Aksi Demontrasi Aliansi Mahasiswa NTB Kisruh !

 


Mataram, Baranewsaceh.co – Massa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Barat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polisi Daerah Nusa Tenggara Barat. Mereka menuntut kepolisian untuk menindak tegas pelaku serta oknum dibalik penyebaran pemberitaan hoaks.

Demonstrasi dimulai sejak pukul 10.00 wita dengan titik kumpul massa aksi didepan halaman Musium NTB dan melakukan long march menuju Kantor POLDA NTB, Kamis (18/10).

Massa aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Barat sekitar 100 orang yang dikordinator oleh Kraeng Hamid yang merupakan tokoh aktivis Nusa Tenggara Barat dan dibantu oleh dua Koordinator lapangan, Zoelpaedi Zain dan Rikardus Nompa.

Menurut Zoelpaedi Kordinator lapangan 1, yang membuat kami turun ini adalah atas apa yang di lakukan Ratna Sarumpaet (RS) yang dimana dia(red: RS) melakukan penyebaran berita hoaks.

” Isu ini bukanlah isu lokal melainkan ini isu Nasional, sehingga kami Aliansi Mahasiswa NTB, turut mengkawal tentang kasus ini. Kami meminta KAPOLDA NTB untuk membantu KAPOLRI menuntaskan kasus ini “, tegas Zoelpaedi Presiden Mahasiswa UNIZAR Mataram 2017/2018

Ditambah lagi oleh Bung Rikardus yang merupakan tokoh aktivis NTB,
saya sangat mendukung POLRI dalam menangkap dan memberantas para pelaku serta penyebar hoaks serta ujaran kebencian yang beredar di berbagai media sosial.

” Saya mengajak berbagai elemen masyarakat untuk sama-sama mengkawal masalah ini, biar masalah ini tidak membias begitu saja. Apabila POLRI tidak mengusut tuntas masalah hoaks yang sudah membumi di tanah air kita, maka begitu banyak anggapan masyarakat, pihak kepolisian gagal total”, tegas Rikar

Kurang lebih 30 menit massa aksi sudah sampai didepan Kantor POLDA NTB untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait kegaduhan yang sudah lama terjadi hingga membias.

Didepan pintu masuk Kantor POLDA NTB massa aksi tetap semangat menyuarakan aspirasi dengan diiringi nyanyian-nyanyian semangat pergerakan yang dikomandoi oleh kedua Korlap.

Akan tetapi respon pihak POLDA NTB tidak begitu maksimal hingga membuat massa aksi merasa tidak dihargai oleh pihak POLDA NTB sehingga massa aksi mendobrak pintu gerbang, membuat situasi semakin memanas dan saling dorong.

Tapi belum satu pun pihak kepolisian yang bisa ditemui dan merespon tuntutan yang disuarakan oleh massa aksi.

Membuat Kordum, Kraeng, merasa geram dengan tindakan pihak kepolisian. Sehingga Kraeng mengambil ban dan membakar didepan pintu gerbang Kantor POLDA NTB. Situasi pun semakin menegangkan antara massa aksi dengan kepolisian.

Desakan ini membuat massa aksi diberikan izin untuk bertemu dengan perwakilan kepolisian NTB dan menandatangi kesepakatan antara massa aksi dan kepolisian untuk tuntaskan persoalan ini.

Tuntutan itu meliputi, diantaranya
menuntut pihak Kepolisian untuk terus usut penyebar Hoax Ratna Sarumpaet, tangkap aktor intelektual hoaks Ratna Sarumpaet serta dalang dibalik semua skenario hoaks ini, dan stop penyebaran hoaks. (Red)




“Mendukung Kehadiran Bapak Fahri Hamzah di NTT”

Fahri Hamzah /net

Oleh : Rikardus Nompa
(Putra Harapan Bangsa)

Sebagai Putra daerah, disini Saya sangat memuji Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki budaya toleransi yang sangat tinggi dan ini perlu dipertahankan.

Saya berharap Provinsi NTT bisa menjadi “Rol Model Toleransi” di Indonesia. Sejauh ini, penglihatan Saya Provinsi NTT aman-aman saja dari berbagai aspek kehidupan.

Saya bisa melihat sendiri bagaimana Keberagaman yang terjalin dengan baik di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat saling Menghormati dan saling menjaga satu dengan yang lainnya serta mengedepankan budaya ketimuran yaitu keramahan dan rendah hati.

Lantas hari ini masyarakat pegiat media sosial di hebohkan dengan adanya pemberitaan penolakan kehadiran Bapak Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR RI di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan beredarnya pamflet di media sosial berisi deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) dimana dalam pamflet tersebut tertulis Orasi Kebangsaan yang dihadiri Bapak Fahri Hamzah, pada 18 Oktober 2018.

Seperti di tuntut oleh Aktivis Benteng Merdeka Nusantara (BENTARA) yang dimuat oleh “FLORES EDITORIAL” pada 15 Oktober 2018.

Satu sisi disini teman-teman Aktivis Bentara sudah mencedrai budaya toleransi yang sudah lama mengakar di masyarakat NTT dan tidak menghargai Bapak Fahri Hamzah sebagai Pejabat Negara yang masih mejabat di DPR RI.

Sebagai warga negara yang baik, saya tetap mendukung Bapak Fahri Hamzah hadir di Provinsi Nusa Tenggara Timur semasih itu dalam hal Positif.

Dalam hal ini tidak ada penolakan keras terkait kehadiran Bapak Fahri Hamzah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, itu pun kalau ada masyarakat NTT menolak hal tersebut mendingan Bapak Fahri Hamzah datang saja ke rumah dan Saya akan sambut dengan senang hati.

Disini seharusnya sebagai masyarakat sangat bersyukur ketika ada “Pejabat Negara” yang mau mengunjungi daerah tersebut, dengan sendirinya akan tau apa yang terjadi serta dialami daerah yang di Kunjunginya.

Harapan saya untuk seluruh masyarakat yang ada di tanah air lebih khusus yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur jangan lagi menciptakan Kegaduhan lagi yang tidak mempunyai nilai produktif. Masyarakat bisa melihat dan menilai seperti apa bangsa hari ini, yang dimana “Rekayasa Sosial” membuat perpecahan sesama.

Saya berharap, melalui “Deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI)” akan menjadi jembatan emas bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat menyampaikan harapan akan hidup rukun yang lebih baik dari waktu ke waktunya.

Salam Rindu & Hormat Ku untuk Masyarakat, Keluarga Besar dan Para Sahabat yang ada di Provinsi NTT.

Mataram, 15 Oktober 2018.




“Rapat Tindak lanjut Kepanitiaan Pra Rapat Tahunan (RAT) IMPKBM”

Rapat pembentukan kepanitian yang berlokasikan di halaman Rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram dimulai pada pukul 16.00 Wita sampai selesai. Dan telah menghasilkan kepengurusan kepanitian dalam mempersiapkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ikatan Mahasiswa Pelajar Komodo Boleng Mataram (IMPKBM). Dihadiri warga IMPKBM mencapai puluhan orang didalam lingkaran dari berbagai perguruan tinggi diantaranya, UMMAT, IKIP Mataram, dan Universitas Islam Negeri Mataram (UIN).

BARANEWSACEH.CO, MATARAM – Kamis, 11 Oktober 2018 telah melakukan kesepakatan untuk melanjutkan rapat pembentukan kepanitian yang berlokasikan di halaman Rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram dimulai pada pukul 16.00 Wita sampai selesai. Dan telah menghasilkan kepengurusan kepanitian dalam mempersiapkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ikatan Mahasiswa Pelajar Komodo Boleng Mataram (IMPKBM). Dihadiri warga IMPKBM mencapai puluhan orang didalam lingkaran dari berbagai perguruan tinggi diantaranya, UMMAT, IKIP Mataram, dan Universitas Islam Negeri Mataram (UIN).

Dalam rapat tersebut cukup menegangkan dikarenakan suasana forum yang begitu kritis membuat ketua panitia kebingungan untuk mengkondisionalkan suasana forum. Tapi semua itu tidak begitu lama, sehingga menghasilkan kesepakatan bersama dalam menyukseskan RAT nantinya.

Rapat pembentukan panitia RAT di hadiri saudara “Jehudin Uling” salah satu senior yang tetap setia bergabung, mahasiswa baru, kepanitian dan anggota Kepengurusan periode 2017-2018.

Dalam sambutan ketua panitia saudara “Muhammad Tayeb” mahasiswa Universitas Mataram Fakultas Fisipol intinya tetap mendefinisikan keadaan dan bersyukur, juga tetap mengajak seluruh warga IMPKBM sama-sama bergandeng tangan dalam menyukseskan agenda RAT, mengingat ini adalah langkah awal bagaimana kita melihat dinamika yang terjadi di IMPKBM saat ini.

Hal lain juga disampaikan oleh sekertaris pantia saudara “Akmal Soleh” dalam hal ini lebih menekan kepada struktur Kepanitian, agar bekerja secara kolektif dan kolegial demi terselenggaranya rapat anggota tahunan (RAT) sesuai harapan bersama terlebih khusus ditekankan kepada Koordinator bagian humas agar mendata seluruh warga IMPKBM baik dari tataran mahasiswa maupun tingkat pelajar yang berdomisili di Kota Mataram.

Mewakili senior yang hadir dalam agenda ini, Kakanda “Rikardus Nompa, S. Pd” juga menyampaikan beberapa hal terkait persiapan panitia itu sendiri maupun keberadaan IMPKBM saat ini.

Pertama, pantia harus memaksimal persiapan demi terselenggaranya rapat anggota tahunan (RAT) bersama warga yang ada. Kedua, seluruh warga harus mempunyai rasa memiliki IMPKBM agar semangat membangun kebersamaan tetap ada. Ketiga, tetap mejaga tali persaudaraan dengan adanya asas kekeluargaan itu sesuai motto IMPKBM yaitu “Lonto Leo, Lonto Cama, Kawe Solusi”.(RED)




Ketua DPRK Gayo Lues Hadiri Do’a Bersama Untuk Warga Terkena Dampak Bencana di Palu, Donggala, Sigi dan Lombok


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Ketua DPRK Gayo Lues H. Ali Husin, SH menghadiri doa bersama untuk korban bencana di Palu, Donggala, dan Lombok bertempat di Pondok pesantren Nurul Azzam Desa Gunyak Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, pada Pkl. 09.00 Wib  Rabu, (10/10/2018).

Ketua DPRK Gayo Lues H. Ali Husin, SH mengatakan “ Kita telah mengalami perih dah sedihnya karena bencana karena tsunami Aceh dan kita dulu mendapat bantuan dari saudara kita yang ada di tempat lain, dan ketika saudara kita mendapat musibah maka kita harus ikut bantu saudara kita yang sedang terkena musibah dengan doa dan bantuan semampu kita untuk meringankan bebannya.

Kami harap tidak hanya saat ini saja kita doakan saudara kita tapi kita terus menerus mendoakan agar saudara kita yang terkena bencana tabah dan sabar dalam menghadapinya., ujar H. Ali Husin.

Untuk meringankan beban saudara kita di Palu, Lombok, dan Donggala kami dari DPRK Gayo Lues telah menghimpun dana dan nanti akan kami salurkan melalui Kodim yang juga telah mendirikan Posko bantuan, jelas H. Ali Husin (ABDIANSYAH)




Tabrakan Maut di Sibolangit, 3 Orang Tewas

Tribun Medan/handout Truk tronton terlibat kecelakaan laga kambing dengan truk di Desa Sumbul Pasar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

MEDAN, BARANEWSACEH.CO – Tabrakan maut antara dua truk tronton terjadi di Jalan Jamin Ginting, Desa Sumbul Pasar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Tiga orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini, salah satunya adalah sopir tronton.

Selain itu, akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di jalur Medan-Berastagi sempat lumpuh total. Bahkan hingga siang ini, kemacetan masih terjadi karena petugas melakukan jalur buka tutup.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago mengatakan, polisi masih kesulitan melakukan evakuasi tronton yang mengalami kecelakaan.

“Antrean panjang, dari arah Medan sudah sampai Sembahe, dari Kabanjahe sudah sampai Panatapan. Kami imbau kepada soopir-sopir diarahkan kembali ke arah asalnya masing-masing,” ungkap Faidir, Rabu pagi.

 

Hingga saat ini, kedua tronton itu masih dalam proses evakuasi oleh petugas Polsek dan Polrestabes Medan.

Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani menyampaikan bahwa petugas melakukan jalur buka tutup untuk menghindari kemacetan panjang.

“Kami sedang melakukan evakuasi. Untuk sementara dilakukan jalur buka tutup terhadap jalur Medan-Berastagi dan sebaliknya. Kami mengimbau untuk sementara bagi pengendara mencari jalur alternatif lain,” ujarnya.

Sementara di lokasi, puluhan warga masih memadati seputaran jalur evakuasi. Terlihat antrean panjang kendaraan, baik Medan menuju Berastagi.

Juliani mengimbau warga yang hendak bepergian ke arah Tanah Karo, Dairi, Subulsalam dan Kutacane, untuk mengambil jalur Medan-Siantar-Merek.

SumberTribun Medan/KOMPAS.com




SMK Negeri 1 Sintoga Kembali Raih Prestasi

 

Padang Pariaman Sumbar – Baranews Aceh.Co – Setelah sebelumnya merebut Juara LKS SMK tingkat Sumbar 2018, dengan meraih Juara 1 Restaurant Service dan Juara 2 Cooking, serta Juara 2 Lari di O2SN Sumbar , SMK Negeri 1 Sintoga kembali meraih prestasi membanggakan di tingkat  propinsi pada tahun ini.

Prestasi tersebut, diraih belum lama ini pada ajang Expo SLTA  dan SLB tingkat Sumbar, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Sumatera Barat dan sekolah tersebut berhasil menyabet Juara 2 Karya Inovasi.

Selain memperoleh trophy dan piagam penghargaan pada event tersebut, tim sekolah ini juga memperoleh hadiah sebesar 1 juta rupiah dari panitia penyelenggara.

Kepala sekolah Drs. Busraini yang ditemui di ruang kerjanya baru – baru ini, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang berhasil diraih. Pihaknya berharap, hal ini memotivasi siswa dan siswi, serta menjadi tolak ukur kedepannya bagi tenaga pendidik di sekolahnya.

“Alhamdulillah siswa dan siswi kembali meraih prestasi di tingkat Sumbar. Semoga semakin menambah semangat murid di sekolah ini, agar  lebih giat lagi dalam belajar”, ujar Busraini dengan ramah.

“Begitu juga dengan tenaga pendidikan di sekolah ini, diharapkan agar terus meningkatkan kinerja dan menjadikan pencapaian sekolah ditahun ini sebagai tolak ukur, agar kedepannya bisa lebih baik lagi”, lanjutnya.

Dengan meraih prestasi di tingkat Sumbar, sekolah ini juga berkompetisi di LKS tingkat Nasional beberapa waktu yang lalu. Prestasi yang mendapatkan appresiasi dari masyarakat dan orang tua wali murid.

Hal ini membuat sekolah tersebut, menjadi SMK kebanggaan bagi masyarakat daerah Padang Pariaman. Sekolah yang  memiliki 5 jurusan keahlian, yang antara lain, Tata boga, Perhotelan, Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Sepeda Motor.

Selain itu, pihak sekolah juga telah melakukan kerjasama dengan dengan sejumlah pelaku usaha di Sumbar dan daerah lainnya. Sebanyak 25 perusahaan tercatat telah melakukan mou dengan sekolah tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, untuk jurusan perhotelan, alumni sekolah ini banyak yang bekerja di beberapa hotel ternama di kota Padang, seperti Hotel Bumi Minang, Ibis dan Mercure, serta prakerin di sejumlah hotel di kota Batam, Riau. (Zein)




SMP Negeri 1 Batang Anai Menuju UNBK Mandiri 2019

Padang Pariaman Sumbar – Baranews Aceh. co –  Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga SMP Negeri 1 Batang Anai, bahwa sekolah mereka mendapat instruksi untuk dapat melaksanakan UNBK Mandri di tahun 2019.

Terkait hal ini, kami pun menemui kepala sekolah Drs. Edison di ruang kerjanya baru – baru ini. Edison membenarkan bahwa sekolahnya diharapkan untuk dapat melaksanakan UNBK Mandiri 2019 mendatang.

“Kami memang diarahkan untuk bisa melaksanakan UNBK Mandiri tahun depan. Akan tetapi, sekolah saat ini masih terkendala dengan masih kurangnya jumlah unit komputer yang ada dan belum memiliki jaringan internet untuk itu”, jelas Edison.

Berdasarkan keterangannya, saat ini sekolah tersebut baru memiliki 44 unit komputer. Kemungkinan bisa menambah 5 unit komputer di tahun ini dan 5 unit lagi ditahun berikutnya, sehingga menjadi 54 unit dari 265 murid kelas IX yang ada saat ini.

Salah seorang wali murid sekolah ini Udin (42), menyambut positif program pelaksanaan UNBK Mandiri tersebut dan berharap kendala yang dihadapi sekolah mendapat perhatian dari berbagai pihak.

“SMPN 1 Batang Anai terus memperlihatkan kemajuan dari waktu ke waktu dan kami gembira dengan hal ini. Semoga UNBK Mandiri 2019 bisa terwujud”, ujar Udin.

‘Mengenai kendala yang ada, tentunya diharapkan menjadi perhatian dari berbagai pihak, demi kemajuan pendidikan di daerah ini”, ujar Udin lebih lanjut.

Sekolah yang bakal berusia 33 tahun pada bulan desember mendatang, telah mempunyai puluhan ribu alumni dan diantaranya bahkan ada yang menjabat sebagai wakil ketua DPRD di daerah tersebut. (Zein)




“Mahasiswa Jangan Malu Berpolitik”

MATARAM, BARANEWSACEH.CO – Kesadaran berpolitik mahasiswa kini mulai memudar. Hal itu terjadi akibat kultur modernisasi dan globalisasi yang cenderung mengikis idealisme. Padahal dalam bentangan sejarah negeri ini, mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan. Karena itu, kesadaran berpolitik mahasiswa perlu ditingkatkan. Mahasiswa jangan hanya kuliah saja, lebih dari itu harus merakyat dan peduli akan kepentingan rakyat.

Demikian dikatakan Bunda Ferdinanda Vera Witomo M. sebagai Calon Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil 1 (Kota Mataram) periode 2019-2024, saat berbagi cerita dengan kader muda Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMNasDem) NTB usai istrahat siang dalam agenda “Pekan Orientasi” Calon Anggota DPR RI, DPRD Provinsi & DPRD Kab./ Kota Partai NasDem Se-Provinsi Nusa Tenggara Barat berlangsung di Hotel Grand Madani Mataram, 06 Oktober 2018.

Berkaca pada sejarah, ujung tombak perubahan khususnya pada dunia politik selalu dilakukan oleh mahasiswa. Sebab, mahasiswa bukan hanya berfungsi sebagai inteletual akademisi, lebih dari itu mahasiswa berfungsi sebagi inteletual sosialis, katanya.

Menurut Ferdinanda Vera Witomo M, mahasiswa perlu memiliki kesadaran politik dan kepedulian terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat di sekitarnya. Karena ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak cukup untuk menjawab segala tantangan zaman yang dinamis. Banyak ilmu yang dapat dipetik dari aktivitasnya di luar kampus, meskipun tidak memiki bobot kredit.

Aktivitas pergerakan mahasiswa seperti demonstrasi, orasi, seminar, kongres, pernyataan sikap, tuntutan dan lainnya, sebenarnya merupakan aktivitas politik. Semua itu adalah sarana komunikasi politik lisan dan tulisan. Jadi secara jujur tak bisa dipungkiri bahwa gerakan mahasiswa merupakan gerakan politik.

Namun untuk menyampaikan aspirasi agar didengarkan oleh pemerintah ada mekanisme yang kita lalui, misalnya ada konsep dan rumusan yang jelas supaya bisa didengarkan dan mahasiswa bisa dikatakan sebagai pelopor.

Ferdinanda Vera Witomo M melanjutkan, idealnya gerakan mahasiswa merupakan gerakan moral dan politik nilai, bukan gerakan politik kekuasaan. Karena mahasiswa masih mempunyai tugas akademis dan kaderisasi kepemimpinan di kampus. Dua hal itu akan menjadikan mahasiswa siap sebagai para pemimpin masyarakat yang memiliki konsistensi idealisme seperti ketika masih di kampus.

Sementara itu, Wakil Sekertaris Informasi Dan Database Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMNasDeM) NTB Rikardus Nompa, S.Pd atau lebih akrab disapa Bung Rikardus menilai satu sisi bahwa mahasiswa saat ini masih malu untuk mau berpolitik dan masih pada posisi zona nyaman.

Tambahannya, Mahasiswa tidak perlu lagi apolitis dan anti partai politik, tinggal memilih partai mana yang lebih baik untuk bergabung saja, karena mempertahankan budaya anti partai, sama saja dengan mengizinkan perompak dan penjahat politik untuk menginterfensi kebijakan.

Meskipun negeri ini sudah menemukan pemimpin yang tepat, namun tidak dibarengi dengan kekuatan politik yang mendominasi, realisasi kebijakan yang pro terhadap rakyat akan tetap sulit terlaksana. (RED)




Politikus versus Hanifan Yudani Kusuma

Hanifan Yudani Kusuma yang Atlit pencak silat, yang dapat Medali Emas pada Asian games beberapa waktu yang lalu, patut diacungi jempol, karena selain mendapatkan penghargaan medali emas dalam bidang olahraga, Dia dapat mempersatukan tangan Presiden RI Joko Widodo dan Prabowo Subianto sambil merangkulnya dengan erat-erat, sehingga meneduhkan suasana damai diantara masyarakat, simpatisan, Parpol, TS,dll pengagum kedua calon presiden tersebut.

Atlit pencak silat itu juga membawa bendera merah putih, dan mengagumkan nama bangsa(NKRI) di panggung dunia internasional, khususnya di negara-negara yang berada di benua Asia. Berbeda dengan Prof.Dr.Amien Rais yang sering mengkritik habis dan menyerang  pemerintahan Joko Widodo tentang pengsertifikasian Tanah secara lengkap(PTSL) yang dianggapnya ngibulin(bohong-red),dll, dimana kritiknya hampir tidak ada batas, antara “kritik” dan “ Fitnah”; serta kurang menghargai Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Prof.Dr.Amien Rais sangat berpengaruh baik pribadinya dan kata-katanya, karena Dia seorang Tokoh reformasi, eks Ketua PP Muhammadiyah, pendiri Partai PAN, eks Ketua MPR, dan Guru besar. Sedangkan, Jend(Purn). Prof.Dr.Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) adalah orang yang berpengalaman, baik di militer dan birokrasi, karena dia mantan Pangdam Sriwijaya, Kepala staf territorial TNI, Menteri pertambangan dan energy, Menko Polhukam, pendiri Partai Demokrat, dan Presiden RI 2 periode. Prof.Dr.Susilo Bambang Yudhoyono sangat intens pergerakannya, saat anaknya  Agus Harimurty Yudhoyono(AHY) yang mengundurkan diri dari TNI-AD dengan pangkat Mayor, menjadi calon Gubernur DKI dan kalah terhadap pasangan Prof.Dr.Anies Baswedan-Sandiago Uno,MBA. Mungkin,karena SBY banyak mengeluarkan uang(cost politics) dalam Pilkada DKI, maka Dia semakin agresif dalam politik melalui Partai Demokrat, yang seyogianya dia harus duduk manis, dan memberikan pencerahan dan teladan.

Lain halnya, Dr.Zulkifli Hasan yang mantan Menteri kehutanan jaman SBY dan sekarang Ketua umum Partai PAN, membingungkan masyarakat tentang pernyataannya dan statementnya di media cetak,elektronik, dan pertemuan-pertemuan; kita tidak dapat menilai apakah Dia berbicara sebagai Ketua MPR atau Ketua umum Partai PAN.Dalam sidang paripurna MPR, Zulkifli Hasan mengkritisi pemerintahan Joko Widodo dengan tidak elegan dan beretika.

Tiga nama terakhir, Fadly Zon yang wakil Ketua DPR, Murdani Alisera yang pengurus Partai Gerindra; dan Fachry Hamzah yang kader Partai PKS dan juga Wakil Ketua DPR, yang mulutnya sering “ngerocos” mengkritisi dan “menjatuhkan” kinerja pemerintahan dengan slogan ” #2019 ganti presiden” adalah kurang beretika dan elegan sesuai dengan adat ketimuran kita, maka Hanifan Yudani Kusuma lebih hebat dan negarawan dibanding nama-nama Elite politik diatas.




Aceh Timur Ikut Tampil Dalam Pameran Kriya Nusa Jakarta

IDI-BARANEWSACEH.CO – Anyaman pandan yang dirangkai dalam berbagai model hasil kerajinan tangan masyarakat Aceh Timur, ikut dipamerkan dalam Pameran Kriya Nusa 2018 yang dipusatkan di Jakarta Convention Center di Jakarta, 26 – 30 September.

Dekranasda Aceh Timur merupakan salah satu peserta dalam pameran itu. “Berbagai anyaman pandan kita tampilkan dalam pameran ini, seperti tas anyaman, tikar berlapis tujuh dan bantal kursi,” kata Ketua Dekranasda Aceh Timur, Hj. Fitriani D. Hasballah, SH, MH, Kamis (28/9).

Anyaman lainnya yang ditampilkan yakni kotak tisue, dompet, sajadah, tikar duduk dengan motif terawang. “Pameran ini ajang memperkenalkan dan mempromosikan ketajinan unggulan daerah dari hasil kreasi para pengrajin binaan kita di Aceh Timur,” timpa Hj. Fitriani.

Pameran yang dibuka Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo itu diikuti seluruh daerah di Indonesia. “Kita bangga bisa tampil dalam pameran ini, apalagi Aceh sebagai icon,” ujar Hj. Fitriani.

Setelah membuka pameran, Ny. Iriana didampingi Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati, ikut mengunjungi stand kabupaten/kota Se Aceh, termasuk Stand Dekranasda Kabupaten Aceh Timur.

Kedatangan Ny. Iriana ke Stand Dekranasda Aceh Timur disambut Ketua Dekranasda Aceh Timur, Hj. Fitriani D. Hasballah dan sejumlah pengurus lainnya. (Nurdin) 

 




Tol Desari Diresmikan, Struktur Jaringan Jalan Kawasan Jabodetabek Semakin Lengkap

 


Jakarta, Baranewsaceh.co –Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) sebagai Megapolitan dengan inti Kota Jakarta merupakan kawasan perkotaan multifungsi sebagai pusat pemerintahan, bisnis dan jasa, pendidikan, wisata dan budaya memerlukan dukungan struktur jaringan jalan yang kuat dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Selain jaringan jalan arteri, Pemerintah secara bertahap sejak akhir tahun 80-an telah membentuk struktur jaringan jalan bebas hambatan untuk menghubungkan antar pusat kegiatan pembentuk struktur ruang kawasan dan mendukung perkembangan Jabodetabek yang pesat. Kebutuhan kelancaran konektivitas antara Jakarta dengan kota-kota di bagian selatan, timur dan barat, memunculkan pembangunan Tol Jagorawi, Tol Jakarta – Cikampek dan Tol Jakarta-Tangerang-Merak.

Selain itu juga dibangun jalan radial (lingkar) yakni Tol Dalam Kota sepanjang 46 Km dan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) sepanjang 76 Km yang sudah selesai dan digunakan. Saat ini fokus Pemerintah adalah penyelesaian Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (JORR 2) sepanjang 109 Km mulai dari Cengkareng – Serpong – Cimanggis – Cibitung – Cilincing. Selain jalan radial juga dibangun jalan axis yang menghubungkan kota-kota penyangga dengan pusat kota, salah satunya Tol Depok-Antasari yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo penggunaannya untuk seksi 1 ruas Antasari-Brigif sepanjang 5,8 Km, Kamis (27/9/2018).

Tol Desari yang memiliki total panjang 21,6 Km ditargetkan akan rampung seluruhnya pada tahun 2019. Pembangunan Tol ini rencananya akan dilanjutkan hingga Salabenda, Kabupaten Bogor sepanjang 6,5 Km dan akan terkoneksi dengan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR). Nantinya, apabila telah rampung pada tahun 2021, ruas tol ini akan mengurangi beban lalu lintas Tol Jagorawi. Disamping itu mempercepat waktu tempuh penduduk di Selatan Jakarta menuju Bogor.

“Satu lagi jalan tol yang diresmikan hari ini yakni Jalan Tol Depok-Antasari seksi I. Diharapkan dapat mempercepat mobilitas orang dan barang dari Jakarta menuju Depok,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan pengoperasian Tol Desari, Seksi I ruas Antasari – Brigif di Gerbang Tol Cilandak Utama.

Turut hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Tito Sulistio.

Dikatakan Presiden, pembangunan jalan tol ini merupakan salah satu contoh kerjasama yang baik antara swasta dengan BUMN, yakni antara PT CMNP dengan BUMN yakni PT Waskita Toll Road dan PT Pembangunan Perumahan (PP). “Kalau kerjasama seperti ini dilakukan terus saya kira pembangunan tol dapat cepat diselesaikan,” ujar Presiden Jokowi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bila Tol ini tersambung sampai Bogor, maka bisa mengurangi sekitar 30-40 persen arus lalu lintas pada ruas tol Jagorawi. “Biaya investasinya Rp 4,8 triliun, apabila diteruskan hingga Bogor nilai investasinya bertambah menjadi sekitar Rp 6,5 triliun. Besaran tarifnya akan diupayakan maksimal Rp 1.500 per km. Salah satunya dengan perpanjangan masa konsesi yang saat ini berlaku untuk 40 tahun,” jelas Menteri Basuki.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ mengatakan, hingga saat ini Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Desari untuk rencana pembangunannya masih sampai Depok. Rencana penambahan ruang lingkup PPJT Tol Desari hingga ke Salabenda, Bogor dalam tahap pembahasan akhir.

Pembangunan Tol Desari terbagi dalam tiga seksi yaitu, seksi I ruas Antasari – Brigif/Cinere sepanjang 5,80 Km, seksi II ruas Brigif – Sawangan sepanjang 6,30 Km dan seksi III Sawangan – Bojong Gede, Bogor sepanjang 9,5 Km. Dengan diresmikannya ruas Antasari – Brigif akan memangkas jarak dan waktu tempuh Antasari ke Brigiff dari semula sekitar 20-25 menit menjadi hanya 4-5 menit.

Nilai investasi keseluruhan tol Depok – Antasari sebesar Rp 4,886 triliun dengan biaya konstruksi sebesar Rp 3,334 triliun. Pengusahaan Tol Desari dilakukan PT Citra Waspphutowa dengan saham mayoritas dimiliki PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) sebesar 62,50 %, PT Waskita Toll Road sebesar 25 % dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 12,50 %.

Turut mendampingi Menteri Basuki, antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti, Inspektur Jenderal Widiarto, Direktur Jenderal Bina Marga Sugyartanto, dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.(Ns)

 




Dyah Erti Idawati Hadiri Rakernas Dekranas Tahun 2018


Jakarta, Baranewsaceh.co – Wakil Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawti mengahdiri Rapat Kerja Nasional Dewan Kerajinan Nasional Tahun 2018 di Gedung A.H. Nasution Lt 16 Kementerian Pertahanan RI, Kamis 27 September 2018.

Rakernas yang mengangkat tema “Rerus Berinovasi Menuju Kriyas Nusantara Yang Lebih Berkualitas” dibuka secara langsung oleh Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Dekranas, dan dihadiri oleh seluruh ketua Dekranasda Provinsi dan Kabupaten Se-Indonesia.


Menurut Dyah Erti Idawati, Rakernas Dekranas Tahun 2018 ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi Pengurus Dekranasda baik itu Provinsi maupun Kabupten/kota dalam melakukan pembinaan kepada UKM sera kepada para pengrajin.

“ Rakernas Dekranas pada tahun ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pengurus Dekranasda dalam melakukan pembinaan kepada UKM – UKM serta pengrajin, sehingga produk kerajinan yang dihasilkan oleh pengrajin nantinya lebih berkualitas, memiliki nilai tambah dan dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional,” paparnya.

Usai menghadiri Rakernas Dekranas Wakil Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati beserta seluruh ketua dan pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota mengunjungi Galeri UKM Indonesia di Gedung SMESCO atau gedung komplek kawasan bisnis terbaru yang berlokasi di pusat bisnis Gatot Subroto Jakarta.

Dyah Erti Idawati menambahkan, dengan fasilitas yang lengkap gedung ini sangat ideal bagi para pelaku bisnis untuk menjalankan aktifitas bisnisnya di ibukota jakarta. Produk Kerajinan Khas dari seluruh Aceh juga mejadi salah satu yang menghiasai aneka kerajinan nusantara. Semua produk unggulan Aceh dipajang di lantai dasar Gedung SMESCO menempati posisi paling depan dan sangat strategis. (Red)




Polytron Meluncurkan Lemari Es Side by Side New Belleza Inverter & Showcase Allure

Jakarta, Baranewsaceh.co –  25 September 2018. Dengan sentuhan tangan dingin tim R&D elektronik terbaik di Indonesia, Polytron Indonesia meluncurkan Polytron New Belleza Inverter dan Polytron Allure. Kedua produk ini adalah paduan teknologi dan solusi desain revolusioner yang dihadirkan Polytron Indonesia untuk menjawab kebutuhan konsumen urban terhadap perangkat rumah tangga elektronik yang sesuai gaya hidup modern mereka. Selain mengusung teknologi terbaik Polytron yang melindungi kualitas bahan makanan dan gaya hidup sehat, serta desain mewah elegan bagi ruang keluarga, produk ini juga menggunakan kompresor yang mampu menghemat energi hingga 20%.

Ditemui di Peluncuran Lemari Es Side by Side New Belleza Inverter dan Showcase Allure (25/09), Tekno Wibowo, Chief Commercial Officer Polytron Indonesia menyebutkan Research & Development selalu menjadi bagian integral Polytron dalam berinovasi memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami tidak sekadar berusaha memberikan teknologi terkini bagi konsumen, tetapi bagaimana membuat teknologi bisa memperkaya dan memberi warna di dalam kehidupan mereka,” ungkap Tekno Wibowo.

New Belleza Inverter dan Allure menawarkan ‘new way of living’ bagi keluarga modern. Saat ini, teknologi mampu mengubah cara hidup kita untuk lebih mudah, lebih ringkas dan lebih nyaman bukan karena fungsionalitasnya saja, melainkan juga kehadirannya yang elegan dan melengkapi gaya hidup modern. Mengintegrasikan perangkat rumah tangga elektronik dengan ‘ruang hidup’ (living zones) secara efektif adalah solusi ideal keluarga modern untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama dan memaksimalkan pemanfaatan ruang untuk fungsionalitas rumah.

Hal ini dibenarkan oleh desainer interior dan direktur kreatif Livingloving.net Nike Prima Dewi yang merujuk kepada munculnya trend open kitchen sebagai salah satu trend dekorasi rumah yang menonjol dewasa ini. “Dulu dapur adalah ruang khusus memasak dan menyimpan makanan, tetapi bagi keluarga urban modern, dapur adalah ruang untuk keluarga bersantai, bersantap, bahkan bercengkrama bersama seluruh anggota keluarga,” ungkap Nike Prima Dewi.

Salah satu cara berbagi ruang untuk sejumlah fungsi adalah dengan membuat rumah menjadi ruang terbuka dan meruntuhkan dinding yang dahulu memisahkan kehidupan sehari-hari dengan dapur dan ruang makan. Saat dinding-dinding pembatas ini hilang, lahirlah kesempatan memasukkan sejumlah ide desain segar untuk menggabungkan berbagai fungsi ini.

“Di sinilah perangkat elektronik rumah seperti New Belleza Inverter dan Allure memainkan peranannya. Tidak sekadar mempercantik ruangan, tetapi produk-produk ini membangun ‘flow’ baru di ruang keluarga ini. Terkadang kita memang hanya melihat manfaat teknologi untuk mempermudah hidup kita, tetapi inovasi Polytron ini membuat kita sadar juga akan peran teknologi untuk mendorong kebersamaan dan keintiman keluarga, sesuatu yang justru paling dibutuhkan oleh keluarga modern yang padat aktivitas,” papar Nike Prima Dewi.

Lemari es New Belleza Inverter adalah kulkas bertipe Side by Side Door dengan kapasitas 436 Liter. Kelebihan lemari es ini di antaranya terletak pada ruang penyimpanan lebih besar dengan Adjustable Tempered Glass Rack atau rak terbuat dari bahan kaca tempered yang bisa dilepas sesuai kebutuhan, freezer berkapasitas besar hingga 137 Liter, Tropical Cooling System yaitu sistem pendinginan yang dirancang khusus untuk iklim tropis sehingga performa pendinginan akan tetap stabil terjaga di lingkungan yang bersuhu ekstrim dan pastinya menjamin kesegaran bahan makanan, Dual Controller System, pengaturan suhu di freezer dan lemari pendingin bisa diatur terpisah melalui panel layar sentuh LCD modern. Selain itu, lemari es ini dilengkapi alarm yang akan mendeteksi apabila pintu tidak tertutup rapat, Ultra Silent Noise Level, dan Deodorizer yang mampu menyerap dan menetralkan bau tak sedap. Dengan finishing door dari tampered glass yang mewah dan elegan, New Belleza Inverter akan mampu juga melengkapi dekorasi rumah modern.

Polytron juga meluncurkan jajaran terbaru showcase pendingin seri Allure, yang hadir dengan 3 pilihan kapasitas 140 Liter, 180 Liter dan 230 Liter. Dirancang dengan Safety Tempered Glass Door dan Borderless Design, Showcase Allure mengedepankan fitur unggulan di antaranya, yaitu hemat konsumsi listrikproses pendinginan yang cepat dan maksimal dengan Rapid Smart Cooling Technology, pintu kaca anti embun dan Digital Display Touch Control. Selain mudah digunakan, showcase pendingin ini membantu keluarga untuk menyimpan makanan dan minuman favorit di tempat yang mudah dijangkau oleh seluruh anggota keluarga.

“Sesuai dengan gaya hidup keluarga modern yang ramah lingkungan, kedua produk ini memiliki kompresor yang mampu menghemat energi hingga 20%. Penggunaan listriknya juga sangat kecil, hanya 130 watt untuk New Belleza Inverter dan mulai dari 145 watt untuk Showcase Allure. Kapasitas besar tapi tetap hemat energi,” papar Albert Fleming, Home Appliances Product Manager Polytron Indonesia.

Kehadiran kedua produk ini ternyata menjadi angin segar juga bagi aktor Nino Fernandez yang juga baru memulai usaha kuliner. “Sebagai anak muda perantau di Jakarta, saat ini saya sudah terpikir untuk membangun kehidupan yang lebih mapan, ingin punya rumah yang modern, canggih, tetapi juga simple dan elegan, serta memulai usaha jangka panjang. Pilihan produk yang diberikan Polytron ini memudahkan saya, karena saya bisa mendapatkan semua teknologi yang saya butuhkan, ditambah lagi desainnya juga mewah untuk melengkapi rumah saya, bahkan showcase Allure juga cocok dipakai di outlet-outlet minuman kami di berbagai area di Jakarta. Menariknya, kedua produk ini bisa didapatkan dengan harga cukup ‘ramah’ bagi entrepreneur pemula seperti saya,” ungkap Nino.

“Memang kedua produk terbaru ini, kami arahkan untuk membidik konsumen muda urban yang memiliki aspirasi teknologi canggih, tetapi juga memenuhi aspirasi mereka terhadap desain yang elegan dan aspirasi sosial mereka untuk hidup sehat dan ramah lingkungan,” pungkas Albert Fleming.

Dalam rangka Peluncuran Lemari Es Side by Side New Belleza Inverter dan Showcase Allure, dapatkan promosi special discount hanya di periode tanggal 25 – 30 September 2018, diskon ini khusus untuk pembelian lemari es Side by Side New Belleza Inverter melalui http://www.polytronstore.com/ .(Red)




Demi Pendidikan, Nursaka Bocah SD Setiap Hari Bolak-balik Indonesia-Malaysia


BARANEWSACEH.CO – Hari masih gelap. Waktu baru menunjukkan pukul 05.30 waktu Malaysia, atau pukul 04.30 WIB, Rabu (12/9/3018). Suasana di salah satu ruangan berukuran 4×3 meter yang semula sunyi, menjadi sedikit ramai.

“Saka, bangun. Sudah pukul 05.30, Nak,” terdengar suara Darsono (53) membangunkan anaknya.

Tak berselang lama, bocah berpostur gempal yang bernama lengkap Nursaka ini pun bangun.  Dia kemudian minum air putih hangat yang disiapkan oleh ayahnya sebelum membangunkannya tidur.

Setelah minum, Saka kemudian bergegas menuju kamar mandi. Selang beberapa menit kemudian dia keluar dengan handuk melingkar dipinggangnya. Sang ayah pun menghampirinya dan membantunya memakai seragam sekolah merah putih.

Tepat ketika Saka selesai berpakaian, Julini, sang ibu, pun terbangun. Sementara itu, adik Saka yang nomor dua, Yoga (5), dan adik bungsunya Nurman (1,5) masih terlelap tidur di kamarnya.

“Buku dan PR nya jangan lupa dibawa ya Saka,” pesan sang ibu saat melihat Saka yang sudah berpakaian seragam lengkap dengan dasi dan topi merah.

Saka kemudian meraih tasnya dan kembali memeriksa isinya. Semua lengkap. Dia pun kemudian bergegas menuju teras mengenakan sepatu.

Waktu di arloji sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB atau pukul 06.00 waktu setempat. Suasana di luar rumah masih sangat gelap.

Saka kemudian berpamitan kepada ibunya dan menuju sebuah kantin yang terletak di tepi jalan Tebedu, Sarawak, Malaysia yang berjarak sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya.

Di kantin itu, Saka ditemani sang ayah yang mencarikan tumpangan untuk dia berangkat menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya yang biasa disapa Babe datang mengendarai mobil sedan proton keluaran lama.

“Saka nanti berangkatnya sama Babe ini ya,” ujar Darsono kepada Saka yang dijawab dengan anggukan kepala.

Jam dinding kantin menunjukkan pukul 07.00 waktu Malaysia. Pria yang dipanggil Babe tadi kemudian mengajak Saka untuk naik ke mobilnya. Saka pun mengikuti dari belakang.

Perlahan, mobil kemudian berjalan menuju ke PLBN Entikong. Perjalanan dari kediaman Saka menuju PLBN ditempuh kurang dari sepuluh menit, dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer.

Tiba di PLBN, Saka kemudian turun dari mobil dan berjalan menyeberang melintasi batas Indonesia-Malaysia. Dia kemudian menuju gedung megah buah karya pemerintahan Presiden Jokowi itu dan masuk melalui pintu kedatangan.

Saat tiba di konter pemeriksaan dokumen imigrasi, Saka kemudian mengeluarkan sebuah buku bersampul warna merah kepada petugas Imigrasi untuk di stempel.

Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia. Setiap hari, dia harus terus membawa pas batas negara dan melintasi Imigrasi.

“Saya warga Indonesia…”

Buku merah itu adalah Pas Lintas Batas (PLB) milik ibu nya yang turut menyertakan foto Saka beserta kedua adiknya sebagai tanggungan pemilik dokumen tersebut.

Dengan ramah, petugas imigrasi menyambut dan melemparkan senyum kepada Saka. Setelah proses di Imigrasi usai, Saka kemudian menuju ke arah luar gedung. Tepat di pintu masuk, seorang ibu setengah baya mengenakan helm terlihat sudah menunggunya.

Ibu itu adalah ojek langganan yang saban hari menjemput Saka dari PLBN Entikong menuju sekolahnya di Sontas. Begitu juga saat pulang sekolah.

Saka kemudian naik ke atas motor bersama ibu tersebut dan menuju ke sekolahnya di Sontas, Kecamatan Entikong. Jarak dari PLBN menuju sekolahnya berkisar 4 hingga 5 kilometer.

Begitulah gambaran keseharian Nursaka, bocah berusia 8 tahun ini setiap hari selalu semangat untuk berangkat ke sekolah. Dia harus melintasi perbatasan antara negara Indonesia dengan negara Malaysia untuk berangkat ke sekolahnya.

Alasan Saka untuk bersekolah di Indonesia cukup sederhana.

“Karena saya warga Indonesia,” ujarnya singkat.

Saka mulai bersekolah di Entikong saat masuk TK Kartika. Saat itu, setiap hari secara bergantian Darsono dan istrinya, Julini mengantar dan menemani anaknya mulai dari berangkat hingga pulang sekolah bolak balik melintasi perbatasan.

Darsono mengaku, mereka menyekolahkan Saka di Entikong demi kemudahan mendapatkan akses pendidikan seperti warga Indonesia lainnya.

Pasalnya, jika harus menyekolahkan Saka di Tebedu, banyak syarat khusus yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, mereka memilih Entikong sebagai tempat Saka bersekolah meski harus bolak-balik setiap hari.

Darsono memiliki harapan besar terhadap putra sulungnya itu. Bagaimanapun kondisinya, dia akan berupaya agar Nursaka tetap bersekolah.

“Kehidupan kami di sini sudah susah, bertani menumpang kebun punya orang. Di Entikong pun kita sudah tidak punya apa-apa lagi. Jadi bagaimana pun saya upayakan Saka harus bisa tetap sekolah di tempat kita sendiri, di Indonesia,” katanya./ Kompas.com/ Yohanes Kurnia Irawan 




Louncing Perdana RRI – Perjuangan Rimba Raya Berlangsung Meriah

 



Jakarta, Baranewsaceh.co – Perayaan Ulang tahun Radio Republik Indonesia yang ke 73 tahun dan Launching perdana Radio Republik Indonesia kabupaten Bener Meriah yang diselenggarakan di kantor pusat Radio Republik Indonesia di Jakarta (12/09/18) berlangsung meriah.

Selain mengangkat sejarah perjuangan Radio Rimba Raya kabupaten Bener meriah, Propinsi Aceh, perayaan tersebut juga diselingi dengan penampilan musik dan tari budaya nusantara.

Direktur utama RRI M. Rohanudin dalam sambutannya menyebutkan bahwa RRI saat ini sudah menjadi radio platform radio visual di Indonesia.

“Dalam pengertian bahwa RRI bukan akan menjadi radio televisi akan tetapi RRI berusaha mengakomodir semua segmen penyiaran informasi dalam bentuk apa pun, karena RRI sudah memiliki sarana penyiaran yang mumpuni”, ujarnya.

Dalam kesempatan ulang tahun yang ke 73 ini M. Rohanudin mengatakan kabupaten Bener Meriah propinsi Aceh menjadi “tajuk utama” Radio Republik Indonesia, karena keberadaan Radio perjuangan Rimba Raya sebagai penyelamat Indonesia perang kemerdekaan tahun 1948.

“Kabupaten Bener Meriah menjadi perhatian utama karena keberadaan Radio Rimba Raya tersebut sempat luput dari perhatian kita, radio ini sangat berperan penting sebagai corong informasi perjuangan era perang kemerdekaan”, jelasnya.

“Informasi yang disuarakan bahwa Indonesia masih ada oleh Radio Rimba Raya dari pegunungan dan negeri penghasil kopi itulah para pemimpin dunia memaksa Belanda untuk duduk di meja perundingan yang kita kenal dengan Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949 menghantarkan Indonesia meraih kemerdekaannya”,tegas M. Rohanudin.

Ditambahkan Rohanudin sebagai bentuk apresiasi terhadap Radio Rimba Raya “kita memberi tema ulang tahun RRI yang ke 73 ini, dengan mengadopsi jargon penyiaran Radio Rimba Raya yang fenomenal, “Dari sini Indonesia masih ada dan terus ada, sekali di udara tetap di udara” ujarnya dengan lantang.

Radio Republik Indonesia juga meluncurkan tagar #dari sini Indonesiamasih ada #, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Radio Rimba Raya.

Perayaan ulang tahun yang ke 73 tahun juga di rangkaian dengan penyalaan obor trisatya Radio Republik Indonesia “sekali di udara, tetap di udara” yang diucapkan Rohanudin selaku Direktur utama Radio Republik Indonesia.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Drs.Ismarissiska, MM yang mewakili Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. Sarkawi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Irmansyah S. STP, sutradara film riset dokumenter Radio Rimba Raya, Ikmal Gopi, anggota tim riset Zuhri Sinatra.

Turut hadir pula pada perayaan tersebut Kasatpol PP dan WH, Abdul Gani SP, M.Si, Kepala Dinas perhubungan Riswandika Putra, S. STP. MAP, dan Kabag Hukum Setdakab Bener Meriah Edi Iwan Syaputra.SH (DN)




Detik-Detik Kematian HMI Banda Aceh

Oleh : Khairul Umam (Komisariat Ushuluddin dan Filsafat)

Andai ranting-ranting jadi pena dan air di lautan menjadi tinta, mungkin belum cukup rasanya untuk menuliskan kesalahan serta kecacatan yang dilakukan kepengurusan HMI tepatnya dicabang Banda Aceh pada akhir-akhir perjalanannya. Tindakan-tindakan diluar akal sehat, kebijakan-kebijakan yang tidak konstitusional serta keanehan-keanehan lain yang diperlihatkan telah tertuang dalam catatan sejarah umat manusia yang kemudian berindikasi buruk bagi kesehatan organisasi ini yang secara jujur kita katakan sudah mulai sakit-sakitan dan monopouse adanya.

Seolah akan mati besok, kelancangan saya menghitung mundur detik pada kematian HMI merupakan hal yang begitu berat dan dosa rasanya. Namun apa hendak dikata, inilah kenyataan yang harus kita akui, bahwa organisasi yang telah hidup selama 71 tahun dan turut aktif merawat demokrasi serta kebhinekaan Indonesia kini keadaannya sudah mulai tidak membaik dan diramalkan harus mati dalam waktu yang singkat. walaupun, diakui atau tidak, kita masih menaruh harapan agar organisasi mahasiswa pertama di indonesia ini bisa hidup lebih hidup lama karena bangsa kita masih sangat butuh organisasi ini, atau lebih tepatnya butuh orang-orang baik di organisasi ini untuk terus mengawal serta menjaga apa yang telah dicita-citakan pendiri bangsa dahulu kala.

Ketika Membuat sebuah ramalah tentang detik kematian HMI cabang Banda Aceh tentu bukan tanpa alasan. Gagasan ini lahir dari sebuah kenyataan yang dilatar belakangi oleh carut-marut kepengurusan cabang yang kian hari makin memuakkan. Agenda-agenda tahunan yang harus nya menjadi kewajiban cabang seyogyanya sudah usai dilaksanakan demi menjaga keseimbangan serta merawat roda perkaderan yang menjadi RUH nya organisasi. Namun apalah daya, belum terakomodirnya kepentingan-kepentingan sampah beberapa oknum menjadi satu kemungkinan terhambatnya laju gerak roda organisasi yang sudah renta ini.

Menjadi satu hal yang wajar kiranya ketika semua orang terkhusus kader-kader HMI cabang Banda Aceh menumbuhkan satu harapan dimana kepengurusan kali ini bisa berahir dengan baik sekaligus menjadi pembelajaran serta percontohan bagi kepengurusan kedepannya. Berakhir dengan terjalankan program-program, serta gagasan-gagasan progresif yang dihadirkan keruang publik adalah sebuah keinginan yang kemudian menjadi harapan-harapn kosong yang bersifat utopia belaka. Namun, menjadi satu kenyataan dimana harapan tetaplah menjadi harapan yang berjarak cukup jauh dari sebuah kenyataan.

Meninggalkan kegelisahan-kegilsahan yang ada. Pertama Kita akan memulai dengan Agenda penting tahunan HMI Cabang Banda Aceh. Molornya Konfercab HMI cabang banda Aceh hari ini yang mestinya sudah berlangsung bahkan selesai adalah sebuah catatan sejarah yang buruk bagi organisasi ini. Di undur-undur nya pesta demokrasi HMI pastilah berimbas negatif serta melahirkan satu efek domino dikalangan kader dan calon-calon kader.

Konfercab yang harus nya menjadi arena pertarungan Ide serta Gagasan mengenai HMI cabang Banda Aceh kini telah menjadi tempat untuk menitipkan kepentingan-kepentingan oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap organisasi ini. Hingga, Efek-efek yang ditimbulkan tentu akan melahirkan akibat-akibat yang sangat merugikan Organisasi. Mandeg nya perkaderan serta agenda-agenda penting lain yang kemudian gagal terlaksana merupakan akibat-akibat yang paling berbahaya dari semua tontonan kemunafikan ini. Hingga kita harus mengakui bahwa, Cabang yang harus nya menjadi lokomotif utama serta patron bagi Adik-adik komisariat telah membidani kelahiran bibit-bibit kehancuran bagi organisasi yang lagi-lagi harus kita katakan Tua ini.

Kemudian, Kehadiran Cabang yang harus nya menjadi contoh bagi komisariat-komisariat tentang bagaimana harus nya ber HMI dengan baik dan Santun malah sedang mempertonton kan sebuah drama yang sangat menjijikkan. Satu fakta dimana Praktek-praktek Tidak konstitusional dan menyimpang sangat marak terjadi pada jelang-jelang agenda tahunan (Konfercab).

AD dan ART yang harusnya menjadi pedoman menjalankan roda kepengurusan organisasi telah menjadi buku tua berabu yang kehadirannya seolah tidak dibutuhkan lagi. Ini menjadi malapetka bagi kita semua, Dimana mereka-mereka yang berada disana kini secara masif sudah membawa organisasi ini jauh dari api perjuangann nya.

Sekarang, siapa yang bertanggung jawab atas semua efek yang kemudian dihasilkan atas semua kejadian ini. Agenda tahunan yang seharus nya disana mempertarungkan ide serta gagasan malah menjadi wadah untuk menitipkan kepentingan pribadi yang jauh dari semangat awal Organisasi. Dan mereka-mereka yang berada dibalik ini harus menanggung Dosa atas kegiatan-kegiatan masif yang mencoba menjauhkan organisasi ini dari misi suci nya, serta Kita yang melihat dan mengetahui namun membiarkan organisasi ini yang sudah mulai bergerak ke titik nadir kematian nya.

Kemudian, kita semua menaruh harapan besar agar raja-raja di cabang segera melakukan pertaubatan. Memohon ampun dengan mengembalikan organisasi ini ke Jalur perjuangan awalnya menjadi langkah kecil yang wajib dilakukan untuk menutup dosa-dosa yang sudah terlampau besar adanya. Melepaskan kepentingan-kepentingan pribadi demi satu kepentingan umat serta meletakkan kembali kepentingan di ujung cita-cita serta tujuan-tujuan organisasi itu menjadi satu hal penting dari rentetan kisah panjang tak bertepi ini.

Sekarang, Menjadi PR besar bagi cabang agar segera Menyelesaikan apa yang menjadi tugas serta agenda-agenda tahunan yang merupakan elemen penting bagi bergeraknya roda organisasi yang sudah lama berhenti ini. Dan, AD dan ART yang menjadi pedoman, keberadaannya haruslah dianggap penting agar setiap sikap serta kebijakan organisasi tidak lari dari jalur organisas dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai konstitusi.

Dan terakhir, penting kiranya mengembalikan kesadaran bahwa Wacana keIndonesiaan dan Keislaman yang menjadi Missi dari HMI kini harus menjadi fokus serta tujuan yang digenggam erat dalam mengiringi langkah-langkah perjuangan kita di HMI. Mengingat komitmen kebangsaan melalui keIslaman dan keIndonesiaan yang di usung oleh HMI merupakan satu warisan megah yang kita miliki dan kita semua bertanggung jawab untuk terus merawat tradisi itu. Namun, jika kita masih berkutit dengan kepentingan pragmatis serta tujuan-tujuan kerdil dalam HMI, maka organisasi yang terlampau tua dan sakit-sakitan ini harus siap-siap menemui ajal nya dan kisah-kisah romantis nya akan menjadi satu catatan sejarah yang diceritakan dengan murung ke anak Cucu di hari nanti.




(NGOPI) FPKJ Bersama Warga Kampung

PROGRAM NGOBROL PINTAR (NGOPI) FORUM PENATAAN KAMPUNG JAKARTA BERSAMA WARGA KAMPUNG JAKARTA GUNA MENGAJAK WARGA KAMPUNG JAKARTA AGAR MULAI BERGERAK DAN BERPATISIPATIF UNTUK JAKARTA YANG MAJU KOTANYA, BAHAGIA WARGANYA.

Jakarta, Baranewsaceh. co – Forum Penataan Kampung Jakarta atau yang biasa disebut FPKJ saat ini sedang gencar melakukan Gerakan Turun Kampung dengan metode Sosialisasi kepada Warga dan Masyarakat diwilayah titik-titik kampung seluruh wilayah DKI Jakarta melalui tema dan konsep yang dibawa dengan nama atau sebutan “Ngobrol Pintar” (NGOPI) FPKJ bersama warga kampung jakarta.

Dalam kegiatan Ngobrol Pintar (NGOPI) ini para kader dan anggota FPKJ akan menargetkan agenda tersebut bisa dilakukan keseluruh wilayah DKI Jakarta kedepannya nanti guna mencari sebuah solusi bagi masalah yang ada dikampung tersebut.

Gerakan ini dilakukan oleh Forum Penataan Kampung Jakarta (FPKJ) semata-mata untuk merubah sebuah mindset dan pola fikir masyarakat kampung jakarta agar bisa mulai ikut bergerak gotong royong dan berpartisipatif dalam hal penataan kampungnya tersebut.

Program Kegiatan ini perdana dilakukan oleh Forum Penataan Kampung Jakarta (FPKJ) dikampung Tanah Merah Plumpang di Jl. Mandiri 1 Kampung Tanah Merah No.2 RT.001 RW.009 Kel.Rawa Badak Selatan, Kec.Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara. Dengan peserta diskusi kurang lebih sebanyak 100 orang warga kampung tersebut dari unsur Pengurus Wilayah (RT/RW), Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Ibu PKK, Tokoh Agama, dll. Diselenggarakan pada hari Minggu, 09 September 2018.

Sesuai dengan rencana dan tujuan dari Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta yang saat ini dipimpin oleh Anies Baswedan selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang mempunyai cita-cita sejak awal kampanye tahun 2017 kemarin adalah mau menyatukan Gerakan Maju Bersama antara Masyarakat dengan Pemerintahannya untuk menjadikan Jakarta yang Maju Kotanya, Bahagia Warganya.

Salam Bersama,
IPUNK SATRIANI
Ketua Umum
Forum Penataan Kampung Jakarta
(FPKJ)
Provinsi DKI Jakarta

” BERGERAK BERSAMA MENATA KAMPUNG JAKARTA “




Agenda GAMI Festival Ikut Ramaikan Pameran MATTA Fair 2018

KUALA LUMPUR, BARANEWSACEH. CO – Industri Pariwisata Aceh terus digenjot, mulai dari promosi hingga keterlibatan dalam sejumlah agenda nasional dan international.

Kali ini, branding “The Light of Aceh” ikut meramaikan kegiatan tahunan pameran industri pariwisata terbesar di Asia Tenggara yang ada di negeri jiran, yakni Malaysian Association Tour and Travel Agency (MATTA) Fair 2018 yang berlangsung 7-9 September 2018 di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, Malaysia.

Kehadiran branding pariwisata Aceh tersebut tentunya menjadi peluang bagus dalam menggoda wisatawan untuk datang dan menikmati ragam pesona wisata di Serambi Mekkah.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh dalam agenda MATTA Fair kali ini, selain membawa sejumlah paket wisata unggulan serta tidak ketinggalan ragam agenda Gayo Alas Mountain International (GAMI) Festival 2018.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Amiruddin menyampaikan, keikutsertaan Aceh pada berbagai event pameran baik nasional dan internasional dengan mengikutsertakan pelaku industri pariwisata Aceh adalah sebuah keniscayaan dan menjadi salah satu indikator penting dalam rangka mendukung kemajuan industri pariwisata Aceh, khususnya Pameran MATTA Fair 2018.

“Keikutsertaan Aceh pada berbagai pameran industri pariwisata, khususnya MATTA Fair 2018 dengan mengikutsertakan beberapa pelaku industri pariwisata telah menjadi pameran tetap Pemerintah Aceh yang diikuti setiap tahunnya. Mengingat negara-negara ASEAN, khususnya Malaysia telah menjadi pangsa pasar utama kunjungan wisatawan ke Aceh,” ungkap Amiruddin saat memantau booth Aceh di MATTA Fair 2018.

Amiruddin menyebutkan, ragam pesona alam, budaya dan atraksi wisata yang akan digelar sepanjang tahun 2018 di Aceh juga menjadi daya tarik utama pengunjung saat berlangsungnya pameran MATTA Fair, terlebih lagi seluruh agenda GAMI Festival 2018 juga ikut ramaikan pameran tersebut.

“Penyelenggaraan GAMI Festival 2018 direncanakan akan dimulai 14 September mendatang, kita harapkan seluruh agenda kegiatan juga menjadi daya tarik wisatawan dari Malaysia untuk berkunjung Aceh dan melihat atraksi wisata perpaduan pesona alam dan budaya yang ada di dataran tinggi Gayo,” sebutnya.

Kegiatan GAMI Festival yang bertema “The Power of Nature” merupakan salah satu rangkaian top event dari Calendar of Event (COE) Aceh yang akan berlangsung hingga 3 (tiga) bulan dengan melibatkan 4 (empat) kabupaten seperti Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

“Ragam atraksi wisata di GAMI Festival 2018 juga terus dikemas dan dipersiapkan dengan sebaik meliputi Destination Photo Contest, Tarian Massal, Pawai Budaya, Pentas Wonderful Gayo Alas, Festival Kuliner dan Kopi, Handicraft dan Photo Expo, Takengon Rafting, Aceh Bike Cross Country, Expedisi Burni Telong dan masih banyak lainnya yang sangat sayang jika dilewatkan,” tambah Amiruddin bersemangat.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani juga ikut menambahkan, kegiatan MATTA Fair kali juga melibatkan biro perjalanan yang bekerjasama dengan pelaku industri pariwisata Aceh yang menghadirkan paket Discover Aceh, Aceh Underwater, Wonderful Basajan, Wisata Tsunami serta pelaku pariwisata Malaysia untuk menjual paket wisata bersama baik yang ada di Sabang dan Banda Aceh.

“Ada 8 pelaku industri pariwisata Aceh yang diundang untuk berpartispasi pada booth Aceh selama Pameran MATTA Fair 2018 antara lain Aceh Great Wall, Pasir Putih, Kaki Lasak, Kayate, Jemila, Gading Wisata, Asoenanggroe, Golden Holiday dan Tarah Melatih Grup. Selain itu ada dua yang dari Malaysia RBA Travel & Services dan Tumpuan Travel Assistance,” ungkap Rahmadhani.

Keterlibatan travel international yang ada di Malaysia ini, kata Rahmadhani juga menjadi bagian dari promosi untuk memperlihatkan bahwa destinasi wisata Aceh sudah mulai dilirik dan memiliki nilai tambah tersendiri bagi branding Aceh di mata wisatawan Malaysia.

Tahun 2017 sendiri, kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 2.944.169 orang terdiri 2.865.189 wisnus dan 78.980 wisman. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 2.154.249 terdiri dari 2.077.797 wisnus dan 76.452 wisman. “Kunjungan wisatawan ini diprediksikan akan terus meningkat terlebih setelah suksesnya PKA VII dan akan digelarnya GAMI Festival 2018 serta beberapa Top Event Aceh lainnya. Kita targetkan 4 juta orang (wisnus) dan lebih 150 ribu orang (wisman) di tahun 2018,” harap Rahmadhani. (Red)




Sosok Azhari Cage Di Mata Tgk. Ahmed Yusuf

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO – Di mata Muhammad Yusuf atau yang Akrap disapa Tgk. Ahmed, menilai sosok Azhari SIP (Azhari Cage) Wakil Rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi PA, adalah seorang wakil rakyat yang dermawan dan penuh rasa sosial.

Hal itu dikatakan Tgk. Ahmed kepada media Baranewsaceh.co, Jum’at (08-09-2018)

Tgk. Ahmed menilai sikap dan kinerja Azhari Cage sebagai wakil rakyat sangat menyentuh dengan kehidupan masyarakat. Azhari juga punya rasa sosial yang tinggi, dan terbuka dengan masyarakat Aceh pada umumnya, khususnya masyarakat Aceh Utara, “Ujarnya.

Saya sangat meng-apresiasi kinerja Azhari Cage sebagai wakil rakyat yang mewakali masyarakat Aceh Utara dan kota Lhokseumawe. Azhari adalah sosok Dewan yang mudah ditemukan, Karena dia selalu menerima masyarakat yang bertamu dan datang ke Ibukota Provinsi Aceh untuk menjumpainya. Azhari siang dan malam sering stanby di Warung kopi D’Philosophy, Pangoe, Banda Aceh, “Tuturnya.

“Tak mesti masyarakat dari Kabupaten Aceh Utara saja yang bertamu ke tempat Azhari Cage tersebut. Akan tetapi Azhari Cage menerima masyarakat yang bertamu kepadanya dari berbagai daerah di Aceh, bahkan seluruh kabupaten kota, “Pungkasnya.

Disamping itu, Azhari Cage juga wakil rakyat yang sering terjun langsung ke lapangan dan menjumpai langsung masyarakat yang ingin menyampaikan Aspirasi kepadanya. Menurut Tgk. Ahmed. Rasa sosial Azhari Cage sudah teruji dan terbukti di lapangan, dan kita bisa melihat dan menilai sendiri kinerja beliau, “Imbuhnya.

Lebih lanjut, Kata Tgk. Ahmed, Azhari Cage adalah Dewan DPR Aceh yang mudah dijumpai oleh semua kalangan, terutama kalangan masyarakat Aceh. Sikap itulah yang selalu dimiliki oleh Politis dari Partai Aceh tersebut. Ia (Azhari Cage-Red) adalah wakil rakyat yang selalu bersahaja dan bijaksana dengan semua elemen Rakyat Aceh, bahkan sosok Azhari dinilai akrab dengan anak muda Aceh, “Tuturnya.

Karena hal itulah, saya mengagumi sosok yang punya rasa sosialis tesebut. Kita dapat menilai sendiri kinirja dan sepak terjang Azhari Cage selama ini, ia sering terjung langsung ke lokasi jika sesuatu hal yang terjadi. Dalam kondisi apapun, jika masyarakat sedang membutuhkan bantuan sosial ataupun bantuan dalam bentuk apapun, ia Azhari Cage langsung sigap dan selalu datang ketempat tujuan, “Pungkas Tgk. Ahmed yang juga salah satu pengurus PA Kecamatan Banda Baro tersebut.

“Saya mengatakan hal ini, atas bukti nyata yang sudah pernah saya lihat dengan kasat mata saya sendiri tentang sosok Politisi Partai Aceh tersebut, “Tutupnya.(Adam)




SMK Negeri 1 Bukittinggi Juara FLS2N 2018

Bukittinggi Sumbar – Bara News Aceh – Pembinaan potensi, bakat dan minat  siswa dan siswi di SMKN 1 Bukittinggi terlihat berjalan dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan prestasi sekolah ini dalam berbagai ajang dan lomba pendidikan.

Setelah meraih prestasi gemilang di LKS SMK  tingkat Sumbar dan sampai akhirnya berkompetisi di LKS SMK Nasional beberapa waktu yang lalu, sekolah ini kembali meraih prestasi membanggakan dengan menjuarai FLS2N tingkat Nasional 2018.

Sekolah tersebut, berhasil menyabet Juara 2 Theater pada ajang FLS2N yang berlangsung di Banda Aceh belum lama ini, oleh sejumlah siswa dan siswinya, yang antara lain Kazumi Natama, Riffo Amril Eliga dan Kemi Suranta Tarigan.

Prestasi tersebut juga terlihat pada ajang lainnya di tahun ini, yakni Juara 2 Empat Pilar, Juara 1 Roket dan Juara 3 Olimpiade Matematika tingkat Sumbar. Ketika ditemui di ruang kerjanya baru – baru ini,  Elson Chandra Putra. S.Pd, Plt Kepala SMKN 1 Bukittinggi membenarkan informasi tersebut.

“Siswa dan siswi kami memang berhasil meraih sejumlah prestasi di berbagai ajang dan lomba pendidikan di tahun ini. Juara LKS SMK, FLS2N, Empat Pilar, Roket dan Olimpiade Matematika”, ujar Elson Chandra Putra.

Prestasi gemilang yang diraih sekolah tersebut, tak hanya membuat siswa dan siswinya memperoleh trophy dan medali, piagam serta tabanas, tapi juga menjadikan sekolah ini semakin dipercaya masyarakat.

Seperti diketahui sebelumnya, SMKN 1 Bukittinggi merupakan sekolah favorit di Sumatera Barat, yang dibuktikan dengan siswa dan siswi berasal dari berbagai kabupaten dan kota di daerah ini. (Zein)




MK Lanjutkan Pemeriksaan Perkara Pilbup Paniai Papua

Foto Tim Kuasa Hukum Termohon paling kiri Pieter Eli (Fri Herlina )

Jakarta, Baranewsaceh. co – Mahkamah Konstitusi (MK) , Selasa (04/09/2018) mulai melanjutkan persidangan perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) kepala daerah yang diajukan oleh Hengki Kayame dan Yeheskiel Tenouye , sidang dimulai pukul 09.00 WIB perihal Keputusan Komisi MK agar melanjutkan Pemeriksaan Perkara Pilbup Paniai. Mahkamah Konstitusi (MK) akan melanjutkan persidangan perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) kepala daerah yang terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai (Termohon) dengan agenda mendengarkan keterangan Saksi/Ahli Termohon.

Termohon serta Pihak Terkait memenuhi panggilan MK atas Keberatan yang diajukan oleh Pasangan Calon (Paslon) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Paniai Nomor Urut 1 ini teregistrasi dengan nomor perkara 71/PHP.BUP-XV/2018.

Pieter Eli selaku kuasa hukum Termohon kepada reporter mengatakan “Kami yakin akan memenangkan gugatan ini karena kami memiliki bukti-bukti yang kuat,” Tegasnya.

Pada Sidang Pemeriksaan Pendahuluan Rabu (08/08/2018) lalu, Pemohon mengungkapkan selisih suara Meki Nawipa dan Oktopianus Gobay selaku peraih suara terbanyak (Pihak Terkait) dengan Pemohon, yaitu sebesar 41.311 atau lebih dari 2%. Berdasarkan keterangan M. Nursal selaku Kuasa Hukum Pemohon, merujuk kepada Pasal 158 ayat (2) UU No. 10 Tahun 2016 juncto Pasal 7 Ayat (2) Peraturan MK Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Gubemur, Bupati dan Walikota, namun Pemohon tidak dapat mengajukan keberatan kepada MK. Kemudian Keberatan diajukan oleh Pemohon didasarkan pada tindakan KPU Paniai selaku Termohon yang tidak melaksanakan arahan Panitia Pengawas (Panwas) Pilbup setempat untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di sembilan distrik. Kuasa Hukum Pemohon menjelaskan bahwa rekomendasi Panwas didasarkan pada dua pelanggaran yang dilakukan Termohon, yaitu memindahkan tempat pemungutan suara tanpa mengumumkan hal tersebut kepada masyarakat adat dan melaksanakan pemungutan suara tanpa melibatkan masyarakat adat sebagai saksi.

Kemudian pada sidang selanjutnya, Selasa (14/08/2018) dengan agenda mendengarkan Jawaban Termohon, Keterangan Pihak Terkait, Keterangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)/Panitia Pengawas (Panwas)‚ dan pengesahan alat bukti, Taufik Basari selaku Kuasa Hukum Pihak Terkait mengungkapkan bahwa sistem noken dilaksanakan di seluruh Kabupaten Paniai. Sehingga. keterangan Pemohon yang mengatakan bahwa sistem tersebut hanya dilakukan di sebagian wilayah dinilai keliru. Sementara itu, Pieter Eli selaku Kuasa Hukum Termohon menerangkan bahwa Saksi Pemohon tidak menyatakan keberatan pada pleno rekapitulasi. Di sisi lain‚ Bawaslu dan Panwas tidak membantah bahwa Pemohon melakukan pemindahan tempat pemungutan suara. Oleh karena itu, MK akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (fri)




Ternyata Rekaman Suara Radio Rimba Raya Tahun 1948, Masih Ada di All Radio India

 Jakarta, Baranewsaceh. co – Hasil rekaman suara Radio Rimba Raya yang pernah mengudara pada tahun 1948 di rimba belantara Tanah Gayo, rupanya masih ada dan tersimpan di All India Radio. Pernyataan tersebut pernah di sampaikan oleh Direktur Penyiaran RRI, Soleman Yusuf saat pelaksanaan penandatanganan Mou antara Pemkab Bener Meriah dan RRI terkait pendirian kembali RRI Radio Rimba Raya (25/7/2018). Hal senada juga pernah di utarakan dalam Dialog Interaktif Nasional RRI “Peran Radio dalam Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia” (3/9/2018).

Langkah cepat, terus di lakukan, kendati masih bergerilya dari satu departemen ke departemen yang lainnya. Namun hal tersebut tidak akan menyurutkan langkah dari seorang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah,  Irmansyah, S. STP, untuk langsung menyambangi Kementerian Luar Negeri, guna mendiskusikan langkah bersama untuk mendapatkan hasil rekaman tersebut.

Irmansyah yang ditemani anggota tim pengembangan kawasan Gayo-Alas (Aceh Tengah,  Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Bener Meriah) dan Gayo-Alas Mountain International Festival Kementerian Koordinator Bidang  Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia,  Yusradi Usman al-Gayoni, sutradara  film dokumenter Radio Rimba Raya, Ikmal Gopi, dan anggota tim riset film Radio Rimba Raya Zuhri Sinatra, menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk mengkonsultasikan proses dan mekanisme pengambilan bukti rekaman Radio Rimba Raya tersebut.

“Upaya ini harus kita lakukan karena bukti rekaman tersebut ada di All India Radio,” kata Irmansyah ketika Baranewsaceh.co hubungi melalui selulernya saat masih berada di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (5/9/2018)

Sementara, menurut penuturan Irmansyah. Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri, Ferdy Piay, yang menerima delegasi tersebut, menegaskan, Kementerian Luar Negeri akan segera menindaklanjuti masalah tersebut baik melalui Kedutaan India di Jakarta maupun melalui Kedutaan Indonesia di India.

“Kebetulan, dalam waktu dekat, kami akan mengadakan pertemuan dengan pihak kedutaan India. Di sana, akan kami sampaikan masalah ini,” sebutnya.

Untuk itu, sambungnya,  Pemkab Bener Meriah diminta agar segera menyiapkan bahan-bahan tertulis terkait Radio Rimba Raya.

Menanggapi permintaan Ferdy, Irmansyah, mengatakan, akan segera memenuhi keperluan pihak Kementerian Luar Negeri. Apalagi, tidak lama lagi akan dilakukan peluncuran RRI Radio Rimba Raya di Jakarta, tanggal 12 September 2018. Pungkasnya. (DN)




Curi Baterai Untuk Beli Narkoba, Empat Pemuda Diamankan di Polres Gayo Lues

BARANEWSACEH.CO, GAYO LUES – Satreskrim Polres Gayo Lues mengamankan empat orang tersangka pencuri baterai di dua lokasi. Baterai itu rencananya akan dijual dan uangnya akan dibelikan sabu-sabu untuk dipakai bersama.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Abdul Hamid SH didampinggi KBO Reskrim Ipda Mardiyansah Senin (3/9) mengatakan, singkat tersangka pencuri baterai yang di aman itu adalah JA (23) warga Desa Kutelintang, uang logam alat beko bersama rekannya berinisial B yang kini masuk ke dalam Daptar Pencarian Orang (DPO). “Itu kasus pencurian baterai berat,” katanya.

Sedangkan kasus baterai kedua terjadi di daerah Raklunung yang tersangkanya masing-masing berinisial R (17), AG (17) dan PA (17). Dalam kasus ini, B yang masih DPO juga ikut andil dalam pencurian.

Di daerah Raklunung, baterai yang dicuri itu adalah milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues dari sebuah mobil kayu, dan jenis baterai yang dicuri bahwa itu adalah jenis baterai GS yang harganya ratusan ribu rupiah.

“Dari hasil penyelidikan kami terhadap tersangka, mereka mengaku sedang menitipkan baterai hasil curiannya itu di salah satu tempat jual beli barang butut, dan yang menitipkanya ini adalah B yang masih bisa dilakukan pengejaran hingga saat ini,” katanya.

Pecurian baterai itu, kata Kasat Reskrim, motifnya adalah untuk membeli sabu-sabu dan kemudian dikonsimsi bersama. Akibat perbuatanya itu, para pelaku yang rata-rata eks mahasiswa yang bertanggung jawab atas Mapolres Gayo Lues guna proses hukum selanjutnya.

“Kami mengimbau kepada keluarga agar-agar anak-anak, jangan sampai melakukan hal-hal yang menjadi aturan dan Perundang-Undangan, untuk melakukan pembelian sabu-sabu, itu sangat merusak moral generasi penerus kita,” jelasnya.(Boz)

(Humas Polres Gayo Lues)




Gemu Famire Korem 011 Lilawangsa Rekor Muri HUT TNI 73 Lebihi Target


Lhokseumawe, BARANEWSACEH.CO – Satuan Korem 011/Lilawangsa merupakan bagian dari Kodam Iskandar Muda mendapat bagian untuk menyelengarakan Tari Famire pelaksanaan pemecahan Rekor Muri Tari Gemu Famire di Lapangan Stadion Tunas Bangsa, Wilayah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Selasa (4/9).

Dalam pembukaan acara Famire, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto mengatakan, bahwa peserta yang disiapkan Korem 011/Lilawangsa sekitar 3000 Orang, namun pada pelaksanaanya hari ini peserta Tari Famire melebihi target mencapai 3000 lebih, tuturnya.

Tari Gemu Famire hari ini serentak dilaksanakan di seluruh di Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) Ke-73 Tahun, termasuk di Wilayah Korem 011/Lilawangsa dilaksanakan pada Pukul 07.00 WIB.

Selanjutnya Danrem selaku Ketua Sub koordinator Tari Gemu Famire Wilayah Korem 011/Lilawangsa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Kota Lhokseumawe, Pemkab Aceh Utara dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan senam Gemu Famire pada kesempatan pagi ini dan juga kepada seluruh peserta senam dari unsur TNI, Polri Ormas, Pelajar dan segenap Komponen masyarakat.

“Dalam pemecahan Rekor Muri Tari Gemu Famire di Wilayah Korem 011/Lilawangsa melebihi target hingga 3000 orang lebih, yang terdiri dari Prajurit TNI-Polri, PNS TNI, Ibu-ibu Persit Koorcab Rem 011 Pd Iskandar Muda, Pia Ardhya Garini, Jalasenastri, Bhayangkari, Pelajar, FKPPI, PPM, dan berbagai Komponen masyarakat. Termasuk mulai tahap perencanaan dan pelaksanaan telah dipersiapkan secara matang, ahamdulillah telah berjalan dengan lancar”, ungkap Danrem Purmanto.

Danrem menambahkan, semangat kebersamaan dan antusias yang telah para peserta tunjukkan merupakan aktualisasi diri dalam rangka menanamkan dan meningkatkan daya kreativitas yang tinggi, sehingga bisa men-ciptakan kegembiraan dan menjalin keakraban.

Tarian gemu famire merupakan salah satu tarian khas indonesia yang berasal dari maumere, kupang, nusa tenggara timur, diciptakan oleh frans cornelis dian bunda alias nyong franco yang bernuansa riang gembira dan mampu membangkitkan semangat, serta bermanfaat untuk ke-bugaran dan kesehatan tubuh. Selain dari pada itu, Tari gemu famire telah menjadi fenomenal di indonesia dan mulai merambah ke luar negeri dengan hentakan yang khas.

Danrem berharap, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan nilai-nilai kebersamaan dalam rangka membina mental dan kepercayaan diri masyarakat agar terus maju di masa mendatang serta menjauhi kehidupan yang mengarah kepada individualisme dengan mengensampingkan rasa persaudaraan, kebersamaan, per-satuan dan nasionalisme. adanya arus modernisasi, dikhawatirkan akan mengikis budaya ketimuran kita. oleh karena itu saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat dijadikan sebagai sarana atau media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai budaya indonesia kepada masyarakat, Pungkas Danrem Purmanto.

Tarian gemu famire turut dihadiri antara lain, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M. Sjamsul Rizal, Dandim 0103/Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe, Dansatradar 231, para segenap anggota Forkopimda Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, para Komandan/Kepala Dinas Jawatan Korem 011/LW dan para Kasi Korem 011/LW, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 011 pd Iskandar Muda Ny Ariani Purmanto, Kepala Detasemen B Brimob, para Ibu-ibu anggota persit di jajaran Koorcab Rem 011, Pelajar, Pimpinan Ormas dan seluruh peserta senam Famire. (LAUNG)




Sukriadi Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Kampung Gele

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO –  Ketua Pemuda Kampung Gele Kecamatan Bllangkejeren Kabupaten Gayo Lues kini dipimpin oleh Sukriadi usai pelaksanaan pemilihan Ketua Pemuda Kampung Gele, pada Sabtu, (1/08/2018) malam di Meunasah Desa Gele, sedangkan Wakil Ketua Herijal Faily, Sekretaris Ali Ramadhan, Wakil Sekretaris Abdi PM Wakil Sekretaris Ela, Bendahara Ika dan Wakil Bendahara Silfiza.

Menanggapi hal itu Syarifuddin Z Kepala Desa Gele mengatakan “Saya ucapan selamat kepada Sukriadi sebagai ketua pemuda yang baru.  Mudah-mudahan bisa membawa para pemuda di desa Gele lebih maju lagi dan terus berkarya, kreatif, dan kerja nyata. Melalui pemuda desa, kita tunjukan eksistensi kita, bekerja sosial untuk masyarakat,” ujarnya.

Baca : Muhammad Pimpin Pemilihan Ketua Pemuda Kampung Gele


Pengulu Kampung Gele Syarifuddin Z berharap kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak agar semua program-program Pemuda Desa Gele dapat berhasil sesuai harapan.

“Dengan kerja sama yang baik tentu saja program kita semua dapat berjalan lancar. Kedepannya, kearifan lokal dan potensi tiap desa akan kita gali dan kembangkan. Dengan begitu pemuda desa Gele dapat terus maju dan lebih baik lagi,” jelas Syarifuddin Z (J.Porang)




Ternyata Ini Alasan Aipda SP Menghina Nabi Muhammad

Dok. MEDANSATU.COM,

Asahan, Baranewsaceh.co – Terungkap, ternyata ini alasan oknum polisi anggota Sat Sabhara Polres Asahan, Aipda SP, melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang menjadikannya sebagai tersangka kasus penistaan agama.

“Alasan oknum Aipda SP mengunggah postingan tersebut, berawal adanya ujaran kebencian pada agama yang dipeluk Aipda SP. Ujaran kebencian tersebut diposting oleh sesorang pada dinding akun Facebooknya,” kata Wakapolres Asahan Kompol B Panjaitan dalam konferensi pers di Mapolres Asahan, Sumut, Jumat (31/8/2018).

Baca : Terkuak Motif Oknum Polisi yang Hina Nabi Muhammad di Medsos

Ujaran kebencian tersebut kemudian mendorong Aipda SP membalasnya dengan menuliskan kata-kata penghinaan terhadap agama Islam di dinding akun Facebooknya. Sadar telah melakukan kesalahan, Aipda SP lalu menghapus postingannya dan meminta maaf. Namun postingan tersebut terlanjut di-capture orang lain dan diviralkan.

“Postingan awal sudah terekam oleh pengguna Facebook lainnya dan selanjutnya menjadi permasalahan yang berujung pada penindakan hukum terhadap Aipda SP. Saat ini tersangka telah dijebloskan ke dalam tahanan umum di Mapolres Asahan dan penyidik sedang mempersiapkan pemberkasannya untuk diajukan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, akibat perbuatannya Aipda SP dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 45a ayat (2) dari UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Electronik (ITE), jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE.

Kemudian Pasal 16 jo Pasal 4 pada huruf (b) angka (1) UU RI No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Serta Pasal 156a KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara. Sedangkan dalam sidang kode etik internal Kepolisian, Aipda SP terancam Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH). (medansatu.com/deddy)

SUMBER : MEDANSATU.COM




Terkuak Motif Oknum Polisi yang Hina Nabi Muhammad di Medsos

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Arif didampingi Kanit Jatanras, Ipda M Khomaini dalam rilis kasus ujaran kebencian oknum Polisi. (Istimewa)

BARANEWSACEH.CO  – Proses hukum oknum Polisi yang menghina Nabi Muhammad di Media Sosial (Medsos) dikebut. Dari hasil penyidikan, baru diketahui kenapa oknum tersebut berani menghina nabi.

Oknum berpangkat Ajun Inspektur Dua (Aipda) berinisial SP itu, menjadi tersangka kasus ujaran kebencian. Dia menuliskan postingan di laman facebook-nya yang menyinggung umat Islam.

Dalam postingannya, dia mengolok-olok Nabi Muhammad. Postingan itu pun memancing reaksi publik. Anggota Sabhara Polres Asahan itu akhirnya ditangkap pada Kamis (23/8) malam.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Arif didampingi Kanit Jatanras, Ipda M Khomaini dalam rilis kasus ujaran kebencian oknum Polisi. (Istimewa)

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Arif melalui Kanit Jatanras Polres Asahan Ipda M Khomaini pun membeberkan motif SP berani memosting ujaran kebencian di laman Facebooknya. Dia mengatakan, ada dugaan dendam karena dirinya melihat postingan orang lain yang menyinggung kepercayaannya.

“Tersangka melakukan hal tersebut karena melihat postingan yang berisikan penghinaan terhadap kepercayaannya,” ujar Khomaini, Jumat (31/8).

Bripda SP katanya, kini sudah ditahan. Proses hukumnya juga terus berjalan. Polres Asahan pun sudah memanggil sejumlah saksi ahli dan menyita barang bukti.

Dia pun terancam pidana 6 tahun karena diduga melanggar Pasal 45 A ayat (2) UU nomor 19 tahun 2008 Juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau Pasal 16 Pasal 4 UU No 40 Tahun 2008 tentang oenghapusan diskriminasi Ras dan Etnis subsider Pasal 156a KUHPidana.

“Kita tidak akan tebang pilih dengan pelaku yang bisa mengancam ketertiban masyarakat. Akan kita proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.  (pra/JPC)

Sumber : JawaPos.com




Shanda Puti Denata yang Dibegal di Bandung Akhirnya Meninggal

BARANEWSACEH.CO – Aksi begal kembali memakan korban jiwa di Kota Kembang Bandung.

Shanda Puti Denata (23) tercatat sebagai Mahasiswi Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung meninggal dunia setelah menghadapi masa kritis akibat ulah begal di Kota Bandung. Mahasiswi Sekolah STTT Bandung tersebut meninggalkan seorang bayi perempuan berusia satu tahun bernama Atena Stusya Azzahra.

Istri dari Muhammad Faizal Even (30) meninggalkan seorang bayi perempuan itu hasil buah cinta Shanda setelah menikah dua tahun lalu. Keluarga Shanda sendiir tinggal di daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Menurut Faizal, sewaktu kejadian nahas menimpa istrinya, ia tengah berada di Purwakarta. Faizal terakhir kontak dengan Shanda pada Rabu (29/8) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Namun pada Kamis (30/8), pukul 07.00 WIB, Faizal mendapat kabar bahwa, istrinya tersebut dirawat di RS Borromeus Bandung.

“Istri saya luka di kepala. Saya lagi di Purwakarta pas kejadian. Tidak ada pesan dan pertanda, tapi sebelumnya istri saya minta jemput,” kata Faizal singkat di rumah duka, seperti dikutip dari detikcom, Jumat (31/8/2018).

Sandha meninggal dunia di RS Borromeus Bandung, Jumat (31/8/2018), sekitar pukul 00.00 WIB. Dia tak sadarkan diri usai terjatuh akibat aksi begal di kawasan Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (30/8/2018) subuh. ( Hipatios)




BEM FKH Unsyiah Mengirim Bantuan Kepada Korban Gempa Lombok Melalui ACT Aceh

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (BEM FKH UNSYIAH) mengirim bantuan ke Lombok Kamis, 31 Agustus 2018.

Bantuan berupa dana dan pakaian layak pakai yang didapat dari hasil mengamen di beberapa cafe di Banda Aceh dan sumbangan dari mahasiswa serta dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH UNSYIAH) dan dikirim melalui kantor Aksi Cepat Tanggap Banda Aceh untuk meringankan beban para korban.

“Alhamdulillah itu merupakan bakti sosial kami, jangan dilihat dari besar kecilnya materi. Tapi inilah bentuk ketulusan kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang terkena musibah di lombok” ucap Wahid Muharram salah satu anggota BEM FKH UNSYIAH.

Selain itu Wahid juga menambahkan bahwa bantuan ini disalurkan atas inisiatif kemanusiaan para mahasiswa dan dosen di lingkup Fakultas Kedokteran Hewan. (RED)




Inspektorat Agara Periksa Kegiatan Desa Lawe Sigala Timur

Ilustrasi/net

*Terkait laporan warga tentang kegiatan fisik dan  non fisik di desa

*Dihadiri oleh Sekretaris Inspektorat, Anggota DPRK, dan Muspika LaweSigala-gala

Kutacane (Baranews.Aceh) Kantor Inspektorat Aceh Tenggara(Agara) melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan fisik dan non fisik di desa Lawe Sigala Timur Kecamatan LaweSigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara, pada hari Jumat(31/8) pukul 09.50 Wib.Sesuai keluhan dan laporan masyarakat yang keberatan terhadap kinerja dan proyek yang dikerjakan oleh Kepala desa(pengulu kute) Lawe Sigala Timur,Nelson Siahaan adalah terdiri dari Badan usaha milik Kute(BUMk), PKK, Posyandu(non fisik); dan bangunan dan rehab Rabat beton,Bak penampungan air minum, Lapangan Bola Volley,dan Tapak Serbaguna(Fisik).

Tim Inspektorat Aceh Tenggara yang dipimpin oleh Sekretaris, Sahrim, S.Pd yang dibantu Inspektur pembantu (Irban) IV, M.Anshar, SKM,M.Kes memeriksa proyek  kegiatan fisik dan pekerjaan non fisik desa (Kute) Lawe Sigala Timur, yang disaksikan oleh Muspika, Imam Mukim, Pelaksana kegiatan(PK) desa, Babinsa, dan warga yang mencurigai adanya indikasi penyelewengan kegiatan di desa LaweSigala Timur.

Dalam pernyataannya, warga yang keberatan dan melaporkan dugaan penyimpangan proyek desa mengucapkan, bahwa mereka bukan berniat untuk menghancurkan desa,melainkan untukmeluruskan yang bengkok. Kalau ada yang sakit hati tentang tindakan kami ini, berarti Dia orang bodoh,ujarnya.”

Pantauan Jurnalis Baranews.Aceh, hadir anggota DPRK dari Fraksi Golkar,Gabe Tambunan,SE; Camat Lawe Sigala-gala, Ramadhani,S.STP,M.SI; Kapolsek Lawe Sigala-gala,AKP.Ali Burhanuddin; Danramil 01/LS, Kapt.(Inf).Jujur Lubis; Kasie PMD Kantor Camat Lawe Sigala-gala, Amudi Hendra Pasaribu,SE; Kanit Reskrim Polsek Lawe Sigala-gala,Aipda A.Yani,SH; Kanit Intel, Brigpol.Adi Syahputra Pohan; Imam Mukim LaweTua, Abdul Gani; Pendamping Lokal desa(PLD) yang terdiri dari Suroso,Maulana,Julianto; Babinsa desa LaweSigala Timur,Serma.Rudi Syahputra Hasibuan, dan masyarakat yang keberatan.

Terakhir, warga mengatakan uneg-unegnya kepada Camat Lawe Sigala-gala, Ramadhani,S.STP,M.Si  tentang Dusun Setia Budi yang selama ini tidak mereka ketahui, yang mereka tahu hanya ada Dusun Harapan Jaya dan Dusun Sempurna.(P.Lubis)