banner 1280x334

20 Penyuluh Pertanian Kontrak Terima SK CPNS

by

Takengon Baranewsaceh.co – Bertempat di Aula Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah, siang ini Senin (18/12/2017), dua puluh orang penyuluh kontrak atau Tenaga harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) dalam wilayah kabupaten Aceh Tengah, menerima surat keputusan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Penyerahan SK CPNS tersebut secara simbolis dilakukan oleh Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, SK didampingi Asisten Administrasi Umum, Drs. H. Rijaluddin, MM, Kepala Dinas Pertanian, drh. Rahmandi, M, Si dan Kepala Dinas Pangan, Ir. Nasrun Liwanza, MM dan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM. Turut hadir dalam acara penyerahan SK tersebut, semua Kepala BPP, semua Kepala Bidang dan Kepala seksi lingkup Dinas Pertanian, dan Kepala Bagian Humas beserta jajarannya.

Ke dua puluh THL TBPP yang pada hari ini resmi menyandang status baru sebagai CPNS tersebut merupakan para penyuluh kontrak yang masuk kategori usia dibawah 35 tahun (-35) dan telah dinyatakan lulus dalam seleksi Computer Assitance Test (CAT) dari formasi khusus penyuluh pertanian beberapa bulan yang lalu. Sementara untuk THL TBPP berusia diatas 35 tahun (+35), akan tetap diperpanjang kontraknya pada tahun 2018 yang akan datang, sambil menunggu kemungkinan pengangkatan mereka sebagai CPNS seperti yang sedang diperjuangkan oleh pihak Kementerian Pertanian.

Dalam arahannya, Pak Nas, panggilan akrab Bupati Aceh Tengah ini berpesan kepada para penyuluh pertanian agar focus dalam pembinaan petani kopi Gayo, karena selama ini kopi merupakan penunjang utama perekonomian masyarakat Gayo Aceh Tengah.

“Menjadi tugas dan tanggung jawab para penyuluh untuk terus membimbing dan mebina petani agar dapat meningkatkan produktivitas kopi mereka, kalu selama ini produktivitasnya baru sekitar 750 kiligram per hektar per tahun, usahakan minimal bisa naik dua kali lipatnya menjadi 1,5 ton” ungkap Pak Nas.

Lebih lanjut Nasaruddin mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan produktivitas kopi Gayo, tidak mesti dengan perluasan areal atau pembukaan lahan baru yang kadang-kadang bisa menimbulkan masalah baru, tapi cukup dengan budidaya dan perawatan yang intensif. Jarak tanam merupakan factor utama yang perlu diperhatikan oleh petani, karena dengan jarak tanam yang ideal, justru produktivitas akan meningkat, lanjutnya.

Selain kopi, Nasaruddin juga berpesan kepada para penyuluh pertanian agar memperhatikan juga komoditi lain yang secara ekonomis mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat seperti hortikultura.

“Selain kopi kita juga punya potensi pengembangan komoditi lain yang sudah mendapat pengakuan secara nasional seperti bawang merah, cabe, kentang, jeruk dan alpukat, para penyuluh juga harus focus dalam membina petani hortikultura tersebut sebagai bentuk diversifikasi tanaman yang dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat” sambungnya.

Di akhir sambutannya, Pak Nas Berharap agar para penyuluh yang sudah meningkat statusnya ini dapat meningkatkan kinerja mereka, karena dibalik pemberian SK ini terkandung amant dan tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada petani. (HT/Fathan Muhammad Taufiq)