BPP Celala Pamerkan Komoditi Berjalan Dalam Karnaval HUT RI Ke 73

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Penyuluh berasal dari kata Suluh yang berarti barang yang akan di pakai atau di gunakan untuk media penerangan. Sedangkan Penyuluh  adalah orang yang bertugas memberikan penerangan atau penunjuk jalan, sehingga makna dari kata Penyuluhan yaitu suatu metode dan proses yang dilakukan oleh seseorang untuk memberikan penerangan atau informasi kepada orang lain dari semula tidak tahu menjadi tahu, yang tahu menjadi lebih tahu.

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 73, Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah ikut serta berpartisipasi dalam karnaval yang diadakan oleh MUSPIKA Setempat. Acara karnaval yang di selenggarakan  hari ini  Kamis 16 Agustus 2018 terdapat pemandangan yang “ Istimewa dan Unik” dengan kehadiran sebuah alat mesin pertanian (Alsintan) yang telah di “Sulap” menjadi Komoditi Berjalan. Komoditi berjalan ini menjadi daya Tarik yang sangat menakjubkan sehingga seluruh masyarakat tersedot pandangannya ke Jonder yang di supiri oleh Zuhri salah seorang Penyuluh dan operator di BPP tersebut.

Sehari sebelumnya (Rabu 16-08-2018) seluruh Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Celala bekerja sama untuk me “make up” alsintan tersebut, aneka ragam komoditi yang berasal dari daerah penyuluhan meraka rangkai dan susun sesuai instruksi instruksi dari Kepala BPP Celala Sadarmi, SP, beliau adalah salah seorang penyuluh yang sarat pengalaman baik di Daerah maupun Nasional dalam mengikuti Pameran Pembangunan Pertanian.

Komandan Koramil (Danramil) 06/Silih Nara, Kapten Inf Iwan Mulyawan bersama Serikandi Babinsa wilayah setempat ikut serta membantu dalam proses mempercantik alsintan tersebut agar komoditi berjalan ini menjadi sebuah “Pameran” untuk memperomosikan agar seluruh komoditi yang ada disini di ketahui oleh masyarakat umum khususnya masyarakat di Kecamatan Celala.

“Tidak terasa Bangsa Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya yang ke 73, kita wajib bersyukur kepada Allah Swt yang telah menganugerahkan daerah tropis dengan segala keunnggulanya : Matahari yang bersinar sepanjang tahun, tanah yang dominan subur dan aneka ragam yang sangat banyak dan bermanfaat. Mengingat kondisi sumber daya yang potensial, maka kecamatan Celala layak dan Insha Allah menjadi produsen Pangan Sehat terkemuka di Kabupaten Aceh Tengah ini, karena kita sadar Fitrah manusia sebagai pemakmur bumi bukan perusak bumi” jelas Danramil kepada penulis ketika santap siang bersama di BPP Celala.

Kepala BPP Celala Sadarmi, SP mengakatan “ Tujuan dari komoditi berjalan ini supaya HUT RI yang ke 73 kali ini lebih berwarna dan menarik serta  untuk menyampaikan kepada masyarakat Celala khususnya generasi muda agar mereka mengetahui lebih dalam tentang potensi daerah mereka tentang pertanian, dalam memaknai kemerdekaan hari ini kita juga harus berusaha dan bekerjasama untuk kemerdekaan pangan kita,   yaitu kita memproduksi pangan yang Halallan Thoyiban dan bergizi karena lahan, air udara kita yang masih sangat segar dan tentunya sehat.”

Beberapa komoditi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAP) yang di pamerkan dalam komiditi berjalan ala BPP Kecamatan Celala yaitu : Ketela, Pepaya, Nenas, Markisa Lokal (neggeri Red), Labu Siam, Terong Belanda, Pisang, dll. Semangat Para penyuluh pertanian dalam wilayah kerja Kecamatan Celala pautu kita apresiasi karena selain aktif di lapangan dalam silaturahmi dan sharing informasi pertanian ke wilayah binaan mereka masing-masing, tetapi juga memiliki jiwa seni yang tinggi dalam mengemas hasil komoditi mereka untuk di pamerkan salah satunya dengan “Komoditi Berjalan” ini.

Salah satu hadist yang sering kita dengar dari para Tengku tentang investasi akhirat yaitu “Ilmu Yang Bermanfaat” dalam hal ini para penyuluh pertanian dengan sukarela dan hati ikhlas senantiasa memberikan informasi-informasi pertanian yang bermanfaat bagi para petani supaya mampu dan sanggup berswadaya memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraannya.

*Riega Petani Muda Berdomisili di Dataran Tinggi Gayo




Penyuluh-Petani “Berkoalisi” Sharing Informasi Pertanian Kepada Siswa SMU Negeri 19 Takengon

 

ACEH TENGAH, BARANEWSACEH.CO  – Waktu menunjukkan Pukul 09.00 Wib Matahari dengan sinarnya yang cerah menyinari bumi khususnya Dataran Tinggi Gayo Takengon Aceh Tengah, 7 orang pemuda yang terdiri dari Penyuluh dan  Petani melakukan perjalanan yang memakan waktu sekitar 90 menit atau satu setengah jam dari kota Takengon menuju  sekolah SMU N 19 Takengon, sebuah Lembaga Pendidikan Resmi Milik Pemerintah yang beralamat di Jalan Angkup-Pameu Desa Pantan  Tengah Kecamatan Rusip Kabupaten Aceh Tengah. Dengan mengendarai Mobil Pick up milik salah seorang penyuluh untuk memenuhi undangan Bapak Muhammad S.Ag, Kepala Sekolah SMUN 19 Takengon Tersebut.

Sambutan hangat penuh kekeluargan dari pihak sekolah membuat suasana sangat menyenangkan dan penuh kebahagian  Silaturahmi antara “Koalisi Penyuluh dan Petani” ke SMUN 19 Takengon ini dalam rangka menjalin mitra dan sharing informasi serta memberi motivasi kepada peserta didik beliau agar terbuka cakrawala pemikiran mereka khususnya di bidang pertanian. Sebagaimana yang sering kita dengar tentang Petuah Negeri ini bahwa Masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh generasi muda yang saat ini sedang tumbuh. Menyadari begitu pentingnya kedudukan dan peranan pemuda, maka Bung Karno pernah mengatakan “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia”.

Pertanian merupakan salah satu pilar pembangunan suatu bangsa, dan melalui sector pertanian inilah kebutuhan akan pangan bisa tercukupi. Prisiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno ketika meletakan batu pertama pembangunan Kampus IPB pada tahun 1963 mengingatkan kembali bahwa persoalan persediaan pangan bagi bangsa Indonesia merupakan “Soal Hidup dan Mati”.

Keberhasilan dan kesinambungan di sector pertanian tidak dapat dipisahkan atau dengan kata lain tak lepas dari peran para penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dalam pembangunan dan pengembangan di bidang pertanian untuk mencapai cita-cita Founding Father bangsa ini tentang kedaulatan pangan. Pangan merupakan kebutuhan utama seluruh manusia. Kebutuhan pangan terus meningkat dari tahun ke tahun, hal ini terlihat dari permintaan bahan pangan di pasar yang cenderung terus meningkat. Pemerintah memang sudah menyadari kebutuhan pangan merupakan kebutuhan utama yang harus dipenuhi sehingga muncul program-program yang bertujuan untuk mencapai swasembada pangan seperti Repelita pada era orde baru hingga  program Upaya Khusus Tanaman Padi, Jagung, dan Kedele (UPSUS PAJALE) pada era pemerintahan kini sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Regenerasi petani akan menjadi permasalahan krusial. Jika kita melihat data Petani menurut klasifikasi umur yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2013, sekitar 61% petani utama berusia lebih dari 45 tahun, 1% petani berusia 15-24 tahun, 12% berusia 25-34 tahun, dan 26% berusia 35-44 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa generasi muda kurang tertarik menjadi petani dan terjadi kelemahan regenerasi di sektor pertanian.

Saprin Zailani, SP mewakili rombongan “Koalisi”  memberikan motivasi kepada seluruh siswa khususnya yang akan tamat dan meninggalkan bangku sekolah SMU Negeri 19 Takengon  bahwa  generasi muda adalah kunci, dan pertanian modern adalah solusi untuk bagi generasi muda untuk terlibat dalam bisnis pertanian. Pertanian digital adalah salah satu alat pertanian modern yang dapat mengubah pertanian menjadi bisnis yang menarik.

Generasi muda yang saat ini bisa banyak menyerap berbagai macam ilmu yang diperoleh dari mana saja termasuk dari internet, pendidikan formal, pendidikan informal, maupun teknologi informasi-komunikasi (TIK) yang semakin maju.kita sebagai generasi muda lanjutnya jangan terpengaruh dengan Kondisi lingkungan sosial di masyarakat masih menganggap bahwa petani adalah pekerjaan yang kotor, petani merupakan golongan orang yang miskin, dan lain sebagainya.

Siriega Ayong seorang petani muda yang sarat pengalaman baik di lapangan maupun dalam beberapa acara pameran pembangunan pertanian baik tingkat daerah maupun nasional  yang ikut dalam rombongan “Koalisi” ini diminta untuk sharing pengalaman kepada siswa menyampaikan bahwa Petuah Endatu Muyang Orang Gayo Pernah memberikan 4 Tips kepada kita yaitu :

  1. Lisik (Rajin) kita harus rajin mencari pelbagai informasi baik itu dari media cetak ataupun internet, yang kemudian apa yang telah kita dapatkan dari pencarian tersebut kita aplikasikan di lapangan agar kita mengetahui dan bisa kita evaluasi untuk kesempurnaaan dari yang kita terapkan.
  2. Bidik (Cepat) dengan perkembangan tehnologi saat ini akses informasi telah mudah kita dapatkan tinggal bagaimana kita kita “action” untuk hal yang sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan. Kebanyakan kita terkadang selalu telat dan akhirnya menyesal dengan ketertingalan karena kebanyakan entar atau nanti akan kita lakukan.
  3. Cerdik (Cerdas) sebagai generasi muda kita harus pintar memilih dan memilah dalam segala hal agar selau berada dalam lingkungan yang fositif baik itu bagi jiwa dan raga.
  4. Mersik (Kuat) kita sebagai generasi muda harus kuat melawan kemalasan yang akan berefek negative bagi diri sendiri, juga harus kuat menghadapi tantangan dan rintangan baik secara phisik maupun secara psykologis yang muncul dari luar kendali diri kita sendiri. Dengan menerapkan keempat hal apa yang kita lakukan akan berefek positif dengan hasil yang kita harapkan pungkasnya.

 

Muhamad S.Ag menyampaikan ucapan terimakasih kepada para “Motivator” yang dengan hati ikhlas telah menyumbangkan pikiran, waktu dan tenaga untuk bisa sampai ke Sekolah kami, mudah- mudahan silaturrahmi dan sharing informasi antara “koalisi” penyuluh dan petani beserta generasi muda ini menjadi ilmu yang bermanfaat karena dengan “Berjamaah” segala sesuatu yang ingin kita capai akan lebih mudah dan maju sesuai semboyan sekolah kami ini yaitu “ Murum-Murum Kati Bersatu, Kati Maju Bidang Pendidiken” ( Bersama-sama supaya bersatu, agar Maju Bidang Pendidikan) Khususnya pendidikan di bidang pertanian.

  • Riega Petani Muda yang berdomisili di Aceh Tengah




BIO-SLURRY MENJADI “PONDASI” DALAM BUDIDAYA KENTANG DI PANTAN TERONG

Pantan terong telah di nobatkan sebagai salah satu destinasi agro wisata yang secara administrative berada di Kampung Bahgie Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, puncak al-Kahfi sebutan lain dari pantan terong berada di 1800 Meter Dari Permukaan Laut yang berjarak sekitar 7 KM dari pusat kota Takengon ibukota dari Kabupaten Aceh Tengah itu memang sangat masyhur dengan udaranya yang sejuk.

Udara dingin yang menusuk keseluruh relung jiwa raga terbarkan saat hamparan landscap keindahan kota Takengon  dari puncak ini, hampir  setiap jengkal kota penghasil kopi arabika terbaik di dunia ini kelihatan, bahkan birunya dana laut tawar yang exotis menjadi hidangan pemandangan yang sungguh mengenyangkan jiwa.

Di daerah ini kita akan disuguhkan juga dengan hamparan tanamanholtikultura seluas mata memandang dengan aneka ragam tanaman sayur-sayuran khususnya kentang. Kentang merupakan salah satu komoditi yang sangat di gemari oleh para petani yang bercocok tanam di sini yang mereka budidayakan untuk memenuhi pasokan pasar yang tentunya berefek positif untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga agar sejahtera dan dapat memenehuhi kebutuhan hidup mereka.

Kelompok Tani “Enti Gaboxs” sebagai produsen dalam usaha tani mereka selalu meminimalisirkan penggunaan bahan kimia dengan memakai bahan organik untuk menjaga baik itu mutu maupun keamanan pangan dari hasil pertanian mereka salah satunya dengan menggunakan Pupuk Organik Cair dari kotoran ternak sapi yaitu Bio-Selurry.

Bio-Slurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobic) dalam ruang tertutup. Bio-Slurry sebagai pupuk memiliki bahan kandungan organik yang sangat tinggi dan bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, tanah yang diberi Bio-Slurry menjadi lebih gembur serta meningkatkan populasi dan aktivitas mikro organisme tanah.

Saat ini keamanan pangan adalah isu nasional yang telah telah tersebar luas keseluruh nusantara dan menjadi tanggung jawab bersama, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor:20/PERMENTANT/OT.140/2/2010 “TENTANG SISTEM JAMINAN MUTU PANGAN HASIL PERTANIAN” Dalam Pasal 1 ayat 10 di jelaskan bahwa Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia,dan benda lain yang dapat menggangu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Dengan Jurus 5 T yaitu : Tepat Guna, Tepat Cara, Tepat Dosis, Tepat Waktu dan Tepat sasaran mereka menyirami lahan usaha tani budidaya kentang meraka dengan kerja sama team yang solid seperti pepatah “Berat sama di pikul, Ringan sama di jinjing.” Saat ini lahan usaha Kelompok Tani “Enti Gaboxs” menjadi salah satu destinasi Agro Wisata kentang di Pantan Terong di buktikan dengan kunjungan beberapa pihak baik dari instansi Pemerintahan, Swasta maupun mahasiswa baik itu strata I dan Strata 2 yang bersilaturrahmi dan sharing informasi langsung dengan para petaninya.

  • Riega seorang petani Muda dan penulis di Dataran Tinggi Gayo Takengon Aceh Tengah




Aceh Tengah : Warga Temukan Bayi Dalam Kardus

Takengon, Baranewsaceh.co – Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah sekira pukul 15.00 wib digegerkan dengan penemuan Bayi mungil laki-laki di dalam sebuah Kardus yang telah di lengkapi dengan peralatan Bayi. Penemuan bayi tersebut tepatnya di Kampung Belang Gele, Dusun Masjid, Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Sabtu 11 agustus 2018.

Karma (30) Sumber Baranewsaceh.co di lokasi kejadian mengatakan.” kronologis penemuan bayi yang berjenis kelamin Laki-laki tersebut, di awali dengan seorang Gadis bernama DN di dalam sebuah bilik kecil disamping rumah yang biasa digunakan untuk tempat memasak dengan kayu bakar”.

Awalnya DN hendak membuang sampah dibelakang rumahnya, tiba-tiba ia mendengar seperti suara kucing, lalu ia bertanya kepada temannya SL, dan mendekati suara tersebut dan melihat sebuah Kardus yang telah diletakkan dengan rapi disamping rumahnya.

lalu ia (SL) penasaran dengan isi kardus itu, ternyata setelah dibuka isinya anak bayi yang baru dilahirkan, ia berteriak kepada warga setempat untuk meminta pertolongan. Anehnya bayi itu diletakkan lengkap dengan, Bedong, Susu 2 Kotak, Botol Susu, Beberapa pakaian Bayi dan Roti”, terang Warga tersebut

Hingga berita ini diturunkan, Bayi yang ditemukan itu sudah dibawa ker Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon cek kesehatan lebih lanjut.

Sementara memurut penuturan bidan, bayi yang baru ditemukan itu baru dilahirkan selama dua jam, karena sudah terbungkus rapi, sedangkan ari-arinya mungkin sudah di tanam oleh orangtuanya. (DN)




KERAWANG GAYO JADI PRIMADONA DI ACEH EXPO 2018

 

Oleh : Anugrah Fitradi, S.Pt

Aceh Expo 2018 merupakan ajang promosi berbagai produk-produk unggulan dari setiap Instansi atau yakni Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), Pemerintah Kabupaten dan Kota, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga dan swasta. Terdapat juga pameran bermacam kuliner, fashion dan otomotif. Disitu pula para peserta menampilkan produk-produk unggulan yang berkualitas berupa hasil dari kerajinan tangan dan kuliner yang memiliki daya saing tinggi untuk dipasarkan secara lokal, Nasional maupun Internasional.

Kabupaten Aceh Tengah juga ambil bagian pada Pameran di Aceh Expo yang berlokasi di Lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh Provinsi Aceh. Stand yang berukuran 3 x 3 m ini berisi berbagai macam corak kerajinan tangan yang khas yaitu “Kerawang Gayo” dan berbagai komoditi unggulan di bidang pertanian seperti Alpukat Gayo, Jeruk Keprok Gayo, Nenas Gayo, Bawang Merah Gayo, Markisa, Nenggri, Terong Belanda dan sebagainya. Tak terkecuali “Kopi Arabika Gayo” yang sudah terkenal sebagai salah satu komoditi yang berkelas Ekspor ke berbagai manca negara.

Dimana pengunjung yang datang ke Stand Kabupaten Aceh Tengah ini disuguhkan oleh minum gratis Kopi Arabika Gayo, serta dapat melihat beberapa produk fashion yang bercorak motif Kerawang Gayo seperti Upuh Ulen-ulen, tas, jilbab, kipas, bros, gelang tangan, dan berbagai baju kaos yang bersablon kerawang dan lain sebagainya.

Yang lebih menarik lagi adalah pengunjung dapat ber-foto di Stand yang berlatar belakang “Upuh Ulen-ulen” di dinding Stand, dan juga dapat bergaya dengan memakai Upuh Ulen-ulen. Upuh Ulen-ulen adalah selembar kain busana adat diselimutkan kepada calon pengantin, kainnya berwarna hitam, dirajut benang yang bermotif Kerawang Gayo. Sejak hari pembukaan Aceh Expo digelar sampai hari ke-6 ini (09/08/2018) banyak sekali pengunjung ingin berfoto dengan memakai Upuh Ulen-ulen dan rela antri untuk dapat memenuhi niatnya, terutama pengunjung yang berusia remaja yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat yang hadir ke Aceh Expo tersebut. Dan banyak tanggapan positif yang diutarakan oleh pengunjung yang telah berfoto dan rasanya sangat memuaskan. Serta banyak pula yang mengagum aroma dan rasa Kopi Arabika Gayo yang disuguhkan dalam Stand Kabupaten Aceh Tengah.

Upuh Ulen-ulen ini menjadi salah satu primadona yang ditunggu-tunggu oleh banyak pengunjung masyarakat Aceh khususnya dan masyarakat dari luar Aceh pada umumnya. Dengan ini semoga Kerawang Gayo dapat lebih dikenal oleh semua kalangan masyarakat luas.

Kegiatan Aceh Expo 2018 ini merupakan salah satu rangkaian dalam Ajang Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 7 Tahun 2018. Yang berlangsung sejak tanggal 4 Agustus 2018 sampai dengan tanggal 13 Agustus 2018 di Lapangan Blang Padang Banda Aceh. Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ini diselenggarakan setiap 4 tahun sekali.

*)Penyuluh Pertanian Kabupaten Aceh Tengah




TNI – Polri Beserta Masyarakat Takengon Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

 


Takengon, Baranewsaceh.co – Sejumlah prajurit Kodim 0106/Ateng bersama aparat Kepolisian, anggota Paskibra dan dibantu oleh masyarakat melakukan pengibaran Bendera Merah Putih ukuran raksasa dengan panjang 73 M, dan lebar 2 M, bertempat di jalan protokol Kota Takengon, tepatnya Jln. Lebe Kader depan Masjid Raya Agung Ruhama, Jum’at ( 10/08).

Kegiatan tersebut menurut Dandim 0106/Ateng-BM Letkol Inf Hendry Widodo dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke-73 dan sekaligus partisipasi TNI-Polri dan masyarakat Dataran Tinggi Gayo untuk mensukseskan even olah raga yaitu Asean Games Ke-XVIII Tahun 2018, yang akan berlangsung di Dua tempat, Jakarta dan Palembang.

“Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa ini untuk mengobarkan semangat patriotisme, terutama di kalangan generasi muda. “Bagaimanapun semangat patriotisme harus terus berkobar terutama pada kalangan generasi muda untuk menghadapi massa depanya”, Jelas Dandim.

Lanjutnya, ini sudah direncanakan dengan matang dan sengaja dipasang dijalan utama supaya mudah dilihat warga agar mereka tidak melupakan sejarah, dapat menanamkan jiwa nasionalisme kepada generasi muda dan menghormati perjuangan para pahlawan, selain itu masyarakat akan semakin bersemangat dalam mengisi kemerdekaan.

Pesan Dandim, mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia yang tercinta ini serta berharap kepada seluruh masyarakat Kab. Ateng-BM khususnya dan warga dari Sabang sampai Merauke umumya, terutama generasi muda harus merasa bangga menjadi bagian dari bangsa yang besar yaitu Bangsa Indonesia.(DN)




Udin dan Rifin Pelawak Gayo Siap Hebohkan Pentas Lawak PKA

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Dua pelawak Gayo asal Kabupaten Bener Meriah “Udin & Ripin, hari ini Selasa 07 Agustus 2018 pukul 14.00 wib, akan tampil dalam pentas lawak PKA – 7 di Taman Budaya Kota Banda Aceh.

Arifin Muslim salah seorang personil dari group lawak ini saat di temui di hotel Mawar Stui Banda Aceh Kepada Baranewsaceh.co mengatakan. Pada penampilan lawak kali ini, kita akat mengangkat tema terkait keberadaan Kopi Gayo. Menurut Rifin, Kopi merupan urat nadi perekonomian masyarakat Gayo, keberadaan kopi Arabika Gayo bahkan sudah sangat terkenal di belahan dunia. Kopi adalah kebanggaan, dan kita terus berupaya setiap sendi kehidupan itu selalu di bumbui dengan nuansa kopi. Ujarnya

Sementara dalam pementasan lawak nanti, kita akan coba mementaskan tentang kopi mulai dari cara menanam kopi hingga pasca panen sampai ready siap ekspor. Lucunya lagi dialog dalam penampilan lawak nanti akan dipadukan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Gayo, Bahasa Aceh, dan Bahasa Indonesia.

Group lawak Udin & Ripin kali ini juga menghadirkan bintang tamu, Atun. Tokoh yang mirip Atun dalam serial “Si doel Anak Sekolahan” yang pernah di tayangkan di salah satu stasion TV Swasta Nasional.

Selanjutnya Group lawak Gayo Udin & Rifin plus Atun berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Gayo di mana saja berada, khusus buat masyarakat Gayo yang berada di kota Banda.

Lewat Media Baranewsaceh.co Group lawak Udin & Rifin plus Atun Gotol mengatakan. Saksikan penampilan kami group Udin & Ripin dalam pentas lawak PKA di Taman Budaya Banda Aceh hari ini selasa 07 Agustus 2018 pukul 14.00 Wib. (DN)




Gajah Putih Dari Kerajaan Linge Meriahkan Pawai PKA-7, Sedot Perhatian Warga


Kehadiran gajah-gajah di pawai PKA-7 sedot perhatian warga (Tribun Medan/HO)

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO  – Kehadiran seekor gajah putih dalam pawai Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 menyedot perhatian warga. Hewan berbelalai dari Kerajaan Linge ini memiliki postur lebih besar dibanding tiga ekor gajah lainnya.

Pawai dalam rangka menyemarakkan PKA dilepas dari Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (06/08/2018). Peserta pawai berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Mereka berjalan mengitari sejumlah ruas jalan protokol di Banda Aceh.

Rute yang ditempuh yaitu dari Lapangan Blang Padang menuju ke Simpang Jam, melintasi Meuligoe Gubernur Aceh, menuju Panggung Kehormatan yang berada di sisi utara Masjid Raya Baiturrahman. Setelah berkeliling, peserta pawai selanjutnya kembali ke Lapangan Blang Padang.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah memimpin jalannya pawai budaya dengan menunggangi seekor gajah yang sudah disiapkan. Di atas tubuh satwa berjuluk “Po Meurah” tersebut, ditaruh tempat duduk. Selain Nova, gajah tersebut juga ditunggangi oleh Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda.

Dalam pawai tersebut, kehadiran gajah-gajah ini mampu menarik perhatian warga. Terlebih dengan adanya seekor gajah putih yang membawa kontingen dari Tanah Gayo. Masing-masing gajah yang dipakai untuk pawai ini ditemani oleh seorang mahout.

Pawai PKA 7 yang dilepas oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman ini diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Aceh. Masing-masing daerah menampilkan ciri khas dan keunggulan budaya lewat pakaian yang digunakan. Di antaranya seperti baju adat, gaun kreasi, putroe bungong, atraksi budaya dan kearifan lokal ditampilkan dalam pawai tersebut.

“Selamat mengikuti PKA 7 dan selamat datang di Banda Aceh. Mari bersama kita meriahkan dan sukseskan event ini. Mari kita tunjukkan keluhuran budi dan kekayaan adat budaya Aceh ke mata dunia,” kata Aminullah.

Dalam pawai, sebagian peserta juga membawa sepeda ontel yang merupakan salah satu kendaraan pada masa tempo dulu. Pawai ini digelar juga dalam rangka promosi adat Aceh. Selain pawai jalan kaki, juga ada konvoi mobil hias dalam rangkaian acara tersebut.

Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Irmayani menambahkan, PKA-7 tahun 2018 banyak tampilan berbeda dengan tahun –tahun sebelumnya. Untuk 2018 ini, banyak keunikan yang ditampilkan. Ini semua untuk mengingatkan kembali akan sejarah-sejarah masa lalu di Aceh.

Tidak hanya dari segi seni dan budaya, tempat pergelaran PKA-7 ini juga berbeda denan PKA sebelumnya. “Kalau dulu lokasinya fokus di Komplek Ratu Safiatuddin saja, kali ini ada beberapa tempat. Ada di Taman Ratu Safiatuddin, Taman Sari, Lapangan Balang Padang, Lapangan Tugu dan Meseum dan sejumlah tempat lainnya. Itu semua ada di alplikasi android PKA-7,” kata Irma.

Penampilan gajah putih pada karnaval yang digelar, mengingatkan akan gajah putih di Aceh. Lambang tersebut kini menjadi logo atau ikonnya Kodam Iskandar Muda (Kodam IM). “Sejarah-sejarah itulah yang kita tampilkan pada PKA kali ini,” pungkasnya.

Pagelaran even PKA secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada Minggu (5/8) malam di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh. Kegiatan empat tahunan ini berlangsung selama 10 hari dan akan berakhir pada 15 Agustus mendatang. [*]

SUMBER : TRIBUN-MEDAN.COM




Takengon : Kualifikasi Piala Menpora Digelar Tertutup, Disinyalir Ada Permainan

 

Takingon, Baranewsaceh. Co – Kualifikasi piala Menpora yang digelar pekan lalu di Jagong, Kecamatan Jagong Jeget, menuai kontroversi. Pasalnya, kualifikasi untuk menjaring Sekolah Sepak Bola (SSB ) terbaik Aceh Tengah agar berangkat mewakili Kabupaten tersebut, disinyalir kuat terdapat permainan, sehingga diduga SSB yang punya kedekatan dengan panitialah yang berangkat.

Bahkan, untuk bergulirnya kualifikasi tersebut pihak panitia, mengatakan kebeberapa manajer SSB di Aceh Tengah, kualifikasi ditunda tanpa alasan jelas. Namun, fakta berbicara lain, panitia tetap menggelar kualifikasi tanpa sepengetahuan puluhan SSB terbaik yang ada di Aceh Tengah.

“Kata panitia kualifikasi ditunda, tapi nyatanya kualifikasi sudah bergulir dan sudah ada pemenangnya. Ini saya duga seperti ada settingan, bahwa SSB tertentu yang punya kedekatan dengan panitialah yang sengaja dimenangkan,” kata manajer SSB Pesangen, Salahuddin, Sabtu (28/7/2018).

Menurut ia hal tersebut menjadi masalah besar dikarenakan SSB terbaik yang ada di Aceh Tengah, tidak mengambil bagian dalam kualifikasi U16, U14 dan U12, untuk mewakili Kabupaten Aceh Tengah, untuk ketingkat Provinsi.

Salahuddin yang juga mewakili puluhan SSB di Aceh Tengah itu, menduga panitia sengaja menutup – nutupi kualifikasi tersebut, agar SSB tertentu yang punya kedekatan dengan panitia menjadi prioritas untuk diberangkat mewakili Aceh Tengah. Sehingga, 79 SSB yang ada di Dataran Tinggi Gayo (DTG) itu, tidak bisa menurunkan talenta muda terbaik mereka, karena dimonopoli kegiatan kualifikasi oleh segelintir orang.

“Ya merasa ditipu, jika ingin memonopoli kegiatan, jangan secara terang – terangan. Akibatnya, bisa berdampak hilangnya talenta berbakat di Kabupaten ini. Hampir seluruh SSB disini, mengetahui adanya kualifikasi itu, namun dikatakan ditunda. Tetapi, kami mendengar kualifikasi sudah digelar dan mendapatkan pemenang, dan kabarnya sudah dilepas oleh Bupati Aceh Tengah,” ungkapnya.

Disebutkan, untuk pegelaran kualifikasi yang digelar secara tertutup tersebut, yang mengikuti kualifikasi diantaranya, U16 hanya diikuti empat SSB, U14 juga diikuti empat SSB, sementara untuk U12 diikuti sembilan SSB. Kemudian dijaskan, terbaik satu dan dua disetiap jenjang usia tersebut, akan diberangkatkan mewakili Aceh Tengah.

“Kebanyakan anak didik kami bahkan di puluhan SSB lainnya di Aceh Tengah, merasa kecewa, hingga putus asa. Padahal banyak dari mereka yang punya bakat. Sangat disayangkan bila event sekelas piala Menpora bisa dipermainan oleh oknum tertentu. Dan kami tahu SSB yang berangkat tersebut, merupakan anak asuh dari oknum panitia penyelenggara,” kesalnya.

Sementara itu pemerhati sepak bola Aceh Tengah, Almer Agung Islami, saat dikonfirmasi menyesalkan kualifikasi tersebut yang digadang – gadang serta disinyalir banyak kepentingan kelompok tertentu.

“Ini tidak bisa dibiarkan, jika memang apa yang beredar saat ini bahwa panitia menutup – nutupi kualifikasi U16, U14 dan U12, ditingkat Kabupaten hanya untuk mengoal kan SSB tertentu karena punya kedekatan dengan panitia. Akibatnya bisa patal, karena membuat pupus harapan kita terhadap perkembangan sepak bola di Aceh Tengah,” imbuhnya.

Untuk itu ia menegaskan, selama praktek nepotisme masih dijalankan dalam penjaringan talenta muda sepak bola, secara perlahan akan mematikan potensi sepak bola Aceh Tengah. “Kita berharap dinas terkait bisa menganulir kualifikasi ini, jika memang terbukti ada permainan monopoli siapa dan SSB tertentu yang harus diberangkatkan mewakili Aceh Tengah,” tandasnya. (Red)




8 Agustus 2018 JCH Aceh Tengah Menuju Tanah Suci

Takengon, Baranewsaceh. Co – Sebanyak 133 Jama’ah Calon Haji (JCH) Kabupaten Aceh Tengah dijadwalkan akan berangkat ke tanah suci, Makkah Al-Mukarramah pada 8 Agustus 2018 mendatang.

“Sebelumnya JCH Aceh Tengah menuju Embarkasi Banda Aceh pada 7 Agustus 2018, keesokannya menuju Mekkah melalui Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar,” ujar Kepala Kankemenag Aceh Tengah Drs H Amrun Saleh MA dalam rapat persiapan keberangkatan Calon Jama’ah Haji di ruang kerja Wakil Bupati Aceh Tengah, Jum’at (27/7).

Wabup Firdaus ketika memimpin rapat itu mengharapkan keberangkatan JCH Aceh Tengah tahun ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Kesiapan keberangkatan calon jamaah haji ini harus kita persiapkan dengan sangat matang dan mengharapkan supaya tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi,” terang Firdaus.

Dihadapan peserta rapat dari beberapa instansi terkait, Firdaus menekankan  untuk memastikan kondisi transportasi dan hal lain berada dalam keadaan layak, sehingga tidak ditemui kendala dijalan, terutama ketika menuju dari Takengon ke Banda Aceh. (Red)




Dandim dan Kapolres Tengahi Persoalan Demo Penghuni Lapas Takengon


Takengon, Baranewsaceh.co – Ratusan penghuni Rumah Tahanan ( Rutan ) yang menjadi warga binaan kelas II B Kabupaten Aceh Tengah melakukan aksi demo didalam lapas, akibat perselisihan dengan Kepala Pengamanan Lapas Mahrijal. Tuntutan pendemo agar kepala pengamanan segera di ganti.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dandim 0106/Ateng-BM Letkol Inf. Hendry Widodo bersama Kapolres Aceh Tengah AKBP. Hairajadi melakukan koordinasi, seterusnya dilanjutkan dengan melaksanakan sekaligus memimpin pertemuan yang bertempat didalam komplek Rutan Kp. Blangkolak Dua Kec. Bebesen, Kamis ( 26/07/18 ).

Kegiatan pertemuan ini juga turut dihadiri oleh Wakapolres Aceh Tengah Kompol. Warosidi, Kepala Pengamanan Rutan Kelas II B Takengon Mahrijal, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Gunawan serta Perwakilan warga binaan Indra dan Feri.

Di kesempatan tersebut Komandan Kodim mengatakan, secara kelembagaan, dalam hal ini kami Satuan TNI Kodim 0106/Ateng tidak bisa menginterfensi, tapi silahkan pihak Rutan mengambil kebijakan, kami siap untuk mendukung.

Dengan adanya kejadian ini, Dandim mengharapkan kepada rekan dari para tahanan agar menyampaikan ke teman-temannya yang berada didalam untuk tenang dan jangan melakukan tindakan anarkis, aspirasinya akan ditindaklanjuti.

Untuk saat ini situasi kami nilai aman, namun demikian kami TNI dan Polri akan nenunggu hasilnya hingga selesai dari pihak Rutan untuk melaksanakan rapat internal guna mengambil kebijakan yang terbaik.(Red)




Bunda Paud Aceh Tengah, Puan Ratna : Dampingi Anak Menonton Televisi

Takengon, Baranewsaceh.co – Tidak semua tayangan televisi boleh dan aman ditonton anak-anak, perlu pendampingan dari orang tua, begitu juga ketika anak menggunakan gadget harus diawasi.

Demikian kata Bunda Paud Aceh Tengah, Puan Ratna ketika membuka dialog interaktif LPP RRI Takengon dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), 23 Juli 2018 di SD IT Al-Manar Lemah Burbana, Aceh Tengah.

Menurut Puan yang juga Ketua TP-PKK Aceh Tengah dan Dekranasda ini, perkembangan tehnologi informasi bisa saja berdampak negatif bagi perkembangan anak jika salah dipergunakan, apalagi tidak jarang sajian tayangan ditelevisi dan media sosial (medsos) mengandung unsur kekerasan dan pornografi, dia berharap para orang tua tidak luput mengawasi anak-anak dan dapat memilih siaran yang layak dan aman bagi anak.

“Kami berharap para orang tua mendampingi anak ketika menonton televisi dan saat menggunakan gadget,” ujar Puan Ratna.

Dialog interaktif yang digelar itu kerjasama LPP RRI Takengon dengan yayasan SD IT-Al-Manar mengangkat topik menghasilkan generasi penerus bangsa yang gesit, empati, berani, unggul dan sehat. (Mik/Dn)




20 Penyuluh Pertanian Aceh Tengah Ikuti Diklat Dasar di BBPKH Cinagara, Bogor

 

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq *)

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian, 20 (dua puluh) orang penyuluh pertanian dari kabupaten Aceh Tengah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Penyuluh Pertanian di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor dari tanggal 15 Juli 2018 sampai dengan 4 Agustus 2018 yang akan datang. Kedua puluh penyuluh pertanian tersebut merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berasal dari eks Penyuluh Kontrak atau Tenaga Harian Lepasa Tenaga Bantu Pentuluh Pertanian (THL TBPP) yang diangkat menjadi CPNS melalui formasi khusus penyuluh pertanian. Itulah sebabnya mereka diwajibkan untuk mengikuti Diklat dasar ini sebagaia persyaratan bagi mereka untuk diangkat sebagai pegawai fungsional penyuluh pertanian.

Ketika membuka diklata dasar penyuluh pertanian ini, Senin (16/7/2018) yang lalu, Kepala BBPKH Cinagara, drh. Wisnu Wasisa Putra, MP berpesan kepada seluruh peserta diklat agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan diklat ini secara serius dan bersungguh-sungguh, karena materi diklat ini sangat penting untuk menunjjang kinerja kepenyuluhan bagi para peserta. Selain itu, diklat ini juga merupakan pembekalan bagi para penyuluh untuk melakukan pendampingan pada program-program prioritas Kementerian Pertanian.

“Target Kementerian Pertanian adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045, untuk mensukseskan program tersebut, satunya adalah dengan meningkatkan peran penyuluh pertanian dalam memberikan motivasi kepada petani agar mampu merubah pola fikir, pola kerja dan pola hidup yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi pertanian” ungkap Wisnu.

Lebih lanjut Kepala BBPKH menyampaikan bahwa penyuluh juga memiliki peran sebagai pendidik dan tranformer teknologi bagi petani.

“Penyuluh pertanian juga berperan sebagai pendidik yang mampu memberikan pengetahuan dan cara-cara dan teknologi baru dalam budidaya tanaman agar petani lebih terarah dalam usaha tani mereka, penyuluh pertanian juga punya beban dan tanggaung jawab untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian melalui peningkatan Luasa Tambah Tanam (LTT), optimalisasi pemanfaatan lata dan mesin pertanian (Alsintan) yang sasaran akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan petani” lanjutnya.

Wisnu jug menjelaskan bahwa diklat dasar bagi penyuluh pertanian tahun ini mulai menerapkan pola baru yaitu on campuss dan off campuss. Kegiatan on campuss dilaksanakan di BPPKH Cinagara, Bogor selama 15 (lima belas) hari kemudian dilanjutkan dengan kegiatan off campus selama 7 (tujuh) hari di daerah masing-masing. Selanjutnya diklat ini akan diakhiri dengan uji kompetensi untuk menentukan kelulusan peserta guna mendapatkan sertifikat diklat dasar yang merupakan syarat mutlak bagi semua penyuluh pertanian.

“Kami sangat berharap, setelah mengikuti diklat ini, semua peserta dapat mengaplikasikan dan mengimplementasikan pemngetahuan yang telah didapat selama mengikuti diklat ini di wilayah kerja masing-masing, dan mampu membantu petani di daerah masing-masing untuk mendukung program pemerintah di bidang pertanian” pungkas Wisnu.

Diklat dasar penyuluh pertanian yang digelar BPBPKH kali ini merupakan angkatan V sampai dengan VII yang di ikuti oleh 129 peserta dari provinsi Aceh dengan rincian 20 orang dari kabupaten Aceh Tengah, 47 orang dari kabupaten Aceh Besar, 20 orang dari Kota Banda Aceh, 1 orang dari kabupaten Aceh Timur dan 41 orang dari kabupaten Gayo Lues. Diklat dasar ini dibagi dalam dua kategori yaitu Diklat dasar Penyuluh Pertanian Terampil (diangkat sebagai CPNS dengan ijazah terakhir SLTA, D-II atau D-III) sebanyak 3 angakatan yaitu angkatan V, VI dan VII dan Diklat Dasar Penyuluh Pertanian Ahli (diangkat sebagai CPNS dengan ijazah S-1 atau D-IV) sebanyak satu angkatan yaitu angkat VIII.

Diklat dasar penyuluh pertanian ini akan berakhir pada tanggal 4 Agustus 2018 yang akan datang, dimana hanya peseerta yang lulus uji kompetensi saja yang akan mendapatkan sertifikat diklat dasar penyuluh pertanian.

*) Staf Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, kontributor berita dan artikel pertanian di media cetak dan online.




Sejumlah Pejabat Daerah Hadiri Silaturahmi Masyarakat Gayo – Alas Kota Lhokseumawe


Lhokseumawe Baranewsaceh.co – Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. Sarkawi yang di wakili Asisten I bidang pembangunan dan kesejahtraan rakyat. Drs. Mukhlis menghadiri silaturahmi masyarakat Gayo – Alas Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara yang berlangsung di gedung Serba guna Polres Lhokseumawe. Sabtu malam minggu (22/07).

Selain itu wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus.SKM turut hadir sekaligus memberikan sambutan mewakili 4 Kabupaten serumpun. Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Bener Meriah.

Dalam sambutannya Wabup Firdaus.SKM,  sangat menekankan kuatnya kebersamaan, kekompakan serta tetap menjalin tali silaturahmi antar sesama masyarakat Gayo dan Alas. “Secara pribadi saya tidak bisa melupakan kota Lhokseumawe ini. Saya masih terasa dekat dengan masyarakat Gayo Alas yang ada disini” ucap Firdaus.

Hal ini sangat beralasan mengingat sebelum menjadi Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus.Skm, merupakan ketua Kumpulan masyarakat Gayo dan Alas Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Sementara Polres kota Lhokseumawe AKBP Arirasta Irawan.S.I.K melalui Kompol Budiman sangat mengafresiasi terselenggaranya acara ini, Kapolres juga ikut berpartisipasi dengan memfasilitasi gedung serba guna Polres kota Lhokseumawe sebagai tempat pelaksanaan acara ini.

Disisi lain Salman Alfarizi.SH.MM dalam laporannya menjelaskan bahwa seluruh biaya pelaksanaan malam silaturahmi ini berasal dari sumbangan masyarakat Kumaga Lhokseumawe, dan juga hasil sumbangan dari donator. Salman juga mengucapkan terimakasih kepada 4 (empat ) Kabupaten bersaudara atas kehadirannya di acara Kumaga ini, terlebih lagi kepada  Ustad Muhadir.MA yang sudah memberikan Tausiah, serta seluruh mahasiswa Gayo dan Alas yang ada di kota Lhokseumawe. Terimakasih atas partisipasinya hingga terlaksananya acara ini.

Amatan Baranewsaceh.co tadi malam, disela – sela penampilan didong Jalu antara Teruna Jaya dengan Siner Jaya. Pihak panitia penyelenggara juga sempat melakuka jeda untuk melakukan acara makan bersama. Selesai melakukan jeda makan bersama, pementasan didong Jalu kembali di lanjutkan hingga pukul 02.00 Wib dini Hari.(DN)




Syaer Gayo

KUMPU

Oleh : Fathan Muhammad Taufiq.

 

Rahmat ni Tuhen asa gere pernah rede.

Oya kati turah dele rasa syukur te.

Gere ne tebilang nikmat ni Tuhen.

Bierpen kering waih lut i bubuh kin dawate

Dan meh ranting kayu i bubuh kin penae

 

Pudaha ine nte mulahiren kite

Bersusah payah betaroh jiwe

Sawah akhere kite ara wan denie

Payah ni ine gere lepas tebeles kite

 

Ama beketier mungenal usaha

Kati murip ni anake gere ne nyanya

Ulu kin kiding, kiding kin ulu gere ne kemali

Asal nguk munyenang si buah hate

Jasa ni ama gere terlupenen.

Dak ku seloh pe gere lepas tegantin kite.

 

Umur pitu tun i julen ne aku ku tengku guru.

Kati demu bang kase tikik  ilmu.

Kin bekal murip i masa tue.

Kati enti nyanya murip i denie.

Oya asa harapen ni urang tue nte.

 

Renye beranjak kite ku dewasa.

I perahan paong si setie-setie.

Kin paong murip akherat denie.

Kati enti ate pe karu.

Munyamung keturunen oya nge tentu.

 

Besilo aku pe nge mulei tue.

Uwen beririring atan ni ulu.

Tetap gere putus rahmat ni Tuhen.

Nge kaul anak besilo nge gaeh kumpu.

Asa kumpu mutuah kin pelale nate.

Galak natengku munengone.

Jep dor ke kekalen nate.

Buge bergune morepe kase.

Kin bangsa, agama rum urang tue.

 

Takengen, 14 Juli 2018.




H. Firmandez : Kemandirian Energi Adalah Salah Satu Syarat Penunjang Investasi di Aceh

Aceh Tengah Baranewsaceh.co – Kehadiran mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 yang berada di Kabupaten Aceh Tengah, diyakini akan berdampak pada perbaikan iklim investasi di Provinsi Aceh. Hal ini sangat beralasan mengingat ketersediaan energi listrik menjadi salah satu syarat utama sebagai penunjang investasi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh H. Firmandez kepada Baranewsaceh Jumat 20 Juli 2018. Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Aceh 2 ini juga mengatakan bahwa dia bersama tim dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) turun ke Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk memantau kelanjutan proyek tersebut beberapa bulan yang lalu.

H. Firmandez juga menjelaskan bahwa dia sudah memfasilitasi tim dari PLN untuk bertemu langsung dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Disisi lain H. Firmandez juga telah melakukan inventarisir terkait kendala di lapangan, salah satunya tentang pembebasan lahan 6.000 meter lagi yang belum tuntas.

H Firmandez berharap proyek ini cepat terwujud, sehingga bisa memutuskan ketergantungan Aceh akan energi listrik dari Sumatera Utara. Jelasnya.

PLTA Peusangan ditargetkan rampung dan beroperasi tahun 2021 nanti. Kehadirin proyek ini di harapkan akan menjadikan Aceh sebagai daerah yang mandiri energi.

Dengan daya yang di hasilkan mencapai 88 MW, Kehadiran PLTA Peusangan secara teknis akan menghasilkan energi tahunan sebesar 323.2 GWh. Selain itu proyek ini juga bertujuan untuk perbaikan iklim investasi di Aceh. Ketus putra Weh Pesam Simpang Balik ini. Firmandez juga berharap pengerjaan proyek PLTA Peusangan 1 dan 2 ini bisa terus berjalan tanpa kendala.

Sementara pengerjaan proyek sudah dimuali sejak tahun 2011 oleh PT PP dan Nyundai, kemudian dilanjutkan oleh Wijaya Karya (Wika) dan Amarta Karya pada bagian metal work. Menyangkut pengerjaan elektro mechanical untuk turbin dan generator dikerjakan langsung oleh kontraktor asal Australia Andritz Hydrp GmbH. Ungkapnya.(DN)




Paya Ilang: Rekomendasi Dewan dan Surat Bupati


Takengon Baranewsaceh – Sengketa tanah Paya Ilang  antara Pemda dan masyarakat yang mengklaim sebagai pemilik, sampai kini belum ada titik temu.

Pemda dan masyarakat  semula merencanakan akan melakukan pemagaran dilokasi yang disengketakan itu. Namun rencana itu ditunda. Ahirnya komisi A DPRK Aceh Tengah kembali menggelar pertemuan.

Sebelumnya, DPRK Aceh Tengah  telah mengeluarkan surat, dan meminta agar BPN melakukan proses sertifikat atas nama masyarakat. Bagaikan berbalas pantun, kembali Bupati Aceh Tengah mengirimkan surat untuk penertiban area yang disengketakan itu.

Pemda dalam suratnya yang ditanda tangani Shabela Abubakar, menyebutkan bahwa tanah Paya Ilang itu eks irigasi yang diperuntukan untuk kepentingan publik. Versi Pemda area ini luasnya mencapai 150 hektar. Namun masyarakat yang mengklaim tanah rawa itu, luasnya hanya  5,5 hektar.

Menurut ketua Komisi A DPRK Aceh Tengah, surat rekomendasi yang dikeluarkan DPRK setelah melalui proses di komisi  A. Namun surat rekomendasi itu bagaikan  tidak bermakna.

Pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum melakukan proses pembuatan sertifikat yang diajukan masyarakat. Walau sebelumnya sudah dilakukan pengukuran oleh intansi terkait, yang difasilitasi komisi A DPRK Aceh Tengah.

Surat yang dikeluarkan bupati, kembali membuat proses pembuatan sertifikat itu belum ada kejelasan. Ahirnya komisi A DPRK Aceh Tengah yang diketuai Yurmiza Putra menggelar pertemuan, kembali membahas persoalan Paya Ilang, Rabu (18/7/2018).

Dalam pertemuan yang turut dihadi kepala BPN Aceh Tengah, Badan BPN, Assisten Pemerintahan, belum ada titik temu. Pada prinsipnya komisi A menjelaskan, bahwa surat yang dikeluarkan DPRK Aceh Tengah, sudah sesuai dengan tahapan dan prosedur.

Karena masih ada perbedaan pandangan dengan Bupati Aceh Tengah, persoalan ini akan disampaikan kepada bupati untuk selanjutnya menjadi agenda rapat antar Forkopimda dengan mengundang  berbagai pihak yang terkait dalam persoalan itu.

Aulia Putra, kepala  Badan BPN Aceh Tengah membenarkan, hasil pertemuan dengan komisi A akan disampaikan kepada bupati dan akan menjadi agenda musyawarah selanjutnya.

“ Agenda musyawarah itu nantinya semua pihak yang terlibat dalam tanah Paya Ilang akan diundang. Termasuk beberapa penggulu yang menyerahkan tanah ke Pemda, serta Forkopimda dan masyarakat yang mengklaim sebagai pemilik akan diundang,” jelas Aulia.

“Tanah yang sudah berdiri bangunan Pemda diatas lahan sengketa ini, tidak lagi menjadi persoalan. Namun tanah yang diklaim masyarakat sebagai harta miliknya, itu yang diajukan proses sertfikat, sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan DPRK,” sebut Hamzah Tun, anggota DPRK Aceh Tengah Komisi A.

Bagaimana kelanjutan dari sengketa tanah Paya Ilang ini? Aulia Putra kepada Badan BPN Aceh Tengah belum berani memastikan kapan agenda pertemuan untuk bermusyawarah ini akan dilakukan. “Kami akan laporkan ke Pak Bupati tentang hasil pertemuan dengan komisi A, kapan agenda pertemuan selanjutnya, belum dapat dipastikan”.(TIM)




Kebakaran Lahan dan Hutan Di Seputaran Lelabu Danau Laut Tawar


Aceh Tengah Baranewsaceh.co – Kobaran api yang membakar semak belukar dan hutan di pinggiran Danau Laut Tawar, Lelabu, perlahan telah mulai mendekati lahan perkebunan masyarakat.

Kemarin, Rabu (18/07), aparat gabungan yang terdiri dari satuan TNI/ Polri, Damkar dan BPBD serta Dinas terkait, bersiaga penuh di sisi jalan Takengon – Bintang, untuk mengantisipasi api meluas ke lahan lahan penduduk di seputaran Lelabu, Kecamatan Kebayakan Aceh Tengah.

Zulkifli. ST.MT Kabid kedaruratan dan logistik. BPBD Aceh Tengah saat di temui di lokasi kejadian kepada Baranewsaceh.co menjelaskan. Api mulai berkobar sekitar pukul 13.00 siang kemarin, Rabu (18/07) tidak di jelaskan sumber api berasal dari mana. Sementara kerugian masyarakat akibat terbakarnya hutan dan lahan di seputaran Lelabu belum bisa di pasti kan.

Sampai saat ini kami hanya bisa mencegah dan mengantisipasi meluasnya kebakaran lahan yang berada di atas dan bawah jalan Takengon – Bintang, dengan menyiagakan satu unit Damker pemadam. Sementara untuk memadamkan api yang sudah merambah ke puncak gunung, kita tidak punya peralatan untuk itu.

Selain itu Zulkifli juga menghimbau masyarakat luas dan pengguna jalan lintas Takengon – Bintang, agar berhati hati dengan api. Jangan membakar lahan pertanian dan membuang puntung rokok sembarangan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan yang berada di seputaran Danau Laut Tawar. Sehingga ke Asrian hutan, danau dan lahan masyarakat dapat terawat dengan baik. Selanjutnya tidak ada yang merasa dirugikan dengan kebakaran ini. Himbaunya (DN)




PANTUN BIJAK GAYO


Oleh : Fathan Muhammad Taufiq

Pejejik lagu tersik pejenyong lagu tolong.
Oya perumpaan ni jema bujang
Ike tap ni reta dan keduduken kite berpaong.
Beluh reta, paong pe kabang

Munuke empus i tebang tamas.
Batas peruluken enti i tetamah.
Ike kenakan murip te temas.
Enti ucit munosah sedekah.

Kati enti sejuk kelkupen upuh.
Kerna besilo tengah musim bengi.
Enti tap ni mureta renye ko sepuh.
Saput putih we si puren kita mai.

Ulak ari emput utem i jangkat.
Sawah kumah kin penilang rara.
Tengah mujebeten enti ko jengkat.
Nge teduh kase gere i leweni jema.

Munimang perau ku ujung bintang.
Singah sekejep i kala segi.
Ike kenakan murip te senang.
Sipet merke inti peralai.

I kala pasir munama wau.
Ike male kin rejeki gere musangka gule
Iwan murip ni dalih munuruhen behu
Kerna mate kase jema we munengole.

Turah gati kite munungkuken ulu.
Ibedet ku Tuhen Enti sampe lekang.
Mudedik denie enti olok tu.
Kerna umur te nge makin kurang.

Iri dengki turah i osopen.
Kati galak ateni jema.
Mumerah reta enti jekopen.
Gelah i syukuri sana si nge ara.

Murip atan denie hanya sekejep.
Simehate i akherat puren.
Gelah jeroh mujege sikep.
Rakan sebet sudere enti i lupenen.

Ku atu lintang jelen muliku.
Munamat seteur gelah hati-hati.
Oya mulo pantun ari aku.
Udah nguk kin bahan interopeksi.




Aceh Tengah Juara Umum Expo Madrasah dalam Porseni ke-XVI 2018 di Subulussalam

Subullusam Baranewsaceh – Dengan segala keunggulannya dalam semua kategori yang dipajangkan di stand Expo Madrasah pada Porseni ke-XVI di Subulussalam, Aceh Tengah kembali didaulat sebagai yang terbaik oleh tim penilai.

Divisi Expo Madrasah  yang berada di jajaran Kankemenag Kabupaten Aceh Tengah dengan Kepala Kankemenagnya Drs H Amrun Saleh MA , selama dalam sejarah Porseni dan Expo Madrasah sudah 3 kali meraih juara umum. “Dan pada expo kali inipun kita mendapatkan lagi,” ujar Kordinator Expo Aceh Tengah Mariani, MPd.

Pengumuman hasil penilaian dibacakan oleh panitia Expo Madrasah pada Kamis (12/7) malam dan penganugerahan piala kepada para juara diserahkan oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh H Saefuddin SE yang kerap dipanggil “Yah Wa”.

Sebagai terbaik 1 disabet oleh Stand Kabupaten Aceh Tengah, sedangkan terbaik 2 diraih oleh Stand Kotamadya Banda Aceh, sementara terbaik 3 didapatkan oleh Stand Kabupaten Pidie.

“Dengan demikian, Expo Aceh Tengah raih emas, Kodya Banda Aceh raih perak dan Kab. Pidie raih Perunggu dalam  Porseni,” ujar Mariani lagi.

Secara lengkap, berikut hasil perolehan Juara Expo Madrasah yang disabet Stand Aceh Tengah: Juara 1, Produk siswa Jenis Karya Tulis, Juara 1, Produk siswa Jenis Keterampilan Kewanitaan. Juara 1 Produk siswa jenis pemanfaatan barang bekas.

Selanjutnya juga Juara 1 Produk siswa jenis keterampilan teknik, Juara 1 Produk manajemen madrasah, Juara 1 Produk guru jenis keterampilan.

Kemudian, juga Juara 1 Produk guru jenis buku/LKS. Juara 1 Produl guru Jenis buku ilmiah populer, Juara 2 Produk siswa jenis film durasi Pendek, dan Juara 2 Produk siswa jenis kariya.

“Alhamdulillah, dengan juara-juara tersebut di atas, kita  juara 1 Expo Madrasah dalam event Porseni ke XVI tingkat Provinsi Tahun 2018,” pungkas Mariani merasa bersyukur.(sm)




Wabup Aceh Tengah Usulkan Takengon Pusat Kearsipan di Aceh



Takengon Baranewsaceh  –  Membuka rapat koordinasi teknis (rakoornis) perpustakaan dan kearsipan se-Aceh, Kamis (12/7/2018), Wabup Aceh Tengah H Firdaus SKM mengusulkan Kota Takengon menjadi pusat arsip (records center) di Provinsi Aceh.

Hal itu disampaikan Firdaus dihadapan 140 orang peserta tenaga kearsipan dan pustakawan dari kabupaten/kota se-Aceh.

Hadir Asisten Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Dr Iskandar AP dan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Dr Wildan Mpd.

Menurut Firdaus tempat ruang penyimpanan arsip dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara sehingga dapat bertahan lama.

“Aceh Tengah suhunya dingin dan tidak perlu membutuhkan peralatan yang mahal seperti alat pendingin semua sudah disediakan alam, kami kira cocok untuk dijadikan pusat arsip di Aceh ,” katanya.

Rakoornis perpustakaan dan kearsipan se-Aceh yang diadakan disalah satu hotel di Takengon itu berlangsung selama 2 hari, 12 dan 13 Juli 2018. (Red)




Ketua DPRK Aceh Tengah Akui Sudah Menerima Surat Usulan PAW Dari Partai PKB

Takengon Baranewsaceh.co – Persoalan surat usulan PAW yang pernah dilayangkan oleh DPC. Partai PKB Aceh Tengah kepada ketua DPRK Aceh Tengah, akhirnya kini mulai menemui titik terang.

Seperti berita yang kami lansir dari Media on Line, Rubernews.com. Rabu (04/07). Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Ansaruddin Syarifuddin Naldin membantah tudingan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten setempat, telah mengabaikan surat persetujuan Pengganti Antar Waktu (PAW) yang sudah dilayangkan ke kantor Dewan tersebut.

Ketua DPRK Aceh Tengah juga membenarkan kalau dewan sudah menerima surat dari Partai PKB sebanyak dua kali, satu surat persetujuan dan satunya lagi surat konfirmasi, namun Ketua DPRK itu mengatakan, keputusannya harus melalui lembaga, bukan secara pribadi,” ungkapnya.

Dia juga mengaku, bahwa surat yang dilayangkan oleh DPC. Partai PKB, saat ini sedang dibahas di Komisi A DPRK Aceh Tengah, bahkan Komisi A DPRK Aceh Tengah juga sudah menyurati Partai PKB untuk melengkapi bahan-bahan sebagai kelengkapan proses PAW.

“Selain itu DPRK juga telah melakukan rapat pimpinan, selanjutnya menyerahkan surat tersebut ke Komisi A DPRK Aceh Tengah untuk di minta pendapat. Setelah nantinya Komisi A membahas, baru hasilnya ditelaah oleh pimpinan, lalu pimpinan menyurati, namun belum ada surat kembali.

Ketua DPRK Aceh Tengah juga menegaskan bahwa ini adalah lembaga tidak bisa semerta-merta dapat mengeluarkan keputusan tanpa adanya musyawarah, terang Naldin. Ini bukan lembaga struktural dari atas kebawah seperti perintah komando”, jelasnya. (DN)




Ketua DPC. PKB Aceh Tengah Sesalkan Sikap Ketua Dewan Terkait Usulan PAW

Aceh Tengah Baranewsaceh.co – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah terkesan lamban dan mengabaikan surat persetujuan Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Aceh Tengah

Hal tersebut disampaikan Ruhdi Sara selaku Ketua DPC Partai PKB Aceh Tengah kepada Baranewsaceh.co di Kantor DPC Partai PKB  di Jalan Sengeda Kampung Nunang Antara kecamatan Bebesen Aceh Tengah. Selasa (03/07).

Ruhdi sara yang didampingi sekertaris partai PKB Aceh Tengah Sukurdi, juga menerangkan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat usulan untuk melakukan PAW kepada ketua dewan sebanyak dua kali, namun surat tersebut hingga saat ini belum digubris dan di tanggapi.

Surat permohonan PAW pertama yang ditujukan kepada ketua DPRK Aceh Tengah pada tanggal 13 April 2018 dengan nomor No 07/DPC-03/VI/A.1/IV/2018 yang ditandatangani ketua DPC PKB Aceh Tengah Ruhdi Sara. “Kami menunggu jawabannya, namun sampai hari ini belum juga di tindaklanjuti. ucapnya.

Selanjutnya DPC PKB Aceh Tengah juga telah mengirimkan surat konfirmasi tentang proses penggantian Antar Waktu PAW atas nama Hamzah Tun AR yang di tujukan kepada Ketua DPRK Aceh Tengah dengan nomor 09/DPC-03/VI/A.1/V/2018 tanggal 21 Mei 2018.

“Namun pengajuan tersebut juga tidak diproses oleh Ketua DPRK Aceh Tengah, sehingga memunculkan dugaan seperti ada pembiaran dan menghalangi proses PAW dari Partai PKB”, terangnya.

Selain proses persetujuan PAW yang dilayangkan melalui tulisan, pihaknya juga sempat menghubungi Ketua Dewan Via Handphone namun tidak direspon.

“Ditelpon tidak diangkat, seharusnya ditelpon balik atau dikonfirmasi tentang surat yang kami layangkan” jelasnya.

Hingga saat ini pihak Partai belum menerima informasi apapun dari DPRK Aceh Tengah baik secara lisan maupun secara tulisan dan pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat jawaban resmi dari Pihak DPRK.

Dengan penuh nada tanya Ruhdi Sara mengatakan, Apakah Ketua DPRK Aceh Tengah mempunyai alasan lain selain MD3,” ungkap Ruhdi Sara dengan nada sedikit kesal.

DPC. PKB Aceh Tengah mengusulkan PAW anggota DPRK atas nama Hamzah Tun dari keanggotaannya sebagai Anggota DPRK sisa masa jabatan periode 2014 – 2019. Sementara alasan di lakukannya PAW terhadap Hamzah Tun Anggota DPRK Aceh Tengah menurut Ruhdi Sara dikarenakan yang bersangkutan tidak mengindahkan ketentuan dari Partai PKB.

Sebelumnya DPC PKB telah memberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga kepada yang bersangkutan, dan hal tersebut juga telah ditindak lanjuti dengan persidangan dikantor DPP PKB Jakarta antara Hamzah Tun dengan Ketua DPC PKB Kabupaten Aceh Tengah yang dipimpin oleh Marwan Dasopang.

Selanjutnya Persetujuan penggantian Antar Waktu Anggota DPRK Aceh Tengah dari PKB Atas Nama Hamzah Tun. MR adalah instruksi dari DPP PKB dengan nomor 26007/DPP-03/VI/A.1/IV/2018 tanggal 06 April 2018 yang ditandatangani oleh H. A. Muhaimin Iskandar”, jelasnya

Ketua DPC Partai PKB Aceh Tengah, Ruhdi Sara juga mengatakan, PAW tersebut berdasarkan Undang-undang RI No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, MD3 pasal 405 ayat 2 huruf e dan pasal 406 ayat 1 huruf e.

mengenai waktu yang diatur pada pasal 406 ayat 2 paling lama tujuh hari sejak diterimanya usul pemberhentian sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1, pimpinan DPRD  Kabupaten/kota menyampaikan usul pemberhentian anggota DPRD kabupaten/kota kepada Gubernur melalui Bupati/walikota untuk memperoleh peresmian pemberhentian. Kita berharap semoga Ketua DPRK Aceh Tengah cepat memproses surat yang kami layangkan,” tutupnya.

Sampai berita ini diterbitkan ketua DPRK Aceh Tengah, Ansyaruddin Syarifudin Naldin belum bisa di hubungi untuk mendapatkan jawaban resmi sebagai Ketua DPRK Aceh Tengah. Sempat beberapa kali di hubungi via nomor Handphone nya namun tidak aktif dan saat dikonfirmasi yang bersangkutan tidak berada di Kantor Dewan.(DN)




Pasi Intel Dim 0106/Ateng : TNI Terlibat Narkoba Pecat


Takengon Baranewsaceh  – Pasi 1 Intelijen Kapten Inf Subekti KCPPM didampingi Bati intel Serka Toto Riyanto, Provost Sertu Kalalo dan beberapa Personil Stap Sosialisasikan bahaya narkoba dan pengecekan urine kepada seluruh Prajurit maupun PNS Kodim 0106/Ateng, yang bertempat di Aula Makodim Jln. Lut Tawar Ds. Bale Atu, Kec. Lut Tawar, Kab. Aceh Tengah, Jum’at ( 29/06 ) Pagi.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka melaksanakan program Seksi Intelijen setiap Tri Wulan, yang saat sekarang ini memasuki TW II di Tahun 2018, tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ( P4GN ).

Dalam kesempatannya Pasi Intel sekaligus pembawa materi menyampaikan, Pemerintah sudah menyatakan perang terhadap narkoba karena dari penyalahgunaan obat terlarang tersebut sudah banyak anggota TNI yang telah di berhentikan dari kedinasan secara tidak hormat.

“Dengan banyaknya peredaran narkoba yang terjadi tidak menutup kemungkinan telah menyusup ke TNI khususnya Prajurit Kodim Ateng, maka dari itu hari ini kita akan menggelar P4GN untuk mencegah penyebarannya di dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia” Tegas Kapten Inf Subekti KCPPM.

Sementara itu, akibat yang di timbulkan dari menggunakan narkoba adalah terganggunya kedinasan, keretakan rumah tangga dan juga pemberhentian dari kedinasan (pecat), dengan demikian mari kita saling mengingatkan kepada rekan-rekan lainnya untuk menghindari dalam penyalahgunaan narkoba, Pesan Pasi Intel.

Sebagai penutup Pasi Intel mengajak semua Prajurit agar menyayangi dan jangan pernah mengecewakan keluarga, sebab dengan semangat serta motivasinya dapat mendukung dinas kita sehari-hari untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara.

Acara penyuluhan selesai di lanjutkan dengan pengecekan urine kepada setiap personil baik Kodim, Koramil ataupun PNS dengan hasil akhir tidak di temukan adanya anggota yang mengkonsumsi narkoba atau negatif semua.(DN)




Sinergitas TNI – Polri Dalam Donor Darah HUT Bhayangkara Ke 72



Takengon Baranwsaceh – Ratusan Personil TNI – POLRI mengikuti acara bhakti sosial donor darah Dalam Rangka memperingati HUT Bayangkara Ke 72 Tahun 2018, yang Bertempat di Mapolres Jln. Lebe Kader Kp. Bale Atu Kec. Lut Tawar Kab. Aceh Tengah, Rabu ( 27/06 ).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Polres Ateng yang bekerja sama dengan RSUD Datu Beru dan Pemerintah Daerah setempat, dengan mengambil tema ” Darahmu Semangatmu, Melalui Sekantung Darah Untuk Satu Nyawa dan Beribu Kebahagiaan”.

Dandim 0106/Ateng-BM Letkol Inf Hendry Widodo melalui Pasiter Lettu Inf Rudi Andoko mengatakan, kegiatan kemanusiaan ini merupakan salah satu wujud kepedulian sosial TNI khususnya dari Kodim Aceh Tengah dan sekaligus meningkatkan Sinergitas TNI-Polri dalam membantu ketersediaan darah di PMI.

Lanjutnya, dengan adanya hal ini, secara tidak langsung kita dapat membantu masyarakat yang sedang memerlukan, apalagi kebutuhan darah dari waktu ke waktu semakin meningkat sedangkan ketersediaannya belum mencukupi standar yang ada.

Disisi lain, ketersediaan darah juga dapat diperlukan untuk mengantisipasi keadaan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, seperti bencana alam, kecelakaan, operasi maupun yang lainnya, Tutur Pasi Teritorial.

Tambahnya, banyak manfaat yang didapat dari donor darah ini, selain dapat menolong orang lain yang membutuhkan juga dapat menyehatkan tubuh kita, contohnya menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan produksivitas sel darah merah.

Terakhir Pasi Ter mengharapkan, dengan adanya kerja sama dalam kebersamaan yang telah terjalin selama ini semoga TNI-Polri semakin solid dan erat tali persaudaraannya serta mudah-mudahan darah yang terkumpul dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang membutuhkan.(DN)




“Bejangkat Utem” , Pemandangan Yang Semakin Langka



Oleh : Fathan Muhammad Taufiq *)

Beralihnya penggunaan kayu bakar kepada gas elpiji atau energi listrik untuk aktifitas memasak, sudah menjadi kelaziman hmapir semua orang pada saat ini. Bukan hanya di wilayah perkotaan saja, tapi penduduk perdesaan juga sudah lama meninggalkan kebiasaan memasak dengan kayu bakar dan beralih menggunakan kompor gas atau alat memasak elektrik. Itu jauh lebih efektif dan praktis ketimbang menggunakan kayu bakar, karena sekarang kayu bakar juga semakin langka dan sulit didapatkan, sementara pasokan gas elpiji dan arus listrik kini sudah menjangkau ke pelosok-pelosok desa.

Memasak menggunakan kayu bakar sejatinya bisa menghasilkan masakan yang lebih lezat dengan aroma alami disbanding memasak dengan kompor gas atau pemasak listrik. Tapi memasak dengan kayu bakar juga cukup menyita tenaga para perempuan ibu-ibu rumah tangga, karena selain menghidupkan api di dapur kayu agak sulit, semua peralatan masak juga jadi hitam belepotan jelaga dan sulit dibersihkan.

Meski demikian di beberapa wiyaah perdesaan di daerah Gayo, masih ada juga rumah tangga yang masih bertahan menggunakan kayu bakar untuk menyiapkan hidangan keluarga sehari-hari. Bukan tak mampu membeli kompor gas atau peralatan measak elektronik, tapi lebih karena menghargai warisan budaya leluhur. Dan efeknya, hidup mereka jauh lebih sehat ketimbang mereka yang sudah “termakan” modernisasi.

Kebiasaan memasak dengan kayu bakar masih bertahan di beberapa wilayah perdesaan yang berdekatan dengan kawasan hutan, dimana mencari kayu bakar berupa rerantingan pohon yang sudah kering lebih mudah dilakukan. Sebut saja desa Jamat di pedalaman kecamatan Linge, Aceh Tengah atau desa Samar Kilang di pedalaman kabupaten Bener Meriah, disana masih bisa kita jumpai rumah tangga yang masih bertahan menggunakan kayu bakar untuk aktifitas memasak mereka.

Uniknya, aktifitas mencari kayu bakar yang tergolong “berat” ini, jarang dilakukan oleh kaum pria, tapi dilakukan oleh para perempuan. Meski berat, tapi mereka tidak menganggap ini sebuah beban, tapi sudah semacam “kewajiban” rutin para perempuan desa tersebut. Seperti kita ketahui, para perempuan di perdesaan, selain memerankan diri sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus tetek bengek keperluan rumah tangga, mereka juga seperti “terpanggil” untuk membantu suami mereka yang bekerja sebagai petani di sawah atau di kebun.

Layaknya “perempuan-perempuan perkasa”, mereka lihai memainkan cangkul untuk membersihkan kebun atau mencangkul sawah, mengimbangi pekerjaan suami mereka. Mereka juga terbiasa mengayunkan parang untuk membabat rumput yang menyemak di kebun mereka, bahkan pekerjaan mereka jauh lebih banyak dan lebih berat dibanting para prianya. Pagi-pagi, mereka sudah bergelut dengan asap di dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal ke kebun atau kesawah, kemudian menyusul suami mereka sambil menenteng perbekalan. Sampai di sawah atau kebun, mereka tak lantas beristirahat, tapi juga ikut “terjun” membantu pekerjaan suami.

Mengendong kayu dengan “jangkat”.

Tak cukup sampai disitu, menjelang pulang ke rumah, mereka masih menyempatkan diri mengumpulkan kayu bakar dari pinggiran hutan untuk dibawa pulang. Seperti tak mengenal kata lelah, meski sudah seharian bekerja di sawah atau kebun, perempuan-perempuan itu kemudian menggendong kayu bakar itu sampai ke rumah. Ada cara unik perempuan Gayo untuk membawa kayu bakar itu, dalam istilah setempat disebut “bejangkat utem” atau mengendong kayu menggunakan  tali anyaman berbahan serat kulit kayu yang disebut “jangkat”. Meski beban mereka cukup berat, bisa mencapai puluh kilogram, tapi para perempuan itu masih bisa tersenyum dan berlenggang santai menngendong beban kayu bakar di punggungnya.

Eksploitasi kaum perempuan?, bukan, karena mereka menjalaninya dengan suka rela dan menganggap itu bagian dari “kodrat” mereka. Nyatanya mereka menjalaninya dengan ikhlas bahkan tak jarang selama perjalanan mereka masih bisa bercanda dengan sesama mereka, seakan tidak ada beban apapun. Tapi pemandangan seperti itu sekarang sudah semakin langka, karena emansipasi dan kesetaraan gender juga sudah lama merambah daerah ini. Kalaupun masih ada, itu hanya bisa kita dapati di desa-desa terpencil yang jauh dari perkotaan dan bisa jadi pemandangan unik.

Haruskan ini dipertahankan?, tentu saja tidak, karena tidak semestinya perempuan-perempuan ini harus kita muliakan. Beban mereka mengurus rumah tangga, mengasuh anak dan melayani suami sudah cukup berat, tak seharusnya mereka masih menggaung beban yang lebih berat lagi. Meski mereka tak merasa terpaksa atau dipaksa, tapi memang tak selayaknya beban berat seperti itu harus mereka tanggung.

*) Peminat Pertanian, Budaya dan Humaniora, berdomisili di Takengon, Aceh.




Sajian Specipik Udang Lobster, Ala Qenny Cafe Kuala Toweren


Takengon,  Baranewsaceh.co – Kala Toweren merupakan muara dari sebuah anak sungai yang melintasi Kampung Toweren Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Aliran air yang mengalir jernih, bersumber dari hulu mata air Bur Kelieten. Sungai tersebut merupakan salah satu anak sungai yang menjadi pemasok utama debit air ke Danau Laut Tawar, oleh penduduk setempat bagian muara dari sungai tersebut di beri nama Kuala Toweren.

Tempat ini terlihat begitu nyaman bagi para wisatawan dan keluarga yang ingin bersantai ria sambil menikmati kuliner ikan danau hasil tangkapan nelayan. Kuala Toweren juga memiliki dermaga tua milik Pemda Aceh Tengah, dermaga ini kerap di jadikan tempat berselfi ria bagi para kaula muda. Air danau yang tenang dan dangkal memungkinkan anda dan keluarga untuk dapat berenang, sambil menikmati dinginnya percampuran air danau dan air dari hulu mata air.

Untuk memenuhi selera makan anda ditempat ini juga telah tersedia sebuah cafe ” Qenny Cafe” dengan aneka menu masakan specifik khas Danau Laut Tawar, diantaranya : Lopter panggang, ikan panggang, Masam Jaing Gayo, miso lopter, bakso lopter, Depik, dan aneka jus serta kopi rosting. Tentunya belum sempurna kunjungan anda ke Danau Laut Tawar, bila anda belum mencicipi menu masakan khas udang Lobster panggang yang ada di Qenny Cafe.

Zaky Ahmad seorang koki handal menu khas ikan Lobster Panggang kepada Baranewsaceh.co, di Kuala Toweren. Sabtu (16/06) mengatakan. Sejak kehadiran Qenny Cafe di Kuala Toweren. Tempat ini terlihat semakin hidup dan semakin layak untuk dikunjungi. Kuala Toweren juga menawarkan adanya lokasi pancing yang terbentang disepanjang pesisir pantai, di tambah lagi adanya kerambah jaring apung merupakan daya tarik tersendiri serta tersedianya perau nelayan yang bersandar di ujung muara.

Keberadaan Qenny Cafe dan Kuala Toweren semakin diminati untuk di kunjungi, setelah dibukanya akses jalan lintas di tepian danau yang menghubungkan daerah Loyang Koro dengan Kuala Toweren. Otomatis tempat ini selalu menjadi pilihan utama bagi para wisatawan penikmat kuliner Gayo khas spesipik danau Laut Tawar.

Untuk itu mari langkahkan kaki Anda beserta keluarga anda untuk datang ke Kuala Toweren. Qenny Cafe akan selalu siap melayani anda beserta keluarga dengan menu khas spesific hasil olahan dari udang lobster. (DN).