oleh

Aku Rela Disandera

-HEADLINE, OPINI-298 views
banner 300x250
image_pdfimage_print

Aku tak suka melihat orang jelek

Aku bisa membantu mereka menjadi cantik saat tersenyum,…dr. Jai

Itulah ungkapan seperti  melodrama; pergelaran, sandiwara atau film, dengan lakon yang sangat sentimental, mendebarkan, dan mengharukan. Siapa duga sosok dokter yang nyentrik ialah MUHAMMAD JAILANI, dr. SpBP-RE (K). Panggilan akrabnya, dokter Jailani. Berperawakan gaya, kacamata Jhon Lenon, celana jean ketat dan sepatu semi boot serta badannya dibungkus dengan jaket casual dan berkaos baju hitam. Jaket lengannya diplintir sampai dibawah siku. Postur tubuh kurus lunglai dan tinggi. Rambutnya, bersisir urakan dan semi gondrong.

Inilah ungkapan yang paling menarik dan mendebarkan semua para hadirin yang hadir saat disampaikan kata sambutan oleh dr. Jailaini,…spesialis ahli bedah. Yang bertugas di RSU Zainal Abidin Banda Aceh.

Kehadiran dr. Jailainai di Gayo Lues, pada hari, Sabtu 6/10/2018 untuk melakukan operasi bibir sumbing di RSUD Sangir. Dalam rangka masa kerja setahun Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues. H. Muhammad Amru dan H. Said Saini.

Kegiatan ini untuk melaksanakan program visi dan misi kepala daerah yang seyogyanya semua program harus menyentuh langsung ke masyarakat, seperti kegiatan operasi bibir sumbing ini.

Dokter Jailani yang kesehariannya sebagai dokter ahli bedah di RSU Zainal Abidin Banda Aceh dan juga sebagai tim medis di Yayasan SmileTrain Banda Aceh. Direktur yayasan ini, mantan pasien dokter Jai. Lihat senyumnya, sangat mempesona. Demikian disampaikan dokter Jai saat menyampaikan kata sambutan yang sangat singkat.

Sabtu pagi, para pasien telah rawat inap di RSUD Sangir untuk diidentifikasi variasi jenis bibir sumbing yang akan dieksekusi oleh dr. Jai dan tim medis lainnya. Adapun jumlah pasien yang dilakukan operasi berjumlah 27 pasien dan 4 dari Kabupaten Aceh Tenggara. Sebagian diantaranya, ada yang telah menjalani operasi yang kedua kalinya.

AKU RELA DISANDERA sebagai pilihan judul tulisan ini, yang menggambarkan sosok dokter Jai yang sangat nyentrik dan mengiklaskan pengabdiannya sebagai profesi dokter untuk mereka yang membutuhkan tanpa biaya, bahkan bila ingin berobat ke Banda Aceh akan diberikan dana transpor, pulang dan pergi.

Inilah dokter Jai, sedang mempersembahkan keahliannya untuk mereka yang membutuhkannya dan sebagai motivasi bagi para medis baik yang sedang belajar tentang kesehatan maupun bagi mereka yang ahli dibidang medis. Sesungguhnya, ilmu itu diamalkan sebagai sedekah kita bagi mereka yang membutuhkan. Bravo dokter Jai,…semangat juangmu,…selalu menginspirasi kami,…!!!

 

Helmi Mahadi, M.A

ASN Sekdakab Gayo Lues

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed