oleh

Berkesenian di Sekolah Ku yang Menyenangkan

banner 300x250
image_pdfimage_print

Oleh Cut Ocha Mutia Wisuda

Siswa SD Negeri 1 Birem Rayeuk Aceh Timur

Aku suka berkesenian, bakat ku adalah menyanyi dan modeling, menyanyi adalah hoby ku sejak aku masih kanak-kanak, dan kini bakat ku itu ku salurkan di Sekolah Dasar. terkadang Ibu guru menyuruh ku menceritakan pengalaman-pengalaman lomba yang pernah aku juarai, dan aku pun menceritakannya dengan senang hati di depan kelas.

Suatu pagi yang cerah, aku berangkat ke sekolah, ketika jam pelajaran di mulai, guru ku menyuruh kami menggambar yang indah. Ketika saat aku sedang asyik menggambar, aku teringat bahwa cat ku tertinggal di rumah, dengan raut wajah ku yang kusut, akhirnya tiba-tiba Ibu guru ku menghampiriku, aku pun ketakutan aku kira guru ku akan memarahiku karena tidak membawa peralatan menggambar dengan lengkap. Ternyata sebaliknya, Ibu guru tidak memarahiku tetapi malah memberikan cat crayon untuk gambarku, dan akupun sangat senang menerima, dan 30 menit kemudian aku telah selesai mengerjakan proyek gambar ku, akupun mengembalikan cat itu kepada Ibu guru ku, namun tak disangka ternyata cat itu diberikan kepada ku sebagai hadiah kemenangan atas perlombaan yang pernah aku ikuti di kelas. Aku sangat bangga dengan Ibu guru ku ia sangat baik dan selalu membimbing kami murid-muridnya. I love you Ibu guru, ilmu yang kau berikan sangat bermanfaat buat kami murid-murid mu.

Beberapa ajang lomba aku ikuti, baik lomba yang diselenggarakan di luar sekolah maupun di dalam sekolah. Misalnya lomba FLS2N tingkat Kabupaten, saya ikut dalam cabang pantomim dan mendapat juara 1 tingkat UPTD, lomba Fahion Hunt 2017 di Kota Medan mendapat juara best calt walk, lomba sinopsis tingkat Kabupaten mendapat juara harapan, dan lomba modeling lainnya yang pernah aku ikuti di Kota tempat tinggal ku. Aku sangat senang dengan hobby ku, aku bisa menghibur banyak pasang mata dengan gerakan-gerakan pantomim yang aku lakonkan dan mereka tertawa dengan aksi ku, terlihat penonton antusias dan geregetan melihat ku.

Di sekolah aku mengikuti beberapa kegiatan seni yaitu seni tari, vocal, dan pantomim. Guru yang melatih tariku sangat disiplin sehingga kamipun sangat segan pada beliau. Suatu

ketika pada saat kami belajar nari, ada gerakan yang sulit dan aku lupa dengan gerakan tersebut, sehingga aku diberi sanksi oleh guru ku, namun hal itu tidak menyurutkan semangatku dalam menari, akhirnya akupun bisa dengan gemulai memperagakan setiap gerakan-gerakan yang diberikan karena kami selalu disiplin dalam berlatih. Salah satu tarian yang diajarkan adalah tarian khas daerah Aceh yang bernama “ranup lampuan”, tarian ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat Aceh yang biasanya menawarkan sirih sebagai tanda terima dalam menyambut tamu terhormat. ranup artinya “sirih” dan lampuan artinya “wadah”, Tarian ini digunakan pada saat upacara pernikahan untuk menyambut tamu dari keluarga “linto baro” dalam bahasa Aceh atau mempelai pria, dan menyambut tamu terhormat dalam kegiatan adat istiadat.

Tari ranup lampuan adalah salah satu tarian tradisional Aceh yang paling sering ditampilkan pada acara-acara besar maupun kecil di Aceh. Tari ini dilakukan oleh para wanita dengan memegang kotak sirih yang nantinya akan diberikan kepada tamu dan masyarakat. Tari ranup lampuan sangat populer sehingga sering dilakukan ketika menyambut tamu terhormat dalam pemerintahan ataupun kegiatan adat di Aceh. Tari ranup lampuan hingga saat ini berfungsi sebagai tarian penyambut tamu terhormat atau pembukaan acara adat Aceh. Seperti filosofi namanya, tari ini kerap identik dengan sirih dan puan yang dalam adat masyarakat Aceh memiliki makna khusus di dalamnya. Bagi masyarakat Aceh, sirih dan puan merupakan lambang dari persaudaraan sesama masyarakat. Apabila tamu ditawarkan sirih, dan menikmati penawaran tersebut, maka itu bertanda tamu tersebut diterima baik dan dianggap bersaudara dengan para masyarakat Aceh. Betapa indahnya bisa menari, karena salah satu keuntungan dengan menari adalah gerak tubuh menjadi lentur dan dapat menjaga keseimbangan badan, tampilan menarik dan selalu tersenyum di depan umum, sehingga hidup pun selalu gembira.

Bakat ku dalam bidang seni terus ku asah, orang tua ku pun sangat mendukung hoby ku, kini aku telah tergabung dalam sekolah sanggar, aku sangat senang berada diantara teman-teman lainnya yang begitu berbakat di dunia seni, baik itu seni suara, seni tari, seni musik, sampai dunia modeling. Harapan ku kelak aku bisa menjadi guru seni budaya karena dengan berkesenian aku bisa terhibur dan selalu bisa membuat orang tersenyum dan gembira.(SSJM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed