oleh

BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) BEBESEN MEMBERIKAN PENYULUHAN KEPADA GENERASI MUDAA

image_pdfimage_print

Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah secara signifikan sehingga banyak merubah pola pikir pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern.. Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan.

Menurut UU No 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Pendiddikan Sistem Ganda (PSG) merupakan suatu kombinasi antara penyelenggaraan di sekolah (SMK) dengan Penyelenggaraan praktek Kerja Industri (Prakerin) institusi kerja pasangan secara singkron dan sistematis melalui bekerja langsung pada pekerjaan yang sesungguhnya dengan tujuan mengantarkan peserta didik pada penguasaan kemampuan kerja tertentu sehingga menjadi lulusan yang memiliki kemampuan yang relevan seperti yang diharapkan.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bebesen sebagai salah satu unit kerja non structural dengan wilayah kerja satu Kecamatan yang bergerak di bidang penyuluhan pertanian ikut memiliki tanggung jawab social untuk berperan serta dalam memberi bekal pengalaman professional bagi siswa SMK yang mengikuti kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin).

Attaullah, SP selaku Kepala BBP Bebesen Menyatakan “Bentuk dari tanggung Jawab Sosial yang Kami Lakukan Adalah Program Penerimaan Siswa SMK 2 Takengon Sebanyak 3 orang yang akan Prakerin Selama 90 terhitung mulai tanggal 18 Agustus sampai dengan 18 November 2018 di BPP Bebesen ini”.

Peserta prakerin yang berjumlah 3 orang dari jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH) akan dididik tentang bagaimana aplikasi lapangan terhadap teori-teori yang telah mereka dapatkan di sekolah. Para siswa akan dikenalkan dengan kondisi real bekerja di lapangan,. Seperti yang lakukan oleh BPP Bebesan Pada Hari Selasa tanggal 28 Agustus 2018 mereka langsung membawa Ahmad Yani, Henderawansyah dan Ikmal siswa prakerin dari SMK 2 Takengon kelahan usaha tani “Enti Gaboxs” yang berada di Pantan Terong, sebuah wilayah Objek Agro Wisata yang selalu menjadi Magnet luar Biasa bagi semua orang sehingga daerah ini menjadi salah satu objek dengan kunjungan yang luar biasa setiap harinya.

Hamparan tanaman pangan dan holtukultra di Pantan Terong ini memang sangat menakjubkan, aneka komoditi seperti Kubis, Kentang, Wortel, Jagung, Markisa Local, dll dapat di lihat dan disaksikan secara langsung oleh para pengunjung. Lahan usaha tani “Enti gaboxs” adalah salah satu yang menjadi objek para siswa Prakerin untuk mendapatkan pengalaman kerja lapangan secara langsung. Kebetulan pada hari tersebut adalah waktu para petani “Enti Gaboxs” untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit, hal ini membuat hati para peserta beruntung dan bahagia karena bisa secara langsung menyaksikan step-by step cara pengendaliannya serta merasakan kondisi rill para petani yang bekerja di lahan usaha tani mereka serta mendapat kesempatan membantu petani melakukannya pengendalian hama dan penyakit tersebut sesuai teori yang di praktekan langsung dilapangan.

Ikmal dan kawan-kawanya peserta prakerin sangat antusias ketika di beri pengalaman yang berharga ini terlihat dengan seriusnya mereka mencatat apa-apa yang mereka lihat serta amati pada tanaman kentanga yang di budidayakan di areal tersebut yang varietas dan usia tanaman yang berbeda kemudian mereka diskusikan kembali dengan penyuluh dan petani tersebut di “Jamur” (Saung) “Enti Gaboxs” ketika istirahat sambil menikmati secangkir kopi dan snack ala kadarnya.

Bukan hanya pengendalian hama dan penyakit, Penyuluh BPP Bebesen juga memberikan bimbingan dan latihan untuk menyeleksi calon benih kentang baik itu grade dan kualitasnya pada hari ini Rabu 29 Agustus 2018 di Rumah Siriega Ayong Salah Seorang Petani Muda yang selama ini konsen bergelut di bidang holtikultura. Sharing informasi serta pengalamannya selama menjadi petani langsung disampaikan kepada semua siswa prakerin dengan tulus ikhlas karena baginya mereka adalah “Next Generation” yang akan menjadi petani handal dan professional sesuai disiplin ilmu yang telah dan akan mereka pelajari selanjutnya. Karena saat panen raya di Kabupaten Karawang Jawa Barat pada hari Rabu 1 Maret 2018 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Menyatakan Para petani di Tanah Air banyak yang berusia tua dan sulit mendapatkan generasi dari pemuda.

Para penyuluh di BPP Bebesen selalu aktif terjun langsung ke wilayah kerja mereka bersosialiasi dan berbagi informasi untuk membuka cakrawala pemikiran masyarakat terutama kaum muda khususnya di bidang pertanian yang sangat menjanjikan untuk kesejahteran pelaku usaha tani dan keluarganya di masa depan salah satunya mereka dengan insten membimbing para Siswa SMK 2 Takengon yang prakerin dalam Wilayah Kerja BPP Bebesen Tersebut.

Mudah-mudahan kiprah para Penyuluh ini menjadi motivasi bagi kita dan akan berdampak positif kedepannya dan menjadikan generasi muda yang cinta pertanian untuk mewujudkan Indonesia jadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

• Riega Petani Muda Berdomisili di Dataran Tinggi Gayo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed