdi, berbuat terbaik untuk Aceh, tanah kelahiran saya, mengawal segala kekhususan Aceh semata-mata untuk kesejehteraan,” lanjut Kamaruddin dengan semangat.

“Di DPR RI nanti dirinya akan memperkuat kedudukan kekhususan Aceh agar berorientasi pada kesejahteraan rakyat Aceh”. Memperbaiki kebijakan, terutama kebijakan alokasi dana khusus, serta mengawal agar dana otsus ini diperuntukkan pada sektor-sektor strategis dan jangka panjang, bisa melahirkan industri yang menyerap banyak tenaga kerja di Aceh,” paparnya dihadapan panelis.

“Alhamdulillah, saya sudah menyelesaikan tahapan penting ini, sebagai mekanisme Partai untuk melahirkan calon anggota parlemen yang berkualitas. Saya mohon dukungan seluruh rakyat Aceh, karena kemenangan sejati adalah rakyat, Aceh sejahtera dan Aceh bebas dari Korupsi,”tutupnya.(Adam)