Kapolres Gayo Lues Hadiri Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Dengan Tokoh Masyarakat


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO –  Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman SIK menghadiri kegiatan Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Pimpinan/Anggota Organisasi Sosil dan Masyarakat Se Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2018 di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Blangkejeren – Kutacane Kecamatan  Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa, (16/10/2018).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Humas Setdakab Gayo Lues dan  dihadiri oleh  Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, Sekretaris Daerah Kabupaten  Gayo Lues H.Thalib, S.Sos, MAP, Forkopimda Kabupaten Gayo Lues dan  Para tokoh Masyarakat Kabupaten  Gayo Lues.

Dalam sambutannya Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman SIK menyampaikan bahwa Kegiatan ini sangat bagus dan di idam-idamkan karena kita dapat bertukar informasi dan kami sarankan kalau bisa pelaksanaannya berkeliling.

Tugas pokok Polisi menurut UU yaitu  Harkamtibmas, Alat negara penegak hukum, dan melindungi, mengayomi masyarakat. Apabila ada masyarakat tidak aman maka langkah kedua yaitu penegakan hukum untuk tercapainya tugas ke tiga yaitu melindungi dan mengayomi masyarakat, ujarnya.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman SIK  juga mengatakan  Dalam tugas menegakkan hukum ada pertimbangan pertimbangan di antaranya harus menghadirkan manfaat dan bukan mudharat.  Dalam kegiatan ini mari kita komunikasikan apa yg akan kita laksanakan sehingga apabila ada hal hal yang tidak baik kita tidak saling menyalahkan.

Kita harus menyadari bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di jamin UU akan tetapi juga di batasi dengan hak oang lain yg jg harus di jaga. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban Pemilu 2019 di Kabupaten Gayo Lues kita jauhi fitnah dan adu domba kita ciptakan Pemilu yg beradab sesuai dng ajaran Islam, jelas Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman SIK. (ABDIANSYAH)




Ini Nama-nama Pejabat Eselon III yang Dilantik Wakil Bupati Gayo Lues


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani melanti dan mengambil Sumpah dan Jabatan Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues yang bertempat di Aula Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Jendral Sudirman Kecamatan Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa, (16/10/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Bupati Gayo Lues Hardansyah, S.Pd, MAP, Asisten III Bupati Gayo Lues Ir. Bambang Waluyo, Staf Ahli Bupati Gayo Lues M.Jamin, S.Pd, Para Kepala Dinas Pemda Kabupaten  Gayo Lues, Camat dan Insan Pers.

H.Said Sani dalam sambutannya mengatakan “ Proses untuk menduduki jabatan tertentu tersebut, bukanlah pekerjaan sekali pembahasan selesai, namun bertahap-tahapan pertemuan melalui Baperjakat. “Kemana pun kapal berlabuh di sanalah penumpang bertepi. Riak-riak gelombang yang telah dilewati pun, bermuara pada satu tujuan yakni untuk percepatan pembangunan segala bidang di segala sektor pemerintahan dan masyarakat Berdasarkan pertimbangan bahwa untuk kepentingan dinas, perlu dengan segera mengangkat Pegawai Negeri Sipil yang namanya tersebut pada lajur 2 Lampiran Keputusan ini dengan jabatan sebagaimana tersebut pada lajur 7 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Kami mengingat prosedural Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah dan Qanun Kabupaten Gayo Lues Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Kabupaten Gayo Lues dan Berita Acara Baperjakat dalam rangka Panggilan Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues Nomor: 800/10/2018 tanggal 12 Oktober 2018, ujarnya.

Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani juga mengatakan “ Kegiatan pelantikan dan mutasi jajaran pejabat setiap instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai”.

Setelah pelantikan terdengar isu-isu miring yang mengatakan pelantikan yang dilakukan bermuatan politis, hal itu sangat jauh dari tujuan pelantikan ini. Perlu kami garis-bawahi bahwa masalah politik adalah masalah pilihan. Seperti hitam tetap hitam dan putih tetap putih. Dan abu-abu, terserah pada hadirin sekalian yang menilai, kata H. Said Sani.

Pengembangan karir pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, apalagi untuk kepentingan golongan tertentu melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan umum, sebutnya.

H.Said Sani menambahkan bahwa parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai dilakukan melalui pertimbangan kapasitas, kompentensi, integritas, loyalitas, moralitas, mutasi jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada negara.


Pelantikan ini dilaksanakan pada di akhir tahun ini, dengan harapan pejabat yang baru dilantik betul-betul memulai tugas barunya dengan lembaran baru serta Setiap Pejabat hendaknya mempunyai kemampuan dan kemauan yang kuat untuk senantiasa memiliki wawasan yang luas, data dan informasi yang sahih, serta semangat juang yang tinggi dan selalu siap sedia membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan, imbuhnya.

Saya ingin berpesan kepada Saudara-saudara yang baru dilantik agar terus meningkatkan kapasitas saudara-saudara pada setiap waktu dan kesempatan. Karena itu, para pejabat baru dapat meningkatkan kualitas kinerja dan Saya minta kepada saudara-saudara untuk tidak berlama- lama dalam menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru, jelasnya.

Saya ucapakan selamat kepada saudara saudara sekalian. Mari senantiasa memohon kepada Allah SWT agar selalu sehat, panjang umur, dibimbing, diberi kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai aparatur Pemerintah. Semoga sukses dan kinerja kita dapat bermanfaat bagi masyarakat dan demi masa depan Kabupaten Gayo Lues yang lebih baik lagi, kata Wakil Bupati H. Said Sani.

Pantauan awak media di lapangan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah dan Jabatan Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues selesai Pada pukul 17.45 WIB.

Data Nama – Nama  Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues dilantik dan di Ambil sumpah pada Selasa, (16/10/2018) adalah sebagai berikut :

  1. Said Idris Wintareza, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Camat Blangkejeren.
  2. Suardi, SH, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Camat Blangpegayon.
  3. Supratman, SE, Jabatan Lama Kasi Pemantauan, Pengawasan dan Pembinaan Penanaman Modal pada Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Informasi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Jabatan Baru. Camat Rikit Gaib.
  4. S, Jabatan Lama Camat Rikit Gaib. Jabatan Baru Kabag Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten.
  5. Darmi, SE. Jabatan Lama Inspektur Pembantu Wilayah II. Jabatan Baru Kabag Hukum dan Persidangan pada Sekretariat DPRK.
  6. Khairuddin, S.Sos. Jabatan Lama Pelaksana pada Kantor Camat Blangpegayon. Jabatan Baru Kabag Umum pada Sekretariat DPRK Gayo Lues
  7. Ridwansyah, ST. Jabatan lama Sekretaris pada Dinas Perindustrian. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang.
  8. Restunarti, SE. Jabatan lama Camat Blangkejeren. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Perindustrian.
  9. Usman Ali. MM. Jabatan Lama Kabid Perumahan, Kawasan Permukiman, Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum pada Dinas Perumahan dan Kawasan permukiman. Jabatan baru Sekretaris pada Dinas Perhubungan.
  10. Almuzani, SE.M.Si, Jabatan Lama Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir miskin pada Dinas Sosial. Jabatan Baru Sekretaris pada Inspektorat Kabupaten.
  11. Muhaimini, ST.M.Ec.Dev, Jabatan Lama Kabid Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan. Jabatan Baru Sekretaris pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
  12. Jemilah, S.Ag, Jabatan Lama Kabid Bina Hukum Syariat Islam pada Dinas Syariat Islam. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Syariat Islam.
  13. Abunifah, M.Pd, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Pertanahan.
  14. Muhammad, S.Pd, Jabatan Lama Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan. Jabatan Baru Sekretaris Majelis Pendidikan Daerah.
  15. Kasim, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretaris Majelis Adat Aceh. Jabatan Baru Sekretaris Majelis Adat Aceh.
  16. Ratna Dartini, SE, Jabatan Lama Kasubbag Keuangan dan Aset Sekretariat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Jabatan Baru Sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
  17. Edi Suvriadi, MM, Jabatan Lama Pelaksana pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang. Jabatan Baru Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
  18. Wahidin, S.Pd, Jabatan Lama Kabag Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten. Jabatan Baru Sekretaris pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
  19. Nasrul Abdi, ST, Jabatan Lama Auditor Muda pada Inspektorat Kabupaten Gayo Lues. Jabatan Baru Inspektur Pembantu Wilayah II
  20. Abu Mukmin, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Inspektur Pembantu Wilayah IV
  21. Meutia Khatmi, SSTP.M.Si, Jabatan Lama Camat Blangpegayon. Jabatan Baru Kabid Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
  22. Anis Andayani, SE, Jabatan Lama Kabid Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Jabatan Baru Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
  23. Marlina Dewi, S.Pd, Jabatan Lama Kasi Penguatan Ekonomi Perempuan, Sosial dan politik pada Bidang Pemberdayaan dan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Jabatan Baru Kabid Pemberdayaan dan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
  24. Ismail, M.SP, Jabatan Lama Kasi Pengembangan dan Produksi Perikanan pada Bidang Perikanan Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Gayo Lues. Jabatan Baru Kabid Holtikultura pada Dinas Pertanian.
  25. Munawir, SP, Jabatan Lama Kasi Kesejahteraan Sosial pada Kantor Camat Blangjerango. Jabatan Baru Kabid Prasarana dan Sarana pada Dinas Pertanian.
  26. Ramadan, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Dinas Syariat Islam. Jabatan Baru Kabid Bina Hukum Syariat Islam pada Dinas Syariat Islam.
  27. Riadussalihin, SKM, Jabatan Lama Inspektur Pembantu Wilayah IV. Jabatan Baru Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan.
  28. Azhar, A.Md.EM, Jabatan Lama Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Jabatan Baru Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan.
  29. Muslim, ST, Jabatan Lama Sekretaris pada Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gayo Lues. Jabatan Baru Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
  30. Musa, S.Pd.SD, Jabatan Lama Pelaksana pada Dinas Pendidikan. Jabatan Baru Kabid Kearsipan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
  31. Sri Dewi Wahyuni, SP, Jabatan Lama Kasi Pemasaran dan Promosi Pariwisata. Jabatan Baru Kabid Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata.
  32. Saidy Sasa, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Dinas Pariwisata. Jabatan Baru Kabid Layanan Kepemudaan pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
  33. Khalidin, S.Pd, Jabatan Lama Kabid Layanan Kepemudaan pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Jabatan Baru Kabid Prasarana dan Sarana pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga
  34. Suhadir, ST, Jabatan Lama Kabid Prasarana dan Sarana pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Jabatan Baru Kabid Pembinaan dan Pengembangan pada Dinas Perindustrian.
  35. Feriza Ivandiar, ST, Jabatan Lama Kasubid Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Bidang Perencanaan Pembangunan Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Jabatan Baru Kabid Perencanaan Pembangunan Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
  36. Karta Surya, S.Hut.MP, Jabatan Lama Kasubbag Bagian Evaluasi dan Pengendalian pada Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah. Jabatan Baru Kabid Penelitian dan Pengembangan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
  37. Zulkarnain, S.Pd, Jabatan Lama Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dasar pada Dinas Pendidikan. Jabatan Baru Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan.
  38. Said Muhammad, SE, Jabatan Lama Sekretaris Camat Tripe Jaya. Jabatan Baru Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial.
  39. Malik, ST, Jabatan Lama Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar pada Bidang Kelembagaan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan. Jabatan Baru Kabid Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, Prasarana , Sarana dan Utilitas Umum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
  40. Rabusin, SE.M.AP, Jabatan Lama Pelaksana pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jabatan Baru Kabid Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan.
  41. Muhammad Fikar, S.IP,M.IP, Jabatan lama Kasi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Adat dan Sosial Budaya pada BIdang Bina Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Mukim dan Kampung Dinas Pemberdayaan Masyarakat kampung. Jabatan Baru Kabid Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM.
  42. Dzulkifli Wijaya, SH.M.Ec.Dev, Jabatan Lama Kabid Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM. Jabatan Baru Kabid Pengadaan dan Pengurusan Hak Atas Tanah.
  43. Abdul Hakim, MP, Jabatan Lama Kasi Pengolahan dan Penanganan Pasca Panen pada Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian. Jabatan Baru Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Pangan dan Perikanan.
  44. Arwinsyah, SH, Jabatan Lama Kabid Pengadaan dan Pengurusan Hak Atas Tanah. Jabatan Baru Kabid Persandian pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian.
  45. Sahali, S.Pd, Jabatan Lama Guru Madya. Jabatan Baru Sekretaris Camat Tripe Jaya.
  46. Sukran, SE, Jabatan Lama Sekretaris pada Kantor Camat Jabatan Baru Sekretaris Camat Terangun.
  47. Radli Erwansyah, SE, Jabatan Lama Pelaksana pada Kantor Camat Pining. Jabatan Baru Sekretaris Camat Blangpegayon.

Pelantikan ini untuk peyegaran dan peningkatan kinerja serta dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.  (ABDIANSYAH)




Ketua BRA Pusat Koordinasi Dengan Tapol Napol Dan Kombatan GAM di Pidie Jaya


MEUREUDU, BARANEWSACEH.CO – Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) pusat M. Yunus melakukan pertemuan dan Koordinasi dengan mantan kombatan GAM, Tapol-Napol dan korban konflik di kabupaten Pidie Jaya, selasa (16-10- 2018).

Pertemuan itu berkelanjutan seperti pertemuan di Aceh Utara dan kota Lhokseumawe, ” kata M. Yunus.

Didampingi sekretasis Murni, SE.MM, M. Yunus mengatakan, pertemuan ini adalah untuk membahas koordinasi lahan buat kombatan GAM, Tapol-Napol dan Korban Konflik sebagaimana yang tertera dalam Perjanjian Mou Helsinky, ” tuturnya.

Lebih lanjut, Jelas M. Yunus, BRA pusat menegaskan bahwa yang dibutuhkan sekarang adalah data yang valid, karena sudah 13 (tiga belas) tahun pasca damai Aceh kita belum memiliki data yang valid. Bila datanya tidak jelas, kita pun susah untuk melobi anggaran ke pihak-pihak lain, dan kita akan berusaha melobi dana DOKA untuk kejelasan anggaran BRA nantinya, ” ujarnya.

Semantara itu, Murni SE, MM selaku Sekretaris BRA pada kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa, BRA menginginkan lahan-lahan yang dilengkapi dengan sertifikasi yang jelas, supaya apa yang kita programkan kedepan harus tepat sasaran, ” terangnya.

Setelah itu Murni, membuka sesi tanya jawab sehingga kita tahu apa sebenarnya permasalahan yang ada di lapangan dan pembahasan ini saling terbuka, karena mengenai perihal hak tanah untuk mantan kombatan GAM, Tapol-Napol dan korban konflik tertuang dalam perjanjian MOU Helsinky poin 3. 2. 5, ” pungkasnya.

Disamping itu, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas membenarkan jika kendala yang di alami BRA sekarang adalah menyangkut dengan data, tetapi saya siap mendukung BRA dalam program data yang falid, ” ungkap Aiyub.

Selain itu, Aiyub meminta ketua BRA supaya menjadikan Pidie Jaya sebagai percontohan perealisasian lahan buat kombatan GAM, Tapol-Napol dan korban Konflik, ” harapnya.

Aiyub juga meminta para Geusyik (kepada Desa) yang ada di Pidie Jaya untuk ikut membantu BRA dalam mengumpulkan data yang valid, ” tutupnya.

Acara tersebut dihadiri lebih kurang 200 orang mantan kombatan GAM, Tapol-Napol dan korban konflik yang ada kabupaten Pidie Jaya.(Adam)




Dialog Audiensi Pemkab Gayo Lues, Dandim 0113/GL Dukung Visi Misi


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Dalam rangka untuk mengetahui masalah dan keluhan masyarakat untuk meningkatkan pencapaian pembangunan di Kabupaten Gayo Lues, Humas Setdakab Gayo Lues menyelenggarakan  kegiatan Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Pimpinan/Anggota Organisasi Sosial dan Masyarakat Se Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2018 di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Blangkejeren – Kutacane Kecamatan  Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa (16/10/2018).

Pada kesempatan itu Dandim 0113/GL Letkol Inf M Faisal Nasution, SIP turut menghadiri acara tersebut  dan mengatakan dalam sabutannya “  Tugas TNI dalam UU salah satunya adalah perbantuan ke pemda untuk mendukung/suport visi misi.

Salah satu yang telah dilaksanakan TNI khususnya Kodim 0113/GL yaitu dengan gerakan manunggal subuh, Berantas judi dan narkoba dan program TMMD.   Untuk mendukung mengatasi kemiskinan dan masalah kesehatan TNI melaksanakan program jambanisasi dengan target satu tahun 430 jamban, ujarnya.

Apabila program ini diklopkan antara program TNI dengan program pemda akan dapat mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan drajat kesehatan, sebut Dandim.

TNI juga melaksanakan Program swasembada pangan dengan pendampingan babinsa kepada kelompok tani yang ada di desa desa.  Program TNI untuk menanamkan rasa nasionalisme dengan menjadi irup dalam pelaksanaan upacara di sekolah sekolah, kata Letkol Inf M Faisal Nasution SIP.

Dalam pengerahan pengamanan pemilu TNI sifatnya BKO ke Polres baik secara terbuka atau tertutup dan untuk pengerahan personil TNI adalah 2/3 dari personil Polisi,  Kerja sama TNI/ Polri dan masyarakat harus terus berlanjut siapapun yg menjabat nantinya, jelas Letkol Inf M Faisal Nasution SIP. (ABDIANSYAH)




H. Said Sani Hadiri Dialog/Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues Dengan Tokoh Masyarakat


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani menghadiri kegiatan Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Pimpinan/Anggota Organisasi Sosil dan Masyarakat Se Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2018 di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Blangkejeren – Kutacane Kecamatan  Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa, (16/10/2018).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Humas Setdakab Gayo Lues dan  dihadiri oleh  Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, Sekretaris Daerah Kabupaten  Gayo Lues H.Thalib, S.Sos, MAP, Forkopimda Kabupaten Gayo Lues dan  Para tokoh Masyarakat Kabupaten  Gayo Lues.

Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani mengatakan “ Pemanfaatan dan penggunaan dana desa agar di manfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan karena menurut statistik Gayo Lues merupakan Kabupaten termiskin di Aceh dan Aceh Provinsi termiskin di Indonesia maka dapat diartikan Gayo Lues adalah daerah termiskin di Indonesia.

Masyarakat Gayo Lues masih terjerat dengan masalah masalah ekonomi seperti praktek ijon dan koprasi yang meminjamkan uang dan tiap hari ada penagihan ke masyarakat, ujarnya.

Dia berharap pemanfatan dana desa tepat sasaran dan kelola pariwisata di kampung agar dapat mengatasi kesulitan kehidupan masyarakat dan dapat mengentaskan kemiskinan.

Sisihkan masalah persaingan politik dalam pilkada kemarin dan saatnya kita sekarang bersatu untuk membangun Gayo Lues.  Kami tidak  bisa berbuat maksimal tanpa peranserta para tokoh masyarakat dan cerdik pandai di Gayo Lues, sebutnya.

Bagi kita sekarang ini tidak ada konsep lain untuk membangun Gayo Lues selain dengan persatuan dan kesatuan. Kita harus mempunyai data yang akurat sehingga pelaksanaan pembangunan tidak mengambang jelas H. Said Sani. (ABDIANSYAH)




Bupati Gayo Lues Buka Dialog/Audiensi FORKOPIMDA Dengan Tokoh Masyarakat


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru Membuka  kegiatan Dialog/ Audiensi FORKOPIMDA Gayo Lues dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Pimpinan/Anggota Organisasi Sosil dan Masyarakat Se Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2018 di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Blangkejeren – Kutacane Kecamatan  Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues. Selasa, (16/10/2018)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh  Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani, Sekretaris Daerah Kabupaten  Gayo Lues H.Thalib, SSos, MAP, Forkopimda Kabupaten Gayo Lues dan  Para tokoh Masyarakat Kabupaten  Gayo Lues.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui masalah dan keluhan masyarakat untuk meningkatkan pencapaian pembangunan di Kabupaten  Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru dalam sambutanya mengatakan “  Dalam kegiatan ini nanti secara bergilir kami akan memberi penjelasan tentang bidang bidang Forkopimda yang ada kemudian menerima dan mendengar masukan dari para peserta dialog/audiensi.

Kami berada di puncak pimpinan sudah 1 tahun 13 hari, dilihat dari masa kerja msh sangat singkat bila dilihat secara kinerja kami telah menyusun strategi pembangunan yang akan dilaksanakan kedepan, ujarnya.

Dia mengatakan “ Kami masih belum sempurna dan pasti ada keluhan masyarakat tentang harapan yang tidak sesuai dng kenyataan dan ada masyarakat yg membandingkan masa kepemimpinan yg dulu dng yang sekarang”.

Hal itu wajar karena memang aturan dan regulasi dari waktu ke waktu juga berubah dan pasti akan berpengaruh terhadap masalah pembangunan, sebut H. Muhammad Amru.

Muhammad Amru juga mengatakan “ Dalam penunjukan pejabat dalam posisi tertentu akan kami percayakan kepada orang yang dapat melaksanakan visi misi yang telah diprogramkan sedangkan untuk eselon 2 sesuai peraturan harus diadakan pelelangan.

Adanya perubahan regulasi mengenai  DOKA yang ditarik ke provinsi sehingga setengah dari dana tidak terealisasi yang disebabkan tidak ada koordinasi yang intens dengan Pemkab tentang siapa pemenang tender dan apa yang akan di laksanakan serta proyek yang tidak dilaksanakan dengan baik sehingga banyak program tidak terealisasi, kata Bupati.

Kita harus laksanakan tugas dengan tidak melanggar hukum karena banyak kejadian adanya OTT kita budayakan hidup sederhana agar tidak ada tindakan/praktek yang melanggar hukum masalah anggaran, kami terbuka untuk terima masukan dari masyarakat dan juga dari rekan TNI/Polri untuk tercapainya visi misi yang telah diprogramkan, jelas H. Muhammad Amru. (ABDIANSYAH)




Wakil Bupati Gayo Lues Lantik 49 Pejabat Eselon III


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani  melantik dan mengambil Sumpah dan Jabatan Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues yang bertempat di Aula Pendopo Bupati Gayo Lues Jln. Jendral Sudirman Kecamatan Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, Selasa, (16/10/2016).

Baca : Dikabarkan-sore ini diadakan pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab-Gayo-Lues

Pejabat yang dilantik adalah pejabat Eselon III di linkungan Pemkab Gayo Lues sebanyak 49 Pejabat Administrator bertujuan untuk peyegaran dan peningkatan kinerja serta dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Bupati Gayo Lues Hardansyah, S.Pd, MAP, Asisten III Bupati Gayo Lues Ir. Bambang Waluyo, Staf Ahli Bupati Gayo Lues M Jamin, S.Pd, Para Kepala Dinas Pemda Kabupaten  Gayo Lues, Para Camat se- Kabupaten  Gayo Lues dan Insan Pers.

Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani dalam sambutannya mengucapkan  Terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir pada acara “Pengambilan Sumpah Pelantikan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural Oganisasi Pemerintah Darah”.

H. Said Sani mengatakan “ Pada kesempatan ini, saya membuat kiasan untuk menggambarkan betapa rumit dan alot untuk menentukan, memilih dan memutuskan siapa saja yang layak untuk menduduki jabatan sebagai amanah kami. Karena tanpa memberi titip amanah, sama halnya kami memilih kucing dalam karung.

Proses untuk menduduki jabatan tertentu tersebut, bukanlah pekerjaan sekali pembahasan selesai, namun bertahap-tahapan pertemuan melalui Baperjakat.  “Kemana pun kapal berlabuh di sanalah penumpang bertepi. Riak-riak gelombang yang telah dilewati pun, bermuara pada satu tujuan. Yakni untuk percepatan pembangunan segala bidang di segala sektor pemerintahan dan masyarakat, ujarnya.

Dia mengatakan Berdasarkan pertimbangan bahwa untuk kepentingan dinas, perlu dengan segera mengangkat Pegawai Negeri Sipil yang namanya tersebut pada lajur 2 Lampiran Keputusan ini dengan jabatan sebagaimana tersebut pada lajur 7 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Oleh karena itu, kami mengingat prosedural Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah dan Qanun Kabupaten Gayo Lues Nomor  6 Tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat , sebutnya.

Said Sani menambahkan Kabupaten Gayo Lues dan Berita Acara Baperjakat dalam rangka Panggilan Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues Nomor : 800/10/2018 tanggal 12 Oktober 2018. Atas dasar menimbang, mengingat dan memutuskan untuk mengangkat Pengawai Negeri Sipil yang namanya tersebut sebagaimana terlampir.

Kegiatan pelantikan dan mutasi jajaran pejabat setiap instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai.  Namun, sering sekali setelah pelantikan terdengar isu-isu miring yang mengatakan pelantikan yang dilakukan bermuatan politis, hal itu sangat jauh dari tujuan pelantikan ini, sebu H. Said Sani.

Perlu kami garis-bawahi bahwa masalah politik adalah masalah pilihan. Seperti hitam tetap hitam dan putih tetap putih. Dan abu-abu, terserah pada hadirin sekalian yang menilai.  Inilah bagian dari upaya peyegaran dan peningkatan kinerja, pelantikan ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu, sebutnya.

Selain itu disampaikan Wakil Bupati Pengembangan karir pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, apalagi untuk kepentingan golongan tertentu melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan umum.

Parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai dilakukan melalui pertimbangan kapasitas, kompentensi, integritas, loyalitas, moralitas, mutasi jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada negara.   Pelantikan ini dilaksanakan pada di akhir tahun ini, dengan harapan pejabat yang baru dilantik betul-betul memulai tugas barunya dengan lembaran baru.

Setiap Pejabat hendaknya mempunyai kemampuan dan kemauan yang kuat untuk senantiasa memiliki wawasan yang luas, data dan informasi yang sahih, serta semangat juang yang tinggi dan selalu siap sedia membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan, ujarnya.

Dalam kesempatan ini pula saya ingin berpesan kepada Saudara-saudara yang baru dilantik agar terus meningkatkan kapasitas saudara-saudara pada setiap waktu dan kesempatan.  Karena itu, para pejabat baru dapat meningkatkan kualitas kinerja. Saya minta kepada saudara-saudara untuk tidak berlama-lama dalam menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru. Sesuai dengan tuntutan organisasi, maka saudara-saudara harus cepat memahami dan melaksanakan tugas sesuai dengan tantangan yang dihadapi. Pentingnya, Saudara-Sauadara ketahui, setelah Saudara-saudara dilantik kami akan selalu memantau kinerja dan tindakan-tindakan saudara dalam menjalankan tugas,  Untuk itu laksanakanlah tugas dengan baik serta jangan lupakan fakta integritas yang Saudara-saudara tandatangani, karena pakta integritas tersebut dibuat bukan sekedar bahan pelengkap dalam acara pelantikan tetapi adalah untuk menyatakan kesanggupan Saudara-saudara dalam hal penegakan disiplin, tegas H. Said Sani.

Inilah beberapa arahan yang dapat saya sampaikan kepada saudara-saudara, dengan maksud agar dapat digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan beberapa harapan :

Senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.  Menjaga netralitas PNS sebagai aparatur dengan maksud menjamin terselenggaranya tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik.  Bersifat sensitif dan responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru yang timbul baik di dalam maupun di luar organisasi. Mempunyai jiwa semangat untuk mewujudkan good governance dan menghindari terjadinya proses KKN dalam melaksanakan program kerja dan kegiatan.  Mempunyai wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi.  Mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai sumber dan memanfaatkan sumber daya secara optimal sehingga dapat menghasilkan produktivitas kerja secara maksimal, jelas H.Said Sani.

Mengakhiri sambutannya H. Said Sani mengucapakan selamat dan memohon kepada Allah SWT agar  selalu sehat, panjang umur, dibimbing, diberi kekuatan  dan kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai aparatur Pemerintah.  Dia berharap semoga sukses dan kinerja kita dapat bermanfaat bagi masyarakat dan demi masa depan Kabupaten Gayo Lues yang lebih baik lagi.  (ABDIANSYAH)




Firmansyah Klarifikasi Tentang Pegawai Verifikator CPNS 2018 Di BKPSDM Bireuen

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Terkait pemberitaan yang terbit pada minggu (14/18) di media elektronik (Online) Baranewsaceh.co, Firmansyah, S.H. mengklarifikasi permohonan maafnya atas kekeliruan dan salah faham terhadap saudari Irma, salah satu Verifikator CPNS 2018 dan Instansi Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bireuen, Selasa (17-10-2018).

Firman menyatakan, saya momohon maaf sebesar-besarnya terhadap saudari Irma dan Instasi BKPSDM kabupaten Bireuen menyangkut dengan kekeliruan yang telah terbit tempo hari di media elektronik, ” ujarnya.

Disamping itu, antara Firman dan Irma juga telah bertemu dan telah duduk bersama untuk meng-klarifikasi atas kekeliruan tersebut. Dan keduanya juga telah sepakat untuk saling memaafkan atas kekeliruan dan kesalahpahaman tersebut.

Pertemuan itu disaksikan oleh Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi, di BKPSDM Kabupaten Bireuen, Fazakkir S.sos, dan keduanya telah berjanji dan sepakat untuk tidak saling tuntut-menuntut dikemudian hari tentang hal tersebut.(Adam)




Dikabarkan Sore Ini Diadakan Pelantikan Pejabat di Lingkungan Pemkab Gayo Lues

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, dikabarkan sore ini bakal melantik sejumlah pejabat eselon III di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues, Selasa (16/10/2018). Pelantikan sejumlah pejabat eselon III itu direncanakan berlangsung pukul 16.00 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber dalam kalangan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, pelantikan itu untuk menindaklanjuti surat Bupati Gayo Lues Nomor 821/1006/2018 Tanggal 15 Oktober 2018 tentang pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Struktural di lingkungan Pemerintah Gayo Lues.

Pelantikan sejumlah eselon III dalam Satuan Kerja Perangkat Kabupaten Gayo Lues (SKPK) dipastikan usai shalat ashar.

Sebelumnya, Bupati Gayo Lues telah melakukan lelang jabatan untuk merekrut calon pejabat terbaik untuk diangkat menjadi pejabat dalam jajaran Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. (Abdiansyah)




Usai Pembukaan, Danrem dan Plt Bupati Bener Meriah Meninjau Lokasi TMMD 103


Redelong, Baranewsaceh.co  – Usai acara pembukaan TNI Manungal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018, Kodim 0106/Aceh Tengah jajaran Korem 011/Lilawangsa, di Wilayah Kabupaten Bener Meriah, Senin (15/10).

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto didampingi Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi Dandim 0106/AT-BM Letkol Inf Hendry Widodo beserta pejabat lainnya meninjau langsung ke lokasi pelaksanaan TMMD.

Sebelumnya pelaksanaan upacara pembukaan TMMD ke-103 Tahun 2018, yang bertemakan “TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju, Sejahtera dan Demokratis” secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, di Lapangan Bola Kampung Blang Jorong, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah.

Kegiatan TMMD ke-103 tahun 2018, akan dilaksanakan selama 30 hari terhitung mulai Tanggal 15 Oktober sampai dengan 13 November di 3 (Tiga) Wilayah terpisah, yaitu di Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, dan di Desa Mendale Kecamatan Kebayakan, serta di Desa Telege Sari Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.

Pelaksanaan TMMD ke-103 di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah Wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah jajaran Korem 011/Lilawangsa meliputi Dua sasaran yaitu sasaran Fisik seperti pembukaan jalan sepanjang 5.500 X 6 meter, pembuatan jembatan sebanyak 3 titik, pemasangan Gorong-gorong sebanyak 2 titik, penataan tanggul sepanjang 135 M, normalisasi tebing sungai sepanjang 2.390 meter, perehapan rumah tidak layak huni 1 unit.

Sedangkan sasaran dan Non fisik Diantaranya, melaksanakan kegiatan pengobatan massal, penyuluhan kesehatan, hukum, Wasbang, Pertanian dan Narkoba kepada warga masyarakat.

Upacara pembukaan TMMD ke-103, turut dihadiri antara lain, Danrem 011/LW Kolonel Inf Purmanto, Kapolres BM AKBP Fahmi Irwan Ramli, SH, SIK, Kapolres Ateng AKBP Hairajadi, SH, Danyonif 114/SM Letkol Inf Mulyadi, ST, Kajari BM Rahmat Azhar, SH,MH, Sekda Kab. BM Drs. Ismarisiska, MM, Ketua MPU Kab. BM Tgk. Almujani, Wakil Ketua II DPRK BM Andi Sastra, serta ratusan personel TNI Kodim 0106/Ateng, Yonif Raider 113/JS, Yonif 114/SM, Yonzipur-16, Polres BM, Brimob, Sat-Pol PP, Senkom Mitra Polri, Dinas Kehutanan, Damkar, FKPPI, Pemda BM, Pramuka, Pelajar serta Masyarakat yang hadir.(Laung/Dani)




TNI Manunggal Membangun Desa 103 Bener Meriah

Redelong, Baranewsaceh.co – TNI Manungal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018, Kodim 0106/Aceh Tengah jajaran Korem 011/Lilawangsa, dengan tema “TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju, Sejahtera dan Demokratis” di Wilayah Kabupaten Bener Meriah secara resmi dibuka.

Acara tersebut ditandai dengan Upacara pembukaan oleh Inspektur Upacara (Irup) Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, selaku Komandan Upacara Danramil 12/Permata Kapten Inf Arianto, di Lapangan Bola Kampung Blang Jorong, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Senin (15/10).

Upacara pembukaan TMMD ke-103 tahun 2018, turut dihadiri antara lain, Danrem 011/LW Kolonel Inf Purmanto, Kapolres BM AKBP Fahmi Irwan Ramli, SH, SIK, Kapolres Ateng AKBP Hairajadi, SH, Danyonif 114/SM Letkol Inf Mulyadi, ST, Kajari BM Rahmat Azhar, SH,MH, Sekda Kab. BM Drs. Ismarisiska, MM, Ketua MPU Kab. BM Tgk. Almujani, Wakil Ketua II DPRK BM Andi Sastra.

Dalam sambutannya Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi saat memimpin upacara pembukaan TMMD Ke-103 Kodim 0106/Acegh Tengah mengatakan, atas nama pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya dan terimakasih atas segala bentuk kepedulian dari segenap unsur TNI dalam upaya memperteguh sikap dan tekad kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Semoga dengan adanya kiprah TNI yang selalu mengabadikan dirinya bagi kepentingan Rakyat, dapat membantu meningkatkan taraf pendidikan serta derajat kesehatan masyarakat”, harap Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi.

Sementara itu, Dandim 0106/AT-BM Letkol Inf Hendry Widodo selaku Dansatgas TMMD menyampaikan, kegiatan TMMD ke-103 tahun 2018 akan dilaksanakan selama 30 hari terhitung mulai Tanggal 15 Oktober sampai dengan 13 November di 3 (Tiga) Wilayah terpisah, yaitu di Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, dan di Desa Mendale Kecamatan Kebayakan, serta di Desa Telege Sari Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, jelasnya.

Adapun pelaksanaan TMMD ke-103 di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah Wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah jajaran Korem 011/Lilawangsa meliputi Dua sasaran yaitu sasaran Fisik seperti pembukaan jalan sepanjang 5.500 X 6 meter, pembuatan jembatan sebanyak 3 titik, pemasangan Gorong-gorong sebanyak 2 titik, penataan tanggul sepanjang 135 M, normalisasi tebing sungai sepanjang 2.390 meter, perehapan rumah tidak layak huni 1 unit.

Sedangkan sasaran dan Non fisik Diantaranya, melaksanakan kegiatan pengobatan massal, penyuluhan kesehatan, hukum, Wasbang, Pertanian dan Narkoba kepada warga masyarakat.

Kegiatan upacara pembukaan TMMD ke-103 diikuti oleh ratusan personel TNI Kodim 0106/Ateng, Yonif Raider 113/JS, Yonif 114/SM, Yonzipur-16, Polres BM, Brimob, Sat-Pol PP, Senkom Mitra Polri, Dinas Kehutanan, Damkar, FKPPI, Pemda BM, Pramuka, Pelajar serta Masyarakat yang hadir.

Usai acara pembukaan, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto, Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, Dandim 0106/AT-BM Letkol Inf Hendry Widodo beserta pejabat lainnya meninjau lokasi pelaksanaan TMMD. (LAUNG)




Terungkap di Sidang Ahmadi, Teuku Fadhilatul Akui Transfer Uang Rp 1 Miliar ke Steffy Burase

Sidang kasus suap dengan terdakwa Ahmadi di Pengadilan Tipikor, Senin (15/10/2018) Foto: Faiq Hidayat-detikcom

Jakarta, Baranewsaceh.co – Teuku Fadhilatul Amri mengaku pernah mentransfer uang sekitar Rp 1 miliar untuk Fenny Steffy Burase. Namun Amri tidak mengetahui tujuan transfer uang tersebut.

Amri merupakan keponakan Saiful Bahri, orang kepercayaan Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf. Amri mengaku diminta Saiful Bahri untuk mengirimkan uang tersebut kepada Steffy Burase.

“Anda di sini BAP, pernah transfer Rp 1 miliar ke Steffy atas perintah Saiful Bahri, betul?” kata jaksa KPK Ali Fikri saat sidang terdakwa Ahmadi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Senin (15/10/2018).

Amri membenarkan pernah mentransfer uang itu kepada Steffy. Setelah itu, dia juga melaporkan kepada Saiful dan Irwandi.

“Saya laporkan Pak Saiful dan Pak Irwandi. Ada juga slip transfernya, kalau uang sudah dikirim,” kata Amri.

Selain itu, Amri menyebut Saiful dengan Steffy juga mengurusi kegiatan Aceh Marathon yang dibiayai Pemprov Aceh. Steffy menggunakan CV Rata Karya untuk mengerjakan kegiatan tersebut.

“Perusahaan Steffy nggak punya izin jadi pakai bendera perusahaan saya CV Rata Karya. Saya dapat fee 2,5 persen,” ujar Amri.

Jaksa KPK bertanya soal peruntukkan uang yang tertulis untuk Aceh Marathon.

“Kan sudah ada anggaran dari Pemprov Aceh, kok sudah ambil uang dari Muyassir, disuruh transfer kegiatan Aceh Marathon. Di sini ditulis untuk kegiatan Aceh Marathon?” kata jaksa KPK.

Tapi Amri membantah uang transfer kepada Steffy untuk kegiatan Aceh Marathon. Sebab, Saiful kerapkali meminjam uang kepada Steffy.

“Itu memang Steffy dan Pak Saiful sering pinjam meminjam uang. Saiful memang sering pinjam ke Steffy. Jadi Steffy minta talangin dulu,” kata Amri.

Dalam perkara ini, Ahmadi didakwa memberikan suap kepada Irwandi Yusuf sebesar Rp 1 miliar. Uang itu diberikan ke Irwandi agar proyek pembangunan di Bener Meriah yang sumber dananya dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) atau dana otsus dapat dikerjakan rekanan dari wilayah itu.

Ahmadi didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.   (fai/fdn)/Faiq Hidayat – detikNews




Salsabil Menghentak Panggung Lhokseumawe Traditional Culture Festival

  

 Lhokseumawe, Baranewsaceh.co – Malam Ketiga Lhokseumawe Traditional Culture Festival Selasa (15/10), menampilkan Grup Music Salsabil sebelum acara Puncak yaitu Festival Rapai Uroh.

Grup musik Acapella jebolan Q Academi Indosiar ini mampu menghipnotis pengunjung, seakan tak ingin berakhir, Salsabil yang dijadwalkan cuma mengisi empat lagu harus menambah dua lagi lagi.

Pengunjung kemudian disuguhkan tarian adat yang ditampilkan oleh grup Komunitas Seni Aceh dan dilanjutkan alunan indah musik etnis Lhokseumawe, Rapa’i Uroh.

Pengujung sangat antusias dengan sajian demi sajian yang ditawarkan oleh acara ini. Para pengunjung yang membludak pun sangat tertip dan patuh pada peraturan.

Hal ini dikarenakan sebelum pertunjukan berlangsung, panitia mengumumkan bahwa perempuan dan pria yang mau menonton acara ini akan dipisahkan tempatnya. Sementara, bagi pengunjung yang membawa anggota keluarganya disediakan tempat khusus. Hal ini dilakukan terkait pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Para perempuan juga diwajibkan menutup auratnya dan tidak boleh memakai baju ketat.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Zulkifli, S.Ag, M.Pd, membenarkan kalau malam ini pengujungnya lebih banyak dari malam sebelumnya.

“Kami selaku pihak panitia sangat mengapresiasi para pengunjung yang tertib dan menjaga sopan santun, sesuai Syariat Islam yang berlaku di Aceh” jelas Zulkifli.

Beliau juga mengharapkan, malam penutupan juga akan dibanjiri olehe pengunjung, karena akan ada pertunjukan pertunjukan spektakuler yang akan ditampilkan. (red)




Satpol-PP dan WH Diminta Lebih Giat Lakukan Penertiban

Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, memimpin Apel Rutin di Kantor Satpol-PP&SWH Aceh Timur di Idi, Senin (15/10/2018). Foto: Bag. Humas & Protokoler Setdakab Aceh Timur

IDI, BARANEWSACEH – Personel Satpol-PP&WH diminta lebih giat melakukan penertiban terhadap hewan ternak yang masih merumput disejumlah titik dalam Ibukota Pemkab Aceh Timur. Bahkan tidak jarang terlihat sapi dan kambing berkandang disejumlah fasilitas umum.

“Terus lakukan penertiban terhadap hewan ternak. Jika terkendala di lapangan maka segera berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan lintas sektor, sehingga cepat ditemukan jalan keluar,” kata Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, dalam Apel Rutin di halaman Kantor Satpol-PP&WH Aceh Timur di Idi, Senin (15/10/2018) pagi.

Tidak hanya penertiban hewan ternak, tetapi pelajar yang membolos pada saat jam belajar juga perlu ditertibkan. “Warnet-warnet yang buka hingga menjelang subuh juga perlu ditertibkan, karena tidak jarang warnet menyediakan fasilitas negatif seperti judi online dan lainnya,” tambah M. Ikhsan Ahyat.

Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, memimpin Apel Rutin di Kantor Satpol-PP&SWH Aceh Timur di Idi, Senin (15/10/2018). Foto: Bag. Humas & Protokoler Setdakab Aceh Timur

Termasuk dengan ijin operasional warnet juga tidak salahnya iperiksa satu persatu baik warnet yang ada di dalam Kota Idi sebagai Pusat Ibukota Pemkab Aceh Timur, ataupun warnet di kecamatan-kecamatan.

“Disisi lain kami juga mengapresiasi Satpol-PP&WH yang selama ini telah melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), sehingga pengunjung pasar di Kota Idi, sudah mulai nyaman,” timpa Sekda Aceh Timur dihadapan 533 personel Satpol-PP & WH Se-Aceh Timur.

Meskipun demikian, M. Ikhsan Ahyat berharap kedepan dibawah kepemimpinan T. Amran sebagai Kasatpol-PP&WH yang baru lebih tertib. “Dalam penertiban PKL silakan menggandeng instansi terkait seperti Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM,” tandas M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP.

Usai Apel Rutin sebelum kembali ke kantor, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, didampingi T. Amran, SE, MM, juga menyalami personel Satpol-PP&WH Aceh Timur dan meninjau ruang penyidik. (Nurdin) 




“Mendukung Kehadiran Bapak Fahri Hamzah di NTT”

Fahri Hamzah /net

Oleh : Rikardus Nompa
(Putra Harapan Bangsa)

Sebagai Putra daerah, disini Saya sangat memuji Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki budaya toleransi yang sangat tinggi dan ini perlu dipertahankan.

Saya berharap Provinsi NTT bisa menjadi “Rol Model Toleransi” di Indonesia. Sejauh ini, penglihatan Saya Provinsi NTT aman-aman saja dari berbagai aspek kehidupan.

Saya bisa melihat sendiri bagaimana Keberagaman yang terjalin dengan baik di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat saling Menghormati dan saling menjaga satu dengan yang lainnya serta mengedepankan budaya ketimuran yaitu keramahan dan rendah hati.

Lantas hari ini masyarakat pegiat media sosial di hebohkan dengan adanya pemberitaan penolakan kehadiran Bapak Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR RI di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan beredarnya pamflet di media sosial berisi deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) dimana dalam pamflet tersebut tertulis Orasi Kebangsaan yang dihadiri Bapak Fahri Hamzah, pada 18 Oktober 2018.

Seperti di tuntut oleh Aktivis Benteng Merdeka Nusantara (BENTARA) yang dimuat oleh “FLORES EDITORIAL” pada 15 Oktober 2018.

Satu sisi disini teman-teman Aktivis Bentara sudah mencedrai budaya toleransi yang sudah lama mengakar di masyarakat NTT dan tidak menghargai Bapak Fahri Hamzah sebagai Pejabat Negara yang masih mejabat di DPR RI.

Sebagai warga negara yang baik, saya tetap mendukung Bapak Fahri Hamzah hadir di Provinsi Nusa Tenggara Timur semasih itu dalam hal Positif.

Dalam hal ini tidak ada penolakan keras terkait kehadiran Bapak Fahri Hamzah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, itu pun kalau ada masyarakat NTT menolak hal tersebut mendingan Bapak Fahri Hamzah datang saja ke rumah dan Saya akan sambut dengan senang hati.

Disini seharusnya sebagai masyarakat sangat bersyukur ketika ada “Pejabat Negara” yang mau mengunjungi daerah tersebut, dengan sendirinya akan tau apa yang terjadi serta dialami daerah yang di Kunjunginya.

Harapan saya untuk seluruh masyarakat yang ada di tanah air lebih khusus yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur jangan lagi menciptakan Kegaduhan lagi yang tidak mempunyai nilai produktif. Masyarakat bisa melihat dan menilai seperti apa bangsa hari ini, yang dimana “Rekayasa Sosial” membuat perpecahan sesama.

Saya berharap, melalui “Deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI)” akan menjadi jembatan emas bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat menyampaikan harapan akan hidup rukun yang lebih baik dari waktu ke waktunya.

Salam Rindu & Hormat Ku untuk Masyarakat, Keluarga Besar dan Para Sahabat yang ada di Provinsi NTT.

Mataram, 15 Oktober 2018.




Bupati Gayo Lues Buka Festival Bines 2018


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Muhammad Amru membuka Festival Bines 2018 Kabupaten Gayo Lues bertempat di Bale Musara Jln. Blangkejeren – Kuta Cane Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, Senin (15/10/2018).

Pantauan awak media di lapangan tampak hadir pada acara tersebut diantaranya Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani, Dandim 0113/GL Letkol Inf M Faisal Nasution, SIP, Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman, SIK, Para SKPK Kabupaten  Gayo Lues, dan Insan Pers

Festival Bines Tahun 2018 di Kabupaten  Gayo Lues dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 15 s/d 16 Oktober 2018 yang diikuti sebanyak 14 kampung di Kabupaten  Gayo Lues diantaranya sbb :

  1. RIKIT GAIB
  2. BUKIT
  3. CINTA MAJU
  4. SENTANG
  5. KP. JAWA
  6. PALOK
  7. SENEREN P. CUACA
  8. TEBUKIT
  9. PENAMPAAN
  10. GUMPANG PEKAN
  11. KUTA PANUANG
  12. EKAN, PINING
  13. BLANGJERANGO
  14. KUTE LINTANG


Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru dalam sambutannya mengatakan “ Hari ini kita semua hadir disini dalam pembukaan salah satu event rangkaian Festival Budaya Saman yaitu kompetisi Bines.

Bines dan saman memang tidak bisa dipisahkan, tak akan lengkap rasanya bila bejamu saman tidak diselingi binesnya, dan saat ini saman sudah mulai mendunia sementara bines bisa dikatakan masih setingkat Provinsi, ujarnya.

Dia mengatakan Sudah sering kami dengar dari para ibu-ibu yang protes, kenapa Pemerintah hanya peduli pada saman, kenapa hanya saman yang dipopulerkan. Kenapa hanya saman yang ditarikan secara massal, padahal Pemerintah bukan tidak peduli atau menganaktirikan tari bines, tapi butuh proses untuk membuat sesuatu itu bisa maju. Setidaknya, dengan populernya saman, secara tidak langsung juga mempopulerkan semua element pendukungnya, sebut H. Muhammad Amru.

Saat ini karena saman, nama Gayo Lues sudah semakin sering disebut, baik di tingkat Provinsi maupun nasional bahkan internasional, ini adalah dampak dari mulai dikenalnya seni dan budaya kita antara lain saman, kerawang, bines, dan kopi, kata Bupati.

Muhammad Amru menambahkan “ Kita pasti bangga, tapi sudahkan kebanggaan kita pada tempatnya? Bines memang semakin menarik, semakin populer, tapi masihkah kita semua tau aslinya bines itu seperti apa. Masihkah jangin di Bines menggunakan jangin asli Gayo Lues atau malah telah lebih asyik dengan menggunakan jangin berbahasa Indonesia”.

Tidakkah perlu kita khawatir kalau suatu saat nanti justru bines dengan jangin berbahasa Indonesia yang malah membudaya.  Sebagai contoh, saat ini najuk seakan tidak boleh ditinggalkan, sebagian besar masyarakat justru dengan yakin mengatakan bahwa munajuk itu adalah budaya asli Gayo Lues, padahal kenyataannya tidak. Dalam budaya Gayo, interaksi seberu sebujang betul-betul dijaga, tapi itu semua seakan tidak berlaku saat najuk dan Munajok ini tidak saja bertentangan dengan budaya tapi juga agama. hampir disetiap bejamu saman, Melalui moment Festival Budaya Saman dengan semua event yang ada didalamnya, mari kita kembalikan Budaya Gayo yang sebenar-benarnya dan tidak bertentangan dengan agama, jelasnya. (ABDIANSYAH)




Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru Buka Pacuan Kuda Tradisional


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru  membuka pacuan kuda tradisional di Lapangan/Stadion Pacuan Kuda, Buntul Nege, Kecamatan  Kutapanjang, KabupatenGayo Lues, Senin, (15/10/2018).

Pacuan kuda tradisional akan diselenggarakan selama 7 hari mulai tanggal 15-21 Oktober 2018 diikuti sebanyak 4 kabupaten diantaranya : Kabupaten Gayo Lues (tuan rumah), Aceh Tenggara, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Pada kesempatan itu acara tersebut dihadiri sekitar 700 orang antara lain Wakil Bupati Gayo Lues Bpk. H. Said Sani, Wakil Bupati Aceh Tengah H. Firdaus, SKM, Ketua DPRK Gayo Lues H. Ali Husin, Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Inf M Faizal Nasution, S.IP, Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman S.IK, Sekda Kab Gayo Lues H. Thalib Sos MM, Para Peserta dari 4 kabupaten serumpun dan Masyarakat.

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dalam sambutannya mengatakan  “ Ucapan terimakasih kepada panitia penyelenggara, para peserta pacuan kuda dan tamu undangan yang telah menyiapkan, hadir menghadiri acara pacuan kuda tradisional di lapangan stadion Buntul Nege Blangsere yang sudah menjadi kegiatan tahunan di KabupatenGayo Lues”.

Selamat datang dan selamat bergabung bagi peserta pacunya kuda dari Kabupaten Aceh Tenggara semoga kedepannya selalu bersama yang dulunya serumpun hanya 3 Kabupaten saja (Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues) sekarang ditambah Kabupaten Aceh Tenggara, ujarnya.

Saya harapkan dalam ajang pacuan kuda jangan ada kegiatan seperti taruhan/perjudian dalam pacuan kuda, minuman yang memabukkan dan kegiatan perjudian dalam bentuk apapun untuk mendukung pemerintah yang Islami, kata H. Muhammad Amru.

Kegiatan pacuan kuda di Gayo Lues bisa berjalan dengan aman, lancar dan saya ucapkan terimakasih kepada petugas keamanan menertibkan pelaksanaannya pacuan kuda dari pihak TNI, Polri dan Satpol PP , kepada para peserta pacuan kuda tradisional selamat bertanding junjung tinggi sportifitas, jelas Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru.

Berdasarkan informasi yang diperoleh jumlah kuda yang akan bertanding sebanyak 199 ekor, jenis dan kelas pacuan kuda tradisional yang akan bertanding yaitu :

  1. Kelas A tua 6 peserta.
  2. Kelas A muda 9 peserta.
  3. Kelas B tua 8 peserta.
  4. Kelas B muda 9 peserta.
  5. Kelas C tua 11 peserta.
  6. Kelas C muda 20 peserta.
  7. Kelas D tua 15 peserta.
  8. Kelas D muda 43 peserta.
  9. Kelas E tua 13 peserta.
  10. Kelas E muda 27 peserta.
  11. Kelas F tua 9 peserta.
  12. Kelas F muda 29 peserta.

Adapun tujuan dari pada kegiatan pacuan kuda yaitu diantaranya Menjaga dan melestarikan kegiatan pacuan kuda yang sudah menjadi acara rutin tiap tahun di KabupatenGayo Lues, Menghibur masyarakat Gayo Lues dan mempererat tali persaudaraan dengan diselenggarakan kegiatan pacuan kuda tradisional ini bisa menambah wawasan pengalaman bagi peserta dan saling mengenal para peserta dari kecamatan lain di Kabupaten Gayo Lues dan Meningkatkan Perkembangan peternakan khususnya kuda di Kabupaten Gayo Lues. (ABDIANSYAH)




Refleksi Kebangsaan

Oleh ;
Glesos Yoga Mandira Ketua Umum GEMA PERKASA INDONESIA

Dulu banyak warga dunia berharap perang dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur berakhir, agar perdamaian dunia bisa terwujud. Setelah perang dingin berakhir, ternyata harapan itu masih jauh dari kenyataan: perdamaian antar umat manusia, antar bangsa, antar negara, sampai sekarang ini belumlah terwujud, hari ini dunia masih dipenuhi pergolakan dan perang, yang menyebabkan warga bangsa harus kehilangan kehidupan.

Di tengah pergolakan bangsa-bangsa di dunia, bangsa kita pun masih terus menerus diuji menghadapi banyak persoalan, baik ekonomi, politik, sosial budaya, yang dari dulu sampai sekarang tidak kunjung selesai.

Seperti ilalang yang tidak mengenal musim, selalu tumbuh di ladang.

Kemiskinan serta kesenjangan hidup semakin lama semakin lebar.

Korupsi merajalela, tanpa rasa malu dan takut akan dosa, perampokan uang negara, suap menyuap, semakin massif, melibatkan banyak pejabat tinggi negara.

Persatuan Nasional rapuh, rentan terhadap bibit-bibit perpecahan yang mengkhawatirkan.

Hari ini, di tengah hiruk pikuk persoalan dunia dan banyaknya masalah yang merundung bangsa kita, beberapa bulan ini jalan perjuangan GEMA PERKASA INDONESIA sudah kita lewati bersama, dalam suka dan duka.

Dan selama ini, serta di masa-masa yang akan datang, di mana pun arenanya, dengan segenap kemampuan yang kita miliki, kita akan terus berjuang, menyuarakan dengan lantang pikiran-pikiran kita, posisi kita, pandangan kita dalam menyelesaikan persoalan bangsa yang kita cintai ini.

Sampai pada saat nya nanti kita bisa menyaksikan serta merasakan Indonesia menjadi bangsa besar bermartabat, masyarakatnya adil makmur, aman sejahtera, lahir maupun batin.

Kemerdekaan adalah berdikari, membangun bangsa di atas kaki kita sendiri, tidak sudi menjadi hamba dan dijajah kembali, oleh bangsa serta negara manapun di bumi ini.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai filosofi, pedoman serta arah dalam berbangsa dan bernegara.

Indonesia adalah Negara besar, membutuhkan konsep besar dengan jiwa-jiwa besar, dalam membangun Bangsa. Dan konsep besar tersebut telah dirumuskan oleh para pendiri Bangsa kita, Bung Karno salah satunya.

Konsep besar tersebut adalah Pancasila.

Dengan Pancasila Bangsa kita bisa memperbaiki keadaan-keadaan di dalam masyarakat, sehingga masyarakat yang pincang, akibat dari sistem yang Liberal Kapitalistik, bisa berubah menjadi masyarakat yang sempurna, tidak ada lagi kaum tertindas, tidak ada lagi kaum yang celaka dan tidak ada lagi kaum yang papa sengsara.

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang menolak demokrasi liberal, demokrasi model barat yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dan telah terbukti menyebabkan pemerintahan tidak stabil, selalu menimbulkan friksi antar partai politik, saling jegal antar golongan politik, melemahkan persatuan nasional, menyebabkan ego sentrisme kelompok, golongan, serta kedaerahan.

Demokrasi liberal hanya mengejar persamaan di lapangan politik, tetapi mengabaikan persamaan sosial ekonomi.

Yang akan unggul dan selalu menang adalah para pemilik modal, yang menguasai semua alat propaganda, seperti lembaga pendidikan, media massa, universitas, dan lain-lain.

Dengan kekuasaan modalnya, mereka bisa membeli panitia pemilihan, bahkan bisa membeli suara rakyat yang terjepit kemiskinan.

Sekalipun setiap warga negara dianggap punya hak yang sama di lapangan politik, tetapi pada kenyataannya hampir semua lembaga politik dikontrol kaum pemilik modal, termasuk di dalam penyusunan undang-undang.

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi massa rakyat, tidak hanya sebatas demokrasi politik saja, tetapi juga menegakkan demokrasi ekonomi, di tengah-tengah rakyat. Demokrasi Pancasila adalah pengejawantahan demokrasi politik sekaligus demokrasi ekonomi.

Karena demokrasi bagi bangsa Indonesia, bukanlah semata-mata sebagai alat teknis untuk mencapai sesuatu tujuan, tetapi adalah satu kepercayaan, yang memiliki corak nasional, satu corak kepribadian kita, satu corak yang tidak harus sama dengan demokrasi yang digunakan negara lain.

Pancasila menjadikan demokrasi tidak hanya sekedar alat politik, tetapi demokrasi yang menjunjung tinggi kemanusiaan, demokrasi yang mengatur persamaan hak dalam kehidupan sosial ekonomi, dengan menjadikan rakyat banyak sebagai subjek utama dalam membangun kehidupan ekonomi, sehingga hidup tidak hanya tergantung kepada upah, menjadi kuli di negeri sendiri, menjadikan bayangan hari depan penuh dengan kecemasan.

Indonesia merdeka dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, didirikan oleh para pendiri bangsa kita, dengan segenap jiwa dan raga, dengan mengorbankan darah serta air mata, bukan untuk diserahkan kembali kepada kekuatan Asing, ataupun ditujukan hanya kepada satu golongan tertentu, untuk menikmati hidup dengan kekayaan yang menumpuk, aset di mana-mana, ratusan ribu hektar lahan dikuasainya, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia.

Kita hendak mendirikan satu bangsa semua buat semua. Bukan satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan orang kaya, tetapi semua buat semua.

Indonesia merdeka karena keinginan luhur yang kuat dari seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya hasil jerih payah segelintir orang. Kemerdekaan Indonesia adalah pintu gerbang untuk mewujudkan kebahagian hidup bersama di atas satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air Indonesia, dengan melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dengan menjadikan kekayaan yang berlimpah ruah ini dikelola bersama, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia, bukan hanya untuk kesejahteraan individu atau satu golongan tertentu.

Kemerdekaan Indonesia adalah ruang bagi bangsa Indonesia untuk membentuk kepribadian nasional yang kuat dan mandiri, bersendikan gotong royong, yang di dalamnya berisi jiwa-jiwa patriot bangsa yang rela berkorban demi kemajuan serta kebahagian hidup bersama dalam kerukunan serta kesejahteraan.

Jika setelah 73 tahun kita memproklamirkan kemerdekaan, kesenjangan serta kemiskinan terus dialami oleh bangsa Indonesia, berarti ada kesalahan dalam konsep pembangunan bangsa Indonesia.

Kesalahan konsep, akibat menyeleweng dari cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, menyeleweng dari filosofi Pancasila, sebagai pedoman dan arah dalam membangun Indonesia Merdeka.

Maka dari itu, bila kita memang bersungguh-sungguh ingin melaksanakan Pancasila, kita harus berani membuat langkah besar, untuk membuang penyakit yang menggerogoti bangsa Indonesia selama ini:

Pertama, hentikan liberalisme, melalui UU negara harus mengontrol penguasaan sumber-sumber kehidupan, dengan menjadikan rakyat Indonesia sebagai subyek utama. UU harus tegas berpihak kepada rakyat Indonesia, bukan justru menempatkan modal asing, serta segelintir orang untuk menguasai kekayaan Indonesia, karena akan berimbas kepada kehidupan ekonomi, sosial dan politik yang tidak sehat.

Jangan sampai kehidupan politik menjadi alat yang dikontrol segelintir orang kaya tersebut untuk melindungi kepentingannya.

Kedua, penguasaan Agraria yang menjadi dasar utama kehidupan Berbangsa dan Bernegara harus diatur dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, dengan pelaksanaannya bercermin kepada UUPA 1960.

Ketiga, membangun sistem perpajakan yang Adil dan Tegas.

Karena banyak indikasi justru perusahaan besar serta segelintir orang-orang kayalah yang sering bermain sulap untuk urusan pajak, Negara harus membentuk Badan Khusus untuk mengejar para wajib pajak yang tidak mau membayar pajak tersebut, karena inilah yang sesungguhnya membahayakan kehidupan dalam Berbangsa dan Bernegara

Karena dari uang pajak tersebut negara bisa melaksanakan pembangunan, baik fisik, maupun sumber daya manusia Indonesia, melalui pendidikan yang tidak berorientasi profit, adanya jaminan kesehatan dan jaminan sosial lainnya, dengan semangat melindungi segenap bangsa Indonesia.

Sistem yang baik akan menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang baik pula.

Di dalam sistem tersebut, untuk mewujudkan Masyarakat Adil Makmur, Sejahtera Lahir dan Batin, memang membutuhkan Negara serta kepemimpinan yang kuat, kepemimpinan yang berakar serta mengemban amanat rakyat Indonesia, yang pikiran, hati, serta jiwa raganya semata-mata untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa serta kepentingan negara, bukan kepemimpinan yang hanya menjadi alat dari golongan tertentu, bukan kepemimpinan yang hanya mengedepankan otoritas serta hak nya, yang pada akhirnya kembali menindas serta menyakiti rakyatnya sendiri.

Kepemimpinan adil, yang diidam-idamkan serta ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia sejak jaman dulu, jaman kolobendu, jaman kegelapan, jaman penjajahan.

Kepemimpinan Pancasila, yang menjadikan Pemimpin sebagai penyambung lidah rakyatnya, melaksanakan amanat penderitaan rakyatnya, seperti pemikiran serta cita-cita para pendiri bangsa kita yang dituangkan dalam Pembukaan UUD Proklamasi 1945 maupun Batang Tubuhnya.

Dengan demikian, prasangka Pancasila hanya sebagai kedok politik atau menjadi alat politik kekuasaan semata seperti yang dilakukan oleh rezim pada masa sebelumnya, sirna dari dalam sanubari rakyat Indonesia.

Mari, dalam situasi apapun, sebagai bangsa yang telah ditempa oleh berbagai persoalan, kita tidak boleh cemas atau berkecil hati, kita harus terus maju, memperbaiki kesalahan yang pernah terjadi, menyingkirkan siapapun yang menghalangi niat kita.

Dengan memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, mari kita bangkit bersama, mewujudkan kesejahteraan sosial, membangun Persatuan Nasional yang kokoh, dengan jalan memenangkan Pancasila!

Salam Gotong Royong…!!!

Jakarta, 15 Oktober 2018




Khenduri Tron Blang Di Makam Raja Jeumpa Berjalan Sukses

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO- Acara Khenduri Tron Blang (Turun Sawah) di Desa Blang Seupeung kecamatan Jeumpa, kabupaten Bireuen berjalan lancar dan sukses, senin (15-10-2018. Bertempat di Komplek Makam Raja Jeumpa Desa setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih kurang seribuan (1000) tamu undangan, dan masyarakat sekitarnya, serta diiringin dengan menyantuni 30 orang anak yatim.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Tgk. Muharuddin, Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad, SE, Kasdim 011 Bireuen, Mayor Ranna, Asisten I, Para SKPK Pemkab Bireuen, Camat Jeumpa beserta jajaran, Majelis Adat Aceh (MAA) Bireuen, serta seluruh tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Yufaidir, SE selaku ketua panitia pelaksana acara Khenduri Tron Blang mengatakan, acara khenduri ini adalah acara tahunan. Kita menggelar acara tersebut ahun ke-tahun di 2 (dua) kemukiman, Kuta Jeumpa dan Kemukiman Blang Bladeh yang meliputi 23 (dua puluh tiga) Desa, ” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini semoga masyarakat Jeumpa lebih kompak untuk giat bekerja dibidang pertanian tahun ke-tahun. Kita harapkan acara ini terus berlangsung dan akan dilanjutkan oleh generasi muda kita kedepan, ” ungkap Yufaidir.

“Makam Raja Jeumpa ini adalah tempat dan asal usul sejarah Nenek Moyang (Indatu) kita. Kita wajib menjaga dan merawat simbol-simbol sejarah para leluhur kita, ” lanjut mantan Keuchiek Blang Seupeung tersebut, yang juga Calon Anggota DPRK Bireuen dari Partai Aceh Periode 2019-2024.

Pada acara tersebut juga berlangsung doa bersama yang dipimpin langsung oleh Tgk. Saibir ketua umum Dayah Al-Madinatuddiniyah Blang Bladeh.

Disamping itu, pada kesempatan yang sama ketua DPR Aceh Tgk. Muharuddin menyampaikan, ia sangat meng-apresiasi dengan adanya acara Khenduri Tron Blang yang dilaksanakan oleh masyarakat Jeumpa, dan juga bertempat di komplek Makam Raja Jeumpa, ” tuturnya.

Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut kedepannya, dan situs sejarah Raja Jeumpa harus kita lestarikan supaya generasi Aceh kedepan akan mengerti dan lebih mengenali sejarah lokal, yaitu sejarah Aceh, ” ujar politisi Partai Aceh tersebut.

Selain itu, Muharuddin juga berjanji akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi tokoh masyarakat setempat untuk pembangunan Balai Khenduri Adat dan fasilitas lainnya dalam komplek Makam Raja Jeumpa, “tutupnya.(Adam)




Ini Biografi Ir. Amarullah Leman, M.Si, Caleg DPR Aceh Dapil 8 Nomor Urut 1 Partai PPP

UNTUK MEMENUHI HASRAT DAN KEINGINAN MASYARAKAT,

 Ir. AMARULLAH LEMAN, M.Si, SOSOK YANG DIKENAL RAMAH DAN SUPEL

DALAM BERGAUL INGIN MAJU MENJADI WAKIL RAKYAT (DPRA)

DARI WILAYAH TENGAH PROVINSI ACEH

Bagi masyarakat wilayah tengah Aceh khususnya Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara tentunya sudah tidak asing lagi mendengar nama Ir. Amarullah Leman, M.Si. Betapa tidak, pria yang berpenampilan sederhana ini dikenal sangat humoris, supel dan peramah dalam bergaul sehingga tidaklah mengherankan dalam kesehariannya sangat digandrungi oleh para komunitas anak muda, komunitas ibu-ibu, kaum bapak dan masyarakat luas serta sangat familier dengan para insan pers dan LSM di kedua Kabupaten ini.

Tak mengherankan pria yang berperawakan tidak terlalu tinggi ini selalu mencetuskan ide-ide cemerlang yang dapat dikembangkan sebagai konsep dalam pembangunan kemasyarakatan dan kewilayahan yang fakta serta manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat kecil menengah ke bawah di Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues.

Pria kelahiran Blangkejeren  Gayo Lues 18 Januari 1958 ini merupakan anak ke 9 dari 11 bersaudara dari ayah Sulaiman (Leman) dan ibu Hj. Fatimah. Pada  tahun 1991 menikah dengan Onie Septarina R seorang gadis Jawa yang lembut dan ramah dari kota dingin Magetan Jawa Timur, yang kini telah dikaruniai 2 orang putra  yaitu Arawe Kenrisky Bhaskara 25 th dan Nabil Warih Laksana 22 th yang kedua putranya telah menyelesaikan kesarjanaannya, Arawe Kenrisky Bhaskara Sarjana Teknik Sipil dan Nabil Warih Laksana Sarjana Akuntansi.

Pada tahun 1965 Amarullah Leman masuk SD, dan dilanjutkan SMP nya di Blangkejeren, sedangkan  SMA ditempuh di SMA Negeri 1 Bambel Kutacane Aceh Tenggara sampai naik ke kelas II dan dilanjutkan di SMA Negeri 24 Jakarta tahun 1978. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA melanjutkan pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Jakarta walaupun juga diterima di IPB Bogor. Beliau rupanya tidak merasa puas kalau hanya sampai di jenjang D3 dan sejalan dengan keinginan orang tuanya  agar Amarullah Leman mendapat gelar Insinyur, sehingga beliau tidak menyelesaikan D3 nya di STAN dan pada tahun ke 2 ikut tes dan lulus masuk di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto Jawa Tengah.

Karir birokrasi yang digelutinya berawal di tahun 1987 di Departemen Transmigrasi dan PPH di Jakarta, selanjutya tahun 1991 ditugaskan sebagai Tenaga Proyek Tranmigrasi di Kanwil Transmigrasi dan PPH Provinsi Sulawesi Tengah dan diangkat sebagai Pemimpin Proyek sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 2000, dan pada tahun 1997 sampai dengan tahun 2000 merangkap sebagai Pemimpin Proyek Integrated Rural Settlement Devlopment Programme ­­– OECF IV (IRSDP – OECF IV) Proyek Peningkatan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, serta  Pengembangan Ternak Sapi berintegrasi dengan pengembangan Budidaya Kakao  di daerah Transmigrasi. Di Palu Sulawesi Tengah naluri berorganisasinya kembali bangkit dan bergabung dengan Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tengah sebagai salah satu pengurus.

Tahun 2000 saat diberlakukannya Otonomi Daerah, Amarullah Leman mendapat tawaran dan promosi Pemerintah Daerah Kota Palu Sulawesi Tengah dan diangkat sebagai pejabat eselon III  Kasubdin Persampahan dan Limbah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Palu dan selanjutnya mendapatkan kesempatan tugas belajar untuk Pendidikan Program Pasca Sarjana di Universitas Hasanuddin Makassar dengan Program Studi Manajemen Perkotaan sehingga tidak mengherankan bahwa dalam kesehariannya terus mencetuskan hal – hal pengembangan wilayah strategis dan tata ruang daerah.

Atas inisiatif dan keinginan keluarga besarnya di Kab. Gayo Lues dan Kab. Aceh Tamiang maka awal tahun 2005 pasca bencana alam Tsunami di Aceh, Amarullah Leman pindah tugas ke Kab. Aceh Tamiang dengan awal karir sebagai Staf Senior di Bappeda Kab. Aceh Tamiang selama 3 bulan selanjutnya ditunjuk oleh Bupati Aceh Tamiang sebagai pejabat eselon III  Kasubdin Pajak dan Retribusi Dispenda Kab. Aceh Tamiang selama 6 bulan. Berikutnya ditunjuk kembali oleh Bupati sebagai Kabag Tata Usaha Dinas PU Kab. Aceh Tamiang, selanjutnya awal tahun 2007  dipercayakan oleh Bupati Aceh Tamiang sebagai Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kab. Aceh Tamiang. Di Kabupaten tersebut telah menelorkan sejuta ide yang manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat Aceh Tamiang diantaranya mencetuskan Program Revitalisasi Modal pada pelaku Industri Kecil dan Mikro dengan Pilot Project Revitalisasi berupa bantuan  Kredit Usaha Ekonomi (KUE) terutama bagi pelaku industri kecil dan mikro yang terkena musibah bencana alam Banjir Bandang yang melanda Aceh Tamiang tahun 2006 dimana beliau beranggapan bahwa akibat bencana alam banjir bandang maka seluruh peralatan (faktor) produksi mengalami kerusakan sehingga perlu dibantu oleh pemerintah. KUE dalam pelaksanaan penyalurannya sesuai MoU yang dilaksanakan oleh BRI dan Bank Aceh (BPD pada waktu itu).

Awal tahun 2008  atas permintaan Bupati Gayo Lues kepada Amarullah Leman agar dapat kembali ke tempat kelahiran beliau di Kabupaten Gayo Lues untuk membangun daerah dan diangkat oleh Bupati Gayo Lues sebagai Kepala Dinas Pertanian yaitu sebuah Dinas Besar yang merupakan hasil merger dari 3 Dinas sebelumnya (Dinas Pertanian dan Tanaman Hortikultura, Dinas Peternakan dan Perikanan, dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan). Di era kepemimpinan beliau telah berhasil mencetuskan ide Crash Programme Gerakan Masyarakat Petani Sejahtera yang lebih dikenal Program GEMASIH. Program tersebut berawal dari idenya bahwa sangat banyak lahan-lahan tidur yang tidak termanfaatkan secara potensial padahal bila dikelola dan dikawal dengan sentuhan teknologi (mekanisasi pertanian) akan memberikan produktivitas yang tinggi. Program ini dikawal oleh masing-masing Kepala Dinas, Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan dan anggota DPRK (DPRD II) selaku pembina Kelompok Tani peserta program GEMASIH. Dampak signifikan dari program yang digelontorkan bahwa jagung lokal yang semula dibudidayakan secara parsial dengan produktivitas hanya 4 ton/ha saja meningkat drastis menjadi sentra pengembangan dengan komoditi jagung unggul hibrida yang produktivitasnya mencapai dalam kisaran 9 – 11 ton/Ha. Sungguh ini merupakan sebuah prestasi yang amazing dan spektakuler. Konsep kunci yang dijalankan oleh beliau dalam Program Gemasih dengan motto bahwa “Petani Sejahtera Hutan Tetap Lestari”. Basis pengembangan dari Program GEMASIH adalah memanfaatkan lahan-lahan tidur yang tidak dimanfaatkan yang luasannya hampir mencapai 20000 hektar yang diantaranya ada areal yang sangat dekat bersentuhan dengan kawasan hutan. Lahan lahan tidur yang dimaksud dalam bentuk kebun dan tegalan yang bila diolah secara profesional akan mendatangkan sumber rezeki bagi petani Gayo Lues. Kemajuan lain yang telah dicapai di bidang perkebunan antara lain mengangkat harkat komoditas Kopi Arabika Gayo.

Trend Kopi Arabika Gayo yang sedang booming saat ini, juga beliau ikut berperan memperjuangkan Sertifikat Paten Kopi Arabika Gayo bersama Prof. Dr.Ir. Abubakar Karim,MS dan Drs.H. Mustafa Ali selaku Ketua MPKG (Masyarakat Perlindugan Kopi Gayo ) di Takengon, Pemerintah Aceh, Aceh Patnership for Economic (APED), Tiga Kepala Daerah dataran tinggi Gayo beserta masing – masing Kepala Dinas yang menangani bidang perkebunan, dan pada tahun 2010 berhasil terbitnya Sertifikat Paten Kopi Arabika Gayo dari Direktur Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Kehakiman dan HAM RI terhadap Kopi Gayo Kab. Aceh Tengah, Kab. Bener Meriah, dan Kab. Gayo Lues. Dengan demikian gugurlah Hak Paten Kopi Gayo yang sebelumnya pernah dipegang oleh seorang pengusaha negeri Belanda.

Setelah debut karir beliau memimpin Dinas Pertanian selama 5 Tahun, selanjutnya dipercayakan memimpin Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gayo Lues dari tahun 2013 sampai tahun 2016. Di era kepemimpinannya lah para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Gayo Lues dibawa ke suatu alam yang sarat dengan paradigma baru. Di masa beliau lah para PPL dibawa untuk mahir dan canggih serta terbiasa untuk menggunakan IT (Information Technology) dalam penyampaian inovasi teknologi kepada petani. Beliau berprinsip bahwa para PPL harus pintar dan petani harus maju, PPL harus bersosialisasi dan bersinergi dengan petani agar petaninya mandiri.

Di penghujung Tugas ASN beliau masih dipercayakan oleh Bupati Gayo Lues untuk memimpin Dinas Lingkungan Hidup. Sebuah Dinas yang baru dibentuk memiliki tugas  yang sangat berat mulai dari penataan taman kota, reboisasi, pengelolaan sampah dan limbah sampai dengan aktivitas analisis dampak mengenai lingkungan, dan juga memposisikan Dinas Lingkungan Hidup  Kabupaten Gayo Lues sebagai Katup Pengaman layak tidaknya Rekomendasi Pemerintah Kab. Gayo Lues untuk Usaha yang menyangkut Pertambangan Sumberdaya Energi, dan Kehutanan di wilayah Kab. Gayo Lues seiring dengan pelimpahan wewenang bidang- bidang tersebut di atas yang ditangani oleh Provinsi Aceh.

Setelah purna tugas karirnya sebagai ASN, beliau melirik bergabung  ke kiprah politik melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dikonotasikan bahwa partai ini adalah partainya para Ulama, partainya orang tua, dan partai kelompok Millenial yang berkomitmen untuk kemashlahatan umat. Rupanya darah berpolitik turun dari orang tuanya, yang dulunya sebagai Ketua PNI Gayo Lues. Saat ini Amarullah Leman dipercaya oleh DPW PPP Provinsi Aceh  sebagai Ketua DPC PPP  Kabupaten Gayo Lues.

Sejalan dengan hiruk pikuk pemilihan legislatif 2019 – 2024 beliau merasa terpanggil, rupanya momen ini menginspirasi seorang Amarullah Leman yang dulunya bercita – cita menjadi Tokoh Masyarakat Gayo Lues dengan berbekalkan sebagai seorang Teknokrat dan mantan Birokrat Karier  di beberapa Daerah tentunya akan memiliki nilai tambah sumbangsihnya untuk Mengabdi Membangun dan Memajukan  Daerah Gayo Lues ke depan. Dengan peluang yang dimilikinya sebagai Ketua DPC PPP Kab. Gayo Lues, setelah menerima masukan dan saran dari teman kerabat, keluarga dan sebagian masyarakat Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Perempuan serta Pimpinan Daerah  akhirnya beliau menyimpulkan dan membulatkan tekad  siap mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif  untuk DPRA (DPRD I Aceh) dalam kontestasi Pemilihan Legislatif untuk  Dapil 8 periode 2019-2024 yang meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues dengan Visi dan Misi yang Konprehensif dan Humanis menyentuh masyarakat. Visi tersebut adalah MENGABDI DAN MEMBANGUN DAERAH UNTUK KEMASLAHATAN UMAT.

Akhirnya dengan harapan agar daerah Aceh Tenggara dan Gayo Lues dapat menjadi daerah yang sangat maju dan memiliki pondasi Perencanaan Pembangunan yang Konprehensif dan Humanis  di bagian wilayah Tengah Provinsi Aceh yang selama ini masih tertinggal.

Selamat berjuang dan berikhtiar Sang Calon Wakil Rakyat,  semoga  Amarullah Leman yang kami anggap sebagai sosok/tokoh/figur yang dibutuhkan daerah saat ini dan akan datang  kiranya Allah SWT mengabulkan keinginan kami dan daerah. Aamiin.   (RED)

 




“Pemilik Malam Minggu”

 

Oleh : Rikardus Nompa
(Pemuda Harapan Bangsa)

Malam minggu seakan menjadi malam yang sakral bagi kalangan pemuda. Bagaimanapun malam minggu dipilih sebagai malam yang tak boleh ditinggalkan begitu saja tanpa pasangan maupun keramaian. Banyak kaum muda memilih malam minggu sebagai malam yang paling menyenangkan dan cocok untuk mengajak pasangan mereka pergi keluar.

Terdapat beberapa alasan kenapa malam minggu dipilih sebagai malam sakral, pertama para pemuda yang masih sekolah memilih malam minggu ini karena esok harinya mereka akan libur sekolah jadi tidak harus merepotkan diri untuk bangun pagi ataupun mengerjakan tugas. Alasan kedua bagi kalangan pemuda yang sudah bekerja, kebanyakan mereka mendapat hari libur ketika hari sabtu dan minggu, nah kalau mereka menghabiskan malam minggu untuk mengistirahatkan diri atau berkencan dengan pasangan mereka maka tidak akan merasa terikat oleh tuntutan kerja esok harinya.

Aktivitas malam minggu atau kerab disebut Malming ini oleh pemuda di isi dengan berbagai macam kegiatan. Yang sering kita jumpai agenda malam minggu adalah dengan nongkrong di taman atau datang ke tempat hiburan lainnya. Para mahasiswa yang aktif dalam organisasi, mereka kebanyakan memilih untuk nongkrong bersama teman-teman mereka untuk sekedar share atau bercanda. Tidak jarang juga mereka yang memiliki pasangan akan mengajak pasangan mereka untuk turut nimbrung nongkrong bareng dengan teman organisasi mereka, ada pula yang akan memilih untuk menghabiskan waktu hanya berdua saja. Selain itu, aktivitas nonton bareng di tempat-tempat nonton film juga menjadi pilihan kaum muda untuk menikmati malam minggu mereka.

Bagi mereka yang tak terbiasa untuk menikmati malming dengan keramaian, bisa dengan memanjakan diri nonton film dikamar maupun datang ke warnet. Hingga saat ini tempat yang paling ramai menjadi aktivitas malam minggu para mahasiswa adalah di kedai.

Bagi cewek kebanyakan malam minggu mereka adalah dengan shoping maupun datang ke salon memanjakan diri. Memilih shoping ataupun ke salon bukan sebagai tradisi namun telah menjadi hobi.

Kegiatan malam minggu yang sering dilakukan para kaum muda memang menuai banyak perbedaan pengertian. Tak jarang kegiatan mereka dipandang tidak baik oleh beberapa kalangan, namun itu semua kembali kepada masing-masing individu yang terkait.

Segala yang dipandang benar belum tentu baik untuk orang lain. Begitupun semua yang dilakukan pemuda saat malam minggu akan menuai kontraversi apabila kita diamati. Setidaknya malam minggu bisa menjadi waktu yang paling tepat untuk mengakrabkan diri dengan teman, kenalan maupun keluarga. Wujud mengakrabkan diri ini yang sebenarnya menjadi sorotan untuk mengisi malam minggu.

Memanfaatkan malam minggu untuk nge-game bukan hal yang baru akhir-akhir ini. Ini merupaskan cara mengisi waktu malam minggu yang efisien tanpa harus mengeluarkan isi dompet untuk menikmati malam. Selain itu, bagi para kutu buku pun malam minggu menjadi kesempatan untuk melahap beberapa buku pilihan. Namun ini hanya segelintir orang saja yang akan melakukannya.

Sebenarnya kenapa malam minggu harus menjadi malam pilihan bagi kaum muda telah menimbulkan banyak pertanyaan bagi kita semua. Tidak ada bedanya antara malam minggu dengan malam yang lain, namun karena kesempatan yang ada dari tujuh hari hanya pada malam  minggu yang dimuliakan para kaum muda untuk mengistirahatkan dan bercengkrama dengan teman maupun pasangan mereka. Karena kebiasaan inilah sehingga malam minggu menjadi malam yang berbeda dibanding dengan malam di hari-hari yang lain.

Wajar saja kita pasti akan menemui keramaian disaat malam minggu, dimana pun itu. Konstruksi yang sudah ada, malam miggu menjadi malam pilihan telah di amini begitu saja oleh kebanyakan orang. Sadar maupun tidak terkadang kita pun ikut kedalam tradisi tersebut.
Yang dikhawatirkan adalah para pemuda menggunakan kesempatan ini untuk hal-hal yang dirasa melanggar aturan hukum. Menjadi kewajiban kita bersama untuk tetap menjadikan malam minggu sebagai malam yang bermanfaat bagi para kaum muda maupun orang tua yang ingin menikmati namun tetap dengan hal-hal yang positif dan tetap dalam koridor aturan hukum. Pesan saya,selamat menikmati malam minggunya jangan sampai di nikmatin oleh penggemar malam Jum’at.

Salam Rindu & Hormat Ku untuk penggemar malam minggu.




Ir.Amarullah Leman,M.Si Maju Sebagai Calon Anggota DPR Aceh Nomor Urut 1 Dapil 8 Dari PPP

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Ir. Amarullah Leman, M.Si resmi menjadi calon anggota DPR Aceh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ir. Amarullah Leman, M.Si tercacat sebagai caleg Nomor urut 1 Dapil VIII (Aceh Tenggara dan Gayo Lues).  Hal ini disampaikan Ir. Amarullah Leman, M.Si, kepada wartawan  Jumat (12/10/2018)

Perlu diketahui Ir. Amarullah Leman, M.Si  juga sebagai mantan pejabat Eselon II di Pemkab Gayo Lues  itu, telah pernah memimpin beberapa Dinas sebagai Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Gayo Lues dan masa pensiun pada tahun 2018 sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues.

Lebih lanjut Ir. Amarullah Leman, M.Si  membeberkan alasan pencalonannya tersebut, usai jabatannya sebagai Kepala Dinas  yang habis pada Januari 2018 lalu , Ir. Amarullah Leman mengaku awalnya berkeinginan pensiun dari dunia politik, hanya saja, ada dorongan dari sekelompok masyarakat yang menginginkan dirinya untuk tetap memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dia mengatakan  sebagai calon Anggota DPR Aceh Visinya  “ Mengabdi dan Membangun Daerah untuk Kemaslahatan Umat”.

Selain itu Ir. Amarullah Leman, M.Si   mempunyai Misi kedepan  Mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan umum dan agama, Mengupayakan alokasi dana APBD dan APBN yang lebih besar untuk pembangunan daerah kabupaten,  Mengupayakan pengelolaan dana OTSUS/DOKA untuk dikembalikan ke Kabupaten, Mengupayakan keterlibatan Pemda dan masyarakat Kabupaten dalam penyusunan Rancangan Qanun Aceh, Mengupayakan bantuan Beasiswa, bantuan sarana produksi yang dibutuhkan petani, dan menyediakan Rumah Singgah (Tenelen) di kota Banda Aceh bagi pengantar/ pendamping pasien yang harus dirujuk ke Rumah Sakit di Banda Aceh, Menerapkan pengetahuan dan pengalaman sebagai Birokrat dan Teknokrat pada tatanan Legislatif yang lebih baik dan Mengupayakan pelaksanaan Rehabilitasi dan Konservasi lahan, hutan, dan lingkungan hidup serta Mengakomodir dan memperjuangkan semua kepentingan daerah Kabupaten di tingkat Provinsi Aceh, jelas Ir. Amarullah Leman.

Saya mohon doa dan dukungan masyarakat Gayo Lues dan Aceh Tenggara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nomor Urut 1 Dapil VIII , karena tanpa do’a dan dukungan saya tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Amarullah.

Menurut dia, kesiapan ikut dalam pesta demokrasi tersebut sudah bulat. Karena sudah mendaftar sebagai caleg ke DPR Aceh.

Dia mengatakan, saat ini sudah menyiapkan tim pemenangannya untuk bergerak. Salah satunya dengan meningkatkan koordinasi dan silaturahmi dengan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Saya optimistis dengan niat sungguh-sungguh akan meraih kursi di DPR Aceh,” jelasnya. (J.Porang)




Saifannur Ucapkan Terima Kasih Untuk Semua Pihak

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Bupati Bireuen, H.Saifannur S.Sos dalam sambutannya memaparkan sejumlah capaian pembangunan Bireuen selama satu tahun belakangan, yang berpedoman pada visis-misi pembangunan yaitu terwujudnya Kabupaten Bireuen yang adil,makmur, aman, damai dan berlandaskan Syariat Islam. Hal tersebut dikatakan Saifannur pada acara memperinggati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bireuen Ke-19, bertempat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen pada sidang Paripurna istimewa, Jumat (12-10-2018).

“Visi inilah yang menjadi titik capaian dan titik tuju dari seluruh rangkaian proses pembangunan sejak kami memulai pemerintahan ini yang baru satu tahun, “kata Saifannur.

Dalam konsepsi ini, pembangunan Daerah Bireuen harus melakukan pergeseran paradigma dari “Membangun daerah, ke daerah Membangun”. Konsepsi ini sangat selaras dan sejalan dengan strategi yang sudah kita tetapkan, yaitu pembangunan yang berbasis pada penguatan dan pemberdayaan Gampong dengan pendekatan partisipatif dari seluruh masyarakat akar rumput. Seperti, perbaikan/pembangunan saluran irigasi, perbaikan/pembangunan jalan dan jembatan, “jelasnya.

Selanjutnya, kata Saifannur. Jumlah pembangunan Rumah Sehat Sederhana 2017 sebanyak 280 unit, jumlah peningkatan kualitas perumahan dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR sebanyak 337 unit.

Untuk tahun 2018 jumlah pembangunan Rumah Sehat Sederhana yang bersumber dari APBK Bireuen sebanyak 337 unit, yang sudah selesai dibangun sekitar 120 unit, sisanya dalam tahap pelaksanaan, “paparnya.

Sedangkan untuk peningkatan kualitas dari Program BSPS sebanyak 744 unit terdiri dari sumber dana regular APBN 239 unit dan sumber dana Loan Pinjaman Luar Negeri NAHP (National Affordable Housing Program) sebanyak 505 unit.

Beberapa capaian lain dalam bidang pendidikan, Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat, Peningkatan infrastruktur daerah, selama kurun waktu 2017-2018 kita telah mampu melakukan peningkatan, pemeliharaan dan rehabilitasi jalan Kabupaten sepanjang 96,12 Km yang tersebar di 17 Kecamatan.

Begitu juga dengan capaian berkaitan dengan penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat telah dilaksankan sejumlah program dan kegiatan.

Kepada semua pihak sekali lagi, Bupati Saifannur menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang tulus atas dorongan semangat, koreksi dan kritik yang ditujukan kepada pihak Eksekutif dalam mengemban amanah, tugas pemerintahan dan pembangunan daerah selama ini.

“Kepada Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, Saya berharap agar informasi dan keterangan yang kami sampaikan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan koreksi terhadap pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan selama kurun waktu 1 tahun, yaitu dari tahun 2017 sampai 2018,” pungkasnya.

Sebelumnya, ketua DPRK Bireuen, Drs. Ridwan Muhammad, SE dalam sambutannya menyebutkan, Paripurna Istimewa tersebut mereupakan agenda tahunan Kabupaten Bireuen. Berbagai capaian kebutuhan rakyat, insfrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, untuk melepas dari belenggu kemiskinan telah dilaksanakan.

Namun, berbagai capain dan keberhasilan tersebut, masih perlu ditingkatkan kembali untuk menghadapi permasalahan yang lebih komplek demi terwujudnya masyarakat Bireuen yang lebih mandiri, maju dan sejahtera, “ujarnya.

Disamping itu, Panitia Persiapan Pembentukkan Kabupaten Bireuen, Saifuddin Saleh SH, dalam sambutannya menyampiakan asal-usul nama Kabupaten Bieuen.

“Bireuen berasal dari kata Birrun, berarti kebajikan. Saat itu belanda mengumpulkan ulama Aceh di Bireuen, salah satu ulama lalu merubah nama Buket Hagu menjadi Birrun. Karena itu kita pakai nama Bireuen sebagai simbol Kabupaten, bukan Jeumpa, yang merupakan suatu kawasan tua di Aceh, “tuturnya.

Saifuddin berharap, Suatu saat nanti, 10-15 tahun kedepan, Kota Bireuen menjadi daerah Otonomi. Karena itu ia meminta Bupati membentuk badan pengelolaan perkotaan. Bireuen harus lebih Indah dan tertib lagi agar menjadi Kota Adipura. Dan tempat pembuangan sampah (TPA) di Bireuen tidak seperti yang kita harapkan, “imbuhnya.

Sementara itu, Tgk. H. Muhammad Yuduf. A. Wahab (Tusop) memberikan sedikit Tausiah sekaligus pembacaan Doa.

Selain itu, juga ada penyerahan bingkisan kepada para tokoh pendiri Bireuen serta Tim Formatur pembentukan kabupaten Bireuen, yang diterima oleh tokoh ataupun ahli warisnya.(Adam)




Pengurus AHINDO Aceh Akan Segera Dilantik

Lhokseumawe, Baranewsaceh.co – Pengurus Asosiasi Home Industri Indonesia (AHINDO) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aceh akan dilantik pada tanggal 16 Oktober mendatang oleh Ketua Pengurus AHINDO pusat H. Madroi, bertempat di Aula Ayam Penyet Pak Ulis.

Menurut Ketua AHINDO DPD Aceh Hendra Aditya melalui Humas Deddi Iswanto bahwa acara pelantikan itu akan diramaikan dengan Festival dan pameran Usaha Home Industri Aceh pada 13-16 Oktober 2018 di Pelataran Parkir Ayam Penyet Pak Ulis, tepatnya Depan Pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe.

Hal tersebut dikatakan Deddi Iswanto kepada media Baranewsaceh.co, Jum’at (12-10-2018).

Adapun Festival dan Pamerannya antara lain akan, menampilkan :
1. Diskusi dan seminar tentang kebangkitan Usaha Home Industri Aceh menuju kemandirian
2. Pameran Usaha-usaha Home Industri Aceh
3. Festival : Lomba masak produk masakan dan bumbu-bumbu Aceh, lomba mewarnai, dan hiburan.
4. Talkshow wirausaha
5. Pelatihan dan pengisian data usaha home industri untuk eksport.

Kemudian Acara ini juga akan dibuka pendaftaran produk-produk usaha home industri, “jelasnya.

Bagi produk umum yang ingin mendapatkan info lanjutan sila hubungi dan kontak langsung dengan panitia : Rozi 082273122174. (ADAM)




“Rapat Tindak lanjut Kepanitiaan Pra Rapat Tahunan (RAT) IMPKBM”

Rapat pembentukan kepanitian yang berlokasikan di halaman Rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram dimulai pada pukul 16.00 Wita sampai selesai. Dan telah menghasilkan kepengurusan kepanitian dalam mempersiapkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ikatan Mahasiswa Pelajar Komodo Boleng Mataram (IMPKBM). Dihadiri warga IMPKBM mencapai puluhan orang didalam lingkaran dari berbagai perguruan tinggi diantaranya, UMMAT, IKIP Mataram, dan Universitas Islam Negeri Mataram (UIN).

BARANEWSACEH.CO, MATARAM – Kamis, 11 Oktober 2018 telah melakukan kesepakatan untuk melanjutkan rapat pembentukan kepanitian yang berlokasikan di halaman Rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram dimulai pada pukul 16.00 Wita sampai selesai. Dan telah menghasilkan kepengurusan kepanitian dalam mempersiapkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ikatan Mahasiswa Pelajar Komodo Boleng Mataram (IMPKBM). Dihadiri warga IMPKBM mencapai puluhan orang didalam lingkaran dari berbagai perguruan tinggi diantaranya, UMMAT, IKIP Mataram, dan Universitas Islam Negeri Mataram (UIN).

Dalam rapat tersebut cukup menegangkan dikarenakan suasana forum yang begitu kritis membuat ketua panitia kebingungan untuk mengkondisionalkan suasana forum. Tapi semua itu tidak begitu lama, sehingga menghasilkan kesepakatan bersama dalam menyukseskan RAT nantinya.

Rapat pembentukan panitia RAT di hadiri saudara “Jehudin Uling” salah satu senior yang tetap setia bergabung, mahasiswa baru, kepanitian dan anggota Kepengurusan periode 2017-2018.

Dalam sambutan ketua panitia saudara “Muhammad Tayeb” mahasiswa Universitas Mataram Fakultas Fisipol intinya tetap mendefinisikan keadaan dan bersyukur, juga tetap mengajak seluruh warga IMPKBM sama-sama bergandeng tangan dalam menyukseskan agenda RAT, mengingat ini adalah langkah awal bagaimana kita melihat dinamika yang terjadi di IMPKBM saat ini.

Hal lain juga disampaikan oleh sekertaris pantia saudara “Akmal Soleh” dalam hal ini lebih menekan kepada struktur Kepanitian, agar bekerja secara kolektif dan kolegial demi terselenggaranya rapat anggota tahunan (RAT) sesuai harapan bersama terlebih khusus ditekankan kepada Koordinator bagian humas agar mendata seluruh warga IMPKBM baik dari tataran mahasiswa maupun tingkat pelajar yang berdomisili di Kota Mataram.

Mewakili senior yang hadir dalam agenda ini, Kakanda “Rikardus Nompa, S. Pd” juga menyampaikan beberapa hal terkait persiapan panitia itu sendiri maupun keberadaan IMPKBM saat ini.

Pertama, pantia harus memaksimal persiapan demi terselenggaranya rapat anggota tahunan (RAT) bersama warga yang ada. Kedua, seluruh warga harus mempunyai rasa memiliki IMPKBM agar semangat membangun kebersamaan tetap ada. Ketiga, tetap mejaga tali persaudaraan dengan adanya asas kekeluargaan itu sesuai motto IMPKBM yaitu “Lonto Leo, Lonto Cama, Kawe Solusi”.(RED)




Punishment Bagi Pelaku Money Politics Masih Lemah

Jerry Massie, Dr., Ph.D. Peneliti Kebijakan Publik Indonesian Public Institute

 

Peneliti Kebijakan Publik Indonesian Public Institute

BARANEWSACEH.CO – Sejauh ini money politics hanya sekadar small talk atau (basa-basi). Pasalnya, kekuatan hukumnya masih lemah. Dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, tidak terlalu banyak mengatur akan hal ini. Sejauh ini, belum pernah ada punishment terkait kasus ini.

Apa alasan? saya pernah mengusulkan agar ada polisi kepemiluan. Tupoksi mereka adalah memeriksa setiap orang yang terlibat dalam money politics. Sebagai contoh, di birokrat atau ASN, ada polisinya atau Satuan Pol-PP. Yang tugasnya memeriksa jika ada pelanggaran baik kode etik maupun moral dari pegawai negeri sipil (PNS) itu sendiri.

Jika dibandingkan aturan money politik antara UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan UU Pilkada, maka bisa dikatakan lebih impresif dan progresif UU 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Sejatinya, Pasal 187 poin A hingga D harus diperkuat saja. Seperti disebutkan, orang yang terlibat politik uang sebagai pemberi bisa dipenjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan atau 6 tahun.

Selain hukuman badan, pelaku juga harus dikenakan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. Sanksi pidana juga berlaku bagi penerima uang berbau politik. Meski demikian, saya nilai antara weakness and strengthen (kelemahan dan kekuatan) sama-sama tetap ada.

Secara evidensia, maka sangat sulit membuktikan pelaku politik uang. Paling yang bersangkutan akan berkelit, dengan  alasan ini bagian cost politik. Oleh karena itu, perlu adanya pasal yang mencatumkan secara eksistensi, esensi dan substansi akan hal ini, biar tidak kabur.

Tapi akan sulit bagi penyidik untuk menetapkan sebagai tersangka. Contoh, kongkrit saja petinggi PSI sudah ditetapkan tersangka dalam pelanggaran pemilu oleh Bawaslu. Bahkan lembaga ini, sudah meminta pihak kepolisian menetapkan Sekjen dan Wasekjen sebagai tersangka namun hanya SP3 yang dikeluarkan.

Sudah saatnya polisi tidak lagi memeriksa pelanggaran Pemilu dan Pilkada seperti; mahar politik, money politics, politik dinasti dan sebagainya. Akan tetapi diserahkan ke Bawaslu atau KPU. Kalau tidak, maka tidak pernah akan ada hukuman. Perlunya ini ditetapkan pasal pidana. Biar the power of law cukup kuat. Kalau kita benar-benar mau menegakkan keadilan, maka jangan takut mengambil tindakan jika itu merugikan orang banyak.

Kalau tidak sekarang kapan lagi. Memang resikonya akan di tentang oleh partai-partai peserta Pemilu. Paling tidak ujung-ujungnya akan digugat atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Jadi percuma saja bikin aturan, jika itu hanya untuk dilanggar. Benar sekali istilah: “Political is queen of social science” (politik adalah ratu dari semua ilmu sosial). Hukum pun tak berkutik menghadapi ilmu politik. Padahal, peraturan dibuat untuk melindungi. (RED)




Ini Kronoligi Penganiayaan SR Alami Luka Sayatan di Bagian Dahi Hingga ke Mata


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO –  SR, 30 warga Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, mengalami luka yang cukup mengenaskan dengan posisi wajah nyaris terbelah, akibat penganiayaan berat yang dilakukan D, (50)  Ibu Rumah Tangga beralamat dusun pasar lama Kp.Kota Blangkejeren Rabu ( 10/10) sekira pukul 14.00 wib.

Kapolres Gayo Lues melalui Kasatreskrim Iptu Abdul Hamid kepada wartawan Rabu (10/10) malam Via Telepon seluler sekira pukul 20.00 wib, membenarkan kejadian tersebut, dan tersangka beserta barang bukti sudah diamankan, jelasnya.

Sementara  abang kandung korban Kaharuddin, Pemilik warung Tenda Biru Rak Lunung, Blangkejeren Gayo Lues ketika di konfirmasi  wartawan Kamis (11/10), mengatakan dia pada Rabu (10/10) kemarin sekitar pukul 14.00 wib, mendapat kabar dari rekannya, bahwa adiknya SR menjadi korban Penganiayaan di Rumah sewa korban, di Dusun Blower, dekat warung Sidomulyo.

Setelah mengetahui keberadaan Siti Ramiah, selanjutnya korban segera di bawa ke RSUD Sangir guna mendapat pertolongan medis atas luka sayatan yang cukup parah tersebut, paparnya.

Dalam kondisi yang cukup kritis dan terbata bata Siti Ramiah masih dapat mengungkapkan siapa pelaku Penganiayaan terhadap dirinya, tidak lain adalah D,  yang sebelumnya merupakan tetangga dari korban, dan D juga  pernah menyewakan rumah nya kepada SR, ungkap Kaharuddin dengan nada sedih.

Dia sendiri tidak mengetahui dengan pasti apa motif dibalik penganiayaan adiknya SR, karena kesehariannya korban bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Dukcapil Kabupaten Gayo Lues, sementara Suami korban KH,35 , tengah menjalani hukuman beberapa Tahun di dalam Lembaga Permasyarakatan Blangkejeren, jelasnya.


Kronologis Kejadian

Sementara informasi lain yang diterima media ini Kamis (11/10), dari pihak Kepolisian Sektor Blangkejeren menyebutkan,  pihak Polsek Blangkejeren  melalui Kapolsek Iptu Suwandi , mengatakan pada Rabu (10/10) pihak nya mendapatkan informasi dari masyarakat dusun Blower Kp.Kota Blangkejeren,  bahwa adanya terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap sdri SR.

Setelah mendapatkan informasi,  selanjutnya Kapolsek Blangkejeren bersama Kanitintel, Kanitreskrim beserta beberapa anggota lainnya mengecek ke TKP ,  setibanya diTKP benar telah terjadinya penganiayaan.

Kemudian dilanjutkan pemotretan TKP dan mengamankan TKP, kemudian dilanjutkan mendatangi RSUD Gayo Lues guna mendata Identitas Korban sekaligus mengetahui luka apa terhadap korban, jelasnya.

Setelah itu terhadap korban terdapat luka sayatan di bagian dahi hingga kemata dengan berbentuk miring yang dilakukan oleh pelaku, kemudian pihak keluarga korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Gayo Lues.

Disebutkan, saat ini pelaku sudah diamankan oleh tim Buser dan dibawa ke Polres Gayo Lues guna  diproses lebih lanjut.

Barang bukti berupa sebilah pisau cater sistem dorong warna biru, setelah melakukan olah TKP, serta mendata saksi yang mendampingi pelaku disaat kejadian tersebut AR, (45) Tahun, Ibu  Rumah Tangga, Dsn. Pasar Lama Kp. Kota Blangkejeren Kec. Blangkejeren Kab. Gayo Lues,, selanjutnya erkara tersebut ditangani oleh Polres Gayo Lues, sebut Iptu Suwandi.

Hingga berita ini diturunkan, menurut keterangan Kaharudin, korban SR terpaksa di rujuk ke RSU Adam Malik , Medan Sumatera Utara, Rabu (10/10) sekira pukul 22.00 wib, sebelum berangkat korban sempat berpesan ” Saya tidak tau apa salah saya, saya tidak salah, tolong suruh mereka kembalikan mata saya” papar Kaharudin menirukan ucapan adiknya. (J.PORANG)




IRT Aniaya Seorang Wanita Hingga Luka Sayatan di Bagian Dahi Hingga Kemata


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Telah terjadinya penganiayaan seorang perempuan bertempat dibelakang jualan bakso Sidomuliyo Dusun Blower Kp. Kota Blangkejeren Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues sekira pukul 14.00 WIB, Rabu (10/10 2018)

Berdasarkan informasi yang diperoleh Korban berinisial (SR) 30 Tahun, seorang tenaga Honorer di kantor Dinas Duk & Capil Kabupaten Gayo Lues, beralamat sementara ditempat rumah kontrakan belakang jualan Bakso Sidomuliyo Dusun Blower Kp. Kota Blangkejeren Kecamatan Bkj Kabupaten  Gayo Lues dan korban beralamat tetap di Kp. Tungel Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten  Gayo Lues.

Sedangkan pelaku berinisial (D)  Umur 50 Tahun Seorang  Ibu rumah tangga beralamat di Dusun Pasar Lama Kp. Kota Blengkejeren Kecamatan Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini TKP di Belakang jualan Bakso Sidomulya Dsn. Blower Kp. Kota Blangkejeren Kecamatan Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues, pada hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018 sekira pukul 14.00 Wib.


Kronologis kejadian tersebut pada hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018 sekira pukul 14.00 Wib, pihak Polsek Blangkejeren mendapatkan informasi dari masyarakat Dsn. Blower Kp.Kota Blangkejeren Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues bahwa adanya terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap SR.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, selanjutnya Kapolsek Blangkejeren bersama Kanitintel, Kanitreskrim beserta beberapa anggota lainnya mengecek ke TKP tsb.

Setibanya di TKP benar telah terjadinya penganiayaan, kemudian dilanjutkan pemotretan TKP dan mengamankan TKP, kemudian dilanjutkan mendatangi ke RSUD Gayo Lues guna mendata Identitas Korban sekaligus mengetahui luka apa terhadap korban, setelah itu terhadap korban terdapat luka sayatan di bagian dahi hingga kemata dgn berbentuk miring yang dilakukan oleh pelaku.

Kemudian pihak keluarga korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Gayo Lues, dan saat ini pelaku sudah diamankan oleh team Buser dan dibawa ke Polres Gayo Lues guna  diproses lebih lanjut.

Polisi mengamankan barang bukti berupa Sebilah pisau cater sistem dorong warna biru, dan mendata saksi yang mendampingi pelaku disaat kejadian tersebut berinisial  (AR) 45 Tahun,  seorang Ibu  Rumah Tangga, yang beralamt di Dusun Pasar Lama Kp. Kota Blangkejeren Kecamatan Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Abdulah Hamid, saat dikonfirmasi Kamis, (11/10/2018) membenarkan kejadian tersebut. (J.PORANG)




Ini Pandangan Umum DPRK Gayo Lues Pada Penutupan Sidang Paripurna Masa Sidang III Tahun 2018


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani menghadri lanjutan sidang DPRK Gayo Lues dengan agenda penyampaian pandangan akhir fraksi/keputusan dan penutupan sidang paripurna di ruang sidang kantor DPRK Gayo Lues Jln Datok Sere No. 01 Kecamatan  Blangkejeren Kabupaten  Gayo Lues., Selasa (09/10/2018).

Sidang dihadiri oleh Ketua DPRK Gayo Lues H. Ali Husin, SH, Para anggota DPRK Gayo Lues, Forkopimda Gayo Lues, Para anggota LSM dan Pers Kabupaten  Gayo Lues.

Pandangan akhir fraksi Partai Golkar yang disampaikan oleh Samsul Alam  dalam sambutannya mengatakan : Kegiatan akreditasi tenaga dan sarana pelayanan kesehatan adalah salah satu persyaratan pelayanan kesehatan yang harus dipenuhi untuk dapat mengajukan klaim ke BPJS satu contoh di Kecamatan  Dabun gelang dan Kecamatan  Kuta Panjang dan Kecamatan  yang jauh dari daerah kota di Kabupaten  Gayo Lues.

Berkenaan dengan hal tersebut kami harapkan kepada Pemda untuk membantu anggaran untuk pembiayaan pelaksanaan  akreditasi tersebut.  Masih ada klaim BPJS yang blm di bayarkan, Kami mohon Pemda untuk berkomunikasi dng BPJS agar dpt diselesaikan sehingga puskesmas dan rumah sakit dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya,arena menurut laporan untuk klaim bulan  juni – oktober blm di bayar, ujarnya.

Samsul Alam   juga mengatakan “ Kami harapkan kepada Pemda agar dapat mengatasi dan antisipasi adanya ancaman longsor di musim penghujan ini.  Penambahan oprasional damkar di Kecamatan  Terangon dan Kecamatan lain yang jauh dari kota agar di sediakan alat sarana dan kendaraan untuk penanganan pemadam kebakaran.

Tugas pokok dan fungsi dari DPRK adalah fungsi penganggaran , pengawasan dan legislasi. Supaya Pemda dapat bekerja sama dan memaknai tugas pokok kami sebagai hal yg membangun bukan nyinyir/ hal yang menghambat.   Dalam rangka pentingnya pengadaan pasar tradisional dan pasar modern kami dari fraksi Partai Golkar dapat menerima anggaran yang disampaikan., jelas Samsul Alam.

Ditempat yang sama Pandangan akhir Fraksi Gabungan Pembaharuan yang di sampaikan oleh Eli Ernawati  dalam Pandangan akhir mengatakan “  Tanggapan akhir Fraksi Gabungan Pembaharuan terhadap ranacangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Kabupaten.

Pemkab agar setiap dokumen di periksa betul tentang keabsahannya, Maraknya narkoba di kalangan pelajar/anak sekolah agar Pemda mengambil langkah konkrit untuk mengatasinya agar tidak meluas dan Masalah kedisiplinan ASN agar lebih ditingkatkan dan Pelaksanaan pembangunan fisik dan non fisik hrs benar benar dilaksanakan sesuai dng aturan agar hasil sesuai dengan yang di inginkan/diharapkan, jelas Hj. Eli Ernawati Siregar.

Sementara Fraksi Gabungan Suara Rakyat yang di sampaikan oleh Samsuar mengatakan “ Pemda agar memperhatikan sektor Pendidikan dan kami harapkan jangan ada lg proses belajar mengajar yang tdk semestinya dengan alasan karena kekurangan guru, karena tenaga guru di Kabupaten Gayo Lues cukup.

Bidang kesehatan agar Pemda memperhatikan kembali Puskesdes,  dan Pos kesehatan di kampung. Kami mohon Pemda memperhatikan penempatan aparatur negara/pemerintah sesuai dengan kemampuan atau disiplin ilmunya, karena apabila suatu hal tidak diserahkan pada ahlinya maka kita tinggal tunggu kehancuran bidang tersebut, sebut H. Samsuar.

H. Samsuar juga mengatakan Pemda agar memberi Tunsus kepada pegawai di daerah terpencil/tempat yang jauh. Pemda evaluasi perusahaan yang tidak bisa menghasilkan Pendapatan asli daerah dan perusahaan air yang tidak bisa meningkatkan pelayanan penyediaan air bersih, selain itu Pemda agar memberikan honor yang pantas kepada PPTK.  Pemda agar menjamin kelangsungan sumber sumber yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah,  contohnya usaha penderesan getah tusam, jelasnya.

Dari semua Fraksi yang ikut dalam siding tersebut sebagai Keputusan akhir Fraksi DPRK Gayo Lues menyetujui Rancangan Qanun P-APBK Gayo Lues Tahun anggaran 2018 menjadi Qanun Gayo Lues.

Menanggapi hal itu wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani dalam sidang paripurna DPRK Gayo Lues  mengatakan “  Kita secara bersama-sama telah melaksanakan Rapat Paripurna DPRK Masa Sidang Ke-III Tahun 2018 untuk membahas Rancangan Qanun Kabupaten Gayo Lues tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2018, Alhamdulillah dari hasil pembahasan tersebut, telah kita capai kesepakatan terhadapan pendapatan dan perubahan belanja yang penambahan program kegiatan. anqgaran antar unit organisasi, pergeseran antar kegiatan serta pergeseran antar jenis belanja.

Perubahan APBK Tahun Anggaran 2018 yang kita lakukan adalah dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang masih ada dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Gayo Lues., ujarnya.

Perubahan anggaran belanja yang tercantum dalam Qanun Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun Anggaran 2018 tetap ditujukan pada penanganan masalah-masalah pembangunan yang prioritas bagi pembangunan daerah dan dibutuhkan masyarakat sebagaimana termuat dalam Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018 dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2018, kata H. Said sani.

Kita berharap semua program dan kegiatan yang telah sepakati pada perubahan APBK ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan umum serta meningkatkan Partisipasi masyarakat dalam pembangunan.   Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan bahwa dengan disepakatinya Perubahan APBK Tahun Anggaran 2018 antara Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dengan DPRK Gayo Lues, kepada seluruh SKPK untuk segera menyiapkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (DPPA-SKPK) serta melengkapi semua data pendukung yang menjadi persyaratan dalam pelaksanaan anggaran perubahan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta kita juga harus memperhatikian saran, pendapat dan masukan yang telah disampaikan oleh para Anggota Dewan yang terhormat pada rapat paripurna masa sidang ke-III ini, terang wakil Bupati.

Selai itu H. Said Sani juga menyampaikan bahwa Hal lain yang menjadi perhatian kita semua adalah tentang pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2019 yang merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJM, untuk ini Seluruh kepala SKPK supaya menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang memuat Program / Kegiataan sesuai dengan RPJM dan RKPK Tahun Anggaran 2019 guna dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten untuk ditampung dalam Rancangan Qanun APBK TA. 2019.

Dalam hal penyusunan RKA SKPK Tahun Anggaran 2019 kami menginstruksikan kepada semua Kepala Badan/Dinas dan Camat agar mempedomani Renstra SKPK dan RKPK yang sudah ditetapkan sehingga dapat mewujudkan target kinerja yang sesuai dengan sasaran strategis pembangunan sesuai dengan target indikator kinerja yang telah dinyatakan dalam perjanjian kinerja Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Secara khusus kami perintahkan kepada Sekretaris Daerah selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) agar segera merumuskan bersama dengan SKPK bagaimana upaya agar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2019 dapat kita Sepakati dengan DPRK tepat waktu, jelas H. Said Sani.

Pantauan awak media dilapangan Pelaksanaan lanjutan sidang DPRK Gayo Lues masa sidang ke III Tahun 2018 dengan agenda penyampaian pandangan akhir/keputusan fraksi dan penutupan sidang selesai pada Pkl. 17.00  Wib dengan aman dan tertib, dan Keputusan akhir Fraksi DPRK Gayo Lues menyetujui Rancangan Qanun P-APBK Gayo Lues Tahun anggaran 2018 menjadi Qanun Gayo Lues. (ABDIANSYAH)




Do’a Bersama Untuk Korban Bencana di Palu, Sigi , Donggala dan Lombok di Pondok Pesantren Nurul Azzam


GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Anggota TNI, Polri, DPRK Gayo Lues, Pemkab Gayo Lues dan santri melakukan doa bersama untuk korban gempa bumi dan tsunami yang menimpa Palu, Sigi , Donggala dan Lombok bertempat di Pondok pesantren Nurul Azzam Desa Gunyak Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, pada Pkl. 09.00 Wib  Rabu, (10/10/2018).

Acara yang berlangsung khidmad do’a dipimpin pada acara tersebut Ustadz Julianto Pane pimpinan Pondok Pesantren Nurul Azzam.

Ustadz Julianto Pane pimpinan Pondok Pesantren Nurul Azzam dalam Tausiahnya mengatakan “ Kita bersyukur bukan dengan hanya mengucap alhamdulillah tetapi kita bersyukur dapat juga diwujudkan dng membantu saudara kita yang sedang mengalami/ terkena musibah bencana.

Kita sebagai umat Rasulullah marilah kita ikuti ajaran Rasulullah yaitu apabila ada bagian badan ada yg sakit maka semua badan/bagian yang lain juga ikut merasakan sakit. Ujarnya.

Dia juga mengatakan saat sekarang ini saudara kita sebangsa dan setanah air yang ada di Palu, Donggala, Lombok dan Sigi sedang mengalami pesakitan karena bencana maka kita harus turut serta merasakannya dengan cara menyisihkan sebagian dari rezeki kita untuk membantunya.

Kita harus bisa memerangi hawa nafsu kita, dan salah satu contohnya apabila kita berat mengeluarkan bantuan untuk saudara kita yang membutuhkan itu adalah pengaruh setan dan hawa nafsu dan kita harus memeranginya, kata Tgk. Julianto Pane .

Kita harus merdeka dari hawa nafsu dan jangan sampai di perbudak oleh hawa nafsu yang merupakan bisikan dari setan. Bencana yang terjadi di NKRI Ini bagi kita adalah ujian dari Allah SWT, ujian untuk mengetahui apakah kita beriman kepada Allah dengan cara ketika saudara kita tertimpa musibah adakah tergerak hati kita untuk membantunya, sebut Julianto Pane .

Selain itu disampaikan Ustadz Julianto Pane Apabila kita mempunyai Iman Kepada Allah maka kita harus berbuat untuk membantu dan meringankan beban saudara kita yang terkena bencana karena saling membantu dalam kebajikan itu adalah perintah Agama Islam.  Bencana terjadi ini adalah jalan kita dari Allah agar kita bertafakur dan intfopeksi diri kenapa bencana datang kepada kita, apakah ini azab, atau peringatan,atau ujian bagi kita untuk mengetahui seberapa besar kepedulian kita terhadap orang lain

Selain itu Islam juga memerintahkan pada kita untuk tdk boleh diam melihat kemaksiatan, karena diam kita terhadap kemaksiatan akan mengundang murkanya Allah dan Azab Allah. Diam kita terhadap kesemena menaan yang terjadi maka akan mengundang orang lain untuk menjajah kita. Maka kita harus berbuat dan mengajak kebaikan agar murka dan azab Allah di jauhkan, jelas Ustadz Julianto Pane. (ABDIANSYAH)