“Rapat Tindak lanjut Kepanitiaan Pra Rapat Tahunan (RAT) IMPKBM”

Rapat pembentukan kepanitian yang berlokasikan di halaman Rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram dimulai pada pukul 16.00 Wita sampai selesai. Dan telah menghasilkan kepengurusan kepanitian dalam mempersiapkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ikatan Mahasiswa Pelajar Komodo Boleng Mataram (IMPKBM). Dihadiri warga IMPKBM mencapai puluhan orang didalam lingkaran dari berbagai perguruan tinggi diantaranya, UMMAT, IKIP Mataram, dan Universitas Islam Negeri Mataram (UIN).

BARANEWSACEH.CO, MATARAM – Kamis, 11 Oktober 2018 telah melakukan kesepakatan untuk melanjutkan rapat pembentukan kepanitian yang berlokasikan di halaman Rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram dimulai pada pukul 16.00 Wita sampai selesai. Dan telah menghasilkan kepengurusan kepanitian dalam mempersiapkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ikatan Mahasiswa Pelajar Komodo Boleng Mataram (IMPKBM). Dihadiri warga IMPKBM mencapai puluhan orang didalam lingkaran dari berbagai perguruan tinggi diantaranya, UMMAT, IKIP Mataram, dan Universitas Islam Negeri Mataram (UIN).

Dalam rapat tersebut cukup menegangkan dikarenakan suasana forum yang begitu kritis membuat ketua panitia kebingungan untuk mengkondisionalkan suasana forum. Tapi semua itu tidak begitu lama, sehingga menghasilkan kesepakatan bersama dalam menyukseskan RAT nantinya.

Rapat pembentukan panitia RAT di hadiri saudara “Jehudin Uling” salah satu senior yang tetap setia bergabung, mahasiswa baru, kepanitian dan anggota Kepengurusan periode 2017-2018.

Dalam sambutan ketua panitia saudara “Muhammad Tayeb” mahasiswa Universitas Mataram Fakultas Fisipol intinya tetap mendefinisikan keadaan dan bersyukur, juga tetap mengajak seluruh warga IMPKBM sama-sama bergandeng tangan dalam menyukseskan agenda RAT, mengingat ini adalah langkah awal bagaimana kita melihat dinamika yang terjadi di IMPKBM saat ini.

Hal lain juga disampaikan oleh sekertaris pantia saudara “Akmal Soleh” dalam hal ini lebih menekan kepada struktur Kepanitian, agar bekerja secara kolektif dan kolegial demi terselenggaranya rapat anggota tahunan (RAT) sesuai harapan bersama terlebih khusus ditekankan kepada Koordinator bagian humas agar mendata seluruh warga IMPKBM baik dari tataran mahasiswa maupun tingkat pelajar yang berdomisili di Kota Mataram.

Mewakili senior yang hadir dalam agenda ini, Kakanda “Rikardus Nompa, S. Pd” juga menyampaikan beberapa hal terkait persiapan panitia itu sendiri maupun keberadaan IMPKBM saat ini.

Pertama, pantia harus memaksimal persiapan demi terselenggaranya rapat anggota tahunan (RAT) bersama warga yang ada. Kedua, seluruh warga harus mempunyai rasa memiliki IMPKBM agar semangat membangun kebersamaan tetap ada. Ketiga, tetap mejaga tali persaudaraan dengan adanya asas kekeluargaan itu sesuai motto IMPKBM yaitu “Lonto Leo, Lonto Cama, Kawe Solusi”.(RED)




Dyah Erti Idawati Serahkan Hadiah Peraih Juara Apresiasi Bunda PAUD

Banda Aceh, Baranewsaceh.co  – Wakil Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati,  memberikan  hadiah kepada juara Apresiasi  Bunda PAUD Aceh tahun 2018 di Aula hotel 88, Rabu (10/10/2018).

Untuk kategori Apresiasi Gugus PAUD, juara 1 diraih oleh Kabupaten Pidie, juara 2 diraih oleh Kabupaten Aceh Timur dan juara tiga diperoleh oleh Kota Langsa.

Sementara kategori Apresiasi Bunda PAUD tingkat Gampong, juara 1 diraih oleh Gampong Meunasah Mesjid Lhokseumawe. Juara 2 didapatkan oleh Gampong Baro Aceh jaya dan juara 3 berhasil diraih oleh Gampong Pinang Abdya.

Pada tingkat Kecamatan, dewan juri menetapkan Kecamatan Sawang, Aceh Selatan sebagai juara 1, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur sebagai juara 2 dan juara 3 diraih dari Kecamatan Jeumpa, ABDYA (Aceh Barat Daya). Selanjutnya, di tingkat Kabupaten/kota, juara 1 didapatkan oleh Kota Langsa, Kota Banda mendapatkan juara 2 dan juara 3 diperoleh Kabupaten Aceh Besar.

Sebelumnya, Dyah Erti telah membuka kegiatan Apresiasi Bunda PAUD di Pendopo Gubernur Aceh. Kegiatan ini telah  berlangsung dari 8 Oktober 2018 sampai 10 Oktober 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin mengatakan kegiatan itu dilaksanakan atas kerja sama Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Aceh. Apresiasi itu, kata Syaridin akan terus dilanjutkan dan akan dipertimbangkan untuk menambah anggaran tahun 2019 dalam rangka untuk meningkat kualitas PAUD dan pengurus di tiap-tiap daerah.

“Penilaian sudah dilakukan seobjektif mungkin dan kita meminta untuk tiap PAUD untuk terus meningkatkan kualitasnya karena jika perubahan belum kita lakukan maka jangan bermimpi untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Syaridin.

Syaridin menyampaikan bahwa pada tahun 2018 Aceh dipercayai oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelenggarakan Festival dan lomba Seni siswa tingkat Nasional dan mendapatkan apresiasi dan predikat sebagai tuan rumah terbaik dari semua Provinsi yang sudah pernah dipercayakan sebagai tuan rumah. Sementara di tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Aceh sebagai tuan rumah untuk melaksanakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMA/SMK.  (RED)




“Peluang Emas Lulusan Serjana”

Oleh : Rikardus Nompa (Putra Daerah Manggarai Barat)

Akhir-akhir ini pengumuman pemerintah tentang penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) disambut hangat dan antusias oleh para pencari kerja,  terutama para sarjana yang baru lulus maupun sarjana yang sudah lama menganggur.

Bahkan tidak sedikit mereka yang sudah bekerja pun, masih tetap mengidolakan impiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Berita penerimaan CPNS mengalahkan popularitas berita lainnya. Hangatnya pemberitaan penerimaan CPNS mengindikasikan bahwa hingga kini masyarakat masih tetap menganggap bahwa profesi sebagai  PNS, merupakan profesi bergengsi yang diincar oleh banyak pencari kerja.

Fenomena Kerja PNS
Ukuran keberhasilan orang tua menyekolahkan anaknya dikaitkan dengan status pekerjaan setelah selesai kuliah. Jika kelak anaknya tamat dan bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka dikatakan anaknya telah sukses, dan jika bekerja di luar PNS  seolah-olah dianggap sebagai pekerjaan percuma.

Di sini prestise lebih diunggulkan dibandingkan dengan prestasi. Pencitraan seperti ini terwariskan dari generasi ke generasi yang  menjelajah pemikiran masyarakat kita.

Menjadi orang gajian lebih baik dari pekerjaan sebagai wirausaha. Orang berlomba mengejar status, kedudukan dan materi, alasannya sangat pragmatis, jadi PNS memiliki keunggulan dibanding dengan profesi lainnya.

Di samping kerjanya ringan, pakain kerjanya rapi dan necis,  masa depan dirinya dan keluarganya dijamin pemerintah, tidak ada target produksi, status sosialnya terangkat, gajinya cukup besar, mau minjam uang ke bank pun relatif lebih mudah, dan masih banyak kesenangan lain yang dimiliki oleh seorang yang menjadi PNS.

Menurut Bung Rikardus Nompa hidup ini adalah pilihan. Dalam hidup ada dua jalan kehidupan berbeda, kita berhak untuk memilih dan meraihnya: apakah kita memilih jadi karyawan yang berarti kita sudah dibeli oleh instansi/ perusahaan, atau memilih sebagai pengusaha yang memberi peluang untuk menikmati hidup bahagia.

Perbedaan yang mendasar, bila jadi karyawan kita bekerja keras untuk uang, sedangkan bila jadi pengusaha uang bekerja untuk kita. Ini semua bergantung pada kita.

Bila kita memilih jadi pengusaha konsekuensinya adalah harus mampu dan mau bekerja keras dengan berbagai risiko yang akan dihadapi. Namun jika kita ingin santai dan menjadi orang gajian dengan penghasilan datar maka pilihlah menjadi pegawai.

Fakta yang teramati sekarang ini, lulusan kuliah terus bertambah setiap tahunnya, tetapi tingkat pengangguran juga semakin banyak. Hal ini menandakan para lulusan tidak sanggup berkompetisi pada dunia kerja.

Akankah mereka terus menunggu dalam ketidakpastian, menunggu ada lowongan kerja? Sementara ada profesi lain sebagai wirausaha yang setiap hari terus membuka lowongan tanpa harus memakai surat lamaran dan tanpa ada seleksi ujian tertulis dan ujian teori; yang ada adalah ujian praktik yaitu praktik berwirausaha.

Saat ini untuk menjadi sarjana tidaklah sulit, namun untuk menanamkan roh jiwa wirausaha kepada mahasiswa merupakan pekerjaan yang sangat sulit.

Persoalannya, mind set masyarakat kita sulit untuk diubah, seolah-olah hasil akhir dari proses pendidikan adalah untuk menjadi pegawai negeri sipil.

Jika tidak ada perubahan paradigma berpikir kritis, maka ledakan angka pengangguran di negeri kita akan mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

Lantas mau dikemanakan sarjana-sarjana tersebut jika ternayata mereka menganggur? Haruskah mereka kita biarkan berstatus sebagai pengangguran intelektual?

Karena itu maka kiat mengatasi pengangguran adalah  menanamkan jiwa wirausaha  sejak dini  kepada mereka, bila perlu sejak masih pada tingkat sekolah dasar.

Pendidikan merupakan jalan mengantarkan seseorang menjadi entrepreneur. Melalui pendidikan orang akan memperoleh pengaruh yang baik untuk menjadi wirausaha.

Namun untuk mencapai hal tersebut perlu ada sistem pendidikan yang menyeluruh, agar mampu menghasilkan orang-orang yang mandiri dan utuh,  agar mampu memperbaiki kualitas kehidupannya.

Budaya Feodalisme
Secara historis masyarakat kita memiliki sikap feodal yang diwarisi dari penjajah Belanda, dimana profesi sebagai pegawai memiliki status sosial cukup tinggi dan disegani oleh masyarakat.

Di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan sangat ini memberatkan, pilihan untuk menjadi PNS agaknya dijadikan harapan demi mengamankan kestabilan perekonomian rumah tangga. Inilah yang menjadikan minat untuk menjadi seorang PNS demikian kuat berkembang di tengah masyarakat.

Jiwa dan roh feodalistik masih melekat, dimana ada kecenderungan sikap masyarakat selalu memposisikan atau mengistimewakan status sosial seseorang khususnya kepada  PNS, apalagi yang bersangkutan memegang jabatan. Pemerintahpun  juga menjadi sumber penyebab praktik pola hubungan yang feodalistik.

Kita bisa melihat bagaimana pejabat publik mendapatkan perlakuan istimewa, ketika yang bersangkutan melakukan kegiatan kedinasan.

Fakta tersebut yang menyebabkan profesi sebagai PNS menjadi incaran semua orang, terkesan mewah, dilayani, dihormati dan selalu didahulukan.

Siapa yang tidak tertarik dengan kemewahan dan kemegahan seperti itu? Padahal sejatinya kita adalah pelayan masyarakat bukan malah sebaliknya minta dilayani.

Selanjutnya jika kita menekuni  profesi sebagai pegawai akan menghabiskan banyak waktu untuk kegiatan di kantor sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hidupnya bagaikan robot saja yang secara terus menerus menjalankan aktivfitas rutin.

Karena itulah tidak usah ngotot ingin menjadi PNS, karena ia merupakan pintu rezeki yang paling sempit. Kita bisa bayangkan, satu formasi lowongan kerja PNS bisa diperebutkan ribuan calon pelamar, berarti sangatlah sempit peluang kita untuk bisa meraihnya.

Namun kalau jika ada peluang untuk itu, jangan ditolak, karena ada yang menilai pekerjaan yang paling enak di dunia adalah menjadi PNS, kerjanya enak dan bila perlu enak-enakan, gajinya pasti dan hidupnya ditanggung pemerintah.

Mohon maaf sebesarnya bagi rekan-rekan saya yang sedang berkompetisi menuju panggung PNS. Disini saya hanya mencoba membuka wawasan berpikir rekan-rekan semua, melihat kondisi ril yang sudah ada. Saya disini menawarkan solusi dimana kebaradan Kab. Manggarai Barat salah satu icon destinasi wisata yang sangat berpotensi untuk membangun perekonomian masyarakat.

Untuk merinci sebagai bentuk dari dongkraknya ekonomi masyatakat, disini masyarakat dituntut untuk berwirausaha.

Pesan Rikardus Nompa dalam hal ini yaitu, “Berhentilah berpikir dari segi keterbatasan dan mulailah berpikir dari segi kemungkinan” karna sejatinya Hidup ini adalah Kompetisi.

Disini kita sama-sama meneropong hal ini, lebih khusus di Kabupaten Manggarai Barat, sebagaimana yang dimuat oleh “Indonesiakoran.com” pada Rabu, 10 Oktober 2018 | 13:07 WIB.

Sebanyak 5.163 orang melamar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan mendaftar secara online di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Manggarai Barat, Sebas Wantung, dari jumlah tersebut sebanyak 2.166 orang di antaranya telah menyerahkan berkas asli pendaftaran ke Panitia Penyelenggara di Kantor BKPPD.

“Sisanya sebanyak 2.997 pelamar, belum memasukkan berkas kepada Panitia Penyelenggara,” tuturnya, di Labuan Bajo, Selasa (9/10/2018). (RED)




FUAS dan KAMMI Aceh Selatan Menyerahkan Bantuan untuk Donggala Melalui ACT


Aceh Selatan, Baranewsaceh.co  – Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS ) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI) Aceh Selatan melakukan penyerahan bantuan untuk korban bencana alam (gempa dan tsunami) di Palu-Donggala.

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum FUAS dan KAMMI Aceh Selatan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Aceh Selatan dengan jumlah donasi sebesar Rp 4.321.000,00 (Empat Juta Tiga Ratus Dua Puluh Satu Ribu Rupiah) yang diserahkan di Tapaktuan, Aceh Selatan pada Rabu (10/10/2018) siang.

Ketua Umum FUAS Aceh Selatan, Yulifhirmarijal mengatakan keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di Palu dan Donggala yang menjadi korban musibah gempa dan tsunami adalah dasar dimana donasi ini dilakukan. Penjarahan yang viral di media adalah satu dari sekian banyak bukti bahwa masyarakat Palu dan Donggala sangat membutuhkan uluran tangan kita secepatnya.

“Ini adalah bentuk kepedulian FUAS dan KAMMI Aceh Selatan secara spontan untuk menggalang donasi di beberapa titik di Aceh Selatan,” kata Yulifhirmarijal.

“Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada donatur yang telah tergerak hatinya untuk membantu saudara kita di Palu-Donggala,” ujar Yuli

Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI ) Aceh Selatan, Muhiburrahman mengatakan, “Kami berharap semoga bantuan yang telah disalurkan bisa sedikit meringankan korban bencana alam di Palu-Dolangga,” kata Rahman.

“Penyaluran yang telah diterima melalui ACT diharapkan dapat memenuhi ekspektasi kita semua,” tutup Rahman.

Ada pun penggalangan ini dilakukan di sekolah-sekolah, desa-desa dan pusat-pusat keramaian. FUAS dan KAMMI Aceh Selatan mempercayakan kepada ACT yang sudah berpengalaman terjun ke lokasi bencana alam yang ada di Indonesia. Donasi yang terkumpul juga disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Aceh.

{Rifan}




SMK Negeri 1 Sintoga Kembali Raih Prestasi

 

Padang Pariaman Sumbar – Baranews Aceh.Co – Setelah sebelumnya merebut Juara LKS SMK tingkat Sumbar 2018, dengan meraih Juara 1 Restaurant Service dan Juara 2 Cooking, serta Juara 2 Lari di O2SN Sumbar , SMK Negeri 1 Sintoga kembali meraih prestasi membanggakan di tingkat  propinsi pada tahun ini.

Prestasi tersebut, diraih belum lama ini pada ajang Expo SLTA  dan SLB tingkat Sumbar, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Sumatera Barat dan sekolah tersebut berhasil menyabet Juara 2 Karya Inovasi.

Selain memperoleh trophy dan piagam penghargaan pada event tersebut, tim sekolah ini juga memperoleh hadiah sebesar 1 juta rupiah dari panitia penyelenggara.

Kepala sekolah Drs. Busraini yang ditemui di ruang kerjanya baru – baru ini, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang berhasil diraih. Pihaknya berharap, hal ini memotivasi siswa dan siswi, serta menjadi tolak ukur kedepannya bagi tenaga pendidik di sekolahnya.

“Alhamdulillah siswa dan siswi kembali meraih prestasi di tingkat Sumbar. Semoga semakin menambah semangat murid di sekolah ini, agar  lebih giat lagi dalam belajar”, ujar Busraini dengan ramah.

“Begitu juga dengan tenaga pendidikan di sekolah ini, diharapkan agar terus meningkatkan kinerja dan menjadikan pencapaian sekolah ditahun ini sebagai tolak ukur, agar kedepannya bisa lebih baik lagi”, lanjutnya.

Dengan meraih prestasi di tingkat Sumbar, sekolah ini juga berkompetisi di LKS tingkat Nasional beberapa waktu yang lalu. Prestasi yang mendapatkan appresiasi dari masyarakat dan orang tua wali murid.

Hal ini membuat sekolah tersebut, menjadi SMK kebanggaan bagi masyarakat daerah Padang Pariaman. Sekolah yang  memiliki 5 jurusan keahlian, yang antara lain, Tata boga, Perhotelan, Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Sepeda Motor.

Selain itu, pihak sekolah juga telah melakukan kerjasama dengan dengan sejumlah pelaku usaha di Sumbar dan daerah lainnya. Sebanyak 25 perusahaan tercatat telah melakukan mou dengan sekolah tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, untuk jurusan perhotelan, alumni sekolah ini banyak yang bekerja di beberapa hotel ternama di kota Padang, seperti Hotel Bumi Minang, Ibis dan Mercure, serta prakerin di sejumlah hotel di kota Batam, Riau. (Zein)




SMP Negeri 1 Batang Anai Menuju UNBK Mandiri 2019

Padang Pariaman Sumbar – Baranews Aceh. co –  Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga SMP Negeri 1 Batang Anai, bahwa sekolah mereka mendapat instruksi untuk dapat melaksanakan UNBK Mandri di tahun 2019.

Terkait hal ini, kami pun menemui kepala sekolah Drs. Edison di ruang kerjanya baru – baru ini. Edison membenarkan bahwa sekolahnya diharapkan untuk dapat melaksanakan UNBK Mandiri 2019 mendatang.

“Kami memang diarahkan untuk bisa melaksanakan UNBK Mandiri tahun depan. Akan tetapi, sekolah saat ini masih terkendala dengan masih kurangnya jumlah unit komputer yang ada dan belum memiliki jaringan internet untuk itu”, jelas Edison.

Berdasarkan keterangannya, saat ini sekolah tersebut baru memiliki 44 unit komputer. Kemungkinan bisa menambah 5 unit komputer di tahun ini dan 5 unit lagi ditahun berikutnya, sehingga menjadi 54 unit dari 265 murid kelas IX yang ada saat ini.

Salah seorang wali murid sekolah ini Udin (42), menyambut positif program pelaksanaan UNBK Mandiri tersebut dan berharap kendala yang dihadapi sekolah mendapat perhatian dari berbagai pihak.

“SMPN 1 Batang Anai terus memperlihatkan kemajuan dari waktu ke waktu dan kami gembira dengan hal ini. Semoga UNBK Mandiri 2019 bisa terwujud”, ujar Udin.

‘Mengenai kendala yang ada, tentunya diharapkan menjadi perhatian dari berbagai pihak, demi kemajuan pendidikan di daerah ini”, ujar Udin lebih lanjut.

Sekolah yang bakal berusia 33 tahun pada bulan desember mendatang, telah mempunyai puluhan ribu alumni dan diantaranya bahkan ada yang menjabat sebagai wakil ketua DPRD di daerah tersebut. (Zein)




Pemerintah Aceh Janjikan Bonus Bagi Peraih Juara MTQN


Medan, Baranewsaceh.co – Pemerintah Aceh bakal memberikan penghargaan bagi peserta asal Aceh yang meraih juara pada Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke 27 di Medan Sumatera Utara.  Janji itu diutarakan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat menjumpai kafilah Aceh di Hotel Grand Antares, Sabtu (06/10) malam. Selain itu, Nova meminta seluruh peserta tampil maksimal, sehingga keluar sebagai juara umum.

Bonus yang dijanjikan Nova bakal diberikan pada seluruh peserta yang  meraih juara. Bagi peraih juara 1 akan diberikan total Rp.250 juta. Sementara juara 2 sebesar Rp.150 juta, Rp.100 juta bagi peraih juara 3, Rp.50 juta bagi yang meraih juara harapan 1, serta peraih harapan 2 dan 3 akan disesuaikan. Seluruh bonus itu akan diusahakan untuk dianggarkan dalam APBA tahun 2019 mendatang.

“Semuanya tolong persiapkan diri sebaik mungkin, latihan serta jaga kesehatan agar dapat tampil maksimal sehingga meraih nilai terbaik dan menjadi juara,” ujar Nova.

Kehadiran Nova di Medan dalam rangka memberikan motivasi kepada seluruh peserta asal Aceh. Di sana ia didampingi Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh. Juga hadir Kepala Dinas Syariat Islam, Alidar, Asisten I Setda Aceh Jakfar serta Kepala Biro Kesra Setda Aceh, Zahlul Fajri. (ABDI)




Talk Show Inspirasi Aceh Muda Foundation Nagan Raya

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Aceh Muda Foundation (AMF Nagan Raya) mengadakan kegiatan Talk Show Inspirasi Dengan tema “Menjadi Mahasiswa yang Aktif, Kreatif, Berprestasi dan Kritis di Era Milenial”.

Dalam Kegiatan ini turut berhadir Pembina AMF Nagan Raya, Demisioner, Pengurus aktif, Serta dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan universitas yang berbeda Sebanyak Seratus Delapan Puluh Tiga mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini yang tak hanya terdiri dari mahasiswa Unsyiah, melainkan mahasiswa tersebut juga berasal dari Universitas Islam Ar Raniry dan juga universitas lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2018 yang berlokasi di Auditorium FKIP Unsyiah.

Jusmaidi selaku pemateri pertama sangat terkesan dengan kegiatan ini sebab bisa bertemu dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa untuk menjadi bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang aktif, kreatif dan kritis di era milenial. Selain itu Rahmah Inayatillah dan Cici Helviza sebagai pemateri yang kedua dan ketiga memberikan motivasi agar kita keluar dari zona nyaman sehingga kita lebih giat dalam belajar, yakin dengan sepenuh hati dan doa yang tak terhenti. Serta meminta ridho dari orang tua. Karena berhasil di zona nyaman hanya akan membawa kita pada mimpi mimpi yang biasa saja, namun tak bisa merasakan keindahan mimpi itu yang di luar zona nyaman kita. Cobalah dengan banyak bertanya meski dengan pertanyaan yang labil, karena pertanyaan labil ini yang membuat kita akan terus berkembang.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan ini, Budiarto SPd selaku pembina Aceh Muda Foundation Nagan Raya mengingatkan bahwa tak hanya dituntut untuk berprestasi dalam kegiatan akademik saja, mahasiswa juga harus mampu berprestasi dalam kegiatan olah raga, minat bakat dan lain sebagainya. Sehingga nantinya ada kesempatan bagi kita untuk pergi keluar negri.

Apresiasi terbesar kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan acara talk show inspirasi yang begitu sempurna, serta Adinda Sumardi yang telah membimbing panitia untuk menyelenggarakan talk show yang alhamdullilah sukses dan lancar. Dimana Aceh Muda Foundation memiliki semboyan “Muda Beriman Cendikia” sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan nilai positif dan kebermanfaatan untuk mahasiswa pada umumnya’.

Sementara Samsudin selaku ketua panitia yang diwakili oleh Aryanda, mengungkapkan semoga acara seperti ini semakin baik dan terus ada karena kegiatan seperti ini bisa memberikan motivasi agar ada keinginan untuk pergi keluar negri. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan acara ini.

Dalam hal ini Sumardi selaku Ketua Umum AMF Nagan Raya mengatakan bahwa semoga kegiatan ini berguna untuk mahasiswa agar terus meningkatkan kapasitas diri sehingga mereka bisa berani tampil terutama mahasiswa baru. Terima kasih kepada ketua panitia dan jajaran panitia yang telah menyelenggarakan acara talk show inspirasi dan terima kasih kepada segala pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara ini, tuturnya dalam sesi wawancara”. (RED)

 




Semakin Liberal: Krisis Finansial Semakin Sering Terjadi

Ilustrasi

Oleh : Anthony Budiawan – Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)

Menjelang Perang Dunia II berakhir, PBB menyelenggarakan konferensi moneter dan finansial di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat (AS), Juli 1944. Pertemuan yang juga dikenal dengan Bretton Woods Conference bertujuan mencari solusi mempercepat pembangunan ekonomi dunia, khususnya Eropa (Barat), dari kehancuran akibat perang.

Bretton Woods Conference yang didominasi oleh Amerika Serikat dan Inggris sepakat mendirikan dua institusi dunia dalam bidang moneter dan finansial: 1. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) atau yang dikenal dengan World Bank, dan (2) International Monetary Funds (IMF).

Tugas utama World Bank untuk mempercepat pembangunan ekonomi global, sedangkan tugas utama IMF untuk menjaga stabilitas sistem moneter dunia dan nilai tukar, yang sebelumnya sangat bergejolak akibat banyak negara melakukan “manipulasi” mata uangnya dengan cara devaluasi, alias currency war.

Sistem moneter Bretton Woods disepakati kembali berbasis gold standard dengan nilai tukar tetap. Dolar AS di-pegged, dan dapat dikonversi, ke emas dengan nilai 35 dolar AS per ounce (sekitar 28,35 gram). Mata uang lainnya kemudian di-fixed terhadap dolar AS. Deutsche Mark Jerman, misalnya, ditetapkan 4,2 DM; Jepang Yen 360 yen, Frank Perancis 3,5 FF, Pound Inggris 0,3571 pound per dolar AS, dan seterusnya. Setiap negara hanya boleh merubah nilai kurs tetap ini dalam rentang 10 persen saja. Kalau lebih dari 10 persen harus minta persetujuan IMF.

Jadi, tugas IMF ketika itu lebih bersifat supervisi saja. Selama sistem Bretton Woods berjalan kondisi moneter dunia sangat stabil: krisis finansial atau perbankan hampir tidak pernah terjadi. Lihat gambar di bawah.

Namun, sistem Bretton Woods tidak bertahan lama. Pemulihan ekonomi Eropa Barat dan Jepang, di tambah pengeluaran AS untuk membiayai militernya di seluruh dunia yang sangat besar, termasuk membiayai berbagai perang seperti perang Vietnam, menyebabkan neraca pembayaran AS defisit berkepanjangan sejak 1958. Defisit ini membuat cadangan emas AS turun tajam selama periode 1958-1971, turun hampir 60 persen, akibat defisit tersebut dikonversi menjadi emas.

Anjloknya cadangan emas ini membuat Presiden AS ketika itu, Richard Nixon, menghentikan konversi dolar ke emas pada Maret 1971, yang mana menandai berakhirnya sistem moneter Bretton Woods.

Pasca runtuhnya Bretton Woods, sistem moneter dunia menjadi liar. Dolar AS, termasuk Eurodollar dan Petrodollar, mengalir deras keluar masuk negara-negara berkembang (emerging markets) secara bebas, yang mana menjadi pemicu utama krisis finansial. Pada 1980-an, hampir semua negara Amerika Latin mengalami krisis finansial karena dolar yang masuk pada akhir 1970-an dan awal 1980-an tiba-tiba ditarik keluar, membuat neraca pembayaran defisit, menyebabkan kurs mata uangnya anjlok. Dalam kondisi seperti itu, tidak ada jalan lagi kecuali harus minta bantuan “dana talangan” IMF.

Peran IMF pun berubah dari supervisi sistem moneter menjadi aktor utama dalam mentransformasi ekonomi global menjadi semakin liberal, atau yang dikenal neoliberalism, alias neolib. IMF akan mengenakan prasyarat yang “mematikan” kepada negara yang memerlukan pinjaman dari IMF, yang dikenal dengan LPG: Liberalisasi, Privatisasi, Globalisasi, untuk menciptakan pasar bebas: free trade, free financial market, free capital market.

Tetapi, sayangnya pasar tenaga kerja yang menjadi comparative dan competitive advantage dari negara-negara berkembang tidak ikut dipasar-bebaskan menjadi free labor market. Setiap orang seharusnya boleh bekerja di negara manapun.

Borderless world seharusnya tidak hanya berlaku untuk capital saja tetapi juga untuk tenaga kerja, seperti yang terjadi di Uni Eropa. Jadi, pasar bebas pun dipilih-pilih yang mana yang bermanfaat bagi negara maju.

Akibat LPG, sistem moneter global menjadi sangat tidak stabil. Pertengahan tahun ini Argentina harus menghadap tuan besar IMF lagi karena terjadi cash outflow dolar besar-besaran yang membuat mata uangnya anjlok dan inflasi tinggi. Sebelumnya Argentina sudah mengalami tiga kali krisis keuangan dan krisis mata uang pada 1982, 1989, 2001.

Pergerakan keuangan global yang sangat bebas juga terjadi di Indonesia dan mengakibatkan krisis moneter tahun 1997/1998 akibat terjadi penarikan dolar yang besar pada pertengahan kedua 1997 yang menyebabkan krisis neraca pembayaran dan krisis mata uang.

Kurs rupiah yang ketika itu menggunakan fixed exchange rate terhadap dolar AS menjadi kemahalan, kemudian rupiah diserang dan anjlok. Krisis moneter yang menjalar ke sektor perbankan membuat pemerintah terpaksa mem-bailout perbankan nasional, dan menanggung utang swasta menjadi utang negara. Untuk mengatasi masalah likuiditas ini, pemerintah akhirnya minta bantuan IMF. Sejak itu, sistem ekonomi Indonesia menjadi sangat liberal: transaksi pasar modal (saham dan obligasi) dikuasai asing.

Awal Oktober 2018 kurs rupiah melemah lagi dan sempat menyentuh Rp 15.200 per dolar AS. Neraca pembayaran dari Januari hingga September 2018 (8 bulan) mengalami rekor defisit sebesar 17 miliar dolar AS.

Yang lebih memprihatinkan lagi, tekanan terhadap rupiah masih belum reda. Kalau dolar outflow terus berlanjut seperti sekarang, bukan tidak mungkin Indonesia akan terjadi krisis neraca pembayaran lagi, dan kurs rupiah akan semakin terpuruk. Akankah kita menghadap IMF lagi?

Tujuan utama didirikan IMF dan World Bank adalah untuk menjaga stabilitas sistem moneter dunia. Tetapi, faktanya sangat berlawanan. Sistem moneter dunia kini semakin tidak stabil. Krisis finansial semakin sering terjadi terutama di negara berkembang yang menjadi sasaran keluar masuk dolar untuk mencari imbal hasil yang lebih besar.

Oleh karena itu, pada pertemuan di Bali 12-14 Oktober ini, Indonesia dan negara berkembang harus berani mengusulkan reformasi terhadap institusi IMF dan World Bank kembali kepada misinya: menjaga stabilitas moneter dunia. Atau sebaiknya kedua institusi tersebut dibubarkan saja dan sistem moneter dunia kembali ke era sebelum Bretton Woods 1944?




SMK-PP Negeri Saree Juara 1 LKS Tingkat Propinsi Aceh 2018

ACEH BESAR, BARANEWSACEH.CO – Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian ( SMK-PP ) Negeri Saree berhasil meraih Juara 1 Bidang Agronomi dalam Kegiatan Lomba Kegiatan Siswa (LKS) SMK Tingkat Propinsi Aceh tahun 2018. Juara 1 ini diraih oleh Hilda Aini Sifaq selaku siswa ATPH kelas XI setelah berhasil mengalah peserta dari 22 kabupaten lainnya. Hilda berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik nya berdasarkan yang dipelajari selama ini sesuai bimbingan ibu Mutiawati, SP. Prestasi bidang Agronomini merupakan Juara 1 untuk ke 3 kali secara berturut-turut selama SMK-PP Negeri Saree mengikuti LKS yaitu 2016 di Lhoksukon, 2017 di Banda Aceh, dan 2018 di Banda Aceh. Semoga kedepan bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan hingga dapat meraih prestasi di LKS tingkat Nasional, begitu harapan Muhammad Amin, SP.,MP selaku Kepala SMK-PP Negeri Saree. Pihak sekolah selalu dan terus meningkatkan kompetensi siswa dalam rangka menyukseskan revitalisasi SMK yang sedang dijalankan, begitu imbuhnya.

Selain meraih prestasi di bidang Agronomi, dalam LKS yang dilaksanakan sejak 2-6 Oktober 2018 ini, siswa SMK-PP Negeri Saree juga meraih Juara 3 dalam bidang Post Harvest Technology (Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian) atas nama Dharma Julian Bangun. Prestasi ini sedikit menurun dibanding tahun 2017 yaitu juara 2. Hasil ini membuat kami bersedih karena belum bisa meraih juara 1, namun kami bangga kepada anak didik kami yang telah berusaha dan berjuang dengan sekuat tenaga serta sebaik mungkin dalam lomba, semoga ini menjadi cambuk buat siswa dan kami untuk berbuat lebih baik lagi tahun depan, begitu kata Yuni Hasrita, S.TP selaku pembimbing.

Kegiatan LKS bidang Agronomi dan Post Harvest Technology ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh di SMK Al-Mubarkeya Aceh Besar. Dimana panitia LKS dalam hal penilaian lomba mengundang Dosen Fakultas Pertanian selaku juri lokal dan P4TK Pertanian Cianjur selaku Juri Nasional, dalam hal ini diwakili oleh Ir. Atat Budiarta S,.MP dan Ir. Lily Mariana Salman, M.Si. ini semua dilakukan sesuai arahan Kadis Pendidikan Aceh dalam sambutan pembukaan LKS mengatakan LKS tahun ini harus menghasilkan juara yang sesuai nilai batas minimal sehingga diharapkan para juara dapat bersaing dalam LKS Tingkat Nasional tahun depan.

Para juara 1 dalam LKS Propinsi Aceh tahun 2018 ini akan mewakili Aceh untuk ikut dalam kegiatan LKS Tingkat Nasional Tahun 2019 yang akan dilaksanakan pada 7 – 13 Juli 2019 di Kota Yogyakarta. Oleh sebab, para juara 1 ini, termasuk Hilda Aini Sifaq tidak boleh larut dalam kegembiraan juara, namun harus mulai mempersiapkan diri untuk LKS tingkat nasional disamping mengikuti pembelajaran di kelas seperti biasa. (RED)




Kementan RI Uji Sertifikasi Kompetensi Siswa SMK-PP Negeri Saree


ACEH BESAR, BARANEWSACEH.CO – Kementerian Pertanian Republik Indonesia melaksanakan Uji Sertifikasi Kompetensi kepada 25 orang siswa SMK-PP Negeri Saree pada 3 – 5 Oktober 2018. Kegiatan ini secara teknis dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P2) Kementan dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Tempat Uji Kompetensi (TUK) SMK-PP Negeri Saree. Sertifikasi Kompetensi dilaksanakan ke 25 orang siswa kelas XII Kompetensi Keahlian Agribisbis Tanaman Pangan dan Hortikultura yang fokus pada skema Pelaksana Produksi Benih Tanaman.

Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan oleh Muhammad Amin, SP, MP selaku kepala SMK-PP Negeri Saree yang diikuti oleh para Wakasek, Kasubbag TU, Ketua Kompetensi Keahlian ATPH, Ketua TUK, Asesor BNSP dari LSP-P2 Kementan dan juga para siswa selaku peserta Uji Sertifikasi Kompetensi. Setelah pembukaan, langsung dilaksanakan Uji Kompetensi yang diawali dengan tahap pra konsultasi Asesmen, Asesmen, Ujian Tulis di laboratorium Komputer, Observasi dan Re-asesmen jika peserta tidak lulus ujian tulis pertama. Setelah semua tahapan dilakukan dengan benar, kegiatan akan diakhiri dengan rekomendasi Kompeten.

Pelaksanaan sertifikasi kompetensi ini diuji oleh 3 orang asesor dari LSP-P2 Kementan yaitu ; Ir. Mursidin, Dr. Dwi Febrimeli, SP, M.Sc, dan Binsar Simatupang, SP, MP. Dimana langsung diawasi oleh bapak Andy Susilo, S.Kom selaku utusan LSP-P2 Kementan dan bapak Agus Warsito selaku utusan BNSP. Setelah melalui berbagai tahapan yang telah dilaksanakan dan diuji selama 3 hari, para siswa tersebut dinyatakan Kompeten dalam bidang Pelaksana Produksi Benih Tanaman. Kamaruzzaman, SP, MP selaku Ketua TUK SMK-PP Negeri Saree yang juga sebagai penanggungjawab kegiatan Sertifikasi Kompetensi ini mengaku senang dan bersyukur bahwa seluruh peserta dinyatakan kompeten, ini menjadi motivasi bagi kami selaku ketua TUK dan guru pertanian untuk terus meningkatkan kompetensi para siswa, karena kedepan setiap siswa yang tamat dari SMK khususnya SMK pertanian harus memiliki kompetensi yang dibuktikan denga sertifikat yang dikeluarkan oleh BNSP, begitu imbuhnya. Beliau juga berharap program Sertifikasi Kompetensi ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya oleh Kementerian Pertanian karena program ini sangat membantu dan dibutuhkan oleh pihak sekolah serta siswa dan alumni. (RED)




Natural Aceh Melatih Dosen Akfar Mandiri Dalam Hal Pengabdian dan Abdimas

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO – Menindak lanjuti MoU sebelumnya antara Lembaga Natural Aceh dan Akfar Mandiri, Selasa (2 Oktober 2018), diadakan pelatihan dan sosialisasi tentang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bagi Dosen Akfar Mandiri Banda Aceh yang bertempat di Aula Akfar Mandiri Tibang Banda Aceh.

Hadir sebagai pemateri ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, M.Pd yang memberikan pelatihan tentang hakikat dan proses pengajuan pengabdian masyarakat di era revolusi industri 4.0 bagi akademisi, ketua cabang Natural Basela Isthifa Kemal, M.Pd tentang prosedur pengajuan penelitian melalui simlibtamas kemristekdikti sebagai bagian dari tri darma perguruan tinggi.

Ns. Imam Maliki, S.Kep selaku Direktur Akfar Mandiri Banda Aceh berharap para akademisi dan dosen mulai saat ini bisa memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat baik itu melalui penelitian maupun pengabdian, jangan hanya berfokus kepada pendidikan dan pengajaran mahasiswa di ruang kelas.

Pelatihan sehari penuh ini diharapkan akan memberikan persepsi dan paradigma baru dalam mengaplikasikan dan pengembangan keilmuwan para dosen agar bisa bermanfaat langsung ke masyarakat.

Saat ini masyarakat kita butuh pengetahuan, pendampingan dan dukungan yang lebih banyak, itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, institusi perguruan tinggi mempunyai andil dalam hal tersebut.

Di akhir pelatihan, para dosen diharapkan segera mempersiapkan proposal dan idenya untuk dikembangkan dan jika mungkin dieksekusi bersama lembaga Natural Aceh. Para dosen juga diajak berkunjung ke Gampong Alue Naga sebagai desa binaan Natural Aceh untuk melihat bagaimana ibu-ibu pencari tiram diajarkan membuat kerupuk berbahan tiram yang sedang dikembangkan oleh Natural Aceh.

“Ini adalah pengembangan riset kedua, dimana sebelumnya kami mencoba membuat model budidaya yang paling cocok dengan kebutuhan para pencari tiram, selanjutnya kami aplikasikan dalam pengabdian dengan mengajarkan para ibu mengolah tiramnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih baik”, ujar Rivan Rinaldi manager program livelihood Alue Naga di sela-sela kunjungan para peserta pelatihan ke gampong Alue Naga. (RED)




Wujudkan Sekolah Anti Narkoba, BNN Provinsi Aceh Sepakati Penandatanganan MoU Dengan Kepsek SMP IT Lukmanul Hakim

Aceh Besar, BARANEWSACEH.CO – SMP IT Luqmanul Hakim dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh melaksanakan agenda Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) untuk mewujudkan Sekolah Anti Narkoba yang bertempat di SMP IT Luqmanul Hakim, Darul Imarah Aceh Besar Kamis, (3/10/2018).

Dalam sambutannya Kepala SMP IT Luqmanul Hakim Alfajri Kamal Ayu, S.Pd.I., M.A. mengatakan bahwa “Narkoba merupakan musuh bersama dan harus dilakukan pencegahan sejak dini untuk menciptakan generasi yang bebas dari Narkoba”

“Kita menyadari bahwa salah satu yang menghancurkan generasi bangsa ini adalah narkoba, dan kita bersepakat bahwa Narkoba merupakan musuh bersama yang harus Kita lawan sejak dini”,ucapnya.

Sebagai bentuk komitmen kepala sekolah SMP IT Luqmanul Hakim dalam mewujudkan generasi muda yang cerdas dan berkualitas maka dilanjutkan dengan penandatanganan MOU

“Dengan adanya penandatanganan MOU ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk mencetak generasi yang cerdas dan berkualitas, sehingga anak anak kita menjadi penerus bangsa yang bebas dari narkoba”,imbuh Alfajri.

Sementara itu Kepala Bagian Umum Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh Drs. Agussalim mengatakan bahwa “SMP IT Luqmanul Hakim adalah sekolah pertama yang melaksanakan penandatanganan MoU dengan BNN Provinsi Aceh,”ungkapnya.

“Agussalim juga berharap semoga dengan awal yang baik ini, sekolah lain bisa mengikutinya juga”,harapnya yang disambut tepuk tangan civitas akademika SMP IT Luqmanul Hakim.

Selain acara penandatanganan MOU juga di adakan penandatanganan Komitmen Bersama antara SMP IT Luqmanul Hakim dengan BNN Provinsi Aceh untuk mewujudkan Sekolah Anti narkoba yang disaksikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar serta komite sekolah.

Acara penandatanganan ini turut dihadiri oleh Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Aceh Besar Drs. Imran; Camat Darul Imarah, Danramil Darul Imarah, Geuchik Lamtheun, Komite Sekolah dan seluruh orang Tua wali siswa.  (Ariandy)




Bupati Gayo Lues Buka Dialog Interaktif ‘MEUDRAH’ Fokus Group Discussion (FGD) Pendidikan Daerah

 GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru membuka Dialog Interaktif ‘Meudrah’ Fokus Group Discussion (FGD) Pendidikan Daerah   Kabupaten Gayo Lues, Sabtu, (29/09/2018) di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues.

Acara tersebut dihadiri ± 100 orang diantaranya Ketua DPRK Gayo Lues H.Ali Husin, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Gayo Lues Anwar.S.Pd.M.Ap, Kasat Bimas Polres Gayo Lues AKP.Martinus, Ketua Majelis Pendidikan Gayo Lues Abubakar Jasbi, Pengawas Sekolah se-Kab.Gayo Lues, dan Ketua Komite Sekolah se-Kab.Gayo Lues serta Tokoh masyarakat.

Pada kesempatan itu H. Muhammad Amru mengucapkan Terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir pada acara “DIALOG INTERAKTIF ‘MEUDRAH’ FOKUS GROUP DISCUSSION (FGD) PENDIDIKAN DAERAH KABUPATEN GAYO LUES”.

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru mengatakan “ Rencana kegiataan ini, sudah lama kami rancang untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan Kabupaten Gayo Lues. Sebagaimana kami telah mencantumkan dalam visi dan misi kami ‘Islami, Mandiri dan Sejahtra’. Ketiga frasa kalimat ini, sangat terkait terhadap mutu pendidikan sebagai penopangnya.

Pada kesempatan ini, bertepatan setahun, kurang empat hari masa kepemimpinan kami. Tepatnya, 3 Oktober 2017.   Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, dan Pemateri dari pegiat pendidikan Kabupaten Gayo Lues. Atas prakarsa pikiran mereka yang diwadahi oleh Majelis Pendidikan Daerah maka acara ini dapat diselenggarakan sebagai cara kami mendudukan pokok persoalan peningkatan mutu pendidikan di Gayo Lues, ujarnya.

Kami risau, setelah kami mengumpulkan banyaknya fakta yang menunjukkan persoalan pendidikan Kabupaten Gayo Lues, sangat rendah bahkan ranking nomor dua dari bawah di antara Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Fakta ini juga menunjukkan hasil rilis dari BPS, sekitar dua bulan lalu. Di antaranya; banyaknya pelajar putus sekolah, buta huruf, askes melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tingkat Nasional serta daya saing rendah dalam dunia industri.        Inilah problematika pendidikan di Kabupaten Gayo Lues. Menjawab tantangan pendidikan secara utuh dengan berbagai kompleksitas, seperti komponen pentingnya, penggerak mutu pendidikan. Ada lima poin saya rangkum. 1) Guru, 2) Murid, 3) Orang Tua Murid, 4) Masyarakat/stakeholder, dan 5) Pemerintah. Kelima komponen di atas, sangat berperan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus untuk merendahkan mutu pendidikan, Kata Bupati Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues juga mengatakan “ Dari persoalan tersebut, kita tidak sedang mencari siapa yang paling dominan, di antara kelima itu, ataupun subjek tersebut yang sangat berpengaruh untuk meningkatkan dan merendahkan mutu pendidikan”. ‘

Pada acara ‘Dialog Interaktif’ inilah kita saling berbagi pengetahuan dan pengalaman sesama pegiat pendidikan beserta pemerintah untuk mencari rumusan terbaik untuk meningkatkan harkat dan martabat pendidikan di Kabupaten Gayo Lues.             Merayakan setahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dengan cara Kami mengajak untuk “Reintorpeksi Pendidikan”, sebutnya.

Dia juga juga menyampaikan, “ Merenungkan kembali masalah pendidikan adalah tanggungjawab kita bersama. Apa yang telah dicapai, pada masa kepemimpinan masa lalu adalah buah dari keberhasilan ataupun kegagalan masa kini. Maksud kegiatan ‘Dialog Interaktif’ ini, kita bersama sedang mencari solusi terbaik untuk masalah mutu pendidikan” .  Kerja pegiat pendidikan dan semua elemen masyarakat Kabupaten Gayo Lues, harus mempunyai kepedulian tanpa batas dan iklas terhadap perkembangan mutu pendidikan.

Kita telah jauh tertinggal dari segala aspek pemberdayaan masyarakat. Hanya tersisa masalah Kebudayaan, masih bisa kita banggakan. “Tarian Saman”. Namun, kebudayaan yang Saya maksud ini pun belum mampu mendongkrak ekonomi masyarakat dan meningkatnya kesadaran mutu pendidikan di Kabupaten Gayo Lues.             Menurut Saya, tingginya kesadaran memuliakan Tarian Saman, seharusnya sebanding lurus dengan tingginya kesadaran Tingkat Pendidikan dan memakmurkan Mesjid saat solat berjamaah, kata H. Muhammad Amru.

Kita semua harus jernih melihat dan menilai persoalan mutu pendidikan. Banyaknya pepatah tentang motivasi pendidikan tidak lagi menjadi spirit belajar yang gigih baik bagi pelajar maupun para pegiat pendidikan. Seperti ‘bersakit-sakitan dahulu, bersenang-senang kemudian’. Namun demikian, kami masih yakin ada sebagian guru yang telah berprestasi dalam hal akademis lingkup penelitian dan pengembangan pendidikan di tingkat Nasional. Karena itu, hakikatnya, berbagi pengalaman sebagai guru berprestasi haruslah mencerminkan sikap tauladan bagi sesama pegiat pendidikan. Singkatnya, berbagi pengetahuan juga bersedekah. Sama halnya, kerja kita adalah ibadah. Dampaknya, amal saleh kita, bagi generasi 10 sampai 20 tahun ke depan.

Kita harus punya target 4 tahun ke depan. Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, harus melampaui prestasi rata-rata ranking Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Kita mulai dengan pendidikan berkarakter bagi anak didik sebagi Hafizh dan Hafizhah. Hasilnya, menjadikan Kabupaten Gayo Lues sebagai Bumi Seribu Hafizh dan Hafizhah.

Tujuan kegiatan ini sesungguhnya, bukan sedang bernostalgia tentang pendidikan. Tetapi kita semua sedang mencari cara terbaik untuk merumuskan pokok persolan pendidikan dan membuat kebijakan peningkatan mutu pendidikan Kabupaten Gayo Lues jelas H.Muhammad Amru. (ABDIANSYAH)




MIN 1 Bener Meriah Butuh Perhatian Pemkab Bener Meriah

Bener Meriah, Baranewsaceh.co – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bener Meriah yang terletak di kampung Belang Sentang atau tepatnya di jantung kota Simpang Tiga Redelong kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.

Kondisi terkini dari sekolah yang telah melahirkan ribuan sarjana ini sangat memprihatinkan. Hal ini di karenakan, sekolah ini hanya memiliki 10 ruang belajar (rumbel) dengan jumlah murid sebanyak 711 orang. Jadi bisa di bayangkan betapa sesaknya MIN 1 Bener Meriah, jika semua muridnya hadir secara bersamaan di sekolah.

Pihak sekolah tidak mampu menolak ketika para wali murid berkeinginan untuk mensekolahkan anaknya di MIN 1 Bener Meriah. Para wali murid bersikeras dan beralasan bahwa dasar berdirinya sekolah ini di dasari 4 kampung pendukung utama yaitu Kampung Belang Sentang, Kampung Reje Guru, Kampung Bale Redelong dan kampung Pasar Simpang Tiga.

Mereka juga beralasan bahwa dulu kakek neneknya, bapaknya juga sekolah di MIN 1 Simpang Tiga Redelong yang kini telah berasimilasi menjadi MIN 1 Bener Meriah.

Untuk kelangsungan proses belajar mengajar, pihak sekolah terpaksa membagi waktu belajar, antara pagi dan siang. Untuk kelas 1 – 3 belajar dari pukul 07.30 s/d 10.30 Wib. Yang terbagi dalam 10 Rumbel dan setiap rumbelnya terkadang harus di isi dengan 40 orang murid.

Sedangkan untuk kelas 4 – 6 waktu di bagi dalam 9 rumbel, waktu belajar dari pukul 11.00 s/d. pukul 15.00 sore. Jadi rata rata waktu belajar bagi murid MIN 1 Bener Meriah hanya 3 jam dalam seharinya. Pembagian waktu belajar ini terpaksa dilakukan akibat tidak tersedianya ruang belajar (Rumbel) dan juga akibat membludaknya jumlah murid dari MIN 1 Bener Meriah.

Kepala MIN 1 Bener Meriah Amiruddin S.Ag saat di temui di ruang kerjanya MIN 1 Bener Meriah kepada Baranewsaceh.co mengatakan. Kita berharap Pemkab Bener Meriah ikut peduli dan memikirkan persoalan ini. Karena kalau untuk pembangun kembali ruang belajar sudah tidak memungkinkan lagi karena tak ada lagi lahan. Untuk bangunan yang ada saja sudah berlantai dua.

Meski dengan keadaan sekolah yang sedemikian. Kepala MIN 1 Bener Meriah Amiruddin S.Ag mengakui kalau anak didiknya terbilang cerdas. Mungkin ini semua karena adanya peran dan dukungan dari para orang tua di rumah, karena mereka juga memahami kondisi sekolah saat ini.

Sementara menyangkut tenaga pengajar Amiruddin mengatakan tidak ada masalah. Karena menurut penuturannya, saat ini MIN 1 Simpang Tiga Redelong yang telah berubah nomencelator menjadi MIN 1 Bener Meriah, memiliki 23 orang Guru PNS dan 8 orang guru tenaga non PNS. Pungkasnya.(DN).




Dinkes Gayo Lues Menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Dalam rangka salah satu memerangi narkoba, Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues memberikan sosialisasi atau penyuluhan tentang bahayanya narkoba NAPZA (Narkotika Psikotropika Dan Zat Adiktif)  kepada masyarakat di Blangkejeren, Jum’at, (28/09/2018).

Sebagai Nara sumber pada acara ini dihadirkan dari Provinsi Aceh yaitu: drg,Saripah Yesi ,M.Kes, dan dr,Dara Safitri.

Ketua panitia pelaksana kegiatan dr,Siti Rahmah, M Kes  mengatakan : “Tujuan dari kegiatan penyuluhan pencegahan narkoba ini agar warga lebih awal mengenal jenis narkoba, bahayanya seperti apa dan mawas diri jangan sampai terbwa atau terpengaruh.

Dia juga berharap semoga kedepannya kegiatan ini  lebih sering dilakukan, karena masyarakat kita banyak yang masih awam tentang NAPZA,dan insa Allah, dalam waktu dekat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues juga mungkin akan mengadakan penyuluhan tentang penyakit cacingan.

dr,Siti Rahmah, M Kes  selaku KABID P2P Dinkes Gayo Lues mengharapkan masyarakat Gayo Lues menjadi masyarakat yang sehat, bersih dan indah, karena semua ini termasuk program bapak bupati juga., jelasnya. (ABDI)




LKD MAN Darussalam Dengan Mengajar Pelatihan Public Speaking

Aceh Besar, Baranewsaceh.co – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Darussalam mengadakan Pelatihan Public Speaking untuk 150 peserta dan dilatih oleh seorang Dosen di Fakultas Hukum Unsyiah, Saifuddin Bantasyam di Aula MAN Darussalam, Tungkop, Aceh Besar, Sabtu (22/9/2018).

Ketua OSIM MAN Darussalam, Juanda mengatakan bahwa ada pun kegiatan Public speaking ini bertujuan untuk mendidik dan membimbing para siswa untuk jago berorasi dan mahir berbicara di depan umum.

“Dalam acara ini, Bapak Saifuddin Bantasyam sengaja kita undang dengan materi public speakingnya agar beliau dapat mendidik kami pandai berbicara di depan umum,” ujarnya.

Juanda menambahkan, dengan materi ini siyogyanya para siswa dengan sangat mudah selain mampu berorasi, juga dapat mempengaruhi hal-hal positif ke masyarakat dengan sebuah tantangan terhadap masalah yang harus dihadapi.

“Dengan bisa berorasi, kita dapat mengatasi masalah bukan hanya pada diri sendri tetapi juga terhadap dapat mempengaruhi lingkungan sekitar. Suatu hal yang dapat menghancurkan generasi muda juga bisa kita cegah dengan terampil berbicara dan cakap berorasi di publik,” tegas Juanda. {Rifan}




Yulifhirmarijal: Generasi Muda Harapan Masyarakat

Tapaktuan, Baranewsaceh.co  – Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS) cabang Tapaktuan menggelar halal bihalal sekaligus penunjukan Ketua cabang Tapaktuan, Yulifhirmarijal S. Pd sebagai ketua dan Muhammad Luthfi S. IP. sebagai Sekretaris Umum di Taman Pala, Tapaktuan, Rabu (26/9/18) siang.

Setelah terpilih melalui aklamasi, Yulifhirmarijal S. Pd menyampaikan orasi penting sebagai ketua FUAS cabang Tapaktuan terpilih dengan beberapa konsep ke-FUAS-an yang siyogyanya memiliki andil postif, baik dengan nilai partisipatif maupun kontributif kepada masyarakat dan daerah Aceh Selatan.

Yulli mengatakan, masa depan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya agar dapat berpartisipasi dan berkontribusi kepada masyarakat Aceh Selatan.

“Etos kerja yang tinggi, sumberdaya diri yang mumpuni, cakrawala dan sudut pandang yang luas tentang dinamika lingkungan strategis daerah dan masyarakat setempat harus dimiliki oleh generasi muda untuk dapat cepat beradaptasi dengan meningkatkan kualitas diri, produktifitas nilai-nilai religiusitas dan aktualisasi keilmuan serta pengaplikasian nilai-nilai sosial kedaerahan,” ujar Yulli

Yulli menambahkan, tugas FUAS ke depan adalah hadir di tengah-tengah masyarakat Aceh Selatan sebagai organisasi penggerak dan elemen perekat yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Aceh Selatan. Ini adalah tantangan sekaligus peluang kita bersama agar FUAS tidak hanya sekedar ada tapi juga tetap eksis dan dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat Aceh Selatan.

“Semoga niat baik ini dapat terwujud dan mendapat dukungan penuh dari segenap elemen masyarakat di Aceh Selatan,” tutup pemuda yang sekarang mengasuh sebuah sekolah di Meukek tersebut.

Ada pun halal bihalal ini dipandu oleh Ustad Muddasir, S.Pd dan tausiah oleh Ustad Syafrijal S.P.

{Rifan}




Kadis Pendidikan & Kebudayaan Aceh Dihimbau Monitor Lembaga Pendidikan Nusantara School

Poto Ilustrasi. *Terkait Akreditasi B ISO 9001 yang dipajang di sekolah tersebut

Kutacane, Baranewsaceh. co – Dihimbau kepada Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh, untuk turun dan memonitor keberadaan Lembaga pendidikan Nusantara School yang berada di desa Lawe Loning I Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara(Agara), yang disinyalir bahwa pemampangan Akreditasi B ISO 9001 di SMK itu kurang akurat.

Hal itu sudah pernah dikonfirmasi Jurnalis Baranews.Aceh kepada pihak sekolah, melalui Ibu Dewi Simamora yang menjabat Wakasek di sekolah tersebut. Warga yang berdiam di sekitaran lingkungan sekolah itu, menyebutkan bahwa pihak sekolah pernah memecat salah satu murid di sekolah itu, padahal siswa itu anak yatim, dan ibunya merantau ke Malaysia.

Ketika hal itu dipertanyakan kepada Ibu Dewi Simamora, Dia menyebutkan bahwa nama Hendra Siburian tidak ada terdaftar siswa kami, ujarnya.” Dalam kesempatan berbeda, Wartawan media ini menanyakan kepada masyarakat Lawe Loning I perihal asal-usul Sekolah, menyebutkan bahwa sekolah Nusantara dulu dibangun oleh orang Korea, dan ruangan kelasnya ditambah oleh pemerintah, tambahnya.”

Dimohon kepada Kadis pendidikan dan kebudayaan Aceh untuk turun ke lapangan, bila penting dengan inspeksi mendadak(sidak) untuk mencek ijin sekolah, pencantuman akreditasi B ISO 9001, pengelolaan dana BOS, BOS kabupaten, dana anak yatim piatu yang dikelola Lembaga pendidikan Nusantara School, karena Lembaga ini menaungi  PAUD, SD, SMP, dan SMK. Jangan sampai terjadi pembohongan publik, penyimpangan dana karena hal tersebut melanggar UU no.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU no.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan UU no.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU no.20 Tahun 2001 tentang Tipikor.

Pengakuan Akreditasi B ISO 9001 yang didapatkan Lembaga pendidikan Nusantara School, setahu penulis harus melewati uji kurikulum, sarana- prasarana, mutu Guru, lingkungan yang bersih, manajemen, dan pemeriksaan berkala. Pantauan Juru warta ini di sekolah tersebut, bahwa Kamar mandi dan WC diduga kurang layak mendapatkan ISO 9001.(P.Lubis)




Danrem Bersikeras Memotivasi Anak Menuju Masa Depan Ini Pesan Danrem 011 Lilawangsa kepda Anak-anak TNI


Lhokseumawe, Baranewsaceh.co – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto kreatif berkumpul dengan ratusan putra-putri anak dari prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa dan Satuan Dinas Jawatan, di Aula Ahmad Yani Korem 011/Lilawangsa, Minggu (23/9).

Dalam acara tersebut, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto berpesan kepada seluruh anak-anak prajurit TNI, diantaranya harus rajin beribadah, patuh dan sayangi kedua orang Tua, semangat berjuang dan belajar dengan sungguh-sungguh untuk merahi cita-cita.

“Danrem bertanya, Anak-anak mau jadi orang pintar yang berhasil, apa mau jadi orang pintar tetapi bekerja sama orang yang bodoh? Kamu harus semangat, tamat sekolah tidak musti harus menunggu jadi PNS, jadi TNI, jadi pengusaha juga baik. Disini juga ada hadir pengusaha yang sudah berhasil, nanti silahkan tanya dan dengarkan apa yang disampaikan Bpk Mukhlis yang akrab disapa (Pak Ulis)”, tutur Danrem.

“Danrem 011/Lilawangsa mengulas sedikit cerita pribadinya, Ia bukanlah dari anak orang kalangan Elite, namun Purmanto merupakan anak dari keluarga sederhana anak seorang petani di kampung, bisa lulus menjadi Calon Taruna Akademi Militer (Catar Akmil) hingga saat ini menjabat Danrem, bukan semudah yang anak-anak bayangkan, ini semua butuh proses dengan usaha dan kerja keras serta Doa.

Walaupun demikian sambung Danrem, Dirinya mengatakan, bahwa jika mendapat libur cuti dan apa bila pulang ke kampung kerumah orang tuanya, Ia tetap melakukan hal yang serupa dimana saat Ia lakukan semasa masih sekolah tinggal bersama kedua orang tuanya. “Saya walaupun sudah jadi Danrem, bila pulang kampung saya tetap mengarit rumput untuk pakan ternak kambing dan sapi, tetap masuk kedalam kolam, tetap berkebun, walaupun saya bisa bayar orang untuk mengerjakannya, tetapi saya tidak mau, saya tidak gengsi, saya selalu ingat pesan orang tua saya, jangan gengsi dan jangan malu, berusaha dan terus untuk berusaha selagi mampu untuk mengerjakannya”, ungkapnya.

Dalam acara tersebut, Dihadapan Ratusan anak-nak, Danrem juga memutarkan Video dan Kutipan kata-kata pintar bernasehat sebagai motivasi semangat membuka pola pikir. Danrem bersikeras berkeinginan dengan harapan agar masa depan anak-anak Indonesia, khususnya putra-putri prajurit TNI mampu bersaing secara sehat melalui belajar dan berpikir untuk mau berusaha demi masa dapannya.

Selain itu, diacara yang sama, juga dilakukan pemberian pesan atau pengarahan dari pengusaha sukses ternama di Aceh, H. Muklis Azhar, atau sering disapa Pak Ulis kelahiran Medan (Sumatera Utara) pada tanggal 1 Februari 1973 merupakan seorang pria berdarah Aceh dan Padang. H. Muklis Azhar, semenjak kecil sudah menanamkan cita-citanya menjadi orang sukses, meski hidup dalam keluarga yang sederhana.

“Dihadapan ratusan putra-putri anak dari prajurit TNI, Ia mengatakan, menjadi seorang yang berhasil harus berusaha dan bekerja keras, sama halnya apa yang disampaikan dan dilakukan oleh Pak Danrem, sama saya juga begitu, saya juga anak dari keluarga sederhana”, ungkap Pak Ulis.

Diakhir kegiatan, Pak Ulis berpesan, untuk menjadi orang sukses harus memiliki diantaranya Perencanaan, exsekusi (berusaha), evaluasi. Begitu juga harus mampu jujur, bersyukur, berusaha, pantang menyerah dan doa dari orang Tua, namun semua itu butuh proses hingga menjadi orang yang berhasil, pungkasnya. (LAUNG)




Dua Mahasiswa Jepang Ikuti Pertukaran Mahasiswa di Umuslim

BARANEWSACEH.CO – Dua  mahasiswa asal negeri matahari terbit akan menjalani pertukaran mahasiswa antara Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang  dan universitas almuslim (Umuslim) peusangan.

Dua mahasiswa yang berasal dari jepang tersebut  yaitu Kisae Fukushima dan Shunchi Iwatsuki mereka sudah tiba di kampus umuslim peusangan, kedatangan dua mahasiswa tersebut disambut rektor dan civitas akademika dalam suatu acara, di kampus Ampon Chiek Peusangan Umuslim Sabtu (22/9).

Rektor umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi  saat penyambutan menyampaikan,  kehadiran kedua mahasiswa dari negera jepang tersebutmerupakan program pertukaran mahasiswa  tahun kedua,  tahun pertama dianggap sukses,dimana kedua universitas sudah melakukan pertukaran dan  pengiriman mahasiswanya baik ke NGU Jepang maupun ke umuslim, mereka sudah kembali kenegaranya beberapa waktu lalu jelas H.Amiruddin Idris.

Kedua mahasiswa tersebut Kisae Fukushima yang akan menempuh pendidikan selama 1 tahun (dua semester)  dan Shunchi Iwatsuki selama 6 bulan (satu semester) pada prodi hubungan internasional (HI) fakultas ilmu sosial dan politik (Fisip) universitas almuslim Peusangan, urai H.Amiruddin Idris.

Menurutnya  kehadiran dua mahasiswa tersebut, sebagai tindak lanjut kerjasama pertukaran mahasiswa   yang telah ditandatangani pihaknya dengan Nagoya Gakuin University (NGU) beberapa waktu lalu .

Acara penyambutan yang dihadiri civitas akademika umuslim, H.Amiruddin Idris,SE.,MSi didampingi direktur hubungan internasional Drs.Nurdin abdurrahman,MSi mengharapkan kepada seluruh civitas akademika untuk dapat membina dan membimbing mereka seperti mahasiswa kita sendiri, sehingga kedua mereka dapat menempuh pendidikan di umuslim dengan aman dan nyaman.

Mereka hadir ke umuslim untuk menempuh pendidikan dan kita harus menggangap mereka sebagai anak dan saudara kita, mari kita beri bimbingan dan saling menjaga tata krama, meskipun mereka berasal dari negara yang mayoritas bukan muslim akan tetapi mereka sangat menjaga tatakrama sesama, ajakDr.H.Amiruddin Idris,SE,MSi.

Kabag Humas Umuslim Zulkifli. M.Kom kepada media menyampaikan informasi  bahwa dua mahasiswa universitas almuslim yang dikirim ke Jepang,   sekarang mereka sudah  mulai mengikuti tahapan proses perkuliahan di Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang  bersama  sejumlah mahasiswa baik dari Jepang maupun manca negara yang kuliah di NGU jepang, papar  Zulkifli, M.Kom

Kedua mahasiswa yang baru datang tersebut turut didampinggi alumni mahasiswa jepang dan umuslim yang sudah selesai menjalani program tersebut , yaitu  Natsuko mitzutani (NGU) dan Muzakkir (Umuslim),  penyambutan dilakukan  Rektor umuslim dengan memakai jaket almamter umuslim kepada dua mahasiswa baru  dari Jepang , papar kabag humas Zulkifli,M.Kom. (RED)




Humas Setdakab Gayo Lues Gelar Bimtek Jurnalistik Bagi Wartawan


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Humas Setdakan Gayo Lues menggelar bimbingan teknik jurnalistik bagi wartawan guna meningkatkan kualitas pemberitaan di wilayah Kabupaten Gayo Lues, Sabtu, (22/09/2018).

“Bimtek yang diselenggarakan oleh Humas Setdakan Gayo Lues dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan wartawan di bidang jurnalistik,” kata Kepala Bagian Humas Setdakan Gayo Lues Wahidin Porang, S.Pd di Aula Nusa Indah Sabtu, (22/09/2018), pada saat membuka bimtek dengan menyampaikan pesan Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru.

Kabag Humas Setdakan Gayo Lues mengatakan “ Melalui pelatihan ini saya berharap dapat meningkatkan kompetensi para insan pers dalam bidang jurnalistik”.

Dengan kompetensi dan profesionalisme insan pers diharapkan dapat mendongkrak pembangunan di Kabupaten Gayo Lues, Para insan pers harus bisa mengekspos berita tentang pembangunan dengan tujuan  untuk menerima masukan dari masyarakat dan menarik infestor untuk dapat menanamkan modal/berinvestasi di Kabupaten Gayo Lues, ujarnya.

Dia mengatakan “ dengan menyebarkan perkembangan pembangunan dan komoditi di Gayo Lues akan dampak positif bagi masyarakat Gayo Lues dengan tersedianya lapangan kerja, dengan profesinalisme insan pers diharapkan dapat mendukung visi misi pemerintah Gayo Lues yaitu masyarakat yang Islami,  Mandiri dan Sejahtera.

Menurut Kabag Humas Setdakan Gayo Lues  Insan pers juga Ikut andil dalam mewarnai  pola dan tingkah laku masyarakat baik yang positif atau negatif. Dengan pelaksanaan Bintek ini bertujuan agar pers trampil dan mengembangkan dirinya menjadi pers yang professional, saya sangat mengapresiasi pelaksanaan bimtek dengan tema penguatan profesionalisme dan etika jurnalis dalam menyampaikan berita sesuai kode etika jurnalistik dan undang undang pers.

Jurnalis harus dapat menghadirkan berita yang berimbang dan bukan berita karena asumsi pribadi, sentimen, dan berita hoax/bukan fakta, maka sudah selayaknya bagi insan pers menanamkan profesionalisme dan berdemokrasi sesuai aturan yang ada, jelas Wahidin Porang.

Kabag Humas Setdakan Gayo Lues meminta agar insan Pers dpat satukan korsa untuk pembangunan Gayo Lues dengan berita yang benar dan valid serta sebagai mitra dan alat kontrol pemerintah.

Kita bekerja dengan berpedoman kepada 4 (empat azas) antara lain Demokrasi, Profesionalisme, Moralitas, Supremasi Hukum.  Pada akhirnya dengan pelaksanaan Bimtek ini kita dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab jurnalis dengan baik, katamya.

Bimbingan teknis tersebut dilakukan selama satu hari Sabtu (22/09/2018) , Selain diberi materi, peserta Bimtek yang terdiri dari 50 orang wartawan dari berbagai media lokal baik cetak maupun elektronik ini dibekali pengetahuan tentang Legalitas Media Online  dengan  menghadirkan nara sumber dari para praktisi jurnalisme seperti Pimpinan Redaksi KBA One Azhari Bahrul, dan Kepala SJI PWI Aceh sekalian praktisi jurnalis Harian Analisa Iranda Novandi menyampaikan materi Teknik Menulis Berita dan Meteri Ancaman dan Etika Jurnalistik.  (ABDIANSYAH)

 




Natural Aceh gelar Peningkatan Kapasitas Pengetahuan SDGs di Pidie

PIDIE, BARANEWSACEH.CO –  FKM BKA YWU melaksanakan Workshop tentang Peningkatan Kapasitas Pengetahuan SDGs serta Pemenuhan Hak-hak Masyarakat terkait SDGs 4, 8 dan 11 di Aula Bappeda Kabupaten Pidie yang diikuti oleh perwakilan institusi dan organisasi di Sigli. Agenda dan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah program yang disetujui oleh negara – negara yang tergabung dalam PBB untuk diimplementasikan di negara-negara anggotanya yang mana salah satunya adalah Indonesia. (Sigli, 20 September 2018).

Tujuan-tujuan ini akan diturunkan ke tingkat internasional ke nasional, dari nasional ke provinsi, dan dari provinsi ke kabupaten/kota. Sejak Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan komitmen agar pelaksanaan dan pencapaian SDGs dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pihak baik pemerintah maupun bukan pemerintah.

Sehingga pemerintah national dan provinsi mempunyai komitmen yang kuat akan memasukkan indicator-indiaktor SDGs ke dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) namun masih banyak institusi pemerintah, perguruan tinggi, LSM, Ormas, Komunitas bahkan masyarakat yang belum mengaplikasikan serta menjalankan 17 Tujuan dan 169 Target yang tertuang dalam SDGs tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang SDGs.

Puteri Handika, selaku program manager Riset SDGs FKM BKA YWU mengatakan Tujuan utama dari workshop ini adalah menigkatkan kapasitas pengetahuan pemerintah, organisasi dan masyarakat terhadap SDGs serta mengenai hak-hak masyarakat terkait SDGs 4, 8 dan 11 sekaligus mendapatkan data serta informasi sejauhmana selama ini pelaksanaan SDGs 4, 8 dan 11 di Sigli.

Ketua FKM BKA Sigli, Syukri berharap Dinas Sosial tidak perlu takut dan menghindar dari penyandang disabilitas, karena mereka sendiri telah memahami UU No 8 tahun 2016. Saya kecewa karena negara telah mengakui dan memberikan hak kepada kami para penyandang disabilitas namun di jajaran daerah ini seperti diabaikan.

Salah satu kesimpulan yang didapatkan dari workshop ini adalah para peserta workshop berharap ada draft perbup yang memperhatikan hak-hak disabilitas, sehingga diharapkan dana gampong bisa dipakai dan digunakan untuk kepentingan penyandang disabilitas.

Pembicara I

Riris

(Ketua Flower Aceh)

Topik: SDGs dan hak-hak perempuan terkait SDGs 4, 8 dan 11

 

Pembicara II

Zainal Abidin Suarja

(Ketua Natural Aceh)

Topik: pemenuhan hak-hak disabilitas terkait SDGs 4, 8 dan 11

 

Pembicara III

Faisal, Kabid P3M Bappeda Sigli

Topik: pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pernecanaan pembanguna dan pengadaan pemberdayaan yang berkelanjutan

 

Peserta

  1. Bappeda sigli 2 orang
  2. Dinas Tenaga Kerja 2 orang
  3. Dinas Sosial 2 orang
  4. Dinas Perhubungan 1 orang
  5. Kesbangpol 1 orang
  6. FKM-BKA Sigli 2 orang
  7. Pertuni 2 orang
  8. Paska 2 orang
  9. FBA 2 orang
  10. Flower Aceh 2 orang
  11. PEKKA 2 orang
  12. KPI 2 orang
  13. PKBI 2 orang
  14. Kadin 2 orang
  15. Penerjemah Bahasa Isyarat 1 orang



Umuslim Rintis KKM di Negeri Brunai Darussalam

BARANEWSACEH.CO – Universitas Almuslim (Umuslim) peusangan sedang menjajaki dan merintis pelaksanaan kuliah kerja mahasiswa (KKM) dan PPL di negara Brunai Darussalam.

Hal tersebut mencuat saat pertemuan silaturrahmi antara ketua forum silaturrahmi keraton nusantara (FSKN) Brunei Darussalam beserta rombongan, saat berkunjung ke universitas almuslim peusangan, Rabu (19/9/2018)

Rektor universitas almuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si dalam pertemuan yang turut dihadiri ketua MAA Bireuen, menyampaikan bahwa kehadiran rombongan dari Brunai Darussalam merupakan kehormatan besar bagi Universitas Almuslim.

Dihadapan para tamu dari negeri kaya tersebut H.Amiruddin Idris mengharapkan silaturahmi ini dapat membuka jalan dan perintisan kerjasama antara Universitas Almuslim dengan berbagai Perguruan Tinggi yang ada di negeri Brunei Darussalam”, paparnya.

Pada perbincangan saat pertemuan sempat membahas, perintisan pelaksanaan kuliah kerja mahasiswa (KKM) dan program praktek lapangan (PPL) universitas almuslim dengan berbagai universitas di negeri Hasanal Bolkiah.

Pelaksanaan KKM tersebut model sistem pengabdian dan pertukaran mahasiswa seperti yang sedang berjalan dengan universitas di Thailand, Malaysia dan Jepang.

Pada kesempatan tersebut perwakilan rombongan Brunai Pengiran Haji Abbas bin pengiran Haji besar mewakili rombongan menyampaikan, kedatangannya bukanlah utusan kerajaan atau perguruan tinggi yang ada di Brunei Darussalam, tapi Insyaa Allah kami berjanji akan menjembatani dan merintis agar adanya hubungan yang membawa banyak manfaat bagi kedua negara ini terutama di bidang pendidikan”, ungkap Pengiran Haji Abbas SNB yang diiyakan Dato Mohd Azahari yabg duduk sebelahnya.

Tamu dari negeri makmur tersebut ada 10 orang, antara lain pengiran Haji Abbas SNB., SMB., PHBS, Dato Mohd Azahari, Dato Haji Mohammad Bin Haji Samsu dan beberapa wanita (Datin), mereka menginap di geust house Umuslim

Usai pertemuan tersebut Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyerahkan plakat dan buku karangannya yang berjudul “Bireuen sebagai segitiga emas ekonomi Aceh kepada rombongan. (RED)




Danrem 011 Lilawangsa: Pentingnya Pemuda Wasbang dan Cinta Tanah Air


Lhokseumawe, Baranewsaceh.co – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto menyebutkan diera saat ini pentingnya para pemuda/pemudi pengetahuan tentang Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan cinta Tanah Air.

Hal itu dikatakan Danrem Purmanto pada pemberian Materi Wawasan Kebangsaan dan cinta terhadap Tanah Air Indonesia dihadapan Ratusan Mahasiswa/I Baru Stikes Darussalam Lhokseumawe Angkatan XII, Akademi Kebidanan Lhokseumawe, di Kampus Stikes Darussalam Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Selasa (18/9).

“Saat ini kalian (Mahasiswa) mendengarkan, kedepan nantinya setelah menjadi orang sukses, pejabad, maupun menjadi petinggi kalianlah yang akan berbicara meneruskan kepada generasi berikutnya. Bila semuanya mengaplikasikan lagu yang kalian nyanyikan tadi, kalian semuanya adalah orang-orang hebat dan sudah mengerti, karena dalam kandungan lagu tadi terdapat bahwa ikhlas menolong, bekerja tampa pamrih, rela berkorban dan pantang menyerah, itu semuanya sudah lengkap”, ungkap Danrem.

Danrem mengharapkan, para Generasi pemuda seluruh Indonesia pada umumnya dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Akademi Kebidanan Darussalam Lhokseumawe khususnya sebagai motivator berwawasan dan mampu memberikan karya terbaik didalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat.

“Jadilah orang pintar yang ikhlas menolong, berwawasan luas mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, selain itu dengan cara pandang diantaranya memahami akan bahaya narkoba, bijak dan mengerti mengunakan media sosial, serta lain sebagainya”, harap Danrem.

Diakhir pemateri, Danrem memperlihatkan kata-kata bijak serta penjelasan kepribadiaanya bahwa Ia adalah dari anak seorang Petani dengan keluarga yang sederhana, kemudian hingga lulus di Akademi Militer (Catar Akmil) Ia juga memiliki keyakinan untuk berjuang kuat, berkeyakinan dan usaha serta doanya tidak melunturkan untuk bersaing dengan rekan-rekannya yang metode ekonomi lebih tinggi darinya. Hal ini merupakan sebagai gambaran untuk dapat dipahami para mahasiswa baru STIKes Lhokseumawe untuk terus berusaha, begitu juga antusias semangat sambutan mahasiswa dalam mengikuti berlangsungnya kegiatan.

Acara turut dihadiri antara lain, Ketua Yayasan Pendidikan Darussalam Dr. Ahmad Arsyi, MMPd, Ketua STIKes Darussalam Lhokseumawe, Drs.H. Mursyid Yahya, M.Pd, Puket III, Bidang Kemahasiswaan STIKes Darussalam Lhokseumawe Arfiandi, ST.MM, serta Ratusan Mahasiswa baru Stikes Darussalam Lhokseumawe Angkatan XII, Akademi Kebidanan Lhokseumawe. (LAUNG)




Lomba Melengkan Tingkat Pelajar SD dan SMP se – Kabupaten Bener Meriah

 



Bener Meriah, Baranewsaceh.co – Melengkan adalah perpustakaan hidup yang hanya bisa dilihat, didengar dan di saksikan dalam sebuah hajatan adat tertentu. Melengkan juga merupakan warna bahasa yang  melambangkan keindahan seni bertutur sapa Gayo dalam sebuah prosesi adat ketika hendak menyerahkan pengantin.

PP nomor 48 tahun 2014 seakan menghentikan langkah dan hilangnya seni bertutur Gayo yang satu ini. Eksistensi bahasa adat melengkan tamat sudah riwayatmu. Melengkan hilang oleh regulasi dan aturan peradaban baru. Melengkan adat betutur sapa Gayo, yang telah terwariskan dari generasi ke generasi, kini hanya menyisakan pelakunya saja, tanpa tahu kapan dan dimana lagi bahasa melengkan tersebut akan di perdengarkan.

Menyikapi tradisi budaya sebagai perpustakaan hidup yang telah hilang. Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bener Meriah kembali menggali dan menyelenggarakan lomba Melengkan tingkat pelajar Sekolah dasar (SD) dan lomba Melengkan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara pelaksanaan berlangsung selama 4 (empat) hari berturut turut dari tanggal 17 – 20 September 2018 di Aula Gedung Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bener Meriah. Selasa (18/09).

Hari ini sebanyak 20 peserta tingkat SMP yang mewakili dari sekolah masing masing, selanjutnya menyampaikan ucapan Melengkan sebagai mana layaknya saat penyampaian Melengkan saat penyerahan mempelai dalam sebuah adat perkawinan. Selain itu peserta di haruskan menyampaikan Melengkan dalam dua sesi yaitu penyerahan dan penerimaan.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bener Meriah Ridwan,S.Pd  kepada Baranewsaceh.co mengatakan. Tujuan di selenggarakannya lomba melengkan tingkat pelajar SD dan SMP se Kabupaten Bener Meriah lebih kepada upaya pelestarian tradisi adat budaya melengkan sebagai bentuk perpustakaan hidup yang telah hilang.

Lebih lanjut Ridwan mengatakan. Pemerintah pusat lewat kementrian pendidikan dan kebudayaan terus berupaya mempertahankan dan melestarikan kebudayaan serta menghormati kearifan lokal, sebagai mana tertera dalam peraturam menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 10 tahun 2014 tentang pedoman pelestarian tradisi.

Dari sudut pandang kami Melengkan merupakan sebuah bentuk Perputakaan hidup dari bahasa adat yang tidak tertulis. Melengkan itu ada, dan hanya bisa di lihat didengar dan di persaksikan dalam acara tertentu saja. Inilah makna dari Perpustakaan hidup yang kami maksud.

Sementara tim penilai Lomba Melengkan terdiri dari para ahli Melengkan yang terdiri dari M. Nasir dari Majelis adat Gayo, Abdul Mutalib mantan Kabit Kebudayaan Dikjar Bener Meriah, dan Umar Riadi dari lembaga adat Bener Meriah.

Amatan Baranewsaceh.co terlihat peserta begitu antusias mengikuti acara ini. Selain itu kehadiran para pendamping juga begitu memberi semangat dalam penyampaian Melengkan oleh peserta. (DN)




Tgk. Sarkawi Bersilaturahmi Dengan Masyarakat Gayo di Kota Madinah


Bener Meriah, Baranewsaceh.co – Kendati masih dalam rangka mengikuti rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Tgk. Sarkawi masih menyempatkan diri untuk mendatangi sekaligus bersilaturahmi langsung dengan sejumlah masyarakat Gayo yang berdomisili di kota Madinah Arab Saudi. Sabtu (16/09)

Menurut penuturan Tgk. Sarkawi lewat akun masangernya. Seluruh masyarakat Gayo yang ada di kota Madinah tetap menggunakan bahasa Gayo dalam bertutur safa antar sesama, kendati sebagian dari mereka ada yang sudah menetap hampir 20 tahun di kota Madinah.

Hal yang paling menarik menurut penjelasan Tgk. Sarkawi, menu kuliner khas Gayo Masam Jaing dan kopi Gayo, masih menjadi menu dan minuman favorit disaat ada pertemuan antar sesama masyarakat Gayo.

Kunjungan sekaligus bersilaturahmi dengan Masyarakat Gayo di Kota Madinah berlangsung di kediaman Fauzan (45) salah seorang putra Gayo asal kampung Belang Gele Kabupaten Aceh Tengah.

Selain itu juga di hadiri sejumlah masyarakat Gayo yang lainnya yang berasal dari Kampung Kute Kering, Simpang Balik, dan Bintang, tanpa menyebutkan nama dari masyarakat Gayo yang di maksut.

Lebih lanjut Tgk. Sarkawi menuliskan melalui akun masengernya, bahwa sejumlah masyarakat Gayo yang berada di kota Madinah, ada yang bekerja menjadi Perawat di rumah sakit Saudi, ada yang bekerja di hotel Moventic Madinah, dan sebagian lagi bekerja di sektor swasta.

Kehadira Tgk. Sarkawi beserta rombongan, langsung di safa penuh akrab dan kekeluargaan yang terbalut kerinduan akan tanah leluhur, Dataran Tinggi Tanoh Gayo. Hadirnya saudara jauh adalah obat pelepas rindu akan tanah kelahiran, dan seakan sudah berada di tengah keluarga yang jauh di Indonesia. (DN).




Evi Nafisah : Siswi MAN 1 Bener Meriah Wakil Aceh Dalam Kompetensi Sain Madrasah Tingkat Nasional

Bener Meriah, Baranewsaceh.co – Setelah melalui seleksi tingkat kabupaten dan provinsi Aceh beberapa bulan yang lalu, Evi Nafisah yang akrab dipanggil Evi siswi kelas XII MIA pada MAN 1 Bener Meriah, akhirnya terpilih menjadi duta madrasah mewakili provinsi Aceh pada ajang Kompetensi Sain Madrasah (KSM) tingkat Nasional yang akan berlangsung dari tanggal 23 sampai tanggal 27 September 2018 di Bengkulu.

Gadis cantik kelahiran Bale Redelong, 28 Nopember 2001 ini akan bersaing dengan peserta seluruh provinsi di Indonesia pada bidang Matematika Terintegrasi tingkat Aliyah.

Putri pasangan Syamsu Nari dan Muryati yang berdomisili di Kampung Bale Redelong, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah ini merupakan siswi yang pendiam, namun selalu serius untuk bidang yang ditekuninya, hal tersebut ia kemukakan ketika Baranewsaceh.co bertanya tentang prestasi yang telah dia peroleh, saat di temui di kantor Kemenag Bener Meriah. Jumat (14/09).

Kepala MAN 1 Bener Meriah, Mahdi, S.Ag, MA ketika mendampingi Evi berserta orang tuanya menjumpai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah dalam rangka pelepasan keberangkatannya menuju Bengkulu, dangat berharap dukungan do’a dari seluruh masyarakat Bener Meriah dan Provinsi Aceh. Semoga ia bisa tampil maksimal dan meraih prestasi yang diharapkan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Saidi Bentara, S.Ag, MA, yang di wakili Plh, Kasie Pendis, Salman, S.Pd, M.Pd dan Koordinator KSM Kabupaten, M. Syahri. Kami sangat berharap semoga Evi bisa membawa nama baik madrasah dan Kabupaten Bener Meriah, serta Provinsi Aceh secara umum.

Sebelum keberangkatannya ke Bengkulu peserta KSM ini akan mengikuti training Center di Hotel Kuala Radja, Banda Aceh Selama 1 minggu, dan pada tanggal 23 September 2018 akan berangkat menuju Bengkulu, dan akan mengikuti rangkaian kegiatan selama 1 minggu juga. (DN)




Ini Daftar Para Juara MTQ Kabupaten Gayo Lues ke VII Tahun 2018


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Rangkaian lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Gayo Lues nggara Barat berlangsung dari tanggal tanggal 8 s.d 11 September 2018 telah usai. Puluhan juara sudah menerima pialanya.

Berikut rincian para juara lomba MTQ seperti yang dibacakan oleh Dewan Hakim MTQN VII 2018 di Los Pajak Kerukunan Kutapanjang, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, Senin (10/09/2018).

Adapun pemenang juara umum dalam perlomban MTQ ke-VII tingkat Kab. Gayo Lues Ta. 2018 tsb yaitu:

  1. Juara umum I Kecamatan Rikit Gaib
  2. Juara umum II Kecamatan Pining
  3. Juara umum III Kecamatan Kutapanjang
  4. Juara harapan VI Kecamatan Blangpegayon

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru berpesan kepada para Qari’-Qari’ah dan Hafizh-Hafizhah yang telah meraih peringkat juara dalam pelaksanaan MTQ Ke-VII, ini agar jangan berbangga diri karena prestasi yang telah kalian raih memiliki konsekuensi dalam rangka mepersiapkan diri untuk tetap terus berlatih, sehingga pada gilirannya bisa membawa harum nama Kabupaten Gayo Lues pada pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi.

Muhammad Amru mengucapkan selamat dan semoga prestasi yang telah diraih tetap bisa dipertahankan. Bagi belum meraih prestasi pada penyelenggaraan MTQ kali ini, agar jangan berkecil hati, teruslah berlatih dan memacu diri untuk bisa mewujudkan prestasi pada pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten yang akan dating, terangnya.

Acara penutupan MTQ ke- VII tersebut berakhir Pkl 00.15 WIB berjalan aman dan lancar. (ABDIANSYAH)




Bupati Gayo Lues Resmi Tutup MTQ Ke VII Tingkat Kabupaten


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru didampingi Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani menutup secara resmi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran ke VII  Kabupaten Gayo Lues  di bertempat di Los Pajak Kerukunan Kutapanjang, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, Senin (10/09/2018).

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VII Kabupaten Gayo Lues Ta.2018 dengan tema ” Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an VII Kabupaten  Gayo Lues Kita Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an Menuju Generasi Gemilang Bersama Cahaya Al-Qur’an”  dihadiri oleh  Ribuan orang dan tampak hadir pada kesempatan itu Sekda Kabupaten  Gayo Lues H Thalib, Sos.M.AP, Ketua DPRK Gayo Lues H. Ali Husin ,SH, Dandim 0113/Gayo Lues di wakili oleh Danramil 04/Kutapanjang Kpt Inf Santoso Daminto, Kapolres Kabupaten  Gayo Lues AKBP  Eka Surahman SIK, Ketua PKK dan Dharma Wanita Kabupaten  Gayo Lues Ny. Amru Hartati, Ketua MPU Kabupaten  Gayo Lues, Anggota DPRK Gayo Lues Ibrahim S.Hut, Kepala Dinas Sariat Islam Kabupaten  Gayo Lues, Staf ahli, Asisten dan SKPK jajaran pemerintah Kabupaten  Gayo Lues, Muspika Kecamatan Kutapanjang, Para pengulu se Kecamatan Kutapanjang, Dewan hakim dan juri MTQ ke- VII Kabupaten  Gayo Lues Ta.2018 Para Khafilah peserta MTQ ke- VII Kabupaten  Gayo Lues  dan Insan pres

Pada kesempatan itu  H. Muhammad Amru  menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya, demi terselenggaranya MTQ Ke-VII Tingkat Kabupaten Gayo Lues Tahun 2018 yang telah berlangsung mulai dari tanggal 8 s.d 11 September 2018.

Dia mengatakan “ sesuai harapan kita bahwa selama pelaksanaan MTQ suasana yang kondusif, damai dan tenteram tetap terpelihara dan kita harapkan semakin meningkat pada penyelenggaraan MTQ yang akan dating”.

MTQ Ke-VII ini merupakan suatu kegiatan yang paling tinggi saya nilai. Karena dengan kegiatan ini pula, merupakan ibadah kita semua. Kerja adalah ibadah bagi kita semua.  Dengan kerja ibadah ini maka segala kekurangan kita dalam pelaksanaannya adalah ibadah kita sebagai bagian dari kerja iklas, kerja tuntas tanpa batas dari semangat kebersamaan kita, ujarnya.

Bupati Gayo Lues Juga mengatakan “ Kegiatan MTQ yang telah kita laksanakan ini merupakan wahana dalam rangka memacu pengembangan tilawah, hafalan serta pendalaman terhadap nilai-nlai yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an.  Kemudian saya berharap setelah terselenggaranya MTQ Ke-VII Tingkat Kabupaten Gayo Lues ini, dapat menjadi penambahan wawasan serta penghayatan dan cinta kita terhadap kitab suci Al-Qur’an sebagai tuntunan bagi kehidupan kita selaku umat muslim.

Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang penuh serta keterlibatan secara sungguh-sungguh dari seluruh lapisan masyarakat yang ada sehingga penyelenggaraan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam perkembangan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sebut H. Muhammad Amru.

Muhammad Amru berpesan kepada para Qari’-Qari’ah dan Hafizh-Hafizhah yang telah meraih peringkat juara dalam pelaksanaan MTQ Ke-VII, ini agar jangan berbangga diri karena prestasi yang telah kalian raih memiliki konsekuensi dalam rangka mepersiapkan diri untuk tetap terus berlatih, sehingga pada gilirannya bisa membawa harum nama Kabupaten Gayo Lues pada pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi. Selanjutnya saya ucapkan selamat dan semoga prestasi yang telah diraih tetap bisa dipertahankan. Bagi belum meraih prestasi pada penyelenggaraan MTQ kali ini, agar jangan berkecil hati, teruslah berlatih dan memacu diri untuk bisa mewujudkan prestasi pada pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten yang akan dating, terangnya.

Bupati Gayo Lues menghimbau kepada seluruh peserta yang telah selesai mengikuti MTQ agar selalu memiliki niat yang ikhlas MTQ dalam meningkatkan syiar terhadap kitab suci Al-Qur’an. Semoga partisipasi semua pihak dalam mendukung dan mensukseskan penyelenggaraan MTQ Ke-VII Tingkat Kabupaten Gayo Lues Tahun 2018 yang belangsung di Kecamatan Kutapanjang ini akan menjadi amal saleh yang diridhoi Allah SWT, jelas H. Muhammad Amru. (ABDIANSYAH)