Kapolres Gayo Lues Hadiri Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Dengan Tokoh Masyarakat


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO –  Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman SIK menghadiri kegiatan Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Pimpinan/Anggota Organisasi Sosil dan Masyarakat Se Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2018 di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Blangkejeren – Kutacane Kecamatan  Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa, (16/10/2018).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Humas Setdakab Gayo Lues dan  dihadiri oleh  Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, Sekretaris Daerah Kabupaten  Gayo Lues H.Thalib, S.Sos, MAP, Forkopimda Kabupaten Gayo Lues dan  Para tokoh Masyarakat Kabupaten  Gayo Lues.

Dalam sambutannya Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman SIK menyampaikan bahwa Kegiatan ini sangat bagus dan di idam-idamkan karena kita dapat bertukar informasi dan kami sarankan kalau bisa pelaksanaannya berkeliling.

Tugas pokok Polisi menurut UU yaitu  Harkamtibmas, Alat negara penegak hukum, dan melindungi, mengayomi masyarakat. Apabila ada masyarakat tidak aman maka langkah kedua yaitu penegakan hukum untuk tercapainya tugas ke tiga yaitu melindungi dan mengayomi masyarakat, ujarnya.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman SIK  juga mengatakan  Dalam tugas menegakkan hukum ada pertimbangan pertimbangan di antaranya harus menghadirkan manfaat dan bukan mudharat.  Dalam kegiatan ini mari kita komunikasikan apa yg akan kita laksanakan sehingga apabila ada hal hal yang tidak baik kita tidak saling menyalahkan.

Kita harus menyadari bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di jamin UU akan tetapi juga di batasi dengan hak oang lain yg jg harus di jaga. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban Pemilu 2019 di Kabupaten Gayo Lues kita jauhi fitnah dan adu domba kita ciptakan Pemilu yg beradab sesuai dng ajaran Islam, jelas Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman SIK. (ABDIANSYAH)




Ini Nama-nama Pejabat Eselon III yang Dilantik Wakil Bupati Gayo Lues


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani melanti dan mengambil Sumpah dan Jabatan Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues yang bertempat di Aula Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Jendral Sudirman Kecamatan Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa, (16/10/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Bupati Gayo Lues Hardansyah, S.Pd, MAP, Asisten III Bupati Gayo Lues Ir. Bambang Waluyo, Staf Ahli Bupati Gayo Lues M.Jamin, S.Pd, Para Kepala Dinas Pemda Kabupaten  Gayo Lues, Camat dan Insan Pers.

H.Said Sani dalam sambutannya mengatakan “ Proses untuk menduduki jabatan tertentu tersebut, bukanlah pekerjaan sekali pembahasan selesai, namun bertahap-tahapan pertemuan melalui Baperjakat. “Kemana pun kapal berlabuh di sanalah penumpang bertepi. Riak-riak gelombang yang telah dilewati pun, bermuara pada satu tujuan yakni untuk percepatan pembangunan segala bidang di segala sektor pemerintahan dan masyarakat Berdasarkan pertimbangan bahwa untuk kepentingan dinas, perlu dengan segera mengangkat Pegawai Negeri Sipil yang namanya tersebut pada lajur 2 Lampiran Keputusan ini dengan jabatan sebagaimana tersebut pada lajur 7 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Kami mengingat prosedural Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah dan Qanun Kabupaten Gayo Lues Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Kabupaten Gayo Lues dan Berita Acara Baperjakat dalam rangka Panggilan Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues Nomor: 800/10/2018 tanggal 12 Oktober 2018, ujarnya.

Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani juga mengatakan “ Kegiatan pelantikan dan mutasi jajaran pejabat setiap instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai”.

Setelah pelantikan terdengar isu-isu miring yang mengatakan pelantikan yang dilakukan bermuatan politis, hal itu sangat jauh dari tujuan pelantikan ini. Perlu kami garis-bawahi bahwa masalah politik adalah masalah pilihan. Seperti hitam tetap hitam dan putih tetap putih. Dan abu-abu, terserah pada hadirin sekalian yang menilai, kata H. Said Sani.

Pengembangan karir pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, apalagi untuk kepentingan golongan tertentu melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan umum, sebutnya.

H.Said Sani menambahkan bahwa parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai dilakukan melalui pertimbangan kapasitas, kompentensi, integritas, loyalitas, moralitas, mutasi jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada negara.


Pelantikan ini dilaksanakan pada di akhir tahun ini, dengan harapan pejabat yang baru dilantik betul-betul memulai tugas barunya dengan lembaran baru serta Setiap Pejabat hendaknya mempunyai kemampuan dan kemauan yang kuat untuk senantiasa memiliki wawasan yang luas, data dan informasi yang sahih, serta semangat juang yang tinggi dan selalu siap sedia membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan, imbuhnya.

Saya ingin berpesan kepada Saudara-saudara yang baru dilantik agar terus meningkatkan kapasitas saudara-saudara pada setiap waktu dan kesempatan. Karena itu, para pejabat baru dapat meningkatkan kualitas kinerja dan Saya minta kepada saudara-saudara untuk tidak berlama- lama dalam menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru, jelasnya.

Saya ucapakan selamat kepada saudara saudara sekalian. Mari senantiasa memohon kepada Allah SWT agar selalu sehat, panjang umur, dibimbing, diberi kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai aparatur Pemerintah. Semoga sukses dan kinerja kita dapat bermanfaat bagi masyarakat dan demi masa depan Kabupaten Gayo Lues yang lebih baik lagi, kata Wakil Bupati H. Said Sani.

Pantauan awak media di lapangan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah dan Jabatan Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues selesai Pada pukul 17.45 WIB.

Data Nama – Nama  Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues dilantik dan di Ambil sumpah pada Selasa, (16/10/2018) adalah sebagai berikut :

  1. Said Idris Wintareza, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Camat Blangkejeren.
  2. Suardi, SH, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Camat Blangpegayon.
  3. Supratman, SE, Jabatan Lama Kasi Pemantauan, Pengawasan dan Pembinaan Penanaman Modal pada Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Informasi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Jabatan Baru. Camat Rikit Gaib.
  4. S, Jabatan Lama Camat Rikit Gaib. Jabatan Baru Kabag Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten.
  5. Darmi, SE. Jabatan Lama Inspektur Pembantu Wilayah II. Jabatan Baru Kabag Hukum dan Persidangan pada Sekretariat DPRK.
  6. Khairuddin, S.Sos. Jabatan Lama Pelaksana pada Kantor Camat Blangpegayon. Jabatan Baru Kabag Umum pada Sekretariat DPRK Gayo Lues
  7. Ridwansyah, ST. Jabatan lama Sekretaris pada Dinas Perindustrian. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang.
  8. Restunarti, SE. Jabatan lama Camat Blangkejeren. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Perindustrian.
  9. Usman Ali. MM. Jabatan Lama Kabid Perumahan, Kawasan Permukiman, Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum pada Dinas Perumahan dan Kawasan permukiman. Jabatan baru Sekretaris pada Dinas Perhubungan.
  10. Almuzani, SE.M.Si, Jabatan Lama Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir miskin pada Dinas Sosial. Jabatan Baru Sekretaris pada Inspektorat Kabupaten.
  11. Muhaimini, ST.M.Ec.Dev, Jabatan Lama Kabid Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan. Jabatan Baru Sekretaris pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
  12. Jemilah, S.Ag, Jabatan Lama Kabid Bina Hukum Syariat Islam pada Dinas Syariat Islam. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Syariat Islam.
  13. Abunifah, M.Pd, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Pertanahan.
  14. Muhammad, S.Pd, Jabatan Lama Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan. Jabatan Baru Sekretaris Majelis Pendidikan Daerah.
  15. Kasim, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretaris Majelis Adat Aceh. Jabatan Baru Sekretaris Majelis Adat Aceh.
  16. Ratna Dartini, SE, Jabatan Lama Kasubbag Keuangan dan Aset Sekretariat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Jabatan Baru Sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
  17. Edi Suvriadi, MM, Jabatan Lama Pelaksana pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang. Jabatan Baru Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
  18. Wahidin, S.Pd, Jabatan Lama Kabag Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
  19. Nasrul Abdi, ST, Jabatan Lama Auditor Muda pada Inspektorat Kabupaten Gayo Lues. Jabatan Baru Inspektur Pembantu Wilayah II
  20. Abu Mukmin, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Inspektur Pembantu Wilayah IV
  21. Meutia Khatmi, SSTP.M.Si, Jabatan Lama Camat Blangpegayon. Jabatan Baru Kabid Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
  22. Anis Andayani, SE, Jabatan Lama Kabid Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Jabatan Baru Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
  23. Marlina Dewi, S.Pd, Jabatan Lama Kasi Penguatan Ekonomi Perempuan, Sosial dan politik pada Bidang Pemberdayaan dan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Jabatan Baru Kabid Pemberdayaan dan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
  24. Ismail, M.SP, Jabatan Lama Kasi Pengembangan dan Produksi Perikanan pada Bidang Perikanan Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Gayo Lues. Jabatan Baru Kabid Holtikultura pada Dinas Pertanian.
  25. Munawir, SP, Jabatan Lama Kasi Kesejahteraan Sosial pada Kantor Camat Blangjerango. Jabatan Baru Kabid Prasarana dan Sarana pada Dinas Pertanian.
  26. Ramadan, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Dinas Syariat Islam. Jabatan Baru Kabid Bina Hukum Syariat Islam pada Dinas Syariat Islam.
  27. Riadussalihin, SKM, Jabatan Lama Inspektur Pembantu Wilayah IV. Jabatan Baru Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan.
  28. Azhar, A.Md.EM, Jabatan Lama Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Jabatan Baru Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan.
  29. Muslim, ST, Jabatan Lama Sekretaris pada Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gayo Lues. Jabatan Baru Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
  30. Musa, S.Pd.SD, Jabatan Lama Pelaksana pada Dinas Pendidikan. Jabatan Baru Kabid Kearsipan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
  31. Sri Dewi Wahyuni, SP, Jabatan Lama Kasi Pemasaran dan Promosi Pariwisata. Jabatan Baru Kabid Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata.
  32. Saidy Sasa, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Dinas Pariwisata. Jabatan Baru Kabid Layanan Kepemudaan pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
  33. Khalidin, S.Pd, Jabatan Lama Kabid Layanan Kepemudaan pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Jabatan Baru Kabid Prasarana dan Sarana pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga
  34. Suhadir, ST, Jabatan Lama Kabid Prasarana dan Sarana pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Jabatan Baru Kabid Pembinaan dan Pengembangan pada Dinas Perindustrian.
  35. Feriza Ivandiar, ST, Jabatan Lama Kasubid Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Bidang Perencanaan Pembangunan Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Jabatan Baru Kabid Perencanaan Pembangunan Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
  36. Karta Surya, S.Hut.MP, Jabatan Lama Kasubbag Bagian Evaluasi dan Pengendalian pada Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Kabid Penelitian dan Pengembangan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
  37. Zulkarnain, S.Pd, Jabatan Lama Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dasar pada Dinas Pendidikan. Jabatan Baru Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan.
  38. Said Muhammad, SE, Jabatan Lama Sekretaris Camat Tripe Jaya. Jabatan Baru Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial.
  39. Malik, ST, Jabatan Lama Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar pada Bidang Kelembagaan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan. Jabatan Baru Kabid Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, Prasarana , Sarana dan Utilitas Umum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
  40. Rabusin, SE.M.AP, Jabatan Lama Pelaksana pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jabatan Baru Kabid Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan.
  41. Muhammad Fikar, S.IP,M.IP, Jabatan lama Kasi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Adat dan Sosial Budaya pada BIdang Bina Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Mukim dan Kampung Dinas Pemberdayaan Masyarakat kampung. Jabatan Baru Kabid Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM.
  42. Dzulkifli Wijaya, SH.M.Ec.Dev, Jabatan Lama Kabid Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM. Jabatan Baru Kabid Pengadaan dan Pengurusan Hak Atas Tanah.
  43. Abdul Hakim, MP, Jabatan Lama Kasi Pengolahan dan Penanganan Pasca Panen pada Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian. Jabatan Baru Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Pangan dan Perikanan.
  44. Arwinsyah, SH, Jabatan Lama Kabid Pengadaan dan Pengurusan Hak Atas Tanah. Jabatan Baru Kabid Persandian pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian.
  45. Sahali, S.Pd, Jabatan Lama Guru Madya. Jabatan Baru Sekretaris Camat Tripe Jaya.
  46. Sukran, SE, Jabatan Lama Sekretaris pada Kantor Camat Jabatan Baru Sekretaris Camat Terangun.
  47. Radli Erwansyah, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Kantor Camat Pining. Jabatan Baru Sekretaris Camat Blangpegayon.

Pelantikan ini untuk peyegaran dan peningkatan kinerja serta dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.  (ABDIANSYAH)




Asisten III Aceh Timur Buka PKU Muda Aceh

IDI, Baranewsaceh.co –  Bertempat di aula serba guna Kantor MPU Aceh Timur pada Selasa 16/10/18 telah berlangsung acara pembukaan Pelatihan kader Ulama (PKU) Aceh yang kedua di Kabupaten Aceh Timur yang dibuka langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur, M. Amin, SH, MH yang diikuti sebanyak 48 santri muda yang berasal dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Timur.

Pelatihan Kader Ulama ini sudah dilaksanakan sebanyak dua kali oleh MPU Provinsi Aceh di Aceh Timur yang bersumber dana dari Dana otonomi khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018.

Adapun maksud dari tujuan dilaksanaknya acara ini adalah untuk menciptakan generasi yang memiliki daya serap, kopetensi keilmuan dan wawasan keulamaan bagi para generasi muda yang tergabung dalam Pelatihan kader Ulama Muda dengan harapan dapat melahirkan ulama-ulama muda yang memiliki kopetensi ilmu agama yang mendalam, wawasan keislaman yang luas serta memiliki integritas, sehingga nantinya mereka-mereka ini benar-benar menjadi kader ulama muda yang berani menegakkan yang benar serta mencegah yang bathil sekaligus mereka ini akan mengantikan atau regenarasi dari Ulama-Ulama aceh di masa yang akan datang.

M. Amin SH, MH dalam sambutannya mengatakan, dewasa ini dalam kehidupan kita umat Islam telah timbul hal-hal negative yang dapat memecah belah para umat muslim di tanah air, hal tersebut ditandai dengan bermunculnya berbagai ragam tentang ajaran agama Islam yang campur baur yang tidak mengikuti ajaran yang hakiki yang diajarkan oleh Rasulullah S.A.W. salah satu contohnya adalah islam Nusantara yang mencampur baurkan ajaran Islam dengan keyakinan diri atau kebiasaan adat dan istiadad masing-masing daerah yang cenderung menjadi syirik atau lain sebagainya dan sekaligus bisa memecah belah umat Islam yang ada di Indonesia dan hal inilah yang diinginkan oleh mereka-mereka yang anti dengan Islam yang ingin memecah belah umat Islam di tanah air. Oleh sebab itu dirinya atas nama pribadi dan Pemerintah daerah sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setingi-tingginya kepada MPU Aceh atas dilaksanakannya Pelatihan Kader Ulama (PKU) muda di Aceh Timur.

Acara Pelatihan kader Ulama ini dijadwalkan akan berlangsung selama 12 hari dengan pemateri yang terdiri dari para ulama senior Aceh Timur dan Aceh. (Nurdin) 

 




Acara Penutupan MTQ XXX Darul Aman, Meriah

IDI CUT, Baranewsaceh.co – Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, SH, melalui Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Timur, Rusydi, S.Pd, menutup secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXX Tingkat Kecamatan Darul Aman Tahun 2018, Minggu (15/10) malam.

Rusydi dalam sambutannya sangat mengapresiasi pihak muspika bersama panitia pelaksana setempat yang telah menyelenggarakan MTQ secara sukses, bahkan mampu menyedot ribuan pengunjung selama empat hari bertarut-turut.

“Melihat kekompakan Darul Aman yang sangat luar biasa dalam menyelenggarakan perlombaan MTQ, maka kami menilai wajar jika Darul Aman meminta sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Timur Tahun 2018,” kata Rusydi.

Antusias peserta melalui pimpinan kafilah tiap-tiap kemukiman dalam memenuhi kouta juga sangat tinggi, sehingga penampilan peserta yang dipusatkan di Arena Utama Anjungan Pekan Idi Cut bertambah dari tiga hari menjadi empat hari.

“Bukan hanya Tilawah Tingkat Ibtaiyah, Tsnawiyah dan Aliyah, tapi Cabang Hifzil Qur’an 1 Juz dan 5 Juz serta Cabang Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an, juga ikut diperlombakan. Ini luar biasa dan patut dicontohi,” timpa Rusydi disahuti tepuk tangan pengunjung.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, lanjut Rusydi, menganggap perlombaan MTQ yang sudah menjadi agenda rutin di Darul Aman itu bukan sekedar seremonial dan ajang seleksi, tetapi pihak muspika bersama kepala desa telah mewujudkan generasi islam di kecamatan itu menjadi insan qur’ani.

Sementara Camat Darul Aman T. Muyazir, S.STP, didampingi Ketua Panitia MTQ Darul Aman, Mauzir, SH, berterimakasih kepada seluruh masyarakat dan panitia serta dewan hakim atas dukungan dan partisipasi dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut sejak 12 hingga 15 Oktober.

“MTQ ini juga menjadi momentum silaturrahmi diantara para kafilah dari 45 desa dalam enam kemukiman di Darul Aman. Meskipun ajang perlombaan, tapi para peserta saling berbagi rasa satu sama lain dalam menyukseskan MTQ di Darul Aman,” kata T. Muyazir.

Enam kafilah yang mengikuti yakni Kafilah Pulo Baro, Pulo Blang, Pulo Pineung, Caleu, Rambong dan Kafilah Kuta. Berdasarkan hasil perolehan nilai terbaik pertama, kedua dan ketika, Kafilah Pulo Blang mampu meraih Juara Umum MTQ XXX Darul Aman Tahun 2018. (Nurdin) .




KIP Aceh Tenggara adakan Sosialisasi Pileg dan Pilpres

Poto Net

Kutacane, Baranewsaceh.co – Komisi Independen pemilihan(KIP) Aceh Tenggara adakan sosialisasi pemilihan legislatif(Pileg) dan pemilihan presiden(Pilpres) melalui spanduk yang dibentangkan di Kantor-kantor Camat, Warung-warung, dan Rumah penduduk.

KIP Aceh Tenggara mensyaratkan metode dan masa kampanye, dengan pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, pembayaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye, media sosial; iklan media cetak,media elektronik, dan media dalam jaringan; rapat umum, debat pasangan calon presiden dan wakil presiden,dan kegiatan lainnya yang tidak melanggar.

Alat praktek kampanye dilarang dipasang di Tempat ibadah termasuk halaman,,Rumah sakit atau Tempat pelayanan, Gedung milik pemerintah, dan Lembaga pendidikan(Gedung dan Sekolah). Pemasangan alat peraga kampanye dengan mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, keindahan, dan keamanan. Selanjutnya, pemasangan alat peraga kampanye di tempat yang merupakan milik perseorangan atau Badan swasta harus disertai ijin secara tertulis dari pemilik lokasi.

Kabupaten Aceh Tenggara dibagi 5 daerah pemilihan(Dapil) yaitu, Dapil I terdiri dari kecamatan Babussalam, kecamatan Lawe Bulan, dan kecamatan Deleng Pokhisen; Dapil II yaitu kecamatan Bambel, Lawe Sumur, dan Bukit Tusam; Dapil III terdiri dari Kecamatan Semadam dan Kecamatan Lawe Sigala-gala; Dapil IV yaitu Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, Babul Makmur dan KecamatanLeuser; dan terakhir Dapil V yaitu kecamatan Badar, Darul Hasanah, dan Ketambe.

Pemilihan legislatif yang akan memperebutkan kursi di DPR RI, DPD, DPRD Tk.I(DPRA),DPRD Tk.II(DPRK) dan pemilihan presiden akan dilakukan serentak pada bulan April 2019.(P.Lubis)




Proyek Desa Tahap II Lagi Direalisasikan

poto Ilustrasi

Kutacane, Baranewsaceh.co – Proyek fisik desa dari anggaran dana desa Tahap II yang berjumlah 40 % di Kabupaten Aceh Tenggara(Agara), khususnya di 4 kecamatan yaitu kecamatan Lawe Sigala-gala, kecamatan Babul Makmur, kecamatan Semadam, dan kecamatan Leuser lagi direalisasikan.

Pantauan Jurnalis Baranews.Aceh di lapangan, bahwa proyek fisik desa berupa pembangunan jalan Rabat beton, rehab Kamar mandi, Saluran pembuangan air limbah(SPAL), pemipaan air minum, pembangunan Gedung Serbaguna, Jembatan desa, Jamban, pengerasan jalan, dll.

Disamping proyek fisik, dana desa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dengan menambah modal usaha untuk Badan usaha milik desa(BUMDes/BUMKute). Sekalipun Di Aceh Tenggara sekarang musim hujan yang berpengaruh pada kelangsungan pekerjaan proyek fisik, tetapi kepala-kepala desa dan pelaksana kegiatan (PK) desa tetap semangat dan optimis melakukannya.(P.Lubis)




Desa Lawe Desky Tongah adakan Posyandu dan Senam Lansia

Poto Ilustrasi

Kutacane, Baranewsaceh.co – Desa(Kute) Lawe Desky Tongah Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara, lakukan Posyandu dan senam bagi warga lanjut usia(Lansia), pada hari Selasa(16/10) pukul 10.00 Wib. Pantauan Jurnalis Baranews.Aceh di lapangan, beberapa warga terlihat untuk menghadiri acara Posyandu, dan senam lansia.

Monitor Wartawan media ini, hadir Kepala desa(Pengulu kute) desa Lawe Desky Tongah, A.Nainggolan dan Kepala Puskesmas Gurgur Pardomuan, dr.Indah Tambunan beserta staff Puskesmas.(P.Lubis)




Kemenkes RI Ajak Masyarakat Lakukan Hidup Sehat

Kutacane,Baranewsaceh.co – Kementerian kesehatan (Kemenkes) RI mengajak warga  untuk mendukung Gerakan masyarakat untuk hidup sehat(Germas). Hal tersebut terlihat di spanduk yang dipampangkan di Kantor Camat Lawe Sigala-gala pada hari Senin(15/10).

Dalam spanduk tertulis ayo kita dukung Germas, untuk lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari,makan buah dan sayur setiap hari, periksa kesehatan secara rutin, peningkatan kualitas lingkungan, tidak merokok, menggunakan jamban sehat,dan tidak mengkonsumsi alkohol.

Gerakan masyarakat hidup sehat itu, didukung oleh Bupati Aceh Tenggara, Drs.Raidin Pinim,M.AP dan wakil Bupati, Bukhari, serta Camat Lawe Sigala-gala, Ramadhani,S.STP,MM.( P.Lubis)




Ketua BRA Pusat Koordinasi Dengan Tapol Napol Dan Kombatan GAM di Pidie Jaya


MEUREUDU, BARANEWSACEH.CO – Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) pusat M. Yunus melakukan pertemuan dan Koordinasi dengan mantan kombatan GAM, Tapol-Napol dan korban konflik di kabupaten Pidie Jaya, selasa (16-10- 2018).

Pertemuan itu berkelanjutan seperti pertemuan di Aceh Utara dan kota Lhokseumawe, ” kata M. Yunus.

Didampingi sekretasis Murni, SE.MM, M. Yunus mengatakan, pertemuan ini adalah untuk membahas koordinasi lahan buat kombatan GAM, Tapol-Napol dan Korban Konflik sebagaimana yang tertera dalam Perjanjian Mou Helsinky, ” tuturnya.

Lebih lanjut, Jelas M. Yunus, BRA pusat menegaskan bahwa yang dibutuhkan sekarang adalah data yang valid, karena sudah 13 (tiga belas) tahun pasca damai Aceh kita belum memiliki data yang valid. Bila datanya tidak jelas, kita pun susah untuk melobi anggaran ke pihak-pihak lain, dan kita akan berusaha melobi dana DOKA untuk kejelasan anggaran BRA nantinya, ” ujarnya.

Semantara itu, Murni SE, MM selaku Sekretaris BRA pada kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa, BRA menginginkan lahan-lahan yang dilengkapi dengan sertifikasi yang jelas, supaya apa yang kita programkan kedepan harus tepat sasaran, ” terangnya.

Setelah itu Murni, membuka sesi tanya jawab sehingga kita tahu apa sebenarnya permasalahan yang ada di lapangan dan pembahasan ini saling terbuka, karena mengenai perihal hak tanah untuk mantan kombatan GAM, Tapol-Napol dan korban konflik tertuang dalam perjanjian MOU Helsinky poin 3. 2. 5, ” pungkasnya.

Disamping itu, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas membenarkan jika kendala yang di alami BRA sekarang adalah menyangkut dengan data, tetapi saya siap mendukung BRA dalam program data yang falid, ” ungkap Aiyub.

Selain itu, Aiyub meminta ketua BRA supaya menjadikan Pidie Jaya sebagai percontohan perealisasian lahan buat kombatan GAM, Tapol-Napol dan korban Konflik, ” harapnya.

Aiyub juga meminta para Geusyik (kepada Desa) yang ada di Pidie Jaya untuk ikut membantu BRA dalam mengumpulkan data yang valid, ” tutupnya.

Acara tersebut dihadiri lebih kurang 200 orang mantan kombatan GAM, Tapol-Napol dan korban konflik yang ada kabupaten Pidie Jaya.(Adam)




Mudzakarah Keagamaan Terkait Praktek Rentenir dan Riba

 

Bener Meriah, Baranewsaceh.co – Upaya untuk menerapkan Koperasi Yang bebas riba dan rentenir, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) menggelar Mudzakarah keagamaan yang berlangsung selama 2 (dua) hari, dari 16 – 17 Oktober 2018. Sementara tempat pelaksanaan mudzakarah berlangsung di aula MPU Bener Meriah.

Pelaksanaan mudzakarah di ikuti sepuluh kecamatan yang di bagi kedalam dua season. Hari pertama meliputi Kecamatan Timang Gajah, Gajah Putih, Pintu Rime Gayo, Weh Pesam dan Kecamatan Bukit. Sementara untuk hari ke dua meliputi. Kecamatan Bandar, Permata, Bener Kelipah, Mesidah dan Kecamatan Syiah Utama.

Peserta terdiri dari tokoh agama, Imam Kampung, dan sejumlah tokoh Masyarakat. Sementara Nara sumber terdiri dari Tgk.Almuzani, Tgk Pakamuddin. S.Sy dan dari dinas koperasi dan usaha kecil menengah.

Seusai memberikan materi Tgk.Al Muzani ketua KPU Bener Meriah kepada Baranewsaceh.co menjelaskan. Kegiatan ini baru tahun ini dilaksanakan, dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait adanya praktek praktek riba dan rentenir.

Tgk Al Muzani juga menyarankan dalam berbisnis dan berusaha hendaknya menyesuaikan dengan tuntunan fikih Islam. Terutama sekali dengan beragamnya jenis koperasi. Serta maraknya simpan pinjam yang di bumbui praktek praktek riba. Intinya dari “Jangan berpakaian dengan pakaian riba” tegas Tgk. Al Muzani.(DN)




Dialog Audiensi Pemkab Gayo Lues, Dandim 0113/GL Dukung Visi Misi


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Dalam rangka untuk mengetahui masalah dan keluhan masyarakat untuk meningkatkan pencapaian pembangunan di Kabupaten Gayo Lues, Humas Setdakab Gayo Lues menyelenggarakan  kegiatan Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Pimpinan/Anggota Organisasi Sosial dan Masyarakat Se Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2018 di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Blangkejeren – Kutacane Kecamatan  Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa (16/10/2018).

Pada kesempatan itu Dandim 0113/GL Letkol Inf M Faisal Nasution, SIP turut menghadiri acara tersebut  dan mengatakan dalam sabutannya “  Tugas TNI dalam UU salah satunya adalah perbantuan ke pemda untuk mendukung/suport visi misi.

Salah satu yang telah dilaksanakan TNI khususnya Kodim 0113/GL yaitu dengan gerakan manunggal subuh, Berantas judi dan narkoba dan program TMMD.   Untuk mendukung mengatasi kemiskinan dan masalah kesehatan TNI melaksanakan program jambanisasi dengan target satu tahun 430 jamban, ujarnya.

Apabila program ini diklopkan antara program TNI dengan program pemda akan dapat mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan drajat kesehatan, sebut Dandim.

TNI juga melaksanakan Program swasembada pangan dengan pendampingan babinsa kepada kelompok tani yang ada di desa desa.  Program TNI untuk menanamkan rasa nasionalisme dengan menjadi irup dalam pelaksanaan upacara di sekolah sekolah, kata Letkol Inf M Faisal Nasution SIP.

Dalam pengerahan pengamanan pemilu TNI sifatnya BKO ke Polres baik secara terbuka atau tertutup dan untuk pengerahan personil TNI adalah 2/3 dari personil Polisi,  Kerja sama TNI/ Polri dan masyarakat harus terus berlanjut siapapun yg menjabat nantinya, jelas Letkol Inf M Faisal Nasution SIP. (ABDIANSYAH)




H. Said Sani Hadiri Dialog/Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues Dengan Tokoh Masyarakat


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani menghadiri kegiatan Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Pimpinan/Anggota Organisasi Sosil dan Masyarakat Se Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2018 di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Blangkejeren – Kutacane Kecamatan  Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa, (16/10/2018).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Humas Setdakab Gayo Lues dan  dihadiri oleh  Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, Sekretaris Daerah Kabupaten  Gayo Lues H.Thalib, S.Sos, MAP, Forkopimda Kabupaten Gayo Lues dan  Para tokoh Masyarakat Kabupaten  Gayo Lues.

Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani mengatakan “ Pemanfaatan dan penggunaan dana desa agar di manfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan karena menurut statistik Gayo Lues merupakan Kabupaten termiskin di Aceh dan Aceh Provinsi termiskin di Indonesia maka dapat diartikan Gayo Lues adalah daerah termiskin di Indonesia.

Masyarakat Gayo Lues masih terjerat dengan masalah masalah ekonomi seperti praktek ijon dan koprasi yang meminjamkan uang dan tiap hari ada penagihan ke masyarakat, ujarnya.

Dia berharap pemanfatan dana desa tepat sasaran dan kelola pariwisata di kampung agar dapat mengatasi kesulitan kehidupan masyarakat dan dapat mengentaskan kemiskinan.

Sisihkan masalah persaingan politik dalam pilkada kemarin dan saatnya kita sekarang bersatu untuk membangun Gayo Lues.  Kami tidak  bisa berbuat maksimal tanpa peranserta para tokoh masyarakat dan cerdik pandai di Gayo Lues, sebutnya.

Bagi kita sekarang ini tidak ada konsep lain untuk membangun Gayo Lues selain dengan persatuan dan kesatuan. Kita harus mempunyai data yang akurat sehingga pelaksanaan pembangunan tidak mengambang jelas H. Said Sani. (ABDIANSYAH)




Bupati Gayo Lues Buka Dialog/Audiensi FORKOPIMDA Dengan Tokoh Masyarakat


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru Membuka  kegiatan Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Pimpinan/Anggota Organisasi Sosil dan Masyarakat Se Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2018 di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Blangkejeren – Kutacane Kecamatan  Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues. Selasa, (16/10/2018)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh  Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani, Sekretaris Daerah Kabupaten  Gayo Lues H.Thalib, SSos, MAP, Forkopimda Kabupaten Gayo Lues dan  Para tokoh Masyarakat Kabupaten  Gayo Lues.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui masalah dan keluhan masyarakat untuk meningkatkan pencapaian pembangunan di Kabupaten  Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru dalam sambutanya mengatakan “  Dalam kegiatan ini nanti secara bergilir kami akan memberi penjelasan tentang bidang bidang Forkopimda yang ada kemudian menerima dan mendengar masukan dari para peserta dialog/audiensi.

Kami berada di puncak pimpinan sudah 1 tahun 13 hari, dilihat dari masa kerja msh sangat singkat bila dilihat secara kinerja kami telah menyusun strategi pembangunan yang akan dilaksanakan kedepan, ujarnya.

Dia mengatakan “ Kami masih belum sempurna dan pasti ada keluhan masyarakat tentang harapan yang tidak sesuai dng kenyataan dan ada masyarakat yg membandingkan masa kepemimpinan yg dulu dng yang sekarang”.

Hal itu wajar karena memang aturan dan regulasi dari waktu ke waktu juga berubah dan pasti akan berpengaruh terhadap masalah pembangunan, sebut H. Muhammad Amru.

Muhammad Amru juga mengatakan “ Dalam penunjukan pejabat dalam posisi tertentu akan kami percayakan kepada orang yang dapat melaksanakan visi misi yang telah diprogramkan sedangkan untuk eselon 2 sesuai peraturan harus diadakan pelelangan.

Adanya perubahan regulasi mengenai  DOKA yang ditarik ke provinsi sehingga setengah dari dana tidak terealisasi yang disebabkan tidak ada koordinasi yang intens dengan Pemkab tentang siapa pemenang tender dan apa yang akan di laksanakan serta proyek yang tidak dilaksanakan dengan baik sehingga banyak program tidak terealisasi, kata Bupati.

Kita harus laksanakan tugas dengan tidak melanggar hukum karena banyak kejadian adanya OTT kita budayakan hidup sederhana agar tidak ada tindakan/praktek yang melanggar hukum masalah anggaran, kami terbuka untuk terima masukan dari masyarakat dan juga dari rekan TNI/Polri untuk tercapainya visi misi yang telah diprogramkan, jelas H. Muhammad Amru. (ABDIANSYAH)




Wakil Bupati Gayo Lues Lantik 49 Pejabat Eselon III


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani  melantik dan mengambil Sumpah dan Jabatan Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues yang bertempat di Aula Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Jendral Sudirman Kecamatan Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa, (16/10/2016).

Baca : Dikabarkan-sore ini diadakan pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab-Gayo-Lues

Pejabat yang dilantik adalah pejabat Eselon III di linkungan Pemkab Gayo Lues sebanyak 49 Pejabat Administrator bertujuan untuk peyegaran dan peningkatan kinerja serta dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Bupati Gayo Lues Hardansyah, S.Pd, MAP, Asisten III Bupati Gayo Lues Ir. Bambang Waluyo, Staf Ahli Bupati Gayo Lues M Jamin, S.Pd, Para Kepala Dinas Pemda Kabupaten  Gayo Lues, Para Camat se- Kabupaten  Gayo Lues dan Insan Pers.

Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani dalam sambutannya mengucapkan  Terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir pada acara “Pengambilan Sumpah Pelantikan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural Oganisasi Pemerintah Darah”.

H. Said Sani mengatakan “ Pada kesempatan ini, saya membuat kiasan untuk menggambarkan betapa rumit dan alot untuk menentukan, memilih dan memutuskan siapa saja yang layak untuk menduduki jabatan sebagai amanah kami. Karena tanpa memberi titip amanah, sama halnya kami memilih kucing dalam karung.

Proses untuk menduduki jabatan tertentu tersebut, bukanlah pekerjaan sekali pembahasan selesai, namun bertahap-tahapan pertemuan melalui Baperjakat.  “Kemana pun kapal berlabuh di sanalah penumpang bertepi. Riak-riak gelombang yang telah dilewati pun, bermuara pada satu tujuan. Yakni untuk percepatan pembangunan segala bidang di segala sektor pemerintahan dan masyarakat, ujarnya.

Dia mengatakan Berdasarkan pertimbangan bahwa untuk kepentingan dinas, perlu dengan segera mengangkat Pegawai Negeri Sipil yang namanya tersebut pada lajur 2 Lampiran Keputusan ini dengan jabatan sebagaimana tersebut pada lajur 7 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Oleh karena itu, kami mengingat prosedural Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah dan Qanun Kabupaten Gayo Lues Nomor  6 Tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat , sebutnya.

Said Sani menambahkan Kabupaten Gayo Lues dan Berita Acara Baperjakat dalam rangka Panggilan Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues Nomor : 800/10/2018 tanggal 12 Oktober 2018. Atas dasar menimbang, mengingat dan memutuskan untuk mengangkat Pengawai Negeri Sipil yang namanya tersebut sebagaimana terlampir.

Kegiatan pelantikan dan mutasi jajaran pejabat setiap instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai.  Namun, sering sekali setelah pelantikan terdengar isu-isu miring yang mengatakan pelantikan yang dilakukan bermuatan politis, hal itu sangat jauh dari tujuan pelantikan ini, sebu H. Said Sani.

Perlu kami garis-bawahi bahwa masalah politik adalah masalah pilihan. Seperti hitam tetap hitam dan putih tetap putih. Dan abu-abu, terserah pada hadirin sekalian yang menilai.  Inilah bagian dari upaya peyegaran dan peningkatan kinerja, pelantikan ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu, sebutnya.

Selain itu disampaikan Wakil Bupati Pengembangan karir pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, apalagi untuk kepentingan golongan tertentu melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan umum.

Parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai dilakukan melalui pertimbangan kapasitas, kompentensi, integritas, loyalitas, moralitas, mutasi jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada negara.   Pelantikan ini dilaksanakan pada di akhir tahun ini, dengan harapan pejabat yang baru dilantik betul-betul memulai tugas barunya dengan lembaran baru.

Setiap Pejabat hendaknya mempunyai kemampuan dan kemauan yang kuat untuk senantiasa memiliki wawasan yang luas, data dan informasi yang sahih, serta semangat juang yang tinggi dan selalu siap sedia membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan, ujarnya.

Dalam kesempatan ini pula saya ingin berpesan kepada Saudara-saudara yang baru dilantik agar terus meningkatkan kapasitas saudara-saudara pada setiap waktu dan kesempatan.  Karena itu, para pejabat baru dapat meningkatkan kualitas kinerja. Saya minta kepada saudara-saudara untuk tidak berlama-lama dalam menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru. Sesuai dengan tuntutan organisasi, maka saudara-saudara harus cepat memahami dan melaksanakan tugas sesuai dengan tantangan yang dihadapi. Pentingnya, Saudara-Sauadara ketahui, setelah Saudara-saudara dilantik kami akan selalu memantau kinerja dan tindakan-tindakan saudara dalam menjalankan tugas,  Untuk itu laksanakanlah tugas dengan baik serta jangan lupakan fakta integritas yang Saudara-saudara tandatangani, karena pakta integritas tersebut dibuat bukan sekedar bahan pelengkap dalam acara pelantikan tetapi adalah untuk menyatakan kesanggupan Saudara-saudara dalam hal penegakan disiplin, tegas H. Said Sani.

Inilah beberapa arahan yang dapat saya sampaikan kepada saudara-saudara, dengan maksud agar dapat digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan beberapa harapan :

Senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.  Menjaga netralitas PNS sebagai aparatur dengan maksud menjamin terselenggaranya tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik.  Bersifat sensitif dan responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru yang timbul baik di dalam maupun di luar organisasi. Mempunyai jiwa semangat untuk mewujudkan good governance dan menghindari terjadinya proses KKN dalam melaksanakan program kerja dan kegiatan.  Mempunyai wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi.  Mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai sumber dan memanfaatkan sumber daya secara optimal sehingga dapat menghasilkan produktivitas kerja secara maksimal, jelas H.Said Sani.

Mengakhiri sambutannya H. Said Sani mengucapakan selamat dan memohon kepada Allah SWT agar  selalu sehat, panjang umur, dibimbing, diberi kekuatan  dan kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai aparatur Pemerintah.  Dia berharap semoga sukses dan kinerja kita dapat bermanfaat bagi masyarakat dan demi masa depan Kabupaten Gayo Lues yang lebih baik lagi.  (ABDIANSYAH)




Firmansyah Klarifikasi Tentang Pegawai Verifikator CPNS 2018 Di BKPSDM Bireuen

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Terkait pemberitaan yang terbit pada minggu (14/18) di media elektronik (Online) Baranewsaceh.co, Firmansyah, S.H. mengklarifikasi permohonan maafnya atas kekeliruan dan salah faham terhadap saudari Irma, salah satu Verifikator CPNS 2018 dan Instansi Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bireuen, Selasa (17-10-2018).

Firman menyatakan, saya momohon maaf sebesar-besarnya terhadap saudari Irma dan Instasi BKPSDM kabupaten Bireuen menyangkut dengan kekeliruan yang telah terbit tempo hari di media elektronik, ” ujarnya.

Disamping itu, antara Firman dan Irma juga telah bertemu dan telah duduk bersama untuk meng-klarifikasi atas kekeliruan tersebut. Dan keduanya juga telah sepakat untuk saling memaafkan atas kekeliruan dan kesalahpahaman tersebut.

Pertemuan itu disaksikan oleh Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi, di BKPSDM Kabupaten Bireuen, Fazakkir S.sos, dan keduanya telah berjanji dan sepakat untuk tidak saling tuntut-menuntut dikemudian hari tentang hal tersebut.(Adam)




Dikabarkan Sore Ini Diadakan Pelantikan Pejabat di Lingkungan Pemkab Gayo Lues

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, dikabarkan sore ini bakal melantik sejumlah pejabat eselon III di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues, Selasa (16/10/2018). Pelantikan sejumlah pejabat eselon III itu direncanakan berlangsung pukul 16.00 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber dalam kalangan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, pelantikan itu untuk menindaklanjuti surat Bupati Gayo Lues Nomor 821/1006/2018 Tanggal 15 Oktober 2018 tentang pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Struktural di lingkungan Pemerintah Gayo Lues.

Pelantikan sejumlah eselon III dalam Satuan Kerja Perangkat Kabupaten Gayo Lues (SKPK) dipastikan usai shalat ashar.

Sebelumnya, Bupati Gayo Lues telah melakukan lelang jabatan untuk merekrut calon pejabat terbaik untuk diangkat menjadi pejabat dalam jajaran Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. (Abdiansyah)




KUA – PPAS APBK Perubahan Tahun Anggaran 2018 di Setujui

 

Bener Meriah, Baranewsaceh.co – Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah yang membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Perioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBK Perubahan Tahun Anggaran 2018 yang digelar di Gedung DPRK Bener Meriah menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Perioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBK Perubahan Tahun Anggaran 2018 Kabupaten Bener Meriah, Senin (15/10/2018).

Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi pada saat menyampaikan pidato penutupan sidang dimaksud mengapresiasi pelaksanaan sidang yang telah menyita tenaga dan pikiran Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRK Bener Meriah, baik yang disampaikan pada laporan pansus dewan maupun yang disampaikan pada saat pemandangan umum para anggota DPRK Bener Meriah dalam rapat pembahasan maupun saat berjalannya sidang paripurna yang telah banyak memberikan masukan dan saran serta pemikiran bagi pihaknya dalam penyusunan RKA nantinya juga peningkatan kinerja pada setiap SKPK serta menjadi bahan masukan dalam melakukan berbagai perbaikan.

Lebih jauh Abuya Sarkawi menjelaskan bahwa sesungguhnya masih banyak aspirasi dan kebutuhan masyarkat yang belum tertampung dalam APBK Perubahan 2018 tersebut, mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, baik yang bersumber dari pendapatan aseli daerah, dana perimbangan dan sumber penerimaan derah lainnya, sehingga akan diprogramkan pada anggaran yang tersedia pada tahun berikutnya.

Pada kesempatan itu juga Beliau mengajak seluruh anggota DPRK setempat untuk dapat bersama-sama berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah melalui berbagai upaya baik intensifikasi maupun ekstensifikasi penerimaan dengan mencari sumber-sumber penerimaan baru sesuai dengan potensi daerah dengan tetap memperhatikan aspek keadilan dan kepatutan serta kewajaran. (DN)




Hadir Pembukaan TMMD 103, Danrem dan Plt Bupati BM di Sambut Tari Guel

 

Redelong, Baranewsaceh.co – Menghadiri pembukaan TNI Manungal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto dan Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi di peuseujuk dan disambut Tari guel oleh pelajar setempat, di Lapangan Bola Kampung Blang Jorong, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Senin (15/10).

Tari guel merupakan dari gabungan seni sastra, musik dan seni tari salah satu khas budaya Gayo, khususnya di daerah dataran tinggi gayo Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Provinsi Aceh. Tari ini sering digunakan sebagai menyambut tamu kehormatan maupun acara kebesaran di daerah Gayo.

Upacara pembukaan TMMD ke-103 Tahun 2018, yang bertemakan “TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju, Sejahtera dan Demokratis” secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, di Lapangan Bola Kampung Blang Jorong, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto mengatakan, Kegiatan TMMD ke-103 tahun 2018, akan dilaksanakan selama 30 hari terhitung mulai Tanggal 15 Oktober sampai dengan 13 November di 3 (Tiga) Wilayah terpisah, yaitu di Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, dan di Desa Mendale Kecamatan Kebayakan, serta di Desa Telege Sari Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.

Selain itu, pelaksanaan TMMD ke-103 di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah Wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah jajaran Korem 011/Lilawangsa meliputi Dua sasaran yaitu sasaran Fisik seperti pembukaan jalan sepanjang 5.500 X 6 meter, pembuatan jembatan sebanyak 3 titik, pemasangan Gorong-gorong sebanyak 2 titik, penataan tanggul sepanjang 135 M, normalisasi tebing sungai sepanjang 2.390 meter, perehapan rumah tidak layak huni 1 unit.

Sedangkan sasaran dan Non fisik Diantaranya, melaksanakan kegiatan pengobatan massal, penyuluhan kesehatan, hukum, Wasbang, Pertanian dan Narkoba kepada warga masyarakat, Pungkas Danrem.

Acara pembukaan TMMD 103, turut dihadiri antara lain, Kapolres BM AKBP Fahmi Irwan Ramli, SH, SIK, Kapolres Ateng AKBP Hairajadi, SH, Danyonif 114/SM Letkol Inf Mulyadi, ST, Kajari BM Rahmat Azhar, SH,MH, Sekda Kab. BM Drs. Ismarisiska, MM, Ketua MPU Kab. BM Tgk. Almujani, Wakil Ketua II DPRK BM Andi Sastra, serta ratusan personel TNI/Polri jajaran Korem 011/LW, sejumlah Intansi dari Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah, serta ratusan Pramuka, Pelajar dan Masyarakat yang antusias hadir mengikuti acara tersebut. (Red)




Jembatan Paya Kolak Kecamatan Celala Sudah Bisa di Lalui

 

Aceh Tengah, Baranewsaceh.co – Ruas Jalan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Nagan Raya, sempat terputus akibat amblasnya jembatan kampung Paya Kolak kecamatan Celala Kabupaten Aceh Tengah.

Pagi ini Selasa.(16/10) sekitar pukul 09.00 wib. Jembatan yang terputus, akhirnya sudah bisa di lalui kembali oleh kenderaan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat). Setelah pemuda Kampung Paya Kolak di bantu Babinsa setempat melakukan penimbunan secara swadaya.

Fery (20) sumber Baranewsaceh di lokasi kejadian menjelaskan. Akibat terputusnya jembatan Paya Kolak hubungan Takengon – Nagan Raya, tadi malam sempat lumpuh beberapa jam, dan terlihat sejumlah kenderaan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat) terlihat antri dan tidak bisa melewati jembatan tersebut.

Menanggapi persoalan tersebut Fery (20) yang merupakan salah seorang tokoh masyarakat silih Nara, menghimbau pihak BNPD untuk segera turun tangan, agar hubungan Takengon – Nagan Raya lancar seperti semula. Pintanya.(DN)




Usai Pembukaan, Danrem dan Plt Bupati Bener Meriah Meninjau Lokasi TMMD 103


Redelong, Baranewsaceh.co  – Usai acara pembukaan TNI Manungal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018, Kodim 0106/Aceh Tengah jajaran Korem 011/Lilawangsa, di Wilayah Kabupaten Bener Meriah, Senin (15/10).

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto didampingi Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi Dandim 0106/AT-BM Letkol Inf Hendry Widodo beserta pejabat lainnya meninjau langsung ke lokasi pelaksanaan TMMD.

Sebelumnya pelaksanaan upacara pembukaan TMMD ke-103 Tahun 2018, yang bertemakan “TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju, Sejahtera dan Demokratis” secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, di Lapangan Bola Kampung Blang Jorong, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah.

Kegiatan TMMD ke-103 tahun 2018, akan dilaksanakan selama 30 hari terhitung mulai Tanggal 15 Oktober sampai dengan 13 November di 3 (Tiga) Wilayah terpisah, yaitu di Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, dan di Desa Mendale Kecamatan Kebayakan, serta di Desa Telege Sari Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.

Pelaksanaan TMMD ke-103 di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah Wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah jajaran Korem 011/Lilawangsa meliputi Dua sasaran yaitu sasaran Fisik seperti pembukaan jalan sepanjang 5.500 X 6 meter, pembuatan jembatan sebanyak 3 titik, pemasangan Gorong-gorong sebanyak 2 titik, penataan tanggul sepanjang 135 M, normalisasi tebing sungai sepanjang 2.390 meter, perehapan rumah tidak layak huni 1 unit.

Sedangkan sasaran dan Non fisik Diantaranya, melaksanakan kegiatan pengobatan massal, penyuluhan kesehatan, hukum, Wasbang, Pertanian dan Narkoba kepada warga masyarakat.

Upacara pembukaan TMMD ke-103, turut dihadiri antara lain, Danrem 011/LW Kolonel Inf Purmanto, Kapolres BM AKBP Fahmi Irwan Ramli, SH, SIK, Kapolres Ateng AKBP Hairajadi, SH, Danyonif 114/SM Letkol Inf Mulyadi, ST, Kajari BM Rahmat Azhar, SH,MH, Sekda Kab. BM Drs. Ismarisiska, MM, Ketua MPU Kab. BM Tgk. Almujani, Wakil Ketua II DPRK BM Andi Sastra, serta ratusan personel TNI Kodim 0106/Ateng, Yonif Raider 113/JS, Yonif 114/SM, Yonzipur-16, Polres BM, Brimob, Sat-Pol PP, Senkom Mitra Polri, Dinas Kehutanan, Damkar, FKPPI, Pemda BM, Pramuka, Pelajar serta Masyarakat yang hadir.(Laung/Dani)




TNI Manunggal Membangun Desa 103 Bener Meriah

Redelong, Baranewsaceh.co – TNI Manungal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018, Kodim 0106/Aceh Tengah jajaran Korem 011/Lilawangsa, dengan tema “TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju, Sejahtera dan Demokratis” di Wilayah Kabupaten Bener Meriah secara resmi dibuka.

Acara tersebut ditandai dengan Upacara pembukaan oleh Inspektur Upacara (Irup) Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, selaku Komandan Upacara Danramil 12/Permata Kapten Inf Arianto, di Lapangan Bola Kampung Blang Jorong, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Senin (15/10).

Upacara pembukaan TMMD ke-103 tahun 2018, turut dihadiri antara lain, Danrem 011/LW Kolonel Inf Purmanto, Kapolres BM AKBP Fahmi Irwan Ramli, SH, SIK, Kapolres Ateng AKBP Hairajadi, SH, Danyonif 114/SM Letkol Inf Mulyadi, ST, Kajari BM Rahmat Azhar, SH,MH, Sekda Kab. BM Drs. Ismarisiska, MM, Ketua MPU Kab. BM Tgk. Almujani, Wakil Ketua II DPRK BM Andi Sastra.

Dalam sambutannya Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi saat memimpin upacara pembukaan TMMD Ke-103 Kodim 0106/Acegh Tengah mengatakan, atas nama pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya dan terimakasih atas segala bentuk kepedulian dari segenap unsur TNI dalam upaya memperteguh sikap dan tekad kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Semoga dengan adanya kiprah TNI yang selalu mengabadikan dirinya bagi kepentingan Rakyat, dapat membantu meningkatkan taraf pendidikan serta derajat kesehatan masyarakat”, harap Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi.

Sementara itu, Dandim 0106/AT-BM Letkol Inf Hendry Widodo selaku Dansatgas TMMD menyampaikan, kegiatan TMMD ke-103 tahun 2018 akan dilaksanakan selama 30 hari terhitung mulai Tanggal 15 Oktober sampai dengan 13 November di 3 (Tiga) Wilayah terpisah, yaitu di Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, dan di Desa Mendale Kecamatan Kebayakan, serta di Desa Telege Sari Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, jelasnya.

Adapun pelaksanaan TMMD ke-103 di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah Wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah jajaran Korem 011/Lilawangsa meliputi Dua sasaran yaitu sasaran Fisik seperti pembukaan jalan sepanjang 5.500 X 6 meter, pembuatan jembatan sebanyak 3 titik, pemasangan Gorong-gorong sebanyak 2 titik, penataan tanggul sepanjang 135 M, normalisasi tebing sungai sepanjang 2.390 meter, perehapan rumah tidak layak huni 1 unit.

Sedangkan sasaran dan Non fisik Diantaranya, melaksanakan kegiatan pengobatan massal, penyuluhan kesehatan, hukum, Wasbang, Pertanian dan Narkoba kepada warga masyarakat.

Kegiatan upacara pembukaan TMMD ke-103 diikuti oleh ratusan personel TNI Kodim 0106/Ateng, Yonif Raider 113/JS, Yonif 114/SM, Yonzipur-16, Polres BM, Brimob, Sat-Pol PP, Senkom Mitra Polri, Dinas Kehutanan, Damkar, FKPPI, Pemda BM, Pramuka, Pelajar serta Masyarakat yang hadir.

Usai acara pembukaan, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto, Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, Dandim 0106/AT-BM Letkol Inf Hendry Widodo beserta pejabat lainnya meninjau lokasi pelaksanaan TMMD. (LAUNG)




Terungkap di Sidang Ahmadi, Teuku Fadhilatul Akui Transfer Uang Rp 1 Miliar ke Steffy Burase

Sidang kasus suap dengan terdakwa Ahmadi di Pengadilan Tipikor, Senin (15/10/2018) Foto: Faiq Hidayat-detikcom

Jakarta, Baranewsaceh.co – Teuku Fadhilatul Amri mengaku pernah mentransfer uang sekitar Rp 1 miliar untuk Fenny Steffy Burase. Namun Amri tidak mengetahui tujuan transfer uang tersebut.

Amri merupakan keponakan Saiful Bahri, orang kepercayaan Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf. Amri mengaku diminta Saiful Bahri untuk mengirimkan uang tersebut kepada Steffy Burase.

“Anda di sini BAP, pernah transfer Rp 1 miliar ke Steffy atas perintah Saiful Bahri, betul?” kata jaksa KPK Ali Fikri saat sidang terdakwa Ahmadi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Senin (15/10/2018).

Amri membenarkan pernah mentransfer uang itu kepada Steffy. Setelah itu, dia juga melaporkan kepada Saiful dan Irwandi.

“Saya laporkan Pak Saiful dan Pak Irwandi. Ada juga slip transfernya, kalau uang sudah dikirim,” kata Amri.

Selain itu, Amri menyebut Saiful dengan Steffy juga mengurusi kegiatan Aceh Marathon yang dibiayai Pemprov Aceh. Steffy menggunakan CV Rata Karya untuk mengerjakan kegiatan tersebut.

“Perusahaan Steffy nggak punya izin jadi pakai bendera perusahaan saya CV Rata Karya. Saya dapat fee 2,5 persen,” ujar Amri.

Jaksa KPK bertanya soal peruntukkan uang yang tertulis untuk Aceh Marathon.

“Kan sudah ada anggaran dari Pemprov Aceh, kok sudah ambil uang dari Muyassir, disuruh transfer kegiatan Aceh Marathon. Di sini ditulis untuk kegiatan Aceh Marathon?” kata jaksa KPK.

Tapi Amri membantah uang transfer kepada Steffy untuk kegiatan Aceh Marathon. Sebab, Saiful kerapkali meminjam uang kepada Steffy.

“Itu memang Steffy dan Pak Saiful sering pinjam meminjam uang. Saiful memang sering pinjam ke Steffy. Jadi Steffy minta talangin dulu,” kata Amri.

Dalam perkara ini, Ahmadi didakwa memberikan suap kepada Irwandi Yusuf sebesar Rp 1 miliar. Uang itu diberikan ke Irwandi agar proyek pembangunan di Bener Meriah yang sumber dananya dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) atau dana otsus dapat dikerjakan rekanan dari wilayah itu.

Ahmadi didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.   (fai/fdn)/Faiq Hidayat – detikNews




Salsabil Menghentak Panggung Lhokseumawe Traditional Culture Festival

  

 Lhokseumawe, Baranewsaceh.co – Malam Ketiga Lhokseumawe Traditional Culture Festival Selasa (15/10), menampilkan Grup Music Salsabil sebelum acara Puncak yaitu Festival Rapai Uroh.

Grup musik Acapella jebolan Q Academi Indosiar ini mampu menghipnotis pengunjung, seakan tak ingin berakhir, Salsabil yang dijadwalkan cuma mengisi empat lagu harus menambah dua lagi lagi.

Pengunjung kemudian disuguhkan tarian adat yang ditampilkan oleh grup Komunitas Seni Aceh dan dilanjutkan alunan indah musik etnis Lhokseumawe, Rapa’i Uroh.

Pengujung sangat antusias dengan sajian demi sajian yang ditawarkan oleh acara ini. Para pengunjung yang membludak pun sangat tertip dan patuh pada peraturan.

Hal ini dikarenakan sebelum pertunjukan berlangsung, panitia mengumumkan bahwa perempuan dan pria yang mau menonton acara ini akan dipisahkan tempatnya. Sementara, bagi pengunjung yang membawa anggota keluarganya disediakan tempat khusus. Hal ini dilakukan terkait pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Para perempuan juga diwajibkan menutup auratnya dan tidak boleh memakai baju ketat.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Zulkifli, S.Ag, M.Pd, membenarkan kalau malam ini pengujungnya lebih banyak dari malam sebelumnya.

“Kami selaku pihak panitia sangat mengapresiasi para pengunjung yang tertib dan menjaga sopan santun, sesuai Syariat Islam yang berlaku di Aceh” jelas Zulkifli.

Beliau juga mengharapkan, malam penutupan juga akan dibanjiri olehe pengunjung, karena akan ada pertunjukan pertunjukan spektakuler yang akan ditampilkan. (red)




Satpol-PP dan WH Diminta Lebih Giat Lakukan Penertiban

Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, memimpin Apel Rutin di Kantor Satpol-PP&SWH Aceh Timur di Idi, Senin (15/10/2018). Foto: Bag. Humas & Protokoler Setdakab Aceh Timur

IDI, BARANEWSACEH – Personel Satpol-PP&WH diminta lebih giat melakukan penertiban terhadap hewan ternak yang masih merumput disejumlah titik dalam Ibukota Pemkab Aceh Timur. Bahkan tidak jarang terlihat sapi dan kambing berkandang disejumlah fasilitas umum.

“Terus lakukan penertiban terhadap hewan ternak. Jika terkendala di lapangan maka segera berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan lintas sektor, sehingga cepat ditemukan jalan keluar,” kata Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, dalam Apel Rutin di halaman Kantor Satpol-PP&WH Aceh Timur di Idi, Senin (15/10/2018) pagi.

Tidak hanya penertiban hewan ternak, tetapi pelajar yang membolos pada saat jam belajar juga perlu ditertibkan. “Warnet-warnet yang buka hingga menjelang subuh juga perlu ditertibkan, karena tidak jarang warnet menyediakan fasilitas negatif seperti judi online dan lainnya,” tambah M. Ikhsan Ahyat.

Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, memimpin Apel Rutin di Kantor Satpol-PP&SWH Aceh Timur di Idi, Senin (15/10/2018). Foto: Bag. Humas & Protokoler Setdakab Aceh Timur

Termasuk dengan ijin operasional warnet juga tidak salahnya iperiksa satu persatu baik warnet yang ada di dalam Kota Idi sebagai Pusat Ibukota Pemkab Aceh Timur, ataupun warnet di kecamatan-kecamatan.

“Disisi lain kami juga mengapresiasi Satpol-PP&WH yang selama ini telah melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), sehingga pengunjung pasar di Kota Idi, sudah mulai nyaman,” timpa Sekda Aceh Timur dihadapan 533 personel Satpol-PP & WH Se-Aceh Timur.

Meskipun demikian, M. Ikhsan Ahyat berharap kedepan dibawah kepemimpinan T. Amran sebagai Kasatpol-PP&WH yang baru lebih tertib. “Dalam penertiban PKL silakan menggandeng instansi terkait seperti Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM,” tandas M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP.

Usai Apel Rutin sebelum kembali ke kantor, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, didampingi T. Amran, SE, MM, juga menyalami personel Satpol-PP&WH Aceh Timur dan meninjau ruang penyidik. (Nurdin) 




Jawahir Syahputra minta Plt. Bupati Perhatikan Atlit Pora Bener Meriah

 

Bener Meriah, Baranewsaceh.co – Dalam rapat Paripurna DPRK Bener Meriah membahas KUA-P dan PPAS-P APBK tahun anggaran 2018 dr. Jawahir Syahputra dalam pandangan umumnya menyatakan bahwa PORA (Pekan Olah Raga Aceh) tahun 2018 perlu menjadi antensi serius bagi Plt. Bupati Bener Meriah yang akan dilaksanakan pada November mendatang. Senin (15/10)

Sekretaris Komisi D Bener Meriah tersebut menyatakan bahwa PORA yang akan diikuti oleh delegasi atlit Bener Meriah merupakan Proses yang panjang dimana para Cabang Olah Raga yang mengikuti PORA merupakan hasil seleksi dari PRA PORA pada beberapa waktu yang lalu, sehingga terjaring 16 Cabang Olah Raga yang mendapat tiket untuk mengikuti PORA.

Bukan perkara mudah untuk mendapatkan tiket untuk mengikuti PORA, dari banyaknya Cabang Olah Raga hanya 16 yang mendapatkan tiket yang nantinya akan bersaing dengan kabupaten-kabupaten lainnya, hal ini perlu kita apresiasi kerja keras para atlit-atlit kita tegas dr. Jawahir Syahputra.

Marilah kita bersama-sama mensuport para generasi-generasi kita dengan tidak setengah-setengah mendukung dalam memplot anggaran tentunya secara rasional sesuai kebutuhan para Cabang Olah Raga untuk pelaksanaan PORA sehingga berharap dapat mengharumkan nama baik Kabupaten Bener Meriah. Tegas Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan tersebut.(DN)




Kakek Usia 80 Tahun di Duga Santap Daun Muda Anak di Bawah Umur

 

Bener Meriah, Baranewsaceh.co – Usia tua ternyata tidak mengendorkan selera dalam hal sexsual. Buktinya seorang Kakek yang berinisial (YZL) usia 80 tahun status duda, yang Beralamat di Kecamatan Gajah Putih, di duga nekat melakukan pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur, dengan nama Bunga (nama samaran) yang masih berusia 8 (delapan) tahun.

Kakek (YZL) 80 tahun di duga melakukan perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sementara modus yang dia lakukan dengan cara memberikan uang jajan kepada korban (bunga) senilai Rp.2000;

Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli,SH.,SiK.,M.Si melalui Kapolsek Timang Gajah Ipda Jufrizal,SH saat di konfirmasi melalui hand Phone selulernya membenarkan kejadian tersebut. Pada hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2018, seorang saksi datang kerumah pelapor ” bik, kata (F) (anak saksi) sayang kali lah “Bunga” (nama samaran). Dia selalu di ejekin di sekolah.

Kemudian pelapor menanyakan terkait ejekan tersebut. Anak saksi (F) kemudian menjawab di ejekin, katanya, Bunga ceweknya kakek (YZL). Karena bunga buka celana di dalam kamarnya.

Mendengar penjelasan saksi tersebut, kemudian pelapor langsung menjumpai korban (bunga), yang di dampingi saksi lain, kemudian pelopor menanyakan perihal tersebut kepada (Bunga) Benarkah engkau diejekin di sekolah nak…? ” lalu korban (Bunga) menjawab “iya mak” kemudian pelapor bertanya kembali kenapa kamu sampai di ejekin orang kayak begitu, memang benar kamu ada dibawa oleh kakek (YZL) kedalam kamarnya?

Kemudian korban (Bunga) menjawab,  Ya… dan mengatakan benar bahwa tersangka membawa korban kedalam kamarnya, setelah itu tersangka melepas pakaian dalam korban. Mengetahui perbuatan biadab Kakek tua usia 80 tahun tersebut. Pelapor selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepolsek Timang Gajah atas tindakan dan perbuatan pencabulan yang dilakukan oleh kakek tua tersebut.

Selain itu Ifda Jufrizal Kapolsek Timang Gajah, juga mengatakan. Karena ini menyangkut kasus anak di bawah umur kita akan naikan kasus ini kebagian PPA Polres Bener Meriah untuk penanganan lebih lanjut. Karena berdasarkan hasil visum, benar telah terjadi pencabulan.

Sementara pelaku (YZL) sudah di jemput langsung di tempat anaknya di seputaran Rembele. Mungkin dalam beberapa jam ke depan Pelaku sudah di tetapkan sebagai tersangka pungkasnya.(DN)




“Mendukung Kehadiran Bapak Fahri Hamzah di NTT”

Fahri Hamzah /net

Oleh : Rikardus Nompa
(Putra Harapan Bangsa)

Sebagai Putra daerah, disini Saya sangat memuji Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki budaya toleransi yang sangat tinggi dan ini perlu dipertahankan.

Saya berharap Provinsi NTT bisa menjadi “Rol Model Toleransi” di Indonesia. Sejauh ini, penglihatan Saya Provinsi NTT aman-aman saja dari berbagai aspek kehidupan.

Saya bisa melihat sendiri bagaimana Keberagaman yang terjalin dengan baik di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat saling Menghormati dan saling menjaga satu dengan yang lainnya serta mengedepankan budaya ketimuran yaitu keramahan dan rendah hati.

Lantas hari ini masyarakat pegiat media sosial di hebohkan dengan adanya pemberitaan penolakan kehadiran Bapak Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR RI di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan beredarnya pamflet di media sosial berisi deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) dimana dalam pamflet tersebut tertulis Orasi Kebangsaan yang dihadiri Bapak Fahri Hamzah, pada 18 Oktober 2018.

Seperti di tuntut oleh Aktivis Benteng Merdeka Nusantara (BENTARA) yang dimuat oleh “FLORES EDITORIAL” pada 15 Oktober 2018.

Satu sisi disini teman-teman Aktivis Bentara sudah mencedrai budaya toleransi yang sudah lama mengakar di masyarakat NTT dan tidak menghargai Bapak Fahri Hamzah sebagai Pejabat Negara yang masih mejabat di DPR RI.

Sebagai warga negara yang baik, saya tetap mendukung Bapak Fahri Hamzah hadir di Provinsi Nusa Tenggara Timur semasih itu dalam hal Positif.

Dalam hal ini tidak ada penolakan keras terkait kehadiran Bapak Fahri Hamzah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, itu pun kalau ada masyarakat NTT menolak hal tersebut mendingan Bapak Fahri Hamzah datang saja ke rumah dan Saya akan sambut dengan senang hati.

Disini seharusnya sebagai masyarakat sangat bersyukur ketika ada “Pejabat Negara” yang mau mengunjungi daerah tersebut, dengan sendirinya akan tau apa yang terjadi serta dialami daerah yang di Kunjunginya.

Harapan saya untuk seluruh masyarakat yang ada di tanah air lebih khusus yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur jangan lagi menciptakan Kegaduhan lagi yang tidak mempunyai nilai produktif. Masyarakat bisa melihat dan menilai seperti apa bangsa hari ini, yang dimana “Rekayasa Sosial” membuat perpecahan sesama.

Saya berharap, melalui “Deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI)” akan menjadi jembatan emas bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat menyampaikan harapan akan hidup rukun yang lebih baik dari waktu ke waktunya.

Salam Rindu & Hormat Ku untuk Masyarakat, Keluarga Besar dan Para Sahabat yang ada di Provinsi NTT.

Mataram, 15 Oktober 2018.




Bupati Gayo Lues Buka Festival Bines 2018


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Muhammad Amru membuka Festival Bines 2018 Kabupaten Gayo Lues bertempat di Bale Musara Jln. Blangkejeren – Kuta Cane Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, Senin (15/10/2018).

Pantauan awak media di lapangan tampak hadir pada acara tersebut diantaranya Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani, Dandim 0113/GL Letkol Inf M Faisal Nasution, SIP, Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman, SIK, Para SKPK Kabupaten  Gayo Lues, dan Insan Pers

Festival Bines Tahun 2018 di Kabupaten  Gayo Lues dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 15 s/d 16 Oktober 2018 yang diikuti sebanyak 14 kampung di Kabupaten  Gayo Lues diantaranya sbb :

  1. RIKIT GAIB
  2. BUKIT
  3. CINTA MAJU
  4. SENTANG
  5. KP. JAWA
  6. PALOK
  7. SENEREN P. CUACA
  8. TEBUKIT
  9. PENAMPAAN
  10. GUMPANG PEKAN
  11. KUTA PANUANG
  12. EKAN, PINING
  13. BLANGJERANGO
  14. KUTE LINTANG


Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru dalam sambutannya mengatakan “ Hari ini kita semua hadir disini dalam pembukaan salah satu event rangkaian Festival Budaya Saman yaitu kompetisi Bines.

Bines dan saman memang tidak bisa dipisahkan, tak akan lengkap rasanya bila bejamu saman tidak diselingi binesnya, dan saat ini saman sudah mulai mendunia sementara bines bisa dikatakan masih setingkat Provinsi, ujarnya.

Dia mengatakan Sudah sering kami dengar dari para ibu-ibu yang protes, kenapa Pemerintah hanya peduli pada saman, kenapa hanya saman yang dipopulerkan. Kenapa hanya saman yang ditarikan secara massal, padahal Pemerintah bukan tidak peduli atau menganaktirikan tari bines, tapi butuh proses untuk membuat sesuatu itu bisa maju. Setidaknya, dengan populernya saman, secara tidak langsung juga mempopulerkan semua element pendukungnya, sebut H. Muhammad Amru.

Saat ini karena saman, nama Gayo Lues sudah semakin sering disebut, baik di tingkat Provinsi maupun nasional bahkan internasional, ini adalah dampak dari mulai dikenalnya seni dan budaya kita antara lain saman, kerawang, bines, dan kopi, kata Bupati.

Muhammad Amru menambahkan “ Kita pasti bangga, tapi sudahkan kebanggaan kita pada tempatnya? Bines memang semakin menarik, semakin populer, tapi masihkah kita semua tau aslinya bines itu seperti apa. Masihkah jangin di Bines menggunakan jangin asli Gayo Lues atau malah telah lebih asyik dengan menggunakan jangin berbahasa Indonesia”.

Tidakkah perlu kita khawatir kalau suatu saat nanti justru bines dengan jangin berbahasa Indonesia yang malah membudaya.  Sebagai contoh, saat ini najuk seakan tidak boleh ditinggalkan, sebagian besar masyarakat justru dengan yakin mengatakan bahwa munajuk itu adalah budaya asli Gayo Lues, padahal kenyataannya tidak. Dalam budaya Gayo, interaksi seberu sebujang betul-betul dijaga, tapi itu semua seakan tidak berlaku saat najuk dan Munajok ini tidak saja bertentangan dengan budaya tapi juga agama. hampir disetiap bejamu saman, Melalui moment Festival Budaya Saman dengan semua event yang ada didalamnya, mari kita kembalikan Budaya Gayo yang sebenar-benarnya dan tidak bertentangan dengan agama, jelasnya. (ABDIANSYAH)




Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru Buka Pacuan Kuda Tradisional


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru  membuka pacuan kuda tradisional di Lapangan/Stadion Pacuan Kuda, Buntul Nege, Kecamatan  Kutapanjang, KabupatenGayo Lues, Senin, (15/10/2018).

Pacuan kuda tradisional akan diselenggarakan selama 7 hari mulai tanggal 15-21 Oktober 2018 diikuti sebanyak 4 kabupaten diantaranya : Kabupaten Gayo Lues (tuan rumah), Aceh Tenggara, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Pada kesempatan itu acara tersebut dihadiri sekitar 700 orang antara lain Wakil Bupati Gayo Lues Bpk. H. Said Sani, Wakil Bupati Aceh Tengah H. Firdaus, SKM, Ketua DPRK Gayo Lues H. Ali Husin, Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Inf M Faizal Nasution, S.IP, Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman S.IK, Sekda Kab Gayo Lues H. Thalib Sos MM, Para Peserta dari 4 kabupaten serumpun dan Masyarakat.

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dalam sambutannya mengatakan  “ Ucapan terimakasih kepada panitia penyelenggara, para peserta pacuan kuda dan tamu undangan yang telah menyiapkan, hadir menghadiri acara pacuan kuda tradisional di lapangan stadion Buntul Nege Blangsere yang sudah menjadi kegiatan tahunan di KabupatenGayo Lues”.

Selamat datang dan selamat bergabung bagi peserta pacunya kuda dari Kabupaten Aceh Tenggara semoga kedepannya selalu bersama yang dulunya serumpun hanya 3 Kabupaten saja (Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues) sekarang ditambah Kabupaten Aceh Tenggara, ujarnya.

Saya harapkan dalam ajang pacuan kuda jangan ada kegiatan seperti taruhan/perjudian dalam pacuan kuda, minuman yang memabukkan dan kegiatan perjudian dalam bentuk apapun untuk mendukung pemerintah yang Islami, kata H. Muhammad Amru.

Kegiatan pacuan kuda di Gayo Lues bisa berjalan dengan aman, lancar dan saya ucapkan terimakasih kepada petugas keamanan menertibkan pelaksanaannya pacuan kuda dari pihak TNI, Polri dan Satpol PP , kepada para peserta pacuan kuda tradisional selamat bertanding junjung tinggi sportifitas, jelas Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru.

Berdasarkan informasi yang diperoleh jumlah kuda yang akan bertanding sebanyak 199 ekor, jenis dan kelas pacuan kuda tradisional yang akan bertanding yaitu :

  1. Kelas A tua 6 peserta.
  2. Kelas A muda 9 peserta.
  3. Kelas B tua 8 peserta.
  4. Kelas B muda 9 peserta.
  5. Kelas C tua 11 peserta.
  6. Kelas C muda 20 peserta.
  7. Kelas D tua 15 peserta.
  8. Kelas D muda 43 peserta.
  9. Kelas E tua 13 peserta.
  10. Kelas E muda 27 peserta.
  11. Kelas F tua 9 peserta.
  12. Kelas F muda 29 peserta.

Adapun tujuan dari pada kegiatan pacuan kuda yaitu diantaranya Menjaga dan melestarikan kegiatan pacuan kuda yang sudah menjadi acara rutin tiap tahun di KabupatenGayo Lues, Menghibur masyarakat Gayo Lues dan mempererat tali persaudaraan dengan diselenggarakan kegiatan pacuan kuda tradisional ini bisa menambah wawasan pengalaman bagi peserta dan saling mengenal para peserta dari kecamatan lain di Kabupaten Gayo Lues dan Meningkatkan Perkembangan peternakan khususnya kuda di Kabupaten Gayo Lues. (ABDIANSYAH)




Refleksi Kebangsaan

Oleh ;
Glesos Yoga Mandira Ketua Umum GEMA PERKASA INDONESIA

Dulu banyak warga dunia berharap perang dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur berakhir, agar perdamaian dunia bisa terwujud. Setelah perang dingin berakhir, ternyata harapan itu masih jauh dari kenyataan: perdamaian antar umat manusia, antar bangsa, antar negara, sampai sekarang ini belumlah terwujud, hari ini dunia masih dipenuhi pergolakan dan perang, yang menyebabkan warga bangsa harus kehilangan kehidupan.

Di tengah pergolakan bangsa-bangsa di dunia, bangsa kita pun masih terus menerus diuji menghadapi banyak persoalan, baik ekonomi, politik, sosial budaya, yang dari dulu sampai sekarang tidak kunjung selesai.

Seperti ilalang yang tidak mengenal musim, selalu tumbuh di ladang.

Kemiskinan serta kesenjangan hidup semakin lama semakin lebar.

Korupsi merajalela, tanpa rasa malu dan takut akan dosa, perampokan uang negara, suap menyuap, semakin massif, melibatkan banyak pejabat tinggi negara.

Persatuan Nasional rapuh, rentan terhadap bibit-bibit perpecahan yang mengkhawatirkan.

Hari ini, di tengah hiruk pikuk persoalan dunia dan banyaknya masalah yang merundung bangsa kita, beberapa bulan ini jalan perjuangan GEMA PERKASA INDONESIA sudah kita lewati bersama, dalam suka dan duka.

Dan selama ini, serta di masa-masa yang akan datang, di mana pun arenanya, dengan segenap kemampuan yang kita miliki, kita akan terus berjuang, menyuarakan dengan lantang pikiran-pikiran kita, posisi kita, pandangan kita dalam menyelesaikan persoalan bangsa yang kita cintai ini.

Sampai pada saat nya nanti kita bisa menyaksikan serta merasakan Indonesia menjadi bangsa besar bermartabat, masyarakatnya adil makmur, aman sejahtera, lahir maupun batin.

Kemerdekaan adalah berdikari, membangun bangsa di atas kaki kita sendiri, tidak sudi menjadi hamba dan dijajah kembali, oleh bangsa serta negara manapun di bumi ini.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai filosofi, pedoman serta arah dalam berbangsa dan bernegara.

Indonesia adalah Negara besar, membutuhkan konsep besar dengan jiwa-jiwa besar, dalam membangun Bangsa. Dan konsep besar tersebut telah dirumuskan oleh para pendiri Bangsa kita, Bung Karno salah satunya.

Konsep besar tersebut adalah Pancasila.

Dengan Pancasila Bangsa kita bisa memperbaiki keadaan-keadaan di dalam masyarakat, sehingga masyarakat yang pincang, akibat dari sistem yang Liberal Kapitalistik, bisa berubah menjadi masyarakat yang sempurna, tidak ada lagi kaum tertindas, tidak ada lagi kaum yang celaka dan tidak ada lagi kaum yang papa sengsara.

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang menolak demokrasi liberal, demokrasi model barat yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dan telah terbukti menyebabkan pemerintahan tidak stabil, selalu menimbulkan friksi antar partai politik, saling jegal antar golongan politik, melemahkan persatuan nasional, menyebabkan ego sentrisme kelompok, golongan, serta kedaerahan.

Demokrasi liberal hanya mengejar persamaan di lapangan politik, tetapi mengabaikan persamaan sosial ekonomi.

Yang akan unggul dan selalu menang adalah para pemilik modal, yang menguasai semua alat propaganda, seperti lembaga pendidikan, media massa, universitas, dan lain-lain.

Dengan kekuasaan modalnya, mereka bisa membeli panitia pemilihan, bahkan bisa membeli suara rakyat yang terjepit kemiskinan.

Sekalipun setiap warga negara dianggap punya hak yang sama di lapangan politik, tetapi pada kenyataannya hampir semua lembaga politik dikontrol kaum pemilik modal, termasuk di dalam penyusunan undang-undang.

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi massa rakyat, tidak hanya sebatas demokrasi politik saja, tetapi juga menegakkan demokrasi ekonomi, di tengah-tengah rakyat. Demokrasi Pancasila adalah pengejawantahan demokrasi politik sekaligus demokrasi ekonomi.

Karena demokrasi bagi bangsa Indonesia, bukanlah semata-mata sebagai alat teknis untuk mencapai sesuatu tujuan, tetapi adalah satu kepercayaan, yang memiliki corak nasional, satu corak kepribadian kita, satu corak yang tidak harus sama dengan demokrasi yang digunakan negara lain.

Pancasila menjadikan demokrasi tidak hanya sekedar alat politik, tetapi demokrasi yang menjunjung tinggi kemanusiaan, demokrasi yang mengatur persamaan hak dalam kehidupan sosial ekonomi, dengan menjadikan rakyat banyak sebagai subjek utama dalam membangun kehidupan ekonomi, sehingga hidup tidak hanya tergantung kepada upah, menjadi kuli di negeri sendiri, menjadikan bayangan hari depan penuh dengan kecemasan.

Indonesia merdeka dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, didirikan oleh para pendiri bangsa kita, dengan segenap jiwa dan raga, dengan mengorbankan darah serta air mata, bukan untuk diserahkan kembali kepada kekuatan Asing, ataupun ditujukan hanya kepada satu golongan tertentu, untuk menikmati hidup dengan kekayaan yang menumpuk, aset di mana-mana, ratusan ribu hektar lahan dikuasainya, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia.

Kita hendak mendirikan satu bangsa semua buat semua. Bukan satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan orang kaya, tetapi semua buat semua.

Indonesia merdeka karena keinginan luhur yang kuat dari seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya hasil jerih payah segelintir orang. Kemerdekaan Indonesia adalah pintu gerbang untuk mewujudkan kebahagian hidup bersama di atas satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air Indonesia, dengan melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dengan menjadikan kekayaan yang berlimpah ruah ini dikelola bersama, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia, bukan hanya untuk kesejahteraan individu atau satu golongan tertentu.

Kemerdekaan Indonesia adalah ruang bagi bangsa Indonesia untuk membentuk kepribadian nasional yang kuat dan mandiri, bersendikan gotong royong, yang di dalamnya berisi jiwa-jiwa patriot bangsa yang rela berkorban demi kemajuan serta kebahagian hidup bersama dalam kerukunan serta kesejahteraan.

Jika setelah 73 tahun kita memproklamirkan kemerdekaan, kesenjangan serta kemiskinan terus dialami oleh bangsa Indonesia, berarti ada kesalahan dalam konsep pembangunan bangsa Indonesia.

Kesalahan konsep, akibat menyeleweng dari cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, menyeleweng dari filosofi Pancasila, sebagai pedoman dan arah dalam membangun Indonesia Merdeka.

Maka dari itu, bila kita memang bersungguh-sungguh ingin melaksanakan Pancasila, kita harus berani membuat langkah besar, untuk membuang penyakit yang menggerogoti bangsa Indonesia selama ini:

Pertama, hentikan liberalisme, melalui UU negara harus mengontrol penguasaan sumber-sumber kehidupan, dengan menjadikan rakyat Indonesia sebagai subyek utama. UU harus tegas berpihak kepada rakyat Indonesia, bukan justru menempatkan modal asing, serta segelintir orang untuk menguasai kekayaan Indonesia, karena akan berimbas kepada kehidupan ekonomi, sosial dan politik yang tidak sehat.

Jangan sampai kehidupan politik menjadi alat yang dikontrol segelintir orang kaya tersebut untuk melindungi kepentingannya.

Kedua, penguasaan Agraria yang menjadi dasar utama kehidupan Berbangsa dan Bernegara harus diatur dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, dengan pelaksanaannya bercermin kepada UUPA 1960.

Ketiga, membangun sistem perpajakan yang Adil dan Tegas.

Karena banyak indikasi justru perusahaan besar serta segelintir orang-orang kayalah yang sering bermain sulap untuk urusan pajak, Negara harus membentuk Badan Khusus untuk mengejar para wajib pajak yang tidak mau membayar pajak tersebut, karena inilah yang sesungguhnya membahayakan kehidupan dalam Berbangsa dan Bernegara

Karena dari uang pajak tersebut negara bisa melaksanakan pembangunan, baik fisik, maupun sumber daya manusia Indonesia, melalui pendidikan yang tidak berorientasi profit, adanya jaminan kesehatan dan jaminan sosial lainnya, dengan semangat melindungi segenap bangsa Indonesia.

Sistem yang baik akan menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang baik pula.

Di dalam sistem tersebut, untuk mewujudkan Masyarakat Adil Makmur, Sejahtera Lahir dan Batin, memang membutuhkan Negara serta kepemimpinan yang kuat, kepemimpinan yang berakar serta mengemban amanat rakyat Indonesia, yang pikiran, hati, serta jiwa raganya semata-mata untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa serta kepentingan negara, bukan kepemimpinan yang hanya menjadi alat dari golongan tertentu, bukan kepemimpinan yang hanya mengedepankan otoritas serta hak nya, yang pada akhirnya kembali menindas serta menyakiti rakyatnya sendiri.

Kepemimpinan adil, yang diidam-idamkan serta ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia sejak jaman dulu, jaman kolobendu, jaman kegelapan, jaman penjajahan.

Kepemimpinan Pancasila, yang menjadikan Pemimpin sebagai penyambung lidah rakyatnya, melaksanakan amanat penderitaan rakyatnya, seperti pemikiran serta cita-cita para pendiri bangsa kita yang dituangkan dalam Pembukaan UUD Proklamasi 1945 maupun Batang Tubuhnya.

Dengan demikian, prasangka Pancasila hanya sebagai kedok politik atau menjadi alat politik kekuasaan semata seperti yang dilakukan oleh rezim pada masa sebelumnya, sirna dari dalam sanubari rakyat Indonesia.

Mari, dalam situasi apapun, sebagai bangsa yang telah ditempa oleh berbagai persoalan, kita tidak boleh cemas atau berkecil hati, kita harus terus maju, memperbaiki kesalahan yang pernah terjadi, menyingkirkan siapapun yang menghalangi niat kita.

Dengan memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, mari kita bangkit bersama, mewujudkan kesejahteraan sosial, membangun Persatuan Nasional yang kokoh, dengan jalan memenangkan Pancasila!

Salam Gotong Royong…!!!

Jakarta, 15 Oktober 2018