Presiden Jokowi Minta Kenaikan Harga BBM Premium Ditunda

JAKARTA, BARANEWSACEH.CO – Presiden Joko Widodo meminta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ditunda.

“Saya sudah lapor bapak presiden, bahwa PT Pertamina (Persero) tidak siap melaksanakan  kenaikan harga BBM hari ini. Jadi Presiden memberi arahan agar ditunda kenaikan harga BBM Premium dan dibahas ulang,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan kepada Tribunnews.com di ruang VIP Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (10/10/2018) pukul 17.30 Wita.

Sebelumnya, sekitar pukul 17.00 Wita, usai menjadi pembicara pada satu acara di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga BBM jenis premium.

Rabu sekitar pukul 10.45 WIB, setibanya di ruang VIP Bandara I Gusti Ngurahrai, Bali, Jonan juga mengumumkan kenaikan harga BBM jenis non-subsidi.

Terkait penundaan kenaikan barga BBM jenis premium, memang terkesan mendadak. Ia mengaku mendapat telepon dari Presiden Joko Widodo.

Sore itu, Jonan sudah berada di ruang VIP Bandara Ngurah Rai, hendak bersiap kembali ke Jakarta.

Wartawan Tribunnews, satu-satunya pewarta yang ikut serta rombongan Jonan, mantan Menteri Perhubungan.

“Sampai kapan ditunda?” tanya Tribun.

“Sampai Pertamina siap. Jadi ditunda sampai waktu yang tidak ada waktunya. Demikian sesuai arahan bapak presiden,” ujar Jonan.

Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium, mulai Rabu (10/10) sore ini, pukul 18.00 WIB.

“Kenaikannya sekitar 6-7 persen, lebih kecil dibandingkan persentasi kenaikan harga minyak mentah dunia sekitar 25 persen,” ujar Jonan di Hotel Sofitel Bali, pukul 17.00. Namun 30 menit kemudian, keputusan itu dianulir.

Jika terealisasi, maka harga jual premium di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) naik menjadi Rp 7.000 per liter dari sebelumnya dari Rp 6.450 per liter.

Sedangkan, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya Rp 6.400 per liter. “Kenaikannya mulai malam (Rabu/10/10) ini paling cepat pukul 18.00 WIB,” ujar Jonan.

PENULIS : Domu D Ambarita

SUMBER : TRIBUNNEWS.COM




Harga Pertamax di Aceh Tenggara naik

Anggota Sat Sabhara Polres Aceh Tenggara kembali melakukan Patroli ke salah satu obyek vital SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang ada di Desa Kuning Satu Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (12/09/2018) Pukul 09.30 Wib.

Kutacane (Baranews.Aceh) – Harga Pertamax di Kabupaten Aceh Tenggara naik dari Rp.9.500,-menjadi Rp.10.400,-. Hal tersebut di ketahui Jurnalis Baranews.Aceh ketika mengisi bahan bakar itu pada hari Rabu(10/10)pukul 14.20 Wib, di Stasiun pengisian bahan bakar di Kampung Karo Kecamatan Babul Makmur.

“Pak Pertamax sudah naik,jam 01.00 Wib, ujar salah seorang Pegawai yang bekerja disitu,”saat Wartawan media online Baranews.Aceh singgah dan berhenti di SPBU itu, untuk mengisi Pertamax.(P.Lubis)




Menteri Keuangan Tegaskan Indonesia Tidak Akan Pinjam Dana Dari IMF

Menkeu Sri Mulyani bersama sejumlah pejabat menyampaikan keterangan pers di BICC, Nusa Dua, Bali, Senin (8/10) siang. (Foto: Humas Kemenkeu)

JAKARTA, BARANEWSACEH.CO – Meskipun menjadi tuan rumah Annual Meeting Indonesia Monetary Fund (IMF) – World Bank Group, di Bali, 8-14 Oktober, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, Indonesia tidak akan memanfaatkan forum itu untuk meminta pinjaman dana dari IMF.

Menkeu mengingatkan, bahwa IMF hanya akan memberikan pinjaman bagi negara yang sedang mengalami krisis neraca pembayaran. Sementara Indonesia saat ini tidak sedang dalam posisi krisis. Bahkan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde juga telah menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

“Sehingga kami tegaskan bahwa kami tidak meminjam IMF,” kata Sri Mulyani saat media briefing Annual Meeting IMF-World Bank Group, di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Senin (8/10) siang.

Menurut Sri Mulyani, banyak yang ingin mencoba untuk membuat seolah-olah ini (pinjaman ke IMF) menjadi isu.

Namun ditegaskan oleh Menkeu, bahwa Indonesia hanya menjadi anggota IMF seperti 189 negara yang lain, sama seperti Indonesia sebagai anggota Bank Dunia dengan 189 negara atau Indonesia sebagai anggota PBB dengan 192 negara lain di dunia.

Sebagai anggota IMF, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia seperti juga negara lain mencoba berkontribusi untuk menciptakan kondisi yang lebih baik.

“Indonesia berupaya berkontribusi terhadap pemikiran untuk membuat perekonomian global lebih baik, sehingga dunia bisa menjadi tempat yang aman dan bisa menciptakan kesejahteraan bersama,” tandas Menkeu.

Tidak Membutuhkan

Sementara itu Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde memastikan, Indonesia saat ini tidak membutuhkan bantuan maupun pinjaman dari IMF.

“Pinjaman dari IMF bukan pilihan karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya,” kata Lagarde dalam pernyataan tertulisnya di Nusa Dua, Bali, Senin kemarin.

Lagarde menilai, ekonomi Indonesia saat ini telah dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan rekan-rekan mereka.(Humas Kemenkeu/*/ES)




Rupiah Aman, Peneliti IPI : Jangan Bodohi Publik!

DR Jerry Massie MA, PhD Peneliti Politik Indonesian Public Institute (IPI)

JAKARTA, BARANEWSACEH.CO –  Beberapa pekan ini Kurs rupiah terus terperosok. Jumat (5/10/2018), telah menembus level Rp 15.400 per dolar AS, jauh meninggalkan level penutupannya Rp 15.075 kemarin.

Menurut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih dalam batas aman.

“Yang penting supply dan demand-nya berjalan dengan baik, inflasi juga terjaga dengan baik. Jadi, jangan terpaku pada level,” kata Mirza di kantor BI, Jakarta pada Kamis (4/10/2018).

Lanjut kata dia, hal itu cukup kuat karena rasio kecukupan modal (CAR) minimal perbankan adalah 8,5 persen sampai dengan 14 persen. “Sekarang CAR di atas 20 persen, jadi sektor perbankan masih kuat,” katanya.

Menanggapi hal itu, peneliti Kebijakan Publik Indonesian Public Institute (IPI) mengkritisi apa yang dikatakan Mirza sangat irasional.

“Miris dan tak masuk akal, udah di level Rp15.400 per 1 dollar kok masih aman. Barangkali, ini easy listening, tapi membodohi publik, dengan pernyataan yang menyesatkan” kata Jerry.

Orang kita sulit berkata jujur dan mengakui kelemahan ujar Jerry. Paling tidak ditanya kenapa rupiah ambruk pasti jawabanya “aman”.

“Ini sebuah : economic and finacial warnings bagi kita, jangan hal ini dianggap remeh dan sepele. Pada prinsipnya jangan runyam. Ini punya great influence and impact (punya pengaruh besar). Buntutnya bisa ke arah economic crisis,” ujar Jerry.

Selanjutnya kata Jerry, orang bodoh saja yang percaya akan pernyataan ini. “Lebih baik mengakui keteledoran dan kelemahan jangan hanya berkelit dan membenarkan diri,” ucapnya. (Hipatios/ES)




Pekebun di Nagan Bisa Dapat Dana Replanting Kelapa Sawit Mencapai 100 Juta

Suka Makmue, Baranewsaceh – Pemerintah menggelar program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang bertujuan untuk menebang pohon kelapa sawit tua dan menanam ulang untuk meningkatkan efektivitas kebun sawit masyarakat di Nagan Raya, Kamis (4/10).

Ketua tim peremajaan kelapa sawit pekebun Nagan Raya, Ir. Said Darwis, MM menjelaskan, Anggaran yang disiapkan adalah Rp 25 juta per hektar untuk menebang, membersihkan, dan menanam ulang kelapa sawit.

Menurutnya kegiatan peremajaan ini sudah sangat mendesak karena sebagian besar kebun kelapa sawit rakyat telah berusia tua, sehingga produktivitasnya rendah.

“Kalau ada kebunnya hanya produksinya hanya 8 sampai 10, yang umurnya 15 tahun, ya tebang saja lebih baik diganti dengan yang baru, setelah itu akan dibantu dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujar ketua yang didampingi sekretaris tim Akmaizar, SP di disela sela kegiatan sosialisasi program peremajaan (replanting) kelapa sawit pekebun tingkat Kabupaten Nagan Raya.

Pembiayaan pelaksanaan peremajaan ini menggunakan dana pungutan ekspor produk sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan alokasi sebesar Rp 25 Juta per hektar, serta dalam satu kepala keluarga (KK) bisa mengusulkan 4 hektar dengan jumlah dana 100 juta.

Ia menambahkan, Petani yang mengikuti program, dipastikan memenuhi aspek legalitas lahan. Dengan melengkapi berkas seperti, fotocopy ktp, surat tanah, dan kartu keluarga.

Pelaksanaan peremajaan dilakukan dengan prinsip sustainability, antara lain: lokasi lahan yang sesuai, pembukaan lahan yang memenuhi kaidah konservasi, penerapan budidaya yang baik, pengelolaan lingkungan, kelembagaan.

Kabupaten Nagan Raya tahun ini peresmian program peremajaan sawit rakyat mencakup 15.000 Ha lahan perkebunan rakyat.

Di Aceh hanya 7 kab/kota yang mendapatkan kuota dalam program ini yang meliputi, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Singkil, Aceh Utara, Aceh Timur dan Tamiang dengan perkiraan anggaran 300 miliar lebih.

“Kita berharap peserta bisa memberikan informasi lebih luas ke masyarakat untuk peluang ini jangan dilewati begitu saja,” tambah Said Darwis. (ARIF)




Dirgahayu TNI 73 dan Hari Batik Nasional Persit KCK Koorcab Rem 011 Membatik Pinto Aceh


Lhokseumawe, Baranewsaceh.co – Ratusan ibu-ibu gabungan anggota persitKartika Chandra Kirana sejajaran Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Selasa (2/10) melakukan membatik dengan motif pintu Aceh, di Gedung KNPI Korem 011/Lilawangsa.

Acara membatuk tulis dilakukan 150 istri prajurit TNI (Pesit) dari Tiga Matra (TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Ke-73 Tahun dan Hari Batik Nasional serentak dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk di Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Lhokseumawe.

Dalam acara tersebut, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 011 Ny Ariani Purmanto mengatakan, dilaksanakan kegiatan membatik yang dipusatkan di Koorcab Rem 011 selain dalam rangka memperingati HUT TNI ke-73 tahun 2018 saat ini, seain itu dilakukan gabungan para istri prajurit TNI (Persit) untuk memperingati Hari Batik Nasional yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

“Ya, hari ini dilaksanakan membatik secara serentak dilakukan di seluruh Indonesia, khususnya kita disini Koorcab Rem 011 sangat antusias diikuti ratusan ibu-ibu anggota persit dari istri prajurit TNI (Persit) dari Tiga Matra ( TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU) dengan motif Pintu Aceh”, ungkap Ariani Purmanto.

Menurutnya Ariani Purmanto, belajar membatik sangat sulit, diawali cara melukis motif pada kain sebelum di batik tidak mudah, oleh karena itu pada kesempatan ini kita ikut memeriahkan sekaligus belajar membuat batik serta untuk memberdayakan batik Indonesia yang sudah terkenal di manca negara agar bisa selalu dipertahankan dan terus diberdayakan.

“Dengan belajar membatik ini, kita lebih mengenal lagi budaya di Indonesia, khususnya di sini kita melukisnya motif “Pintoe Aceh” dan lebih mengenalkan kembali motof-motif itu ke daerah luar, dan selalu di ingat. Dan kepada pemuda-pemudi Indonesia agar terus belajar dan mengembangkan batik-batik Indonesia tersebut jangan sampai hilang” pungkas Ketua Persit KCK Koorcab Rem 011 Ny Ariani Purmanto. (LAUNG)




“It”s the Economy, Stupid.”

Oleh : Lukas Luwarso (Jurnalis Senior)

Pertengahan 2018 sampai 2019 kerap dinamai sebagai “tahun politik”. Mungkin karena sepanjang periode ini peristiwa dan isu politik menghisap perhatian publik terkait menjelang pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif. Seberapa penting sebenarnya politik bagi kehidupan masyarakat? Tidak terlalu penting, bagi masyarakat pada umumnya.

Dalam sistem demokrasi, politik hanya sekadar ritual kompetisi bagi proses terjadinya sirkulasi kekuasaan. Bagaimana kekuasaan bertahan, berganti, atau beralih tanpa menimbulkan turbulensi yang berarti. Publik pada umumnya hanya menjadi penonton kompetisi politik, dan banyak yang tidak terlalu tertarik.Cuma politisi, pemain politik, serta fans pendukung yang benar-benar menikmati kompetisi dan polemik politik. Kaum elite politik, sebagian elite bisnis yang kesuksesannya bergantung pada bisnis politik, dan para suporter politisi; merekalah yang antusias menyambut dan menaruh harapan pada tahun politik.

Berharap tahun politik akan mengubah keberuntungan mereka.Kecuali bagi sebagian yang hobi bercakap politik, publik pada umumnya tidak terlalu peduli dengan hiruk pikuk tahun politik. Karena, kompetisi politik betapapun riuhnya tidak berdampak langsung pada hidup sehari-hari. Publik masing-masing tetap harus menjalani rutinitasnya, agar tetap survive menjalani hidup

Kompetisi politik, sebagaimana kompetisi olahraga, adalah peristiwa selintas (yang rutin dan ada musimnya) dan lebih bermakna sebagai entertainmen.

Menjadi tontonan yang sejenak dapat melepaskan kepenatan rutinitas hidup, sembari membersitkan harapan akan adanya perbaikan atau perubahan situasi. Esensi kompetisi politik adalah lomba mewacanakan janji dan persepsi, melalui kampanye. Janji politik, karena bukan kontraktual, tidak ada konsekuensinya. Publik paham, janji politik mirip doa membangun harapan, jika doa itu tidak terwujud publik maklum. Dalam kompetisi politik, politikus menawarkan dirinya sebagai solusi datangnya “perubahan dan perbaikan”.

Namun publik paham, politikus mirip aktor pemain drama, yang pintar mendramatisasi  perannya. Yang terjadi bukan situasi yang berubah atau membaik, melainkan politikus itu sendiri yang nasibnya berubah membaik (jika memenangkan kompetisi). Kehidupan masyarakat pada umumnya tetap stagnan, tidak berubah.Indikator paling mudah untuk mengidentifikasi situasi masyarakat membaik atau tidak adalah soal ekonomi. Kondisi ekonomi riil yang membaik segera bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Dan ketika ekonomi membaik, publik umumnya tidak terlalu mempedulikan politik. Itu sebabnya kompetisi politik kerap mewacanakan perbaikan ekonomi sebagai janji utama: pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, turunnya harga-harga, peningkatkan ekspor, pengurangan impor, penghematan anggaran, kenaikan gaji, tidak menambah utang negara, adalah beberapa tema ekonomi populer yang selalu didengungkan dalam kampanye dan janji politik.“It’s the economy, stupid” menjadi slogan Bill Clinton ketika memenangkan kompetisi Pilpres di AS pada 1992, menggusur petahana Presiden George H. W. Bush.

Tema ekonomi itu disambut antusias warga AS yang saat itu mengalami resesi. Donald Trump memenangkan pilpres tahun 2016 dengan mengusung isu ekonomi: “Make America Great Again ”—slogan sama yang dipakai oleh Ronald Reagan memenangkan Pilpres AS pada 1980.Politik adalah seni memainkan persepsi atau opini publik, namun ekonomi adalah soal real. Kemampuan daya beli naik atau turun, ekonomi menguat atau melemah bukan wilayah yang bisa dimainkan dengan membangun opini atau persepsi. Polemik isu politik boleh mengasyikkan, namun problem ekonomi real tidak bisa dimain-mainkan.

Polemik politik cuma penting bagi sejumlah elite, ekonomi adalah perkara serius menyangkut hajat hidup masyarakat banyak.Alih-alih mewacanakan 2018-2019 sebagai “tahun politik”, politikus, intelektual dan media massa sebaiknya menekankan pada “tahun ekonomi”.

Indonesia sedang menghadapi potensi krisis ekonomi besar beberapa bulan ke depan, ada baiknya politikus Indonesia serius jika ingin menang. Ini bukan soal politik: “It”s the economy, stupid.” (RED)




Untung Tri Basuki : Kebijakan Ekonomi Koperasi di Indonesia Belum Signifikan

JAKARTA, BARANEWSACEH.CO – Plt. Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indoenesia, Untung Tri Basuki, menerangkan bahwa saat ini dunia sedang konsen kepada pencegahan penguasaan dunia oleh segelintir manusia.

Seperti diketahui, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) membuat suatu kebijakan untuk melindungi seluruh penduduk dunia dari pengaturan orang orang yang memiliki kekayaan yang tiada batas.

PBB mencanangkan perlunya setiap negara anggota untuk menyelenggarakan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals disingkat SDG’s), yakni melalui koperasi.

Oleh karena itu PBB bersama International Cooperatves Alliance/ICA mencanangkan tahun 2012 sebagai tahun koperasi internasional.

“Hal itu juga didukung dan disepakati oleh asosiasi-asosiasi koperasi di dunia guna mencegah “bahaya” jika dunia dikuasai oleh segelintir orang dengan memperkuat koperasi disetiap negaranya,” ujar Untung saat ditemui di ruang kerjanya.

Untung menilai bahwa di negara maju menerapkan perkoperasian dalam setiap kebijakan ekonominya, mereka melakukan pemerataan kepemilikan dan pemerataan pendapatan. Salah satu contoh kebijakan itu adalah mewajibkan perusahaan untuk memberikan saham kepada koperasi karyawan, ujarnya.

Di Indonesia, Untung memberi contoh, pengaturan keterlibatan Koperasi pernah diatur dalam UU tentang Pokok Pers di era tahun 80an, mengatur bahwa karyawan perusahan penerbitan (media) wajib memberikan saham kepada karyawan melalui koperasinya, tapi justru dihapus pada UU pers yg saat ini berlaku.

“Sangat disayangkan konsen kebijakan ekonomi koperasi di negara kita masih belum menunjukkan hal yang signifikan”, tegasnya.

Lanjut kata Untung, hal itu terlihat dari undang-undang perekonomian nasional yang belum memberikan wadah kepada kegiatan koperasi yang ada.

Untuk itu, dirinya yang saat ini masih berada di posisi Kementerian yang konsen terhadap perkoperasian di Indonesia akan terus mengawal prinsip perkoperasian berjalan dan mendorong terus rancangan undang undang yang sedang digodok saat ini sebagai pengganti UU No. 25 Tahun 1992 yang pernah dilakukan judical review oleh masyarakat beberapa tahun lalu.

Untuk melaksanakan Pasal 33 UUD 1945 seharusnya Negara segera memberi perhatian untuk membentuk undang undang tentang Perekonomian Nasional, tapi sampai saat ini UU itu belum ada, ungkap Untung./ Rinaldo/RED




Pengenalan Mikrohidro Penyulingan Minyak Sere Wangi dan Nilam Kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues

Diseminasi tentang Penyulingan minyak aksiri bertenaga listrik mikrohidro kepada Pemerintah, di Blower Cafe , Jum’at (14/09/2018).

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues membahas Diseminasi tentang Penyulingan minyak aksiri bertenaga listrik mikrohidro kepada Pemerintah, di Blower Cafe , Jum’at (14/09/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten III Bupati Gayo Lues,  Para Forkopimda Kabupaten Gayo Lues, Para Camat Se-Kabupaten Gayo Lues, USAID Lestari di Kabupaten Gayo Lues,  Japlek di Kabupaten Gayo Lues, Forum Konservasi Leuser di Kabupaten Gayo Lues, Forum Multi-pihak Uten Leuser Kabupaten Gayo Lues, Bank Aceh Kabupaten Gayo Lues Bank Rakyat Indonesia Kabupaten Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues melalui Asisten III Bupati Gayo Lues Ir.Bambang Waluyo menwakili Bupati Gayo Lues mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir pada acara “PENGENALAN MIKRO HIDRO PENYULINGAN MINYAK SERE WANGI DAN NILAM KEPADA PEMERINTAH” dan mengucapkan terima kasih kepada panitia, dan Pemateri dari Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC).

Ir. Bambang Waluyo mengatakan “ Kegiatan pengenalan tentang penyulingan miyak sere wangi dan nilam dari bahan bakar kayu beralih ke energi mikrohidro ini yang dikenalkan kepada pemerintah dan pihak swasta.

Inilah sebuah pilot proyek percontohan yang berbasiskan masyarakat. Yang meningkatkan kualitas miyak sere wangi dan nilam. Serta dapat meringkas kerja petani dari persediaan kayu bakar menjadi penyulingan yang  menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLMTH), kegiatan ini sebagai upaya menyampaikan mempertahankan tutupan hutan (terutama pohon) yang selama ini ditebang gundul dijadikan bahan bakar penyulingan. Diharapkan PLTMH ini berdampak sebagai solusi bagi pengolahan hasil pertanian nilam atau sere wangi yang ekonomis dan ekologis, ujarnya.

Oleha karena itu, persoalan yang harus kita atasi bersama, yakni membangun tujuan bersama dalam mengangkat citra Kabupaten Gayo Lues sebagai penghasil komoditi miyak sere wangi dan nilam. Lambat-laun masyarakat dan pemerintah berupaya membangun instalasi PLTM yang khususnya memiliki sumber air yang mencukupi di desa sebagai modal dasar tenaga listrik yang bersumber air, kata Ir. Bambang Waluyo.

Selain itu disampaikan “  Kami menyadari sebagai pemerintah dalam hal ini, sebagai penggerak dan pendorong semangat masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus berupaya mewujudkan peluang membangkitkan ekonomi masyarakat yang berbasikan pada teknologi mikrohidro ini”.

“ Kami dapat membanyangkan cara-cara kerja ataupun pola kerjasama antara pihak pengelola PLTM ini baik berupa kelembagaan Badan Usaha Milik Kampung  (BUMK) atau pun pihak swasta. Yang cara pengelolaan. Hampir sama seperti kilang padi, sebut Asisten III.

Dia juga mengatakan “ Sebagaimana pemilik gabah padi, membawa gabahnya ke kilang padi. Selanjutnya, digiling dengan mesin di kilang. Terakhir, si pemilik kilang hanya mendapat jasanya yang diambil dari tiap kilo beras sama dengan 1 ons beras. Inilah yang Saya maksud. Pola kerjasamanya, hampir sama dengan pemilik daun sere wangi dan nilam. Yang kemudian penyulingan dilakukan oleh Kilang sere wangi dan nilam.

Tujuan kegiatan ini, kami yakin ini akan membawa dampak positif terhadap memberdayakan ekonomi petani sere wangi dan nilam. Sekaligus memperlihatkan bahwa kelakuan masyarakat akan sadar pentingya  menjaga hutan, karena hutan adalah sumber air yang mengaliri sungai-sungai kecil yang bermuara pada sungai besar sebagai sumber tenaga air ataupun mikrohidro.  Saya berharap, bahwa mitra kami dalam hal ini adalah Yayasan OCI, hendaknya terus kooperatif  kepada masyarakat untuk membina dan memberdayakannya sebagai contoh terhadap pentingnya peralihan penyulingan dari kayu bakar ke energi air-PLTM, jelas Ir. Bambang Waluyo.

Kami punya cita-cita untuk mewujudkan Kabupaten Gayo Lues yang Islami, Mandiri dan Sejahtra. Dengan sinergitas kerjasama ini, kami berupaya menjadikannya dalam program kerja SKPK terkait untuk konsisten membangun PLTM yang saya sebutkan di atas, kata Asisten III Ir. Bambang Waluyo. (ABDIANSYAH)




Acèh Kreatif dan Acèh Kaya untuk Penguatan Koperasi di Aceh


Aceh Barat, Baranewsaceh.co  – Acèh Kreatif dan Aceh Kaya adalah dua program yang termaktub dalam visi misi Aceh Hebat. Program ini disiapkan secara khusus oleh Pemerintah Aceh dalam upaya penguatan koperasi di Bumi Serambi Mekah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh Drs Dermawan MM, dalam sambutannya saat membuka secara resmi Peringatan Hari Koperasi Nasional tahun 2018, di Halaman Gedung Olahraga Meulaboh, Senin (23/7/2018).

“Program Aceh Kreatif fokus untuk mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat sesuai potensi daerah, sedangkan Aceh Kaya lebih kepada upaya merangsang semangat kewirausahaan masyarakat di bawah pembinaan lembaga terkait,” ungkap Dermawan.

Selain dua program tersebut, Pemerintah Aceh juga terus mendorong sektor swasta mengalokasikan dana CSR nya untuk penguatan koperasi. Untuk itu Dermawan mengimbau semua pihak untuk saling bekerjasama mensukseskan program ini, sehingga koperasi dapat bangkit, berkembang dan kembali berjaya.

Dermawan mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan Hari Koperasi sebagai momentum untuk meningkatkan peran koperasi di tengah-tengah masyarakat, sehingga spirit kekeluargaan dan gotong royong dalam membangun kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan.

Saat ini, sambung Dermawan, dunia perkoperasian sedang menghadapi berbagai dinamika seiring kuatnya arus pasar global dan perdagangan bebas yang secara langsung maupun tidak langsung telah menghadirkan dampak terhadap usaha peningkatan kapasitas koperasi dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita semua tahu, koperasi pada dasarnya dibangun atas dasar kekeluargaan, dan kesetiakawanan. Sementara pergerakan ekonomi global bersifat kapitalis yang mengandalkan persaingan bebas. Yang kuat akan berjaya, yang kalah akan terpuruk. Ironisnya, dunia cenderung membenarkan ekonomi ala barat ini, sehingga membuat semangat kesetiakawanan dalam ekonomi semakin lumpuh,” ujar Dermawan.

Kondisi ini merupakan tantangan besar yang harus dihadapi koperasi. Oleh karena itu, Sekda mengingatkan agar koperasi terus mempersiapkan diri sehingga mampu bersaing dengan lembaga swasta berorientasi kapitalis yang mulai bergerak untuk sektor usaha kecil.

“Koperasi harus mampu meyakinkan masyarakat tentang basis ekonomi Islami yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong,” tegas Dermawan.

Selain itu, Dermawan juga berpesan agar koperasi mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan perubahan sosial di kalangan masyarakat, terutama akibat meningkatnya semangat individualistis sehingga banyak yang menganggap koperasi sebagai bentuk ekonomi kuno yang tidak lagi sesuai dengan zaman sekarang.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, maka semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas koperasi harus kita perkuat. Apalagi kita tahu, koperasi bukan semata-mata sebagai badan usaha, tapi juga merupakan manifestasi ideologi atas dasar keadilan dan saling tolong menolong,” imbuh Dermawan.

Ia mengingatkan bahwa Undang-undang nomor 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian telah mengamanatkan semua pihak untuk membangkitkan koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dilihat dari prinsip yang dianutnya, koperasi dapat dipandang sebagai gerakan anti kapitalisme dan melawan semangat individualistik. Dengan membesarkan koperasi, kita turut berperan membendung kapitalisme yang merupakan anak kandung dari globalisasi,” ujarnya.

Koperasi dan Prinsip Ekonomi Islam

Dalam kesempatan tersebut Dermawan juga mengingatkan bahwa prinsip kapitalis yang cenderung individualistik sangat tidak sesuai dengan budaya Aceh dan ekonomi Islam. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mendukung langkah Pemerintah Aceh dalam melakukan penguatan koperasi yang cenderung lebih dekat dengan prinsip ekonomi Islam itu.

“Oleh karena itu, menjadi tanggungjawab kita bersama untuk meningkatkan dan menyemarakkan kembali semangat berkoperasi kembali di Aceh, sehingga budaya bangsa, seperti gotong royong,  dan kesetiakawanan sosial tetap lestari,” kata Dermawan.

Bahkan, sambung Dermawan, peran koperasi dalam membangun kesetiakawanan sosial telah diakui dunia internasional. Ia menambahkan, PBB telah merekomendasikan agar koperasi tampil sebagai model pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang.

“Atas dasar itu revitalisasi koperasi perlu kita galakkan kembali sesuai dengan tema HUT Koperasi tahun ini, ‘Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.

Dengan cara itu, maka pengaruh kapitalisme yang cenderung membuat orang saling acuh dan tidak peduli dengan sesama dapat dilawan.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, hingga akhir tahun 2017 jumlah koperasi di Aceh mencapai 6.883 unit. Sebanyak 4.356 unit atau 63,29 persen merupakan koperasi aktif sedangkan sebanyak 2.527 unit atau 36,71 persen merupakan koperasi berkategori kurang aktif. Dari jumlah tersebut, masyarakat Aceh yang bergabung sebagai anggota koperasi mencapai 470.354 orang.

“Terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi memajukan koperasi di Aceh. Dirgahayu Koperasi Nasional ke-71 Mari Berdayakan Koperasi di Aceh demi Penguatan Ekonomi Rakyat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dermawan didampingi Wakil Bupati Aceh Barat, Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM, Ketua Dekopin Pusat, Kepala Dinas Koperasi dan UKM melakukan penyerahan penghargaan kepada koperasi berprestasi.

Selain itu, ia juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim, serta meninjau gerai pamer milik kabupaten/kota.

Berikut ini adalah daftar pemenang koperasi sesuai dengan jenisnya:

Jenis Simpan Pinjam

Juara I Koperasi Dinas Kesehatan, Aceh Selatan

Juara II KSPS Bintang Mandiri, Primer Provinsi

Juara III Koperasi Karya Wanita Kota Baro, Banda Aceh

Harapan I Primkop Kartika Bhakti Utama, Aceh Besar

Harapan II Kopwan Harapan Suci Insani, Bener Meriah

 

Jenis Konsumen

Juara I KPRI Kopkaga, Banda Aceh

Juara II KPRI Mujur, Aceh Barat

Juara III KPN Amanah (SMK Negeri Langsa)

Harapan I Primkop Kartika, Pidie

Harapan II Primkop Kartika Usaha Bersama, Aceh Singkil

Harapan III Koperasi Hidup Baru, Polres Aceh Besar

 

Jenis Pemasaran

Juara I KSU Setia Kawan, Aceh Timur

Juara II Kopnel Camar Laot, Aceh Barat

 

Jenis Jasa

Juara I KSU Wangi Sari Selamat Jaya, Aceh Tamiang

Juara II Primkop Kartika Bungong Seulanga, Banda Aceh.

(RED)