oleh

20 Penyuluh Pertanian Aceh Tengah Ikuti Diklat Dasar di BBPKH Cinagara, Bogor

image_pdfimage_print

 

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq *)

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian, 20 (dua puluh) orang penyuluh pertanian dari kabupaten Aceh Tengah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Penyuluh Pertanian di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor dari tanggal 15 Juli 2018 sampai dengan 4 Agustus 2018 yang akan datang. Kedua puluh penyuluh pertanian tersebut merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berasal dari eks Penyuluh Kontrak atau Tenaga Harian Lepasa Tenaga Bantu Pentuluh Pertanian (THL TBPP) yang diangkat menjadi CPNS melalui formasi khusus penyuluh pertanian. Itulah sebabnya mereka diwajibkan untuk mengikuti Diklat dasar ini sebagaia persyaratan bagi mereka untuk diangkat sebagai pegawai fungsional penyuluh pertanian.

Ketika membuka diklata dasar penyuluh pertanian ini, Senin (16/7/2018) yang lalu, Kepala BBPKH Cinagara, drh. Wisnu Wasisa Putra, MP berpesan kepada seluruh peserta diklat agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan diklat ini secara serius dan bersungguh-sungguh, karena materi diklat ini sangat penting untuk menunjjang kinerja kepenyuluhan bagi para peserta. Selain itu, diklat ini juga merupakan pembekalan bagi para penyuluh untuk melakukan pendampingan pada program-program prioritas Kementerian Pertanian.

“Target Kementerian Pertanian adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045, untuk mensukseskan program tersebut, satunya adalah dengan meningkatkan peran penyuluh pertanian dalam memberikan motivasi kepada petani agar mampu merubah pola fikir, pola kerja dan pola hidup yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi pertanian” ungkap Wisnu.

Lebih lanjut Kepala BBPKH menyampaikan bahwa penyuluh juga memiliki peran sebagai pendidik dan tranformer teknologi bagi petani.

“Penyuluh pertanian juga berperan sebagai pendidik yang mampu memberikan pengetahuan dan cara-cara dan teknologi baru dalam budidaya tanaman agar petani lebih terarah dalam usaha tani mereka, penyuluh pertanian juga punya beban dan tanggaung jawab untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian melalui peningkatan Luasa Tambah Tanam (LTT), optimalisasi pemanfaatan lata dan mesin pertanian (Alsintan) yang sasaran akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan petani” lanjutnya.

Wisnu jug menjelaskan bahwa diklat dasar bagi penyuluh pertanian tahun ini mulai menerapkan pola baru yaitu on campuss dan off campuss. Kegiatan on campuss dilaksanakan di BPPKH Cinagara, Bogor selama 15 (lima belas) hari kemudian dilanjutkan dengan kegiatan off campus selama 7 (tujuh) hari di daerah masing-masing. Selanjutnya diklat ini akan diakhiri dengan uji kompetensi untuk menentukan kelulusan peserta guna mendapatkan sertifikat diklat dasar yang merupakan syarat mutlak bagi semua penyuluh pertanian.

“Kami sangat berharap, setelah mengikuti diklat ini, semua peserta dapat mengaplikasikan dan mengimplementasikan pemngetahuan yang telah didapat selama mengikuti diklat ini di wilayah kerja masing-masing, dan mampu membantu petani di daerah masing-masing untuk mendukung program pemerintah di bidang pertanian” pungkas Wisnu.

Diklat dasar penyuluh pertanian yang digelar BPBPKH kali ini merupakan angkatan V sampai dengan VII yang di ikuti oleh 129 peserta dari provinsi Aceh dengan rincian 20 orang dari kabupaten Aceh Tengah, 47 orang dari kabupaten Aceh Besar, 20 orang dari Kota Banda Aceh, 1 orang dari kabupaten Aceh Timur dan 41 orang dari kabupaten Gayo Lues. Diklat dasar ini dibagi dalam dua kategori yaitu Diklat dasar Penyuluh Pertanian Terampil (diangkat sebagai CPNS dengan ijazah terakhir SLTA, D-II atau D-III) sebanyak 3 angakatan yaitu angkatan V, VI dan VII dan Diklat Dasar Penyuluh Pertanian Ahli (diangkat sebagai CPNS dengan ijazah S-1 atau D-IV) sebanyak satu angkatan yaitu angkat VIII.

Diklat dasar penyuluh pertanian ini akan berakhir pada tanggal 4 Agustus 2018 yang akan datang, dimana hanya peseerta yang lulus uji kompetensi saja yang akan mendapatkan sertifikat diklat dasar penyuluh pertanian.

*) Staf Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, kontributor berita dan artikel pertanian di media cetak dan online.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed