oleh

Masyarakat Adat Nusantara Dan Dunia Larut Dalam Tari Sining

Bener Meriah : Baranewsaceh.co – Malam Penampilan Puncak Pesta Adat Indigenous Celebration di Arma Ubud Denpasar Bali, para delegasi dari masing – masing masyarakat Adat di Nusantara dan Beberapa masyarakat Adat di negara lain menampilkan tarian dan music kolaborasi secara bersamaan dalam satu panggung. Tak ketinggalan suku Gayo dengan tarian khas Guel dan Siningnya Larut bersama masyarakat adat nusantatara dan dunia.

Dalam Kolaborasi ini dibagi masing masing dua pagelaran, pertama menampilkan seluruh masyarakat Adat Nusantara seluruh Indonesia, kemudian selanjutnya di ikuti dengan gabungan Nusantara dan beberapa masyarakat Adat dari beberapa Negara yang mengikuti Indigeneos celebrasion Bali 2018.

Kesempatan yang sangat jarang tersebut, Gayo yang juga hadir di dalamnya dengan berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan seluruh masyarakat Adat di Nusantara dan beberapa negara di dunia.

Tentu ini merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa. Jelas Jawahir Syahputra yang merupakan Pimpinan Rombangan delegasi Masyarakat Adat Gayo tersebut.

Jawahir Menambahkan dengan adanya rasa kebersamaan dari suku suku yang ada di Nusantara dan dunia. Eksistensi Suku Gayo yang mendiami wilayah pedalaman aceh semakin dikenal. Hal tersebut tentu satu kesatuan yang sangat menggambarkan kekayaan keanekaragaman suku, ras dan budaya yang tergabung dalama negara kesatuan Repuplik Indonesia.

Umumnya beberapa negara yang mengikuti pesta budaya tersebut dapat mengenal Gayo mulai dari asfek seni, budaya serta tofografi alam yang ada di Gayo.

Disisi lain Jawahir Anggota DPRK Bener Meriah dari fraksi PDI – Perjuangan juga menceritakan tentang latar belakang Kabupaten Bener Meriah, yang memiliki masyarakat yang majemuk, dan multi etnis.

Selain itu Jawahirsyah Putra juga menceritakan tentang sebagian besar masyarakat Bener Meriah yang merupakan petani kopi, dengan luas areal perkebunan kopi yang mencapai 45.000 hektar lebih. Untuk itu Jawahir berharap kepada para masyarakat adat Nusantara dan dunia agar mau berkunjung ke dataran tinggi Gayo.(DN).

News Feed