oleh

Anggota PPS Aceh Tenggara Banyak Rangkap Jabatan

image_pdfimage_print
*Oknum PPS, Cikko Sihombing adalah Seorang Sekdes

Kutacane, Baranewsaceh. Co – Anggota Panitia pemilihan suara(PPS) yang menjadi perpanjangan tangan Panitia pemilihan Kecamatan(PPK), dan Komisi Independen Pemilihan(KIP) Aceh Tenggara, banyak rangkap jabatan seperi Perangkat desa, Pendamping lokal desa(PLD), Guru,dll. Hal tersebut termonitor Jurnalis Baranews.Aceh di lapangan, khususnya di Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Oknum anggota PPS di desa(Kute) Lawe Loning Sepakat, Cikko Sihombing adalah seorang Sekretaris desa di desa tersebut, yang diduga menyalahi aturan dan perundang-undangan. Hal tersebut sudah pernah dilontarkan Wartawan media ini kepada Ketua KIP Aceh Tenggara,Dedi Mulyadi bersama Buhari Esman Tambunan yang Wakil pemimpin redaksi Media Berantasa Kriminal Medan, dan juga Sekretaris PWI Aceh Tenggara  pada saat yang lalu.

PPS tidak boleh Perangkat desa,dan Pendamping desa, Karena Seorang yang mendapatkan gaji dari APBN,APBK tidak boleh menjadi anggota PPS. Tetapi, Silahkan saudara mendapatkan slip gaji mereka supaya lebih kuat laporannya,ujarnya.”

Awak media ini pernah konfirmasi dengan santai kepada Cikko Sihombing di Kantor Camat Lawe Sigala-gala, pada waktu Bimtek perihal keterlibatannya sebagai anggota PPS, yang disinyalir menyalahi aturan dan perundang-undangan, dia menjawab bahwa masalah itu saya tidak tahu, dan jujur saya bilang bahwa saya  seorang perangkat desa, ucapnya.” Kuli tinta ini, juga pernah memberitahukan kepada Kepala desa(Pengulu kute) Lawe Loning Sepakat,James Silitonga tentang keterlibatan Cikko Sihombing sebagai anggota PPS.

Konfirmasi Pemburu berita ini kepada Panwas Lawe Sigala-gala,Syahbama  perihal banyaknya anggota PPS rangkap jabatan, dia menjawab, ngapain kita urus itu Bang, nanti dia sakit hati, lagipula itu kan Uang negara,tambahnya.” Dimohon kepada KIP Aceh Tenggara, dan Panwaslu supaya mengevaluasi nama-nama tersebut dan menggantinya, karena mereka ada yang berlatar belakang Perangkat desa, Pendamping Lokal desa, Guru, dsb, karena masih banyak yang layak dan masyarakat yang menganggur.(P.Lubis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed