oleh

Aceh Timur Laksanakan Pembinaan Terhadap Pelaku Ekonomi Kreatif

banner 300x250
image_pdfimage_print

 

IDI, Baranewsaceh.co– Perekonomian Indonesia sekarang mulai berubah. Pada masa dahulu Perekonomian indonesia tidak mengenal dengan sistem ekonomi kreatif. Akan tetapi Negara Indonesia sudah mulai mengetahui tentang apa itu Ekonomi Kreatif.

Ekonomi Kreatif adalah kegiatan ekonomi dimana input dan outputnya adalah Gagasan, dengan modal gagasan, seseorang yang kreatif dapat memperoleh penghasilan yang sangat layak. Gagasan seperti apakah yang dimaksud? Yaitu gagasan yang orisinil dan dapat diproteksi oleh Kemampuan untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dengan sense atau nilai seni, teknologi, pengetahuan dan budaya menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan ekonomi, sehingga muncullah ekonomi kreatif sebagai alternatif pembangunan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif antara lain karena ekonomi kreatif berpotensi besar dalam: Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan; Menciptakan Iklim bisnis yang positif; Membangun citra dan identitas bangsa; Mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan; Menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa; Memberikan dampak sosial yang positif.

Namun hal tersebut perlu diimbangi dengan keterampilan dan keahlian, sebab tanpa kedal tersebut semuaya akan tidak bearti dan akan sia-sia, hal tersebut dikatakan oleh Asisten II Bidang Keistimewaan Aceh Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, H. Usman A. Rachman, SH, SP ketika membuka secara langsung acara Pembinaan Ekonomi Keatif di Aula Gedung Kantor BAPPEDA Aceh Timur pada Senin, 1 Oktober 2018.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mengembangkan sebuah ekonomi kreatif di tengah-tengah masyarakat, perlu adanya dukungan pemerintah, khususnya pemerintah daerah, baik dalam peningkatan kreatifitas masyarakat, pemanfaatan sumber daya yang ada, promosi produksi sampai ke pemasaran yang kesemuanyanya itu perlu bantuan dari pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat serta bisa mengurangi angka penganguran di daerah dan hal ini perlu kerja keras semua pihak, terutama dari masyarakat itu sendiri yang mem,iliki keinginan untuk maju dan sejahtera” ujarnya.

Realitas dan fenomena ekonomi kreatif sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi Indonesia yang telah terbukti memiliki aset kreativitas sejak dulu. Indonesia tidak kekurangan modal kreatifitas hanya kekurangan kemampuan mengintegrasikannya. Untuk itu langkah-langkah yang dibutuhkan adalah: Mengenali apa yang kita miliki (jati diri bangsa dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia) dan menyusun langkah-langkah konstruktif sebagai berikut” pungkasnya.

Sementara itu, kepala Bagian Ekonomi Setdakab Aceh Timur, Drs. Hasan dalam laoporannya mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia dan kreatifitas masyarakat dalam berkarya, serta mendorong terciptanya inovasi dan memberikan dampak sosial yang posirtif untuk menciptakan peluang pasar melalui pameran dan promosi, kghususnya produk unggulan dan potensi daerah yang mempunyai nilai budaya seni khas daerah Aceh Timur.

Lebih lanjut ia mengatakan acara ini hanya berlangsung sehari yang diikuti oleh sepuluh orang peserta pengrajin yang berasal dari Kecamatan Idi Rayeuk dan Kecamatan Peurlak Kota. Adapun yang menjadi narasumber dalam acara pembinaan ekonomi kreatif ini berasal dari unsur pemerintah yang membidangi/menguasai ekonomi kreatif di Aceh Timur. (Nurdin) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed