Dukung Pola Hidup Sehat, Diskominfo Aceh Tengah Gelar Komunikasi Publik GERMAS

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin.

Tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar, tutur Menkes.

GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat; serta Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Diskominfo fasilitasi sosialisasi Germas

Dinas Komunikasi, Informasi dan Telematika (Diskominfo) adalah instansi SKPK yang berperan sebagai ‘jendela informasi publik’ bagi seluruh instansi dan lembaga pemerintah terkait di daerah. Instansi ini kemudian juga menjadi fasilitator penyelenggaraan pelayanan informasi publik dan program-program pemerintah yang informasinya harus segera dikatahui oleh publik.

Terkait dengan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang menjadi salah satu program Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan kabupaten, Kamis (18/10/2018) kemarin, Dinas Kounikasi dan Informatikan (Diskominfo) Kabupaten Aceh Tengah menggelar acara Sosialisasi Komunikasi Publik Germas, bertempat di Hotel Linge Land Takengon. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh para Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan dan Imum Mukim dari 14 kecamatan yang ada dalam wilayah kabupaten Aceh Tengah.

Keikut sertaan para ketua tim penggerak PKK kecamatan ini diharapkan akan menjadi ‘penyambung lidah’ Dinas Kesehatan dalam mensosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat ini kepada masyarakat di wilayah masing-masing, karena penggerak PKK adalah pihak yang selama ini aktif bersosialisasi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Sementara keberadaan Imum Mukim sebagai pemangku adat dan kearifan lokal, juga diharapkan dapat membantu mensuksekan program Germas ini, karena di daerah yang masih terikat kuat dengan adat istiadat, peran para pemangku adat sangat penting dalam mensosialisaikan program-program pemerintah.

Meskipun kegiatan ini merupakan program Dinas Kesehatan, namun Diskominfo punya kewajibat untuk memnfasisilatasi sosialisasi kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan informasi kepada masyarakat yang merupakan amanat dari Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Itulah sebabnya kegiatan ini juga merupakan salah satu agenda dari Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 2018 ini.

Ketika membuka acara ini kemarin, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tengah, H. Harun Manzola, SE, MM mewakili Bupati Aceh Tengah, mengungkapkan bahwa pola hidup sehat harus selalu diterapkan dalam keseharian masyarakat, karena dengan pola hidup sehat tersebut, masyarakat akan menjadi lebih produktif dan mampu meningkatkan taraf hidup dan  kesejahteraan mereka,

“Kalau kita atau anggota keluarga kita sakit, tentu akan mengganggu aktifitas ekonomi kita, sehingga berdampak pada penurunan pendapatan dan kesejahteraan kita, itulah sebabnya kami berkomitmen untuk membantu rekan-rekan dari Dinas Kesehatan untuk menyampaikan informasi tentang gerakan masyarakat hidup sehat ini, karena ini memang merupakan bagian dari fungsi pelayanan informasi publik yang melekat pada instansi kami” ungkap Harun.

Lebih lanjut Harun berharap para ketua tim penggerak PKK kecamatan dan Imum Mukim yang menjadi peserta sosialisasi ini dapat menyebarluaskan informasi yang didapatkan dari kegiatan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

“Para peserta yang terdiri dari para ketua tim penggerak PKK kecamatan dan Imum Mukim adalah sosok-sosok yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat di daerah masing-masing, kami sangat berharap saudara-saudara bisa  ikut berperan aktif dalam mensosialisasikan program Germas ini, kami yakin dengan peran aktif saudara-saudara, program ini akan semakin cepat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat, dan ini yang menjadi tujuan dari program ini, yaitu melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk membiasakan diri dengan pola hidup sehat, jika masyarakat sehat, daerah dan negara akan kuat, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama” sambungnya.

Menurut Harun, keterlibatan tokoh adat dan tokoh agama sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi tentang program Germas ini, karena kehidupan masyarakat di daerah masih terikat erat dengan norma-norma agama dan adat istiadat. Itulah sebabnya pihaknya juga menggandeng Dinas Syariat Islam setempat untuk ikut mensosialisasikan program ini.

Hadir sebagai nara sumber dalam acara komunikasi publik Germas ini adalah Kepala Dinas Kominfo, Harun Manzola, SE, MM, Kabid Kesehatan Masyarakat, Retno Sukadillah, SKM mewakili Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Syariat Islam, Drs. H. Alam Syuhada, MM. Diprakarsai oleh Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tengah, kegiatan ini juga mendapata dukungan dari Dinas Informasi, Komunikasi dan Persaandian Aceh. (FMT)




Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Aceh Jalin Silahturahim Ke LDK FOSIL Universitas U’budiyah Indonesia

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Aceh telah melaksanakan acara “ Temu Kader Dan Silaturahmi Dengan Mahasiswa Baru Di Universitas U’budiyah Indonesia ” Sabtu, 13 oktober 2018.

Acara tersebut dipandu langsung oleh LDK FOSIL (Lembaga Dakwah Kampus Forum Silaturahmi) U’budiyah Indonesia dan beberapa perwakilan dari Forum Silaturami Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Aceh.

Temu kader tersebut dilaksanakan di Aula Universitas U’budiyah Indonesia pada pukul 14.00 sampai 18.00 WIB.

Adapun yang terlibat dalam acara ini seperti FSLDK ACEH, LDK FOSIL, serta beberapa perwakilan dari mahasiswa baru di Universitas U’budiyah Indonesia.

Dalam kegiatan ini Andika selaku Ketua FSLDK Aceh memberikan penyampaian kepada seluruh peserta yang berhadir dan mengatakan “ Kegiatan positif seperti ini seharusnya lebih sering dilakukan dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa ”.

Abuzar selaku Ketua LDK FOSIL Universitas U’budiyah Indonesia, menyampaikan semoga LDK FOSIL dapat menjadi wadah untuk berbagi ilmu serta saling bertukar pikiran  bagi seluruh mahasiswa, terkhusus mahasiswa Universitas U’budiyah Indonesia,” Ujarnya dalam sesi wawancara.(Red)




Gebrakan !!! Paguyuban Aceh Peduli Untuk Palu

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Aksi Paguyuban Aceh Peduli (APAP) mengadakan kegiatan Galang Dana Untuk Palu Dengan tema “Kepedulian Akan Sesama Lebih Utama Untuk Diprioritaskan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal (8-14/10/2018).

Paguyuban adalah suatu perkumpulan mahasiswa, mahasiswi serta pelajar yang berasal dari masing-masing daerah. Putra putri terbaik dari masing-masing daerah berkumpul dalam organisasi ini, kami menyebutnya dengan sebutan paguyuban atau komunitas. Banyak perhimpunan paguyuban yang terbentuk untuk mewadahi putra dan putri terbaik daerah yang telah melanjutkan studinya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga putra putri ini bergabung dengan paguyuban di masing masing daerahnya. “Ujar Sumardi salah satu ketua paguyuban yang ikut berpartisipasi.

Hamzah Alfanshuri selaku Korlap pada kegiatan ini mengatakan bahwa, lebih dari enam belas paguyuban serta komunitas yang ikut berpartisipasi dalam aksi galang dana ini. Paguyuban tersebut antara lain, Ikatan Mahasiswa Pelajar Simpang Kanan (IMPESKA), Ikatan Mahasiswa Gunung Meriah (IMGM), Ikatan Mahasiswa Perantau Gosong Telaga (IMPGT), Ikatan Mahasiswa Singkohor (IMASI), Komunitas Pemuda Hijrah (KOPIAH), Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL), Keluarga Mahasiswa Abdya (KMA), Aceh Muda Foundation (AMF) Nagan Raya, Ikatan Pelajar Mahasiswa Suro Makmur (IPMASUM), Ikatan Mahasiswa Tadu Raya (IMATRA), Ikatan Pelajar Mahasiswa Darul Makmur (IPELMASDAM), Aliansi Mahasiswa Muslim Sumatra Barat (AL MATSURAT) Aceh, Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS), Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Teupah Selatan (IPPEMTEPSEL), Naposo Nauli Bulung (NNB) Aceh, dan HADIS Subulussalam. “Ujarnya.

Keseluruhan paguyuban merespon kegiatan ini dengan begitu baik dalam melaksanakan galang dana untuk saundara kita di palu. Sementara itu kegiatan ini dilakukan selama satu minggu dalam penggalangan dana, Dan kami melakukan penggalangan dananya membuka dua fase donasi, yang pertama kami membuka via transfer melalui rekening dan yang kedua melalui penggalangan dana ke jalanan. Alhamdulillah Total donasi yang terkumpul mencapai Enam Juta Enam Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Tujuh Ratus Rupiah. Kami menyalurkan donasi ini melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Terima kasih kepada seluruh ketua paguyuban, komunitas beserta jajarannya, Yang telah berpartisipasi dalam gerakan Aksi Paguyuban Aceh Peduli (APAP) untuk palu. Semoga amal kita dibalas oleh allah SWT, tuturnya dalam sesi wawancara”.




Agro Techno Park Saree, Destinasi Wisata Agro Bernilai Edukasi

 

Oleh : Fathan Muhammad Taufiq

Wilayah kecamatan Seulawah, Aceh Besar  khususnya kawasan Saree, merupakan daerah pertanian dengan pemandangan indah berupa lahan pertanian yang subur dengan berbagai komoditi yang dikembangkan disana. Selain hamparan lahan pertanian, daerah yang juga merupakan penghasil berbagai jenis produk pertanian olahan ini juga merupakan pusat edukasi pertanian di provinsi Aceh. Setidaknya ada tiga lembaga pemerintah yang membidangi pendidikan dan penelitian pertanian, berada di kawasan ini yaitu Balai Benih Utama Hortikultura , Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) dan Balai Diklat Pertanian (BDP) Aceh.

Lokasinya yang strategis karena berada pada lintasan jalur utama Banda Aceh – Medan, membuat kawasan ini juga menjadi tempat transit dan persinggahan bagi para pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut. Ini yang membuat industri kecil skala rumah tangga yang memproduksi berbagai produk pangan olahan seperti berbagai jenis keripik, tape ubi, rengginang, kipang dan sebagainya, berkembang sangat pesat di daerah ini, karena produk yang mereka hasilkan menjadi oleh-oleh khas daerah bagi para pengunjung maupun pesinggah yang kebetulan melewati daerah ini.

Keberadaan tiga lembaga edukasi pertanian level provinsi yang berlokasi di daerah ini, juga menjadikan kawasan yang belakangan sudah ditetapakan sebagai kawasan agrowisata oleh pemerintah Aceh ini, menjadi salah satu pusat pembelajaran pertanin di provinsi yang berada di ujung barat Sumatera ini. Balai Benih Utama Hortikultura Aceh, adalah tempat penelitian dan pengembangan berbagai jenis bibit dan benih hortikultura, merupakan tempat pembelajaran dalam pengembangan perbenihan hortikultura di Aceh. SMK PP Saree adalah lembaga pendidikan bagi para kader pertanian yang bersala dari semua wilayah di provinsi Aceh yang saat ini merupakan salah satu sekolah kejuruan yang telah memperoleh sertifikat ISO 9001 yang membuktikan bahwa sekolah ini sudah memenuhi standar nasional. Sementara Balai Diklat Pertanian yang sudah berdiri sejak puluhan tahaun yang lalu adalah ‘kawah candradimuka’ tempat menggembleng para penyuluh pertanian untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai kegiatan diklat. Balai diklat ini sekarang juga menjadi pusat pengembangan inovasi dan trnasformasi teknologi pertanian, karena di komplek balai ini sekarang sudah dikembangkan berbagai instalasi hasil inovasi pertanian seperti instalasi pengolahan pupuk organik dan biogas, instalasi hidroponik, farmer’s agro market dan pengembangan pertanian organic.

Bangun Agro Techno Park

Dibawah kepemimpinan drh Ahdar, MP, Balai Diklat Pertanian Aceh terus ‘menggeliat’, bukan hanya fokus pada kegiatan diklat bagi para penyuluh pertanian se provinsi Aceh, tapi juga mulai dikembangkan sebagai pusat edukasi dan wisata agro dengan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 16 hektare yang dimiliki oleh baali diklat ini. Berhasil dengan pembangunan instalasi pengolahan pupuk organic dan instlasai hidroponik serta mengembangkan pasar tani modern Farmer’s Agro Market, Ahdar yang memiliki ide-ide cemerlang, terus berupaya untuk menjadikan komplek balai diklat yang dipimpinnya ini menjadi pusat perhatian publik dengan berbagai wahana edukatifnya. Bersama beberapa orang teman yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pertanian di Aceh, Ahdar juga pernah mencetuskan gagasan [embangunan Aceh Agro Learning Center (AALC), melalui gagasan ini, Ahdar dan kawan-kawan ingin menjadikan Aceh sebagai pusat edukasi pertanian di Indonesia bahkan untuk kawasan ASEAN. Gagasan cemerlang ini langsung direspon  oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan menjadi salah satu program unggulan bagi provinsi Aceh. Namun seiring dengan perubahan eskalasi politik di Aceh terkait kasus hukum yang menimpa sang gubernur, akhirnya ide pembangunan ALLC terhenti untuk sementara.

Mandeg’nya pembangunan AALC tidak lantas membuat Ahdar putus asa, masa ada gagasan lain yang kemudian dia cetuskan, meski skalanya local, namun dampaknya bias regional bahkan nasional. Memanfaatkan lahan dan fasilitas yang ada di Balai Diklat Pertanian Aceh, Ahdar yang medapat support dari agripreneur muda Aceh, Muslahuddin Daud, kemudian mulai merencanakan pembangunan Agro Techno Park. Meski bukan gagasan baru, karena beberapa daerah di Indonesia sudah terlebih dahulu mengembangkannya, tapi bagi Aceh, ini adalah yang pertama.

Tak ingin ‘menjiplak” konsep agro techno park di daerah lain, Ahdar ingin menampilkan wajah agro tekno park yang berbeda di komplek balai diklat yang berada di kawasan Saree ini. Sosok peduli pertanian ini menggabungkan empat konsep yaitu budidaya (produksi), teknologi, edukasi dan wisata dalam pembangunan agro techno park ini. Sebuah kemudahan bagi Ahdar dalam merealisasikan gagasannya ini karena, sebelumnya di seputar lokasi pembangunan agro techno park ini telah berdiri Farmer’s Agro Market dan lahan pengembangan pertanian organic, kedua instalasi tersebut bias ‘memperkuat’ keberadaan taman teknologi pertanian ini.

Dengan dukungan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ahdar pun mulai mrealisasikan rencananya, membangun sebuah taman yang bias dijadikan tempat hiburan dan wisata tapi sekaligus memiliki nilai edukasi, karena semua komponen dari taman ini bias menjadi wahana edukasi bagi pengunjung. Luar biasanya, hanya dalam bebarapa bulan saja, Agro Techno Park Saree ini ini sudah langsung terlihat wujudnya, sebuah taman cantik dengan asesoris topic aping khas petani ini, tinggal menunggu finishing pengerjaannya. Instalasi hidroponik, aquaponik dan verti kultur sedah terlebih dulu diselesaikan, tinggal pembenahan taman dengan berbagai tanaman produktif saja, maka taman edukasi pertanian ini akan siap di launching.

“Tinggal beberapa pekerjaan akhir saja yang harus kita selesaikan, dalam sebulan kedepan Agro Techno Park ini Insya Allah sudah bias kita launching dan kita buka untuk umum, tapi meskipun belum kita resmikan, kami tetap mempersilahkan pengunjung untuk melihat-lihat taman ini sekaligus untuk mendapatkan masukan dari masyarakat untuk penyempurnaan keberadaan salah satu destinasi agro wisata ini” ungkap Ahdar disela-sela kesibukannya mengawasi pekerja di lokasi ini.

Amatan penulis di lokasi, meski pekerjaan belum selesai 100 persen, namun pemandangan cantik sudah terlihat begitu memasuki lokasi Agro Techno Park yang lokasinya persis berada di pinggir jalan utama lintas Banda Aceh-Medan yang sangat mudah diakses dari berbagai arah yang sangat mudah diakses dari berbagai arah di kawasan Saree ini. Nuansa berbeda jel;as terlihat jiga dibandingkan dengan agro park di daerah lain, sepertinya Ahdar memang ingin menampilkan sesuatu yang berbeda. Bagi penggemar selfie, taman edukasi pertanian ini bias menjadi tawaran menarik, sementara bagi para pelajar, mahasiswa, kelom[pok tani dan wisatawan umum lainnya, bias menjadikan taman ini selain sebagai destinasi wisata juga bias belajar banyak tentang teknologi dan inovasi pertanian disini. Sebuah perpaduan yang sangat menarik dan bermanfaat, menikmati keindahan obyek wisata sekaligus menimba ilmu pertanian, itulah profil Agro Techno Park Saree, satu destitasi wisata agro bernilai edukasi telah lahir di Aceh dan siap menanti kunjungan anda.




Distanbun Aceh Gelar Jambore Penyuluh Pertanian II di Meulaboh, Nopvember ini

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq

Untuk mempererat silaturrahmi antar penyuluh pertanian yang bertugas di seluruh wilayah provinsi Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh sudah mengagendakan even Jambore Penyuluh Pertanian Aceh ke II yang akan digelar di Meulaboh, Aceh Besar. Kegiatan jamboree penyuluh pertanian ini merupakan yang kedua kalinya setelah kegiatan perdananya digelar di Kota Subulussalam, tahun 2016 yang lalu. Kegiatan yang bertajuk dari, untuk dan oleh penyuluh pertanian ini sedianya akan digelar pada tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2018, namun dengan pertimbangkan teknis dan untuk mengoptimalkan persiapan even akbar yang akan diikuti oleh sekitar 3.000 orang penyuluh pertanian se Aceh ini akhirnya disepakati untuk dundur pelaksanaanya menjadi tanggal 4 sampai 6 Nopember 2018 yang akan datang.

Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna pembahasan persiapan jamboree penyuluh pertanian yang diselenggarakan Jum’at (12/10/2018) kemarin di Aula   Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, A Hanan SP MM tersebut, dihadiri oleh 80 peserta dari dinas dan instansi terkait. Nampak hadir dalam rapat tersebut, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat, Safrizal, SP, MSc, yang akan bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan jamboree penyuluh pertanian tahun 2018 ini didampingi oleh Tim Protokuler Sekdakab Aceh Barat. Turut hadir dalam pertemuan ini, seluruh pejabat esselon III dan IV lingkup Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Komisi Penyuluhan Aceh, BPTP Aceh, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kadistanbun Aceh, A Hanan SP MM, mengatakan, jambore penyuluh pertanian Aceh ini diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 penyuluh pertanian dari seluruh Aceh. Lebih lanjut Hanan mengungkapkan bahwa selain menjadi ajang mempererat silaturrahmi antar penyuluh, kegiatan tersebut juga akan menjadi ajang bagi penyuluh pertanian untuk menunjukkan kompetensi mereka baik di bidang inovasi teknologi pertanian, unjuk tangkas keterampilan penyuluh, dan kemampuan mereka dalam mengikuti perkembangan informasi terbaru di bidang pertanian. Dengan kata lain, jamboree penyuluh ini juga merupakan wahana adu kompetensi bagi para penyuluh pertanian sekaligus untuk mengetahui sejauh mana tingkat kompetensi para penyuluh pertanian di Aceh dalam mengembangkan inovasi di bidang pertanian..

Hanan juga menambahkan bahwa jumlah penyuluh pertanian di Aceh saat ini mencapai 3.700 orang terdiri dari 2.700 penyuluh PNS dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) ditambah penyuluh swadaya sebanyak 1.000 orang. Diperkirakan sekitar 80 persen dari jumlah tersebut akan hadir di Meulaboh mengikuti kegiatan jambore ini, untuk itu dibutuhkan persiapan matang, terencana dan terpadu agar tercapai hasil yang optimal.

“Karena pesertanya sekitar 3.000 penyuluh dari seluruh Aceh, ini seperti miniatur Penas KTNA XV  tahun 2017 yang lalu dimana kita sebagai tuan rumah, untuk itu butuh persiapan dan sinergi maksimal supaya pelaksanaan jambore ini bisa optimal” lanjut Hanan.

Menurut rencana jambore penyuluh pertanian ini dibuka Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, di halaman Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh. Dalam jambore tersebut, menurut Hanan, sudah diagendakan  berbagai kegiatan seperti lomba tanam padi jarwo menggunakan rice transplanter, lomba pidato penyuluhan berbasis syariah, unjuk tangkas, publikasi kegiatan penyuluhan melalui vlog dan cyber extention, serta perlombaan yel-yel penyuluh. Selain itu juga diadakan seminar dan temu profesi berskala nasional.

Di akhir arahannya Kadistanbun Aceh ini berharap semua penyuluh di Aceh dapat ikut berpartisipasi dan memeriahkan acara ini, sehingga peran penyuluh sebagai ujung tombak pertanian akan semakin nyata dan mampu mewujudkan Aceh sebagai daerah lumbung pangan nasional sebagai penyangga swasembada pangan.

Menyahuti apa yang disampaikan oleh Kadistanbun Aceh, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan kabupaten Aceh Barat, Safrizal menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah sekaligus melaporkan persiapan yang telah dilakukan oleh pihaknya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di pemkab Aceh Barat untuk mensukseskan even akbar bagi penyuluh pertanian Aceh ini.

“sejak kami mengajukan diri sebagai tuan rumah jambore penyuluh pertanian Aceh, dua tahun yang lalu, kami sudah mulai mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah yang baik, dalam kesempatan ini kami melaporkan bahwa persiapan jambore sudah mendekati finishing, Alhamdulilllah koordinasi dengan pihak-pihak terkait berjalan dengan baik dan kami sudah siap untuk menyelenggarakan even akbar ini” ungkap Safrizal.

 




Tarik Minat Generasi Muda pada Alsintan, UPTD Mektan Aceh Latih Siswa SMK PP

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan, banyak manfaat yang diperoleh dari penggunaan alat mesin pertanian (alsintan), diantaranya menekan biaya produksi dan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Dari hasil pengamatan di lapangan, penggunaan alat dan mesin pertanian, bisa menekan biaya produksi untuk pengolahan lahan dan pasca panen sampai dengan 40 persen, selain meminimalisir kehilangan hasil (losses) sampai dengan 0 persen. Dengan peralatan panen dan pasca panen manual, potensi kehilangan hasil bisa mencapai 10 persen, sementara dengan penggunaan alsintan, kehilangan hasil tersebut bisa ‘ditarik’ kembali sehingga pendapatan petani juga bertambah. Penggunaan alsintan juga dapat mempersingkat waktu pengolahan lahan, panen dan pasca panen, sehingga berpotensi untuk meningkatkan indeks pertanaman.

Upaya optimalisasi pemanfaatkan alsintan untuk mendukung usaha tani pun semakin digencarkan oleh Kementerian Pertanian dengan pendistribusian bantuan alsintan kepada kelompok-kelompok tani di seluruh Indonesia. Untuk efektifitas dan efisiensi pemanfaatan alsintan tersebut, dibentuk Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA), sehingga bantuan alsintan dari pemerintah tersebut benar-benar tepat guna dan berhasil guna.

Mekanisasi pertanian melalui pemanfaatan alsintan ini juga diharapkan akan menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Karena dengan peralatan modern, bertani bukan lagi menjadi pekerjaan ‘kumuh’, bahkan menjadi petani bagi generasi melenial bisa menjadi profesi ‘keren’.

UPTD Mektan Aceh latih siswa SMK PP belajar Asintan.

Menyahuti ajakan Menteri Pertanian tentang optimalisasi pemanfaatan alsintan bagi generasi muda, Unit Pelaksana Teknis Dinas Mekanisasi Pertanian (UPTD Mektan) Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, selama 2 hari (11-12 Oktober 2018) kemarin, mengglara pelatihan alat dan mesin pertanian bagi para siswa Sekola Menengah Kejuruan Pemangunan Pertanian (SMK-PP) yang ada di Aceh. Pelatihan yang digelar di Hotel Kuala Radja, Banda Aceh ini diikuti oleh 25 siswa yang terdiri dari 10 siswa SMK PP Saree, 10 siswa SMK PP gandapura dan 5 orang siswa dari SMK PP Jantho.

Kepada para siswa SMK PP yang merupakan kader-kader muda pertanian ini, diperkenalkan berbagai alat dan manfaatkan bagi usaha pertanian. Pengetahuan ini sangan relevan bagi para siswa tersebut, karena setelah lulus dari sekolah ini, diharapkan mereka akan langsung terjun ke dunia agropreneur, dan pemanfaatan alsintan akan memudahkan langkah mereka merintis usaha pertanian.

Ketika membuka pelatihan ini, Kepala UPTD Mekanisasi Pertanian Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, drh. Ahdar, MP menyatakan bahwa selain sebagai sarana untuk memudahkan usaha tani, pemnfaatan alsintan juga bisa menjadi peluang usaha bagi generasi muda.

“Alsintan selain berfungsi sebagai sarana untuk memudahkan aktifitas usaha tani, juga bisa menjadi peluang usaha bagi generasi muda, usaha penyewaan dan perawatan alsintan, bisa menjadi lahan usaha bagi adik-adik untuk terjun di bidang jasa penyewaan alsintan dan bengkel alsintan” ungkap Ahdar.

Lebih lanjut Ahdar mengungkapkan bahwa generasi milenial yang saat ini tengah menimba ilmu di SMK PP diharapkan bisa menjadi pioneer dalam pemanfaatan alsintan ini karena tenaganya masih kuat dan meiliki skill yang memadai.

Sementara itu, Kepala SMK PP Saree, Muhammad Amin, SP, MP yang ikut hadir dalam acara pembukaan pelatihan, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh UPT Mektan tersebut. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, pihaknya berencana untuk membuka jurusan Mekanisasi Pertanian di SMK PP Saree.

“Pelatihan ini hanya sebagai entry poit untuk lebih menarik minat generasi muda untuk terjun dalam usaha pertanian, harus ada upaya berkelanjutan untuk mengaplikasikan hasil pelatihan ini, untuk itu kami sudah mewacanakan untyk membuka jurusan Mekanisasi Pertanian di SMK PP Saree, degan demikian para siswa bisa lebih focus belajar tentang berbagai aspek pemanfaatan alsintan” ungkap Amin.

Selain diberikan materi pembelajaran teoritis tentang alsintan, dalam pelatihan ini para siswa SMK PP tersebut juga diajak untuk praktek langsung penggunaan berbagai jenis alsintan seperti traktor, hand traktor, rice transplanter, compact harvest machine dan alat mesin pertanian lainnya yang ada di laboratorium dan workshop UPTD Mekanisasi Pertanian yang berada di Indrapuri, Aceh Besar. Mendapat kesempatan berharga seperti ini, para siswa atau yang lebih dikenal sebagai taruna SMK PP ini sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka berharap pelatihan seperti ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, sehingga teman-teman mereka yang lain juga punya kesempatan untuk belajar tentang alsintan yang banyak sekali manfaatnya bagi mereka.




Pertemukan Produsen dan Konsumen, Distanbun Gelar Pasar Tani

Banda Aceh, Baranewsaceh.co Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menggelar Gebyar Pasar Tani untuk mempertemukan para petani dan produsen produk olahan dengan para konsumen. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Ketua TP-PKK Aceh, Dyah Erti Idawati di komplek Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Rabu (10/10/2018).

“Alhamdulillah dengan adanya pasar ini, masyarakat bisa membeli berbagai macam kebutuhan dengan harga terjangkau karena membeli dari petani dan prosuden langsung,” kata Dyah Erti.

Dyah menyampaikan, Pemerintah Aceh bertekad untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat terhadap bahan pangan. Perhatian Pemerintah bukan hanya untuk peningkatakan pertanian, tapi juga kemudahan distribusi produksi dan penjualan agar lebih cepat dan menguntung petani dan konsumen.

“Ini juga merupakan bagian dari program Aceh hebat yang kita sebut “Aceh Troe”,” ujar Dyah.

Gebyar Pasar Tani kata Dyah akan memberi ruang kepada konsumen untuk mendapatkan berbagai kebutuhan yang berkualitas langsung dari petani dengan harga yang relatif murah.

Dyah berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi para pelaku usaha pertanian dan para produsen produk olahan untuk dapat meningkatkan produksi serta meningkatkan kualitas produknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Abdul Manan menyampaikan, Gebyar Pasar Tani dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkenalkan pasar kepada petani sehingga para petani dapat menikmati keuntungan yang selama ini dapatkan oleh agen.

Pasar Tani kata Abdul Manan akan dijadikan agenda bulanan, yaitu dua kali dalam sebulan yaitu pada minggu kedua  dan minggu keempat setiap bulannya.

“Untuk lokasinya nanti akan kita sesuaikan lagi,” ujar Abdul Manan seraya berharap kegiatan tersebut akan diikuti oleh lebih banyak lagi petani dan produsen.

Produk yang dipasarkan di Pasar Tani terdiri dari sayur-sayuran, produk olahan, produk siap saji, produk kering dan basah serta berbagai kebutuhan lainnya. (Red)




Puluhan Profesor dan Peneliti Kelas Dunia Bahas Bencana di Aceh


Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Puluhan profesor dan peneliti kelas dunia membahas persoalan kebencanaan di Aceh. Pembahasan itu dilangsungkan dalam konferensi internasional dwitahunan tentang manajemen risiko bencana dan pemulihan bencana tsunami yang berkelanjutan yang diselenggarakan oleh TDMRC Unsyiah, di Hotel Hermes Palace, Rabu 10/10/2018. Sebanyak 136 makalah ilmiah dari lebih 10 negara akan dipresentasikan pada konferensi itu.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan masyarakat Indonesia memang harus awas atas berbagai potensi bencana yang mengintai Indonesia. Secara geografis, Indonesia berada di jalur yang sangat rentan terjadi bencana. “Kesiapan menghadapi bencana adalah keniscayaan,” kata Nova.

Peristiwa bencana yang terjadi di Indonesia khususnya di Aceh, kata Nova, semakin membuka mata akan pentingnya melakukan respon cepat untuk mengatasi dampak bencana itu. Selain memberikan bantuan, tindakan evaluasi dan penelitian tentang langkah penanganan pasca-bencana perlu juga dilakukan.

Beberapa hal penting yang perlu ditangani dengan cepat, kata Nova, adalah penanganan korban serta perbaikan lingkungan di kawasan bencana. Selain itu, perbaikan prasarana dan sarana umum, pembangunan rumah masyarakat, konseling trauma, pemulihan sosial ekonomi dan budaya, pemulihan keamanan dan ketertiban serta pemulihan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik.

Untuk menjalankan semua langkah ini, dibutuhkan kesiapan aparatur dan lembaga terkait agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi terkoordinir dengan baik. Selain itu, lanjut Nova, penelitian tentang keberlanjutan penanganan pasca bencana (Sustainable Disaster Recovery) juga perlu diperkuat. Penelitian itu dapat dijadikan sebagai acuan bagi aparatur dan lembaga terkait dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Karenanya, pemerintah Aceh memandang langkah TDMRC bersama international Research Institute Disaster Science dan Tohoku University Jepang, menggelar forum ilmiah itu sangat penting untuk merumuskan langkah-langkah efektif dalam penanganan setiap bencana.

“Penanganan bencana merupakan salah satu program prioritas kita sebagaimana tertuang di dalam RPJM Aceh 2017-2022,” kata Nova. Lewat pertemuan itu diharapkan lahir rumusan efekif dalam penanganan bencana, terutama jika dipadukan dengan pemanfaatan teknologi agar penanggulangan berjalan lebih akurat dan proses recovery lebih cepat, efektif dan berkelanjutan.

Ada beberapa sesi dalam pertemuan ilmiah yang diisi oleh pakar di bidangnya. Di antaranya adalah Prof. Dwikorita Karnawati dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia; Prof. Phil Cummins dari Australian National University (ANU), Prof. Biswajeet Pradhan dari University of Technology Sydney (UTS), dan Prof. Benjamin P. Horton dari Nanyang Technological University (NTU). Selanjutnya ada Prof. Yusny Saby dari UIN Ar-Raniry; Prof. Peter Sammonds dari University College London; Prof. Shinichi Egawa dari Tohoku University dan Prof. Samsul Rizal dari Unsyiah. [RED]




Dyah Erti Idawati Serahkan Hadiah Peraih Juara Apresiasi Bunda PAUD

Banda Aceh, Baranewsaceh.co  – Wakil Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati,  memberikan  hadiah kepada juara Apresiasi  Bunda PAUD Aceh tahun 2018 di Aula hotel 88, Rabu (10/10/2018).

Untuk kategori Apresiasi Gugus PAUD, juara 1 diraih oleh Kabupaten Pidie, juara 2 diraih oleh Kabupaten Aceh Timur dan juara tiga diperoleh oleh Kota Langsa.

Sementara kategori Apresiasi Bunda PAUD tingkat Gampong, juara 1 diraih oleh Gampong Meunasah Mesjid Lhokseumawe. Juara 2 didapatkan oleh Gampong Baro Aceh jaya dan juara 3 berhasil diraih oleh Gampong Pinang Abdya.

Pada tingkat Kecamatan, dewan juri menetapkan Kecamatan Sawang, Aceh Selatan sebagai juara 1, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur sebagai juara 2 dan juara 3 diraih dari Kecamatan Jeumpa, ABDYA (Aceh Barat Daya). Selanjutnya, di tingkat Kabupaten/kota, juara 1 didapatkan oleh Kota Langsa, Kota Banda mendapatkan juara 2 dan juara 3 diperoleh Kabupaten Aceh Besar.

Sebelumnya, Dyah Erti telah membuka kegiatan Apresiasi Bunda PAUD di Pendopo Gubernur Aceh. Kegiatan ini telah  berlangsung dari 8 Oktober 2018 sampai 10 Oktober 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin mengatakan kegiatan itu dilaksanakan atas kerja sama Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Aceh. Apresiasi itu, kata Syaridin akan terus dilanjutkan dan akan dipertimbangkan untuk menambah anggaran tahun 2019 dalam rangka untuk meningkat kualitas PAUD dan pengurus di tiap-tiap daerah.

“Penilaian sudah dilakukan seobjektif mungkin dan kita meminta untuk tiap PAUD untuk terus meningkatkan kualitasnya karena jika perubahan belum kita lakukan maka jangan bermimpi untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Syaridin.

Syaridin menyampaikan bahwa pada tahun 2018 Aceh dipercayai oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelenggarakan Festival dan lomba Seni siswa tingkat Nasional dan mendapatkan apresiasi dan predikat sebagai tuan rumah terbaik dari semua Provinsi yang sudah pernah dipercayakan sebagai tuan rumah. Sementara di tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Aceh sebagai tuan rumah untuk melaksanakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMA/SMK.  (RED)




Talk Show Inspirasi Aceh Muda Foundation Nagan Raya

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Aceh Muda Foundation (AMF Nagan Raya) mengadakan kegiatan Talk Show Inspirasi Dengan tema “Menjadi Mahasiswa yang Aktif, Kreatif, Berprestasi dan Kritis di Era Milenial”.

Dalam Kegiatan ini turut berhadir Pembina AMF Nagan Raya, Demisioner, Pengurus aktif, Serta dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan universitas yang berbeda Sebanyak Seratus Delapan Puluh Tiga mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini yang tak hanya terdiri dari mahasiswa Unsyiah, melainkan mahasiswa tersebut juga berasal dari Universitas Islam Ar Raniry dan juga universitas lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2018 yang berlokasi di Auditorium FKIP Unsyiah.

Jusmaidi selaku pemateri pertama sangat terkesan dengan kegiatan ini sebab bisa bertemu dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa untuk menjadi bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang aktif, kreatif dan kritis di era milenial. Selain itu Rahmah Inayatillah dan Cici Helviza sebagai pemateri yang kedua dan ketiga memberikan motivasi agar kita keluar dari zona nyaman sehingga kita lebih giat dalam belajar, yakin dengan sepenuh hati dan doa yang tak terhenti. Serta meminta ridho dari orang tua. Karena berhasil di zona nyaman hanya akan membawa kita pada mimpi mimpi yang biasa saja, namun tak bisa merasakan keindahan mimpi itu yang di luar zona nyaman kita. Cobalah dengan banyak bertanya meski dengan pertanyaan yang labil, karena pertanyaan labil ini yang membuat kita akan terus berkembang.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan ini, Budiarto SPd selaku pembina Aceh Muda Foundation Nagan Raya mengingatkan bahwa tak hanya dituntut untuk berprestasi dalam kegiatan akademik saja, mahasiswa juga harus mampu berprestasi dalam kegiatan olah raga, minat bakat dan lain sebagainya. Sehingga nantinya ada kesempatan bagi kita untuk pergi keluar negri.

Apresiasi terbesar kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan acara talk show inspirasi yang begitu sempurna, serta Adinda Sumardi yang telah membimbing panitia untuk menyelenggarakan talk show yang alhamdullilah sukses dan lancar. Dimana Aceh Muda Foundation memiliki semboyan “Muda Beriman Cendikia” sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan nilai positif dan kebermanfaatan untuk mahasiswa pada umumnya’.

Sementara Samsudin selaku ketua panitia yang diwakili oleh Aryanda, mengungkapkan semoga acara seperti ini semakin baik dan terus ada karena kegiatan seperti ini bisa memberikan motivasi agar ada keinginan untuk pergi keluar negri. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan acara ini.

Dalam hal ini Sumardi selaku Ketua Umum AMF Nagan Raya mengatakan bahwa semoga kegiatan ini berguna untuk mahasiswa agar terus meningkatkan kapasitas diri sehingga mereka bisa berani tampil terutama mahasiswa baru. Terima kasih kepada ketua panitia dan jajaran panitia yang telah menyelenggarakan acara talk show inspirasi dan terima kasih kepada segala pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara ini, tuturnya dalam sesi wawancara”. (RED)

 




Ulang Tahun ke 73, TNI Doakan Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Sabang, Baranewsaceh.co Pelaksanaan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke 73 di Aceh berlangsung khidmat. Lewat upacara yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, Panglima TNI mendoakan korban gempabumi dan Tsunami di Sulawasi Tengah.

“Semoga kekuatan dan ketabahan menyertai saudara kita dalam upaya memulihkan kondisi sebagaimana sedia kala,” kata Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko dalam amanat Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat pelaksanan upacara di Terminal CT-3 BPKS Sabang, Jumat 05/10/2018.

Teguh Arief menyebutkan, upaya yang telah dilakukan masyarakat Indonesia dan juga TNI, baik dalam bentuk bantuan fisik mau pun doa diharapkan dapat meringankan musibah dan mempercepat upaya pemulihan.

“TNI bersama komponen bangsa lainnya telah bahu membahu, berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang diderita saudara kita (di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong),” ujar Teguh Arif. TNI lanjut ia, telah mengerahkan personil dan alutsistanya untuk memberikan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan serta memulihkan sarana prasarana secara bertahap.

Apa yang dilakukan TNI di lokasi bencana, kata Teguh Arif, merupakan perlambang profesionalisme TNI. Hal itu sesuai dengan tema HUT TNI tahun ini, yaitu Profesionalisme TNI Untuk Rakyat. Tema itu, katanya, mengandung makna bahwa TNI harus senantiasa ditingkatkan profesionalismenya melalui berbagai pendidikan, pelatihan, persenjataan, alutsista serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara. “Semua itu semata-mata seluruh rakyat Indonesia,” kata Teguh Arif.

TNI, ujar Teguh, menghadapi berbagai kompleksitas tantangan. Selain itu, TNI adalah satuan yang senantiasa siaga bersama pemerintah dalam hal penanggulangan bencana di Indonesia. Selain di Sulawesi Tengah, pasukan TNI di sepanjang tahun 2018, juga terlibat dalam berbagai aksi kemanusian lainnya. Di antaranya adalah penanganan kasus gizi buruk luar biasa di Asmat Papua, letusan Gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera serta penanganan gempabumi di Lombok.

Seluruh prajurit TNI diminta menjaga solidaritas dan kemanunggalan dengan rakyat agar selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa.

Upacara HUT TNI ke 73 di Aceh diinspekturi oleh Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko. Sementara Komandan Upacara adalah Letkol Elektronika Ery Transito, Komandan Satuan Radar (Dansatrad) 233 Sabang. Upacara itu dihadiri oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud al-Haytar, mantan Wagub Aceh, Muzakir Manaf serta pejabat SKPA lainnya.

Usai upacara seluruh peserta upacara dihibur dengan penampilan Tari Saman dari masyarakat Gayo Lues. Usai itu, prajurit TNI juga unjuk kebolehan lewat tarung beladiri militer. (Red)




Azhari Cage Jenguk Bocah Penderita Bocor Jantung

JAKARTA, BARANEWSACEH.CO –  Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Azhari Cage SIP, menjenguk Raima Nadira yang baru berusia 9 (sembilan) bulan, bocah penderita bocor jantung asal Gampong Dakuta, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, di “Rumah Singgah Peduli” (RSUCM), Senen, Jakarta Pusat, sabtu malam (06-10-2018).

Alhamdulillah malam ini didampingi Almunizar kepala badan penghubung Aceh di Jakarta kita sudah sempat menjenguk adik kita Raima Nadira yang menderita penyakit bocor jantung, anak dari Pasangan Safrizal (35) dan Nurida (31), semoga adik kita tersebut lekas sembuh, “kata Azhari Cage.

“Kita do’akan adik kita Raima Nadira lekas sembuh dari penyakit yang sedang dideritanya. Dan semoga adik kita tersebut segera pulih dari penyakitnya, dan untuk keluarganya kita do’akan selalu semangat dan tabah dalam menghadapi cobaan ini, “Lanjut Politisi Partai Aceh tersebut.

Sementara itu, Safrizal selaku ayah dari Raima Nadira mengatakan, Raima Nadira sudah 10 (sepuluh) hari belakangan ini di rawat di Jakarta, sebelumnya Raima sudah pernah di rawat di Aceh di Rumah sakit umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dan akhirnya Doktor mumutuskan bahwa, Raima harus di rujuk ke Jakarta, “ujarnya.

Saya sangat berterimakasih kepada saudara Azhari Cage yang telah mengejuk anak kami yang sedang dirawat disini, “tutupnya. (Adam)




Natural Aceh Melatih Dosen Akfar Mandiri Dalam Hal Pengabdian dan Abdimas

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO – Menindak lanjuti MoU sebelumnya antara Lembaga Natural Aceh dan Akfar Mandiri, Selasa (2 Oktober 2018), diadakan pelatihan dan sosialisasi tentang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bagi Dosen Akfar Mandiri Banda Aceh yang bertempat di Aula Akfar Mandiri Tibang Banda Aceh.

Hadir sebagai pemateri ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, M.Pd yang memberikan pelatihan tentang hakikat dan proses pengajuan pengabdian masyarakat di era revolusi industri 4.0 bagi akademisi, ketua cabang Natural Basela Isthifa Kemal, M.Pd tentang prosedur pengajuan penelitian melalui simlibtamas kemristekdikti sebagai bagian dari tri darma perguruan tinggi.

Ns. Imam Maliki, S.Kep selaku Direktur Akfar Mandiri Banda Aceh berharap para akademisi dan dosen mulai saat ini bisa memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat baik itu melalui penelitian maupun pengabdian, jangan hanya berfokus kepada pendidikan dan pengajaran mahasiswa di ruang kelas.

Pelatihan sehari penuh ini diharapkan akan memberikan persepsi dan paradigma baru dalam mengaplikasikan dan pengembangan keilmuwan para dosen agar bisa bermanfaat langsung ke masyarakat.

Saat ini masyarakat kita butuh pengetahuan, pendampingan dan dukungan yang lebih banyak, itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, institusi perguruan tinggi mempunyai andil dalam hal tersebut.

Di akhir pelatihan, para dosen diharapkan segera mempersiapkan proposal dan idenya untuk dikembangkan dan jika mungkin dieksekusi bersama lembaga Natural Aceh. Para dosen juga diajak berkunjung ke Gampong Alue Naga sebagai desa binaan Natural Aceh untuk melihat bagaimana ibu-ibu pencari tiram diajarkan membuat kerupuk berbahan tiram yang sedang dikembangkan oleh Natural Aceh.

“Ini adalah pengembangan riset kedua, dimana sebelumnya kami mencoba membuat model budidaya yang paling cocok dengan kebutuhan para pencari tiram, selanjutnya kami aplikasikan dalam pengabdian dengan mengajarkan para ibu mengolah tiramnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih baik”, ujar Rivan Rinaldi manager program livelihood Alue Naga di sela-sela kunjungan para peserta pelatihan ke gampong Alue Naga. (RED)




Pemerintah Aceh Ajak MKI Bantu Kembangkan Energi Listrik


Banda Aceh, Baranewsaceh.co  – Pelaksana tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak Pengurus Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Aceh untuk mendukung dan membantu Pemerintah Aceh dalam pengembangkan berbagai program pengembangan sumber daya listrik di Aceh.

Hal itu disampaikan Nova dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Administrassi Umum Sekda Aceh, Kamaruddin Andalah usai menyaksikan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus MKI pertama wilayah Aceh periode 2018-2023 di Gedung Serbaguna PLN Aceh, Rabu (03/10/2018).

“Lembaga ini akan menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh di bidang energy listrik, memberi masukan dan pandangan terkait aspek teknologi, bisnis, dan regulasi disektor ketenagalistrikan,” kata Kamaruddin.

Pemerintah Aceh kata Kamaruddin, sedang giat-giatnya mengembangkan sumber daya listrik sesuai dengan program yang dicanangkan yaitu “Aceh Energi”, karena itu peran MKI sangat dibutuhkan.

“Pemerintah Aceh Menyambut baik keberadaan MKI di Aceh, bersama dengan PT PLN (Persero) wilayah Aceh, Pemerintah Aceh dan MKI Aceh dapat membangun sinergi yang lebih erat agar Program Energi di daerah ini berjalan lebih baik lagi,” ujar Kamaruddin.

Meskipun ketersediaan energi listrik di Aceh saat ini masih cukup kata Kamaruddin, Aceh masih memerlukan tambahan energi listrik untuk jangka panjang. Sebab itu, Pemerintah Aceh merancang berbagai program pembangunan sumber energi baru.

Misalnya sebut Kamaruddin, Pembangunan PLTMG berkapasitas 250 MW di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe yang direncanakan beroperasi akhir 2019, pembangunan PLTA Peusangan dengan kapasitas 88 MW dan pembangunan geothermal Seulawah dan geothermal Jaboi, Sabang.

“Beberapa potensi sumber panas bumi lain juga sedang dibahas dengan calon investor. Semua itu adalah bagian dari ambisi Aceh untuk mampu menghasilkan energi listrik 5000 MW dalam lima tahun ke depan,” ujar Kamaruddin.

Untuk mewujudkan semua itu kata Kamaruddin akan ada berbagai tantangan yang dihadapi Pemerintah. Kehadiran MKI di Aceh diharapkan dapat memperkuat semangat PT PLN dan Pemerintah Aceh dalam menghadapi berbagai tantangan kedepan, sehingga cita-cita kita menjadikan Aceh sebagai penghasil energi di Indonesia dapat terwujud. (Red)




Pemerintah Diminta Tingkatkan Kualitas Sistem AKIP


Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Pemerintah diminta meningkatkan komitmennya guna perbaikan baik pada kualitas sistem akuntabilitas kinerja maupun implementasi reformasi birokrasi. Dengan demikian kualitas Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) ikut meningkat.

Hal itu disampaikan Pelaksana Harian Sekda Aceh, Kamaruddin Andalah, saat pembukaan Evaluasi Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Aceh, di Hermes Palace Hotel, Rabu 03/10/2018.

“Kami harap kepada tim pemerintah Aceh dan tim pemerintah kabupaten/kota agar memberi akses dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan oleh tim evaluator Rekomendasi yang diberikan oleh tim evaluator nantinya dapat ditindaklanjuti segera oleh masing-masing SKPA terkait dan pemerintah kabupaten/kota,” kata Andalah.

Andalah mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi atas sistem AKIP di lingkungan pemerintah kabupaten/kota di Aceh yang dilakukan Kementerian PAN dan RB, kelemahan yang ditemukan dalam beberapa tahun terakhir adalah belum sinerginya sistem perencanaan pembangunan nasional dengan sistem AKIP.

Karena itu, Andalah menyebutkan perlu dilakukan penyempurnaan pada RPJMD dan Renstra OPD dengan memperbaiki tujuan/sasaran dan indikator kinerja yang berorientasi hasil disertai dengan target-target kinerja yang relevan dan dapat diukur sehingga tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik. (Red)




Danrindam IM Secara Resmi Buka Pendidikan Pertama Bintara TNI Tahun 2018

Banda Aceh, Baranewsaceh.co  – Sebanyak 180 orang Calon Bintara Prajurit Karier (PK) TNI Tahun 2018 yang dinyatakan lulus, Selasa (2/10) pagi, mengikuti Pendidikan Pembentukan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI Angkatan Darat, di Lapangan Rindam Iskandar Muda, Mata Ie.

Acara resmi pembukaan pendidikan dipimpin oleh Inspektur Upacara (Irup) Komandan Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda (Danrindam IM) Kolonel Inf Niko Fahrizal, sedangkan Komandan Upacara oleh Komandan Sekolah Calon Bintara (Dansecaba) Rindam Iskandar Muda Letkol Inf Yogi. Bk Skom, M.B.A.

Pada kegiatan upacara pembukan pendidikan, Danrindam IM Kolonel Inf Niko membacakan Amanat Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko menyampaikan selamat kepada para siswa Bintara TNI AD yang telah masuk dan akan mengikuti pendidikan di Lembaga Pendidikan (Lemdik) Sekolah Calon Bintara (Secaba) Rindam IM dengan jumlah siswa 180 orang.

Dikmaba PK adalah pendidikan bagi calon Bintara TNI AD yang telah lulus tes mulai dari tahapan administrasi sampai Pantukhir. Dimana pendaftaran jalur ini hanya dibuka satu tahun sekali oleh Markas Besar TNI Angkatan Darat.

Selama mengikuti pendidikan pertama Calon Bintara TNI AD tersebut, mereka akan diberikan materi-materi dasar kemiliteran, sehingga kelak mampu menyesuaikan diri sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Melalui pendidikan ini para prajurit siswa akan dididik, digembleng baik fisik maupun mental serta akan dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan militer sebagai bekal dasar untuk menjadi prajurit TNI-AD.

“Saya berharap agar para prajurit siswa bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam mengikuti pendidikan dasar ini, sehingga nantinya dapat memahami dengan sebaik-baiknya, karena seorang Bintara merupakan unsur pimpinan dalam regu maupun Tim di dalam satuannya”.

“Laksanakan semua petunjuk pembina dan pelatih dengan hati yang ikhlas. Jangan sesekali bertindak ceroboh dan melakukan kegiatan tanpa sepengetahuan pembina atau pelatih. Pupuk rasa kebersamaan sesama prajurit siswa yang dilandasi oleh semangat dan jiwa korsa yang tinggi untuk meraih prestasi yang baik, kesemuanya ini adalah bekal untuk melaksanakan tugas disatuan nantinya, lebih baik mandi keringat dalam latihan dari pada mandi darah gagal di medan pertempuran, selain itu, selama pendidikan agar selalu tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT”, tutup Danrindam IM Kolonel Inf Niko Fahrizal.

Kegiatan upacara pembukaan Dikmaba PK TNI tahun 2018 turut dihadiri antara lain, Asintel, Aspers, Kajasdam dan Kakesdam Kasdam IM, para Tamu Kodam IM, para Perwira, Bintara dan Tamtama serta PNS Rindam IM. (LAUNG)




Aceh Peduli Korban Bencana Palu dan Donggala

Galang Donasi dan Aktifkan Media Center

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyerukan instansi pemerintah, Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor swasta, beserta seluruh komponen masyarakat, agar bahu-membahu membantu korban bencana Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, setelah tersiar khabar wilayah tersebut dilanda gempa berkekuatan 7,7 SR yang disusul tsunami setinggi lima meter, pada 28 September 2018. Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Prokol Setda Aceh Rahmad Raden, kepada awak media, Selasa (2/10).

Menindaklanjuti seruan tersebut, jelas Rahmad, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teungku Ahmad Dadek menggelar rapat koordinasi bertajuk Aceh Peduli Korban Bencana Palu dan Donggala, Senin (1/10). Rapat koordinasi ini menyepakati penggunaan Rekening Khusus Gempa dan Tsunami Palu di BRI KPC Penayong, No: 2056-01-000365-30-2, mengaktifkan Media Center di Biro Humas Setda Aceh, dan mempersiapkan para relawan untuk menuju lokasi bencana, rincinya.

Menurut mantan Kepala Bagian Protokol Setda Aceh itu, rekening ksusus ini memberi kemudahan bagi semua pihak untuk menyalurkan donasi terbaiknya, dan akan diteruskan kepada para korban di Palu, Sigi, Donggala, dan wilayah bencana lainnya di Sulawesi Tengah.

Donasi yang terkoordinasi dalam satu wadah seperti ini, jelas Rahmad lebih lanjut, akan lebih berdaya guna bagi masyarakat Sulteng. Pada masa panik Aceh bisa membantu korban secara optimal. Sedangkan pada saat rehabilitasi dan rekontruksi nanti, Aceh bisa meninggalkan sesuatu yang berkesan lama di sana, seperti Masjid Jamik atau Pesantren Terpadu Aceh, jelasnya.

“Kita bisa berbuat lebih banyak untuk korban bila donasinya terkoordinasi dengan baik,” kata Rahmad.

Selain membuka rekening khusus, lanjutnya, Pemerintah Aceh akan menggalang donasi dari pejabat dan staf instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat. melalui acara amal, maupun pada area bebas kenderaan (car free day), bersama para relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh, dan para reelawan lainnya yang ingin bergabung, katanya.

Rahmad melaporkan, donasi yang telah terkumpul per 1 Oktober 2018 pukul 16.00 Wib, sebesar Rp.301.995.000. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Rahmad merasa yakin sumbangan masyarakat Aceh akan terus meningkat karena dapat merasakan bagaimana duka kita saat tsunami 2004, dan bagaimana kepedulian masyarakat dunia kepada Aceh saat itu.

“Luka Palu dan Donggala merupakan duka kita dan kini saatnya membantu saudara-saudara kita di sana,” ujar Rahmad sendu.

Media Center dan Relawan. Sementara itu, Rahmad mengatakan telah mengaktifkan Media Center di Biro Humas dan Protokol Setda Aceh. Media Ceter itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk melaporkan bila ada keluarganya di Sulawesi Tengah, melalui Telp/WA : 08116-88-66-55. Tim Media Center akan berusaha mencari tahu keadaanya pascabencana melalui koordinasi dengan instansi terkait di Sulawesi Tengah.

Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Aceh akan mengirimkan sejumlah relawan yang telah menyatakan kesiapannya menuju wilayah bencana, seperti Palu, Sigi, dan Donggala. Para relawan itu antara lain dari Tagana sebanyak 10 orang, ACT sebanyak 5 orang, dan dari BPBA sebanyak 3 orang.

Para relawan yang hendak turun kelokasi bencana seyogyanya telah mempersiapkan diri secara fisik, mental, finansial, dan logistik lainnya karena Pemerintah Aceh tidak memiliki anggaran untuk memfasilitasinya saat ini.

“Relawan yang hendak membantu korban bencana harus mempersiapkan finansial dan logistik yang memadai agar dapat membantu korban secara optimal,” tutup Rahmad.

Rapat koordinasi yang digelar di Aula BPBA Aceh itu dihadiri, antara lain Kepala Dinas Sosial Aceh, Kepala Biro Humas dan Protokol Aceh, Tagana, Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), relawan Aksi Cepat Tanggap, Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Ketua Forum Jurnalis Aceh Peduli Bencana, dll

Red




Erawati Nyaris Jadi Korban Perampokan dan Pembunuhan

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Seorang Guru ngaji TPA Kp mulia Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh bernama Erawati nyaris menjadi korban pembunuhan dan Perampokan yang diduga dilakukan oleh MLZ (37) Ibu rumah tangga yang beralamat di Komplek perumahan guru pemerintah Aceh cot Bate Lambaro kafhee Aceh besar.

Kuasa Hukum korban Erawati dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Senin (02/10) menerangkan sesuai keterangan korban, Kronologis rangkaian peristiwa percobaan pembunuhan dan Perampokan di mulai pada tanggal 18 SEP 2018 MLZ datang ke rumah korban Erawati meminta pinjam uang Rp 5 juta kepada Korban, karena tidak ada uang, pelaku juga minta pinjam emas tapi tidak di berikan oleh korban.

Dilanjutkan pada Hari kejadian percobaan Perampokan dan pembunuhan Tanggal 27 September 2018 MLZ datang lagi ke rumah Erawati di saat suami Erawati dan anak-anak nya tidak di rumah, MLZ tetap ingin minta pinjam emas tapi tidak di berikan oleh Erawati dia juga minta di Carikan pinjam ke teman Erawati tapi tidak di dapat juga uang tersebut.

Selanjutnya Erawati dan Mauliza pulang ke rumah Erawati di Gampong Mulia kec Kuta alam Banda Aceh. Ketika hendak pulang dari rumah mastura (kawan erawati yg mau minta pinjam uang atas suruhan MLZ) pelaku mulai susun rencana dan berkata sambil mengajak kita makan bakso ya” kata Mlz.

Sampai di rumah di pesan bakso dari penjual bakso keliling oleh MLZ sebanyak 2 mangkok.

Setelah masuk ke rumah, MLZ menyuruh Erawati untuk membeli Milo saset di kios yang berjarak +/- 100 meter dari rumah Erawati, dan ketika Erawati pulang dari membeli milo melihat baksonya berubah warna juga menanyakan kenapa bakso dia berwarna hitam.dan di jawab oleh Mauliza mungkin lemak kurang masak.

Setelah makan bakso beberapa menit kemudian Erawati langsung pusing dan perut mulas dan pergi ke kamar mandi tapi tidak muntah akhirnya masuk kembali ke dalam rumah Erawati langsung pusing berat, di sertai muntah-muntah.

Ketika kondisi Erawati yang hampir pingsan Mauliza mengambil kalung dari Erawati, melihat gelagat yang berbahaya, Erawati menjerit dan minta tolong ke tetangga depan rumah, Mendengar jeritan Korban minta tolong (Juli dan kak la) Bergegas masuk ke rumah korban dan melihat Erawati sudah jatuh dengan kondisi muntah-muntah.

Erawati dengan sisa tenaga mengatakan ke Juli dan kak la bahwa MLZ telah merampas kalung milik Erawati.

Mendengar kabar tersebut kak La dan Juli meminta kembali kalung Erawati ke MLZ tapi Pelaku mengelak dan mengatakan bahwa ia tidak mengambil kalung milik Erawati.

Akhirnya karena tidak di kembalikan oleh pelaku, Juli memanggil suaminya (Asmunir) untuk masuk ke rumah Erawati, dan seketika suami Juli masuk ke rumah Erawati dan mengatakan ” kembalikan kalung Erawati” baru setelah itu MLZ mengambil kalung di dalam tasnya dan menyerahkan ke Juli selanjutnya dipasangkan ke leher Erawati.

Kondisi Erawati yang sekarat akhirnya oleh tetangga membawa korban Erawati ke klinik yang ada di Gampong Mulia (Dr.Akmal) dalam kondisi pingsan sekira Pukul 10.30 WIB.

Setelah penanganan darurat di lakukan selama 5 jam tidak membaik akhirnya di rujuk ke RSU Zainal Abidin pukul 16 00 WIB. (27 sep 2018).

Kemudian pada Tanggal 29 September 2018 Suami korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kuta Alam dengan Nomor LPB /114 /Res 17 /2018 /SPKT.
Sampai tanggal 2 Oktober 2018 korban masih menjalani perawatan, dalam penanganan dokter RSU Zainal Abidin Banda Aceh.

Hingga berita ini kami turunkan Kapolsek Kuta Alam belum dapat terhubung, kami telpon beberapa kali belum diangkat.
(Nrd/Red)




Pemerintah Aceh Komit Implementasi Transaksi Non Tunai

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Pemerintah Aceh bekerjasama dengan PT. Bank Aceh Syariah meluncurkan Aplikasi CMS (Cash Managemen Sistem) sebagai bentuk komitmen untuk mengimplementasikan transksi Non-tunai di seluruh instansi Pemerintah Aceh baik di provinsi maupun kabupaten/kota seluruh Aceh di Hotel Hermes Palace, Senin (01/10/2018).

Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Kamaruddin Andalah, mengatakan peluncuran aplikasi CMS pada Pemerintah Aceh dan seluruh Kabupaten/Kota merupakan salah satu bentuk dari komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung gerakan nasional non tunai dan menindaklanjuti surat edaran Menteri Dalam Negeri  tentang Implementasi Transaksi Non-tunai pada Pemerintah Daerah Provinsi. .

“Mulai tahun 2019, sesuai dengan Instrukti Plt. Gubernur semua transaksi belanja Pemerintah Aceh baik yang bersumber dari APBA maupun APBN akan dilakukan secara non tunai,”kata Kamaruddin.

Program CMS kata Kata Kamaruddin akan mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan juga sebagai upaya efesiensi dalam belanja Pemerintah daerah.

Pemerintah Aceh kata Kamaruddin, sudah melakukan pilot projek aplikasi CMS pada beberapa instansi Pemerintah Aceh dan tidak menunjukkan kendala apapun.

Karena itu, Kamaruddin berharap agar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah di seluruh Kabupaten/Kota agar segera mempelajari implementasi aplikasi CMS di semua instansi.

“Kalau ada permasalahan dalam implementasi aplikasi ini, Pemerintah Aceh melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aceh dan Bank Aceh siap membantu menyelesaikannya,” ujar Kamaruddin.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolan Keuangan Aceh, Jamaluddin menyampaikan, dengan aplikasi CMS, transkasi keuangan diseluruh instansi pemerintah dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Selain Keamanan dan Kenyamanan, SMS juga menawarkan kecepatan transaksi karena bersifat online dan dapat diakses melalui, tablet, HP, Laptop yang memiliki akses internet.

“Jadi tidak ada lagi alasan tidak ada ditempat, uang tidak cair, karena sudah bisa dilakukan secara online,” ujar Djamaluddin.

Implementasi CMS kata Jamaluddin akan memudahkan pekerjaan bendahara, pengeluaran dan penerimaan menjadi lebih ringan, penyusunan keuangan tepat waktu dan efesiensi penggunaan anggaran yang signifikan. (Red)

 




Asisten I Irup Hari Kesaktian Pancasila

Banda Aceh, Baranewsaceh.co Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Sekda Aceh M Jakfar, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Senin (1/10/2018) pagi.

Upacara dihadiri oleh seluruh perwakilan Forkopimda Aceh, pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh, akademisi serta sejumlah organisasi kepemudaan Aceh.

Sementara itu, Ichsan Iswandy staf pada Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, bertindak sebagai Pemimpin Upacara. Sedangkan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dibacakan oleh Yudi Purnama Hadi, dan Naskah Ikrar dibacakan oleh Abi Nur Salam.

Acara juga diisi dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan oleh Aubade SMU Negeri 4 Banda Aceh dan diiringi oleh Korsik Ajendam Iskandar Muda di bawah pimpinan Kapten CAJ Kusdi Wibowo. Lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan adalah Garuda Pancasila, Bangun Pemudi Pemuda, Mars Iskandar Muda, Tanah Airku dan Syukur. (Red)




Pererat Silaturrahmi Antar Pegawai, Distanbun Aceh Gelar Out Bound di Saree

 

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq

Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang dibentuk pada awal tahun 2017 sebagai implementasi Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Instansi ini sejatinya bukan lembaga baru, hanya merupakan hasil ‘merger’ dari  tiga instansi yang sudah ada sebelumnya yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan dan Bidang Penyuluhan pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh. Akibat penggabungan tiga instansi ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh akhirnya menjadi instansi ‘gemuk’, karena sebagian besar pegawai dari ketiga instansi tersebut kemudian juga bergabung dalam satu atap di lembaga ini. Saat ini lebih dari 200 orang pegawai bergabung dalam instansi yang sejak mei 2018 lalu dipimpin oleh A. Hanan, SP, MM.

Secara teknis, sebenarnya tidak ada masalah, karena ketiga instansi sebelumnya masih dalam satu sektor yaitu sektor pertanian. Pembagian struktur menjadi bidang-bidang, hanyalah untuk memperjelas tugas pokok dan fungsi dari masing-masing pegawai, sehingga program-program pertanian yang sudah direncanakan sebelumnya di instansi asal, tetap bisa dilanjutkan dalam wadah baru ini. Namun bergabungnya ratusan pegawai tersebut, mau tidak mau berkonsekuensi pada kondisi psikologis dari para pegawai yang baru bergabung dalam satu atap tersebut, dan itu membutuhkan adaptasi untuk menyesuaikan diri bekerja di lingkungan baru dengan teman kerja yang baru pula. Meski visi dan misi instansi ini sudah jelas, namun masih ada sebagian pegawai yang masih ‘terbawa’ oleh situasi di kantor lama mereka, sehingga acap terjadi benturan-benturan kecil akibat miskomunikasi, meskipun secara umum tidak sampai mengganggu kinerja instansi.

Rekatkan silaturrahmi melalui kegiatan Out Bound

Meski sudah lebih dari setahun bergabung dalam satu instansi, namun ganjalan-ganjalan psikologis, terkadang masih terjadi diantara para pejabat maupun karyawan, ini ditengarai akibat masing-masing personel masih mempertahankan ‘ego sektoral’ yang merupakan efek dari latar belakang instansi asal yang berbeda. Jika kondisi seperti ini dibiarkan, baik langsung maupun tidak langsung, sedikit banyak akan berpengaruh pada kinerja instansi tersebut.

Kondisi inilah yang kemudian ‘terbaca’ oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A. Hanan, SP, MM yang kemudian menggagas acara kumpul bareng seluruh jajaran instansi yang dipimpinnya dalam sebuah acara non formal yang di’bungkus’ dengan nuansa kekeluargaan. Mrespon masukan dari berbagai pihak, akhirnya muncullah ide untuk menggelar ‘Out Bound’ yang diperuntukkan bagi seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Tidak mau berlama-lama dengan ide tersebut, Hanan segera merealisasikan ajang silaturrahmi seluruh jajarannya itu. Meski dengan pesiapan mendadak, namun berkan sinergi yang baik dari semua pihak yang terlibat, akhirnya acara out bound tersebut sukses digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (29-30 September 2018) kemarin. Difasilitasi oleh Kepala SMK PP Saree, M. Amin, SP, MP dan Kepala BLPP Aceh, drh. Ahdar, MP, sekitar 200 karyawan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, tumpah ruah dan larut dalam kegembiraan dalam acara silaturrahmi yang digelar di alam terbuka di komplek Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Saree, Aceh Besar ini.

Berbagai acara yang lebih bersifat hiburan, digelar dalam ajang out bound ini, suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun begitu kental terlihat dalam acara yang mengusung tema ‘Kita bermain, kita tertawa dan kita menjadi bermakna’ itu.

Raut kegembiraan jelas terpancar di wajah para aparatur pertanian itu, baru kali ini mereka bisa berkumpul bersama dalam suasana kebersamaan, sejenak melepaskan diri dari kepenatan akibat aktifitas rutin mereka. Sekat-sekat yang selama ini menjadi ganjalan psikologis bagi mereka, lebur sudah dalam nuansa kekeluargaan. Sesuai dengan temanya, peserta out bound tanpa kecuali terlibat dalam berbagai permainan bermuatan edukasi, yang selain menghibur juga merupakan wahana pembelajaran bagi para peserta. Diselingi humor-humor ringan dari para peserta, merekapun larut dalam canda tawa layaknya sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul bersama. Nuansa out bound memang di’setting’ dalam suasana santai, sehingga semua peserta seperti terlepas dari beban rutinitas mereka.

“Sekarang kita sudah menjadi satu keluarga besar, tentunya ikatan silaturrahmi diantara kita harus tetap kita jaga dan kita pertahankan, kita boleh berbeda bidang dalam urusan teknis, tapi kita tetap satu visi, satu misi dan satu tujuan yaitu mewujudkan Aceh Hebat dan mensejahterakan petani, untuk itu marilah kita jaga silaturrahmi diantara kita, kebersamaan kita pada saat ini, harus menjadi kebersamaan kita saat kita kembali pada aktifitas kita, jangan sampai ada ganjalan psikologis diantara kita yang dapat mengganggu kinerja dinas kita’ ungkap Hanan saat membuka out bound yang disambut dengan aplaus meriah dari seluruh peserta out bound.

Lebih lanjut Hanan menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan, kunci utamanya adalah kebersamaan, karena dalam satu wadah tidak mungkin masing-masing berjalan sendiri- sendiri.

“Untuk apa kita disatukan dalam satu instansi kalau kita masih berjalan sendiri-sendiri, sekarang tidak ada lagi orang perkebunan, orang tanaman pangan, orang hortikultura dan orang penyuluhan, yang ada hanya satu yaitu kita sebagai keluarga besar Dinas Pertanian dan Pekebunan Aceh, sinergi dan kebersamaan adalah kunci sukses kita dalam mencapai tujuan” lanjut Hanan.

Dalam suasana kebersamaan dialam terbuka tersebut, semua sekat perbedaan tidak terlihat lagi, bahkan tidak ada batas antara atasan dan bawahan, mereka lebur menjadi satu dalam Susana kekeluargaan. Terlihat Kepala Dinas, Sekretaris, dan para Kepala Bidang larut dalam permainan bersama para staf dan karyawan, tidak ada kecanggungan diantara mereka, begitu juga ketika mereka menikmati makan bersama, tidak ada perbedaan dantara mereka.

Dipilihnya kawasan Saree sebagai lokasi out bound memang sangat tepat, udaranya yang sejuk dan panorama alam yang indah, membuat para peserta merasa nyaman berada di alam terbuka itu. Suasana seperti inilah yang sejatinya sudah mereka rindukan sejak mereka bergabung dalam satu atap, dan sang Kepala Dinas yang memang menghendaki kebersamaan diantara ankan buahnya  ini, kemudian mewujudkan ‘mimpi’ mereka.

Kembali ke tempat tugas mereka usai mengikuti rangkaian acara out boeund, ada spirit baru dalam benak para aparatur pertanian Aceh ini. Semoga semanagt baru ini akan mampu meningkatkan kinerja mereka dalam upaya mensejahterakan petani Aceh. Kegiatan seperti ini, mestinya juga menjadi inspirasi bagi instansi pertanian di kabupaten/kota yang rata-rata sekarang juga telah bergabung dalam satu wadah, karena tanpa kebersamaan, mustahil bisa mencapai tujuan.




Ini Pesan Plt Gubernur pada Pejabat yang Dilantik


Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta pejabat kependudukan yang baru dilantik untuk memacu kinerja demi terwujudnya tertib kependudukan. Hal tersebut sangat penting, mengingat kesuksesan Pemilu 2019 yang sangat ditentukan oleh adanya data kependudukan yang akurat dan tertib.

Sementara pejabat yang membidangi urusan pengadaan, diminta untuk memastikan seluruh proses pengadaan berjalan secara transparan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian upaya mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih akan semakin berjalan lancar.

“Segeralah lakukan adaptasi terhadap tugas pokok dan fungsi jabatan masing-masing, serta bangun koordinasi dan kerja sama secara berjenjang, baik dengan pimpinan ataupun dengan atasan,” kata Nova Iriansyah usai pelantikan.

Sebelumnya, Nova melantik 42 pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Jumat 28/09/2018. Tiga di antaranya adalah pejabat Eselon II yaitu Irawan Pandu Negara sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa/Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Aceh, Teuku Syarbaini sebagai Kepala Dinas Registrasi Kependudukan Aceh serta Said Insya Mustafa, Pejabat Fungsional Widyaswara di Dinas Koperasi dan UKM Aceh.

Kepada seluruh pejabat yang dilantik, Nova meminta untuk mempelajari dan memahami tupoksi kerja masing- masing secara cepat dan akurat agar proses adaptasi berjalan cepat. “Tingkatkan motivasi dan semangat kerja sehingga tugas-tugas yang telah dipercayakan dapat dilaksanakan dengan baik.”

Para pejabat itu, lanjut Nova, harus mampu mengayomi, melindungi dan mendorong disiplin seluruh Aparatur Sipil Negara yang mereka pimpin. Mereka diminta menunjukkan sikap yang bisa menjadi tauladan bagi jajaran staf di lingkup kerja. Di sisa tiga bulan program berjalan tahun ini, seluruh pejabat harus siap berpacu dengan waktu untuk mengejar target-target yang telah ditentukan di masing-masing lembaga.

“Optimalkan semua potensi yang ada agar kita mampu menunjukkan kinerja yang baik. Hanya dengan kinerja yang baik, maka kita akan dapat mewujudkan “Aceh Hebat” sesuai visi misi Pemerintah Ace,” kata Nova Iriansyah.

Sebelumnya Nova menjelaskan, pelantikan pejabat tersebut merupakan lanjutan dari pelantikan pejabat yang dilangsungkan pada tanggal 17 September yang lalu. Beberapa di antara mereka diketahui berhalangan hadir di saat itu, karena sedang menunaikan ibadah haji. Beberapa lainnya dilantik untuk mengisi posisi yang sebelumnya masih kosong. Selain itu, kata Nova, pelantikan itu bertujuan untuk peningkatan kinerja lembaga, peningkatan pelayanan, karir, peningkatan pengetahuan serta keterampilan para Aparatur Sipil Negara.

“Mutasi yang dilakukan selain kelanjutan dari proses yg sudah berjalan, juga merupakan bagian dari Program Penguatan Aparatur di lingkungan Pemeritahan Aceh untuk mendukung percepatan pembangunan dan sebagai kekuatan mendukung visi Aceh Hebat,” kata Nova. (Red)




Plt Gubernur Minta Bupati Aceh Selatan Fokus Tingkatkan Ekonomi Daerah


Tapaktuan, Baranewsaceh.co – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta Bupati dan Wakil Bupati Aceh selatan, Haji Azwir, S. Sos dan Teungku Amran untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan guna mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Nova usai melantik dan mengambil sumpah jabatan H. Azwir dan Teuku Amran sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan masa jabatan 2018-2023 dalam rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Selatan di Gedung DPRK Aceh Selatan, Kamis (27/09/2028).

Nova mengatakan, potensi yang dimiliki Aceh Selatan cukup besar, baik itu di bidang perikanan, pertanian, tambang, perkebunan, dan pariwisata. Letak geografisnya dilintasan Barat Selatan juga membuat Aceh Selatan juga berpotensi mengembangkan sektor jasa.

“Potensi-potensi inilah yang harus dapat dioptimalkan ke depan. Untuk itu, saudara berdua harus kreatif dalam memimpin pemerintahan agar sumber daya yang ada dapat dikelola dengan baik,” kata Nova.
Untuk mengembangkan semua potensi tersebut kata Nova, Bupati dan Wakil Bupati harus mampu mengembangkan semua infrastruktur, sarana dan prasarana yang dibutuhkan, sehingga aktivitas usaha dan investasi semakin berkembang.

Aceh Selatan lanjut Nova juga berpeluang dilirik para Investor, karena itu sistem perizinan investasi harus ditingkatkan melalui Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Berilah kemudahan untuk kalangan dunia usaha dalam mengembangkan usaha di daerah ini. Beri perlindungan
kepada mereka sehingga tidak ada investor yang menjadi korban tindakan di luar hukum,” ujar Nova.

Nova juga mengimbau Bupati dan Wakil Bupati untuk membangun komunikasi yang efektif baik itu dengan Pemerintah Aceh, legislatif dan stakholder lainnya untuk mensinergikan pembangunan yang dilakukan.

Pada kesempatan tersebut, Nova juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Dedy Yuswadi, selaku Penjabat Bupati Aceh Selatan dan Saudara Haji Teuku Sama Indra, SH dan Kamarsyah, S. Sos, selaku Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode sebelumnya.

“Kami berharap saudara tetap mendukung pembangunan di daerah ini, sehingga Aceh Selatan akan dapat berkembang lebih maju sehingga dapat mensejahterakan masyarakat,” ujar Nova.

Sementara itu, Bupati Aceh Selatan, H. Azwir menyampaikan, akan segera melaksanakan berbagai program sesuai dengan janji-janji politiknya pada saat pilkada antara lain, santunan fakir miskin, santunan kematian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam berbagai bidang.

“Semua program yang sudah kami susun dalam RPJMD yang mengacu pada RPJMA akan segera kami laksanakan untuk mensejahterakan masyarakat,” ujar Azwir.
Azwir berharap adanya masukan dan saran positif dari berbagai pihak untuk membangun Aceh Selatan yang lebih baik.
“Mari kita tinggalkan perbedaan pilihan dan pandangan politik, mari kita bersatu dan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Azwir. (Red)




Plt Gubernur Hadiri Simulasi Pengamanan Pemilu di Polda Aceh


Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menghadiri simulasi pengamanan Pemilihan Umum Tahun 2019 di halaman Polda Aceh, Selasa 25/09/2018 sore. Simulasi itu digelar sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah jelang Pemilu 2019.

Nova Iriansyah mengatakan, somulasi tersebut menandakan kesolidan setiap stakeholder dalam menyongsong pemilu damai. Ia yakin pemilu di Aceh akan berjalan lancar hingga hari penetapan calon yang memenangkan pemilu usai.

“Simulasi ini hanya protap jika ada kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan saja,” kata Nova.

Berkaca pada pengalaman Pilkada lalu, Nova yakin jika Pemilu di Aceh akan berjalan dengan lancar, jujur, adil, tanpa kekerasan dan intimidasi. “Pengalaman lalu, kita sangat minimal intimidasi dan semoga kali ini tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Selain itu, Nova meminta para Aparatur Sipil Negara hingga ke tingkat gampong untuk berlaku netral. Mereka, kata Nova, berhak memilih tapi tidak berhak untuk memihak pada salah satu calon. (Red)




Kadis Sosial Aceh Ingatkan PSM Agar Tidak Bergaya dengan Atribut

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM, mengingatkan para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) agar tidak hanya sekedar ingin bergaya-gaya saja dengan atribut yang ada, melainkan lebih pada dedikasi dan pengabdian sosial, serta kemampuan untuk menyelesaikan misi sosialnya.

Hal itu disampaikan Alhudri saat membuka kegiatan bimbingan sosial dasar untuk PSM tahun 2018 di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh, Senin (24/9/2018). Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta dari 12 kabupaten/kota di Aceh tersebut akan berlangsung hingga Rabu 26 September 2018.

“PSM harus mampu menghadapi kompleksitas perkembangan permasalahan kesejahteraan sosial yang ada. Menjadi PSM tidak hanya sekedar ingin bergaya-gaya saja dengan atribut yang ada,” tegas Alhudri.

Alhudri menuturkan, permasalahan sosial yang terjadi dalam lingkungan masyarakat saat ini sangat kompleks, berbagai peristiwa bencana kerap terjadi, belum lagi masalah kesejahteraan sosial lainnya yang cenderung memperlihatkan trend meningkat.

Permasalahan kesejahteraan sosial tidak berdiri sendiri, melainkan bersandingan dengan faktor lainnya seperti pertumbuhan ekonomi, meningkatnya angka pengangguran, pendidikan dan kesehatan.

“Disamping itu, kita juga mengalami distorsi dalam memelihara nilai-nilai dasar seperti kebersamaan, kekeluargaan, kesetiakawanan sosial lainnya yang menjadi cikal bakal kekuatan bangsa ini,” kata Alhudri.

Sehingga, katanya, semangat menghargai dan menghormati perbedaan antara satu dengan lainnya menjadi makin langka. Fenomena seperti ini sudah saatnya disikapi bersama dengan kehadiran PSM untuk memberi optimisme dan membantu menangani permasalahan sosial di desa.

Karena tujuan hadirnya PSM dalam konteks pembangunan kesejahteraan sosial, adalah untuk membangkitkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama warga masyarakat yang memiliki wawasan dan rasa kepedulian di bidang sosial kemanusian.

Maka untuk meningkatkan kualitas pengabdian PSM, kata Alhudri, diperlukan pemberian cacity building dalam bentuk bimbingan sosial dasar bagi PSM. Tujaunnya, untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas dan peranan sebagai PSM.

“PSM merupakan salah satu komponen masyarakat yang dapat diandalkan sebagai mitra kerja pemerintah dalam uasaha kesejahteraan sosial,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Perorangan dan Keluarga di Dinas Sosial Aceh, Safwan S.Ag, MM menjelaskan, kegiatan ini adalah upaya untuk memacu semangat kerja PSM agar dapat melaksanakan peran dan fungsinya secara baik, terencana, terarah dan berkesinambungan serta penuh tanggungjawab dalam usaha kesejahteraan sosial.

Selain itu, katanya, untuk meningkatkan pengetahuan sikap, pemahaman dan penghayatan kemampuan serta keterampilan teknis PSM dalam melaksanan tugas pengabdiannya di bidang usaha kesejahteraan sosial.

“Kita ingin meningkatkan motivasi dan kinerja PSM dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat umumnya dan PMKS khususnya,” kata Safwan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Isnandar A.KS, M.Si dan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Iskandar, S.Sos, MM. (Red)




Dinsos Aceh Serahkan Kursi Roda Adaptif untuk 62 Penyandang Disabilitas

 

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Dinas Sosial Provinsi Aceh bekerjasama dengan United Cerebral Palsy (UCP) Roda untuk Kemanusiaan, melakukan pemasangan dan penyerahan kursi roda adaptif untuk 62 penyadang disabilitas. Kegiatan ini akan berlangsung sejak hari ini, Senin 24 hingga Rabu 26 September 2018.

Pemasangan dan penyerahan ini merupakan tindak lanjut dari pengukuran tahap I yang sudah dilakukan pada 14-16 Agustus 2018 di halaman kantor Dinas Sosial Provinsl Aceh.

Sementara untuk tahap II akan dilakukan pengukuran pada 27- 28 September 2018 untuk 63 penyandang disabilitas, dan pemasanagannya akan dilakukan pada akhir Oktober 2018. Sehingga total kursi roda adaptif yang akan diberikan Dinas Sosial Aceh kepada penyandang disabilitas di seluruh kabupaten/kota di Aceh mencapai 125 unit.

Kepala Dinas Sosial Aceh dalam sambutannya mengatakan, penyerahan kursi roda adaptif untuk penyandang disabilitas di Aceh adalah agenda rutin yang dilakukan setiap tahunnya sebagai wujud kepedulian Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosoial yang bekerjasama dengan UCP.

“Ini adalah bentuk kepedulian kita Pemerintah Aceh dalam rangka menyongsong Aceh hebat,” ujarnya.

Menurut Alhudri, Pemerintah Aceh sangat serius dalam memperhatikan nasib penyandang disabiltas di Aceh, untuk itu dia berharap agar seluruh penyandang disabilitas di Aceh mendapat bantuan untuk membantu mereka agar bisa beraktivitas lebih mudah dan mandiri, serta tidak menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

Sebab, katanya, hanya dengan layanan kursi roda yang tepat lah yang akan membuat penyandang disabilitas merasa nyaman dan aman saat duduk di kursi rodanya.

“Kami juga tegaskan di sini, bahwa pemberian kursi roda ini gratis, tidak dipungut biaya,” tegas Alhudri.

Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah, A.KS., M.Si menambahkan, penyerahan kursi roda merupakan kegiatan rutin yang menjadi fokus Dinas Sosial Provinsi Aceh terhadap penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas ini terdiri dari berbagai jenis disabilitas, yang insya Allah semuanya akan kita bantu, yang semua akan kita usahakan pemberdayaannya melalui APBA terutama dan sebagahagiannya dari APBN,” katanya.

Untuk melaksanaan ini tentu saja memerlukan proses dan kerjasama dari pemerintah maupun masyarakat agar kegiatan ini dapat berlangsung sukses dan tetap sasaran. Seperti hari ini, Dinas Sosial Aceh melakukan pemasangan kursi roda adaptif untuk penderita cerebral palsy.

“Kami berharap kursi roda ini nantinya dapat dirawat dengan baik. Kami juga berharap pada kegiatan ini bisa menjadi perhatian kita semua menyangkut dukungan Pemerintah Aceh bahwasanya, kita akan memperhatikan semua permasalahan sosial termasuk penyandang disabilitas yang ada di Provinsi Aceh,” ujar Devi.

Sementara itu, Training and Partners Monitoring Officer UCP Roda untuk Kemanusian, Puryoko, mengatakan, UCP adalah lembaga sosial masyarakat non profit yang bergerak dalam upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilltas melalui penyediaan layanan kursi roda adaptif, maka kerjasama dengan Dinas Sosial Aceh dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Untuk itu dia berharap, dengan adanya kegiatan penyandang disabilitas akan mendapatkan alat bantu mobilitas kursi roda yang adaptif dan mampu membantu penyandang disabilitas untuk lebih mandiri dalam segala hal.

“Dengan mendapatkan akses kursli roda adaptif, maka diharapkan klien bisa mengakses hak-hak lainnya, misalnya hak untuk berpartisipasi, menyuarakan pendapat, bersekolah, bekerja, berekreasi dan lain sebagainya,” katanya. (Red)




Plt Gubernur Pimpin Upacara Hari Agraria Nasional di Aceh

Banda Aceh,Baranewsaceh.co Pelaksana Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memimpin upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional di Kantor Badan Pertanahan Nasional Provinsi Aceh, Senin 24 September 2018.

Peringatan Hari Agraria Nasional, tahun 2018 bertema “Tanah dan Ruang Untuk Keadilan dan Kemakmuran”. Maknanya, tanah dan ruang sebagai satu kesatuan utuh yang dapat memberikan keadilan dan kemakmuran dalam penggunaan, pemanfaatan, pemilikan untuk seluruh masyarakat, pelaku usaha maupun Negara.

Nova Iriansyah dalam sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) Pusat, Sofyan A. Djalil, yang ia bacakan, mengatakan pembangunan ekonomi yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masih terhambat oleh belum maksimalnya pengaturan persoalan pertanahan.

“Permasalahan dan sengketa pertanahan yang dihadapi, perlu penanganan dan penyelesaian secara komprehensif,” kata Nova. Hal itu dikarenakan banyak kasus sengketa pertanahan yang berlarut-larut dan menyita waktu. “Harapannya tentu dengan terdaftarnya seluruh bidang tanah melalui PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dapat mencegah terjadinya sengketa di kemudian hari.”

Untuk mengurangi ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan tanah, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan aset tanah dan penguatan hak masyarakat atas tanah/hutan adat, kata Nova, Pemerintah telah mencanangkan Program Reforma Agraria. Reforma Agraria adalah proses yang berkesinambungan demi kepastian dan perlindungan hukum serta keadilan dalam bidang pertanahan dalam mencapai kemakmuran.

Reforma Agraria merupakan komitmen pemerintah melalui program legalisasi dan redistribusi tanah seluas 9 juta hektar. Jumlah itu terdiri dari 600 ribu hektar tanah transmigrasi, 3,9 juta hektar tanah legalisasi aset, 400 ribu hektar tanah bekas HGU, dan 4,1 juta hektar tanah pelepasan kawasan hutan. Program tersebut diharapkan selesai pada tahun 2019.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas rencana tata ruang di Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional meluncurkan Sistem Informasi Geografis Tata Ruang (GISTARU). Sistem ini memungkinkan setiap orang untuk mengakses rencana tata ruang yang berlaku secara nasional maupun yang berlaku di setiap daerah.

Dengan terbukanya akses terhadap dokumen rencana tata ruang, pemerintah mengharapkan kesadaran masyarakat akan meningkat dan selanjutnya masyarakat berperan aktif dalam proses penyusunan rencana tata ruang dan pengawasan implementasinya.

Selain memimpin upacara dan memberi sambutan, Nova Iriansyah bersama Kakanwil BPN Aceh, Saiful, juga menyematkan tanda jasa Satyalencana Karya Satya dan penyerahan kenang-kenangan kepada purnabakti kepada mereka yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara mulai dari 10 hingga 30 tahun masa pengabdian. (Red)




Alumnus Teknik Diminta Ciptakan Lapangan Kerja

Banda Aceh, Baranewsaceh.co Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta alumnus Fakultas Teknik untuk terus berkarya sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Melihat latar belakang para ahli di Indonesia maupun dunia, kata Nova, Fakultas Teknik bisa disebut sebagai lembaga pendidikan yang berperan besar melahirkan inovator guna membangun peradaban manusia di masa depan.

“Saya yakin Fakultas Teknik adalah salah satu episentrum bagi lahirnya intelektual yang mampu menghadirkan pendidikan terbaik bagi putra putri bangsa Indonesia,” kata Nova saat menghadiri Sidang terbuka dalam rangka milad ke 55 Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.

Nova Iriansyah mengatakan, pelibatan alumnus teknik dalam pembangunan di berbagai belahan dunia telah membuat suatu yang dulunya dianggap tidak mungkin menjadi mungkin. Misalnya pembangunan jalan bawah laut dan terowongan hingga penciptaan pesawat nir-awak yang kini hanya menjadi hal yang biasa. Para ahli teknik dan sains bahkan kini tengah mendesain pesawat luar angkasa yang bisa membawa masyarakat berwisata hingga ke bulan.

“Canggihnya dunia teknologi tentunya melibatkan alumnus teknik,” kata Nova. Berkat kreatifitas alumnus teknik itu, Nova meyakini peradaban manusia akan terus berkembang.

Untuk menyongsong kemajuan zaman itu, Nova meminta para dekanad di Fakultas Teknik Unsyiah untuk menyusun kurikulum secara fleksibel, dan menyesuaikannya dengan Perkembangan zaman. Hal itu sangat berpengaruh untuk menjadikan mahasiswa menjadi pribadi kreatif dan inovatif.

Di usia 55 tahun, Nova yakin, Fakultas Teknik Unsyiah akan menjadi salah satu episentrum bagi lahirnya intelektual serta mampu memberikan pendidikan terbaik bagi putra putri bangsa Indonesia.

Wakil Rektor I Unsyiah, Ir. Marwan, mengatakan, Fakultas Teknik adalah salah satu fakultas favorit yang dibangun di tahun 1963, atau 2 tahun usai peresmian Unsyiah.

“Fakultas Teknik adalah bagian dari tumbuh dan berkembangnya Unsyiah,” kata Marwan. Di usia yang mencapai 55 tahun, ia berharap Fakultas Teknik bisa menjadi teladan bagi fakultas-fakultas lain di Unsyiah. “Tentunya menjadi teladan dalam hal mutu belajar, prestasi, mutu lulusan dan kiprah alumni.”

Dalam sidang terbuka milad ke 55 Unsyiah tersebut, Direktur Jenderal Cipta Karya, Danis Hidayat Sumadaliga menjadi pembicara dalam orasi ilmiah. Danis Hidayat membicarakan tentang kebutuhan insinyur serta teknologi dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. (Red)




Seminar Berprestasi LDK AL IHSAN Fakultas Pertanian

 

Banda Aceh, Baranewsaceh. co – 22 September 2018. Lembaga Dakwah Kampus Al Ihsan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh mengadakan kegiatan “Seminar Berprestasi” dengan tema “ Progreskan Diri Teguhkan Hati Melangkah Maju Untuk Berprestasi”. Sebanyak seratus lima puluh mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini yang tak hanya terdiri dari mahasiswa unsyiah, melainkan mahasiswa tersebut juga berasal dari kampus lain seperti Universitas Negeri Islam Ar-Raniry dan juga Universitas Serambi Mekkah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 September 2018 yang berlokasi di ruangan serba guna Fakultas Pertananian Unsyiah.

M.Yunus Azhari S.H, selaku pemateri pertama sangat terkesan dengan kegiatan ini sebab selain mengedepankan pentingnya berprestasi, kegiatan ini juga mengedapankan hal-hal islami seperti terdapatnya break shalat dhuha yang tidak didapatkan di acara-acara yang pernah diikutinya. Selain itu Miftahul Jannah dan Iga Mawarni sebagai pemateri yang kedua dan ketiga memberikan harapan agar acara seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya, sehingga dapat memberikan suatau icon terhadap mahasiswa baru agar termotivasi untuk berprestasi baik di dunia akademik maupun non akademik.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan ini, Dr. Allayli, S.Pt. M.Si selaku bembina dari Ldk Al Ihsan mengingatkan bahwa tak hanya dituntun untuk aktif berprestasi dalam kegiatan akademik, mahasiswa Unyiah juga harus berprestasi dalam kegiatan olahraga, minat bakat dan lainnya.

“Kegiatan ini sudah kali kedua dilaksanakan, setelah tahun lalu juga sukses dilaksanakan di tempat yang sama. Ldk Al Ihsan sendiri memiliki semboyan “Bersahabat Menebar Manfaat sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan nilai positif dan kebermanfaatan untuk mahaiswa pada umumnya,” ujar Al Iqbal selaku Ketua Umum Ldk Al Ihsan.

Sementara Ilham Raobi selaku ketua panitia dalam kegitan ini mengungkapkan harapan mengenai kegiatan tersebut, “semoga acara seperti ini semakin baik dan tetap terus ada karena saya lihat hal ini dapat mengubah pemikiran mahasiswa tentang suatu prestasi baik akademik maupun non-akademik. Dan saya  juga mengucapkan ribuan terima kasihkepada panita dan segala pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan  acara ini”. tuturnya dalam sesi wawancara. (Red)




Azhari Cage Jenguk Gadis Penderita Pembengkakan Jantung

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Azhari Cage SIP menjenguk Intan Nafisa gadis penderita pembengkakan jantung di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, sabtu malam (22-09-2018). 

Banda Aceh, Baranewsaceh.co  –  Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi PA, Azhari Cage SIP menjenguk Intan Nafisa gadis penderita pembengkakan jantung di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, sabtu malam (22-09-2018).

Azhari Cage mengatakan, Ia baru mendapatkan kabar yang bahwa ada seorang gadis dari Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara yang sedang dirawat Intensif di RSUZA Banda Aceh, “Katanya.

Saya baru mengetahui bahwa ada gadis dari Lancang Barat, Aceh Utara yang sedang berjuang dengan penyakitnya, dan kini di rawat di RSUZA Banda Aceh. Kabar Itu saya ketahui saat melihat postingan teman-teman di media sosial, “tutur Azhari Cage.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Azhari Cage SIP menjenguk Intan Nafisa gadis penderita pembengkakan jantung di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, sabtu malam (22-09-2018).

“Kita do’akan adik kita Intan Nafisa lekas sembuh dari penyakit yang sedang dideritanya. Dan semoga adik kita tersebut tetap tabah dan sabar, serta selalu semangat dalam menghadapi cobaan ini, “Lanjut Politisi Partai Aceh tersebut.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Azhari Cage SIP menjenguk Intan Nafisa gadis penderita pembengkakan jantung di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, sabtu malam (22-09-2018).

Sementara itu, Azhar selaku ayah dari Intan Nafisa mengatakan, sejak 2014, Intan dirawat di rumah sakit Lhokseumawe. Kemudian rutin rawat jalan serta harus mengonsumsi obat. Beberapa hari lalu, saya bawa dia ke Banda Aceh dengan rencana rawat jalan, ternyata sampai di Banda Aceh tidak dibolehkan pulang lagi. Kondisinya semakin kritis dan harus dirawat, “katanya.

Intan sendiri merupakan anak bungsu dari pasangan Azhar dan Rosmawan yang sehari-hari bekerja serabutan. Kadang menghabiskan waktu di pabrik batu-bata dengan upah harian.

“Pekerjaan apapun saya lakoni untuk keperluan sehari-hari. Termasuk untuk membiayai pengobatan anak saya ini, “kata Azhar dengan nada sedih.

Putri sulung dari pasangan Azhar dan Rosmawan tersebut kini masih terbaring dan dirawat di ruang Arafah 1 Kamar 7, RSUZA Banda Aceh. Intan Nafisa sangat membutuh uluran tangan kita.(ADAM)