oleh

6 Kabupaten-Kota Ikut Telaah Sejawat di Aceh Timur

image_pdfimage_print
Tim BPKP perwakilan Aceh Poto bersama usai kengiatan dibuka. Foto Bagian Humas & Protokol Setdakab Aceh Timur.

IDI,  BARANEWSACEH.CO –  Pelaksana Tugas (Plt) Setdakab Aceh Timur, Drs, Zahri, M.AP mewakili Bupati Aceh Timur, H. Hasballah Bin H. M. Thaib, SH membuka secara resmi kengiatan Telaah Sejawat, Tim BPKP dan para Inspektur 6 Kabupaten-Kota di Aceh, Timur yang berlangsung di Aula Kantor Inspektorat Aceh Timur, 28 Agustus 2018.

Kengiatan yang dilaksanakan selama 3 hari mulai  28-30 Agustus 2018  yang  diikuti oleh 6 Kabupaten-Kota, diantaranya, Kabupaten  Bener meriah, Aceh Utara, kota langsa, Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Semeulu, dengan jumlah peserta sebnayak 46 orang dan 7 orang peserta merupakan perwakilan BPKP Kubupaten-Kota.

Dalam sambutan Plt Sekdakab Aceh  Timur , Drs, Zahri, M.AP,  mangatakan, Berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia (RI) nomor 60 tahun 2008, tentang sistem pengendalian Intern pemerintah, pada pasal 55 ayat (1) disebutkan, bahwa untuk menjaga mutu hasil audit Aparatur pengawasan intern pemerintah,  secara berkala dilaksanakan telaahan sejawat.

Selain itu, Telaah Sejawat yang dilaksanakan ini juga dalam rangka pencapaian Kapabilitas APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) level lll dikabupaten Aceh,” jelas Drs. Zahri.

Telaah sejawat ( Peer Review ) dapat didefinisikan sebagai suatu kengiatan pengujian dan review yang dilaksanakan oleh rekan sejawat yang setara guna mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa organisasi audit yang direview telah patut terhadap sistem pengendalian mutu dan pelaksanaan kengiatan audit telah sesuai dengan standar audit yang berlaku, “sambungnya.

Kengiatan ini hendaknya ada sesuatu rekomendasi khusus agar kepada auditor terbaik diberikan reward baik itu dalam bentuk diikuti sertakan diklat auditor keluar negeri maupun dalam bentuk lainnya sehingga secara tidak langsung akan memberikan rangsangan kepada para auditor untuk bekerja lebih gigih dan propessional,” sebut Drs. Zahri.

Ini tentunya salah satu langkah untuk meningkatkan ilmu dan pengalamannya guna meningkatkan kapabilitas Apip dan ini tentunya sesuai dengan harapan rekornas APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) yakni agar seluruh APIP telah berada di level III pada tahun 2019 sesuai dengan target RPJM 2015-2019,” demikian pungkas Drs. Zahri, M.AP. (Teuku Nurdin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed