oleh

Bupati Gayo Lues Buka Dialog Interaktif ‘MEUDRAH’ Fokus Group Discussion (FGD) Pendidikan Daerah

banner 300x250
image_pdfimage_print

 GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru membuka Dialog Interaktif ‘Meudrah’ Fokus Group Discussion (FGD) Pendidikan Daerah   Kabupaten Gayo Lues, Sabtu, (29/09/2018) di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues.

Acara tersebut dihadiri ± 100 orang diantaranya Ketua DPRK Gayo Lues H.Ali Husin, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Gayo Lues Anwar.S.Pd.M.Ap, Kasat Bimas Polres Gayo Lues AKP.Martinus, Ketua Majelis Pendidikan Gayo Lues Abubakar Jasbi, Pengawas Sekolah se-Kab.Gayo Lues, dan Ketua Komite Sekolah se-Kab.Gayo Lues serta Tokoh masyarakat.

Pada kesempatan itu H. Muhammad Amru mengucapkan Terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir pada acara “DIALOG INTERAKTIF ‘MEUDRAH’ FOKUS GROUP DISCUSSION (FGD) PENDIDIKAN DAERAH KABUPATEN GAYO LUES”.

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru mengatakan “ Rencana kegiataan ini, sudah lama kami rancang untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan Kabupaten Gayo Lues. Sebagaimana kami telah mencantumkan dalam visi dan misi kami ‘Islami, Mandiri dan Sejahtra’. Ketiga frasa kalimat ini, sangat terkait terhadap mutu pendidikan sebagai penopangnya.

Pada kesempatan ini, bertepatan setahun, kurang empat hari masa kepemimpinan kami. Tepatnya, 3 Oktober 2017.   Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, dan Pemateri dari pegiat pendidikan Kabupaten Gayo Lues. Atas prakarsa pikiran mereka yang diwadahi oleh Majelis Pendidikan Daerah maka acara ini dapat diselenggarakan sebagai cara kami mendudukan pokok persoalan peningkatan mutu pendidikan di Gayo Lues, ujarnya.

Kami risau, setelah kami mengumpulkan banyaknya fakta yang menunjukkan persoalan pendidikan Kabupaten Gayo Lues, sangat rendah bahkan ranking nomor dua dari bawah di antara Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Fakta ini juga menunjukkan hasil rilis dari BPS, sekitar dua bulan lalu. Di antaranya; banyaknya pelajar putus sekolah, buta huruf, askes melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tingkat Nasional serta daya saing rendah dalam dunia industri.        Inilah problematika pendidikan di Kabupaten Gayo Lues. Menjawab tantangan pendidikan secara utuh dengan berbagai kompleksitas, seperti komponen pentingnya, penggerak mutu pendidikan. Ada lima poin saya rangkum. 1) Guru, 2) Murid, 3) Orang Tua Murid, 4) Masyarakat/stakeholder, dan 5) Pemerintah. Kelima komponen di atas, sangat berperan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus untuk merendahkan mutu pendidikan, Kata Bupati Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues juga mengatakan “ Dari persoalan tersebut, kita tidak sedang mencari siapa yang paling dominan, di antara kelima itu, ataupun subjek tersebut yang sangat berpengaruh untuk meningkatkan dan merendahkan mutu pendidikan”. ‘

Pada acara ‘Dialog Interaktif’ inilah kita saling berbagi pengetahuan dan pengalaman sesama pegiat pendidikan beserta pemerintah untuk mencari rumusan terbaik untuk meningkatkan harkat dan martabat pendidikan di Kabupaten Gayo Lues.             Merayakan setahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dengan cara Kami mengajak untuk “Reintorpeksi Pendidikan”, sebutnya.

Dia juga juga menyampaikan, “ Merenungkan kembali masalah pendidikan adalah tanggungjawab kita bersama. Apa yang telah dicapai, pada masa kepemimpinan masa lalu adalah buah dari keberhasilan ataupun kegagalan masa kini. Maksud kegiatan ‘Dialog Interaktif’ ini, kita bersama sedang mencari solusi terbaik untuk masalah mutu pendidikan” .  Kerja pegiat pendidikan dan semua elemen masyarakat Kabupaten Gayo Lues, harus mempunyai kepedulian tanpa batas dan iklas terhadap perkembangan mutu pendidikan.

Kita telah jauh tertinggal dari segala aspek pemberdayaan masyarakat. Hanya tersisa masalah Kebudayaan, masih bisa kita banggakan. “Tarian Saman”. Namun, kebudayaan yang Saya maksud ini pun belum mampu mendongkrak ekonomi masyarakat dan meningkatnya kesadaran mutu pendidikan di Kabupaten Gayo Lues.             Menurut Saya, tingginya kesadaran memuliakan Tarian Saman, seharusnya sebanding lurus dengan tingginya kesadaran Tingkat Pendidikan dan memakmurkan Mesjid saat solat berjamaah, kata H. Muhammad Amru.

Kita semua harus jernih melihat dan menilai persoalan mutu pendidikan. Banyaknya pepatah tentang motivasi pendidikan tidak lagi menjadi spirit belajar yang gigih baik bagi pelajar maupun para pegiat pendidikan. Seperti ‘bersakit-sakitan dahulu, bersenang-senang kemudian’. Namun demikian, kami masih yakin ada sebagian guru yang telah berprestasi dalam hal akademis lingkup penelitian dan pengembangan pendidikan di tingkat Nasional. Karena itu, hakikatnya, berbagi pengalaman sebagai guru berprestasi haruslah mencerminkan sikap tauladan bagi sesama pegiat pendidikan. Singkatnya, berbagi pengetahuan juga bersedekah. Sama halnya, kerja kita adalah ibadah. Dampaknya, amal saleh kita, bagi generasi 10 sampai 20 tahun ke depan.

Kita harus punya target 4 tahun ke depan. Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, harus melampaui prestasi rata-rata ranking Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Kita mulai dengan pendidikan berkarakter bagi anak didik sebagi Hafizh dan Hafizhah. Hasilnya, menjadikan Kabupaten Gayo Lues sebagai Bumi Seribu Hafizh dan Hafizhah.

Tujuan kegiatan ini sesungguhnya, bukan sedang bernostalgia tentang pendidikan. Tetapi kita semua sedang mencari cara terbaik untuk merumuskan pokok persolan pendidikan dan membuat kebijakan peningkatan mutu pendidikan Kabupaten Gayo Lues jelas H.Muhammad Amru. (ABDIANSYAH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed