oleh

Mutia Assyifa Putri Gayo yang Mampu Bersaing di Level Dunia

Bener Merah : Baranews Aceh.co – Mutia Assyifa, Putri dari Nurdin Ali (Pegasing) dan Binahayati Rusyidi (Bangka Belitung), yang Lahir di kota kembang Bandung pada 20 Oktober 1994.

Mengenyam pendidikan tingkat kanak kanak (TK) hingga memasuki tahun pertama Sekolah dasar (SD) di negeri Kangguru Australia. Selanjutnya kelas 2 – 4 SD kembali ke kota Bandung. Memasuki SMP sampai dengan tamat SMA. Putri Renggali ini kemudian menyelesaikannya di negeri Jhon F Khenedy Amerika.

Mutia Assyifa sempat juga mengalami loncat kelas sewaktu masih duduk di bangku sekolah tingkat SMP di America. Begitu juga ketika dia masih duduk di bangku SMA, Mutia juga loncat kelas dari kelas 10 ke kelas 12.

Mungkin hal tersebut jika di Indonesia adalah sebuah normatif, tapi Mutia Assyifa melakukan nya di negara Adi kuasa Amerika, yang di ikuti oleh pelajar dari seluruh dunia.

Setelah menyelesaikan studi tingkat SMP dan SMA di Amerika. Mutia akhirnya pulang ke tanah air dan sempat memasuki kuliah satu semester di UNPAD Bandung. Putri semata wayang dari pasangan Nurdin Ali – Binahayati Rusidi yang berperawakan tinggi semampai ini, kemudian kembali ke Amerika untuk melanjutkan kuliahnya hingga selesai.

Berkat kemampuan intelektual dan ke jeniusannya Mutia Assyifa, Putri Renggali kelahiran kota Bandung ini akhirnya mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S2 dari pemerintah Belanda.

Insya Allah bulan Oktober ini akan di wisuda, ungkap ayah kandung Mutia Assyifa Nurdin Ali kepada Baranews Aceh.co, saat di hubungi melalui Hand Phone Selulernya. Minggu (13/05).

Mutia Assyifa Putri semata wayang pasangan Nurdin Ali – Binahayati Rusyidi, terlahir dari garis orang orang yang berpendidikan. Ibunya Binahayati Rusyidi merupakan salah seorang dosen di UNPAD Bandung yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan S3 juga di Amerika. Sementara Binahayati Rusyidi ibu dari Mutia Assyifa merupakan keponakan langsung dari tokoh Nasional sekaligus pendiri Partai Bulan Bintang. Dr. Yusril Ihza Mahendra.

Begitu juga dengan sang Ayah Nurdin Ali, merupakan tokoh masyarakat dari dataran tinggi Gayo. Yang telah lama bermukim di kota Bandung. Sosok yang juga punya peran bersama Almarhum Mustapa M.Tami dalam memperjuangkan berdirinya Bandara Rembele Kabupaten Bener Meriah. Selain itu Nurdin Ali Juga di kenal sebagai tokoh yang banyak berkecimpung dengan eksfortir Kopi Gayo.

Akankah Gayo nantinya punya talenta seperti Empu Beru. Srikandi Negeri antara ini akan menjawab tantangan dunia, Mutia Assyifa adalah insfirasi bagi putri Gayo lainnya, yang harus mampu berbicara di level dunia serta membuka mata dunia akan ke indahan Kerawang Gayo dan cita rasa Kopi kelas dunia, dengan semboyan “No Day Without Coffee” (DN)

News Feed