Firmansyah Klarifikasi Tentang Pegawai Verifikator CPNS 2018 Di BKPSDM Bireuen

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Terkait pemberitaan yang terbit pada minggu (14/18) di media elektronik (Online) Baranewsaceh.co, Firmansyah, S.H. mengklarifikasi permohonan maafnya atas kekeliruan dan salah faham terhadap saudari Irma, salah satu Verifikator CPNS 2018 dan Instansi Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bireuen, Selasa (17-10-2018).

Firman menyatakan, saya momohon maaf sebesar-besarnya terhadap saudari Irma dan Instasi BKPSDM kabupaten Bireuen menyangkut dengan kekeliruan yang telah terbit tempo hari di media elektronik, ” ujarnya.

Disamping itu, antara Firman dan Irma juga telah bertemu dan telah duduk bersama untuk meng-klarifikasi atas kekeliruan tersebut. Dan keduanya juga telah sepakat untuk saling memaafkan atas kekeliruan dan kesalahpahaman tersebut.

Pertemuan itu disaksikan oleh Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi, di BKPSDM Kabupaten Bireuen, Fazakkir S.sos, dan keduanya telah berjanji dan sepakat untuk tidak saling tuntut-menuntut dikemudian hari tentang hal tersebut.(Adam)




BKPSDM Bireuen tempatkan Honorer Sebagai Verifikator Seleksi CPNS 2018

 

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Firmansyah, S.H. salah seorang masyarakat yang mendampingi salah satu pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 pada instansi keperawatan Kabupaten Bireuen, sangat menyayangkan sikap pihak dinas Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bireuen. Sabtu malam (14-10-2018).

Firmansyah menyatakan, dengan berdesak-desakan dan besarnya antusiasme ribuan masyarakat yang ikut mengajukan berkas lamaran atau yang ikut mendaftar menjadi CPNS pada Jum’at (11/18). Langkah mereka tak surut atas hal tersebut demi menjadi Pegawai Negeri Sipil di Pemerintahan Kabupaten Bireuen. ” ujarnya.

Pasalnya, beberapa diantaranya menjadi terkendala, salah satunya adalah Nova yang berkasnya hampir ditolak oleh salah satu Tim Verifikasi terkait bukti lampiran surat Akreditasi, sehingga harus cek-cok dengan petugas tersebut dengan cara menjelaskan panjang lebar kepada salah satu petugas Verifikasi tersebut yang berinisial (Ir), ” jelasnya.

Ir. sebagai salah seorang Verifikator pada BKPSDM Bireuen bukan sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemerintahan tersebut melainkan Pegawai Honorer yang pada kenyataannya tidak mengerti apa- apa, bahkan lebih parahnya lagi Irma tidak tahu dan tidak mengenal apa itu surat Akreditasi.

padahal, lanjut Firman. Pelamar tersebut telah melampirkan surat keterangan Akreditasinya sebanyak 3 (tiga) lembar di dalam mapnya yang berwarna merah dan berkas lainnya yang diwajibkan sebagai syarat yang juga ikut dilampirkan dengan lengkap sesuai syarat, surat- surat Akreditasi tersebut. Dan yang dilampirkan adalah Akreditasi Universitas, Akreditasi Fakultas, dan Akreditasi Profesi Ners, ” imbuhnya.

Selain itu, Ir. sebagai Verifikator menyatakan kepada pelamar tersebut bahwa ini bukan Akreditas dan bukan ini yang kami mahu. Artinya bahwa ketidaktahuan apa-apa Ir tersebut sebagai Verifikator berkas CPNS 2018 Pemkab Bireuen sangat merugikan masyarakat dan sangat dapat menghambat dan menyulitkan masyarakat, ” kata Firman.

“Sungguh sangat disayangkan, Irma sebagai Pegawai Honorer yang tidak tahu apa- apa ditempatkan sebagai Verifikator seleksi berkas CPNS, Verifikator Honorer seleksi berkas calon PNS sungguh sangat memperihatinkan kita semua, ” pungkasnya.

Artinya adalah dirinya sendiri bukan seorang PNS yang mumpuni di bidangnya, tapi menjadi Verifikator berkas seleksi CPNS yang tidak mengerti apa-apa, tentang apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Maka wajar sekali ketidaktahuan apa-apa Ir dalam hal tersebut dampak dan imbas besarnya adalah kepada masyarakat. Dan masyarakat lansung menjadi kalang kabut atas tindakan Irma yang tidak tahu apa-apa tersebut, sehingga dapat merugikan masyarakat luas khususnya CPNS yang melamar pada Instansi tersebut, ” ungkap Firman.

Semoga Pemerintah Kabupaten Bireuen khususnya kepala BKPSDM Muhammadiyah, S.Ag lebih selektif dan tidak sembarangan menjadikan anak buahnya sebagai Verifikator Berkas seleksi CPNS Pemerintah Kabupaten Bireuen. Sebagai masyarakat Bireuen saya sangat menyayang tentang pelayan seperti itu, ” cetusnya.

Disamping itu, Kepala BKPSDM Bireuen Muhammadiyyah, S. Ag saat dikomfirmasi oleh Media ini mengatakan, bahwa tidak ada Pegawai honorer yang ditugas sebagai perkerja Verifikasi CPNS. Yang ada hanya pegawai pada BKPSDM ditugaskan sebagai petugas verifikasi berkas CPNS.

“Cuma kami meminta bantu pada pegawai Honorer menyusun map berkas untuk diikat per 50 map, itupun kami minta bantu saat-saat yang sangat mendesak, dikarenakan dalam beberappa hari ini ribuan peserta pelamar CPNS yang memasukkan berkas juga tidak terlepas dalam pengawasan petugas verifikasi yang telah kami tunjuk, ” terangnya.

Selain itu, Kami selaku panitia pelaksana sudah berusaha semampu kami, bahkan petugas kami sudah bekerja siang malam untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Untuk itu kami sangat mengharapkan kesabaran dan pengertian bila ada hal-hal kecil yang belum bisa kami puaskan. Salam untuk perserta pelamar CPNS Tahun 2018. semoga berhasil dan sukses, ” tutupnya. (Adam)




Yayasan Bina Warga Jeumpa Salurkan Bantuan Untuk Palu, Sigi Dan Dunggala

 


BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Yayasan Bina Warga Jeumpa menyerahkan bantuan untuk korban Gempa dan Tsunami Palu, Sigi, Dunggala, Sulawesi Tengah ke posko Induk Bireuen Peduli Bangsa, Sabtu, (13-10-2018).

Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 2.218.000, dan 10 karung beras serta pakaian layak pakai tersebut diserahkan pada jumat (12/18) melalui Kepala Bagian Penggalangan Dana, Gunawan di Pokso Induk Kota Juang.

Kemarin merupakan hari terakhir penggalangan dana yang dilakukan oleh Relawan Bireuen Peduli Bangsa,” kata Wahyu Saputra, SE selaku koordinator Penggalangan dana yayasan tersebut.

Menurut Wahyu, sumbangan tersebut kami galang selama 2 hari, kami menggalang bantuan tersebut ke beberapa titik lokasi di kabupaten Bireuen dan sekitarnya.

“Kami menggalang dana ini sebagai bentuk kepedulian kita dari Relawan Yayasan Bina Warga kepada saudara-saudara kita korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, ” ujarnya.

Lanjutnya, Kami sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat dan ketua Yayasan atas segala bantuannya, melalui posko induk Bireuen Peduli Bangsa kami titipkan sumbangan masyarakat Bireuen untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah, “pungkasnya.

Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan sedikitnya dapat meringankan beban saudara kita yang sedang ditimpa musibah, ” tutupnya. (Adam)




Saifannur Ucapkan Terima Kasih Untuk Semua Pihak

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Bupati Bireuen, H.Saifannur S.Sos dalam sambutannya memaparkan sejumlah capaian pembangunan Bireuen selama satu tahun belakangan, yang berpedoman pada visis-misi pembangunan yaitu terwujudnya Kabupaten Bireuen yang adil,makmur, aman, damai dan berlandaskan Syariat Islam. Hal tersebut dikatakan Saifannur pada acara memperinggati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bireuen Ke-19, bertempat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen pada sidang Paripurna istimewa, Jumat (12-10-2018).

“Visi inilah yang menjadi titik capaian dan titik tuju dari seluruh rangkaian proses pembangunan sejak kami memulai pemerintahan ini yang baru satu tahun, “kata Saifannur.

Dalam konsepsi ini, pembangunan Daerah Bireuen harus melakukan pergeseran paradigma dari “Membangun daerah, ke daerah Membangun”. Konsepsi ini sangat selaras dan sejalan dengan strategi yang sudah kita tetapkan, yaitu pembangunan yang berbasis pada penguatan dan pemberdayaan Gampong dengan pendekatan partisipatif dari seluruh masyarakat akar rumput. Seperti, perbaikan/pembangunan saluran irigasi, perbaikan/pembangunan jalan dan jembatan, “jelasnya.

Selanjutnya, kata Saifannur. Jumlah pembangunan Rumah Sehat Sederhana 2017 sebanyak 280 unit, jumlah peningkatan kualitas perumahan dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR sebanyak 337 unit.

Untuk tahun 2018 jumlah pembangunan Rumah Sehat Sederhana yang bersumber dari APBK Bireuen sebanyak 337 unit, yang sudah selesai dibangun sekitar 120 unit, sisanya dalam tahap pelaksanaan, “paparnya.

Sedangkan untuk peningkatan kualitas dari Program BSPS sebanyak 744 unit terdiri dari sumber dana regular APBN 239 unit dan sumber dana Loan Pinjaman Luar Negeri NAHP (National Affordable Housing Program) sebanyak 505 unit.

Beberapa capaian lain dalam bidang pendidikan, Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat, Peningkatan infrastruktur daerah, selama kurun waktu 2017-2018 kita telah mampu melakukan peningkatan, pemeliharaan dan rehabilitasi jalan Kabupaten sepanjang 96,12 Km yang tersebar di 17 Kecamatan.

Begitu juga dengan capaian berkaitan dengan penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat telah dilaksankan sejumlah program dan kegiatan.

Kepada semua pihak sekali lagi, Bupati Saifannur menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang tulus atas dorongan semangat, koreksi dan kritik yang ditujukan kepada pihak Eksekutif dalam mengemban amanah, tugas pemerintahan dan pembangunan daerah selama ini.

“Kepada Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, Saya berharap agar informasi dan keterangan yang kami sampaikan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan koreksi terhadap pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan selama kurun waktu 1 tahun, yaitu dari tahun 2017 sampai 2018,” pungkasnya.

Sebelumnya, ketua DPRK Bireuen, Drs. Ridwan Muhammad, SE dalam sambutannya menyebutkan, Paripurna Istimewa tersebut mereupakan agenda tahunan Kabupaten Bireuen. Berbagai capaian kebutuhan rakyat, insfrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, untuk melepas dari belenggu kemiskinan telah dilaksanakan.

Namun, berbagai capain dan keberhasilan tersebut, masih perlu ditingkatkan kembali untuk menghadapi permasalahan yang lebih komplek demi terwujudnya masyarakat Bireuen yang lebih mandiri, maju dan sejahtera, “ujarnya.

Disamping itu, Panitia Persiapan Pembentukkan Kabupaten Bireuen, Saifuddin Saleh SH, dalam sambutannya menyampiakan asal-usul nama Kabupaten Bieuen.

“Bireuen berasal dari kata Birrun, berarti kebajikan. Saat itu belanda mengumpulkan ulama Aceh di Bireuen, salah satu ulama lalu merubah nama Buket Hagu menjadi Birrun. Karena itu kita pakai nama Bireuen sebagai simbol Kabupaten, bukan Jeumpa, yang merupakan suatu kawasan tua di Aceh, “tuturnya.

Saifuddin berharap, Suatu saat nanti, 10-15 tahun kedepan, Kota Bireuen menjadi daerah Otonomi. Karena itu ia meminta Bupati membentuk badan pengelolaan perkotaan. Bireuen harus lebih Indah dan tertib lagi agar menjadi Kota Adipura. Dan tempat pembuangan sampah (TPA) di Bireuen tidak seperti yang kita harapkan, “imbuhnya.

Sementara itu, Tgk. H. Muhammad Yuduf. A. Wahab (Tusop) memberikan sedikit Tausiah sekaligus pembacaan Doa.

Selain itu, juga ada penyerahan bingkisan kepada para tokoh pendiri Bireuen serta Tim Formatur pembentukan kabupaten Bireuen, yang diterima oleh tokoh ataupun ahli warisnya.(Adam)




Iskandar: Pernyataan Wakil Bupati Bireuen Konyol

BIREUEN- Iskandar atau yang akrap disapa Tuih Koordinator demo AMKB menyayangkan pernyataan wakil bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar. A. Gani, SH. M.Si yang mengatakan bahwa harga 1,9 Milyar, tak sebanding dengan Bupati Saifannur, S.Sos yang telah mampu membawa anggaran APBA hampir Rp 300 milar lebih, sehingga bisa dianggarkan begitu saja, menurut kami pernyataan itu sangat konyol.

Hal tersebut dikatakan Iskadar kepada media Baranewsaceh. melalui siaran pres Releasenya, selasa malam (09-10-2018).

Jangan lupa, apa itu hak dan kewajibannya sebagai bupati. Saifannur juga digaji oleh negara, dan memajukan daerah adalah kewajibannya. Kalau mau bonus, publik tidak bodoh dan lupa bahwa dirinya pernah mengatakan akan “Mengwakafkan dirinya untuk Bireuen”. Apakah ini hanya bualan semata, “sahut Iskandar.

Memang secara regulasi dan Democlature pengadaan mobil tersebut dibolehkan. Tapi apakah pemimpin kita hari ini buta hati nuraninya. Karena masih banyak sekali masyarakat yang terhimpit dengan ekonomi, pengangguran semakin bertambah, reformasi birokrasi seolah stagnan, dan banyak sekali persoalan Bireuen yang tidak tertangani dengan baik. Lagipula anggaran yang disebutkan oleh Muzakkar, diprioritaskan untuk pembangunan fisik saja, “imbuhnya.

Selain itu, kata Iskadar. kami dari AMKB akan terus bersuara dan menolak pengadaan mobil dinas bupati seherga 1,9 milyar tersebut, bahkan akan terus mendesak DPRK Bireuen untuk segera dibatalkan. Kalau memang DPRK tidak merespon tuntutan kami, maka jangan salahkan kami masyarakat bertindak tegas bahkan akan kami adakan aksi yang lebih besar lagi dari sebelumnya, “tegasnya.

“Suara kami adalah suara rakyat. Karena apa yang kami suarakan selama ini bukan demi kepentingan kami, tapi demi kesejahteraan masyarakat Bireuen pada umumnya, “ujarnya.

Lanjutnya, bila memang ada yang mengatakan bahwa kondisi ekonomi Bireuen sekarang sudah membaik, maka mari sama-sama kita turun ke kampung-kampung, dan ke pelosok desa untuk melihat langsung apakah masih ada masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan, “pungkasnya.

Kalau udah kita lihat langsung, baru bisa kita katakan bahwa ekonomi masyarakat Bireuen sekarang sudah mulai membaik. Kalau cuma duduk di kantor tidak pernah turun kampung-kampung dan pelosok-pelosok desa, maka kemiskinan masyarakat tidak bisa terlihat dengan kasat mata dan hati nutani pemimpin kita sekarang, “ungkapnya.

Jadi tidak ada gunanya Bireuen bisa membawa pulang anggaran APBA 400 Milyar, kalau masyarakatnya masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan, “tutupnya.(Adam).




DPW Pakar Bireuen Siap Kawal Pemilu Damai

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Pusat Analisis Kajian Advokasi Rakya Aceh (PAKAR) Kabupaten Bireuen. Siap Mengawal dan Meng-advokasi penyelenggaraan “Pemilu Damai” yang bersih, jujur dan adil serta tanpa money politik di Bireuen pada 2019 akan datang.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PAKAR Bireuen. M Iqbal S. Sos dalam Konferensi Pesr, di aula Bireuen Partee, Sabtu (6-10-2018) sore.

M. Iqbal meminta, seluruh lapisan elemen masyarakat agar menyukseskan pemilu yang bersih, jujur, adil dan bertanggungjawab serta jauh dari praktik money politik (politik uang).

Mengingat pemilu 2019 sangat rawan potensi kecurangan, maka publik harus peka menyikapi kondisi tersebut. Termasuk, harus menghindari bujukan atau rayuan dari caleg tertentu yang mengiming-iming memberikan uang, supaya untuk memilih mereka dalam pemilu 2019 ini.

Disamping itu, PAKAR menyatakan siap untuk mengawal dan meng-advokasi proses penyelenggaraan pemilu. Sehingga dapat berlangsung kondusif sesuai dengan hati nurani, serta aspirasi masyarakat terkontaminasi dalam memilih wakilnya di parlemen dan presiden nantinya.

“Kami berharap seluruh lapisan masyarakat yang memiliki hak pilih, agar menggunakan hak politiknya dengan jeli dan bijak pada hari pemilu tiba, serta tidak golput, jangan terpengaruh dengan provokator. Jangan sampai rakyat menjadi rugi dikemudian hari, “katanya.

M Iqbal yang didampingi Direktur Eksekutif PAKAR Aceh, Muhammad Khaidir SH menjelaskan, pihaknya tidak memiliki interest terhadap caleg tertentudan secara organisasi, selalu berkomitmen menjaga netralitas. Jika ada yang terlibat dalam tim sukses, atau mencalonkan diri pada pileg maka akan diberhentikan secara tidak hormat alias dipecat.

“Maksud dan tujuannya hanyalah demi menjaga semangat bersama, untuk terus mewujudkan pemilu yang bersih, tidak dinodai oleh kecurangan para kandidat yang ambisius, sehingga menghalalkan segala cara demi merebut kursi empuk di parlemen, “jelasnya.

Lanjutnya, kami juga meminta penyelenggara pemilu, mulai KIP, PPK, PPS, Bawaslu, Bawaslu Kecamatan dan PPL, agar dapat melaksanakan tugas secara ptofesional serta tidak melakukan tindakan yang melanggar etika, “tegasnya.

Sementara itu, M. Fadhil (Fadhil Juang) dalam kesempatan yang sama juga menyapaikan sedikit polemik yang kini sedang gencar dibicarakan oleh masyarakat Bireuen tentang pembelian (Pengadaan) mobil dinas baru untuk Bupati Saifannur, S.Sos dengan anggaran 1,9 M yang diplotkan dari APBK-P 2018.

Fadhil mengatakan, pembelian mobil mewah untuk bupati Bireuen sebenarnya jika dikaji secara prosedur dan aturan ‘ya sah-sah saja. Namun, jika dilihat secara moral, itu terlihat tidak etis, karena masyarakat kita masih banyak yang miskin. Pemimpin janganlah berfoya-foya atau bermewah-mewah diatas penderitaan rakyatnya, “tutupnya. (Adam)




Santri Dayah Al-Madinatuddiniyah Blang Bladeh Bireuen Beri Sumbangan Untuk Palu

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO  – Santri Dayah Al-Madinatuddiniyah Blang Bladeh Bireuen memberikan sumbangan untuk korban bencana alam gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Dunggala, Jum’at (05-10-2018).

Sumbangan tersebut diserahkan oleh Tgk. Haidar M. Amin (Tu. Haidar) kepada relawan kemanusian di posko Bireuen Peduli Bangsa “Pray For Sulawesi Tengah” bertempat di depan Tugu Pendopo Bireuen.

Tu. Haidar mengatakan, bantuan yang disumbangkan oleh para santri berupa uang tunai, (tidak ingin disebutkan dominalnya) karena ini dianggap sebagai sedekah dari para santri. Dan sumbangan tersebut dikumpulkan sesama santri kami di dayah, “ujar Tu Haidar yang juga salah satu Anggota Dewan DPRK Bireuen.

Lanjutnya, sekecil apapun sumbangan ini, namun patut kita apresiasi, karena ini timbul dari rasa peduli dan semangat mereka santri untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Dunggala, “terang politisi Partai Nasional Aceh (PNA) tersebut.

“Kami berharap kondisi disana cepat normal kembali, semoga masyarakat Palu khususnya Sulawesi Tengah kuat dan siap bangkit bersama untuk masa depan yang lebih baik, “tutupnya.(Adam)

 




SSIB Bireuen Serahkan Bantuan Kepada Muslim Rohingya

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Ketua Scooterist Sosial Independent Bireuen (SSIB), Saiful bahri menyerahkan bantuaan melalui seorang relawan di Gedung SKB Bireuen, selasa (02/10).

Hal tersebut disampaikan Saiful Bahri kepada media Baranewsaceh.co, rabu (03-10-2018).

Saiful menyatakan, maraknya kabar dari masyarakat tentang menipisnya stock barang kebutuhan untuk pengungsi muslim Rohingya di SKB Bireuen dalam beberapa hari belakangan ini.

“Ini kedua kalinya kita menyerahkan bantuan lauk-pauk untuk kebutuhan sehari-hari yang sangat dibutuhkan oleh saudara kita muslim Rohingya, dan semoga nasib saudara kita tersebut tidak sampai terkantung-kantung di Aceh khususnya di Kabupaten Bireuen, “ujarnya.

Kita berharap kepada pihak terkait untuk cepat merelokasikam mereka ke tempat lain. Harapannya, semoga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mengajak semua elemen lembaga dan organisasi-organisasi yang ada di kabupaten Bireuen untuk membantu muslim Rohingya, yang sedang berada di gedung SKB,SL sebelum mereke direlokasikan ke tempat lain, “tutupnya. (Adam)




Rahmat Asri Sufa, Caleg Muda Wakili Aceh di Kader Bangsa Fellowship Program

Jakarta, Baranewsaceh.co  – Sekolah Pemimpin Muda Indonesia atau Kader Bangsa Fellowship Program angkatan ke – 8 yang dilaksanakan di Jakarta pada 1 – 5 Oktober mendatang mengangkat tema “Forum Dialog dan pelatihan kepemimpinan dan kebangsaan pemimpin muda indonesia” yang diwakili oleh seluruh caleg perwakilan berbagai daerah di Indonesia. Agenda yang sudah menjadi rutinitas ini dilaksanakan setiap tahunnya, Jakarta (1/10/2018)

Peserta KBFP Angkatan 8 ini merupakan seluruh caleg lintas partai di Indonesia, baik yang akan bertarung di Kab/Kota, Provinsi maupun menujun ke Senayan. Proses pemilihan peserta melalui berbagai test secara online yang diikuti oleh caleg-caleg di Indonesia, khususnya Caleg Muda.

Rahmat Asri Sufa, satu-satunya caleg muda asal Aceh yang menjadi perwakilan di KBFP Angkatan ke 8 di Jakarta.
“Iya Alhamdulillah, saya terpilih setelah melalui beberapa test secara online dari pihak penyelenggara kegiatan ini, dan semua kami yang menjadi peserta disini merupakan caleg muda lintas partai dari berbagai daerah di Indonesia”, ungkap Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Bireuen ini

Lanjutnya, “KBFP ini setahu saya rutin diadakan, dan kami merupakan angkatan ke 8 dari KBFP yang dikhususkan untuk para caleg muda terpilih. Disini, kami ditempah serta dibekali berbagai ilmu sosiao masyarakat, menjadi pemimpin publik yang baik, serta pengantar pemengangan pileg 2019”, tegas Ketua GMD Bireuen asal Peusangan

“menjadi satu-satunya perwakilan dari Aceh, tentunya bangga bisa bertemu dengan seluruh caleg lintas partai di Indonesia, bahkan disini angkatan kami ada yang sudah menjabat sebagai anggota Dewan di daerahnya. Mereka semua kader-kader bangsa yang hebat menurut saya, semoga hadirnya pemuda di kancah politik praktis dapat mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini beranggapan negatif terhadap politik itu sendiri”, tutup Rahmat Asri Sufa (NS)




Sah Ditetapkan DCT, Ria Faradipa Siap Rebut Satu Kursi di DPRK Bireuen

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – 2019 mendatang menjadi tahun pesta politik yang paling besar, selain pemilihan presiden, juga diikuti dengan pemilihan legislatif yaitu pemilihan DPD RI, DPR RI, DPRD tak terkecuali DPRK.

Berdasarkan beberapa permasalahan yang dianggap belum ada titik terang, Ria Faradipa Amd.Keb salah satu putri asli Bireuen mengkokohkan niatnya untuk maju di pemilihan legislatif mendatang.

“Iya betul, saya akan maju di pileg 2019 melalui Partai Aceh (PA) sebagai Calon Legislatif DRPK Bireuen, daerah pemilihan (Dapil) I mewakili kecamatan Kota Juang dan Kuala. Dan Alhamdulillah sudah masuk dalam DCT (daftar calon tetap) dengan nomor urut 06 seperti yang diumumkan oleh KIP Bireuen beberapa waktu yang lalu” ujar salah satu aktivis perempuan Bireuen tersebut, Kamis (27-09-2018).

Dara kelahiran 07 April 1996 yang juga aktif di ikatan Duta Wisata kabupaten Bireuen itu sudah membulatkan tekadnya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat yang dianggap belum tersampaikan saat ini, terutama hak para perempuan Bireuen, “tuturnya.

“Salah satu fokus utama yang kita perjuangkan nanti adalah hak daripada tenaga kesehatan yang selama ini terkesan tidak diprioritaskan bahkan tidak anggap, faktanya adalah kita semua berharap pelayan maksimal dari tenaga kesehatan di rumah sakit tapi mereka sendiri masih status bakti tanpa gaji, itu menjadi salah satu faktor kurang maksimalnya pelayan oleh tenaga kesehatan, “lanjut gadis yang baru menamatkan studinya di Akademi Kebidanan Munawarah Bireuen tersebut.

Lebih lanjut, kata Ria. Yang juga salah satu fungsioner pengurus KNPI Kabupaten Bireuen itu mengatakan, masih banyak hal lain yang akan diperjuangakan diparlemen nantinya, berdasarkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Ia berharap jika nanti diberikan kepercayaan, maka ia akan turun langsung setiap tahunnya untuk mendengarkan aspirasi rakyat.

“Selain masalah tenaga kesehatan, kita banyak hal lain yang juga ingin kita perjuangankan, dan setiap tahunnya akan kita usahakan untuk turun mendengarkan langsung aspirasi rakyat, maka dari itu secara pribadi saya mohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk meraih satu kursi di parlemen legislatif kabupaten Bireuen demi memperjuangkan hak-hak rakyat, “jelas perempuan yang juga kader aktif HMI Cabang Bireuen dan juga di kepengurusan Pemuda Pancasila Kabupaten Bireuen tersebut. (ADAM)




Rahmat Asri Sufa Resmi Maju Ke DPRK Bireuen Melalui Dapil Bireuen 2

Medan, Baranewsaceh.co  – Kontestasi politik 2019 mendatang mendapat perhatian tersendiri di kalangan masyarakat, tidak hanya di pilpres, juga di pileg DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota. Hal unik tersebut diwarnai dengan hadirnya pemuda di pileg 2019, hampir semua tingkatan jumlah pemuda yang bertarung di Pemilihan Legislatif mendatang mencapai 55% atau sebagian besar pemudalah yang mewarnai pileg 2019, Rabu (26/9/2018)

Rahmat Asri Sufa, salah satu tokoh muda asal Aceh di Medan yang saat ini terdaftar sebagai mahasiswa pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan ini juga bakal bertarung menuju kursi DPRK Bireuen melalui Partai Demokrat Dapil 2 Bireuen.

“Insyaallah, saya resmi maju di DPRK Bireuen. Pasca penetapan oleh KIP Bireuen melalui DCT, saya sudah terdaftar secara resmi sebagai salah satu calon legislatif yang akan bertarung di pileg 2019 mendatang”, ujar pemuda asal Peusangan ini

Lanjutnya, “tujuan saya maju di pileg tidak lain ingin mewakili aspirasi pemuda Dapil 2 yang mencakup Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krung dan Jangka di DPRK Bireuen. Semoga dengan banyaknya hadir pemuda di parlemen, suara pemuda akan terwakili dan diprioritaskan”, tegas Rahmat yang juga Wakil Sekretaris Partai Demokrat Bireuen (NS)




Kantor DPS PA Kecamatan Jangka Direnovasi


BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Pengurus Dewan Pimpinan Sagoe Partai Aceh (DPS-PA) Kecamatan Jangka ikut bersama dalam renovasi kantor DPS PA Jangka, Kabupaten Bireuen yang akan diresmikan bulan Oktober mendatang.

Hal tersebut dikatakan Sayed Jamalul Buluk (Yed Bugak) selaku ketua Partai Aceh Kecamatan Jangka, kepada Media Baranewsaceh.co, Senin (23-09-2018).

Harapannya, kata Yed Bugak atau yang lebih dikenal dengan sebutan Yed Ce’t, kantor tersebut direnovasi sebagai kantor DPS PA Kecamatan Jangka, guna untuk memajukan Partai Aceh kedepan, “tuturnya.

Disamping itu, kantor tersebut adalah suatu kebutuhan dalam kinerja pemenangan partai, khususnya di Kecamatan Jangka, “pungkas Yed Bugak yang juga Calon Anggota Legislatif DPRK Bireuen Periode 2019-2024, Daerah pemilihan (Dapil) II mewakili kecamatan Jangka, Peusangan, Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng.

Lebih lanjut, kata Yed Bugak. Tujuan kita renovasi Kantor PA tersebut sebagai wadah atau tempat sarana untuk silaturrahmi dan musyawarah Partai ditingkat Kecamatan dan Sagoe, guna untuk kemajuan dan perkembangan partai di kecamatan Jangka, “tutupnya.(ADAM)




LDK Umuslim Gelar Mentoring Mata Kuliah Agama Islam

 

Bireuen, Baranewsaceh. Co – Mahasiswa yang tergabung dalam wadah Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Almuslim Peusangan Bireuen mengadakan Training Dasar Mentoring pendampingan mata kuliah agama bagi mahasiswa baru universitas almuslim di musalla kampus timur, Sabtu (22/9).

Menurut salah seorang panitia Oki Iskandar tujuan mentoring adalah meningkatkan kapasitas bacaan Alquran dan wawasan keislaman bagi mahasiswa.

Selain itu juga untuk memberantas buta baca alquran dan untuk membentuk karakter qurani dikalangan mahasiswa, dari kegiatan ini kita harapkan akan menumbuhkan semangat mencintai ,membaca dan memahami Alquran di kalangan kampus.

Dosen pengasuh agama islam Najmuddin, MA menambahkan mentoring merupakan suatu kegiatan pendidikan dan pembinaan agama islam dengan pengajian kelompok kecil yg terdiri dari 3-10 mahasiswa.

Metode kegiatan mentoring nantinya mahasiswa dalam satu kelompok akan mempelajari dan melakukan kajian tentang isi Al quran dan setiap kelompok akan didampingi oleh seorang mentor yang berasal dari dosen pengasuh mata kuliah Agama

Acara yang dibuka Wakil Rektor III Ir.Saiful Hurry MSi mengatakan bahwa mentoring pendampingan bagi mata kuliah Agama ini merupakan tahun keempat dilaksnakan dan dari hasil evaluasi telah terjadi peningkatan signifikan bagi mahasiswa dalam belajar dan memahami baca Alquran jelas Saiful Hurry.(Nurdin)




Dua Mahasiswa Jepang Ikuti Pertukaran Mahasiswa di Umuslim

BARANEWSACEH.CO – Dua  mahasiswa asal negeri matahari terbit akan menjalani pertukaran mahasiswa antara Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang  dan universitas almuslim (Umuslim) peusangan.

Dua mahasiswa yang berasal dari jepang tersebut  yaitu Kisae Fukushima dan Shunchi Iwatsuki mereka sudah tiba di kampus umuslim peusangan, kedatangan dua mahasiswa tersebut disambut rektor dan civitas akademika dalam suatu acara, di kampus Ampon Chiek Peusangan Umuslim Sabtu (22/9).

Rektor umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi  saat penyambutan menyampaikan,  kehadiran kedua mahasiswa dari negera jepang tersebutmerupakan program pertukaran mahasiswa  tahun kedua,  tahun pertama dianggap sukses,dimana kedua universitas sudah melakukan pertukaran dan  pengiriman mahasiswanya baik ke NGU Jepang maupun ke umuslim, mereka sudah kembali kenegaranya beberapa waktu lalu jelas H.Amiruddin Idris.

Kedua mahasiswa tersebut Kisae Fukushima yang akan menempuh pendidikan selama 1 tahun (dua semester)  dan Shunchi Iwatsuki selama 6 bulan (satu semester) pada prodi hubungan internasional (HI) fakultas ilmu sosial dan politik (Fisip) universitas almuslim Peusangan, urai H.Amiruddin Idris.

Menurutnya  kehadiran dua mahasiswa tersebut, sebagai tindak lanjut kerjasama pertukaran mahasiswa   yang telah ditandatangani pihaknya dengan Nagoya Gakuin University (NGU) beberapa waktu lalu .

Acara penyambutan yang dihadiri civitas akademika umuslim, H.Amiruddin Idris,SE.,MSi didampingi direktur hubungan internasional Drs.Nurdin abdurrahman,MSi mengharapkan kepada seluruh civitas akademika untuk dapat membina dan membimbing mereka seperti mahasiswa kita sendiri, sehingga kedua mereka dapat menempuh pendidikan di umuslim dengan aman dan nyaman.

Mereka hadir ke umuslim untuk menempuh pendidikan dan kita harus menggangap mereka sebagai anak dan saudara kita, mari kita beri bimbingan dan saling menjaga tata krama, meskipun mereka berasal dari negara yang mayoritas bukan muslim akan tetapi mereka sangat menjaga tatakrama sesama, ajakDr.H.Amiruddin Idris,SE,MSi.

Kabag Humas Umuslim Zulkifli. M.Kom kepada media menyampaikan informasi  bahwa dua mahasiswa universitas almuslim yang dikirim ke Jepang,   sekarang mereka sudah  mulai mengikuti tahapan proses perkuliahan di Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang  bersama  sejumlah mahasiswa baik dari Jepang maupun manca negara yang kuliah di NGU jepang, papar  Zulkifli, M.Kom

Kedua mahasiswa yang baru datang tersebut turut didampinggi alumni mahasiswa jepang dan umuslim yang sudah selesai menjalani program tersebut , yaitu  Natsuko mitzutani (NGU) dan Muzakkir (Umuslim),  penyambutan dilakukan  Rektor umuslim dengan memakai jaket almamter umuslim kepada dua mahasiswa baru  dari Jepang , papar kabag humas Zulkifli,M.Kom. (RED)




200 Pemuda Bireuen Aceh Bersama Gema Desantara Suarakan Bahaya Narkoba

Bireun, Baranewsaceh. Co – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Gema Desantara (Generasi Muda Desa Nusantara) menyelenggarakan Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba di GOR Serba Guna Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireun Provinsi Aceh (16/09) dengan mengusung tema “Keren Itu Tanpa Narkoba.

Pelatihan tersebut merupakan pelatihan kedua di Kabupaten Bireun yang menjaring 200 kader pemuda Bireun setiap harinya guna memberikan pemahaman mengenai bahayanya narkoba

Kegiatan pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba ini dibuka oleh Kasubid Bidang Pencegahan Bahaya Destruktif Asdep Peningkatan Wawasan Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Kemenpora RI, Taufik Hidayat.

Kemudian, dalam pelatihan tersebut juga melibatkan berbagai pihak seperti Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bireun, yaitu Saifulhadi dan menjadi salah satu narasumber dalam Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba Provinsi Aceh.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba, Mustakim, diharapkan kegiatan pelatihan ini bisa sepenuhnya mencegah atau meleuasnya pemakai narkoba di Aceh khususnya Kabupaten Bireun.

“Minimal dengan adanya pelatihan ini diharapkan sebagai menjaga keluarga kita dari bahayanya narkoba, bahkan dengan hadirnya pelatihan di Kabupaten Bireun juga dapat menjadi pemisahan bagi jaringan narkoba yang kian marak,” tutur Mustakim.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Koordinator Nasional Gema Desantara, Jaelani berharap, para peserta pelatihan KIPAN yang telah mengikuti pelatihan di Kabupaten Bireuen dapat berperan aktif dan masif dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungannya. Sehingga ke depan, Bireuen menjadi kabupaten yang bersih dari narkotika dan pemudanya pun dapat terus berkarya untuk kemajuan daerah.

Peserta :
1. Kecamatan samalanga, simpang mamplam, jeunieb, pandrah, pedada, pelimbang

205 orang

Narasumber :
1. Saiful hadi, se (dispora)
2. M. Yani, SKM (bnnk bireun)
3. M. Ihsan (Tokoh Masyarakat/Ulama)
4. H. Taufik (kemenpora). (Red)




Pemuda Bandar Baru Nyaleg Lewat Partai PSI, dan Ini Tujuannya

PIDIE, BARANEWSACEH.CO – Nazarullah pemuda Gampoeng Teungoeh Musa, Kecamatan Banda Baru, Pidie Jaya, yang sehari-hari berpropesi sebagai Wartawan di sebuah media online yang berpusat di Jakarta, ikut meramaikan pesta Demokrasi pada Pileg 2019 mendatang.

Nazar, menjadi calon legislatif (Caleg) di usung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2019 mendatang sebagai Caleg DPR Aceh daerah pemilihan (Dapil) II, meliputi Kabupaten Pidie, dan Pidie Jaya.

Nazar menyatakan, selama ini dirinya sering mengamati kehidupan masyarakat yang kurang mampu dan tidak jarang mempublikasi kepentingan warga, kini dirinya siap maju dan memperjuangkan aspirasi warga miskin dan kurang mampu di parlemen Aceh.

Saya terjun ke politik adalah sebagai bentuk tanggung jawab saya untuk membantu masyarakat, agar keluhan-keluhan atau aspirasi mereka tidak terabaikan, “Ujarnya.

“Dengan berpolitik, kita bisa berperan aktif dan langsung dalam membuat kebijakan dan keputusan. Sebagai Pengamat warga, selama ini peran saya adalah harus bisa mengetahui yang mana warga wajib dibantu, patut dibantu dan mana warga yang bantuannya bisa kita tunda dulu tahun depan yang jelas warga dapat tersenyum. Itu semua membuat saya terus terpacu dan terdorong guna membantu warga tersebut,” kata ayah satu anak ini usai shalat dzuhur di lantai dua warkop Helsinki Caffe, Minggu (09-09-2018).

Disamping itu, Ketika ditanya perihal dirinya memilih maju lewat partai PSI, Nazar mengaku sama sekali tidak pernah membayangkan ada partai yang benar-benar orisinil, bukan partai daur ulang. PSI adalah partai yang orisinal dan kini dapat menerimanya apa adanya.

“Saya yakin betul dengan partai PSI. Karena PSI dipimpin anak muda dan tanpa meminta syarat apa-apa jika ada warga yang ingin maju sebagai caleg. Kemudian, langkah-langkah kongkrit yang dilakukan PSI seperti menggugat UU MD3 adalah hal yang luar biasa, “Tuturnya.

Terimakasih PSI telah menerima saya apa adanya dan bukan ada apa adanya, “Kata Nazar anak almarhum M. Nur dan cucu dari almarhum Tgk. Abdullah (Tgk. Lah Laboeh).

Nazar berharap doa dan dukungan dari masyarakarat Pidie dan Pidie Jaya.(ADAM)




DI Jamuan Tak Kunjung Selesai, Petani di Empat Kecamatan Gagal Panen

ACEH UTARA, BARANEWSACEH.CO – Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Aceh Utara Asnawi H. Ali, mengharapkan kepada pemerintah Aceh untuk lebih serius melihat persoalan Irigasi DI Jamuan, Aceh Utara yang sampai dengan hari ini belum ada titik temu dan penyelesaiannya. Sabtu, (08-09-2018).

Asnawi mengatakan, kita belum melihat keseriusan yang nyata dari pemerintah Aceh mengenai permasalahan DI Jamuan, dikarenakan tidak ada upaya serius dari Pemerintah Aceh dan Dinas terkait. Padahal, Kata Asnawi. Kami telah puluhan kali menyampaikan keluhan para petani tersebut pada pertemuan-pertemuan resmi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, baik pada saat Musrembang Kabupaten ataupun pada acara-acara lainnya.

“Kita sudah berkali-kali menyampaikan permasalahan ini kepada Pemerintah dan Dinas terkait. Namun sampai dengan hari ini, belum ada pihak yang serius menangani persoalan yang menimpa masyarakat kami, “Terangnya.

“Kami di wilayah barat Aceh Utara sangat membutuhkan saluran irigasi yang akan difungsikan untuk 4 (empat) kecamatan, meliputi Kecamatan Banda Baro, Nisam, Sawang dan Dewantara. Saat ini petani pasca tanam, bila tidak turun hujan dipastikan akan gagal panen yang kesekian kalinya, “Lanjut Asnawi yang juga Geuchiek Gampong Ulee Nyeu.

Sementara itu, Tarmizi AR, Selaku Ketua Panitia Pembangunan Irigasi DI Jamuan, saat dihubungi Media Baranewsaceh.co melalui Telepon genggamnya menyampaikan, pembangunan saluran tersebut akan di alirkan sepanjang jarak 12,7 KM, meliputi 4 (empat) Kecamatan, dengan luas area sawahnya 4800 Ha, dan diperkiran pembangunan saluran tersebut airnya akan dialirkan kepada 4800 Ha, sawah.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah meng-alokasikan dana sebesar 61 M, terhitung sejak tahun 2006, dan sampai saat ini pembangunan itu belum bisa difungsikan. Jadi, jarak 12,7 KM terlebih dulu harus ada upaya pembebasan lahan yang mesti dilakukan pada tahun 2018 atau 2019 mendatang, “Jalasnya.

Upaya yang kita lakukan sudah cukup lama, semenjak Azwar Abubakar menjadi (Plt) Gubernur Aceh, dan sampai saat ini persoalan itu belum terealisasi sedikit pun. Kami atas nama masyarakat mohon kiranya kepada pemerintah Aceh untuk segera membangun saluran irigasi, karena akan digunakan lebih kurang 4800 petani Sawah yang ada di kecamatan Banda Baro, Nisam, Sawang dan Dewantara, “Harapnya.

Lebih lanjut, kata Tarmizin. Kami mohon perhatian dari semua pihak untuk membantu proses pembebasan lahan, dimana pada tahun 2017 Pemerintah Aceh Utara telah meng-alokasikan dana sebesar 7 M, namun sia-sia. Tidak bisa kita lakukan pembebesan dikarenakan berbagai hal di lapangan. Mudah-mudahan kita harapkan dalam tahun 2018 atau 2019 ini bisa teraliasasi, sehingga pembangunan tersebut dapat dimamfaat oleh masyarakat.

Perlu kami tambahkan bahwa, dengan irigasi akan memberikan kemakmuran untuk rakyat. Karena sasaran yang ada di empat kecamatan tersebut dengan adanya irigasi DI jamuan. Dimana pada setiap pertemuan sudah kita gembar-gembor dan kita sampaikan persoalan Irigasia DI Jamuan tersebut. Mudah-mudahan tahun ini akan segera dapat diselesaikan. Kami mohon kepada pimpinan dari Dinas terkait untuk memperhatikan betul-betul supaya dapat di alokasikan Anggaran pembangunan pada tahun ini, “Cetusnya.

Disamping itu, Razali A. Gani (Cek Li) selaku tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa, persoalan ini sudah berulang kali mereka sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Aceh, namun sampai dengan hari ini belum ada kepastian dan keseriusan yang nyata dari pemerintah Aceh untuk melanjutkan pembangunan DI Jamuan tersebut.

Hari ini, Kami bersama Keuchiek Asnawi ke Banda Aceh, dan ingin menyampaikan permasalahan ini kepada Dinas terkait. Alhamdulillah setiba di Ibukota Provinsi kami bertemu dengan Dedi Safrizal, salah satu anggota DPR Aceh Fraksi PNA. Katanya, ia siap memfasilitasi dan memediasi permasalahan tersebut dengan Dinas terkait. Berhubung permasalahan itu adalah aspirasi dan keperluan masyarakat banyak, “Tutup Cek li.(Adam)




KNPI Bireuen Menyikapi Himbauan Standarisasi Cafe

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bireuen Asnawi My TsA, menyikapi polemik terkait himbauan standarisasi cafe dan restoran sesuai syariat Islam di Bireuen. Pada prinsipnya kami dari DPD KNPI Bireuen sepakat dengan himbauan tersebut, “Katanya kepada media baranewsaceh.co, Jum’at (07-09-2018).

Kami melihat ini sebagai usaha positif dari Bupati Bireuen untuk mengawal penerapan syariat Islam. Namun demikian, kami melihat ada beberapa poin yang harus menjadi kajian kembali, termasuk poin no.14 yaitu menghimbau Warung kopi/cafe tutup pada Jam 24.00 Wib. Poin ini berpotensi merugikan beberapa pedagang, para penumpang bus dan pelintas yang singgah di malam hari, mengingat kota Bireuen adalah tempat transit, “Tuturnya.

Lebih lanjut, kata Asnawi. Dari hasil kajian, poin dalam himbauan ini perlu diperbaiki redaksinya dengan tujuan mengajak, dan jangan menvonis. Karena ini hanya sekedar himbauan yang sifatnya mengajak ke arah kebajikan.

“Jika ini menjadi bagian penegakan syariat Islam kami mendukung penuh, tapi sebaiknya tidak hanya dilaksanakan parsial, tapi harus komprehensif disegala aspek di lingkungan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bireuen, termasuk masalah korupsi, “Ujarnya.

Pada kesempatan ini Kami Pemuda berharap Bupati bireuen untuk mensegerakan juga urusan Pembangunan IPDN, Rumah sakit Regional, Infrastruktur, Irigasi, pendidikan, peningkatan ekonomi kerakyatan, pelayanan publik, dengan peningkatan mutu dan penyegaran pegawai negeri sipul (PNS) di lingkungan Pemkab Bireuen. Sesuai dengan peraturan ASN. Hal ini di pandang perlu, untuk meningkatkan loyalitas kerja mereka kepada atasanya, “Tutupnya. (ADAM)




Bireuen Darurat Narkoba, Ria Faradipa : Pemkab Jangan Cuma Urusi Warung Kopi

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Belakangan dalam 2 (dua bulan) belakangan ini publik Bireuen banyak dihebohkan dengan berita-berita penangkapan kurir pengantar narkoba jenis shabu’shabu diluar daerah dengan identitas warga kabupaten Bireuen. Dengan berbagai macam alasan, mereka mengaku melakukan tindakan ini dengan hati yang sangat terpaksa.

Para tersangka yang tertangkap ini rata-rata mengaku baru melakukan untuk yang pertama kali dengan alasan yang paling dominan, adalah kebutuhan yang mendesak dalam jumlah nominal yang besar. Berharap pada tawaran bayaran yang fantastis maka tanpa berfikir panjang dan bijak lagi mereka langsung menjalankan niatnya tersebut.

“Sangat disayangkan ya!, warga kita dengan kebutuhan mendesak jadi tidak bisa mengambil sikap dengan bijak lagi, ini menandakan bahwa lemah tingkat kebijakan dari diri seseorang itu dan juga besarnya pengaruh dari bandar narkoba yang ada disekitar kita, “Ujar Ria Faradipa, aktivis muda kaum perempuan Bireuen, Kepada Media Baranewsaceh.co kamis (06-09’2018).

Sejauh ini, Kata Dara Kelahiran 1998 itu, sudah sangat banyak kasus kurir narkoba yang tertangkap diluar daerah berasal dari Kabupaten Bireuen bahkan ada seorang ayah yang sudah tua dengan tanpa pilihan rela menjadi kurir shabu-shabu antar provinsi.

“Narkoba itu adalah musuh nyata bagi kita semua, jangan pernah dekati dengan cara apapun, meskipun dalam keadaan mendesak tetap ada jalan lain asalkan kita percaya dan berserah diri pada Allah SWT. Saya yakin pasti akan selalu ada jalan, “Tutur mahasiswi Akbid Munawarah yang baru saja mengikuti pelatihan kader muda anti narkoba di Banda Aceh.

Lebih lanjut, Kata Ria. Bahwa hal ini membutuhkan perhatian yang sangat besar dari pihak terkait khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen yang memiliki wewenang besar dalam menetapkan aturan, Pemkab diharapkan dapat memberikan solusi atas musibah yang membuat cacat martabat kabupaten Bireuen ini.

“Kita berharap pihak terkait dan juga Pemkab Bireuen dapat memberikan solusi atau instruksi atas musibah yang membuat cacat marwah kabupaten kita seperti dibuatkannya himbauan standarisasi warung kopi, semoga Pemkab Bireuen juga berani mengeluarkan himbauan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan narkoba, supaya kabupaten kita bebas dari penyalahgunaan narkoba, “tutup dara muda yang juga aktif di kepengurusan Pemuda Pancasila dan KNPI kabupaten Bireuen tersebut. (Adam)




Himbauan Haram Ngopi Semeja Bagi Nonmuhrim di Bireuen, Ini Tanggapan Rahmat Asri Sufa

Rahmat Asri Sufa

 

Medan, Baranewsaceh.co – Menyikapi pro dan kontra terhadap himbauan Bupati Bireuen yang melarang duduk semeja antara laki-laki dan perempuan non-muhrim di Cafe, Kamis (6/9/2018)

Tokoh muda asal Aceh di Medan, Rahmat Asri Sufa menanggapi hal tersebut, menurut Rahmat amaran atau himbauan tersebut sudah tepat dan bagian dari syariat islam, tetapi ada hal yang lebih penting luput dari pantauan pemerintah.

“Larangan duduk semeja antara laki-laki dan perempuan di Cafe sudah tepat, tetapi pemerintah harus memperhatikan nasib pengusaha Cafe yang sudah menjamur di Bireuen. Secara umum, pengunjung Cafe tidak ada yang melanggar kecuali melakukan perilaku khalwat seperti bersentuhan atau bermesraan dimuka umum, itu wajib di tegur oleh pemilik Cafe”, ujar Mahasiswa Pascasarjana UIN SU Medan ini

Lanjutnya, “pendidikan moral bagi generasi millenial harus ditempah sejak dini, bukan sekarang. Pemerintah pun, harus lebih mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan bahkan dayah-dayah di Bireuen, yang mana disitu lah aqidah dan akhlak seseorang benar-benar diluruskan, serta pengawasan penuh orang tua dalam menjaga dan mendidik anaknya”, tegas Pemuda Peusangan di Medan

Selaku pemuda Bireuen, Rahmat Asri Sufa berharap agar semua elemen terlibat dalam pengawasan Cafe yang melanggar syariat Islam untuk kedepannya.

“Iya harapan saya agar semua elemen masyarakat proaktif dan bertindak tegas apabila melihat pasangan non-muhrim yang melakukan khalwat, serta pemerintah juga harus mengeluarkan amaran tidak hanya pasangan Nonmuhrim di Cafe, penegakan syariat islam harus tegas baik di jalan umum dilakukan razia rutin bagi pelanggar syariat islam, begitu juga di kantor kantor”, tutup Bendahara Eksekutif Tamaddun Institute ini (NS)




FKMB : Harap KIP Bireuen Jeli Pada Penetapan DCS Dan DCT Caleg DPRK dan DPRA

BIREUEN, BARANEWSACEH. CO – Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Bireuen (FKMB) Angkat Bicara menjelang penetapan Daftar Calon Tetap DPRK dan DPRA pada tanggal 23 September 2018 nanti, Minggu 02/09/18.

Seiring berjalannya Pemilihan Legislatif yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang, ada beberapa kejanggalan yang kita dapatkan di lapangan dalam proses penerimaan syarat-syarat bacaleq Bireuen.

Sekjen FKMB Arifandi Kepada awak media mengatakan Komisi Indenpenden Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen Agar serius memeriksa berkas calon-calon lagislatif yang diserahkan oleh partai politik saat pendaftaran, untuk bertarung pada pileg 2019.

Mengigat ada beberapa calon yang telah ditetapkan menjadi DCS DPRK maupun DPRA yang masih berstatus PNS, Padahal Aturan PKPU-RI Jelas disebutkan, Pegawai Negeri Sipil, Jika maju sebagai caleq harus murni mundur dari jabatannya,ketusnya.

Lanjutnya, bukan hanya melampirkan surat penangguhan, seperti surat pensiunan dalam proses, namun yang mesti dilampirkan adalah surat resmi dari kementrian terkait. Jangan mencoba mempermainkan hukum yang Mengetahui aturan negara.

Ada beberapa Caleq yang bersatus PNS tersebut masih menduduki kursi empuk di tempat beliau berkerja dan terus menggunakan fasilitas negara, padahal DCS Sudah diputuskan oleh KIP Bireuen.

Saya mengharapkan kepada KIP Bireuen pada Penetapan DCT tanggal 23-09-2018, tidak ada lagi Caleq yang masih bersatus PNS, harus ada surat pensiunan resmi dari Kementrian terkait, jangan sampai nanti terjadi yang tidak lolos menjadi dewan namun bisa kembali lagi sebagai PNS, Jika Mau nyaleq harus pilih salah satu, Baik pilih PNS atau mundur dari status PNS, tutupnya.(Red)




Penganiaya Istri Wartawan Jalani Sidang Perdana di PN Bireuen

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Terdakwa Mahyu Danil Alias Mahyu Batee Kureng (36) Warga Desa Cot Rambat, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen menjalani sidang perdana, harus memakai baju tahanan berwana Orange saat disidangkan di Pengadilan Negeri Bireuen, Rabu (29/8) dengan agenda persidangan Pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas keterlibatan terdakwa yang melakukan penganiayaan terhadap, Fathiah Binti M Nur (31), istri dari Sulaiman Gandapura Wartawan media Online Atjeh.Net, Warga Desa Cot Tube Kecamatan yang sama.

Dalam dakwaan Jaksa Siera Nedi, SH yang dibacakan Jaksa Hendra Mubarok, SH menuding terdakwa pada 11 Mei 2018 telah melakukan penganiayaan terhadap korban, Fathiah warga Desa Cot Tube, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen dengan mengunakan kayu balok, batu bata, dan menginjak-nginjak dengan kaki, serta menekan lututnya dibagian perut dan dada Fitriah sampai korban tak berdaya, dan memukul dibagian wajah korban. Sehingga wajah korban memar dan bengkak.

Kasus itu berawal ketika korban (Fitriah) sedang menyapu dipekarangan halaman rumahnya. Tiba-tiba melintas terdakwa di jalan Desa, didepan rumah korban, seraya mengeluarkan kata-kata ejekan yang tentu saja membuat emosi korban Fathiah.

Karena emosinya itu, korban mengambil batu sebesar bola pimpong, lalu melempar dan mengenai body mobil yang dikenderai Mahyu Danil, setelah melihat mobilnya terkena batu, serta merta terdakwa Mahyu keluar dari mobil seraya mengambil sepotong kayu balok dan kemudian mengejar korban yang mencoba melarikan diri kedalam rumah.

Namun, naas bagi Fitriah, karena Terdakwa Mahyu Danil keburu mejambak rambut korban, dan terjadilah aksi pemukulan sebanyak enam kali, yang masing-masing mengenai bagian kepala, muka, serta leher korban yang membuatnya kesakitan dan mencoba merebut kayu yang dipegang terdakwa.

Kendati demikian, terdakwa Mahyu Danil tidak berhenti melakukan aksinya, setelah kayu balok itu terlepas dari tangannya, terdakwa lalu mengambil batu bata disekitar itu dan memukul satu kali dibagian kepala korban yang tentu saja membuatnya pening sampai tidak berdaya, dan akhirnya Fitriah terjatuh di tanah.

Aksi itu sempat dilihat oleh Putri Wahyuni dan Putri Wahyuni menjerit meminta pertolongan supaya terdakwa Mahyu Danil menghentikan aksinya itu, dan teriakan Putri tersebut di dengar oleh dua warga sekitar, kedua warga tersebut berusaha melerai pekelahian yang tidak seimbang itu, namun terdakwa tetap tidak mengubrisnya dan tetap menginjak tubuh korban sampai tidak berdaya.

Setelah aksi penganiyaan itu, korban di bawa ke Puskesmas Gandapura untuk divisum et reportum oleh dokter puskesmas setempat, dengan sejumlah luka di sebagian tubuh dan kepala korban. akibat terkena benda tumpul. Akhirnya korban dibawa ke rumah sakit Jeumpa Hospital Bireuen untuk menjalani perawatan intensif selama beberapa hari untuk memulihkan kesehatannya, dan akibat dari perbuatannya itu, terdakwa Mahyu Danil dijerat dengan pasal 351.

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Rahma Novianti, SH dengan hakim anggota Muchtaruddin, SH dan Irwanto SH, melanjutkan persidangan satu pekan kemudian untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi. Dalam persidangan itu, terdakwa duduk di “kursi pesakitan” tanpa didampingi penasehat hukumnya.(ADAM)




Di Desa Blang Seupeung Bireuen, yang Menangkap Pemakai Narkoba Diberi Hadiah 2 Juta Rupiah

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Yufaifir, SE Keuchiek Gampong Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen mengatakan sudah mengambil tindakan bersama seluruh warga Desanya untuk menjauhi judi, Khalwat dan narkotika jenis apapun.

Hal tersebut dikatakan Yufaidir kepada media Baranewsaceh.co, Kamis (30-08-2018).

Kami di Desa Blang Seupeung sudah mengambil tindakan sosial terkait masalah Narkotika, Khalwat, perjudian dan lain-lain sebagainya, “Pungkasnya.

“Dengan kesepakatan semua masyarakat khususnya pemuda di Desa Blang Seupeung, selaku Kepala Desa (Kades) Yusfaidir memberikan bonus kepada anak muda atau siapa saja yang bisa menangkap pemakai narkoba, penjudi, dan pelaku maksiat lainya di Desa Blang Seupeung. Dengan nilai 2 (dua juta rupiah), “Jelasnya.

Lebih lanjutnya, kata Yufaidir. Kepada siapa yang tertangkap terkait narkoba, Judi dan Khalwat akan kita berikan tindakan sosial dengan diikat di Meunasah Gampong dalam masa satu hari satu malam. kemudian diserahkan ke pihak berwajib, “Imbuhnya.

Disamping itu, mengenai masalah pengajian pemuda di Desa Blang Seupeng kita laksanakan dalam satu minggu sekali, setiap malam rabu, dan siapa yang tidak mengikuti aturan akan dikenakan tindakan dan sanksi dengan membayar satu sak semen untuk Meunasah Gampong, “Ujarnya.

Hal tersebut kita lakukan sesuai dengan peraturan dan Qanun Gampong, dan telah disepekati oleh semua pemuda dan masyarakat Desa Blang Seupeung, “Ungkapnya.

Diakhir jabatannya sebagai Keuchiek Blang Seupeung, Yufaidir meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan dan kesilapannya selama menjadi pemimpin Desa, dan Insya Allah Keuchiek muda tersebut diusung sebagai Bacaleg DPRK Bireuen oleh DPW-PA Bireuen pada Pileg 2019 mendatang.

“Kedepan apabila saya terpilih sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, saya akan mengajak seluruh elemen masyarakat Bireuen untuk sama-sama memperjuangkan hak rakyat ditingkat Kubapaten dan provinsi, “Terangnya.

Kita mengajak semua pemuda-pemudi Aceh harus anti terhadap penyalahgunaan narkoba, apapun jenisnya. Dan juga harus menjauhi judi, dan Khalwat supaya generasi kedepan tidak tersandung dengan yang namanya judi, Khalwat dan Narkoba, “Tutupnya.(Adam)




Tersangka Penganiaya Istri Wartawan Disidangkan Bosok Rabu

Ilustrasi

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Akhirnya, Warga Desa Cot Rambat, Gandapura, Kabupaten Bireuen, Mahyu Danil (36) alias Wahyu Batee Kureung, yang menjadi terdakwa dalam kasus pemukulan terhadap Fathiah, istri seorang wartawan media Atjeh.Net Sulaiman Gandapura, akan menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negeri Bireuen, Rabu (29/8).

Menurut Jaksa Siara Nedy SH kepada media ini mengatakan, Tersangka Mahyu Danil sudah mulai ditahan pihaknya, sejak Rabu (1/8) setelah berkasnya dinyatakan lengkap (P21).

Mahyu Danil menjadi tersangka karena telah melakukan penganiayaan terhadap korban, Fathiah, Warga Desa Cot Tube, Gandapura, Bireuen.

”Berkasnya sudah Dilimpahkan ke pengadilan, dan rabu ini, (29/8) akan menjalani sidang perdana, dan tersangka akan dijerat dengan pasal 351 (1) KUHP tentang penganiayaan, “Ungkapnya kepada media Baranewsaceh.co, Selasa (28-8-2018).

Sementara itu suami Korban, Sulaiman Gandapura, mengapresiasi gerak cepat jaksa yang segera melakukan penahanan terhadap tersangka yang melakukan penganiyaan terhadap Istrinya itu. Ia mengaku sempat ketar ketir, sebelum akhirnya tersangka ditahan Kejaksaan Negeri Bireuen.

”Kami hanya menuntut keadilan, dan Jaksa memahami akan hal itu, “Tutur Sulaiman.

Sulaiman kembali mengisahkan tragedi yang menimpa istri tercintanya. Mahyu sempat ditahan sekitar malam lebaran lalu. Ternyata terangka kembali dapat menghirup “udara segar”, menyusul Polsek Gandapura menangguhkan penahanan terhadap terdakwa. Kali ini, pengacara Sayuti Abubakar, SH yang notabene dikabarkan menjadi Bacaleg DPR-RI bertindak sebagai “Hero” untuk penangguhan Mahyu Danil lewat lobynya, yang akhirnya Polsek Gandapura mengabulkan permohonan penangguhan itu.

Kasus pemukulan itu terjadi di Desa Cot Teube, Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, 11 Mei 2018, yang dilakukan tersangka Mahyu Danil atau akrab disapa Mahyu Batee Kureung, warga Desa Cot Rambat, Kecamatan Gandapura. Korbannya, Fathiah, warga Desa Cot Tube, kecamatan yang sama korban adalah istri wartawan online, Atjeh Net yang sehari-hari bertugas di Bireuen.

Penganiyaan itu, berawal dari hal sepele, yang berakhir dengan penganiayaan berat. Korban dibal-bal habis-habisan, belum lagi dihajar dengan balok kayu dan batu bata dibagian punggung dan kepala korban. Sehinga membuat korban tak berdaya melakukan perlawanan dengan lelaki yang dikenal dengan nama, Mahyu Batee Kureung, yang merupakan mantan Kombatan GAM, akhirnya Korban harus diopname dan dirawat intesif beberapa hari di rumah sakit Jeumpa Hospital Bireuen, untuk memulihkan kesehatan, trauma dan lukanya.(*)




Tu Haidar : Ucapkan Selamat Bertugas Kepada Geuchiek Baru Kuala Jeumpa Dan Blang Bladeh


BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Teungku Haidar M. Amin atua yang akrab disapa TU Haidar, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten (DPRK) Bireuen mengucapkan selamat dan sukses mengemban amanah masyarakat kepada Geuchiek baru Kuala Jeumpa, Fadhli Ibrahim dan Geuchiek Blang Blahdeh, Amzir Ishak S.Pdi setelah resmi dilantik oleh Camat Kecamatan Jeumpa, Zulbahri, S.Sos di Aula kantor Camat Jeumpa Kabupaten Bireuen, Selasa (28-08-2018).

Turut hadir dalam acara tersebut, Unsur Muspika Bireuen, Camat Jeumpa, Kapolsek Jeumpa, Danramil Jeumpa serta perwakilan perangkat desa Kuala Jeumpa dan Blang Bladeh beserta para Tokoh masyarakat di Kemukiman Blang Bladeh Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen .

Tu Haidar dalam sambutanya menyampaikan bahwa pemerintahan Gampong jangan dianggap sepele, karena pemerintahan Gampong lah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Oleh karena itu, Tu Haidar berharap agar menjaga kekompakan dan harmonisasi antara perangkat Gampong baik Tuha Peut, Tuha Lapan maupun perangkat gampong lainnya, serta antara Geuchik yang lama maupun Geuchiek baru yang telah berjasa sebelumnya demi terbentuknya keharmonisan, kesejahteraan dan kemakmuran khususnya di Kemukiman Blang Bladeh maupun Jeumpa, “Ungkapnya.(Adam)




Menelusuri Relokasi Pasar Yang Bertolak Belakang Penataan Ruang Kota

BARANEWSACEH.CO – Menelusuri fungsi dan peran pasar tradisional yang strategis dalam peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja, maka dalam pembangunan sektor perdagangan merupakan salah satu program prioritas yang telah dikembangkan mulai 2004 sampai saat ini merupakan Program Peningkatan Efisiensi perdagangan dalam Negeri.

Program tersebut secara simultan dan sinergis antara stakeholder pemerintah dan masyarakat (pedagang) akan terus dikembangkan untuk memperkuat pasar dalam negeri melalui pemantapan suplai serta menjaga kelancaran dan efisiensi distribusi barang kebutuhan masyarakat diberbagai wilayah tanah air.

Relokasi pasar tradisional menjadi tempat belanja yang bercitra positif adalah suatu tantangan yang cukup berat dan harus diupayakan sebagai rasa tanggungjawab kepada publik.

Pemangku kebijakan pun harus melihat berbagai sudut pandang dalam mengambil keputusan. Secara objektif yang dilakukan adalah menempatkan hal tersebut pada tempat yang strategis dan tidak menimbulkan konflik kedepan.

Relokasi pasar tradisional tentu saja bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga masyarakat, pengelola pasar dan para pedagang tradisional untuk bersinergi menghapus kesan negatif tersebut, sehingga pasar tradisional masih tetap eksis ditengah persaingan yang semakin ketat dan secara pendapatpun pasar tradisional merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar.

Pasar tradisional yang terkesan kumuh tidak sesuai dengan penataan kota menjadi salah satu tindakan pemerintah dalam hal merelokasikan. Dalam mewujudkan penataan ruang kota yang baik dan bersih, salah satu pemerintah daerah, Khususnya Kabupaten Bireuen dan yang ada di Aceh saat ini sudah memaksimalkan serta telah menyesuaikannya.

Namun, kurangnya konsep menimbulkan konflik baru dimana beberapa para pedagang yang tidak mendapatkan tempat pada pasar tradisional baru berani mengambil sikap berjualan ikan di sekitar jalan alternatif menuju Rumah Sakit Umum Dr.Fauziah Bireuen. Hal ini menjadi tantangan baru bagi pemerintah setempat dalam menyikapi masalah tersebut.

Secara peraturan penataan ruang kota itu sudah bertolak belakang sebagaimana mestinya hal tersebut tidak pantas berada disalah satu sudut kota dan merupakan jalan alternatif menuju Rumah Sakit Umum setempat.

Walau relokasi secara kenyataan dan kasat mata berhasil dengan anggaran relokasi yang dinilai bertafsir ratusan juta, pemerintah harus berfikir kembali dengan solusi yang lebih efektif dan efisien. Pada hakikatnya tujuan relokasi yakni agar pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan pada kawasan tertentu dapat terlaksana serta pemanfaatan ruang yang berkualitas dapat tercapai.

Penulis: T. Muhammad Daniel sulaika S.IAN




Sukseskan HUT RI Ke-73, Gampong Tanoh Anoe Gelar Berbagai Kegiatan


BIREUEN, BARANEWSACEH – Dalam rangka menyekseskan hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), HUT RI ke -73. Pemuda Gampong Tanoh Anoe Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, menggelar berbagai kegiatan, minggu (19-08-2018).

Salah satu rangkaian kegiatan yang digelar yaitu, Panjat Pinang dengan berbagai hadiah yang sudah disediakan oleh panitia kegiatan. Acara tersebut digelar dihalaman pasar Desa setempat.

Selain lomba panjat pinang, acara tersebut diawali dan dibuka dengan lomba Tarik tambang dan lari pakek karung, serta berbagai acara lainnya. Acaranya berlangsung sukses dan tertib, serta warga sangat antusias menyaksikan acara tersebut, “Ungkap Marwan Assalam selaku Keuchik Tanoh Anoe.

Lebih lanjut, Marwan mengatakan acara ini digelar dalam rangka menyekseskan hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonsia. HUT RI ke-73, kegiatan ini kerjasama antara pemuda gampong Tanoh Anoe, Satgas Pageu Gampong dan Satgas Anti Narkoba Gampong Tanoh Anoe. Dan juga tidak lepas daripada dukunagn semua warga Desa Tanoh Anoe.

“Acara tersebut terlaksana berkat kerja sama pemuda, tokoh masyarakat, ketua Pemuda serta seluruh lapisan masyarakat Gampong Tanoh Anoe dalam rangka memeriahkan hari HUT RI ke 73, “Kata Marwan Assalam.

Disamping itu, Marwan juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat, dan kepada donatur yang telah membantu berbagai kegiatan lomba, dan Alhamdulillah acaranya sukses terlaksanakan, “Tutupnya. (Adam)




Semarakkan HUT RI Ke-73, Danramil dan Kapolsek Gandapura Tampil Piawai di Pentas Hiburan Rakyat


BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Menyemarakan HUT RI Ke-73 bermacam ragam hiburan rakyat digelar di alun-alun Kota Gandapura pada sabtu malam, (18-08- 2018. Danramil 08 / Gandapura Kpt Inf. Adi Boy didampingi Istrinya dan Kapolsek Ipda Melisa S.Tr.K ikut naik ke atas panggung mempersembahkan tembang lagu yang berjudul “Jangan Salah Menilai Ku” yang disaksikan oleh ribuan penonton.

Hiburan rakyat yang dilaksanakan di alun-alun kota Gandapura untuk mensukseskan HUT RI Ke-73, Dan berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan, Antara lain, penampilan kesenian dan Budaya, salah satu yang ditampilkan adalah Tok-Tok Bambu yang berasal dari Desa Lhok Mambang dan tarian kreasi berjudul Mumang, Rihon, Meukondroe, Keuneubah Indatu, Tari Saman, serta Tari pasang Jabet dari SMAN 1 Gandapura.

Disamping itu, Sayed Muhammad, yang merupakan Duta Wisata Bireuen periode 2017, ikut tampil dengan Hikayat Aceh yang dipadukan dengan Puisi, dan juga Akustik, Solo juga ikut ditembangkan oleh Siswa dan Masyarakat yang berbakat di Kecamatan Gandapura.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Camat Gandapura, Koramil 08/Gandapura dan Polsek Gandapura dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-73 di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Sebelumnya, Hiburan rakyat tersebut diawali dari acara Panjat Pinang sebanyak 2 (Dua) tiang yang berlangsung dihalaman kantor camat kecamatan setempat, pada sabtu sore, selanjutnya, pada malamnya acara dilanjut di alun-alun kota Gandapura yang disaksikan oleh ribuan masyarakat Gandapura, dan masyarakat sangat antusias mengikuti acara tersebut.

Acara tersebut disponsori oleh PT. Galaxi Perkasa Nusantara, Toko Helida Prabot, Toko Helida Service Motor yang beralamat di Gandapura.(Adam)




Refleksi 13 Tahun Perdamaian Aceh

Ditulils oleh : Adam Zainal

Tabir malam menjadi bukti, bisingnya siang menjadi saksi 13 (tiga belas) tahun Nanggroe Aceh ini damai, Pasca penandatanganan Nota kesepahaman antara GAM dengan RI pada 17 Agustus 2005 silam di Helsinky, Firlandia. 15 Agustus bukan 17 Agustus.

Di meja perundingan Helsinky, kesepakatan kedua belah pihak telah melahairkan Nota kesepahaman Memorandum Of Understanding atau yang lebih dikenal dengan sebutan MOU Helsinky yang menyembutkan keistimewaan Aceh bisa berdiri sendiri (Self Government) yang artinya menata pemerintahan sendiri.

Selamat tiga belas tahun perdamaian Aceh, dan selamat dengan janji-janji yang tertuang dalam poin-poin MOU Helsinky yang sudah terealisasi ataupun yang belum terealisasi sama sekali.

Pagi itu (15 Agustus 2005), Rakyat Aceh menantikan sebuah kebahagiaan yang dipadukan dengan rasa kekhawatiran dan kegelisahan. Begitu mendapat kabar bahwa GAM dan RI telah berdamai, tentu sebagian Rakyat Aceh menyambut baik akan perdamaian itu. Betapa tidak, konflik bersenjata yang telah membara selama 30-an tahun lamanya, berakhir juga. Namun dibalik berita perdamaian antara kedua belah pihak tersebut, ternyata menyisakan kekhawatiran yang tidak dapat dihindarkan lagi.

Kini, usia perdamaian Aceh sudah memasuki tahap dasawarsa. 13 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mengobati luka lara truama, dilema dan keterpurukan serta ketertinggalan disemua lini, termasuk sektor ekonomi, kesejahteraan, Pendidikan dan kesehatan, serta sektor Infrastuktur dan pembangun materil maupun moril, serta keadilan sosial bagi Rakyat Aceh pada umumnya.

Refleksi 13 tahun perdamaian Aceh, kita bisa melihat dan bisa menilai sendiri capaian-capaian apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah Aceh dan apa-apa saja yang belum dicapai oleh pemerintah Aceh pada kurun waktu 13 tahun belakangan ini. Refleksi ini perlu di edukasi kembali, mengingat generasi baru Aceh tidak semuanya peka dan mengerti dengan sejarah perdamaian ini.

Pasca perdamaian Aceh, kita hidup seperti dalam mimpi dan angan-angan yang besar, bermakna kita hidup dalam aspek penuh kepura-puraan. Buktinya, sampai dengan hari ini masih banyak butir-butir MOU yang belum di Implementasikan dan jauh dari kata terealisasi. Mengingat masa dan waktu yang terhitung lama (13 tahun), Pemerintah belum mampu membawa perubahan baru untuk Aceh dalam sektor Pembangunan, Ekonomi, Kesejahteraan dan sebagainya.

Kemudian, dalam butir-butir MOU Helsinky, Aceh punya hak mengatur diri sendiri (Self Goverment) serta memikili kewenangan dan keistimewaan. Namun itu hanya tertulis dibuku hijau perdamaian (buku MOU), akan tetapi semua itu sama sekali tidak terealisasi dan terwujud dengan semestinya sampai dengan saat ini.

Disamping itu, kita berharap pemerintah Aceh, dan semua elemen Rakyat Aceh untuk lebih fokus menjalankan Roda pemerintahan Aceh sesuai dengan kewenangan-kewenangan sebagaimana yang tersebut didalam butir-butir perdamaian Helsinky. Hal ini juga bermanfaat sebagai pemeliharaan terhadap kemurnian sejarah tentang perjuangan panjang rakyat Aceh.

Pada peringatan perdamaian Aceh tahun ini kita berharap semoga akan ada pihak-pihak yang bersedia untuk memberikan edukasi terhadap kaum muda Aceh, supaya generasi Aceh kedepan lebih Melek terhadapa sejarah dan butir-butir MOU Helsinky, Guna untuk sama-sama mencari jalan keluar supaya janji-janji yang telah disepakati bersama antara GAM-RI tersebut segera terealisasi sebagaimana mestinya.

Sejauh ini, semua elemen Rakyat Aceh sudah mampu merawat dan menjaga perdamaian Aceh ini dengan penuh kedamaian dan keikhlasan. Namun, Harapan kita bersama sebagai Rakyat Aceh pada umumnya hanya mengharapkan supaya butir-butir MOU Helsinky tersebut segera terealisasi.

“SalamDamai Aceh Ku”
Penulis : Adam Zainal alias Kinet BE




13 Tahun MOU Helsinky, Ria Faradipa : Kaum Muda Butuh Edukasi

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – 15 Agustus menjadi sebuah tanggal yang memiliki makna sejarah yang besar bagi Rakyat Aceh. 13 tahun lalu tepatnya pada 15 Agustus 2005 telah ditandatangani satu Nota Kesepahaman Damai antara pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pihak Republik Indonesia (RI) di Helsinky, Finlandia. Perundingan tersebut bermaksud untuk melakukan perdamaian antara pihak GAM dengan RI dan melahirkan butir-butir perdamaian yang disebut dengan Memorandum Of Understanding yang lebih dikenal dengan sebutan MOU Helsinky.

Perdamaian Aceh itu terwujud selama berakhirnya perang panjang Antara GAM dengan RI, setelah terjadi konflik berkempanjang dalam waktu 30 tahun lamanya, Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan mengakhiri perang senjata. Dan 2018 menjadi tahun ke-13 peringatan MOU Helsinky yang jatuh pada hari ini.

“Peringatan ini seharusnya bukanlah sekedar ceremony namun juga sebagai moment untuk refleksi history bagi kita rakyat Aceh ,”Ujar Ria Faradipa, salah satu aktivis muda Bireuen, selasa (15-08-2018).

Menurutnya, pada usia perdamaian yang ke-13 tahun ini bukan lagi usia yang masih belia, yang setiap rakyat dan pemerintah masih dalam masa berbenah dari konflik.

 

Pada tahun ini usia perdamaian sudah dasawarsa kedua, tahunnya melakukan aksi, dan saya melihat pemerintah sudah melakukannya meskipun belum optimal dan sempurna, saya percaya itu adalah bagian dari proses dan kita berharap sebuah keberhasilan kedepannya , “Ungkap perempuan mahasiswi tingkat akhir ini.

Seiring berjalannya waktu dengan perkembangan zaman, kaum muda generasi setelah perdamaian ini dikhawatirkan tidak memahami betul akan makna dari peringatan MOU Helsinki tersebut.

“Kita sangat berharap ada tim bentukan daripada pemerintah yang ditugaskan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang history-history menyangkut kejadian sakral ini mengingat kaum-kaum muda sekarang banyak yang tidak mengerti bagaimana sejarah MOU sebenarnya , “Lanjutnya.

Hal ini juga bermanfaat sebagai pemeliharaan terhadap kemurnian sejarah tentang perjuangan panjang rakyat Aceh.

Pada peringatan tahun ini kita berharap semoga akan ada pihak-pihak yang bersedia untuk memberikan edukasi terhadap kaum muda Aceh, “Tutupnya.(Adam)