oleh

Pedagang Pajak Terpadu Audiensi ke DPRK Gayo Lues


Gayo Lues Baranewsaceh – Pedagang Pajak Terpadu Bustanusalam Kampung Sentang Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Audiensi ke Kantor DPRK Gayo Lues
Sabtu tanggal 12 Mei 2018.

10 (Sepuluh) orang perwakilan Para Pedagang Kain dan Sayur mayur dari pasar Terpadu Buntul Tajuk Kampung Bustanussalam datangi kantor DPRK Gayo Lues
1. Rosika Inen Yusril.
2. Siti patimah
3. Dahliam
4. Semiah
5. Saudah
6. Mardiah
7. Ariyah
8. Masrina
9. Jinah
10. Nursiah
guna melaksanakan Audien menyampaikan masalah dan keluhan ke pada Ketua dan Anggota DPRK Gayo Lues.

Anggota DPRK Gayo Lues yang menerima perwakilan pedagang pasar terpadu hanya Staf – Sekwan Sdr Saleh
– Bagian Umum Sdr Abdul Karim Spd.

Masalah & keluhan yang di disampaikan pedagang sama seperti sebelumnya yang pernah di sampaikan oleh perwakilan Para pedagang Kain & Sayur pada beberapa waktu yang lalu ke Anggota DPRK Gayo lues :

Meminta Para pedagang kaki lima yang datang untuk diatur seperti dahulu dimana pedagang sayur mayur dan pedagang ikan dan daging untuk tidak diperkenankan berjualan di pintu masuk pasar terpadu sehingga pedagang yang berada di dalam tidak ada pembeli.

Meminta pemerintah untuk menata dan menempatkan pedagang sayur berada di tengah tengah sehingga menguntungkan bagi pendagang lainnya.

Pedagang di pasar terpadu mengeluh akibat makin semrautnya lokasi di pasar Buntul tajuk Kampung Bustanulsalam, kebanyakan pedagang malah naik ke atas lapangan parkir dekat Masjid untuk berjualan.

Para Pedagang Pinjam Modal berjualan dari pinjaman Koperasi simpan pinjam/Koperasi berjalan (Rentenir), Pembayaran harus setiap hari di setorkan, sementara barang kami tidak laku karena tidak ada masyarakat yang datang ke Los bawah.

Perwakilan para Pedagang yang menyampaikan Masalah dan Keluhannya :

Saniah,57 mengatakan”
Barang jualan kami tidak laku karna kami jualan dibelakang, jualan tidak laku dikarenakan ada orang yang berjualan didekat pintu gerbang gara – gara itu kami yang jualan di belakang sayur kami tidak laku.
Tolong ditertibkan yang berjualan didekat pintu gerbang, setiap hari kami harus membayar uang koperasi/simpan pinjam.

Saudah, 49 menambahkan” Saya pernah ditabrak becak di pintu gerbang karna berdesak desak, banyak orag kampung yang berjualan sayur didepan pintu gerbang tersebut.

Saya sangat mengharapkan pedagang sayur dari kampung agar berkumpul di belakang ditempat sayur bersama sama kami dibelakang” pungkashya.

Siti Fatimah (40) keluhkan” Mesjid tolong dibersihkan karena kami mau Ibadah apalagi ini sudah mau puasa, Kami mau Shalat Taraweh tolong pindahkan pedagang yang jualan Daging, ikan, ayam ke tempat semula karena dekat degan Mesjid, baunya tidak sedap sekali tidak cocok melakukan ibadah di masjit.

Sekwan DPRK mengatakan” Keluh kesah Para Pedagang Kain dan sayur, Sudah di terima oleh Sekwan dan akan di sampaikan kepada Anggota Dewan, berhubung Anggota Dewan sedang berada di luar Daerah dan hari senin Tanggal 14 Mei 2018, akan di tinjau langsung dan tertibkan di Pedagang – pedagang dari Kampung yang berjualan di depan pintu Gerbang Pasar Terpadu dan mengajak pindah ke Losd yang telah di Sediakan di Pasar tersebut” katanya.

Lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait sehingga memberi peluang kepada pedagang Dalam mengambil inisiatif sendiri untuk memperoleh keuntungan pribadi tampa memikirkan kepentingan pedagang lainya.

Masyarakat buntul tajuk sangat keberatan dengan naiknya ke lapangan parkir dekat Mesjid pedagang ikan dan daging karena bau sehingga mengganggu pelaks Ibadah.(J.Porang)

News Feed