BDP Aceh dan Distanbun Pidie Gelar Diklat Tematik Padi

by

Pidie – Baraneswaceh –  Dalam rangka meningkatkan pelayanan pendampingan dan pengawalan Upaya Khusus (Upsus) Percepatan Swasembada Pangan khususnya Beras, dalam bulan Oktober 2017, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Pidie bekerjasama dengan Balai Diklat Pertanian (BDP) Aceh, Saree  menggelar Diklat Tematik Komoditi Padi. Diklat yang diperuntukkan bagi para penyuluh pertanian se kabupaten Pidie ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan penyuluh dalam melakukan pendampingan dan pegawalan peningkatan produktivitas padi di daerah ini.

Diklat tematik yang digelar dalam 2 termin dan masing-masing termin terdiri dari 2 angkatan ini diikuti oleh 120 penyuluh pertanian PNS maupun THL TBPP yang dibagi dalam 4 angkatan. Untuk termin pertama yang terdiri dari 2 angkatan dengan peserta masing-masing angkatan sebanyak 30 orang penyuluh ini telah digelar sejak tanggal 17 Oktober 2017 dan akan berakhir pada hari ini, Rabu (19/10/2017). Tidak seperti kegiatan diklat lainnya yang biasanya digelar di Balai Diklat Pertanian, diklat tematik kali ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kota Bakti, Pidie.

Sebagai pemateri dalam diklat ini adalah para Widya Iswara dari Balai Diklat Pertanian Aceh dan petugas teknis dari Distanbun Pidie. Kegiatan yang bersumber dari Dana APBA ini memang khusus di alokasikan di kabupaten Pidie, sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Aceh. Itulah sebabnya diklat tematik ini digelar di kabupaten Pidie dan hanya diikuti oleh peseerta dari daerah tersebut.

Menurut Kepala Balai Diklat Pertanian Aceh, drh. Ahdar, MP, pihaknya sebenarnya sudah mengusulkan diklat tematik ini bisa diselenggarakan di semua kabupaten/kota, namun karena keterbatasan anggaran, pada tahun 2017 ini, diklat tematik hanya bisa dialokasikan di satu kabupaten saja.

“Tahun lalu kita sudah mengusulkan agar diklat tematik ini bisa dialokasikan di semua kabupaten kota, namun dalam pengesahan anggaran APBA, hanya kabupaten Pidie saja yang lolos alokasi anggarannya, mudah-mudahan tahun depan semua kabupaten/kota bisa mendapatkan alokasi diklat ini, karena manfaatnya sangat besar baik bagi penyuluh maupun petani” ungkap Ahdar usai menyampaikan materinya di hadapan para peserta diklat angkatan I.

Lebih lanjut Ahdar mengatakan, diklat tematik ini mengusung tema sesuai dengan komoditi prioritas di daerah tersebut, namun dibatasai oleh komoditi yang masuk dalam program Upsus Pajele Babe Sate (Padi, Jagung, Kedele, Bawang Merah, Cabe, Sapid an Tebu) yang merupakan program prioritas dari Kemneterian Pertanian sejak tahun 2016 lalu.

“Diklat temayik ini memang ditujukan untuk mengoptimalkan pencapaian upsus Pajale Babe Sate, sehingga satu daerah dengan daerah lain mungkin saja temanya berbeda, tergantung kebutuhan dan prioritas komoditi di daerah masing-masing, kebetulan wilayah Pidie merupakan salah satu sentra produksi padi, maka tema yang kita angkat dalam diklat ini adalah komoditi padi” jelas Ahdar.

Ahdar juga menuturkan bahwa kegiatan diklat tematik ini sengaja digelar di tingkat BPP supaya para peserta diklat bisa langsung mempraktekkan pengetahuan yang didapatkan dalam diklat ini di lapangan, sehingga diklat ini bisa lebih efektif, tepat sasaran dan tepat manfaat.

Sementara itu Koordinator BPP Kota Bakti, Mansur, SP yang ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana diklat mengungkapkan bahwa setelah selesainya termin pertama yang akan berakhir hari ini, diklat tematik ini masih akan dilanjutkan dengan termin kedua yang juga terdiri dari 2 angkatan. Rencananya termin kedua dari diklat tematik ini akan mulai digelar besok, Kamis tanggal 20 Oktober 2017 dan akan berakhir pada tanggal 22 Oktober 2017 yang akan datang, di tempat yang sama yaitu di aula BPP Kota Bakti Pidie. (Fathan Muhammad Taufiq)