banner 728x150

Demi Ibunda Yang Tercinta Jamaluddin Mundur Dari Jabatan Kepala Sekolah

by


Oleh : Alimin Sutoyo.

BARANEWSACEH.CO – Setiap manusia pasti pernah dihadapkan pada dua pilihan, yang salah satunya harus diambil. Platform Pilihan yang diambil orang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya, emosional,  rasional dan Interpersonal.

Terkadang keputusan personal yang lahir sulit diterima oleh orang yang berada disekitarnya. Mereka kemudian memvonis bahwa itu keputusan yang salah dan tak masuk akal.  Tetapi yakinlah jika seseorang sudah mengambil keputusan tentunya itu adalah hal yang terbaik baginya.

Begitulah sekelumit kisah yang dialami Jamaluddin yang akrab disapa Pak Jamal. Belum genap 3 tahun menjadi Kepala SMP Negeri 2 Bandar, akhirnya harus berhenti dari jabatannya. Walapun tidak ada masalah dengan kinerjanya, malah dibawah kepemimpinannya, sekolah yang berlokasi di Kampung Blang Jorong Kecamatan Bandar, menjadi salah satu SMP favorit di Kabupaten Bener Meriah.

Pak Jamal yang kini telah berusia 54 tahun dan memiliki 4 orang anak adalah sosok yang ramah dan baik, berwibawa, ulet dan disegani oleh kawan sejawatnya. Loyal pada atasan dan sayang pada bawahan serta disayangi oleh seluruh siswa-siswanya
Namun apa boleh buat keputusan yang fenomenal yang diambil terkadang sulit untuk difahami dan dimengerti. Terkadang orang tidak mampu menerima, tapi itulah adanya Jamaluddin mundur dari Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Bandar. Lalu apa sebenarnya yang membuat seorang Jamaluddin mengundurkan diri dari Jabatan seorang kepala sekolah. Dengan tenang dan sabar Ia menjelaskan, jawabnya adalah “Ibu”.
Fakta inilah yang membuat Jamaluddin harus mengundurkan diri.

Pak Jamaluddin masih memilki seorang ibu yang bernama Siti Aisyah yang Kini dan telah berusia 93 tahun. Pak Jamal adalah anak laki laki satu-satunya dari 5 bersaudara.
Lebih Jauh Pak Jamal menceritakan, sudah setahun lalu sang Ibu terus mengikutinya, terkadang Ia mintanya ikut kemanapun pak Jamal pergi, terkadang  sang ibu minta diantar kemanapun Ia ingin pergi. Terkadang  sang ibu berkeinginan mengunjungi anak-anaknya yang lain, ke pasar dan lainnya.

Intensitas permintaan sang ibu kepada anak laki-laki satu-satunya ini memuncak pada tahun ini. Permintaan mengantar atau minta ikut sang  ibu sudah tidak mengenal waktu baik pagi, siang maupun malam dan harus dipenuhi dengan seketika, terkadang sang Ibu minta ikut kesekolah. Pernah sang ibu pergi ke Takengon sendiri dengan menggunakan Bus umum, karena tidak sabar menunggu anaknya untuk menyelesaikan rapat Ujian Nasional di Simpang Balik.

Beruntung saja sang ibu belum jauh pergi sehingga Pak Jamal dapat menjemputnya kembali.
Kejadian ini sangat mengkhawatirkan seorang Jamal, dan akhirnya Ia harus segera memutuskan pilih Jabatan Kepsekolah atau Ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya. Dalam kepiluan Jamal mengungkapkan rasa, ijinkan aku mengabdi pada Ibuku, biarlah ia damai bersamaku disenja usia yang masi tersisa. Biarlah aku mengurus ibu seperti  ketika ia mengasuhku ketika kecil, mendidikku, dan menyekolahkanku hingga aku bisa menikmati  apa yang telah aku rasakan saat ini, sebagai seorang Kepala sekolah.

Kepala Dinas Penidikan Kabupaten Bener Meriah Rayendra, sangat terharu dan tak mampu menghalangi keputusan yang diambil oleh seorang Jamaluddin. Jamal telah berhasil memenangkan kemelut jiwa. Ia Ebih mencintai Ibu yang melahirkannya ketimbang jabatan yang disandangnya. Mensukuri apa adanya, adalah cermin dari kekalutan dan keiklasan jiwa.
Penulis adalah Kepala SMA Negeri 2 Bandar Kab. Bener Meriah.